RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Perhaps Love [Part 3]


 

”Bukankah kau tahu dia kenapa berada di rumah sakit?”

”Aku pikir…. Dia hanya mengalami kecelakaan kecil. Tetapi kenapa dia masih berada di rumah sakit selama 5 hari ini.”

”Kecelakaan kecil? Hhahh… Begitu pendekkah pikiranmu itu?”

Kim Bum tidak bertanya lagi. Dia hanya menatap Geun Suk dengan bingung.

”Kenapa kau tidak menanyakan kondisinya lebih lanjut?  Hanya berdasarkan logikamu dengan kebiasaannya yang selalu ditabrak hal-hal kecil. Seharusnya kau mengantarkan dia pulang terlebih dahulu sebelum kau pergi ke rumah sahabatmu. Kau bahkan lebih memilih ikut merayakan ulang tahun bersama sahabatmu lebih lama dibandingkan bersama So Eun. Aku jadi sungguh kasihan dengan So Eun.” Geun Suk pun berjalan memunggungi Kim Bum. Kim Bum pun membalikkan badannya agar bisa melihat Geun Suk yang mulai mendekati motor besarnya.

”Dia… dia tertabrak mobil lima hari yang lalu. Tepat di hari ulang tahunnya.”

”Benarkah itu?” Kim Bum mulai terlihat terkejut mendengarnya.

”Iya. Tepat di hari keberangkatanmu menuju ke Macau, dia tidak sadarkan diri selama 2 hari. Aku berusaha menghubungimu tetapi selalu gagal. Hingga di hari ketiga, dia mulai sadar. Dia terus mencari sosok dirimu yang tidak ada disampingnya. Dia sangat membutuhkanmu. Sehingga dia berhasil menghubungimu. Kau tahu apa yang dirasakannya? Dia langsung menangis begitu mengetahui kau ada di Macau bersama sahabat-sahabatmu. Kau kelihatannya sedang bersenang-senang disana.” Geun Suk pun mulai memakai helmnya dan menghidupkan motornya. Kim Bum yang mulai khawatir pun langsung mendekati Geun Suk.

”Kau mau kemana?”tanya Kim Bum.

”Tentu saja. Aku mau menjenguk So Eun.” Geun Suk langsung pergi meninggalkan Kim Bum. Kim Bum hanya bisa menatapnya. Menatapnya dengan penuh rasa bersalah.

*****

So Eun memasukkan pakaian terakhirnya kedalam tasnya. Tiba-tiba seekor anjing masuk kedalam kamarnya. So Eun pun begitu antusias melihatnya.

”Jang Suk! Dari mana saja kau ini?”seru So Eun sambil menggendong anjingnya. Susternya yang sedang sibuk merapikan kasurnya pun tersenyum.

”Kelihatannya Jang Suk begitu menyayangimu. Dia selalu saja datang kesini setiap hari.”ucap suster sibuk menepuk bantal. So Eun tersenyum.

”Tentu saja, Jang Suk adalah keluargaku. Terima kasih suster atas semua bantuan anda.”ucap So Eun sambil menunduk.

“Jangan sungkan. Ini memang sudah kewajiban kami melakukan tugas yang terbaik untuk pasien kami. So Eun, hati-hati dijalan ya.”ucap suster.

“Baiklah, suster.” So Eun pun segera keluar dari kamarnya sambil menggendong Jang Suk.

”Jang Suk, pulang nanti aku akan memberimu makanan yang lebih enak karena kau begitu setia menemaniku di rumah sakit ini.”kata So Eun sambil keluar dari rumah sakit tanpa dia sadari sang kekasihnya telah masuk ke dalam rumah sakit dengan terburu-burunya.

”Maaf, dimana kamar 34B?”tanya Kim Bum kepada resepsionis. Setelah diberi petunjuk, Kim Bum langsung menuju ke kamar So Eun. Setelah sampai didepan pintu, Kim Bum langsung masuk kedalam dan alangkah terkejutnya yang dia lihat hanyalah sebuah kamar kosong.

”Tuan mencari siapa?”tanya suster yang muncul dari belakangnya. Kim Bum segera menoleh dan bertanya kepadanya.

”Dimana Kim So Eun?”

”Kim So Eun? Oh… dia sudah keluar dari rumah sakit ini.”

”Kapan?”

”Barusan.” Suster itu pun melanjutkan tugasnya membersihkan kamar itu. Kim Bum hanya terdiam. Kini dia merasa bersalah dengan So Eun. Dia juga mulai merasakan penyesalan dalam dirinya yang tidak berguna sebagai kekasihnya. Dia tidak mendampingi So Eun yang hampir memperjuangkan hidupnya.

*****

So Eun pun sudah mulai masuk sekolah. Kini dia diantar Geun Suk. Dengan balutan perban ditangannya dan kepalanya. Kondisi So Eun mulai membaik.

”Aku pergi dulu.”kata Geun Suk. So Eun hanya mengangguk. Geun Suk pun menghidupkan motornya dan melesat pergi dari tempatnya.

So Eun pun berbalik badan hendak masuk ke dalam sekolah.

”Kim So Eun?”panggil Min Ho. So Eun pun berhenti dan menoleh. Dia pun tersenyum kepada ketiga sahabat Kim Bum itu.

“Kau kenapa? Tangan dan kepalamu diperban.”tanya Hong Ki heran.

“Oh ini… aku kecelakaan.”

“Kecelakaan? Kapan? Dimana?”panik Hong Ki.

“Enam hari yang lalu. Aku ditabrak mobil yang terlambat mengerem saat aku hendak menyebrang. Tetapi aku tidak apa-apa.”

“Enam hari yang lalu?”gumam Kim Joon merasa ada keganjilan. So Eun hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya. Ketiga sahabat Kim Bum itu hanya saling memandang.

*****

Yoon Ah pun datang ke kantin Shinhwa. Dia pun bergabung dengan ketiga sahabatnya. Matanya pun mencari sekeliling. Dia merasa ada yang kurang dengan kehadiran dikantin itu.

”Dimana Kim Bum?”tanya Yoon Ah. Ketiga lelaki itu hanya terdiam menunduk. Tersirat gurat wajahnya yang begitu gelisah.

”Ada apa?”tanya Yoon Ah lagi dengan heran.

”Dia… dia sedang mencari So Eun.”jawab Min Ho.

“Mencari? Ada apa Kim Bum mencarinya?”tanyanya lagi.

“Yoon Ah. Aku rasa kita sebagai sahabatnya harus memberinya waktu untuk bersama dengan So Eun. Kami sungguh merasa bersalah dengan So Eun.”timpal Hong Ki.

“Apa maksudmu?” Yoon Ah masih tidak mengerti.

”Kita baru tahu kalau ulang tahun So Eun sama denganmu. Tapi kita malah mengajak Kim Bum pergi ke rumahmu untuk memberi kejutan ulang tahunmu. Dan kami tidak menyangka……” Min Ho menggantungkan kalimatnya. Yoon Ah menunggu kelanjutan kata-katanya.

”Kami tidak menyangka kalau So Eun mengalami kecelakaan.”timpal Hong Ki.

”Apa!?”seru Yoon Ah terkejut.

*****

So Eun begitu asyik memakan bekal makan siangnya di tengah pohon bunga sakura. Angin-angin bersepoi dengan lembutnya, So Eun tersenyum memandang permainan basket yang tidak jauh dari tempatnya.

“Rupanya kau ada disini.”ucapnya. So Eun pun menengok yang berbicara dengannya. So Eun tertegun melihat kemunculannya yang tidak biasa.

“Kak Kim Bum?”gumam So Eun memanggilnya.

Kim Bum hanya tersenyum kepadanya dan duduk disampingnya. Lalu dia melihat bekal yang dipegang So Eun.

“Oh iya, mana bekal untukku?”Tanya Kim Bum.

“Oh… Ma…maaf. Aku tidak membuat bekal lebih untuk kakak karena tanganku belum terlalu pulih. Jadi aku tidak bisa memasak lebih banyak. Kakak makan saja punyaku. Aku sudah kenyang.”ucap So Eun sambil menyerahkan sisa bekalnya kepada Kim Bum. Kim Bum pun menerimanya dan memakan kimbap yang tidak habis dimakan So Eun. So Eun pun meminum air botolnya. Kim Bum melirik So Eun yang terbalut perban di kepala dan tangannya.

“Kau baik-baik saja?”tanyanya.

“Ng? Apanya kak?” So Eun malah bertanya.

“Lukamu itu. Aku dengar kau kecelakaan.”

“Oh ini… Aku sudah baikan. Sebentar lagi lukaku akan pulih. Kakak tenang saja.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau ditabrak mobil?”

So Eun terdiam paku. Dia pun menunduk wajahnya. Perasaannya pun mulai mengerti. Karena alasan inikah, makanya Kim Bum bersedia ikut makan siang bersamanya? Apakah Kim Bum hanya melakukannya karena kasihan dengan kondisinya? So Eun berusaha menahan tangisan. Dia pun berusaha tersenyum didepan Kim Bum.

”Kakak kan sedang sibuk di Macau bersama sahabat kakak termasuk Kak Yoon Ah. Aku tidak mau mengganggu kesenangan Kakak.”jawab So Eun berusaha tegar. Kim Bum pun menunduk. Terlihat sekali dia merasa bersalah dengan So Eun. So Eun begitu berusaha tegar untuk menghadapi sikapnya yang dingin dan tidak terlalu mempedulikannya sebelumnya yang kini terlihat berubah.

”Tapi… paling tidak kau memberitaukannya. Jadi aku…. aku…..” Kim Bum merasa ada yang menyangkut di tenggorokannya. Dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

”Aku apa?”tanya So Eun sambil tersenyum. Kim Bum memandang wajah So Eun yang sedikit diperban dikepalanya. Kim Bum jadi benar-benar merasa bersalah dengan So Eun. Lonceng sekolah pun berbunyi, So Eun langsung berdiri dari tempatnya.

”Jam istirahat telah habis. Kakak jangan sampai terlambat masuk kelas.”pesan So Eun sambil pergi. Kim Bum hanya menatap punggung So Eun yang semakin menjauh. Ini pertama kalinya perasaan dia yang begitu gelisah dan khawatir dengan kondisi So Eun.

*****

Cuaca hujan pun menyambut kepulangan para siswa SMA Shinhwa. So Eun masih berteduh di teras sekolah. Suasana pun semakin dingin sementara para siswa lain sudah dijemput supirnya. Suasana pun juga semakin sepi. So Eun melihat mobil yang dikenalnya berhenti di depan gerbang sekolah. Mobil jemputan milik Kim Bum, terlihat ketiga lelaki yaitu Hong Ki, Min Ho, dan Kim Joon masuk kedalam mobil Kim Bum. Dia pun juga melihat Yoon Ah ikut serta masuk kedalamnya. Entah kenapa mereka malah masuk ke dalam mobil Kim Bum. Tetapi memang tidak terlihat mobil jemputan mereka masing-masing. Mungkinkah mereka sudah janjian untuk pulang bersama?

”Aku antarkan kau pulang ke apartemenmu ya.”ajak Kim Bum yang sudah ada disampingnya. So Eun menolehnya, menatap heran.

”Ayo.”ajaknya lagi. So Eun memikirkan sejenak.

”Kak Kim Bum. Kenapa Kakak tiba-tiba perhatian kepadaku?”tanya So Eun. Kim Bum pun jadi gugup mendengarnya.

”Karena kau sedang sakit. Aku tidak mau kau tambah sakit karena hujan.”

”Apakah Kakak begitu menganggapku sebagai kekasih Kakak?” Akhirnya So Eun pun bertanya tentang hal yang mengganjalkan hatinya.

”Apa maksudmu?”

”Apakah karena aku kecelakaan dan Kakak merasa bersalah baru kakak perhatian padaku? Jika aku tidak ditabrak mobil dan tidak sadarkan diri selama 2 hari ini, akankah kakak peduli padaku sebagai kekasih kakak? Kenapa Kakak begitu mementingkan sahabat kakak khususnya Kak Yoon Ah?”tanya So Eun bertubi-tubi. Kim Bum pun terdiam gugup mendengar pertanyaannya. Ia pun tidak menjawabnya.

”Kalau memang Kakak tidak peduli denganku kenapa Kakak mau jadi kekasihku?”tanyanya lagi. Kim Bum masih tetap tidak menjawabnya.

”Kau tahu, Kak? Selama ini aku berusaha memaklumi sikap kakak yang begitu cuek dan dingin. Kakak tahu kenapa? Karena aku begitu menyukai Kakak bahkan aku sangat mencintai Kakak apapun sifat Kakak. Akan tetapi, terkadang aku iri melihat Kakak begitu bisa tertawa lepas tanpa beban disamping sahabat Kakak. Bahkan aku cemburu dengan Kak Yoon Ah yang begitu dapat perhatian dari Kak Kim Bum. Terkadang aku rasanya ingin memaksa Kakak untuk memperhatikanku. Terkadang aku bertanya-tanya kepada Kakak, apakah Kakak betul-betul menganggapku sebagai kekasih Kakak? Orang yang begitu penting buat Kakak. Kak Kim Bum, apakah Kakak mencintaiku?”tanya So Eun dengan penuh harap. Kini Kim Bum pun memandang mata So Eun yang mulai berkaca-kaca menahan tangisannya.

”Aku… aku tidak tahu.”jawabnya sambil menunduk. So Eun pun jadi kecewa mendengarnya.

“Lalu kenapa kakak menerima cintaku?”tanya So Eun lagi. Kim Bum malah tidak menjawabnya. Membuat So Eun semakin kecewa.

”Kakak, seandainya aku jadi sahabat Kakak. Akankah Kakak peduli padaku dan menjadi orang yang berarti buat kakak?”

Kim Bum pun memandang So Eun dengan terkejut. Dia kini benar-benar bingung menjawab dengan tepat.

”Kalau Kakak tidak bisa menjawabnya. Aku akan bertanya kepada Kakak. Aku mohon Kakak jawab yang jujur. Kakak lebih memilih sahabat atau kekasih?”

”Apa maksud pertanyaanmu?”

”Jawablah, Kak. Orang yang paling berarti buat Kakak adalah seorang sahabat atau kekasih?”

Kim Bum pun semakin sulit memilih jawaban dari So Eun. Sejenak dia memikirkannya, Kim Bum pun akhirnya menjawabnya sambil menunduk.

”Maafkan aku, sahabat adalah orang paling berarti bagiku.”

So Eun sudah menduga akan jawaban Kim Bum. Dia pun meneteskan air matanya yang pertama kalinya dihadapan Kim Bum. Mengeluarkan tangisan kecewa, sakit hati, dan senang menjadi satu. Kim Bum pun tercengang melihat tangisan So Eun. Ini pertama kalinya dia membuat seorang gadis menangis.

”Kim So Eun…..” belum sempat Kim Bum berusaha menenangkannya, So Eun pun menghentikannya. So Eun kembali menahan tangisannya.

”Ternyata aku yang sebagai kekasih memang tidak ada artinya dimata Kakak.”ujarnya dengan lemah. Kim Bum pun terpatung mendengar keputusan So Eun. So Eun pun berbalik dan berjalan ditemani rintikan hujan. Khawatir So Eun berbasahan di luar dan akan semakin memperburuk kondisinya yang belum sehat, Kim Bum pun menyusulnya. Dia menahannya.

”So Eun! Kau mau kemana? Biarkan aku mengantarmu pulang!”seru Kim Bum. So Eun menatap Kim Bum sedih. Dia sungguh tidak bisa mengendalikan emosinya. So Eun pun langsung memeluk tubuh Kim Bum yang ikut basah kuyup.

”Kak Kim Bum! Kau tidak usah repot mempedulikanku!? Karena aku sudah bukan lagi kekasihmu. Kau tidak perlu merasa bersalah lagi kepadaku.”

”Apa maksudmu, So Eun!?”teriak Kim Bum terkejut mendengarnya.

”Kak Kim Bum. Aku rasa, kita harus putus. Walaupun kita sudah berpisah. Aku harap aku bisa menjadi teman yang berarti buatmu. Kak Kim Bum… Aku…. Aku selalu mencintai Kak Kim Bum!” So Eun langsung mencium bibir Kim Bum dengan cepat dan berlari meninggalkan Kim Bum yang tidak bergerak karena terkejutnya. Ini pertama kalinya So Eun mencium bibir Kim Bum, sebuah ciuman pertama dan perpisahan. Sementara ketiga sahabatnya termasuk Yoon Ah yang menyaksikan peristiwa itu tercengang melihatnya.

*****

Kim Bum masih melamun di kelasnya. Dia terus menatap pintu kelasnya. Sedang menunggu kedatangan seseorang. Sesekali dia menatap ponselnya. Menunggu ponselnya yang terus berdering seperti biasanya. Tetapi hari ini, sungguh sunyi.

”Kim Bum, kau mau ikut ke kantin?”ajak Kim Joon. Kini Kim Bum pun menggeleng, menolak ajakannya ke kantin. Kim Joon, Min Ho, dan Hong Ki pun semakin prihatin melihat kondisinya. Beberapa hari ini, mereka tidak melihat kedatangan So Eun yang biasanya selalu setia menunggu didepan kelas Kim Bum.

*****

 

Kim Bum terus memencet tombol di ponselnya dan menghubunginya di kamarnya. Namun beberapa kali dihubunginya terus gagal.

”Sepertinya kau selalu sibuk memainkan ponselmu.”

Kim Bum pun menoleh, dia melihat kakak lelakinya telah pulang dari Jepang.

”Kak Hyun Joong!”seru Kim Bum sambil memeluk Hyun Joong.

”Kapan Kakak sampai disini?”tanya Kim Bum.

”Kemarin. Aku dengar kau sudah mempunyai kekasih?”tanya Hyun Joong langsung. Kim Bum pun kembali muram. Dia pun duduk dikursinya dengan lemas. Hyun Joong yang penasaran pun langsung duduk disampingnya.

”Siapa nama gadis itu? Yang berhasil menaklukmu yang begitu cuek dan dingin.”tanya Hyun Joong dengan sindirannya. Lagi-lagi Kim Bum tidak menjawabnya. Dia hanya menunduk.

”Lalu kenapa kau tiba-tiba jadi sedih begitu?”tanya Hyun Joong yang tahu dengan sifat adiknya ini. Kim Bum mulai menceritakan tentang kekasihnya yang menembaknya hingga memutuskannya. Hyun Joong yang mendengarkannya pun mengangguk-angguk.

”Jadi rupanya begitu. Aku rasa, pantas saja So Eun memutuskanmu. Kalau kau memang tidak punya waktu untuk memperhatikannya, kenapa kau menerima cintanya?”tanya Hyun Joong saat mengetahui nama kekasihnya. Kim Bum berpikir sejenak, memikirkan masa-masa saat So Eun menyatakan perasaannya kepada Kim Bum.

”Ini pertama kalinya aku ditembak seorang gadis yang tidak terlalu akrab dengannya. Entah kenapa hatiku mengatakan harus menerima cintanya. Mungkin karena dia unik. Apalagi aku juga penasaran dengan perasaan seseorang yang memiliki kekasih.”

”Lalu?”

”Ternyata perasaanku tidak seperti yang aku bayangkan….”

”Tidak seperti saat kau bersama sahabatmu.” Hyun Joong menimpalinya. Kim Bum pun mengangguk terdiam.

”Makanya kau tidak terlalu mempedulikannya walau dia selalu memperhatikanmu. Sehingga saat ada kejadian yang menimpanya baru kau peduli dengannya karena merasa bersalah?”tebak Hyun Joong. Kim Bum menatap kakaknya terkejut. Dia tidak menduga dengan apa yang dikatakan Hyun Joong telah tepat dengan situasinya.

”Padahal yang dia butuhkan adalah perhatian tulus darimu, bukan perhatian yang merasa bersalah dengannya. Kim Bum, aku bertanya kepadamu. Apakah kau mencintainya?”tanya Hyun Joong serius. Kim Bum berpikir sejenak.

”Coba kau gambarkan perasaanmu.”ujar Hyun Joong.

”Aku tidak tahu, apakah aku mencintainya. Sejak dia memutuskanku, hatiku merasa sedih. Sejak itu, aku tidak bisa bertemu dengannya beberapa hari karena dia tidak datang ke kelasku lagi untuk menyerahkan bekal buatannya kepadaku. Lalu aku selalu gelisah menunggu telepon darinya. Biasanya dia selalu menelponku walaupun hanya urusan sepele. Kini aku meneleponnya, selalu gagal dihubunginya.”jelas Kim Bum menggambarkan perasaannya saat-saat ini.

Hyun Joong pun tertawa geli mendengarnya.

”Ada apa, Kak?”heran Kim Bum.

”Itu artinya kau jatuh cinta dengannya, Kim Bum.”jawab Hyun Joong.

”Apa? Aku jatuh cinta?”

Hyun Joong mengangguk. Kim Bum hanya terdiam mematung dengan terkejutnya.

*****

”Maaf, Kak Kim Bum. So Eun sudah tidak sekolah disini lagi. Dia sudah pindah sekolah.”jawab gadis berambut keriting itu ketika Kim Bum menghampiri kelas So Eun.

”Memangnya dia pindah kemana?”tanya Kim Bum lagi. Gadis itu hanya mengangkat bahunya. Kim Bum hanya menghembus napas kecewanya. Dia begitu terkejut mendengar So Eun sudah tidak lagi bersekolah di SMA Shinhwa.

*****

Kim Bum terus memencet bel apartemen So Eun. Tetap tidak ada tanggapan dari So Eun yang tinggal disana. Sehingga tetangga sebelahnya pun menghampiri Kim Bum yang masih menunggu reaksi So Eun.

“Maaf, nak. So Eun sudah tidak tinggal disini lagi.”

Kim Bum kembali tersentak kaget mendengarnya.

“Maksud Anda, So Eun sudah tidak ada di apartemen ini lagi? Tanya Kim Bum lagi. Tetangga itu hanya mengangguk lalu kembali ke apartemennya. Kim Bum mengantukkan kepalanya di pintu. Kemudian dia berbalik dan duduk dengan pasrah. Dia pun menyadari perasaannya yang ternyata telah jatuh cinta dengan So Eun kini menjadi kecewa. Dia telah menyia-nyiakan perhatian So Eun kepadanya. Entah, apa dia akan terus mencintai So Eun. Karena dia masih tidak mengerti dengan arti cinta. Yang dia tahu, kini hatinya terasa sakit karena tidak akan bertemu dengan So Eun lagi. Entah kapan, dia akan bertemu dengan So Eun lagi. Dia tidak tahu, akankah harus menangisi kepergian So Eun? Banyak pertanyaan yang mengusik pikiran Kim Bum. Yang dia tahu hanyalah kembali pulang kerumahnya.

*****

1 Tahun Kemudian…..

Kini mereka telah menjadi mahasiswa universitas Chung Ang. Kim Bum, Min Ho, Hong Ki, dan Kim Joon mengambil jurusan bisnis sedangkan Yoon Ah sesuai dengan cita-citanya, dia mengambil jurusan desainer. Suatu hari mereka sedang berjalan masuk ke dalam bandara untuk menjemput Hong Ki yang baru saja pulang dari Jepang. Mereka saling bersenda gurau kecuali Kim Bum yang kini lebih pendiam. Tiba-tiba mereka mendengar teriakan seseorang dari belakang.

”Berhenti, Jang Suk! Jangan lari kesana, Jang Suk! STOP, JANG SUK!?”

Sontak mereka pun menengok kebelakang melihat seorang wanita berambut keriting sedang mengejar anjingnya. Anjing itu berlari meloncat melewati Kim Bum sehingga wanita itu menabrak Kim Bum secara tidak sengaja. Kim Bum pun menahan rasa sakit dipunggungnya yang mengenai lantai yang begitu kerasnya. Wanita itu juga terjatuh dipelukan Kim Bum. Sadar dia menindih Kim Bum langsung berdiri dan langsung membantunya berdiri.

”Maafkan aku!”sesalnya sambil mengangguk. Lalu dia menangkap Jang Suk yang terus menggonggong dan So Eun menggendongnya. Sementara Kim Joon, Min Ho serta Hong Ki yang baru muncul dan Yoon Ah menatap wanita itu dengan tidak percayanya.

”Kau baik-baik saja, Kak Kim Bum?”tanyanya. Kim Bum tidak menjawabnya hanya terdiam paku memandang wanita itu.

”Hei! Kau ini dari mana saja? Pak Ji Sub sedang menunggumu. Ayo cepat!”teriak wanita lainnya yang berambut pendek langsung menarik So Eun untuk segera beranjak pergi.

“Iya, Kak Hye Sun! Aku akan menyusulnya.”jawabnya sambil berteriak setelah melihat Hye Sun sedang berlari menuju ke taksi yang sudah ditunggui Pak Ji Sub lalu wanita itu menatap Kim Bum lagi.

“Kak Kim Bum. Sekali lagi, maafkan aku telah menabrakmu!”sesalnya lagi sambil berbalik dan berlari kecil menuju ketempat Hye Sun. Hong Ki pun mengucek matanya karena tidak percaya. Dia pun menunjuk wanita itu dengan terbata-batanya.

“Dia… dia… dia itu Kim So Eun kan!?”seru Hong Ki. Tidak ada tanggapan dari Kim Bum yang masih menatap So Eun. So Eun yang dikenalnya sungguh berbeda. Kini dia terlihat lebih cantik dengan rambut keritingnya. Memakai baju terusan dan sweater kuningnya. So Eun sempat menoleh sambil tersenyum manis kepada Kim Bum. Kim Bum tidak menyangka akan bertemu lagi dengan So Eun yang tidak lama dijumpainya selama 1 tahun. Hati Kim Bum kini merasa kembali berdebar.

Preview Next  Part 4 [Final]:

”Kak Kim Bum. Kenapa Kakak melihatku seperti itu?”tanya So Eun.

”Aku cemburu? Cemburu…. ? Kak Hyun Joong! Aku cemburu dengan siapa?”teriak Kim Bum yang rupanya masih tidak mengerti.

”Hei! Laki-laki itu… apakah dia kekasihnya?”tanya Hong Ki sambil menyikut lengan Kim Joon.

So Eun tersenyum sinis mendengar pertanyaan Geun Suk.

”…. Memang aku akui, aku begitu sakit hati dan kecewa dengannya. Tetapi aku rasa itu tidak masalah bagiku.”

“Selama ini. Dari dulu sejak kita kecil sampai sekarang, aku selalu mencintaimu Kim Bum. Aku… Mau kah kau jadi kekasihku?”ucap Yoon Ah menyatakan perasaannya.

“Terima kasih atas pemberian gelangmu. Aku sangat menyukainya.” Lalu Geun Suk mencium pipi So Eun. Sentak, So Eun pun terkejut.

25 responses to “Perhaps Love [Part 3]

  1. murti November 16, 2010 pukul 6:11 pm

    akhrny mw final!
    Lanjuutt…?!

  2. rizkyapratiwi Februari 9, 2011 pukul 4:23 pm

    huh ,, tuh lah kim bum ntah pa gk bsa bgi waktu antar sahabat sm pacar sih

    salah sendiri tp ne FF yg so eun mutusin kim bum

    biasanya kn gk acara putus2an segala

  3. irma November 4, 2011 pukul 4:43 pm

    sedih bget jd so eun…
    aplg pas mrk putus T.T
    untg.a ms ada geun suk

  4. Aved Mei 13, 2012 pukul 11:42 am

    Nangis aku baca ff ini T_T
    Terharuuu soeun kasian sekalii T_____T
    Baru Kali ini nemu ff yg bisa bkin aku nangis T_____T

  5. cucancie September 2, 2012 pukul 5:25 am

    Benran jd nangis bombay nih,sumpah ceritanya menyentuh bgt,2 jempol deh buat authornya,,,daebak!!

  6. sarah November 9, 2012 pukul 3:33 pm

    Baru sadar bumppa cinta sama sso unnie tpi sayang itu semua telat😥

  7. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 3:14 pm

    Wahhh…… Bumm-ah patah hati di tinggal Sso eunni….
    Hahhahahah
    Seruuuuu-seruuuuuuu ^^

  8. chandra bulan@Nenk BuLan Thea Januari 31, 2013 pukul 1:37 am

    akhir’nya setelah kehilangan bum ngerasa jg kalo so eun berarti bwt bum…patah hati deh,,,hehehe

  9. luthfiangelsso Februari 22, 2013 pukul 9:11 pm

    Wahhh akhirnya kimbum ngerasain penyesalan.jg nd ngerasain rasa sakit jg…
    Gimana rasanya di tinggalin sso.sakit ga bum ??
    Aku jdi gemes sama sifat kimbum yg ga tegas. Jadi rasanya ada senengnya kimbum ngerasa nyesel biar dia tau perasaan.sso….

  10. oliph Oktober 2, 2013 pukul 2:39 pm

    huwaaaaa daebak…

  11. RANI April 1, 2014 pukul 3:43 am

    sedih banget lihat so eun kalau kim bum selalu peduli sama sahabatnya tapi sama pacarnya sendiri nggak peduli sama sekali😦

    Emang dia itu terpaksa nerima so eun jadi pacarnya tapi kan nggak segitunya juga kali………

    Sedih banget waktu baca kim bum & so eun putus T_T
    Pingin nangis gitu bacanya.

  12. tyas27 April 9, 2014 pukul 11:43 am

    kimbum kalo udh kehilangan baru sadar-,-

  13. Kim Ra rA April 23, 2014 pukul 5:35 am

    baru merasa kehilangan dan merasa mencintai waktu Sso nya udah pergi….!

    tapi kenapa sikap Sso seolah biasa biasa aja yach waktu mereka baru ketemu lagi….?

  14. Areca Juni 8, 2014 pukul 9:37 am

    Jgn sad ending yaa

  15. lilis suryani Juli 6, 2014 pukul 3:30 pm

    hmhmhm
    pasti oppa lg falling in love ni ms so eun

  16. ainami September 10, 2014 pukul 2:08 am

    pentingnya seseorang baru berasa setelah dia pergi…

    huhuhu kamu skrg kehilangan sso kan bum….

    trnyata bum ga paham yg namanya jatuh cinta dan memiliki kekasih, nerima sso cuma mengikuti feeling hahaha…

    sempet berpisah setaun akhirnya mereka ketemu lagi…. uyeee mari kita lanjut ke part akhir

  17. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 1:39 pm

    Tambah Nyesek Bacanya,, Bumppa Ternyata Baru Menyadari Bahwa Dia Juga Telah Mencintai So Eun T.T
    Bumppa Merasa Sangat Bersalah Dengan So Eun Saat Mengetahui Yg Sebenarnya Terjadi Hiks,,hiks😥

  18. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 1:40 pm

    Tambah Nyesek Bacanya,, Bumppa Ternyata Baru Menyadari Bahwa Dia Juga Telah Mencintai So Eun T.T
    Bumppa Merasa Sangat Bersalah Dengan So Eun Saat Mengetahui Yg Sebenarnya Terjadi Hiks,,hiks😥
    Akhirnya Setelah Setahun Berpisah Mereka Bertemu Kembali

  19. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 2:27 pm

    makin sedih aja…
    untung ada hyun joong yang nyadarin kim bum..

    so eun cuekin kim bum juga..biar impas…

  20. kimmayurinerays Januari 29, 2015 pukul 5:15 pm

    Akhirny kim bum sdarvjga dgn prsaannya.

    Sneng mreka bsa jmpa lg, tpi pa sso msih cnta dgn kim bum. Next chingu

  21. Marthatina vita vienna Maret 11, 2015 pukul 11:27 am

    Sekarang baru menyesal,setelah kehilangan,emang bener kata orang2 kita baru menyadari betapa berharganya seseorang setelah kita kehilangan.

  22. citra April 14, 2015 pukul 1:23 pm

    Nahhh loo bumppa . Oh oh ternyata ini cinta pertamanya ya jadi ga tau jatuh cinta dam mencintai itu gmn rasanyaa..
    Aduhaduhh ketemu smaa sso lagu dh cantik bangeett. Jatuh cinta lagi dong hihi

  23. Nurinie Laksty Juli 2, 2015 pukul 11:35 am

    Huh,,, bru terasa yah klo udh k’hilangan mah tdi mah gx p’duli emg p’nyesalan itu dtng blakangan bkn p’nyeselan klo dtng’a awal
    mga b’akhir happy ending jha

  24. mia September 3, 2015 pukul 3:34 am

    eonni makin cantik aja

  25. Dela safitri September 13, 2015 pukul 3:33 pm

    Oppa baru menyesal rupanya
    Sayaaang sudah terlambat. Nah baru tau tuh dah oppa .

    Bgmn hong ki bisa lebih dulu menyadari klo itu sso ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: