RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.8


 

Tali yang mengikat tangan So Eun tersangkut dikawat besi. So Eun pun jadi tergantung. Kim Bum langsung mendekatinya dan menarik tangannya ke atas.

”So Eun!” Kim Bum berusaha mengangkatnya. Akhirnya So Eun pun telah sampai dipelukan Kim Bum. Sejenak dia melihat kebawah.

Terlihat Hyun Joong tergeletak dilantai dikelilingi mobil-mobil polisi. Darah Hyun Joong mengalir dari kepalanya, kini Hyun Joong telah tewas.

”So Eun. Kau tidak apa-apa?”tanya Kim Bum sambil melepaskan tali yang mengikat tangan So Eun. So Eun menggeleng menandakan dia baik-baik saja. Tidak lama, So Eun pun pingsan dipelukannya.

”So Eun!”Kim Bum terkejut melihatnya pingsan.

Mata So Eun pun terbuka dengan perlahan. Dia mendapati dirinya berada dikamarnya sendiri.

”So Eun! Kau sudah sadar?”teriak Ji Yun yang sedang duduk disampingnya. So Eun bangun sambil memegang kepalanya. Masih terasa pusing.

”So Eun. Kau jangan bangun dulu. Kondisimu belum sehat.”ujar Ji Yun sambil menuntut So Eun untuk berbaring kembali.

”Kau baik-baik saja kan?”tanya Ji Yun. So Eun tidak menjawab. Sebaliknya, So Eun malah menutup matanya sendiri. Masih ingin beristirahat setelah peristiwa tadi.

Ji Yun pun memakluminya.

”So Eun. Kau harus banyak istirahat.” Ji Yun menyelimuti So Eun. Lalu Ji Yun pun keluar dari kamar So Eun.

Pukul 03.00, So Eun duduk dikasur memandang langit yang masih gelap. Dia sudah tidak bisa tidur lagi. Air matanya menetes ke pipinya.

”Ayah, Ibu. Semoga kalian bahagia disurga ya. Aku merindukan kalian.”

Kim Bum melihat So Eun duduk dikasur sambil memandang jendela. Lalu Kim Bum pun masuk kedalam kamarnya dan duduk disamping So Eun. So Eun langsung menghapus air matanya begitu melihat kedatangan Kim Bum.

”So Eun. Bagaimana keadaanmu?”Tanya Kim Bum.

”Aku baik-baik saja.”jawab So Eun.

“Aku harap kau bersabar. Aku yakin orang tuamu bahagia melihatmu sehat.”ujar Kim Bum. Mata So Eun berkaca-kaca melihatnya.

“So Eun.”

So Eun langsung memeluknya dan menangis terisak.

“Kim Bum!”

So Eun menangis terisak. Kim Bum pun membalas pelukannya ingin memberinya ketenangan.

*****

So Eun dan Kim Bum kini sedang sarapan. Suasananya jadi kaku. So Eun kini tidak banyak bicara begitu juga Kim Bum. Sang Hyun datang disamping So Eun. So Eun menatapnya bingung begitu juga Kim Bum.

”Nona So Eun. Anda dipanggil Presdir Jung Gil untuk datang ke ruangan pribadinya”ujar Sang Hyun.

”Baik. Aku mengerti.” So Eun meletakkan sendok dan garpunya di atas piringnya. Kemudian berdiri dan mengikuti Sang Hyun. Kim Bum hanya terdiam memandangnya.

”Masuk!”teriak Presdir begitu mendengar pintunya diketok. Sang Hyun dan So Eun pun masuk. Lalu Presdir menyilahkan So Eun duduk disofanya. Dengan agak kaku, So Eun pun duduk di sofa.

”Aku turut prihatin kepadamu, So Eun. Mungkin karena kurangnya pengawasan kami. Sehingga kau begitu mudah diculik olehnya. Untunglah Kim Bum berhasil menyelamatkanmu.”ujar Presdir sambil meletakkan kacamatanya ke meja. So Eun terdiam.

”Uhm… Walaupun kami sudah berhasil mengungkapkan pembunuh orang tuamu. Aku harap kau tidak lupa dengan janjimu.”

So Eun kembali memandangnya serius.

”Aku harap. Kau jangan terus bersedih. Karena kau masih mempunyai tugas satu lagi. Yaitu menjaga Kim Bum sampai masalah yang menimpa keluarga kami selesai.”lanjut Presdir. Sang Hyun menatap So Eun. So Eun pun mengangguk mengerti.

”Saya mengerti, Kakek. Saya akan terus menjaganya.”jawabnya. Presdir mengangguk senang dengan So Eun yang begitu paham dengan tanggung jawabnya.

Kim Bum dan So Eun pun telah masuk ke dalam kelasnya disambut para siswa.

”So Eun! Kau tidak apa-apa? Aku dengar kau diculik Mister Hyun Joong?”tanya Ah In khawatir. Kim Bum langsung duduk di bangkunya.

”Aku baik-baik saja.”

”So Eun. Terimalah bunga ini.” Geun Suk menyerahkan buket bunga mawar ke So Eun.

”Hah?” So Eun jadi bingung. Kim Bum membuang mukanya begitu muncul Geun Suk.

”Tenang saja. Ini bunga dari kelas kita. Untuk menyambutmu yang sudah sehat ini.”lanjut Geun Suk.

”Oh. Haha… Terima kasih.”ucap So Eun sambil mencium bunga mawar yang wangi itu.

”Terima kasih kalian semua! Aku benar-benar senang.”ujar So Eun.

*****

”Apa tidak buru-buru, Ayah?”tanya Madam Ye Jin mendengar perkataan Ayahnya di ruang keluarga.

”Aku kira mereka sudah siap.”jawabnya.

”Baiklah. Kalau memang Ayah berpikir begitu.”

”Nanti malam, kita akan memberitahukan mereka. Orang tuanya Eun Hye juga akan datang.”

”Baik.”

Presdir Jung Gil kembali minum teh herbalnya diikuti anaknya, Madam Ye Jin.

Pada malam hari di ruang makan. So Eun, Kim Bum, Ji Yun, Kim Joon beserta keluarganya Kim Bum berkumpul disatu ruangan itu. So Eun menyikut Ji Yun.

”Ji Yun. Memangnya ada acara apa ya?”tanyanya sambil memerhatikan Presdir Jung Gil.

”Entahlah. Aku juga tidak tahu.”jawab Ji Yun. Tidak lama keluarganya Eun Hye telah datang dan bergabung dengan mereka.

”Oh. Rupanya kalian sudah datang. Silakan duduk dan nikmati sajian makan malam kami.”kata Presdir Jung Gil.

”Kau tidak usah repot-repot, Presdir.”ujar Ayahnya Eun Hye.

Kim Bum mengernyitkan dahinya melihat kedatangan keluarganya Eun Hye. Kim Bum langsung bertanya kepada Eun Hye yang duduk disampingnya.

”Ada apa ini, Tante? Kenapa keluargamu datang juga?”

”Aku juga tidak tahu, Kim Bum. Katanya aku harus datang kesini bersama keluargaku. Katanya sih ada yang mau diumumkan.”jawab Eun Hye.

”Apa?”
Presdir mengetuk gelasnya berkali-kali seolah ingin memberi perhatian.

”Baiklah. Karena kalian sudah berkumpul disini. Kalian pasti merasa heran kenapa keluarga Eun Hye pun datang.”

Semuanya terdiam memperhatikan Presdir Jung Gil yang berdiri.

”Keluargaku dan keluarga Eun Hye sudah membahas tentang pertunangan cucuku dan anaknya.”

”Hah? Apa maksudnya?”tanya Kim Joon kepada Kim Bum yang duduk disampingnya.

Kim Bum dan Eun Hye merasakan ada firasat buruk.

”Kami sudah membicarakan tentang tanggal pertunangannya. Dan kami sepakat pertunangan ini akan dilaksanakan 1 minggu kemudian.”seru Presdir Jung Gil diiringi tepukan meriah di sekelilingnya kecuali Kim Bum, Eun Hye, So Eun, Ji Yun, dan Kim Joon.

”Apa? Mereka akan segera tunangan?”guman Ji Yun terkejut.

So Eun memerhatikan Kim Bum dengan wajahnya yang kecewa.

Dia tidak berbicara. Tidak menentang. Hanya terdiam. Sementara Eun Hye memandang Sang Hyun. Sama seperti Kim Bum, Eun Hye hanya terdiam kecewa.

*****

Sejak pengumuman pertunangan itu. Suasana mulai berubah. Rumahnya sedang sibuk didekorasi. Kini Kim Bum sering keluar dari rumahnya. So Eun yang menemaninya hanya menatap Kim Bum bingung. Kini mereka berada di sebuah kafe. Kim Bum sedang terdiam menatap laptopnya. So Eun hanya bisa minum jusnya.

Tidak lama, So Eun pun membuka suaranya.

”Kim Bum.”

”Ng?”jawab Kim Bum tanpa menatap So Eun.

“Kim Bum.” Panggilnya lagi

“Ng?”

So Eun jadi kesal mendengar Kim Bum hanya menjawab tanpa membuka mulutnya untuk berbicara.

“Kim Bum!”teriak So Eun.

“Ada apa, So Eun?” Kim Bum pun berbicara dengan malas.

”Begitu Kim Bum. Kau jangan hanya menjawab ’Ng’ aja. Bikin kesal tau gak?” So Eun mengoceh. Kim Bum kembali menatap laptopnya.

“Kim Bum. Kau kan sebentar lagi tunangan. Lalu kenapa kau jadi cemberut begitu?”tanya So Eun. Lagi-lagi Kim Bum tidak menjawabnya.

So Eun hanya bisa mendengus kesal melihatnya.

“Oke…oke! Kalau kau tidak mau menjawab pertanyaanku.”kesalnya. Kim Bum pun tertawa pahit.

Eun Hye bersama Sang Hyun di taman rumah Presdir Jung Gil.

”Sang Hyun. Aku mencintaimu.”seru Eun Hye membuat Sang Hyun tertegun mendengarnya.

”Nona Eun Hye. Kau jangan begitu. Kau akan segera bertunangan dengan Tuan muda Kim Bum.”

”Sang Hyun! Bisakah kau tidak memikirkannya? Aku hanya bertanya padamu. Kau tau aku mencintaimu. Lalu bagaimana perasaanmu terhadapku?”tanya Eun Hye langsung. Sang Hyun terdiam.

”Mohon maaf, Nona. Aku ada urusan penting.”ujarnya sambil berbalik meninggalkan Eun Hye sendirian di taman.

”Dasar Sang Hyun bodoh!”gumam Eun Hye sambil meneteskan air matanya melihat punggung Sang Hyun yang memasuki rumah.

Minuman So Eun telah habis. Sudah 3 jam menemani Kim Bum yang masih main laptop.

So Eun jadi penasaran yang dilakukannya.

”Kim Bum! Sudah 3 jam kita disini. Sebenarnya apa sih yang sedang kau lakukan dilaptop?”tanya So Eun sambil menyenderkan kepalanya untuk melihat layar Laptop. Kim Bum panik langsung menutup laptopnya.

“Hei! Kau kenapa? Aku kan mau lihat juga.” So Eun terkejut melihat Kim Bum.

”Tidak boleh!”

”Kenapa?”

Tiba-tiba Eun Hye datang sendirian ke kafe. Eun Hye terkejut melihat So Eun dan Kim Bum.

”Kak Eun Hye?”

Kim Bum hanya terdiam.

”So Eun. Kebetulan kau ada disini. Kau bisa ikut aku?”

”Hah?”

Eun Hye langsung menarik So Eun keluar.

Kini Eun Hye dan So Eun sedang duduk di taman kota. Tiba-tiba Eun Hye menangis.

”Kak Eun Hye. Kau tidak apa-apa?”tanya So Eun sambil mengeluarkan tisu yang dibawanya di tas. Lalu diberikannya ke Eun Hye. Eun Hye pun menerimanya dan menyeka air matanya.

”So Eun. Bagaimana ini? Padahal aku mencintai Sang Hyun. Aku tidak mau bertunangan dengannya.”

”Apa? Kakak mencintai Sang Hyun?” So Eun terkejut yang baru mengetahui Eun Hye mencintai Sang Hyun meskipun dia tahu kalau Kim Bum dan Eun Hye tidak saling mencintai.

”Iya. Kau tau? Aku menerima jadi calon tunangannya karena ada Sang Hyun. Tapi aku takut kalau aku resmi jadi tunangan Kim Bum maka aku harus berakhir menikah dengannya. Bagaimana ini, So Eun?”

So Eun tidak menjawabnya. Eun Hye terus menangis dipelukan So Eun.

*****

Acara pertunangan telah tiba. Para tamu dan teman-teman sekelasnya pun datang menghadiri acara itu. Mereka pun berkumpul di ruang pesta itu. Mobil milik keluarga Eun Hye pun datang. Mereka pun keluar. Keluarga Kim Bum bersama So Eun kecuali Kim Bum menyambut kedatangannya. Eun Hye pun membawa kucing putih yang lucu.

So Eun dan Ji Yun langsung menghampiri Eun Hye yang berpenampilan sangat cantik.

”Kak Eun Hye! Wah… kucingnya lucu sekali.”puji So Eun sambil mengelus kepala kucing yang dipenuhi bulu-bulunya yang halus.

”Lucu kan? Coba kau gendong kucing ini. Jinak kok!”

”Benarkah?” So Eun pun menggendong kucing yang dibawa Eun Hye.

Presdir pun mendekati Eun Hye.

”Mari kita masuk, Eun Hye.”

Eun Hye mengangguk.

”So Eun. Tolong jaga kucingku ya?”

”Baiklah.”

Eun Hye pun masuk kedalam diikuti So Eun.

Namun So Eun tidak langsung masuk keruang pesta. Dia berniat menuju ke kamarnya. Namun saat dia sedang naik tangga, tiba-tiba kucing itu melompat darinya dan kabur.

”Eh-eh. Tunggu! Kau jangan kabur! Hhh… katanya kucingnya jinak. Tapi ternyata….”

So Eun pun terpaksa mencari kucing Eun Hye yang mulai hilang dari pandangannya. Tiba-tiba dia menabrak Sang Hyun.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Sang Hyun.

”Aku tidak apa-apa, Kak Sang Hyun.”jawab So Eun. So Eun mengernyitkan dahinya begitu melihat seseorang disamping Sang Hyun. Seorang pria berjas hitam tersenyum ke arahnya. So Eun pun membalas senyumannya.

”Dia siapa, Kak Sang Hyun?”tanya So Eun.

”Oh. Dia ini adalah Lee Jae Goong. Beliau ini adalah temannya Presdir Jung Gil.”jelas Sang Hyun sambil memperkenalkannya ke So Eun.

”Oh. Selamat datang Tuan Jae Goong.”sapa So Eun. Jae Goong hanya tersenyum. Lalu mereka pun beranjak menuju ke ruang pesta. So Eun hanya terdiam melihatnya.

”Ah! Si kucing! Kucing….?! Kau dimana?” So Eun terus mencarinya.

Kim Bum pun telah memasuki ruang pesta ditemani Kim Joon dan Min Ho.

Mereka pun bergabung dengan rombongan Presdir. Kim Bum dan Eun Hye berhadapan. Mereka hanya saling memandang pasrah. Sesekali Eun Hye memandang Sang Hyun yang berdiri disamping Presdir Jung Gil. Sementara Kim Bum, matanya mencari sosok So Eun.

Geun Suk, Ah In, So Hee, dan Gyu Ri sedang berkumpul didepan meja sajian makanan.

”Aku tidak mengira Kim Bum akan bertunangan dengan wanita yang lebih tua darinya.”ujar Geun Suk sambil memperhatikan rombongan Kim Bum. Sedangkan So Hee hanya bisa terdiam kecewa, kesal, dan sedih.

”Padahal aku masih mencintainya. Kenapa dia mesti dijodohkan sih?”kesal So Hee. Gyu Ri terus mengelus pundaknya.

”Yang sabar ya, So Hee.” Gyu Ri berusaha menenangkan sahabatnya.

”Ngomong-ngomong mana So Eun? Kok gak ada?”celetuk Ah In sambil mencari sosok So Eun. Geun Suk yang menyadari itu pun ikut mencari sosoknya.

“Aduh! Kucing. Kau dimana sih? Jangan bersembunyi lagi. Aku sudah capek.”

So Eun terus mengeluh. Tiba-tiba dia melihat kucing itu berlari masuk ke dalam kamar.

”Ah! Itu dia. Kau tidak akan bisa kabur dariku lagi.” So Eun pun berlari masuk kedalam kamar yang rupanya tidak dikunci.

Dia tertegun melihat suasana kamar yang rapi.

”Wah. Bagus sekali kamar ini. Ini kamar siapa ya?”

Tiba-tiba kucing itu melompat dari meja sehingga dokumen-dokumen yang tertata rapi di atas meja terjatuh berserakan.

”Aduh! Kucing ini malah bikin kacau saja!”

So Eun pun menunduk. Memungut dokumen-dokumen itu. Tiba-tiba foto yang diselip ke dokumen itu terjatuh berserakan. So Eun tertegun melihat foto yang terjatuh itu.

”Ini kan fotonya Kim Bum dan aku?” So Eun terus melihat foto-foto secara bergantian. Dia terkejut melihat foto terakhir itu.

”Kenapa dia bisa ada difoto ini?” So Eun jadi bertanya-tanya.

”Meong…” terdengar suara kucing yang berusaha mencabik-cabik pintu lemari.

”Ah! Kucing, kau disitu rupanya.”

So Eun pun menghampirinya lalu menggendongnya. Namun kucing itu terus mengeong.

”Ada apa, kucing?”

So Eun menatap lemari pakaian itu.

Dia pun membuka pintunya. Dan seorang pria terjatuh dengan posisi terikat. Pria itu tidak sadarkan diri. So Eun merasa kenal dengan wajah pria itu. Dia berusaha mengingatnya. Dan tiba-tiba dia menyadarinya.

”Bukankah ini Tuan Lee Jae Goong? Jangan-jangan….”

So Eun langsung berlari keluar. Kucing itu pun kembali melompat dan kabur lagi darinya.

”Baiklah. Kim Bum dan Eun Hye silakan kalian bertukar cincin.”seru Presdir Jung Gil yang acaranya pun telah dimulai.

So Eun terus berlari menuju ke ruang pesta. Dia melihat pelayan membawa banyak pisau makanan.

”Eh-eh… tunggu! Aku pinjam pisaunya dulu ya!” So Eun langsung mengambil beberapa pisau tanpa menghiraukan pelayan yang bertanya-tanya dengannya. So Eun kembali berlari menuju ke ruang pesta.

Jae Goong palsu memasukkan tangannya ke kantong jasnya lalu mengeluarkan senjata sambil ditutupi saputangan sehingga orang-orang tidak bisa melihat senjata pistolnya. Dia mengarahkan ke Kim Bum yang sedang ragu untuk memasukkan cincin itu ke jari Eun Hye.

So Eun telah sampai di ruang pesta namun terkejut melihat Jae Goong palsu siap menembaknya. So Eun langsung masuk melindungi Kim Bum sambil melempar pisau yang dibawanya hingga menancap tangan Jae Goong palsu itu. Suasana jadi ricuh melihat aksi So Eun dan pistol yang dijatuhkan Jae Goong palsu. Jae Goong palsu itu merintih kesakitan sambil mencabut pisau.

”Ada apa ini, So Eun?”tanya Kim Bum.

”Dia bukan Tuan Lee Jae Goong asli!”

Suara mulai ricuh mendengar perkataan So Eun.

”Apa maksudmu?”

”Kau bukan Lee Jae Goong. Benarkan, Ibu Han Chae Young?”

“Apa?!”

“Benarkah itu?”Tanya So Hee.

Orang itu tersenyum. Sambil menahan rasa sakit di tangannya. Dia pun membuka topengnya. Seisi ruang terkejut melihat rupa Chae Young.

”Bukankah dia sudah meninggal?”seru Suk Hwan.

Chae Young tersenyum sambil menepuk tangan dengan pelan.

”Tidak kusangka kau pintar sekali, So Eun.”

”Kenapa Ibu Chae Young masih hidup?”tanya Kim Bum.

”Rupanya yang kita lihat di laut itu, dia belum mati, Kim Bum.”jawab So Eun sambil berbisik kepada Kim Bum.

”Aku sudah mengetahui siapa pelaku dibalik semua penculikan dan pembunuhan terhadap keluarga Kim Bum. Aku menemukan bukti ini.”lanjutnya.

So Eun menunjukkan dokumen yang dibawanya.

”Pelakunya adalah……” So Eun menatap tajam Sang Hyun.

”Yoon Sang Hyun!”seru So Eun.

”Apa?!”seru Eun Hye beserta para tamu terkejut mendengar So Eun. Mereka pun memusatkan perhatian ke Sang Hyun yang terus terdiam.

”Apakah itu benar, Sang Hyun?”tanya Presdir Jung Gil tidak percaya Sang Hyun, mantan bodyguard dan Asisten pribadinya yang dipercaya adalah pelaku dibalik semua masalahnya.

Sang Hyun tersenyum lalu mengeluarkan pistolnya dan ditodongkannya ke kepala Presdir Jung Gil yang berada disampingnya.

”Kakek!”teriak Kim Bum panik melihatnya.

”Rupanya kau memang tidak bisa diremehkan, So Eun.”ujar Sang Hyun sambil tersenyum kepada So Eun yang sedang menatap waspada ke Sang Hyun dan Chae Young.

So Eun terus melindungi Kim Bum dan Eun Hye. Dia memutar otak untuk mencari cara menyelamatkan Presdir Jung Gil.

“Kenapa kau lakukan ini, Sang Hyun?”tanya Presdir Jung Gil.

Sang Hyun tidak langsung menjawabnya. Dia menunjukkan sebuah foto dari saku celananya.

”Apa kau masih ingat ini, Presdir?”

”Bukankah itu adikmu, Yoon So Hye?”

”Ya. Dia meninggal karenamu.”

”Apa? Apa maksudmu.”

Presdir terkejut mendengar perkataan Sang Hyun. Dia masih tetap tidak mengerti.

”Jangan pura-pura lupa! Kau kan yang mendorongnya hingga dia tewas.”

Eun Hye memegang kepalanya. Rasanya dia jadi ingat sesuatu.

”Apa maksudmu? Aku tidak mendorongnya.” Presdir masih tidak mengerti maksud perkataan Sang Hyun. Sang Hyun melepaskan tembakan pertama ke atap rumah. Para tamu jadi panik. Lalu kembali dia menodongkan pistolnya ke Presdir.

”Sudah kubilang. Kau jangan pura-pura lupa!?”seru Sang Hyun.

”Aaarrgghh……!!!”teriak Eun Hye sambil memegang kepalanya. So Eun, Kim Bum dan para tamu sentak melihat Eun Hye.

 

TO BE CONTINUED…………………………………………………

18 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.8

  1. rini Desember 4, 2010 pukul 12:18 am

    wah ternyata yg menror keluarga kim bum asisten kakek.a sndri . .
    so eun cocok dhe jd detektif . .

  2. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 3:13 pm

    wawh ,,,, wah ,,, musuh di balik selimut
    gk d sangka ternyata sang hyun

    why ? pada hal q pkir baeg

  3. stefani chance Agustus 23, 2011 pukul 6:55 am

    wwwwaaaahhhh qw sangat” g’g nyangka ………

  4. geill Desember 23, 2011 pukul 2:20 pm

    wowwwwwwwww,makin seru aja nih…………….
    lanjut……………lanjut………………………….lanjut……………………….

  5. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 8:58 am

    Penasaran…penasaran..lanjut….lanjut….

  6. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 10:50 am

    Keren kak makin kerenn aduhh Sso pinter banget sih😀 ternyata benar dugaanku kalo Sang Hyun dalangnya uhh jahat banget sihh tp apa panyebabya Sang hyun lakuin itu ya?? Lanjut baca kak🙂

  7. tanti no kawai Desember 10, 2012 pukul 1:39 pm

    Wahhhh……seruuuuuuuuuuuu

  8. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 7:19 am

    ternyata sang hyun penjahatnya,agak nebak si. Ternyata bener

  9. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 5:17 am

    Lagi seruuu nihhh

  10. oliph September 27, 2013 pukul 2:17 pm

    ada apa ini…..seruu…penasaran…

  11. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 4:19 pm

    loooh jadi dia pelakunya??
    wah seru bgt niih

  12. RANI April 1, 2014 pukul 4:15 am

    wah ternyata rencana jahat itu yang memimpinnya itu pengawalnya kakeknya kim bum sendiri…………

    Wah kenapa chae young bisa hidup lagi,,,,,,,,, jangan-jangan waktu itu dia nggak mati lagi………

  13. ainami September 10, 2014 pukul 12:38 am

    wwoooooiii sang hyun..

    selama baca cerita ini kepikiran sih jgn2 sang hyun itu otak dibalik semua teror tp kadang ragu juga krn dia kerja dgn sgt bagus dan sebelum sso dateng dia jd bodyguardnya bum…

    mgkn dia kerja bagus gitu supaya dpt kepercayaan dr kakek bum shg lbh leluasa menjalankan aksinya …

    dan trnyata bener sang hyun jahat:/ eun hye suka ma dia pantesan tiap dtg yg dicarinya adalah sang hyun.
    tp knp eun hye tiba2 teriak ya…

  14. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 5:51 pm

    so uen pintar jga yah..

  15. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 2:01 pm

    nggak nyangka sang hyun orang jahat…
    tapi sso keren banget pas mengungkap semuanya…

    yeah…pertunangannya kim bum ma eun hye terhambat..

  16. citra April 15, 2015 pukul 1:53 pm

    Makinn seruu ternyataaa otak dibalik semuaaa ini org dalam org kepercayaan presdir sendiri ckckkcck

  17. mia September 8, 2015 pukul 4:47 am

    ada apa sebenar nya

  18. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 2:57 pm

    akhirnya kebongkar juga dalang dari semua ini,,, tapi kenapa wali kelasnya bisa hidup kembali??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: