RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.4


Chapter 4:

Makin lama, wajah Kim Bum semakin dekat dengan wajah So Eun.

“Kim Bum?!”teriaknya sambil menutup mata yang mulai berpikir Kim Bum akan menciumnya.

”Bruk.”

Perlahan So Eun membuka matanya dan terkejut melihat Kim Bum ambruk dibadannya bahkan kepalanya berada di atas dadanya.

”Waaaa….?!” teriaknya. Melihat itu, So Eun langsung mendorong Kim Bum kesampingnya sambil melindungi dadanya. Kim Bum tidak terbangun. So Eun memerhatikannya lalu mendekatkan telinganya ke arah wajah Kim Bum yang tergeletak dilantai. So Eun mendengar suara dengkurannya walaupun suaranya tidak keras.

”Rupanya dia tidur. Hhh…. Hampir aja!”keluhnya sambil mengelus dada. So Eun pun langsung keluar. Dia melihat sebuah kardus masih berada diatas kasur. So Eun langsung menurunkannya ke bawah kasur. Lalu dia menarik Kim Bum keluar dari meja. Dia menggendong Kim Bum.

”Auh! Berat sekali dia. Memangnya berat badannya berapa kilogram sih?”heran So Eun.

Dengan segenap tenaganya, akhirnya dia mencapai kasur itu lalu digeletakkannya ke kasur. Dia melepaskan sepatunya dan menyelimutinya. Tiba-tiba Sang Hyun datang ke kamar Kim Bum.

”Tuan muda!”panggilnya. Namun Sang Hyun terkejut melihat So Eun.

”Oh. Kak Sang Hyun. Kim Bum sedang tidur.”jawab So Eun.

”Begitu. Syukurlah. Semalam dia tidak tidur. Aku jadi khawatir dengan kondisinya.”

”Hah? Kenapa dia bisa tidak tidur?”tanya So Eun.

”Semalam dia seharian melakukan penelitian di kamar.”

”Penelitian apa?”

”Biasa. Buat presentasinya di sekolah.”

”Hah?” So Eun diberitahukan Sang Hyun bahwa kecerdasan Kim Bum sering digunakan untuk membantu para guru yang sedang melakukan penelitian.

”Oh begitu ya?”So Eun mengangguk-angguk. Sang Hyun tersenyum

”Kalau begitu, saya permisi.” Sang Hyun langsung keluar. So Eun pun memandang Kim Bum yang agak jauh darinya. Terlihat Kim Bum menarik selimut dan memeluk gulingnya. Tidak lama, senyuman So Eun pun muncul sambil cekikikan seakan melihat sesuatu yang lucu. Lalu So Eun pun menutup kamar Kim Bum dengan pelan dan kembali menuju ke kamarnya.

*****

Sebentar lagi pesta ulang tahun Kim Bum dan Ji Yun akan tiba. So Eun yang baru saja keluar dari toilet di SMA Shinhwa tersentak kaget melihat kemunculan Geun Suk yang sudah dari tadi menunggunya didepan toilet.

”Geun Suk? Apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya So Eun.

Dengan senyuman andalannya, Geun Suk mendekatinya sambil menyerahkan buket bunga mawar ke So Eun. So Eun yang masih bingung terpaksa menerimanya.

”Kenapa kau memberikan ini?”tanya So Eun lagi.

”Tidak hanya itu aja. Masih ada lagi.”

Geun Suk langsung mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Kemudian dia pun membuka kotak itu. So Eun tertegun melihatnya. Sebuah gelang berwarna gold yang berbentuk mawar.

”Ini?”

”Ini untukmu, So Eun.” Geun Suk memberikan kotak itu ke So Eun. So Eun hanya terdiam melihat gelang yang mahal itu. Tanpa mereka sadari bahwa Kim Bum sedang jalan melewatinya. Matanya pun menangkap sosok mereka yang tidak jauh dari tempatnya. Terdiam seakan memikirkan sesuatu. Tidak lama, dia pun mengacuhkan pandangan itu.

”Uhm… Tapi ini…” So Eun melihat sosok Kim Bum yang sedang jalan menuju ke taman. Masih sadar dengan tujuannya. So Eun langsung menyerahkan kembali buket mawar dan gelang itu ke Geun Suk.

”Maaf, Geun Suk. Aku tidak bisa menerimanya. Hei, Kim Bum! Tunggu aku?!”teriaknya sambil berlari menuju ke arah Kim Bum.

”Apa?” Geun Suk terkejut melihatnya. So Eun menolak pemberian barang darinya? Baru kali ini ada cewek yang menolaknya.

”Sudah kuduga. Rupanya dia bukan gadis yang biasa. Aku tidak boleh menyerah.”ucapnya sambil meremas buket bunga yang digenggamnya dan melihat So Eun berbicara dengan Kim Bum.

”Kenapa kau kesini? Bukankah kau ada urusan dengan Geun Suk?”tanya Kim Bum.

”Ah, tidak. Bukan aku. Tapi dia sendiri yang mendatangiku.”jawab So Eun sambil berjalan menyamai langkah Kim Bum. Sejenak Kim Bum terdiam. Namun pandangannya kini ke arah tangan So Eun. Kim Bum mengernyitkan dahinya.

”So Eun. Mana bunga dan gelang dari Geun Suk itu?”tanya Kim Bum.

”Eh? Oh itu. Aku mengembalikannya.”

”Kenapa?”

”Karena barang itu terlalu mahal buatku. Aku tidak mau menerimanya. Lagipula tujuanku disini bukan untuk bersenang-senang. Tujuanku kan harus menjagamu.”

Kim Bum sedikit kaget mendengarnya jawabannya.

”Kau gadis yang normal. Baru kali ini aku menemukan gadis yang sepertimu.”kata Kim Bum.

”Hah? Apa maksudmu?” belum sempat So Eun mendapat jawaban Kim Bum. So Hee dan Gyu Ri menghalangi jalannya. Raut wajah Kim Bum berubah melihat kemunculannya.

”Ada apa?”tanyanya dengan ketus. So Eun hanya bisa berdiam tidak mengerti.

”Kim Bum. Aku minta maaf. Aku mengaku bersalah. Dan ternyata dia tidak mencintaiku.”ujar So Hee dengan raut wajahnya yang sedih.

”Lalu?” Kim Bum tidak terpancing dengan raut wajah So Hee.

”Aku ingin kembali padamu. Aku sadar hanya kau yang terbaik buatku.”ucapnya sambil memegang tangan Kim Bum. So Eun terbelalak mendengarnya. Kim Bum melepaskan tangannya dengan kasar.

”Kapan aku bilang kalau aku itu yang terbaik untukmu?”

So Hee terdiam. Lalu Kim Bum menarik tangan So Eun dan pergi dari So Hee dan Gyu Ri.

”Kim Bum?!”panggil So Hee. Kim Bum tidak menghiraukannya.

”Kim Bum. Dia…..”

”Dia mantan kekasihku.” Kim Bum langsung menjawab pertanyaan So Eun.

”Hah? Kenapa kalian berdua putus?” Kim Bum menghentikan langkahnya dan menatap So Eun dengan serius.

”Itu bukan urusanmu.” Kim Bum melanjutkan langkahnya sambil menarik tangan So Eun. So Eun hanya bisa terdiam.

*****

Malam hari telah tiba, pesta ulang tahun Kim Bum dan Ji Yun telah dilaksanakan. So Eun masih memakai handuk kimono. Dia baru saja selesai mandi. Pintu kamarnya diketok-ketok. So Eun langsung membuka pintunya. Rupanya Ji Yun dan Eun Hye.

”Kalian? Silakan masuk.”

Ji Yun dan Eun Hye pun masuk. Mereka berdua terlihat sangat cantik. Ji Yun memakai gaun berwarna kuning dan gaun Eun Hye berwarna ungu.

”Kau masih belum pakai gaun?”tanya Ji Yun.

”Uhm… aku baru saja selesai mandi. Tapi kurasa aku sedang kesulitan nih.”keluh So Eun.

”Kenapa?”tanya Eun Hye.

”Aku… aku tidak bisa bermake-up. Bagaimana ini?”

Ji Yun dan Eun Hye langsung tertawa.

”Kukira apa. Tenang aja. Untuk urusan itu, aku yang akan membantumu.”

”Iya, So Eun. Dia sangat berbakat untuk urusan make-up.”kata Ji Yun.

”Benarkah?” So Eun masih tidak percaya. Akhirnya mereka pun membantunya.

Kim Bum yang berpakaian jas santai sedang bercakap-cakap dengan Kim Joon dengan jasnya yang style di ruang pesta. Sayangnya Presdir Jung Gil dan Madam Ye Jin tidak bisa ikut merayakannya karena mereka pergi ke London untuk urusan bisnis. Kim Bum sudah terbiasa dengan suasananya. Tidak lama muncul Geun Suk, Ah In, So Hee, dan Gyu Ri. So Hee dan Gyu Ri langsung mendekati Kim Bum. Sedangkan Geun Suk dan Ah In menuju ketempat sajian makanan.

”Kim Bum. Selamat ulang tahun!”ucap So Hee sambil menyerahkan kadonya ke Kim Bum. Kim Bum menerimanya tanpa ekspresi dan jawabannya. So Hee jadi canggung melihatnya.

”Kim Bum…..”

Gyu Ri langsung menarik So Hee yang tidak sempat berkata dengan Kim Bum. ”So Hee, ayo kesana! Aku haus nih.”

So Hee hanya bisa mendengus kesal melihat sahabatnya.

Geun Suk dan Ah In mengitari ruangan sambil melihat-lihat dekorasi ruangan yang begitu mewah dan indah.

”Bagaimana, Kim Joon?”tanya Kim Bum.

”Oh itu. Dia sedang menyelidikinya. Dia mau membantumu. Jadi kau sabar aja. Eh itu dia, Ji Yun!”panggil Kim Joon ke arah pintu masuk. Kim Bum menengok ke arah yang dipanggil Ji Yun.

Ji Yun bersama Eun Hye dan So Eun masuk kedalam. Kim Bum terpana melihat penampilan So Eun yang begitu berbeda. So Eun memakai gaun hitam, rambutnya dikeriting dan dijepit, dan yang pasti sungguh mempesonakan. Sungguh hasil racikan Eun Hye sungguh menakjubkan.

”Selamat ulang tahun ya, sayangku!”ucap Kim Joon sambil mengecup pipi Ji Yun lalu dia memberikan kadonya.

”Terima kasih, Kim Joon. Aku senang sekali!”balas Ji Yun.

Kim Bum tetap memperhatikan So Eun. So Eun jadi kikuk.

“Kim Bum, selamat ulang tahun ya!”ucap Eun Hye sambil menyerahkan kadonya ke Kim Bum.

“Terima kasih.” Kim Bum menerimanya lalu menaruhkan kado itu dimeja yang ada disampingnya.

“Mana Sang Hyun?”Tanya Eun Hye sambil mencarinya disekeliling ruangan.

”Dia tidak ada disini. Dia ikut Kakek ke London karena ada urusan bisnis.”jawab Kim Bum sambil meminum jusnya yang dipegang.

”Apa? Ke London? Kenapa dia tidak bilang kepadaku?”keluh Eun Hye. Kim Bum tidak menjawabnya.

”Aish! Kalo tau begini, lebih baik aku pulang aja.”lanjutnya dengan kesal.

”Pulang aja. Aku juga tidak mengharapkanmu datang.”kata Kim Bum. Perkataan Kim Bum membuat Eun Hye berang.

”Kau…. Oke. Aku akan pulang!”

Eun Hye jadi beneran pulang. Ji Yun langsung memukul bahu Kim Bum.

”Kim Bum! Apa-apaan kau ini? Biar bagaimanapun juga, dia ini calon tunanganmu. Kau tidak boleh mengusirnya.”

”Aku tidak mengusirnya. Dia sendiri yang mau pulang.”

Ji Yun hanya bisa kesal mendengarnya. Kim Joon langsung mengajak Ji Yun ke panggung. Begitu juga Kim Bum. Kue tart yang merupakan kue ulang tahun telah tiba. Dan diletakkannya di atas panggung.

Geun Suk yang sedang mengitari ruangan bersama Ah In, dia melihat So Eun yang sedang berdiri melihat pertunjukan Ji Yun dan Kim Bum sedang meniup lilin ulang tahun yang berbentuk 19 tahun. Geun Suk terpana melihat penampilan So Eun, tidak mau sia-sia dia langsung menuju ke So Eun.

”Geun Suk! Mau kemana kau?”tanya Ah In melihat Geun Suk langsung terpisah darinya.

”Hai, So Eun.”sapa Geun Suk. So Eun menengok kebelakang. Kemudian dia tersenyum.

”Geun Suk. Kau datang juga rupanya.”

Geun Suk hanya tersenyum.

”So Eun. Malam ini, penampilanmu cantik sekali. Baru kali ini aku melihat gadis yang berpenampilan cantik dan cerah sepertimu.” Pujian Geun Suk membuat So Eun jadi tersipu malu.

”Kau bisa aja bicaranya.”bantahnya.

”Baiklah! Sekarang saatnya Ji Yun memberikan kuenya kepada orang yang disayanginya.”ujar MC yang turut memeriahkan acaranya.

”Ehm… Aku ingin memberikan kue ini kepada kekasihku, Kim Joon!”

Kim Joon langsung naik ke panggung dan menerima kue dari Ji Yun. Lalu mencium pipi kanan dan kiri Ji Yun.

”Terima kasih, sayangku.”ucapnya.

”Sekarang giliran Kim Bum!”ucap MC memberi giliran.

Kim Bum memegang piring kecil yang sudah diberi potongan kue tart.

”Dia pasti akan memberikan kue itu kepadaku.”harap So Hee diikuti anggukan Gyu Ri.

Kim Bum melihat sekelilingnya. Dia melihat So Eun sedang bercakap-cakap dengan Geun Suk. Sesekali mereka tertawa karena obrolannya. Melihat itu, senyuman Kim Bum kembali pudar.

”Kue ini aku berikan kepada…….” Kim Bum sengaja melambatkan perkataannya.

Semua tamu terdiam menanti jawaban kecuali So Eun dan Geun Suk yang masih bercakap-cakap.

”Diriku. Karena aku sangat sayang kepada diriku.”lanjut Kim Bum sambil memakan kuenya sendiri diikuti kekecewaan para tamu wanita terutama So Hee. Kim Joon dan Ji Yun hanya bisa menggeleng kepala melihat aksi Kim Bum.

”Uhm… Geun Suk. Aku mau ambil minuman dulu ya?”

”Biar aku aja yang ambil minumanmu.” Geun Suk menawarkan diri

”Tidak usah. Terima kasih.” So Eun langsung meninggalkan Geun Suk untuk mengambil minumannya. Ah In datang dan mencolek bahu Geun Suk.

”Geun Suk! Kau ini kemana aja? Dari tadi aku mencarimu. Eh tadi itu So Eun ya? Tidak kusangka ternyata dia begitu cantik.”oceh Ah In. Geun Suk tidak menjawab, malah dia terus memperhatikan So Eun yang sedang mengambil minumannya.

So Eun langsung meneguk minumannya dengan cepat. Belakangan ini dia memang sangat haus karena habis berbicara dengan Geun Suk yang rupanya cukup cerewet dan gombal.

So Eun minum jusnya sambil melihat sekelilingnya. Berharap tidak ada penyusup seperti yang dipesan Sang Hyuk untuk menjaga Kim Bum. Kemungkinan pelakunya adalah tamu pesta. Lalu dia melihat di atap. Dia melihat sosok mencurigakan sedang duduk di atap tepat disamping lampu besar yang menggantung yang tiba-tiba mati dan digantikan lampu cahaya yang mengarah ke panggung.

”Jangan-jangan dia.. Gawat!” So Eun langsung meletakkan gelasnya dan menuju ke panggung.

”Baiklah! Acara selanjutnya adalah dansa. Oke, yang pertama adalah Kim Bum. Kim Bum sepertinya kau tidak ada pasangannya. Bagaimana kalau kau cari pasanganmu. Disini banyak tamu gadis yang cantik-cantik.”ujar MC.

Kim Bum melihat kebawah panggung. Para tamu gadis langsung berteriak-teriak. Menunjukkan diri mereka agar Kim Bum memilihnya. So Hee pun berjuang keras untuk menarik perhatiannya.

”Kim Bum! Pilih aku, Kim Bum!”teriaknya.

So Eun terus berlari dan naik ke panggung. Sehingga mendapat sorakan para tamu gadis. Kim Bum hanya terdiam kaget melihat kemunculannya yang tiba-tiba naik panggung.

”Kenapa dia itu? Dia kan belum dipilih Kim Bum. Kenapa udah naik?”heran So Hee kesal.

”Kenapa kau naik kesini?”tanya Kim Bum.

”Kim Bum! Dansalah denganku. Sudah lama aku ingin berdansa denganmu. Kau mau kan?”jawab So Eun sambil melirik ke atas. Dia melihat penyusup sedang mempersiapkan senjatanya yaitu senjata busur.

Melihat itu, Kim Bum membuang muka sebentar. Lalu dia mundur.

”Oh iya? Kalo begitu kau duluan yang menari.” Kim Bum menjetikkan jarinya untuk memulaikan musik disco yang berjudul Love Like This.

Love Like This…..

”Hah?”

So Eun langsung menggoyangkan badannya sesuai dengan irama awal.

Hey Girl, ijen neoreul boyeojwo naege

Geuman neoui mameul

Won’t you, my girl (my girl)

Hangsang mangseorineun neon jeongmal babo

Jeongmal neoneun babo

O~ malhaejwoyo

Wae, neon moreuni

Neon nal moreuni

Neol wonhaneun nae mam modu da gajyeogajwo

Naege geochim eobsi

Tteollim eobsi your love!

Kim Bum tertegun melihatnya. Melihat penyusup itu mulai menembakkan panahnya. So Eun langsung menarik Kim Bum lalu melanjutkan dansanya dan panah pun melesat malah menancap di belakang panggung. Si penyusup itu terlihat kesal. Dia mengambil anak panah lagi.

Love naege wa. neon, like this.

So love, gidarin neoran girl

True love, dagawa neon like this.

One love, neon naege neon naegero

Love, naege wa. neon, like this.

So Love, gidarin neoran girl

True love, dagawa neon like this.

One Love, neon naege neon naegero

Kim Bum mulai menikmati dansanya bersama So Eun. Bahkan dia tersenyum hingga membuat para tamu jadi terkejut melihatnya.

”Hah? Kim Bum tersenyum?”heran So Hee. Geun Suk hanya bisa terdiam melihatnya. Dia mengetahui maksud senyuman Kim Bum ke So Eun.

Berkali-kali, So Eun berhasil membuat penyusup gagal memanahnya. Penyusup langsung memasangnya dan menargetkan Kim Bum dengan serius. So Eun yang sedang berdansa tiba-tiba terjatuh karena sepatunya sedikit terpleset. Untung Kim Bum berhasil menahannya. Hingga So Eun pun bertatapan dengan Kim Bum begitu juga dengannya.

I need you,

You need me.

Urineun gyeolguk hamkke hal kkeoya

Mangseorijima, naman ttarawa

Ijen yeah

”Ah! Aku benci dengan pemandangan itu!”kesal So Hee.

”Tapi So Hee. Dia itu kan sepupunya.”kata Gyu Ri.

“Iya. Tapi bukan sepupu kandung.”

So Eun melihat penyusup itu mulai menembakkan panah lagi. Langsung So Eun bangkit dan berputar sambil menangkap panah dibelakang punggung Kim Bum yang menghadap ke depan panggung. Sehingga Kim Bum tidak mengetahui aksi So Eun yang menangkap panah lalu So Eun mematahkan panah yang panjang jadi dua dan mengakhiri dansanya. Para tamu serentak bertepuk tangan.

So Eun melepaskan tangannya yang memeluk leher Kim Bum dan langsung turun mengejar penyusup yang mulai kabur. Kim Bum hanya bisa terdiam bingung melihatnya.

So Eun terus mengejarnya hingga ke taman belakang. Penyusup itu langsung membuang busurnya yang masih ada anak panah. Tidak mau disia-siakan, So Eun langsung mengambil busur itu. Dan ditembakkannya hingga mengenai lengan kiri penyusup itu. Namun tetap saja penyusup berhasil kabur. So Eun langsung melempar busurnya dengan kesal.

“Sial!”

Acara telah usai. Kim Bum menuju ke belakang panggung dimana kado-kado miliknya yang sudah dipisah dengan milik Ji Yun. Dia langsung membuka isi kado-kado tersebut. Namun dia mendengar pembicaraan kedua pelayan yang sedang membersihkan panggung belakangnya.

“Siapa yang melemparkan panah ini?”tanya salah satu pelayan itu yang melihat panah menancap di layar belakang panggung.

”Aku tidak tau.”jawab si pelayan yang satunya sambil mengangkat bahunya.

Kim Bum terdiam. Sejenak memikirkan sesuatu. Dan dia langsung pergi ke suatu tempat.

”Ah In! Sudah aku berapa kali bilang. Aku tidak mau kembali denganmu?! Pokoknya aku tidak mau!”teriak So Eun kesal dalam percakapan ponselnya. Dia berada ditepi kolam renang. Dia langsung menutup ponsel dan dilempar ke arah kursi. Hingga ponsel itu tidak rusak. Lalu dia mondar-mandir ditepi kolam. Diinjaknya dengan sepatu high heelsnya dengan penuh kesal.

”Sialan dia! Padahal dia sendiri yang memutuskan aku. Aku tidak sudi kembali dengannya.” So Eun mengambil permen coklatnya dari tas kecil lalu dia melempar tasnya hingga mendarat disamping ponsel itu. Kemudian dia membuka dan memakannya. Suasananya memang sedang kesal. Gagal menangkap penyusup kemudian Ah In yang cerewetnya minta kembali dengannya sungguh membuat So Eun jadi tambah pusing. Dilumatnya permen coklat itu dengan cepat.

Kim Bum membuka pintu kacanya dan berteriak memanggilnya.

”So Eun?!”

So Eun langsung tersedak, permen coklatnya langsung masuk ketenggorokan. Dan dia pun berbalik menghadap Kim Bum. Sialnya, sepatunya malah menginjak diluar tepi kolam hingga So Eun pun terjatuh dikolam renang. Kim Bum pun terkejut melihatnya.

So Eun langsung terbatuk-batuk karena sedikit terminum air kolam itu.

”Kenapa kau bisa jatuh?”tanya Kim Bum sambil berlutut ditepi kolam. So Eun tidak menjawabnya. Dia langsung mengangkat dirinya ke tepi kolam. Kim Bum mengambil handuk di kursi tempat dilemparnya ponsel dan tas kecil milik So Eun.

So Eun berdiri dengan gaunnya yang basah kuyup. Kim Bum langsung menutup tubuhnya dengan handuk. So Eun pun memegang handuknya sambil menggigil kedinginan.

”Ada apa, Kim Bum? Tadi kau mengagetkanku.”tanya So Eun dengan menggigil. Sungguh dingin. ”Malam-malam begini, kenapa airnya begitu sangat dingin?”batinnya heran.

”Mengagetkan bagaimana? Aku cuma mau tanya denganmu. Kejadian dansa tadi. Itu pasti bukan karena kau yang ingin berdansa denganku tapi melindungiku dari penyusup yang menembakkan panahnya ke arahku. Benarkan?”tanya Kim Bum.

So Eun tertegun mendengarnya.

”Bagaimana kau bisa tau?” So Eun malah balik bertanya.

”Sudahlah. Jawab aja pertanyaanku.”tegas Kim Bum. Dengan sedikit menunduk, So Eun pun menjawabnya.

”Iya. Tapi maafkan aku. Aku gagal menangkapnya.”sesalnya.

Kim Bum tersenyum.

”Lalu mana kado darimu untukku?”

”Apa? Kado?”

”Iya. Kado. Hanya kau yang belum memberiku kado.”

”Itu…. maaf. Aku tidak tau barang kesukaanmu. Jadi aku tidak sempat membelinya.”

”Begitu ya?” Kim Bum menganggukkan kepalanya. So Eun hanya terdiam.

Kim Bum memegang leher So Eun dan tangan kanannya memegang pinggul So Eun lalu didekatkan tubuhnya dengan Kim Bum tanpa mempedulikan gaunnya yang basah kuyup begitu pula didekatkan wajahnya dengan wajah Kim Bum. So Eun terkejut melihatnya yang begitu cepat. Dan tidak bisa dihindari. Kim Bum mencium bibir So Eun dengan dalam dan lembut. Mata So Eun terbelalak merasakan bibir Kim Bum yang menciumnya. Lalu Kim Bum melepaskan ciumannya dan tangannya yang memegang tubuh So Eun.

”Terima kasih atas kado pemberianmu. Kadomu sangat manis. Seperti….. coklat.”ujar Kim Bum sambil berbalik. Berjalan memunggunginya. So Eun yang masih bingung berusaha mencerna perkataan Kim Bum.

”Kado? Coklat? Jangan-jangan maksudmu kado dariku adalah sebuah ciumanku?”tanya So Eun yang mulai panik. Kim Bum tidak menjawabnya. Dia terus berjalan keluar sambil menyentuh bibirnya yang telah mencium So Eun dengan tersenyum. Meninggalkan So Eun yang masih terbengong.

TO BE CONTINUED……………..

Jangan Lupa Komennya ya!!!!!

^_______________^

27 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.4

  1. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 2:14 pm

    hhahaahahha … ish

    kim bum memanfaatkan situasi karna so eun gk ngasih kado y

    tapi … kreeennnn ,,,

    q ska

  2. dhia Februari 14, 2011 pukul 1:28 pm

    ceritanya bagus sich…
    tapi kok ada kiss nya????

    • RetnoMyaniezasia Februari 18, 2011 pukul 2:13 am

      yah… namanya juga alur cerita ala korea… kan bukan dari Indo alurnya ^^

  3. geill Desember 23, 2011 pukul 12:46 pm

    idih2 kim bum ambil kesempatan dlm kesempitan cium so eun…….oh so sweet……………….>_<
    bagussssssssssssssssssss banget deh ceritanya, dr part ke part bikin kejutan, top deh buat km…………………..
    lanjut……………….

  4. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 5:33 am

    Makin serru nih,whuaa..akhirnya kim bum kiss so eun jg..kyknya udh mulai suka nih..

  5. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 8:54 am

    Uah uah bum berani kisseu sso kekeke😀 keren banget alurnya simpel dan hanya terfokus pada Bumsso hehe😀 lanjut baca kak🙂

  6. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 7:18 am

    Kimbum emang asliny suka main sosor sosor seenaknya ea? = =v
    aigoo pinter bgt nyari alesanny xD

  7. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 12:30 pm

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Bumm-ah gilaaa juga ternyata….
    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)

  8. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 6:25 am

    omooo so sweet kado ultahnya first kia. Daebak kimbum. Hahaa kesian so eun bengong aja

  9. Nanda Juli 17, 2013 pukul 9:23 pm

    Aihhi,,so sweet bgt euy,,
    dan utk Love Like thisnya,jd kangen Ma Penampilan mreka berlima lg,,

  10. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 4:19 am

    Wawwwwww kado specialll nihhh yang bumppa dapatkan dari sso eonni.cieeee

  11. Liana Agustus 29, 2013 pukul 2:37 am

    So sweett

  12. oliph September 27, 2013 pukul 1:22 pm

    daebak… ^^

  13. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 3:25 pm

    akhirnya ada adegan kissnyaa
    daebakkk

  14. salmadanputri November 1, 2013 pukul 9:57 am

    hahahah mantap bgt nihh kisss yg tiba2 nya heheheh

  15. Eva Januari 27, 2014 pukul 1:57 pm

    cieeee kim bum oppa, pake alasan kado segala lagi untuk nyium so eun onnie😀

  16. RANI April 1, 2014 pukul 1:52 am

    oh ternyata kim bum tidur,,,,,,,,, bukannya mau apa-apain so eun………..

    Wah kim bum kesempatan dalam kesempitan nih pake cium-cium so eun segala…….🙂

  17. tyas27 April 8, 2014 pukul 9:15 am

    jiahh kimbum tadinya pngen ngasih potongan kue pertama buat soeun ya?

  18. lilis suryani Juli 6, 2014 pukul 3:31 am

    hhhhhhh
    sialan pande bng si oppa

  19. ainami September 9, 2014 pukul 10:19 pm

    wkwkwk modus minta kado, padahal pengen kissu aja tuh embum haha dasar…

    hidup bum kenapa penuh ancaman sih, blom lama sejak diculik sekarang malah ada yg mau manah…

    panah penyusup emang ga kena ke bum tp sepertinya bum kena panah asmara wkwkk

  20. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 9:25 am

    Kim So Eun Hebat Selalu Mengenali Situasi Yg Mencurigakan Dan Selalu Melindungi Bumppa Dari Segala Marabahaya ,,
    Cie2 Bumppa Mencium So Eun ? Apakah Artinya Bumppa Sudah Mulai Tertarik Dengan So Eun ?

  21. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 4:47 pm

    kejadian yg romantis yah..

  22. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 1:30 pm

    kim bum main cium aja…
    apa dia mulai falling in love yah ma sso..
    daebak…

  23. citra April 15, 2015 pukul 11:51 am

    Kyaaaaa bumppa udh beranii yaa kiss kiss sso.. Tapi aksi d lantai dansanya bagusss tuhhh.. Keren keren.

  24. nenengvhivi Mei 7, 2015 pukul 5:45 am

    hwaa daebak keren keren keren
    bumppa bisa aja cari alasan buat modusin sso eonni, sso eonni keren pas berusaha menghindari busur yang mau mencelakakan bumppa..

  25. mia September 8, 2015 pukul 3:56 am

    haha kim bum oppa bisa aja

  26. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 2:00 pm

    kira kim bum mau mencium so,, eh tau nya tertidur.. ada2 aj kim bum..

    wah sepertinya kim bum mulai suka dengan so…
    kado yg manis..
    hahah kim bum bisa aja,,
    tanpa permisi main langsung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: