RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Category Archives: Kim So Eun

Lavender [Part 5]

Untitled-1w

 

Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

“Jessica, kau tau kalau aku sangat mencintaimu?”

“Iya, aku juga sangat mencintaimu. Dong Hae.”

“Hmm… berjanjilah, kau tidak akan mengkhianati cintaku kan?”

“Tentu saja, aku berjanji.”

Gadis berkuncir dua dengan kacamata tebal itu semakin menaikkan buku yang dipegangnya untuk menutupi wajahnya yang begitu buruk. Rasanya dia seperti mendapatkan kesialan. Niatnya yang ingin menenangkan diri membaca buku di perpustakaan, namun siapa disangka jika Dong Hae dan Jessica duduk di belakangnya hingga percakapan mereka terdengar. Percakapan yang sangat miris untuk didengarnya. So Eun hanya bisa tersenyum miris, dia berusaha menenangkan hatinya yang sakit saat mendengar janji-janji mereka.

*****

“So Eun?”

Se Na mengibaskan tangannya di depan wajah So Eun yang terlihat termenung. So Eun langsung tersadar dari lamunannya, ia memalingkan wajahnya ke samping. Sedikit melirik ke bawah, melihat Dong Hae dan Jessica sedang bercengkrama dengan akrabnya.

Tanpa disadarinya, tangannya meremas piyama di dadanya. Terasa sakit melihat kemesraan.

“So Eun, kau baik-baik saja?” tanya Se Na lagi. Ia begitu khawatir melihat So Eun terdiam. Ia tidak bodoh apa yang membuat So Eun menjadi seperti itu. So Eun menghela nafasnya, berusaha mereda rasa sakit hatinya.

“Permisi, Nona Se Na. Saya ingin menuju ke kamar saya.” Ucap Se Na mengangguk sambil melewati Se Na. Se Na hanya bisa mengangkat bahunya kemudian dia memandang ke bawah.

“Hufttt… Lee Dong Hae, kini apa lagi yang kau rencanakan?”

*****

Malam begitu kelam. Namun cahaya mewah yang terpancar dari kaca yang begitu modern menerangi ruang makan malam. Para pelayan sibuk menyiapkan makan malam yang akan segera dihidangkan.

“So Eun, tolong kau bawakan hidangan ini ke meja.”

So Eun yang berada di dapur dengan segera mematuhi perintah chef tersebut. Dengan statusnya sebagai pelayan pribadi Dong Hae, seharusnya dia tidak melaksanakan tugas tersebut. Namun ini kemauan So Eun mengingat tidak ada pekerjaan lain. So Eun segera membawa mangkuk berisi sup itu ke meja dengan hati-hati. Ia pun meletakkan sekaligus menata meja tersebut dengan rapi.

“Huaaa, ini romantis sekali!?”

Suara yang sangat dikenalinya, So Eun langsung mendongakkan kepalanya. Ekspresinya yang tidak bisa dijelaskan. Rasanya begitu sakit melihat pemandangan tersebut. Jessica datang bersama Dong Hae dengan merangkul lengan Dong Hae dengan mesra. Yang lebih sakitnya lagi adalah senyuman Dong Hae yang begitu bahagia melihat sang tunangannya begitu menyukai persiapan hidangan makan malam tersebut.

“Tentu saja, semua ini sengaja dipersiapkan untuk menyambut kepulanganmu.”

“Huaaa, aku suka sekali dengan kejutan ini. Terima kasih, Dong Hae-ku tercinta.”

Jessica mencium bibir Dong Hae yang tentu saja disambutnya.

So Eun menunduk, matanya hampir berkaca-kaca. Tidak sanggup melihat kemesraan mereka. So Eun berbalik dan cepat-cepat menjauhi ruangan itu. Selagi melumat bibir Jessica, mata Dong Hae sempat menangkap sosok So Eun. Ia tersenyum menyeringai.

*****

So Eun benar-benar tidak mengerti dengan perilaku Dong Hae yang begitu berbeda. Sungguh. Baru beberapa minggu bekerja disana, ia diperlakukan ‘romantis’ oleh Dong Hae. Bahkan So Eun mengira mungkinkah Dong Hae menyukainya hingga dia masih memiliki kesempatan untuk mengejarnya lagi. Namun kini sejak Jessica pulang ke sini dengan membawa kejutan yang tidak terkira. Dong Hae ternyata telah bertunangan dengan Jessica. Ingatan So Eun kembali ke saat-saat Dong Hae menciumnya. Apakah Dong Hae sedang mempermainkannya? Ataukah Dong Hae sedang balas dendam karena peristiwa perpisahan SMA dulu?

Tunggu. Balas dendam? Apakah jati dirinya yang sebagai gadis misterius di pesta perpisahan itu sudah terbongkar?

So Eun beranjak dari kasur yang didudukinya menuju ke lemari. Ia membuka lemari yang berisi pakaian rahasianya. Sebuah gaun berwarna ungu rancangan Ka Hi lengkap dengan topeng dan sepatu high heels. Perlahan So Eun menyentuh gaun miliknya dan mencium aroma yang sudah menjadi khasnya. Lavender.

“Apa yang harus aku lakukan? Dia sudah bertunangan. Haruskah aku berhenti? Berhenti mengharapkannya.” Gumamnya. Pikirannya sungguh kacau. Rasanya dia ingin menangis dan berteriak sepuas-puasnya. Belum pernah ia merasakan sakit hati yang lebih daripada saat Dong Hae menamparnya. Ia merosotkan tubuhnya sembari memeluk gaunnya dengan airmatanya berlinang. Ia menangis terdiam.

*****

Suasana siang hari cukup cerah namun begitu redup bagi kedua manusia tersebut. Kelam memenuhi ruang tamu. Hyuk Jae begitu tidak menyangka dengan kemunculan wanita yang lebih tua darinya begitu cepat. Padahal dia baru saja menikmati masa-masa tenangnya selama 6 bulan. Bahkan 6 bulan itu belum cukup baginya.

“Kau…, kenapa sudah kembali?”

Wanita itu mengerucutkan bibirnya. Ia cemberut mendengar sapaannya. Padahal ia sangat merindukan Hyuk Jae.

“Hyuk Jae. Kau kejam sekali mengatakan seperti itu? Apa kau tidak merindukanku?”

“TI-DAK, Lee Se Na. Aku sama sekali tidak merindukanmu.” Hyuk Jae mendorong bahu Se Na yang berdiri menghalanginya agar bisa melewatinya, ia ingin menuju ke kamar Dong Hae. Se Na menahan lengannya.

“Tunggu. Tapi aku sangat merindukanmu, Hyuk Jae.”

‘CUP’

Mata Hyuk Jae terbelalak mendapatkan ciuman singkat dari Se Na yang langsung pergi dengan senyumannya yang mengembang.

“Aishhh! Lagi-lagi dia seperti itu.”

Hyuk Jae begitu kesal dengan perlakuannya. Segera dia berjalan cepat dan memasuki kamar Dong Hae tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat sang pemilik kamar itu melihatnya dengan heran.

“Kau kenapa? Tiba-tiba masuk dengan wajah muram seperti itu.”

Hyuk Jae mendudukkan bokongnya di kasur sambil melipatkan tangannya di dada.

“Apa kau tidak bisa menasehati kakakmu yang gila untuk tidak menciumku sembarangan lagi?”

Dong Hae mengerti apa yang dimaksud Hyuk Jae pun terkekeh. Dia yang duduk di kursi berhadapan dengan Hyuk Jae segera melemparkan bola yang dipegangnya ke arah Hyuk Jae. Untung Hyuk Jae bisa menangkap dengan baik.

“Kenapa kau tidak menerima cinta kakakku saja? Kau tau, dia sangat mencintaimu. Sepertinya dia begitu terobsesi denganmu, mungkin.”

“Ck.. Aku tidak menyukainya….”

Dong Hae terdiam.

“Kau tau sendiri bagaimana seleraku terhadap wanita. Aku tidak tertarik dengan wanita yang lebih tua.” Dong Hae hanya mengangkat bahunya sebagai tanggapan atas perkataan Hyuk Jae. Tanpa mereka sadari, dibalik pintu ada seorang wanita berdiri dengan matanya yang berkaca-kaca mendengar percakapan mereka yang cukup keras untuk didengar.

*****

So Eun berdiri di balkon lantai 3. Ia begitu menghayati melihat langit yang cerah itu. Kadang-kadang ia menghela nafasnya. Begitu lelah. Memikirkan masa-masa kemarin. Awal-awal yang membuat dia berada dilangit kini terpaksa jatuh dengan kejamnya.

“Hhhh… Kenapa? Kenapa dia harus melakukan ini? Memangnya aku wanita apa hingga dia begitu berani menciumku.”

Angin sepoi menimpa rambutnya namun So Eun membiarkannya berharap rasa sakit dan lelah ini dibawa angin itu.

“Aku sungguh tidak mengerti. Kenapa pria itu begitu kejam?”

“Aku setuju, kenapa pria itu begitu kejam.”

Itu bukan suara So Eun. So Eun segera menoleh dengan terkejutnya. Se Na berdiri disampingnya dengan memandang langit. Ekspresinya yang terlihat sendu.

“Nona Se Na,… Apa yang sedang Anda lakukan?” tanya So Eun heran. Ia hampir terlonjak melihat kemunculannya yang tiba-tiba. Namun setelah diperhatikannya, Se Na menitikkan air matanya. Se Na sedang bersedih.

“Ada apa, Nona Se Na?” tanya So Eun hati-hati. Se Na tidak menjawabnya, Se Na malah langsung memeluk tubuh So Eun yang sama mungilnya. Sontak saja, So Eun begitu panic.

“Nona! Anda tidak apa-apa? Nona…”

“Aku tidak apa-apa. Aku hanya membutuhkanmu untuk ketenanganku. Hari ini aku sedang sedih sekali. Sangat sedih.”

So Eun tidak bisa berbicara lagi. Ia membiarkan tangan kirinya mengelus rambut Se Na yang begitu lembut. Berniat menenangkannya.

*****

Kalau So Eun bisa memohon, dia ingin sekali keluar dari rumah mewah ini. Bukan karena takut akan peraturan yang begitu ketat dan hal lainnya. Namun sungguh So Eun tidak ingin berdiri menyaksikan pemandangan yang cukup menyakitkan. So Eun mengalihkan pandangannya ke jendela dekat meja makan. Kelihatannya pemandangan yang cukup terang karena lampu kecil di taman itu lebih indah dibandingkan menyaksikan Tuan Muda dan sang tunangannya, Jessica menyantap makan malam begitu mesra hingga bisa membuat orang yang melihat mereka begitu iri karena serasi.

Seharusnya dia bisa menyingkirkan dirinya dari ruangan itu. Seharusnya dari tadi dia bisa melakukannya, seandainya Dong Hae tidak….

‘Ting Ting!’

Bunyi dentingan pada gelas yang diketuk sendok oleh Dong Hae membuat So Eun menghela napasnya. Pertanda Dong Hae memanggilnya. Dengan senyumannya yang memaksa, So Eun menghampirinya.

“Ada apa, Tuan Muda?”

Dong Hae tersenyum geli melihat ekspresi So Eun yang terlihat begitu memaksakan senyumannya. Menahan rasa tidak sukanya saat melihat Jessica begitu mesranya memeluk lengan kiri Dong Hae. Rasanya So Eun ingin menarik tangan Jessica kemudian menjambak rambutnya yang terlalu sering memakai rambut palsu hingga berteriak kepadanya bahwa Dong Hae itu miliknya.

“Aku ingin kau ambilkan wine.”

Suara Dong Hae yang lembut namun terdengar sedikit menyebalkan dipendengaran So Eun. So Eun membungkuk badannya.

“Akan saya ambilkan.”

“Dong Hae, coba makan ini. Aaaaa….”

Jessica menyuapi potongan daging ke mulut Dong Hae. Sungguh So Eun ingin terjun ke kolam renang agar bisa meredakan hatinya yang sudah memanas.

*****

Beberapa hari kemudian. Semua kegiatan yang dilakukan So Eun tetap saja sama. Setidaknya sama setelah Jessica muncul dan tinggal dirumah milik Dong Hae. Entah kenapa rasanya So Eun merindukan ciuman yang diberikan Dong Hae pada waktu itu. Ciuman yang begitu panas namun lembut hingga meninggalkan kesan yang terdalam bagi So Eun.

“Hei,”

So Eun tersentak mendengar suaranya. Ini karena So Eun terlalu lama melamun di kolam renang. So Eun menoleh dan menegang. Jessica berdiri dihadapannya. Segera saja, ia mengeluarkan kakinya yang terendam air kemudian dia berdiri. Jessica menatap tajam melihat penampilan So Eun dari atas sampai bawah dengan menyilangkan kedua lengannya di depan dada penuh keangkuhan.

“Apa benar kau yang bernama Kim So Eun? Aku dengar dari Dong Hae, bahwa kau pengganti Ka Hi.”

Suara yang penuh ketegasan dan sedikit intimidasi terhadapnya. Membuat So Eun sedikit gugup.

“I.. Iya, Nona.” So Eun mengangguk tanpa memandangnya. Jessica kembali meneliti penampilan So Eun. Entah kenapa dia merasa familiar dengan nama dan wajah So Eun.

Jessica perlahan mendekati So Eun.

“Aku harap Ka Hi tidak lupa memperingatimu soal Dong Hae seperti aku memperingatinya,” ucap Jessica dengan berbisik. So Eun yang tidak mengerti pun sedikit mendongak. Astaga, jarak antara wajah mereka cukup dekat.

“Kau tau? Kalau aku sangat tidak menyukai pelayan pribadi tunanganku itu seorang wanita. Maka aku akan memperingatimu, kalau Dong Hae adalah milikku. Kau jangan sekali-kali menggodanya dengan trik-trik murahanmu. Mengerti?”

Baru kali ini So Eun mendengar lidah tajamnya yang penuh berbisa. Wanita dihadapannya ini benar-benar licik. Bagaimana bisa Dong Hae tetap mempertahankannya setelah mengetahui pengkhianatan yang dilakukan Jessica. Tanpa disadarinya, Jessica menyeringai. Jari telunjuknya menyentuh dada So Eun dan mendorongnya hingga -

‘BYUR!’

- tercebur ke kolam renang. So Eun langsung menggerakkan tubuhnya, berenang mencapai ke puncak kemudian dia mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena tidak menyangka Jessica sengaja melakukannya. Ia masih bisa melihat senyuman Jessica yang penuh kelicikan. Jessica melambai tangannya dengan genit kemudian berbalik meninggalkan So Eun yang kedinginan.

*****

Berkali-kali So Eun memikirkan perkataan Jessica tadi. Apakah memang sudah saatnya dia menyerah? Apakah dia memang sudah tidak memiliki harapan lagi? Dunia ini sudah berbeda. So Eun yang tadi duduk di kursi dengan handuk yang melilit tubuhnya dengan pakaian yang basah kuyup, beranjak dan meninggalkan kolam renang. So Eun tidak memperdulikan pertanyaan cemas yang dilayangkan pelayan yang ditemuinya. Ia harus memikirkan sesuatu. Ia tidak ingin harga dirinya terus diinjak. So Eun ingin menangis. Air matanya mengalir. Ia terus berjalan cepat tanpa memperhatikan kedepannya. Saat dia berbelok, dia menabrak seseorang dan ia merasakan sesuatu yang lembut dibibirnya.

*****

“Bagaimana kau bisa lupa tentang hal ini, Dong Hae? Ish… semua ini karena kau terlalu sibuk menemani dia.”

“Kenapa Kakak bicara seperti itu? Kakak tau kan kalau aku sangat merindukan Dong Hae. Jadi tidak ada salahnya.”

“Ishhhh…. Tetap saja semua ini salahmu. Gara-gara kau, dia lupa membelikan hadiah untuk ibu mertuamu!”

“STOP!?”

Kedua wanita yang saling beradu tadi langsung terdiam.

“Jessica…. Kak Se Na. Sebaiknya kalian diam dulu. Teriakan kalian membuat kepalaku pusing. Maafkan aku, Kak Se Na kalau aku begitu ceroboh karena lupa membeli hadiah untu Ibu. Lalu Jessica, apa yang dikatakan Kak Se Na itu benar. Seharusnya kita menyempatkan diri untuk membeli hadiah. Kau tau sebentar lagi ibuku akan ulang tahun.” Jelas Dong Hae dengan sedikit frustasi. Tidak ada jawaban sejenak membuat Dong Hae menghembus nafas lega.

‘BRUK!’

Mereka menoleh ke asal suara yang tidak jauh dari mereka. Se Na menutup mulutnya dengan tubuhnya yang menegang saking terkejutnya. Jessica tersenyum sinis melihat pemandangannya itu. Sedangkan Dong Hae hanya menatap datar dengan tangannya yang mulai terkepal.

“Aku tidak tau kalau pelayan pribadimu itu berperilaku seperti itu, Dong Hae.” Ucap Jessica memanasi keadaan mereka. Se Na dan Dong Hae sama-sama terdiam, tidak menanggapi perkataan Jessica. Mereka justru berusaha menahan rasa emosi yang hampir memuncak. Emosi yang penuh dengan kecemburuan menyaksikan So Eun yang terjatuh di atas tubuh Hyuk Jae yang terbaring di lantai dengan kerasnya beserta bibir mereka yang saling menempel. Mereka berciuman.

*****

Menyadari bibirnya menyentuh bibir Hyuk Jae yang ada dibawahnya, So Eun segera bangkit dari tubuh Hyuk Jae. Hyuk Jae pun berdiri sambil mengerang kesakitan pada punggungnya.

“Maafkan aku, Tuan Hyuk Jae. Saya tidak bermaksud seperti itu.” So Eun merasa bersalah. Hyuk Jae mengangguk-angguk mengerti sambil mengelus punggungnya sendiri. Benar-benar sakit.

“Tidak apa-apa, lupakan saja.”

Hyuk Jae benar-benar tidak mempermasalahkan soal So Eun menabrak dirinya. Setidaknya hanya mereka berdua disana. Tidak ada Dong Hae yang melihat kejadian tadi. Benar. Setidaknya Hyuk Jae memikirkan itu hingga ia berbalik dan menegang. So Eun juga tidak kalah menegangnya. Melihat Dong Hae, Se Na beserta Jessica berdiri dihadapan mereka. Tanpa aba-aba, Dong Hae melangkah cepat mendekatinya.

‘BRUGH!’

“DONG HAE!?”teriakan Se Na yang begitu panic melihat sang adiknya memukul wajah Hyuk Jae hingga Hyuk Jae tersungkur dilantai dengan darah keluar dibibirnya.

“Kau,.. brengsek!?”umpat Dong Hae.

Hyuk Jae tidak membalasnya. Ia hanya terdiam. Ia hapal dengan sifat Dong Hae seperti ini. Jessica terlihat terkejut menyaksikannya.

Dong Hae mencengkram pergelangan tangan So Eun kemudian menariknya, So Eun sampai berjalan tergopoh-gopoh menyesuaikan langkah Dong Hae yang begitu cepat. Ia tidak tau akan dibawa kemana hingga mereka keluar dari pintu depan dan berdiri di depan mobil. Dong Hae membuka pintu mobilnya dan dengan sengaja ia menarik paksa So Eun masuk ke dalam mobil lalu membanting pintu mobil hingga tertutup.

“DONG HAE!?”

Jessica yang mengejar mereka pun panic. Ia tidak pernah melihat ekspresi Dong Hae yang begitu menakutkan terhadap wanita lain selain dirinya. Dong Hae sudah menyetir meninggalkan rumah istana itu. Rahang Jessica mengeras, kedua tangannya mengepal di dada. Dia khawatir. Dia harus menyelidiki Kim So Eun. Sepertinya Kim So Eun bukan wanita biasa.

Sementara itu, Se Na yang masih didalam berdiri seperti patung melihat Hyuk Jae menyeka darah dibibirnya sambil meringis kesakitan.

“Hyuk Jae.”

Hyuk Jae tidak menanggapinya. Ia masih terduduk sambil menekan luka dibibirnya. Benar-benar pukulan yang kuat. Se Na memutuskan mendekatinya. Tangannya terulur hendak menyentuh bibir Hyuk Jae yang terluka.

“Kau tidak apa-….”

Hyuk Jae menepis tangan Se Na sebelum menyentuh bibirnya. Dia beranjak dari tempatnya hendak meninggalkan Se Na.

“Kenapa?” Langkah Hyuk Jae terhenti.

“Kenapa kau selalu menolakku, Hyuk Jae? Padahal aku sangat mencintaimu. Aku-…”

“Benarkah?”

Perkataan Se Na terpotong.

“Benarkah kau begitu tulus mencintaiku?”

Se Na terdiam. Ia menyimak perkataan Hyuk Jae. Hyuk Jae membalikkan tubuhnya dan memandang Se Na dengan wajah datarnya.

“Jika suatu saat kau berhasil mengingatnya, apakah kau masih mencintaiku?”

Se Na begitu keras memikirkan sesuatu. Ia tidak mengerti dengan perkataannya tadi.

“Apa maksudmu?”

ddd

Today Was A Fairytale [Part 2]

PART 2

 

Genre: Mistery, Hurt, Tragedy

Rated: T or M

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Park Jung Soo

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya

~**~

  Baca pos ini lebih lanjut

If You Ever Back [Part 1]

Genre: Roman, Hurt, Family

Rated: T

Cast: Kim So Eun, Kim Sang Bum

 

PART 1

  Baca pos ini lebih lanjut

Lavender [Part 4]

Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

  Baca pos ini lebih lanjut

That Somebody Was You [Part 6]

WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Bagi yang tidak suka dengan pairing So Eun dan Hyuk Jae, q sarankan jangan memaksa diri untuk membacanya. Tetapi jika nekat membacanya, anggap aja q pinjam nama cast tersebut. -___-“. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

That Somebody Was You [Part 6]:

Dia kembali ke dirinya yang dulu.

Melupakan semua penderitaan yang dialaminya.

Merubahkan diri menjadi lebih kuat.

Namun dia belum bisa merubah cintanya. Baca pos ini lebih lanjut

Today Was A Fairytale [Part 1]

PART 1

 

Genre: Mistery, Hurt, Tragedy

Rated: T or M

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Park Jung Soo

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya Baca pos ini lebih lanjut

Lavender [Part 3]

Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 450 pengikut lainnya.