RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.1


^___________^

Cowry lama ya!
Hehehe….
Coz tadi agy sibuk nich, ngerjain tugas kampus.
Hehehehe….
Sekarang dah selesai chapter.1 nya.
Met membaca ya!

Chapter 1:

Sebuah kota di Korea Selatan yang megah, penuh dengan gedung-gedung yang tinggi yang menghadap laut. Seorang gadis yang berpenampilan kumuh sedang duduk diatas kursi. Gadis itu memandang laut yang sedang berombak diiringi air mata kesedihannya. Dia terus mengingat kejadian lima hari yang lalu.

Lima hari yang lalu….
Di sebuah pabrik terlihat seorang manajemen pabrik itu itu berdiri dihadapan para buruh. Manajemen itu sedang mengucapkan nama-nama buruh yang akan di PHK. Beberapa buruh yang di PHK terlihat memberontak namun para polisi berhasil mengatasinya sehingga manajemen itu terus melanjutkan perkataannya.
”KIM SO EUN!”
So Eun terlihat shock mendengar namanya terdaftar dalam PHK.
“Tidak mungkin! Ini tidak boleh. Pak! Tolong beri aku kesempatan untuk bekerja!”
So Eun ikut memberontak, namun polisi berhasil menahannya. So Eun terus memberontak.

Pada malam harinya, So Eun berjalan dengan lunglai dijalanan. Kini dia sudah tidak punya pekerjaan lagi. Yang ada dipikirannya adalah hutang rumah kontrakan yang harus dibayar hari ini. Dengan uang tunjangannya pun belum bisa melunasi hutangnya. So Eun terkejut setelah sampai dirumahnya. Seorang Ibu pemilik rumah kontrakan itu sedang berdiri didepan pintu sambil memerintahkan para preman untuk mengeluarkan barang-barangnya yang ada dirumah. So Eun berlari menujunya.
”Ibu. Beri aku kesempatan untuk membayar rumah ini.”pinta So Eun. Ibu itu menatap tajam, lalu dia berkacak pinggang dihadapannya.
”Kesempatanmu sudah habis! Sudah 5 bulan kau belum bayar rumah kontrakan ini. Sekarang kau pergi dari sini! Bawa barang-barangmu ini!” Ibu kontrakan itu pun mendorong So Eun sehingga So Eun terjatuh.

Akhirnya So Eun hanya membawa koper yang berisi baju dan barang penting lainnya. Kini So Eun berjalan lunglai sambil menangis. Rumah tinggal So Eun yang dulu telah ditinggalinya karena peristiwa berdarah sejak 2 tahun yang lalu. Saat So Eun pulang dari rumah temannya untuk merayakan kelulusan SMP. So Eun merasa ada yang aneh dirumahnya. Sudah malam, tapi lampu depan rumahnya belum dihidupkan. Dengan pelan-pelan So Eun pun memutar kenopnya.
”Tidak dikunci?” So Eun jadi heran. Ia pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam. Gelap.
”Apa Ibu lupa menghidupkan lampunya?” So Eun jadi bertanya-tanya. Dia pun mencari tombol lampu. Dia pun meraba-raba dindingnya karena gelap. So Eun pun menemukan tombolnya lalu dihidupkannya. So Eun tercengang melihat suasana rumahnya. Dia melihat dindingnya terciprat warna darah. So Eun pun menutup mulutnya, melihat sesuatu yang disayanginya dihadapannya. Kedua orangtuanya tergeletak tidak berdaya dengan banyak ceceran darah dipakaian mereka.
”Ibu?! Ayah?!” So Eun pun berlari menujunya. Dia pun berusaha menyadarkan kedua orangtuanya. Dia melihat banyak peluru yang menembus tubuh kedua orangtuanya. So Eun terus mengguncang tubuh mereka.
”Ayah, Ibu?! Bangunlah! Jangan tinggalkan aku…..!” So Eun terus mengguncangnya. Tidak ada reaksi. So Eun harus menerima kenyataannya bahwa kedua orangtuanya sudah meninggal. So Eun hanya bisa menangis sambil memeluk orangtuanya. Seragam kelulusannya pun telah terkena noda darah orangtuanya.
2 tahun yang telah berlalu, So Eun terus menangis memikirkannya. So Eun hampir saja ditabrak mobil karena terlalu banyak melamun.
”Hei! Kau ini mau mati ya?”teriak pemilik mobil itu. So Eun pun langsung menunduk.
”Maaf.”
”Kim So Eun?”panggil pemilik mobil itu. So Eun pun mengangkat wajahnya dan melihat yang dipanggilnya.
“Yoo Ah In?”
Pemilik mobil yang bernama Ah In itu pun keluar dari mobilnya dan menghampiri So Eun.
”So Eun. Sedang apa kau disini?Kau…. kenapa bawa koper?”tanya Ah In. Mata So Eun berkaca-kaca. Dia langsung memeluk Ah In dan tangisannya pun semakin keras.
”So Eun…. kau kenapa?”heran Ah In.
”Ah In. Aku dipecat.”
“Hah? Dipecat?”
“Iya. Aku diPHK tadi. Terus aku diusir dari kontrakan. Sekarang ini aku sudah tidak punya tempat lagi.”kata So Eun. Ah In menahan pelukannya.
”Sungguhkah itu, kau sudah tidak punya pekerjaan lagi? Tunggu. Berarti kau sudah bukan orang kaya lagi?”tanya Ah In. So Eun mengernyitkan dahinya.
”Apa maksudmu?”
”Ah… I… Itu…Aku…. tidak apa-apa. Aku pergi dulu ya!” Ah In langsung buru-buru masuk ke dalam mobil. So Eun menganga mendengar perkataannya dan mengejarnya.
”Ah In. Kau kenapa? Walaupun aku sudah bukan orang kaya lagi, kau masih bisa menerimaku apa adanya kan?”tanya So Eun. Ah In malah terdiam. Dia mengalihkan pandangannya dari So Eun.
”Ah In! Jawablah aku!”
Ah In pun memberikan perkataan terakhirnya, ”Maaf, So Eun. Kita harus putus.”
”Apa?”
Ah In langsung menancap gasnya dan pergi meninggalkan So Eun.
”Ah In! Ah In!” So Eun mengejarnya. Tapi gagal. Ah In sudah menghilang dari hadapannya. Penderitaan So Eun semakin bertambah. Kini dia pun dicampakkan kekasihnya yang baru dijalin 1 bulan.

Lima hari telah berlalu, gadis yang bernama So Eun itu masih memandang laut yang masih tetap berombak. Penampilannya yang sangat berantakan, sudah lima hari dia tidak bisa mandi. Rambutnya yang berantakan. Pakaiannya hanya yang seadanya aja. Yang pasti sangat kumal. Perutnya keroncongan. So Eun memang belum makan dari pagi. So Eun pun merogohkan kantungnya untuk mencari uang. Terlihat hanya tinggal beberapa koin.
”Hanya tinggal segini? Tidak cukup untuk membeli makanan.”keluhnya. Lagi-lagi perutnya memanggil.
”Auh… Aku lapar sekali.” So Eun memegang perutnya. Dia pun menengok belakang.
”Apa aku mesti mengemis aja?” So Eun putus asa.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah restoran. Para pengawal itu pun keluar dan membuka pintu mobil itu. So Eun pun mengalihkan pandangannya dan dia pun menangkap sosok mencurigakan. Tidak jauh dari posisi mobil itu, So Eun melihat seorang pria yang sepertinya sedang membidik mobil dengan bersembunyi dibalik motornya. Lalu seorang kakek pun keluar dari mobil mewahnya. Pria itu siap-siap menarik pelatuknya. So Eun yang menyadari kondisi itu, segera berlari menuju kakek itu.
”Kakek?! Awas….!”
Pria itu akhirnya mulai menarik pelatuknya. Dan peluru pun ditembakkan. So Eun pun menundukkan kepala kakek itu. Dan tembakannya pun meleset. Para pengawal segera melindungi kakek itu.
”Anda baik-baik saja?”tanya salah satu pengawal itu. Kakek itu hanya mengiyakan. Karena gagal menembaknya, pria itu langsung menghidupkan motornya dan segera kabur. Melihat itu, So Eun langsung mengambil kayu lalu dilemparnya ke roda-roda motor itu. Dan berhasil, pria itu pun terjatuh. So Eun langsung berlari menujunya.
”Ciaat…!” So Eun menendang perutnya. Lalu Pria itu segera balas menghajarnya, namun So Eun berhasil menangkisnya. Ia pun memegang tangan pria itu lalu dibantingnya dan dipelintirnya tangan pria itu dibelakang punggung.
”Hei! Siapa kau ini? Kenapa kau begitu berani menembak kakek itu?”tanya So Eun. Para pengawal pun bantu menahannya. Dan kakek itu mendekatinya.
”Terima kasih, kau sudah menolongku.”ucap kakek itu berterima kasih kepada So Eun.
”Oh… tidak apa-apa, kakek.”
”Oh iya, siapa namamu?”
”Namaku Kim So Eun.”
”Aku Lee Jung Gil. Kau bisa memanggilku Presdir Jung Gil.”
”Oh, Kakek Jung Gil. Ops… Maksudku Presdir Jung Gil.”So Eun buru-buru memperbaiki kalimatnya. Presdir Jung Gil tersenyum.
”Kau boleh memanggilku kakek.”
So Eun terbengong. Tiba-tiba perutnya berirama lagi hingga terdengar Presdir Jung Gil.
”Ah. Maaf, kakek.”ucap So Eun malu.
“Kau lapar ya? Bagaimana kalo kau ikut denganku?”
“Hah?”

So Eun melahap makanan itu dengan cepat. Dia memang sangat lapar sekali. Presdir Jung Gil hanya bisa tersenyum lucu melihat tingkah So Eun.
”Ah…. Terima kasih, kakek. Makanan disini sangat enak. Aku jadi kenyang sekali.”kata So Eun. So Eun pun minum air putih.
”Kau tinggal dimana, nak?”Tanya Presdir Jung Gil. So Eun jadi tersedak.
”Kau tidak apa-apa?” Presdir Jung Gil jadi panik.
”Aku tidak apa-apa. Aku… aku tidak ada tempat tinggal.”jawab So Eun.
”Kenapa?”
Lalu So Eun menceritakan tentang pekerjaan dan rumahnya.
”Lalu orangtuamu dimana?”tanya Presdir Jung Gil. Lagi-lagi So Eun terdiam.
“Orangtuaku…. Orangtuaku sudah meninggal.”
“Oh… Maafkan aku.” ucap Presdir Jung Gil merasa bersalah.
”Tidak apa-apa. Mereka dibunuh ketika aku lulus SMP.”
Kini Presdir Jung Gil lebih terkejut mendengarnya.
”Kenapa bisa dibunuh?”
”Aku tidak tau siapa pelakunya. Aku ingin mencari orang yang telah berani membunuh orangtuaku dengan kejam. Tapi, aku tidak tau harus mencari bantuan dengan siapa?”curhat So Eun. Presdir Jung Gil sedang berpikir. Lalu ia pun mendapatkan ide.
”Kim So Eun. Sepertinya kau pintar bela diri?”Tanya Presdir Jung Gil. So Eun terlihat kikuk.
”Itu… Aku memang bisa bela diri. Dulu ketika aku SMP, aku sering mendapat juara satu setiap ada perlombaan olahraga. Ini semua berkat didikan Ayah dan Ibuku yang berprofesi sebagai polisi.”kata So Eun.
Presdir Jung Gil mengangguk mengerti.
”Begitu ya. So Eun, sebenarnya aku ada mempunyai masalah yang serius. Kau tadi liat seorang pria yang berusaha membunuhku?”tanya Presdir Jung Gil. So Eun mengangguk.
”Dia adalah pembunuh bayaran. Sudah lama keluargaku terus diincar pembunuh. Aku memiliki cucu. Namanya Kim Bum. Dia sebaya denganmu. Sejak kecil, dia sering diculik.”
”Benarkah itu?”potong So Eun. Presdir Jung Gil mengangguk.
”Iya. Sampai sekarang dia masih diincar. Kami tidak tau siapa pelakunya dan apa tujuannya.”
So Eun terdiam mengangguk. Mengerti dengan perkataan Presdir Jung Gil itu.
”Karena itu, So Eun. Maukah kau jadi bodyguard cucuku?”
”Hah?” So Eun terkejut.
”Maksud kakek, aku jadi bodyguardnya? Kenapa aku? Aku sangat tidak pantas mendapatkan itu.”
”Tidak, So Eun! Kau yang pantas untuknya. Karena Kim Bum sangatlah parah kalau berinteraksi dengan kami dan yang lain. Aku pikir mungkin dia butuh teman gadis yang sebaya dengannya.”
”Parah?”tanya So Eun.
”Cucuku itu orangnya sangat cuek.”bisik Presdir Jung Gil.
”Cuek?”heran So Eun. Presdir Jung Gil mengangguk.
”Kau harus tinggal di rumahku. Agar kau bisa mengawalnya.”
So Eun terdiam. Presdir Jung Gil itu menunggu jawaban So Eun.
”Aku berterima kasih kepada kakek yang telah menawariku pekerjaan yang menarik. Tapi maaf, aku tidak bisa. Kakek terlalu cepat untuk mengenaliku. Kita kan baru pertama kali bertemu. Aku rasa, anda terlalu cepat menawarkan pekerjaan ini kepada orang yang tidak dikenal. Maafkan aku.”tolak So Eun sambil bangkit dari kursinya dan hendak meninggalkan tempatnya.
”Sebagai balasannya, aku akan membantumu mencari pembunuh orangtuamu.” perkataan Presdir Jung Gil telah menghentikan langkah So Eun.
”Apa?”

So Eun pun telah sampai dirumah Presdir Jung Gil bersamanya. Para pengawal pun turun sambil membuka pintu mobilnya. So Eun dan Presdir Jung Gil pun keluar. So Eun terpana melihat rumah yang besar dan mewah.
”Wah…. Benarkah ini rumah kakek?”tanya So Eun sambil memerhatikan sekeliling rumah itu. Presdir Jung Gil tersenyum.
”Ayo, kita masuk.”perkataan Presdir Jung Gil menyadarkan lamunan So Eun.
”Apa? Ah… I.. Iya..”
So Eun pun mengikuti langkah Presdir Jung Gil. Pintu rumah itu dibuka pelayan dan disambutnya dengan hangat, ”Selamat datang, Presdir Jung Gil.”
So Eun hanya terbengong melihatnya.
Dua mobil mewah, mobil sport dan mobil sedan hitam telah sampai didepan rumah yang sama. Dari mobil sport, keluarlah seorang cowok dengan pakaian stylishnya. Lalu pengawal itu pun membuka pintu mobil sedan hitam. Cowok itu pun keluar.
”Hei, Kim Bum. Ini barangmu.”kata cowok itu sambil menyerahkan sebuah tas ke Kim Bum. Kim Bum pun mengambilnya.
”Terima kasih, Kim Joon. Maaf, merepotkanmu.”ucap Kim Bum ke cowok yang bernama Kim Joon itu.
”Tidak apa-apa. Aku senang bisa membantumu. Kim Bum. Untung aja, aku bisa cepat menanggapinya kalo dia itu orang yang sangat mencurigakan. Makanya hati-hati ya, Kim Bum. Oh iya, Aku pergi dulu ya. Aku ada janji dengan sepupumu, Ji Yunku yang tersayang.”gombalnya. Kim Bum hanya bisa menggeleng kepala, bosan mendengar kata-katanya.
”Baiklah. Sana pergi!”ketus Kim Bum. Kim Joon malah tertawa cekikikan.
”Hehehe… Ketus amat. Ya udah, aku pergi ya! Bye-bye!” Kim Joon pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan sahabatnya. Lagi-lagi Kim Bum menggeleng.
”Dasar bodoh.”
Kim Bum pun masuk kedalam rumah dan disambut para pelayan. Disaat dia sedang jalan menuju ke kamarnya. Agak jauh, Kim Bum menengok ke kanan dan melihat seorang gadis kumuh jalan dengan kakeknya. Kim Bum mengernyitkan keningnya. Walau hatinya pun bertanya, namun dia memilih tidak mempedulikannya. Kim Bum pun mengalihkan pandangannya dan terus jalan.

Presdir Jung Gil membawa So Eun ke ruang pribadinya. Dan dia pun bertemu dengan seorang wanita dengan pakaian yang mewah. Presdir Jung Gil pun menyapanya.
”Hai, Ye Jin.”
Wanita yang bernama Im Ye Jin itu langsung menuju Presdir Jung Gil dengan penuh cemas.
”Ayah! Kau baik-baik saja? Aku dengar katanya ayah hampir ditembak.”kata Madam Ye Jin sambil memeriksa kondisi Ayahnya. Presdir Jung Gil hanya bisa tertawa geli melihatnya.
”Ayah kok malah tertawa? Orang lagi cemas begini.”kesal Madam Ye Jin.
“Oh iya, Ayah. Tadi Kim Bum diculik lagi. Tapi untung aja, Kim Joon dan Sang Hyun telah berhasil menyelamatkannya. Sungguh benar-benar khawatir.”lanjut Madam Ye Jin. Presdir Jung Gil pun mengangguk mengerti.
Mata Madam Ye Jin menangkap sosok So Eun dibelakang Presdir Jung Gil dengan pakaian yang sangat kumuh.
”Ayah, siapa dia?”tanya Madam Ye Jin sambil memerhatikan penampilan So Eun dari atas sampai bawah. Presdir Jung Gil langsung menarik So Eun untuk mendekat dengannya.
”Ye Jin. Dialah yang telah menyelamatkan Ayah dari pembunuh itu. Namanya Kim So Eun. So Eun, kenalkan dia ini anakku dan Ibunya Kim Bum.”kata Presdir Jung Gil sambil memperkenalkannya. So Eun langsung menunduk hormat kepada Madam Ye Jin.
“Halo. Kenalkan aku Kim So Eun.”
”Oh, salam kenal. Terima kasih kau telah menyelamatkan Ayahku. Oh iya, kau panggil saja aku Madam Ye Jin.”ujar Madam Ye Jin.
”Madam Ye Jin?”gumam So Eun.
“Tapi kenapa penampilanmu sangat berantakan?”tanya Madam Ye Jin heran. Presdir Jung Gil dan So Eun jadi kikuk.
”Ye Jin, nanti akan aku ceritakan ini kepadamu. Sebelumnya, bisakah kau membawanya ke salon untuk mengubah penampilannya yang lebih baik. Kau kan perempuan.”ujar Presdir Jung Gil. Madam Ye Jin langsung menanggapinya.
”Baiklah, aku mengerti. Mari So Eun. Ikut aku.”kata Madam Ye Jin sambil menuntutnya. So Eun hanya bisa terdiam bengong mengikutinya.
Presdir Jung Gil tersenyum melihatnya. Tidak lama, dia pun memanggil bodyguard Kim Bum.
”Anda memanggilku?”tanya bodyguard yang rupanya telah datang.
”Iya, Sang Hyun. Kau ada tugas yang harus dilakukan.”kata Presdir Jung Gil kepada bodyguard yang bernama Yoon Sang Hyun.
”Apa itu?”
”Selidiki gadis yang bernama Kim So Eun. Kau selidiki semua yang berkaitan dengannya termasuk kematian orang tuanya.”pinta Presdir Jung Gil.
”Orang tuanya dibunuh?”tanya Sang Hyun.
”Iya. Aku sudah berjanji dengannya akan membantunya mencari pembunuh orang tuanya. Kau bisa kan?”
”Siap, Presdir Jung Gil.” Sang Hyun segera melaksanakan perintahnya. Namun Presdir Jung Gil masih ada pembicaraan lagi.
”Sang Hyun. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”
Sang Hyun terdiam mendengarnya.

Suasana makan malam begitu meriah. Terlihat para pelayan dan pengawal berkumpul diruang makanan. Presdir Jung Gil, Madam Ye Jin, dan Kim Bum sedang makan malam.
”Bagaimana, Ye Jin?”tanya Presdir Jung Gil.
”Dia sudah dibawa ke salon. Sekarang dia sudah selesai dan akan segera kemari. Ya ampun, Ayah. Rupanya dia memang sangat kasihan sekali. Makanya dia jadi berantakan penampilannya. Bayangkan ayah, sudah lima hari dia belum mandi karena dia sudah ttidak punya tempat lagi dan dia di PHK. Sungguh kasihan.”ucap Madam Ye Jin. Kim Bum mendengarnya, dia mengernyitkan keningnya. Mencerna maksud pembicaraannya, tidak lama ia pun mengetahuinya.
”Apa tentang gadis kumuh yang kulihat tadi siang?”batinnya.
Presdir Jung Gil melihat cucunya masih cuek seakan tidak penasaran dengan pembicaraan tadi.
”Kim Bum, apa kau tidak menanyakan sesuatu?”tanya Presdir Jung Gil. Madam Ye Jin pun memasang telinganya untuk mendengar jawaban anaknya. Namun sayang, Kim Bum hanya bisa menjawab satu kata.
”Tidak.”singkatnya.
Presdir Jung Gil dan Madam Ye Jin hanya bisa mengelus dadanya setelah mendengar jawaban Kim Bum. Sungguh miris kata-katanya.
Tidak lama, So Eun pun datang ditemani pelayannya. Presdir Jung Gil dan Madam Ye Jin terpana melihat penampilan So Eun yang baru.
”Ye Jin, apa benar itu Kim So Eun?”Tanya Presdir Jung Gil. Madam Ye Jin hanya bisa mengangguk sambil melongo saking terpesonanya melihat So Eun. Penampilan So Eun sangat berbeda dengan yang tadi, kumuh. Kini rambut keritingnya ditata rapi, wajahnya yang kotor pun telah dibersihkan. So Eun dimake-up sedikit. Dengan memakai baju kemeja kuning, rok jeans selutut berwarna coklat, anting dan kalung bahkan gelang silver pun telah dipakainya, sandal high heelnya yang tidak terlalu tinggi. So Eun pun berjalan dengan penuh anggun. Karena terdengar terus berbisik-bisik, Kim Bum yang sedari tadi sedang makan memaksakan dirinya untuk melihatnya. Kim Bum terpana melihat penampilan So Eun yang telah berubah.
”Apa benar ini gadis kumuh yang kulihat tadi siang?”batinnya.
”Oh, So Eun! Aku tidak menyangka kau akan berpenampilan seperti ini. Kau… kau sangat cantik!”puji Madam Ye Jin. So Eun hanya bisa tersenyum mendengarnya. Belum terbiasa dengan perhiasan yang agak mahal.
”Duduklah, So Eun.”pinta Presdir Jung Gil. So Eun pun duduk berhadapan dengan Kim Bum.
”Makanlah.”ujar Presdir Jung Gil sambil menyilakan So Eun untuk makan malam. So Eun pun memakannya. Ditengah suasana makan malam. Presdir Jung Gil memperkenalkan cucunya.
”So Eun. Kenalkan ini cucuku, Kim Bum. Kim Bum kenalkan ini So Eun.”
So Eun memberi salam kenal, ”Halo. Aku Kim So Eun.”
Sayang, Kim Bum tidak menyahutnya malah dia terus makan. Presdir Jung Gil dan Madam Ye Jin jadi canggung. So Eun jadi terasa sedikit kesal dengan sambutan Kim Bum. Untunglah, Presdir Jung Gil sudah memberitahunya kalo Kim Bum itu orangnya cuek. Presdir Jung Gil pun berdehem untuk mencairkan suasana kakunya.
”Aku mempunyai pengumuman penting.”
Sejenak, Madam Ye Jin, So Eun dan yang lainnya bahkan Kim Bum pun memperhatikannya. Suasana jadi serius.
”Yoon Sang Hyun.”panggilnya. Sang Hyun pun maju dan berdiri disamping Presdir Jung Gil.
”Seperti yang kita tau saat ini, Sang Hyun adalah pengawal pribadi Kim Bum. Tapi saat ini, dia diberhentikan jadi pengawal dan dialihkan jadi sekretaris pribadiku.”ujar Presdir Jung Gil membuat sekelilingnya jadi terkejut begitu juga Kim Bum. Kecuali Madam Ye Jin, karena dia sudah diberitahukan oleh Presdir Jung Gil. So Eun hanya bisa terdiam karena dia memang belum kenal Sang Hyun. Kim Bum yang awalnya terkejut, kini kembali seperti biasa. Cuek dan tidak terlalu penting.
”Dan pengganti Sang Hyun sebagai pengawalnya cucuku, Kim Sang Bum. Aku sudah menemukannya. Kim So Eun yang akan menggantikan Sang Hyun.”ujar Presdir Jung Gil. Pengumuman itu menimbulkan keriuhan di suasana itu. Banyak para pelayan dan pengawal masih tidak percaya dengan penggantinya yang dinilai So Eun masih terlalu muda untuk jadi pengawalnya. Kim Bum malah lebih heboh. Tatapannya kini seakan ingin memberikan penolakan.
”Aku tidak setuju!”teriaknya membuat sekelilingnya jadi terdiam kaget. Baru kali ini mendengar Kim Bum menolak dengan suara kerasnya. Biasanya sih, dia cuek. Siapa pun yang jadi penggantinya, Kim Bum tidak peduli. Cuek aja. Tapi kali ini, Kim Bum malah menentangnya.
”Kenapa, Kim Bum? Bukankah kau tidak peduli untuk urusan ini?”tanya Presdir Jung Gil yang ikut heran begitu dengan Madam Ye Jin.
”Ya aku memang tidak peduli. Tapi tidak dengan masalah ini.”kata Kim Bum.
”Kenapa?”tanya Presdir Jung Gil lagi.
”Karena aku tidak mau yang jadi bodyguardku itu seorang gadis.”jawabnya. Jawaban Kim Bum membuat So Eun jadi tersinggung mendengarnya.
”Apa maksudmu kalo aku seorang gadis?”tanya So Eun. Kim Bum menatapnya dengan penuh sinis.
”Seorang gadis yang tidak pernah aku kenal tiba-tiba menjadi pengawalku. Kalo seorang pria, aku tidak keberatan. Tapi yang ini. Seorang gadis?”
”Lalu?”
”Seorang gadis itu orangnya sangat lemah. Aku rasa kau tidak akan mampu mengalahkan para penculik bahkan pembunuh.”
So Eun menggebrak mejanya dengan keras, membuat sekelilingnya sangat terkejut.
”Apa maksudmu?!” So Eun bangkit dari kursinya dan mendekati Kim Bum.
”Kau pikir semua gadis itu lemah?”tanya So Eun dengan menekankan inotasi suaranya dengan serius. Kim Bum tidak menjawabnya. Malah dia membuang muka.
”Hei, Kim Bum!”panggilnya tanpa embel-embel ’Tuan Muda’. Membuat Presdir Jung Gil dan Madam Ye Jin dan yang lainnya melongo mendengarnya.
”Aku tau kau tidak peduli. Tapi aku tidak terima perkataanmu tadi. Tidak semua gadis itu lemah. Masih ada yang lebih kuat. Kau jangan meremehkanku sebagai gadis!”teriak So Eun yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Giliran Kim Bum yang bangkit dari kursinya dan mendekati So Eun. Mereka pun berhadapan.
”Aku tidak percaya kau akan mampu. Kelihatannya kau begitu yakin akan mampu menjagaku. Tapi itu pun hanya sebentar. Tidak lama, kau pasti akan menyerah.”ujar Kim Bum dengan sinis.
”Aku akan membuktikan kepadamu kalo aku mampu mengawalmu. Dan bukan sebagai gadis yang lemah.”ucap So Eun yakin.
”Oh ya?” Kim Bum menyilangkan tangannya didadanya. Suasana semakin memanas. Disekitarnya masih menatap tidak percaya. Karena baru kali ini ada calon pengawal yang berani menantang Kim Bum.
”Iya!”tegas So Eun dengan penuh keyakinan.

TO BE CONTINUED…………………

Wah…. wah…. situasi makin memanas nech.
Kim Bum ini malah menolak So Eun hanya karena dia seorang gadis?
Bisakah So Eun merubah pandangan Kim Bum tentang dirinya yang dibilang lemah?

Tunggu chapter.2 nya ya!

NB: Jangan lupa komennya yach!?

^_____________________^

45 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.1

  1. ViQa "Gajeong" November 18, 2010 pukul 6:45 am

    Aku sih nggk ush nun9gu eon,coz udh ada smua,hehe

  2. RetnoMyaniezasia November 18, 2010 pukul 12:30 pm

    hahahaha….. tapi part terakhirnya di kasih pendapat ya ^^

  3. Sary ajow November 30, 2010 pukul 9:01 am

    Waaaaaw amazinglah puk0knya…aiz hrusnya jd script drama bumsso..keren gilax,aq laik k0nfliknya…

  4. rizkyapratiwi Februari 7, 2011 pukul 3:18 pm

    yaaccckkkk … kim bum nya cuek bgtz sich

    gmn mw penerus group shinwa

    tapi iq nya tinggi bgtz y

  5. meilani Agustus 25, 2011 pukul 3:42 am

    bakalan seru part selanjutnya

  6. geill Desember 23, 2011 pukul 11:17 am

    seru3 ceritanya ni………….so eun jd pengawal kim bum?????????
    penasaran???????????langsung ke part selanjutnya aja ah……………….

  7. sukma Januari 8, 2012 pukul 10:01 am

    seruuuuuuu…!!!!!!!!!
    ga bsa brenti ktwa ni baca crita’a..^^
    pokok’a mantaaaaap deh..

  8. kim sohyun April 9, 2012 pukul 2:14 pm

    bagus banget cerita’a..
    tpi kok ga banyak yg komen y……:(

  9. rama1406 Juni 10, 2012 pukul 6:21 pm

    Poor Kim So Eun gr2 miskin ditinggalin pacar, tp msh bingung dah maksudnya So Eun dah gak kaya lagi? mang so eun tdny kaya ya????

  10. rama1406 Juni 11, 2012 pukul 8:03 am

    Satu lg ff yg kusuka, aq suka bagian pas so eun lempar kayu atau apa gt ke motor, malah ketawa bacanya, daebak author, mo komen lanjutannya ^ ^

  11. rama1406 Juni 11, 2012 pukul 8:16 am

    Aq selalu ga bs komen di ff ini, gagal mulu, tau nih kbaca lg p g

  12. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 12:33 am

    Seruuu…nih…lanjut part2

  13. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 5:04 am

    Keren kak aku baru liat library-nya.. Jd baru baca🙂

  14. man Oktober 25, 2012 pukul 6:07 am

    anneyong eonnie,
    gamsahmnida sy di izinkan baca di blog ini
    koment : gila jg si so berani sama bum di hadapan keluarga besarnya… n untungnya so gak langsung di usir, yg nota benenya org baru tp berani berteriak dan membentak cucu org kaya itu ..heheheh lucu juga ne.. ne

  15. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 5:23 am

    Aigoo~ komplit dah koleksi sifat Kimbum di blog ini xD dr cerewet ampe cuek kkk
    lanjut baca…

  16. dewilovebumsso November 21, 2012 pukul 7:10 am

    wihh, kok berantem sih,,,
    tapi ceritanya sseeruuu banget🙂

  17. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 11:30 am

    Waduhhh…. Seruuuuu nih….
    Lanjuttttt

  18. AAA Desember 25, 2012 pukul 2:16 am

    Kasian deehhh si so eun.x
    Kim bum itu memang pantess klo karaktenya super cool
    Jdi yaa d tunggu kelanjutannya….^^

  19. Lee Na Rie Februari 6, 2013 pukul 1:16 pm

    Keren thor…so eun jadi bodyguard,,hahaha,,,
    penasaran!!

  20. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 4:46 am

    kesian banget nasibnya so eun. Baca next part dulu ahhh

  21. erika Maret 31, 2013 pukul 5:31 pm

    ksian bnget hdupnya so eun eonnie, tpi untungnya skarang so eun eonnie udah dpt pkerjaan lg n ada yg ngebantuin cri tau siapa pmbunuh k2ortunya…🙂
    ckckck……bumppa cuek bnget sh, trus gmana y biar bumppa bsa prcaya klo so eun eonnie gak selemah yg bumppa kira!!!!
    numpang bca next partnya y thor🙂

  22. wiwinlee Juni 16, 2013 pukul 2:25 pm

    hahaha lucu

  23. Nanda Juli 17, 2013 pukul 3:23 pm

    Wah,,seru ni critanya,,

  24. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 3:30 am

    Seru seru seruuu,,,,,memanas bangetttt nihh bumsso

  25. Liana Agustus 29, 2013 pukul 2:06 am

    Mm…. good deh…

  26. oliph September 27, 2013 pukul 10:26 am

    seru..seru…..

  27. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 2:15 pm

    huhuuu…. seruu banget..
    baru part pertama aja konfliknya dah panas membara
    apalagi part selanjutnya!!
    next

  28. salmadanputri November 1, 2013 pukul 8:43 am

    haiii sya reader bru dsni,,,,

    crtanya serrruu bgt
    kasian bgt ya so eun dpt penderitaan yg bertubi-tubi,,,
    apa so eun bsa ya buktiin ke kim bum klo dya bkn gdis yg lemah..hehehhehe

  29. Eva Januari 27, 2014 pukul 1:18 pm

    hai, sya readers baru di sini
    bnyak ff bumsso ya, suka suka suka
    ceritanya bagus, suka dengan konflik kayak gini
    lanjut part 2 nya dulu ya😀

  30. RANI April 1, 2014 pukul 1:45 am

    wah seru…seru…seru ceritanya,,,,,,,,,,

    So eun jadi pengawalnya kim bum, tapi kenapa sikapnya kim bum cuek banget sama so eun sih?????????

    Semoga aja kim bum nggak cuek lagi ke so eun………

  31. tyas27 April 8, 2014 pukul 8:26 am

    uih panas-panass😀

  32. lilis suryani Juli 5, 2014 pukul 3:51 pm

    ahhh makin memanas nih situasinya semoga eonni so eun bisa membuat hati oppa kim bum jd lembut dan tdk cuek dan yg pasti oppa bakalan jatuh cinta tuh…
    thor ceritanya menarik kok

  33. ayumiyamazaki@ymail.com Agustus 30, 2014 pukul 4:52 am

    wuah soeun daebakk pertm d knalin ke bumie yg notabene clon bossnya udh brn mgl tnp tn.mda…
    ish…ish…ish….
    kyknya bumie bkl bkn soeun psig degh….
    aplgi skp bumie….
    ya ambruk tuhh org terlalu cool ampk jdi cold nglhin kulkas 2 pntu…
    brhrp soeun jdi bsa ngubh bumie jdi warm atw klu bsa jdi hot aj skalian…

    bwahahahahaha….

  34. ainami September 9, 2014 pukul 4:07 pm

    naas bgt nasib sso.. di phk, diusir dr kontrakan, diputusin pacar…. heu itu ah in matre ckckck

    tp keberuntungan akhirnya berkunjung saat sso menyelamatkan kakeknya bum… setidaknya sso punya kerjaan walo menghadapi sikap bum yg meremehkannya…

  35. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 8:41 am

    Penasaran Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya NEXT🙂

  36. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 8:42 am

    Penasaran Dengan Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya !?! NEXT🙂

  37. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 3:56 pm

    so uen galak bngt…

  38. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 1:10 pm

    kayaknya benci jadi cinta nih…
    jadi penasaran kelanjutannya…

  39. citra April 15, 2015 pukul 9:22 am

    Wah wah sso beranii sekali kirainn bakalan jadi cewe lemah lembut ternyata karakternya d sini jadi cewe yg kuat yaa.. Kkkk hwatinggg thorr gomawo buat ceritanya🙂

  40. hafsah aulia April 20, 2015 pukul 11:59 am

    huaa. daebak keren bngt, sso berani bngt(y)

  41. nenengvhivi Mei 7, 2015 pukul 4:57 am

    keren cerita eonni
    sso eonni jago bela diri daebak..
    bumppa cuek banget sama sso eonni
    ahh.. biarin aja tu bumppa nanti lama lama suka tuh..

  42. Santi Rajun Juli 10, 2015 pukul 1:55 am

    Astaga gokil deh:)

  43. rohmawatiindandiyah Oktober 26, 2015 pukul 12:07 pm

    kayaknya seru nih ceritanya
    good job eonni

  44. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 1:39 pm

    wah,, kasihan so ortunya suda meninggal..
    dsni so jdi bodyguard kim bum…
    kim bum kelihatanya tidak suka dgn so..
    next part

  45. dhelis_shomina April 26, 2016 pukul 7:15 am

    KASIAn b sso eon.. Tp ntng ada bmppa sbntr lg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: