RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.5


Chapter 5:

Kim Bum mencium bibir So Eun dengan dalam dan lembut.

So Eun langsung bangun dari mimpinya. So Eun langsung mengambil gelas air putih yang berada disampingnya. Diminumnya dengan cepat.

”Sebenarnya apa yang terjadi semalam? Kenapa dia tiba-tiba menciumku?” So Eun terus bertanya-tanya kepada dirinya. Dia langsung turun dari kasurnya dan segera mandi dan berpakaian seragam. Karena dia harus segera sekolah.

So Eun bertemu Kim Bum di depan rumah. Sebuah mobil sudah menunggu mereka berdua. So Eun jadi salah tingkah didepannya. Namun Kim Bum tidak meresponnya. Dia tetap membaca buku yang dipegangnya sambil masuk kedalam mobil. Membuat So Eun jadi heran. Dan dia pun ikut masuk kedalam mobil. Mobil pun berangkat menuju ke sekolah SMA Shinhwa.

Selama perjalanan. Suasana jadi canggung. So Eun berkali-kali melirik Kim Bum yang masih fokus melihat laptopnya. So Eun mendengus kesal.

”Kenapa dia tidak bicara sedikit pun denganku? Apa kejadian semalam dia cuma mempermainkanku? Sial!” So Eun memukul pahanya sendiri lalu dia membuang muka ke jendela mobil sambil cemberut. Tanpa dia sadari Kim Bum pun meliriknya sambil tersenyum.

Mereka pun telah sampai di SMA Shinhwa. Dan mereka turun dari mobilnya. Kim Bum melangkah duluan diikuti So Eun yang masih cemberut dan kesal dengannya.

”Tau begini, harusnya aku tampar dia!”batin So Eun kesal.

Kim Bum langsung duduk di bangku kelasnya. So Eun pun masih berdiri mengikutinya. Memang dia sengaja melambatkan langkahnya karena terlalu sibuk berpikir tentang semalam. Dan dia pun tanpa sadar menabrak tubuh Geun Suk yang ada didepannya.

”Aduh!” So Eun mendongakkan kepalanya.

“Geun Suk?”

Kim Bum yang melihat itu merasa kesal.

”Hai, So Eun. Kenapa kau melamun?”tanya Geun Suk.

”Ah. Tidak ada apa-apa. Geun Suk, biarkan aku masuk kedalam kelas.”ujar So Eun sambil tersenyum. Geun Suk tetap tidak bergeming.

”Kenapa kau buru-buru? Kita kan tidak pernah mengobrol seperti tadi malam. Uhm… Bagaimana kalau aku mengajakmu kencan?”ajak Geun Suk langsung.

”Apa?” So Eun terkejut mendengarnya. Sementara Kim Bum sudah mulai tidak tahan melihatnya bersama musuhnya. Kim Bum langsung bangkit dari kursinya dan menarik So Eun ke dalam dan duduk dibangku sebelahnya. Geun Suk hanya bisa terdiam kesal melihatnya.

Chae Young pun masuk kedalam kelas sambil menyapa para siswanya.

”Selamat pagi, semua!”sapanya.

Seisi kelas serentak menjawab sapaan wali kelasnya.

”Selamat pagi, Ibu Chae Young?!”

“Ibu! Kenapa dengan lengan ibu?”celetuk Geun Suk yang melihat lengan kiri Chae Young yang dibalut perban putih.

”Oh ini. Tadi lenganku kena pisau waktu teman campingku melemparkannya ke aku.”jawab Chae Young.

”Hah? Memangnya ibu camping kemana?”celetuk Ah In.

“Itu rahasia.”jawabnya diikuti sorakan kecewa para siswanya.

”Sudah… sudah…! Sekarang giliran kalian membuka bukunya masing-masing. Kita akan melanjutkan pembahasan tentang Algoritma.”perintahnya.

Para siswa langsung mengeluarkan buku mereka masing-masing. Sementara So Eun memikirkan sesuatu setelah melihat lengan kiri Chae Young.

Waktu selesai sekolah telah tiba. Para siswa langsung berhamburan keluar pulang kerumahnya masing-masing. So Eun masih berjalan melamun membuat Kim Bum jadi heran melihatnya. Dia pun mencolek bahu So Eun hingga So Eun tersadar dari lamunannya.

”Apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Kim Bum.

”Kim Bum. Kau pasti masih ingat tentang penyusup semalam?” Kim Bum mengangguk.

”Aku sempat menembaknya dengan senjata busurnya. Dan panah itu kena lengan kirinya. Dan itu persis seperti lengan kiri Ibu Chae Young.”ujarnya dengan pikiran logikanya.

”Maksudmu penyusup semalam itu seorang wanita?” So Eun mengangguk.

”Dan kau berpikir kalo Ibu itu pelakunya?”

”Itu… entahlah aku tidak tau.” So Eun kembali memikirkannya.

”Sudahlah. Nanti kita pikirkan lagi. Ayo masuk kedalam mobil.”ujar Kim Bum.

Rupanya tanpa So Eun sadari telah sampai didepan mobil. Mereka pun masuk kedalam mobil dan mobil itu pun berangkat.

Presdir Jung Gil telah pulang dari London. Dia langsung masuk kedalam ruang pribadinya diikuti asisten pribadinya.

”Bagaimana pesta semalam? Apakah Kim Bum gembira merayakannya?”tanya Presdir Jung Gil sambil melepaskan dasinya dan duduk disofanya karena lelah.

”Menurut Nona Ji Yun. Kim Bum cukup gembira apa lagi dengan berdansanya bersama So Eun.”jawab Sang Hyun.

”Apa? So Eun berdansa dengan Kim Bum?”

”Benar, Presdir. Tadi pagi dia melaporkan kalo dia melakukan itu karena ada penyusup yang mengincar Kim Bum.”

”Benarkah itu?” Presdir Jung Gil jadi cemas.

”Iya. So Eun berhasil menggagalkan rencana penyusup itu walaupun dia gagal menangkapnya.”lanjut Sang Hyun. Presdir Jung Gil jadi lega.

”Begitu ya? Ternyata aku memang tidak salah memilihnya.” Presdir Jung Gil jadi bangga dengan So Eun. Sang Hyun hanya terdiam.

Kim Bum merasa keanehan dalam penyetiran mobilnya. So Eun pun juga merasa begitu.

”Pak. Ini bukan jalan ke arah rumah Kim Bum.”ujar So Eun mengingatkan supir itu. Kim Bum langsung menahan So Eun.

”Siapa kau? Kau bukan supirku kan?”tanya Kim Bum. So Eun terkejut mendengarnya. Supir palsu itu tersenyum. Dia menghentikan mobilnya dan menunjukkan dirinya ke Kim Bum dan So Eun.

”Halo, apa kabar anak-anak?”sapanya.

”Ibu Guru Chae Young!”seru Kim Bum dan So Eun serentak. Chae Young langsung menyemprotkan obat tidur ke arah mereka hingga mereka pun tertidur.

”Sungguh anak-anak yang lucu.” Chae Young langsung menghidupkan mobilnya kembali dan segera menuju ke lokasinya.

Madam Ye Jin langsung masuk ke ruang pribadi Presdir Jung Gil tanpa mengetuk pintu dahulu.

”Ayah! Bagaimana ini? Sudah begitu malam tapi Kim Bum dan So Eun belum pulang juga.”ujar Madam Ye Jin cemas. Presdir Jung Gil terkejut.

”Apa? Benarkah itu?” Madam Ye Jin mengangguk. Presdir Jung Gil memencet tombol teleponnya.

”Sang Hyun. Segera keruanganku.”

”Baik, Presdir Jung Gil.”jawab Sang Hyun yang berada di kamarnya.

Hari malam telah menggantikan kejadian tadi sore. Kini Kim Bum dan So Eun terikat di tiang sebuah rumah yang kumuh. Kim Bum dan So Eun pun terbangun. Mereka tercengang melihatnya. Dua preman dan Chae Young sedang berbicara mengenai strateginya. Chae Young yang menyadari mereka bangun. Langsung tersenyum dan menghampirinya. Kim Bum dan So Eun berontak berusaha melepaskan tali yang mengikatnya.

”Wah. Rupanya anak-anak sudah bangun ya. Bagaimana tidur kalian? Apakah nyenyak?”tanya Chae Young sambil menyentuh pipi Kim Bum yang langsung membuang muka karena tidak sudi pipinya disentuh Chae Young.

”Aduh… Galak sekali kau ini.” Chae Young malah tertawa cekikikan melihat tingkah Kim Bum yang membencinya.

”Ibu Chae Young. Kenapa kau melakukan ini?”tanya So Eun.

”Oh. Kau yang sebagai bodyguardnya yang menyamar sebagai sepupunya ya. Aku lihat caramu menembak senjata busur begitu ahli ya.”

So Eun mengernyitkan dahinya. Dan dia pun menyadarinya.

”Jadi Ibu adalah penyusup tadi malam?”

Chae Young tertawa.

”Yap! Nilai 100 buatmu. Aku tidak menyangka kau begitu langsung menyadarinya. Karenamu aku jadi tidak sempat menyembuhkan luka lenganku yang mulus ini.”ujar Chae Young sambil mengelus lengan kirinya yang masih dibalut perban putih.

”Kenapa Ibu?”tanya So Eun serius. Begitu juga Kim Bum.

”Aku melakukan ini karena orang yang kucintai. Aku begitu tidak tega dia terus bersedih dan aku pun bersedia membantunya membalas dendam kepada keluargamu, Kim Bum.”

”Dia?” Kim Bum heran.

”Memangnya dia siapa? Apa yang keluarga Kim Bum lakukan terhadapnya?”tanya So Eun bertubi-tubi. Lagi-lagi Chae Young tertawa.

”Itulah PR buatmu So Eun yang sebagai bodyguardnya.”

So Eun terdiam.

”Baiklah. Kalian berdua!”teriaknya ke arah kedua preman itu. Kedua preman itu langsung berdiri dan menghadap Chae Young.

”Kalian jaga mereka berdua. Jangan sampai mereka kabur. Mengerti?!”perintahnya diikuti anggukan kedua preman itu.

”Bagus. Oke. Kalian berdua khususnya kau, Kim Bum. Aku harus melaporkan ini dulu ke keluargamu supaya mereka cemas.”

Chae Young langsung keluar sambil memencet tombol ponselnya.

Sementara So Eun sedang berusaha melepaskan gelang pemberian Eun Hye yang dipakainya yang rupanya bandul yang berbentuk pisau itu adalah bandul yang tajam. Kemudian tanpa kedua preman sadari, So Eun mulai menggesekkan bandul itu ke tali yang mengikatnya.

Telepon di ruang pribadi Jung Gil berdering. Dia langsung mengangkatnya. Madam Ye Jin langsung mendekatkan diri ke telepon Ayahnya. Berusaha mendengar percakapannya.

”Halo!”jawabnya.

”Halo Presdir Jung Gil yang terhormat. Bagaimana kabarmu?”tanya Chae Young basa-basi di ponselnya yang berada dimobil pribadi Kim Bum sambil memainkan pisaunya di pipi supir asli yang terikat di jok mobil.

”Katakan dimana cucuku, Kim Bum!”teriak Presdir Jung Gil yang mulai emosi dengan penculiknya.

”Tenang Presdir. Nanti kau akan sakit jantung kalo berteriak-teriak.”sindir Chae Young.

Presdir Jung Gil kembali terdiam sambil menahan emosi.

”Baik. Cucumu yang pintar ini baik-baik aja. Dia sedang asyik bermain bersama So Eun dengan kedua pesuruhku.”lanjutnya.

”Kau… Baiklah. Apa maumu?”tanya Presdir Jung Gil

”Mauku? Uhm… boleh juga. Aku ingin tebusan 5 triliun won.”jawab Chae Young.

“Apa!? Kau gila!” berang Presdir Jung Gil yang dinilai terlalu banyak.

”Hahahaha…. kenapa? Demi cucumu pasti kau rela melakukan apa aja kan?”ucap Chae Young sambil memainkan setiran mobilnya.

”Kau…. baiklah. Beri aku waktu.”

”Aku beri batas waktu sampai jam 12 malam. Kalo kau tidak segera mentransfernya. Aku tidak akan segan-segan membunuh cucumu.”ancam Chae Young.

”Kau! Baiklah. Jam 12 akan aku transfer.” Presdir Jung Gil mulai menyetujuinya.

”Bagus. Akan kutunggu.”ucap Chae Young mengakhiri percakapannya.

”Sial!” Presdir Jung Gil menaruh gagang teleponnya dengan keras. Tidak lama Sang Hyun datang membawa laporan.

”Bagaimana, Sang Hyun?”

”Presdir. Rupanya penculik dan penyusup tadi malam adalah Han Chae Young. Guru Wali kelas Kim Bum.”jawab Sang Hyun sambil menyerahkan dokumennya.

”Apa?!” Predir Jung Gil dan Madam Ye Jin tertegun mendengarnya.

So Eun pun berhasil melepaskan talinya begitu juga dengan Kim Bum. Kim Bum terkejut aksi So Eun yang berhasil melepaskan talinya.

”Bagaimana kau bisa lakukan itu?”tanya Kim Bum.

Namun So Eun tidak menjawabnya. Dia mengambil sebuah tongkat disampingnya. Lalu dia jalan dengan pelan-pelan menghampiri kedua preman yang sedang saling menghidupkan rokok mereka didepannya. So Eun langsung memukul tengkuk leher kedua preman itu dan mereka pun langsung pingsan.

”Ayo, Kim Bum! Kita keluar lewat pintu belakang.” So Eun langsung menarik Kim Bum berdiri dan berlari lewat pintu belakang. Mereka pun memasuki hutan belantara yang rupanya rumah itu terletak di atas bukit.

Chae Young tersenyum karena rencananya berhasil. Dia pun kembali masuk ke dalam rumah gubuk itu. Dia terkejut melihat kedua preman itu terkapar. Dan tidak menemukan Kim Bum beserta So Eun.

”Sialan!”

Chae Young yang melihat pintu belakang terbuka. Langsung memegang senjata pistolnya lalu dia pun mengejarnya.

Kim Bum dan So Eun berlari. Terus berlari sampai jauh walaupun seragamnya terkoyak karena terkena batang pohon yang tajam. Bahkan pipi dan lengan So Eun terluka begitu juga Kim Bum. Mereka terus berlari hingga sampai ke ujung. So Eun dan Kim Bum pun berhenti. Karena didepannya ternyata sebuah jurang. Tidak ada jalan lain.

”Bagaimana ini, Kim Bum?”cemas So Eun. Kim Bum hanya bisa terdiam memikirkan sesuatu. Namun sebuah tembakan telah melayang. So Eun dan Kim Bum pun berbalik.

Chae Young menodongkan pistolnya ke arah mereka yang mulai terjebak.

”Kalian ini benar-benar sangat nakal. Sudah kubilang jangan kabur. Rupanya kalian tetap melanggar perintahku!”

Kim Bum dan So Eun terdiam. Mereka benar-benar sudah tidak bisa mundur lagi. Chae Young mendekati Kim Bum sambil mengacungkan pistolnya ke pipi Kim Bum. Mata Kim Bum berputar mengikuti arah pistol itu lalu Chae Young memindahkan pistolnya ke arah So Eun. Dan diperlakukan sama seperti Kim Bum.

”Kim So Eun. Aku heran kenapa kau mau terlibat dalam masalah ini?”tanya Chae Young masih memutar-mutar pistolnya ke pipi So Eun. So Eun terdiam. Dia melihat pistol yang dipegang Chae Young. Dengan cepat, So Eun memukul punggung tangan Chae Young hingga pistolnya pun terlepas dari tangannya dan langsung memukul perut Chae Young. Dengan sigap, Kim Bum langsung mengambil pistol milik Chae Young dan diarahkan Chae Young. Namun sulit membidiknya. Rupanya So Eun dan Chae Young sedang berkelahi dengan jurus andalan mereka.

Chae Young memukul pipi So Eun hingga berdarah. So Eun menahan rasa sakitnya. Dia pun membalas pukulannya.

”So Eun! Menjauhlah darinya! Aku susah membidiknya.”teriak Kim Bum. So Eun langsung mendorong Chae Young guna menjauhinya. Namun Chae Young terpeleset dan dia pun jatuh ke jurang dan masuk ke dalam laut.

Kim Bum dan So Eun pun melihat kebawah jurang.

”Apakah dia sudah mati?”tanya So Eun sambil mengamati ke bawah.

”Entahlah. Lebih baik kita ke tempat yang tadi. Aku yakin supir yang asli masih berada disana.”

”Baik.”

So Eun setuju. Mereka pun kembali ke tempat rumah gubuk itu.

”Ayah. Bagaimana ini?”desak Madam Ye Jin. Presdir terlihat bingung dan sangat lelah. Dia tidak menyangka ada orang dalam yang mengincarnya. Tiba-tiba pelayan datang dengan wajah gembiranya.

”Presdir, Nyonya! Tuan muda Kim Bum dan Nona So Eun telah kembali!”

”Apa?!”

Presdir Jung Gil, Madam Ye Jin, dan Sang Hyun langsung berlari keluar. Kim Bum memapah So Eun yang sedang terluka akibat perkelahiannya dengan Chae Young. Presdir Jung Gil langsung menyuruh pelayannya memanggil dokter pribadinya.

Madam Ye Jin langsung menghampiri anaknya.

”Kau tidak apa-apa. Sayang?”tanya Madam Ye Jin sambil memeriksa kondisi anaknya.

”Aku tidak apa-apa. Tapi So Eun terluka.”

So Eun pun dibawa kekamarnya dan diberi perawatan yang serius.

Kondisi So Eun pun mulai membaik. So Eun sedang duduk dikasur sambil memeriksa kondisi lukanya.

”Siapa dibalik semua ini?”batinnya. Pikirannya mulai terbayang sejak insiden tadi. Dia berusaha memecahkan semua teka-teki yang terjadi begitu juga masalah keluarga ini. Kim Bum mengetuk pintu kamar So Eun. So Eun pun menyilahkan Kim Bum masuk. Dia melihat luka diwajah Kim Bum pun sudah diobati.

”Bagaimana keadaanmu, So Eun?”tanya Kim Bum sambil duduk disampingnya. So Eun tersenyum.

”Aku baik-baik saja. Uhm… aku tidak menyangka ternyata Ibu Chae Young ikut terlibat dalam masalahmu.”ujar So Eun. Kim Bum terdiam.

”Tapi aku berterima kasih denganmu. Karena kau berhasil menyelamatkanku.”ucap Kim Bum. So Eun yang mendengarnya tidak biasa langsung memukul bahu Kim Bum.

”Kenapa kau ini? Tumben sekali kau berbicara begitu.”celetuk So Eun sambil tersenyum. Kim Bum tidak menjawabnya. Hanya tersenyum.

”Tapi apa kau punya perkiraan siapa pelaku dibalik semua ini?” So Eun kembali serius.

”Entahlah. Tapi yang pasti sepertinya orang dalam. Buktinya dia mengetahui penyamaranmu sebagai sepupuku.”jawab Kim Bum dengan analisanya.

So Eun pun kembali berpikir.

*****

Kejadian kemarin telah berlalu. So Eun dan Kim Bum pun kembali masuk sekolah. Suasana dikelas masih seperti biasa. Mereka kecuali Kim Joon dan Ji Yun tidak mengetahui kalau Kim Bum dan So Eun diculik. Kepala Sekolah SMA Shinhwa sekaligus Ayahnya Ji Yun, Suk Hwan masuk ke dalam kelas mereka. Suasana yang tadinya ramai kini terdiam kembali.

”Anak-anak. Saya punya pengumuman buat kalian. Wali kelas kalian, Ibu Han Chae Young….” Suk Hwan berhenti dia mengeluarkan sebuah surat. Seisi kelas jadi serius.

”Ibu Han Chae Young telah meninggal.”lanjutnya diikuti teriakan sedih para siswa. Kim Bum dan So Eun hanya bisa saling pandang. Tentunya mereka tidak tau kalau Chae Young tewas akibat terjatuhnya ke jurang.

”Meninggal karena apa?”celetuk So Hee berusaha menahan tangisannya.

”Entahlah. Mungkin dia bunuh diri karena jenazahnya tidak ada. Yang ada hanyalah surat ini.”

”Apa?!” seisi kelas kembali riuh. Terkejut mendengar tidak ada jenazahnya. Kim Bum dan So Eun kembali berpandangan dan mengernyitkan dahinya.

”Apa maksudnya tidak ada jenazah Ibu Chae Young?”tanya So Eun berbisik. Kim Bum hanya mengangkat bahunya.

”Ini surat peninggalannya buat kalian. Dia hanya berpesan kepada kalian agar kalian harus berusaha belajar dan menjadi yang terbaik di SMA Shinhwa yang tercinta ini. Dia terpaksa meninggalkan kalian karena tidak tahan menanggung beban masalah yang dipikulnya.” Suk Hwan mengakhiri bacaan surat peninggalannya.

Suasana dikelas menjadi duka.

Malam hari di ruang santai di Rumah Presdir Jung Gil. Terlihat Kim Bum dan So Eun sedang berbicara serius.

”Menurutmu apa benar Ibu Chae Young benar-benar mati?”tanya So Eun.

”Entahlah. Memang sangat aneh kalau mayatnya tidak ada. Atau mungkin dia sudah dimakan hiu? Kau tau kan, dia jatuh kelaut dan tidak menampakkan dirinya yang membuktikan dia itu selamat.”jawab Kim Bum.

”Kau benar.”

So Eun dan Kim Bum pun kembali terdiam.

*****

Hari-hari duka pun telah berlalu. Mereka belum mendapat pengganti wali kelasnya. Suasana dikelas pun kembali seperti biasanya. So Eun sedang asyik mengganggu Kim Bum yang sedang serius membaca buku matematikanya.

”Hei, Kim Bum. Aku mau tanya sesuatu.” Kim Bum tidak menjawabnya. Malah tetap fokus ke bukunya. So Eun kesal. Dia pun mencomot buku yang dipegang Kim Bum. Kim Bum pun balik kesal ke So Eun.

”So Eun! Kembalikan bukuku.”

”Aku mau kembalikan bukumu asal kau jawab satu pertanyaanku.”

Kim Bum terpaksa meladeninya.

”Baiklah. Apa pertanyaanmu?”

”Kejadian pesta ulang tahunmu tadi. Kenapa kau tiba-tiba menciumku?”tanya So Eun dengan berbisik dan serius. Kim Bum malah tersenyum usil.

”Kenapa? Kau mau ciuman lagi?”tanya Kim Bum dengan usilnya.

”Bukan… Bukan itu! Aish! Kau…. Aarrgghh…!” So Eun jadi ngomel dan dia pun membuang muka. Kim Bum hanya bisa tertawa melihatnya.

Melihat pemandangan itu, So Hee jadi cemburu melihatnya. Begitu juga Geun Suk.

Seorang wanita cantik berambut panjang dengan kemeja hitamnya pun masuk kedalam kelasnya. Para siswa dikelas itu saling berbisik. Karena mereka tidak mengenal wanita itu. Wanita itu tersenyum lalu menaruh buku tipisnya di atas meja guru.

”Selamat pagi, anak-anak!”sapanya.

”Selamat pagi, Ibu!” Para siswa pun pun membalas sapaannya.

”Terima kasih, kalian telah membalas sapaanku. Kalian pasti heran melihatku. Aku adalah wali kelas baru kalian. Menggantikan Ibu Han Chae Young yang telah meninggal beberapa hari yang lalu.”

Suara riuhan para siswa pun dimulai. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan wali kelas yang begitu setara dengan Ibu Chae Young yang sama-sama cantik.

”Wah…. Aku tidak menyangka ternyata wali kelasku yang baru ini begitu cantik!”teriak Ah In diikuti anggukan para siswa cowok. Sementara yang gadis malah menyorakinya yang kesal.

”Sudah…sudah… kalian tenang dulu!” Wanita itu menenangkan situasi kelas dengan memukul mejanya. Suasana kembali diam.

”Nama ibu siapa?”celetuk Geun Suk. Wanita itu tersenyum ke arahnya. Geun Suk jadi salah tingkah. Senyumannya yang benar-benar menawan.

”Namaku Goo Hye Sun. Walaupun aku mengajar matematika. Kalian bisa memanggilku Miss Hye Sun. Karena aku masih terlalu muda untuk dipanggil ibu.”

”Iya! Setuju!”sorak salah satu siswa cowoknya. Sementara yang para gadis kesal terutama Ji Yun yang rupanya melihat kekasihnya terpana melihat wali kelas barunya.

”Kim Joon!”panggilnya sambil menyubit punggung tangan Kim Joon. Kim Joon pun buru-buru minta maaf kepada Ji Yun yang cemburu.

Miss Hye Sun membuka buku tipisnya. Yang rupanya buku jadwal pelajaran.

“Ehm…. Sepertinya pelajaran pertama kalian adalah musik. Oh iya, kalian ada guru musik baru. Dia menggantikan guru kalian yang mulai cuti karena akan segera melahirkan.”jelasnya.

Seisi kelas pun kembali riuh mendengarnya. Mereka menebak-nebak guru siapakah yang datang. Pria atau wanita lagikah?

Terpaksa Hye Sun memukul meja kembali untuk menenangkan suasana kelas yang ribut.

”Baiklah. Mungkin kalian tidak sabar menanti pelajaran musik lagi. Aku akan menyuruhnya masuk dulu.”

Miss Hye Sun pun keluar kelas untuk memanggilnya. So Eun pun berbisik kembali ke Kim Bum.

”Memangnya kita ada pelajaran musik ya?”tanya So Eun. Kim Bum mengernyitkan dahinya.

”Kau tidak melihat jadwal pelajarannya?” So Eun menggeleng.

”Memangnya kenapa dengan musik itu?”tanya Kim Bum balik. So Eun pun kembali berbisik.

”Aku tidak bisa main alat musik.”jawabnya.

”Apa?!” Kim Bum tertegun mendengarnya. Rupanya ada kelemahannya juga.

Miss Hye Sun pun masuk kembali.

”Baiklah. Ini guru musik baru kalian. Ayo masuk!”

Miss Hye Sun mempersilahkan guru itu masuk. Para cowok kecewa melihatnya, malah para gadis terutama Ji Yun senang dan berteriak kegirangan melihatnya. Seorang guru pria!? Berambut hitam kepirangan dan tampan pula! Guru itu tersenyum sehingga para gadis pun serasa mau pingsan kecuali So Eun. So Eun melihatnya biasa saja. Kim Bum melirik So Eun yang diduganya seperti gadis yang lain yang serasa mau pingsan melihat guru itu. Ternyata tidak, So Eun malah berbalik melirik Kim Bum.

”Ada apa, Kim Bum?”tanya So Eun heran. Kim Bum menggeleng sambil tersenyum.

”Oke..oke… Para gadis! Kalian tenanglah dulu! Aku tau kalian pasti terpesona dengan guru ini. Sekarang berilah waktu kepada dia untuk memperkenalkan diri.”

Suasana jadi terdiam.

”Silakan.” Hye Sun mempersilakan guru itu memperkenalkan diri.

”Terima kasih, Miss Hye Sun. Perkenalkan namaku Kim Hyun Joong. Sama seperti Miss Hye Sun. Aku terlalu muda untuk dipanggil Bapak. Akan lebih baik dipanggil Mister Hyun Joong.”

”Halo! Mister Hyun Joong!”sapa para gadis tiba-tiba. Tentunya kecuali So Eun. Hyun Joong tersenyum melihat keramaian kelas. Namun dia memusatkan senyuman dan perhatian ke So Eun. So Eun jadi tertegun melihatnya yang tiba-tiba memandangnya dan Kim Bum pun terdiam. Hyun Joong tersenyum dan memandangnya dengan penuh arti. Sementara Kim Bum mulai curiga dengan senyuman Hyun Joong yang dinilai terlalu aneh ke arah So Eun. Dan So Eun merasakan akan ada firasat yang tidak terduga.

TO BE CONTINUED………………………………………

Jangan Lupa Komennya ya!!!

^___________^

23 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.5

  1. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 2:31 pm

    oooppsss…. penculikan pun di mulai kembali

    waaahhh … cerita nya bseru banget
    salut sm auothor dech

  2. geill Desember 23, 2011 pukul 1:16 pm

    seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu,buagussssssssssssssss
    buat so eun berjuanglah………………..semangat………………
    buat author jg semangat…………………………..
    penasaran2………………………….lanjut……………………………..

  3. kim sohyun April 9, 2012 pukul 2:55 pm

    daebak……!!!!!!!!!!!!!!

  4. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 6:01 am

    Lanjut baca makin seru..

  5. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 10:04 am

    Keren ka , hmm penasaran sama guru jahat itu han chae young kan masuk jurang kok ga ditemuin mmayatnya? Hmm terus Hyun Joong mencurigakan ?? Hem.. Ehemm.ehemm Bumsso makin dket hehe😀 lanjut baca kak🙂

  6. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 7:44 am

    aih aih kimbum jeles kkk

  7. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 12:52 pm

    Waduhhhh…… Kira2 siapa yah di balik Ĭηĭ semua?????

    Jangan2 Hye Sun η Kim Hyun Joong juga mengincar kim bum….
    Seruuu-seruuuu….
    Lanjuttttt

  8. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 6:38 am

    wow guru musiknya cakep banget. Hahaaa q mau dong jadi murid di shinwa

  9. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 4:36 am

    Lanjutttttttttttt
    banyak teka-teki di ff ini,seruuuu

  10. oliph September 27, 2013 pukul 1:35 pm

    seru…seruu

  11. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 3:41 pm

    lanjuttt
    seru banget

  12. salmadanputri November 1, 2013 pukul 10:22 am

    wiiih tmbh serrruu bgt,hyun joong itu terlibat gk ya?

  13. RANI April 1, 2014 pukul 2:53 am

    wah seru bangetttttttttttt ceritanya…………

    Akhirnya chae young nyebur juga ke jurang, salahnya sendiri sih mau nyulik kim bum & so eun, untung aja so eun bisa mengatasinya……….
    Tapi dia beneran meninggal apa nggak ya???

  14. tyas27 April 8, 2014 pukul 9:30 am

    ada musuh baru lagi.-.

  15. lilis suryani Juli 6, 2014 pukul 3:53 am

    ahhhhh jngn2 jngn2 lg dan pasti kim bum oppa cemburu ea
    makin menarik ceritanya thor dan bagus kok

  16. ainami September 9, 2014 pukul 10:30 pm

    dua guru baru itu gimana ya… jahat atau enggak…
    hahaha jd parno sendiri.. mesti waspada, bnyk org yg patut dicurigai wkwkk

    itu guru chae young aja ga disangka2 bagian dr komplotan.. trnyata motifnya dendam heu..

    tp sso sejauh ini sukses jagain bum heee dan kyknya bum mulai terpesona hahaha

  17. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 9:41 am

    Apakah Chae Young Benar2 Telah Meninggal ? Ataukah Dia Selamat ??
    Apakah Kim Hyun Joong Salah Satu Penjahat Yg Ingin Menghancurkan Keluarga Kim Bum ??

  18. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 5:06 pm

    kejadian apa lgi yah…

  19. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 1:40 pm

    ceritanya makin seru aja…
    kok hyun joong tersenyum misterius dan prasaannya sso nggak enak…
    apa hyun joong penjahat?

    pokoknya keren…..

  20. citra April 15, 2015 pukul 12:25 pm

    Aduhh ada apa lagii ini. Penuh misteriiii yaaa..

  21. nenengvhivi Mei 7, 2015 pukul 6:00 am

    ceritanya selalu bagus,, buat sso eonni hwating. 💪

  22. mia September 8, 2015 pukul 4:12 am

    pasti mereka penjahat baru

  23. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 2:11 pm

    makin lma makin seru ceritanya,,
    aduh kshan so,, walauppun dia pintar bela diri,, tetap aja dia perempuan. jadibodyguard pula,,,
    semangat so demi kim bum,,, hehee
    btw kim bum uda mulai mau bercanda dengan so,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: