RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.6


Annyeong!!??
Kali ini chapter yang menguak misteri pembunuh orang tuanya So Eun.
Langsung aja! Silakan baca!

Chapter 6:
“Oke. Karena hari ini kita belajar musik. Bagaimana kalau kita ke kelas piano. Ayo!”ajak Hyun Joong sambil keluar menuju ke kelas piano diikuti para siswa.
Mereka pun memasuki kelas piano. Lalu mencari tempat masing-masing. So Eun tentunya masih berada disamping Kim Bum. Dia benar-benar gelisah. Dia sama sekali tidak mengerti cara memainkan piano.
”Baiklah. Sekarang kita belajar dasarnya dulu. Tentunya kalian yang sudah kelas tiga ini pasti sudah bisa mengetahui letak not-not pada tuts piano. Uhm… aku ingin mendengar dulu dasar-dasar kalian. Semoga kalian masih ingat letak not-notnya.”ujar Hyun Joong sambil melihat buku absen para siswa. Sementara para gadis sedang deg-degan menunggu panggilan Hyun Joong, sedangkan So Eun malah berkomat-komit agar tidak dipilih. Hyun Joong melirik So Eun sambil tersenyum.
”Kim So Eun.”panggilnya. So Eun terkejut. Dia jadi gugup begitu dipilihnya.
“Kau yang bernama Kim So Eun?”Tanya Hyun Joong sambil menunjuk So Eun. So Eun mengangguk pelan dengan kaku. Kim Bum hanya terdiam melihatnya.
Lalu Hyun Joong mendekati So Eun.
“Baiklah. Coba kau tekan nada Re.”ujar Hyun Joong. Hati So Eun jadi berdegup cepat lantaran dia tidak tau dimana letak not itu. Sambil menutup mata, dia pun menekan tuts itu dengan asal.
Para siswa seisi kelas malah menertawakan So Eun. Pasalnya yang dia tekan bukan Re melainkan Sol. Hyun Joong hanya bisa tertawa kecil. So Eun jadi malu.
”Itu bukan Re tapi Sol, So Eun. Sepertinya kau tidak terlalu ahli dalam musik ya?”tanya Hyun Joong.
“Uhm… aku… aku memang tidak bisa main alat musik. Apalagi piano.”jawab So Eun yang masih menunduk dan jemarinya masih diatas tuts piano. Hyun Joong pun mengangkat jemarinya ke piano So Eun.
”Ini yang namanya Re.” Hyun Joong menekan tuts Re. Entah disengaja atau tidak, jemari Hyun Joong bersentuhan dengan jemari So Eun sehingga So Eun sedikit terkejut.
”Ah. Maaf.”ucap Hyun Joong yang merasa bersalah.
”Tidak apa-apa.” So Eun menurunkan tangannya diatas pahanya. Kim Bum hanya bisa curiga melihat Hyun Joong.
”Baiklah. Jadi itu letaknya. So Eun, aku rasa kau perlu banyak belajar.”
So Eun mengangguk. Hyun Joong memegang kedua bahunya seraya ingin memberi semangat.
”Baiklah. Sekarang mari kita pelajari dasar-dasarnya secara bersamaan.”
Kelas pun mulai belajar piano dengan serius.

*****

Kim Joon langsung datang ke kamar Kim Bum yang sedang asyik membaca buku.
”Yoyoyo… Kim Bum! Aku punya kabar baik buatmu!”teriak Kim Joon sambil duduk di sofa. Kim Bum menutup bukunya dan diletakkannya di atas meja belajarnya.
”Apa itu?”
”Kau tau? Sepupuku. Dia sudah datang ke sini.”
”Oh iya? Sekarang dia dimana?”
”Sayangnya, hari ini dia sedang sibuk. Katanya dia mau bertemu dengan calon istrinya yang tinggal di Korea ini.”kata Kim Joon sambil berdiri mengambil cemilan di atas meja.
”Lalu?”tanya Kim Bum lanjut.
”Oh. Dia sudah mendapatkan datanya yang kau minta. Ini.” Kim Joon mengeluarkan sebuah dokumen dari jaketnya. Lalu diserahkannya ke Kim Bum. Kim Bum pun membacanya dengan serius.
”Dia menjuarai setiap perlombaan olahraga dari TK sampai SMP bahkan pernah menjuarai olimpiade lari marathon se-Asia?”Kim Bum membacanya sambil mengernyitkan dahinya.
”Iya. Pantas saja dia kuat dan larinya cepat.”ujar Kim Joon sambil makan biskuit.
”Oh iya. Coba kau liat bagian kasusnya.”lanjut Kim Joon. Kim Bum pun membacanya sesuai arahan Kim Joon.
”So Eun menemukan orang tuanya dibunuh dirumahnya setelah pulang merayakan kelulusan SMPnya?” heran Kim Bum.
”Iya. Katanya setelah itu dia dimasukkan ke panti asuhan karena dia tidak memiliki sanak saudara. Tetapi tidak lama itu dia malah kabur dari panti asuhan dan hidup mandiri.”
”Pantas aja dia jadi pengemis.”gumam Kim Bum.
”Apa?”tanya Kim Joon yang mendengar gumaman Kim Bum. Kim Bum menggeleng.
”Lanjutkan aja.”
”Terakhir yang dia ketahui. Alasan So Eun menerima jadi bodyguardmu karena Presdir Jung Gil bersedia membantunya mencari pembunuh orang tuanya.”lanjut Kim Joon yang mulai tersedak karena makan sambil bicara. Dia pun mengambil minuman Kim Bum dan diminumnya dengan cepat.
”Hah? Memang pembunuhnya belum ditangkap?”tanya Kim Bum.
Kim Joon menggeleng, ”Belum. Soal itu masih diselidiki polisi. Kabarnya pembunuh itu kabur ke Singapura.”
Kim Bum pun mulai mengangguk mengerti dan melanjutkan membaca dokumen tentang So Eun.
”Oh iya, Kim Bum. Bagaimana menurutmu tentang wali kelas baru kita?”tanya Kim Joon.
”Biasa saja. Tapi justru yang aku merasa aneh itu Mister Hyun Joong. Entah kenapa dia selalu memandang So Eun dengan aneh?”ujar Kim Bum.
”Ah. Mister Hyun Joong ya? Baru saja aku mau cerita padamu. Uhm…. sepertinya aku pernah mengenal dia?”ujar Kim Joon sambil memikir. Mendengar itu, Kim Bum langsung mendekati Kim Joon.
”Memangnya dimana?”tanya Kim Bum penasaran.
”Justru itu. Aku lupa. Tapi tenang aja bro. Nanti kalau aku ingat, aku akan langsung memberitahumu.”jawab Kim Joon. Kim Bum sedikit kecewa mendengarnya. Dia hanya mengangguk sambil kembali membaca dokumen So Eun.

*****

So Eun sedang berjalan menyusuri taman sambil menemani Kim Bum. Memang ini adalah waktu istirahat. Tiba-tiba Ji Yun datang sambil memeluk lengan So Eun.
”So Eun!”panggilnya.
”Ada apa, Ji Yun?”tanya So Eun heran.
”Apa kau melihat Kim Joon?”tanya Ji Yun dengan cemas.
”Aku tidak tau.”jawab So Eun. Ji Yun jadi kecewa mendengarnya.
”Kurasa dia ada disana.”ujar Kim Bum yang melihat Kim Joon sedang jalan menuju ke kelas.
”Oh. Kim Joon….” Ji Yun berusaha memanggilnya. Namun tiba-tiba Hye Sun datang sambil memeluk lengan Kim Joon yang sedikit terkejut melihat kedatangannya.
”Miss Hye Sun?” Ji Yun jadi heran melihatnya. Tidak lama, Ji Yun jadi kesal melihatnya bahkan meremas dasi seragamnya sendiri. Pasalnya Miss Hye Sun menarik Kim Joon ke ruang lain. Dan Kim Joon malah tersenyum ditarik Hye Sun. Ji Yun jadi cemburu melihatnya. Dia malah langsung berbalik pergi dan hampir menabrak bahu So Eun.
”Ji Yun! Kau kenapa?”teriak So Eun melihat Ji Yun pergi dengan cemberut. Kim Bum hanya terdiam tidak peduli.
”Dia kenapa, Kim Bum?”tanya So Eun. Kim Bum hanya mengangkat bahunya.
Tidak lama Hyun Joong datang dihadapan mereka.
”Mister Hyun Joong.”panggil So Eun dengan heran. Kim Bum hanya terdiam bisu.
”Kim So Eun. Bisa kau ikut aku? Aku minta bantuanmu.”ujar Hyun Joong. So Eun melirik Kim Bum.
”Tapi bagaimana dengan dia?”tanya So Eun sambil menunjuk Kim Bum.
”Kau pergi ajalah! Memangnya aku anak kecil yang mesti diikuti kau terus?”ketusnya.
”Heh! Tidak bisa. Aku sudah berjanji untuk menjagamu dimana pun kau berada.”balas So Eun kesal. Kim Bum hanya tersenyum kecut.
”Sudahlah. Dia boleh ikut. Lagian ini cuma bantuan kecil saja kok. Ayo, So Eun.”ajak Hyun Joong diikuti So Eun dan Kim Bum menuju ke kelas piano.

Akhirnya So Eun pun bisa menyelesaikan tugas yaitu memasukkan kertas lagu ke dalam amplop dengan jumlah yang cukup banyak. Kim Bum juga membantunya. Lalu dia menyerahkan amplop itu ke Hyun Joong.
”Ini, mister. Tapi sebenarnya itu buat apa ya?”tanya So Eun.
”Ini buat ujian nanti. So Eun, kau harus banyak belajar tentang piano.”jawab Hyun Joong tersenyum. So Eun jadi terdiam patung. Terkejut mendengarnya.
”So Eun. Aku mau ke toilet dulu.”kata Kim Bum sambil ngeloyor keluar tanpa mendengar jawaban So Eun.

Tidak lama, Kim Bum pun kembali ke kelas piano tempat So Eun berada. Namun sebelum dia masuk ke dalam. Dia melihat Hyun Joong sedang mengajari So Eun belajar piano. So Eun pun sedang serius menekan tuts piano arahan Hyun Joong.
Namun pandangan Kim Bum bukan ke So Eun melainkan ke Hyun Joong.
Hyun Joong memandang So Eun dengan dalam. Membuat Kim Bum jadi curiga.
”Sebenarnya Mister Hyun Joong itu kenapa ya? Aku jadi curiga.”batinnya.

*****
Kim Joon langsung masuk ke kamar Kim Bum bersama sepupunya. Kim Bum pun menyambutnya.
”Hai, bagaimana kabarmu?”

”Aku baik-baik saja. Bagaimana pekerjaanmu di Singapura? Apakah kau mendapatkannya, Lee Min Ho?”tanya Kim Bum sambil memeluknya.
Lee Min Ho hanya tertawa kecil. Lalu dia pun duduk disofa bersama Kim Joon.
”Sungguh sulit. Pelaku itu benar-benar meninggalkan jejak yang sangat teliti.”jawab Min Ho. Kim Bum pun menuju ke laci meja dan mengambil dokumen. Kemudian dia menyerahkan dokumen itu ke Min Ho. Dan Min Ho pun membacanya.
”Apa kau tau motif pelaku itu yang telah membunuh orang tuanya?”tanya Kim Bum kembali duduk di kasur.
”Kami belum mengetahui motifnya. Yang pasti orang tuanya yang berprofesi sebagai polisi pernah menangkap orang tua pelaku yang berprofesi sebagai bandar narkoba.”
”Bandar narkoba?”
”Iya. Mereka dihukum dan terbukti telah mengedar narkoba selama 10 tahun yang mengakibatkan telah menewaskan kurang lebih 20 orang. Maka mereka pun dikenakan sanksi penjara seumur hidup. Tapi…”
”Tapi….” Kim Bum penasaran.
”Tapi baru saja mereka dipenjara 1 tahun. Mereka sudah tewas.”
”Apa?”
”Iya, mereka tewas karena overdosis.”ujar Min Ho sambil meletakkan dokumen itu yang ada di meja depannya. Kim Bum pun kembali memikirkan sesuatu.
”Jadi, bukankah itu berarti motifnya adalah membalas dendam terhadap orang tuanya?”
”Semula kami menduganya begitu. Tetapi rupanya bukan hanya itu motifnya. Aku rasa ini ada kaitannya dengan So Eun.”
”Apa itu?”
”Itulah yang perlu kami selidiki.”
Suasana kembali terdiam. Kim Bum pun kembali memikirkan sesuatu.

So Eun sedang duduk termenung dikolam renang. Dia terus memandang bulan yang cerah sambil memainkan air dengan kakinya. Tidak lama air matanya pun menetas. Dia sedang memikirkan orang tuanya. Sudah lama dia pun tegar menghadapinya menjadi anak yatim piatu. Tanpa disadarinya, Kim Bum bergabung dan duduk disampingnya. So Eun terkejut melihatnya.
”Ah! Kim Bum? Kau mengagetkanku.” So Eun mengelus dadanya sambil menghapus airmatanya.
”Apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Kim Bum tanpa memandang So Eun.
”Hah? Aku? Aku tidak….. memikirkan apa pun.” So Eun berusaha mengelaknya.
Kim Bum hanya tertawa kecil. So Eun jadi heran melihatnya.
”Apa yang lucu?”
”Tidak apa-apa.”ujar Kim Bum yang tentu sudah tahu pikiran So Eun.
”Ngomong-ngomong bulan di atas sana indah ya? Ayahku pasti sedang bahagia disana.” Kim Bum pun ikut menerawang. So Eun yang tahu tentang ayahnya dari Presdir Jung Gil hanya terdiam melihatnya.
”Aku yakin pasti ayahmu bahagia.”
Kim Bum pun tersenyum mendengar perkataan So Eun.
Tiba-tiba Ji Yun datang sambil memeluk So Eun.
”Ji Yun. Ada apa?”tanya So Eun yang terkejut melihat Ji Yun datang dengan muka masamnya.
”So Eun! Kau harus membantuku!?”ujar Ji Yun dengan nada seriusnya.
”Hah?” So Eun dan Kim Bum terdiam heran.

Sebuah klub malam berisi orang-orang yang sedang asyik bersenang ria. Mereka pun menggoyangkan badannya dengan semangat mengikuti irama disco. Ji Yun, So Eun dan Kim Bum yang tentunya sudah mengganti bajunya pun sedang menyusuri ruang klub yang sesak itu. Mata mereka mencari-mancari seseorang.
”Ji Yun. Kau yakin dia ada disini?”tanya So Eun sambil berusaha menghindari agar tidak menabrak orang-orang yang sedang berdansa disco.
”Tentu saja. Aku yakin! Soalnya tadi aku telepon dia. Dia bilang mau pergi ke sini bersama Miss Hye Sun. Aku curiga dia akan selingkuh.”
”Hah? Bagaimana kau bisa memikirkan itu?”tanya So Eun.
”Makanya kau tidak usah terima cinta dia. Dia kan memang brengsek orangnya.”celetuk Kim Bum cuek. So Eun menyikutnya.
”Kim Bum.”bisiknya.
Ji Yun hanya bisa mendengus kesal.
”Ah! Liat dia!”teriak Ji Yun yang langsung melihat kekasihnya, Kim Joon sedang duduk bersama Miss Hye Sun.
”Aaarrgghhh…. Tuh kan liat dia, So Eun! Benarkan apa yang aku duga. Uhh…. dasar selingkuh!” Ji Yun mengomel kesal. So Eun hanya bisa terdiam begitu juga dengan Kim Bum. Mereka pun langsung menuju ke Kim Joon yang asyik bercanda dengan Hye Sun.
”Kim Joon!”panggil Ji Yun sambil berkacak pinggang. Kim Joon terkejut melihat kedatangannya.
”Ji Yun? Kau sedang apa disini?”tanya Kim Joon sambil mendekati Ji Yun. Hye Sun hanya tersenyum bingung melihatnya sedangkan So Eun dan Kim Bum tidak mau ikut campur urusan mereka.
”Ternyata kau tega ya. Kau selingkuh dengan Ibu itu? Aku tidak menyangka.” Ji Yun menangis. Kim Joon jadi bingung mendengarnya.
”Selingkuh bagaimana? Kau salah paham Ji Yun. Dia itu….”
Belum sempat Kim Joon menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Min Ho datang dibelakang So Eun dan Kim Bum.
”Hai!”sapanya. Ji Yun pun terkejut melihat kedatangannya.
”Kak Min Ho?”panggil Ji Yun heran melihatnya. Dan mereka kecuali Kim Joon heran melihat Min Ho sedang mencium pipi Hye Sun.
”Ji Yun. Kau salah paham. Aku sedang menemani Miss Hye Sun menunggu Min Ho.”
Jelas Kim Joon.
”Apa?” Ji Yun masih tidak mengerti. Min Ho dan Hye Sun menghampiri mereka.

”Ji Yun. Kenalkan dia calon istriku. Kami akan segera menikah.”ujarnya sambil menunjukkan cincin tunangan mereka.
Ji Yun dan So Eun terbelalak mendengarnya. Sedangkan Kim Bum hanya terdiam mengangguk mengikuti irama disco yang mulai menarik perhatiannya. Kim Joon hanya tersenyum kepada Ji Yun sambil menunjuk Min Ho dan Hye Sun.
”Oh. Selamat kak Min Ho.”ucapnya sambil berjabat tangan dengan Min Ho dan Hye Sun secara bergantian. Kemudian dia pun mendekati Kim Joon.
”Maafkan aku, sayang. Aku sudah salah paham denganmu.”sesal Ji Yun sambil berbisik. Kim Joon hanya mencium keningnya sambil tersenyum. Membuat Ji Yun jadi malu dan merona.

So Eun dan Kim Bum akhirnya bisa keluar dari klub yang berisik dan masalah Ji Yun pun selesai. Mereka pun berjalan menuju mobil yang sedang ditunggu supirnya.
”Tidak kusangka ternyata kak Min Ho adalah sepupu Kim Joon dan Miss Hye Sun adalah tunangannya.”
Kim Bum hanya mengangguk mendengarnya dan melangkah mendahuluinya. So Eun hanya bisa memandangnya kesal.
Sebuah mobil mengebut mengarah mereka. So Eun langsung sigap.
”Kim Bum, Awas!?” So Eun langsung memeluk Kim Bum kesamping untuk menghindari mobil. Dan akhirnya bisa dihindar. Kim Bum pun terdiam melihat So Eun memeluknya.
”Ah. Syukurlah kita tidak tergencet mobil. Sepertinya yang menyetir itu sedang mabuk ya.” So Eun mengomel sambil melihat Kim Bum. So Eun tertegun melihat Kim Bum menatapnya. Dia baru sadar kalau dia memeluknya.
”Ah. Maaf.” So Eun melepaskan pelukannya di leher Kim Bum. Namun gelangnya malah nyangkut di jas kerahnya.
”Aduh. Bagaimana ini?” So Eun berusaha melepaskan sangkutan gelangnya. Kim Bum hanya tertawa kecil.
”Hei. Kenapa kau tertawa? Ayo cepat bantu aku melepaskannya.”ujar So Eun kesal.
Kim Bum pun membantunya.
Sepasang mata melihat mereka dengan tatapan cemburunya. Dan pria itu meremas kaleng bir yang dipegangnya sampai remuk.

”Hyun Joong! Sedang apa kau disini? Ayo masuk!”teriak salah satu gadis temannya sambil menarik Hyun Joong masuk ke dalam klub.

Akhirnya So Eun bisa melepaskan gelangnya dari kerah Kim Bum.
”Ayo, kita pulang. Supir pasti telah lama menunggu kita.” So Eun menarik lengan Kim Bum agar cepat melangkahnya. Kim Bum hanya tersenyum.

*****

Lonceng tanda pulang telah berbunyi. Para siswa pun berhamburan keluar menuju ke mobil jemputan mereka masing-masing. Seperti biasa So Eun mengawali Kim Bum sampai ke mobil jemputannya.
”Kim So Eun!”panggil Hyun Joong. So Eun dan Kim Bum menengok ke arah panggilannya.
“Iya, Mister. Ada apa?”
“Kemari So Eun. Ada yang ingin aku bicarakan padamu.”ujar Hyun Joong.
So Eun mengernyitkan dahinya dan memandang Kim Bum.
”Kau tunggu disini dulu ya?”
Kim Bum tidak menjawabnya. So Eun pun menuju ke Hyun Joong. Kim Bum mengamati mereka. Terlihat raut muka So Eun yang gelisah. Tidak lama, So Eun pun kembali mendekati Kim Bum dengan rautnya yang gelisah.
”Kim Bum. Kau pulang duluan saja. Sepertinya hari ini aku tidak bisa mengawalimu sampai dirumah.”ucap So Eun dengan suara yang lemah.
”Memang ada apa?”tanya Kim Bum heran.
”Uhm… tidak apa-apa. Pokoknya kau pulang saja. Supir sedang menunggumu.” So Eun langsung berbalik. Namun Kim Bum menahannya.
”Ada apa lagi, Kim Bum?”tanya So Eun yang sedikit kesal karena lengannya ditarik. Kim Bum tidak menjawab. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya lalu dia memakaikan kalung yang berbandul kecil dengan bentuk bintang yang diberi permata ke leher So Eun. So Eun terkejut melihatnya.
”Kau jangan lepaskan kalung ini. Kalau kau merasa ada yang mencurigakan. Kau harus menghubungiku. Jaga baik-baik dirimu.”bisiknya ke telinga So Eun kemudian berbalik pergi meninggalkan So Eun yang sedang bingung sambil memegang kalung pemberiannya. Hyun Joong mendekatinya.
”Ayo, So Eun. Kita pergi ke ruanganku.”ujar Hyun Joong sambil tersenyum.
”Baik, Mister Hyun Joong. Tapi Mister tidak akan melaporkan ke kepala sekolah kan? Tadi malam kami benar-benar tidak ada maksud apa-apa untuk pergi ke klub itu.”jelas So Eun. Hyun Joong kembali tersenyum.
”Kalau begitu, ikuti aku.” So Eun pun mengikutinya.

So Eun heran melihat tempat yang diduganya ada dibelakang SMA Shinhwa. Dan dia terkejut sebuah mobil ada di depannya.
”Mister Hyun Joong. Sebenarnya kita ini mau kemana?”tanya So Eun menengok belakang. Dia tertegun tidak melihat Hyun Joong.
”Mister Hyun Joong? Mister Hyun Joong!?”teriak So Eun memanggilnya.
Tiba-tiba dia disekap, mulut dan hidungnya ditutup saputangan. Saputangan itu diberi obat tidur. Hingga So Eun jadi mencium aroma itu. Matanya jadi sedikit mengantuk. Ia pun berusaha menyadarkan diri sambil melihat pelaku dibelakangnya.
”Mister Hyun Joong?”
Namun gagal, So Eun pun tertidur dipelukan Hyun Joong yang tersenyum melihat So Eun.

Hari sudah malam. Kim Bum terus menatap langit hitam dan gerbang rumahnya. Dia menunggu So Eun pulang.
”Kenapa jam segini dia belum pulang juga?” Kim Bum jadi khawatir.
Tiba-tiba Kim Joon dan Min Ho datang masuk ke kamar Kim Bum tanpa mengetuk pintu. Kim Bum terkejut melihat mereka dengan raut mukanya yang serius.
”Kim Bum. Kau pasti ingat dengan perkataanku tentang Mister Hyun Joong.”ujar Kim Joon. Kim Bum mengangguk.
”Ternyata aku pernah melihatnya di dokumen milik Min Ho. Dia adalah buronan di Singapura!”
”Apa?!” Kim Bum terkejut mendengarnya.

So Eun pun mulai sadarkan diri di kasur yang agak kumuh. Dia terkejut melihat tangannya diikat. Dia pun melihat sekeliling. Sepertinya dia sedang ada dikamar. Kamar yang bercat gelap dan kotor. Sepertinya sudah lama tidak dibersihkan. So Eun segera bangun sambil mengingat kejadian tadi.
”Kalau tidak salah tadi Mister Hyun Joong menyekapku. Tapi ini dimana?”
So Eun tertegun melihat Hyun Joong yang sedang memainkan pisaunya.

Hyun Joong menyadarinya dan tersenyum melihatnya bangun.
”Halo, Kim So Eunku tersayang. Bagaimana kabarmu?”Tanya Hyun Joong sambil mendekati So Eun.
”Siapa kau? Kenapa kau lakukan ini, Mister Hyun Joong?”tanya So Eun sambil mundur. Hyun Joong tertawa kecil.
”Sepertinya kau tidak ingat aku ya? Sudah 10 tahun kita tidak bertemu.”
”10 tahun?” So Eun mengernyitkan dahinya.
”Rupanya kau memang tidak ingat aku ya. Bagaimana kalau foto ini? Kau pasti ingat kan?” Hyun Joong menunjukkan sebuah foto yang dicoret-coret. So Eun menyipitkan matanya agar bisa melihat foto itu dengan jelas.
”Ayah, Ibu?” So Eun tertegun melihatnya.

Sang Hyun masuk ke ruang pribadi Presdir Jung Gil dengan sedikit buru-buru.
”Ada apa, Sang Hyun?”tanya Presdir Jung Gil yang heran melihat Sang Hyun.
”Presdir. Saya telah menemukan pembunuh orang tuanya So Eun.” Sang Hyun menyerahkan dokumennya yang dibawa ke meja Presdir Jung Gil. Presdir Jung Gil pun membacanya.
”Kim Hyun Joong?” Presdir tertegun melihatnya.

”Jangan-jangan kau yang membunuh orang tuaku?” So Eun mulai mengetahui pembunuhnya. Hyun Joong malah tertawa.
”Kenapa?”tanya So Eun yang tidak percaya.
”Karena mereka telah membunuh orang tuaku dan telah menghalangi cinta kita.”
”Cinta kita?” So Eun mulai tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Hyun Joong.
”Kau tau. Selama 10 tahun itu adalah waktu yang sangat lama. Aku jatuh cinta denganmu sejak kita pertama kali bertemu. Sampai sekarang pun aku masih mencintaimu.”
Ucapan pengakuan Hyun Joong membuat So Eun terkejut.
”Apa?! Kau mencintaiku?” So Eun tidak percaya apa yang didengarnya. Hyun Joong hanya tersenyum melihatnya.

”Tidak hanya itu. Dia juga yang membunuh orang tuanya So Eun.”timpal Min Ho.
”Apa?!” Kim Bum tertegun mendengarnya.
”So Eun!” Kim Bum pun mulai menyadari alasan So Eun belum pulang sampai saat ini.

TO BE CONTINUED……………

Wah… ternyata pelaku yang membunuh orang tuanya So Eun adalah Hyun Joong!
Bagaimana cara Kim Bum menyelamatkannya sementara dia tidak mengetahui tempat So Eun disekap???

Tunggu di chapter.7 yach!

NB: Jangan lupa komennya ya…!!!
^_______________^

26 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.6

  1. Ratih November 16, 2010 pukul 5:36 pm

    Part selanjutnya ya ^^!!!

  2. Ratih November 16, 2010 pukul 5:51 pm

    Keren banget!!! ^^

  3. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 2:49 pm

    yeeaaahhhh … mulai kelihatan ne kyk nya

    konflik smakin memuncah

    hahahahhaha * lebay*

  4. meilani Agustus 25, 2011 pukul 5:01 am

    wah konpliknya makin seru…aja

  5. geill Desember 23, 2011 pukul 1:41 pm

    pokoknya mantap deh ff ini, jd ngebayangi ceritanya gt, serasa nonton drama…………………pokoknya mantap deh, mending aq langsung sambung aja deh…………………………..

  6. happy Agustus 14, 2012 pukul 3:35 am

    kayaknya gawat tu

  7. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 7:50 am

    Wuihh…makin tegang nih ceritanya….

  8. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 10:22 am

    Uahh hyun joong jahat nihh tp ceritanya keren kak makin menegangkan🙂 lanjut baca kak🙂

  9. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 8:01 am

    kali ini hyunjoong yg jd psyco kkk

  10. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 1:13 pm

    Hiiiiiiii………Kim Hyun Joong menyeramkan….

    Ayo bumm-ah_selamatkan Sso eunni….

  11. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 6:56 am

    udah agak nemu titik trangnya nih

  12. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 4:53 am

    Gawat gawatttt

  13. Bixel lal Agustus 16, 2013 pukul 9:54 am

    hyun joong,.. Cakep cakep kok jadi buronan😦

  14. oliph September 27, 2013 pukul 2:01 pm

    woaaaa,,,konfliknya makin memanas ini…kerenn alur ceritanya…

  15. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 3:57 pm

    waahhh seruu
    akhirnya ketemu juga orang yg ngebunuh ortu so eun

  16. salmadanputri November 1, 2013 pukul 10:47 am

    yaampun tmbh seruu ajh nhhh…
    bikin tegang bcanya

  17. RANI April 1, 2014 pukul 2:55 am

    ceritanya makin menegangkan nih dan konflik-konflik mulai muncul lagi, jadi ceritanya makin seru aja!!!!!!!!!!!

  18. tyas27 April 8, 2014 pukul 10:03 am

    hyunjoong cinta sm soeun? kok jahat gtu?

  19. lilis suryani Juli 6, 2014 pukul 4:14 am

    wah makin tegang dngn jln ceritanya

  20. ainami September 10, 2014 pukul 12:13 am

    hyun joong jd buronan tp ga ganti nama ya kekeke~~~~ trus ngapain dia muncul ke hadapan sso dan mengungkapkan identitasnya ke sso… apa krn cintanya ke sso… ??

    kira2 apa yg akan dilakukan hyun joong …

  21. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 9:55 am

    Astaga Ternyata Pelaku Pembunuhan Orang Tua So Eun Adalah Kim Hyun Joong ,dan Hyun Joong Jatuh Cinta Dengan So Eun ? Apa Yg Akan Di Lakukan Hyun Joong Selanjutnya ?? Sem0ga Bumppa Segera Dapat Menyelamatkan So Eun .

  22. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 5:26 pm

    so eunnya di culik

  23. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 1:49 pm

    ayo bumppa….selamatkan so eun…

  24. citra April 15, 2015 pukul 12:47 pm

    Ampunnn deh ini tiap2 cast nyaa bener2 misteriusss ya.
    Dendam dan cinta alasan pembunuhan ortu sso. Wahwahhh makin seru aja sumpah ini ceritanya.🙂

  25. mia September 8, 2015 pukul 4:27 am

    semoga saja so eon eonni tidak di apa apain

  26. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 2:14 pm

    kim hyun tega banget buunuh oortu so…
    semakin lama semakin seru ceritanya
    next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: