RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.3


Chapter 3:

Tiba-tiba Kim Bum langsung didorong OB untuk masuk ke dalam mobil yang ditunggunya didepan gerbang sekolah. So Eun makin panik melihatnya. Tidak mau buang-buang waktu, So Eun langsung mengejarnya. Namun sayang, mobilnya sudah keburu pergi. So Eun langsung mencari ide. Dia melihat sekeliling disekolahnya. Dan dia melihat sebuah sepeda yang tergeletak disamping pohon dilapangan olahraga.

So Eun mendapat ide, dia pun langsung berlari menuju ke sepeda itu hingga membuat teman-temannya yang sedang berkumpul dilapangan jadi heran melihatnya.

”So Eun! Kenapa kau lari?”tanya Kim Joon yang begitu kaget melihat So Eun berlari menuju ke sepeda itu.

”Kim Joon! Gawat! Kim Bum dalam bahaya.”jelas So Eun sambil menaiki sepeda itu.

”Bahaya apa maksudmu?”heran Kim Joon yang masih tidak mengerti.

Namun So Eun tidak mendengar pertanyaan kedua Kim Joon lantaran dia langsung mengayuh sepeda itu.

”Hei… So Eun!”teriak Kim Joon.

So Eun terus mengejar mobil yang menculik Kim Bum itu. Dengan sekuat tenaga, dia berhasil menemukan mobil itu. Lalu dia berbelok ke kiri disamping mobil itu. Kemudian So Eun memanggil Kim Bum.

”Kim Bum! Kim Bum!”teriaknya. Kim Bum yang masih terdiam jadi terkejut melihat So Eun yang sedang mengejarnya dengan menggunakan sepeda.

”So Eun?”batinnya heran.

”Hei! Siapa gadis itu?”teriak salah satu penculik yang ada didalam mobil itu.

”Ayo lebih cepat lagi!”teriak si OB itu sambil memerintah anak buahnya yang bertugas menyetir mobil. Penculik itu pun menancap gas hingga membuat So Eun jadi ketinggalan.

”Ah! Sial!”kesal So Eun. Tidak mau menyerah, dia pun mengambil jalan pintas.

Kim Bum yang terbius didalam mobil tadi kini dia mulai siuman. Dibukanya kelopak mata dengan pelan-pelan. Dan dia mendapati dirinya diikat dikursi dan melihat ketiga penculik yang sedang sibuk menelpon.

”Bagaimana, kakak?”tanya si gendut itu kepada kakaknya yang jangkung itu.

”Uhm… menurut perintahnya. Kita boleh melukainya. Dengan satu luka kita akan dibayar lebih. Maksudnya, imbalannya saat kita menculik akan ditambah imbalan dengan membuatnya terluka.”jelas si Jangkung.

”Benarkah itu?”tanya si Hitam itu.

”Iya…”

”Oh! Baguslah,, Hei namamu Kim Bum kan? Wah… rupanya kau memiliki wajah yang tampan. Aku heran mengapa bos menyuruh kita untuk melukaimu?”ujar si Gendut sambil memutar-mutar pisau yang dipegangnya.

Kim Bum yang sudah biasa dengan situasi ini hanya bisa bersikap santai.

”Siapa yang menyuruh kalian menculikku?”tanya Kim Bum langsung.

”Ini bukan urusanmu. Tugas kami hanya menculik dan melukaimu. Itu aja.”kata si Jangkung.

”Oh… berarti kalian ini adalah orang-orang yang tidak punya kerjaan untuk menculikku.”sindir Kim Bum sambil tersenyum lucu.

”Apa maksudmu?”tanya si Hitam sambil menarik kerah baju olahraganya.

”Maksudku adalah kalian ini adalah orang-orang bajingan yang melakukan kejahatan sepele ini.”jawab Kim Bum. Si Hitam langsung melepaskan genggamannya yang menarik kerahnya, ketiga penculik itu jadi tersinggung.

”Kau… Kau benar-benar sudah siap mati ya?”ujar si Gendut emosi, dia langsung menampar Kim Bum sehingga bibir Kim Bum terluka dan berdarah.

”Sudahlah! Jangan buang-buang waktu. Ayo kita lukai wajahnya yang sok itu!”perintah si Jangkung. Kedua penculik itu mendukung perintah pemimpinnya.

Ketiga penculik itu mulai mengitari Kim Bum yang masih duduk terikat dikursinya. Kim Bum jadi agak panik melihat ketiga penculik sudah menyiapkan sebilah pisau untuk melukai wajahnya.

”Dasar So Eun bodoh! Kenapa dia lama sekali? Seharusnya aku tidak mengharapkannya.”gumam Kim Bum kesal.

Namun saat pisau milik si Jangkung mulai menyentuh pipi Kim Bum, tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu yang kuat. Ketiga penculik itu langsung melihat pemandangan itu. Sosok gadis yang sedang berjalan ke arahnya.

”Kim So Eun?”panggil Kim Bum.

“Kakak. Bukankah gadis itu yang mengejar mobil kita tadi?”tanya si Gendut itu. Si Jangkun itu mendekati So Eun.

”Hei! Kau lebih baik pulang aja. Ini urusan laki-laki.”kata si Jangkung itu.

”Apa maksudmu dengan urusan laki-laki?”tanya So Eun yang mulai tersinggung.

”Kau itu gadis. Kau masih cantik dan lemah. Lebih baik kau pulang aja dari pada kami melukaimu.”ujarnya.

”Apa? Beraninya kau menyebutku gadis lemah?” So Eun jadi kesal. Kim Bum yang tau sifat So Eun itu hanya bisa membuang napas dan menggeleng kepalanya.

”Kurang ajar, kau!”

So Eun langsung menendang lutut si Jangkung sehingga si Jangkung menunduk lalu So Eun memukul hidungnya dengan dengkulnya. Sehingga hidungnya jadi terluka.

”Kakak! Gadis sialan ini!”

Si Gendut itu langsung menyerang So Eun. So Eun berhasil menghindar dari serangan kepala si Gendut itu hingga kepalanya terbentur tembok dan kepala si Gendut itu jadi berkunang-kunang. Si Hitam yang melihat kejadian itu langsung menggenggam erat pisau yang dipegangnya.

”Hiaaat…..”

Si Hitam langsung menyerangnya dengan pisau. So Eun menunduk berhasil terhindar dari serangan pisau itu. Namun sayang, pita yang dipakainya terlepas terkena sabetan pisau itu. Sehingga rambut So Eun jadi terurai.

”Aduh… Hampir saja!”

So Eun langsung menahan pisau itu. Kemudian memukul perut si Hitam itu. Hingga si Hitam pun mundur dan terjatuh. Setelah melihat ketiga lawannya mulai tidak berdaya. So Eun langsung menghampiri Kim Bum dan berusaha melepaskan tali yang mengikatnya.

”Kau tidak apa-apa, Kim Bum?”tanya So Eun sambil berusaha melepaskan tali yang rupanya diikat terlalu kuat. Kim Bum hanya bisa mengangguk. Namun matanya menangkap si Hitam mulai bangun dan mulai menyerang So Eun dengan pisau.

”So Eun. Awas!”teriaknya.

Tidak dapat dihindari, lengan kanan So Eun jadi terluka karena sabetan pisau itu. Namun tidak terlalu dalam.

”Aduh!”rintihnya sambil memegang lengannya yang mulai mengeluarkan darahnya. Dengan tenaga tangan kirinya, So Eun langsung menonjok mukanya dan menendang perutnya. Dengan posisinya yang membungkuk hingga So Eun mengambil tongkat didekatnya dan dipukulnya hingga si Hitam jadi pingsan.

Kim Bum yang melihat kondisi So Eun yang terluka itu jadi sedikit panik.

”So Eun. Kau tidak apa-apa?”tanya Kim Bum.

”Aku tidak apa-apa.”

So Eun langsung merebut pisaunya dan memutuskan tali hingga Kim Bum pun bebas. Kim Bum langsung memapah So Eun yang sudah mulai kehilangan kendali karena terlalu banyak mengeluarkan darahnya.

”Ayo, kita pergi dari sini!”

Kim Bum dan So Eun mulai berlari keluar dari gedung itu. Dan hampir aja mereka ditabrak mobil. Seorang cowok langsung menjulurkan kepalanya dari mobilnya.

”Hei! Kalian mau mati ya? Eh… Kim Bum?”

”Kim Joon?” Kim Bum jadi kaget melihat Kim Joon. Kim Bum dan So Eun langsung menuju ke mobilnya dan masuk kedalamnya.

”Sedang apa kalian ini? So Eun, kau terluka.”ujar Kim Joon heran.

”Cepat jalankan mobilmu! Bawa kami pulang.”pinta Kim Bum. Kim Joon pun mulai menancap gas dan meninggalkan gedung yang menculik Kim Bum.

Malam harinya di rumah Presdir Jung Gil. Kim Bum sedang makan malam bersama keluarganya. So Eun sudah datang dan bergabung dengan keluarga Presdir Jung Gil. Kim Bum melirik lengan So Eun yang dibalut karena terluka karena insiden penculikan tadi.

”Bagaimana keadaanmu, So Eun?”tanya Presdir Jung Gil.

”Aku tidak apa-apa, kakek! Lagi pula 2 hari juga sudah sembuh kok.”jawabnya dengan penuh semangat.

”Aku senang rupanya kau berhasil menyelamatkan Kim Bum dengan selamat walaupun kau jadi terluka.”ujar Madam Ye Jin. So Eun hanya bisa tersenyum. Kim Bum pun banyak diam. Tidak mengeluarkan sepatah kata pun. So Eun melirik Kim Bum yang sedang makan malam.

”Ah…. Untunglah, besok sedang libur sekolah. Jadi aku bisa istirahat. Aku berharap Kim Bum jangan terlalu banyak keluar rumah dulu.”kata So Eun sambil melihat kalender dikamarnya. Namun saat berbalik, So Eun jadi jantungan melihat Kim Bum yang sudah berada dikamarnya, tidak pakai mengetok pintu segala lagi.

”Kim Bum. Kau mengagetkanku!”kesalnya.

Kim Bum tidak menghiraukannya. Dia pun mendekati So Eun.

”Bagaimana lukamu?”tanya Kim Bum.

”Apa? Oh… Tidak apa-apa. Tidak terlalu dalam. Nanti juga akan sembuh kok.”jawabnya.

Kim Bum mengangguk mengerti. So Eun memandangnya heran.

”Ada apa, Kim Bum?”tanya So Eun.

“Ah. Tidak apa-apa. Aku cuma mau nanya aja, apa kau serius mau jadi bodyguardku?”

“Heh? Ya tentu aja! Lagian Kakek Jung Gil sudah berbaik hati menolongku. Jadi untuk apa aku menolaknya.”jawab So Eun. Kim Bum mengernyitkan dahinya.

“Menolongmu?”

“Ah. Itu tidak terlalu penting. Lupakan aja perkataanku tadi.”ujar So Eun sambil memukul mulutnya yang hampir saja membocorkan rahasia alasan menerima tawaran Presdir Jung Gil.

”Baiklah. Aku harap kau tepati janjimu sebagai bodyguardku.”ucapnya sambil berlalu meninggalkan So Eun yang jadi terbengong mendengarnya.

”Apa? Apa mungkin maksud dia kalo dia sudah menerimaku? Benarkah itu?”

So Eun langsung melompat kegirangan.

Tanpa So Eun sadari Kim Bum memerhatikannya dibalik pintu kamarnya.

”Kakek menolong So Eun? Aku harus cari tau.”ujarnya sambil berbalik menuju kekamarnya.

Ruang pribadi penuh suasana yang serius. Terlihat Presdir Jung Gil sedang serius membaca dokumen yang dibawa Sang Hyun.

”Hm… jadi begitu. Orang tuanya yang berprofesi sebagai polisi ini dulu sering menerima teror dari orang yang tidak dikenal ya? Hm… kemungkinan besar motif pembunuhan ini ada kaitannya dengan kasus yang ditangani orang tuanya. Sang Hyun, lanjutkan pencarianmu.”perintahnya sambil menyerahkan kembali dokumen itu kepada Sang Hyun.

”Baik, Presdir.”jawabnya.

”Sang Hyun. Soal ini jangan kau kasih tau dulu kepada So Eun.”

”Dimengerti, Presdir.”

Sang Hyun pun berbalik keluar ruangan.

*****

So Eun sedang sarapan bersama keluarga Jung Gil. Ji Yun pun ikut sarapan bersama.

”Bagaimana lukamu, So Eun?”tanya Ji Yun. Kim Bum yang sedang makan melirik So Eun.

”Oh… baik-baik saja. Lukaku sudah mulai sembuh. Besok pun sudah pulih kembali.”jawabnya.

”Oh, syukurlah.”ujar Ji Yun. So Eun hanya bisa tersenyum.

Lalu Sang Hyun datang dan membisikkan telinga Presdir Jung Gil. Presdir Jung Gil pun mengangguk-angguk kepala. Kemudian Sang Hyun pun kembali pergi. Lalu dia pun memerhatikan seluruh keluarganya yang ada di depannya.

”Baiklah. Kim Bum dan Ji Yun. Sebentar lagi kalian akan ulang tahun. Bagaimana kalau kalian merayakannya dirumah ini aja?”tanya Presdir Jung Gil.

”Apa! Ulang tahun? Asyik! Akhirnya dirayakan lagi. Tapi gimana dengan Kim Bum? Biasanya dia kan tidak suka dirayakan pesta ulang tahunnya.” Pertanyaan Ji Yun membuat sekelilingnya pun memerhatikannya menunggu jawaban Kim Bum. Kim Bum yang mulai ditanyakan itu pun terdiam sejenak. Dia memerhatikan sekelilingnya dan menatap So Eun dengan dalam. So Eun jadi kikuk karena ditatap Kim Bum.

”Boleh aja. Aku mau dirayakan.”jawabannya membuat sekelilingnya kecuali So Eun melongo mendengarnya.

”Ayah! Akhirnya dia mau merayakan pesta ulang tahunnya.” Madam Ye Jin jadi terharu. Ayahnya hanya mengangguk senang. Tiba-tiba Eun Hye datang sambil membawa kotak yang dibalut kertas kado.

”Kakek! Aku datang.”teriaknya sambil memeluk Presdir Jung Gil.

”Oh… Eun Hye rupanya kau datang. Tadi kami sedang membicarakan pesta ulang tahun Ji Yun dan Kim Bum.”

”Hah? Kim Bum? Pesta ulang tahun? Tumben.”heran Eun Hye.

”Gak usah banyak bicara. Tante!”ketus Kim Bum.

”Hei! Sudah kubilang kau jangan panggil aku tante!”kesalnya.

”Ah! Sudahlah kalian berdua ini! Kenapa kalian selalu ribut. Bukankah kalian berdua akan segera bertunangan?”ujar Presdir Jung Gil sambil menyela pertengkaran Kim Bum dan Eun Hye. Mereka pun langsung terdiam.

So Eun yang dari tadi penasaran pun berbisik kepada Ji Yun.

”Ji Yun. Dari tadi aku penasaran. Kenapa Kim Bum selalu memanggilnya Tante? Memang usianya berapa?”bisiknya. Ji Yun pun menjawab dengan bisikannya.

”27 tahun.”

”Apa?!” teriak So Eun membuat sekelilingnya jadi kaget.

”Ada apa, So Eun?”tanya Presdir Jung Gil. So Eun jadi salah tingkah.

”Uhm… tidak ada apa-apa, kakek.”bohongnya.

Eun Hye mengernyitkan dahinya.

”Kau… bukankah kau yang ada diruangan tamu itu?”tanyanya.

”Ng… iya.”jawab So Eun.

“Oh. Aku lupa memperkenalkannya kepadamu, Eun Hye. Dia Kim So Eun, adik angkatnya Ji Yun.”ucap Presdir Jung Gil.

“Sungguh?” Eun Hye jadi kaget.

”Benar, Tante. Ups…. maksudku Kakak. Dia adik angkatku.”ujar Ji Yun yang jadi kikuk karena didelik Eun Hye atas penyebutan ’Tante’ kepadanya.

”Oh… berarti kau sepupunya Kim Bum dong?”

”Benar, Eun Hye.”jawab Madam Ye Jin membenarkannya.

”Ngomong-ngomong. Kado itu buat siapa?”tanya Ji Yun yang dari tadi memperhatikan bawaan Eun Hye.

”Oh ini. Mana Sang Hyun?”tanya Eun Hye sambil melihat sekelilingnya. Kim Bum yang tau maksud Eun Hye langsung menjawabnya.

”Dia ada dibelakangmu.”

Ternyata benar jawaban Kim Bum. Terlihat Sang Hyun sudah kembali dari urusannya. Melihat itu, Eun Hye langsung berlari ke arahnya.

”Sang Hyun! Selamat ulang tahun!”teriaknya sambil memberikan kado itu ke Sang Hyun. Sang Hyun jadi bingung melihatnya.

”Bagaiamana kau tau ulang tahunku?”

Eun Hye cekikikan mendengarnya.

”Sang Hyun. Kau tidak tau aku aja. Waktu SMP, aku pernah merayakan ulang tahunmu.”

”Oh… jadi kau masih ingat sampai sekarang?”ujar Sang Hyun sambil tersenyum kepada Eun Hye. Membuat Eun Hye jadi tersipu malu dilihatnya.

”Terima kasih.”lanjutnya sambil menunjukkan kado dari Eun Hye.

”Ah. Kakek, aku boleh jalan-jalan bersama Sang Hyun?”tanya Eun Hye.

”Boleh saja. Sang Hyun, kau istirahat dulu lah dari tugasmu. Kau kan sedang ulang tahun.”

”Benar tidak apa-apa, Presdir?”ragunya.

”Sudahlah, Sang Hyun! Jangan ragu-ragu. Ayo kita pergi!” Eun Hye menarik Sang Hyun pergi bersamanya.

Setelah sarapan, Kim Bum langsung masuk ke kamarnya sementara So Eun sedang ikut Ji Yun pergi berbelanja. Kim Bum mengintip jendela dibalik gorden dikamarnya. Terlihat So Eun dan Ji Yun mulai berangkat. Kim Bum kembali menutup gordennya. Lalu dia menelepon sahabatnya, Kim Joon.

”Halo.”Jawab Kim Joon yang mulai mengangkat panggilan Kim Bum.

”Kim Joon. Aku butuh bantuanmu.”

”Apa itu?”

”Aku ingin kau selidiki keluarganya So Eun.”

”Kenapa? Bukankah kau bisa menanyakan soal itu ke kakekmu?”

”Kakek tidak mau menjawabnya. Makanya aku butuh bantuanmu. Bukankah sepupumu seorang Inspektur?”

”Oh… Yoyoyo…, aku mengerti. Aku akan membantumu. Jadi kau tunggu aja kabar dariku. Oke?”

”Baiklah.” Kim Bum pun mengakhiri percakapannya. Lalu dia mengambil jaketnya dan pergi ke suatu tempat.

Malam harinya, So Eun pun sudah sampai dirumahnya. Dia diantar supirnya Ji Yun karena rupanya malam ini Ji Yun ada janji dengan Kim Joon. Para pelayan itu langsung membantunya membawa barang belanjaan.

”Wah… Nona habis borong belanja ya?”tanya salah satu pelayan yang perempuan itu sambil mengangkat plastik belanjaan itu. Lumayan banyak, sekitar 7 plastik belanjaannya. Isinya berupa gaun dan perlengkapan milik So Eun hasil pilihan Ji Yun buat pesta ulang tahun Kim Bum dan Ji Yun nanti.

”Ini juga bukan aku yang pilih.”jawab So Eun. Lalu So Eun masuk ke dalam rumahnya diikuti pelayan yang membawa barangnya.

Dia bertemu Madam Ye Jin di lantai 2.

”So Eun.”panggilnya.

”Iya, Madam?” So Eun menyuruh pelayannya duluan ke kamarnya untuk meletakkan barang belanjaannya.

”Bisa kau taruh barang ini ke kamar Kim Bum?”kata Madam Ye Jin.

”Hah?” belum sempat bertanya. Madam Ye Jin langsung menyerahkan kardus itu ke So Eun.

”Oh ya, taruh di kasurnya aja. Tolong ya.”

So Eun mengangguk sambil melihat Madam Ye Jin pergi dari hadapannya.

”Apa isinya ini?”

So Eun pun melihat isi kardus. Semacam alat-alat untuk bahan kimia dan fisika. So Eun langsung membawanya ke kamar Kim Bum.

Sampai dikamar Kim Bum. So Eun langsung meletakkan kardus itu diatas kasur Kim Bum yang berseprei kecoklatan. Dengan penasaran, So Eun pun memegang satu per satu alat yang ada di kardus itu.

”Buat apa Kim Bum memiliki barang seperti ini?”heran So Eun sambil melihat bola yang menyerupai bumi.

”JDERR…?!” bunyi petir mengagetkan So Eun sehingga bola yang digenggamnya pun terjatuh menggelinding ke arah bawah meja yang tidak jauh dari tempatnya.

”Aduh! Mau hujan nih rupanya.”kata So Eun sambil mengelus dadanya, menenangkan jantungnya yang berdetak cepat akibat bunyi petir itu. So Eun pun mencari bola itu dan menemukannya di bawah meja. So Eun pun menyusup ke bawah meja untuk mengambil bola itu.

Kim Bum pun masuk ke dalam kamarnya dengan jaketnya yang hampir basah akibat hujan. Kim Bum melepaskan jaket itu dan menggantungnya. Kim Bum pun menguap berat.

”Aduh!”teriak So Eun yang rupanya kepalanya mengenai meja saat mau berbalik keluar dari meja itu. Kim Bum mengernyitkan dahinya. Dia pun menuju ke arah suara itu. Dia pun menunduk dan melihat So Eun yang sedang merangkak dibawah meja. So Eun jadi kaget melihat kemunculan Kim Bum.

”Ah! Kim Bum. Kau sudah pulang? Oh. Maaf, aku sedang mengambil bola bumi punyamu.”kata So Eun. Namun Kim Bum tidak menjawabnya. Malah masuk ke dalam meja. Sentak, So Eun yang awalnya mau keluar terpaksa mundur kembali. Kim Bum terus mendekatinya sampai punggung So Eun menempel tembok.

”Kim Bum. Apa yang sedang kau lakukan?”tanya So Eun dengan cemas.

Lagi-lagi Kim Bum tidak menjawab dia malah mendekati So Eun.

”Kim Bum?!”panggilnya. Kim Bum tidak menghiraukannya hingga wajahnya pun semakin dekat dengan wajah So Eun. Beberapa centi jaraknya. So Eun jadi makin panik.

TO BE CONTINUED………………..

Jangan Lupa Mohon Komennya ya!!!

^______________^

26 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.3

  1. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 1:57 pm

    hahahahahaha … so eun nya lebay y

    masa dengar petir ja kaget nya setengah mati smpe smpe smua peralatan kim bum jatuh

  2. meilani Agustus 25, 2011 pukul 4:12 am

    aduh… ff tamba seru aja tiap partnya
    jadi penasaran terus untuk membacanya tiap part-nya…..

  3. geill Desember 23, 2011 pukul 12:10 pm

    makin seru aja nih…………………………………..
    wala2 apa yg mo di buat kim bum ya????????????????
    aduh bikin penasaran aja nih ceritanya………….
    lanjut…………lanjut……………….

  4. kim sohyun April 9, 2012 pukul 2:34 pm

    duh…….
    KB mw ngapain tuh?????

  5. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 5:08 am

    Waduuhh..kim bum mau ngapain tuh?!

  6. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 8:39 am

    Uahh keren banget kak lanjut baca🙂

  7. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 5:58 am

    bukanny so eun udah tahu umur eunhye di part sebelumny?

    Maju terus bum!

  8. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 12:09 pm

    Umur 27????
    Ϋά̲̣̥ηġ bener aza…..
    Brondong donk….
    Hahhahhahah

    Lanjuttttt .͡▹​

  9. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 6:12 am

    kayaknya kimbum mau praktek nih pake disediain alat2 kimia sgala. Ngapain y kira2

  10. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 4:03 am

    Kerennnnnnnn

  11. Liana Agustus 29, 2013 pukul 2:23 am

    Ooww mo diapain tuh so eun???

  12. oliph September 27, 2013 pukul 10:55 am

    wooowww,,,mau kisseu itu yaa… #plakk

  13. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 3:10 pm

    jiiaah knp endingnya bikin gantung bgt ginii
    next part

  14. salmadanputri November 1, 2013 pukul 9:33 am

    kim bum mao ngapain yuhhhh…hheheh
    bgusss eon crtny

  15. Eva Januari 27, 2014 pukul 1:44 pm

    semakin dekat semakin dekat, dan…..???
    apa yg dilakukan kim bum oppa ya😀

  16. RANI April 1, 2014 pukul 1:50 am

    rencananya siapa sih yang terus-terusan mau nyulik kim bum itu????????

    Wah kim bum mau ngapain tuh sampai kayak gitu segala????

  17. tyas27 April 8, 2014 pukul 8:57 am

    itu mau apa.-.

  18. lilis suryani Juli 5, 2014 pukul 4:34 pm

    apa yg akan dilakukan nya ea makin penasaran

  19. ainami September 9, 2014 pukul 4:32 pm

    hohoho itu bum mau ngapain…. ?

    sso keren sekali bisa ngalahin para penculik…

  20. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 9:11 am

    Kenapa Kakek Kim Bum Mau Menjodohkan Bumppa Dengan Eun Hye ?? Dan Sepertinya Eun Hye Lebih Tertarik Dengan Sang Hyun, Dan Kykx Eun Hye Dan Sang Hyun Saling Suka ? Udh Eun Hye Mha Sang Hyun Aja Dan Bumppa Dengan So Eun Hehe😀

  21. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 4:29 pm

    jdi pngn baca trss

  22. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 1:22 pm

    aduh,,,,bumppa mau ngapain…
    makin suka aja ma cerita ini

  23. citra April 15, 2015 pukul 11:35 am

    Ceritanya seru ga monoton jadi semangat baca kenjutannya.. Aihhh itu mau ngapainn cobaaa bummpaaa d bawah mejaa.. Hohoho

  24. nenengvhivi Mei 7, 2015 pukul 5:29 am

    ceritanya makin seru,, keren pula hihihi
    bumppa ikut masuk ke kolong meja mau ngapain tuh???

  25. mia September 8, 2015 pukul 3:45 am

    mau ngapain yaaa kim bum oppa

  26. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 1:53 pm

    untunglah kim so eun bisa menyelamati kim bum… walau so tertusuk tapi untunglah tidak apa2…
    btw kim bum mau apain so itu?
    kenapa dia terus mendekati so…
    hahah,, so yg pandai bela diri tak bisa berkutik,,,
    malah takut dan mundur..
    hhahaa…
    ternyata kim bum lebih menakutkan dari pada yang ingin mencuri so…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: