RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.9


 

 

”Sayang. Kau kenapa?”cemas Ibunya Eun Hye sambil menghampiri putrinya.

”Aku ingat. Aku kenal orang yang difoto itu. Aku ingat!”

Semuanya jadi terdiam bingung melihatnya.

”Apa maksudmu, Eun Hye?”tanya Sang Hyun yang bingung melihatnya.

”Aku ingat! Akulah yang membunuhnya!? Aku yang mendorongnya?!”

”Apa?”

Sang Hyun terkejut mendengarnya.

Eun Hye pun mulai ingat dengan masa-masa lalunya.

 

20 tahun yang lalu……

 

Gadis kecil berkepang sedang asyik bermain ditaman. Ketika dia sedang asyik berlari. Tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang kakek. Gadis kecil itu pun menangis.

”Aduh! Cup…cup… kau jangan menangis.”Kakek itu berusaha menenangkan gadis kecil itu. Gadis kecil itu pun mulai tenang.

”Kau tidak apa-apa, gadis kecil?”tanyanya. Gadis itu hanya mengangguk.

”Baguslah kalau kau tidak apa-apa. Siapa namamu?”

”Yoon So Hye.”jawabnya.

”Nama yang sangat bagus, So Hye.”puji kakek itu. So Hye tersenyum.

Tiba-tiba dia melihat sebuah pena disaku kakek itu.

”Apa itu?”tanya So Hye sambil menunjuk ke saku pakaian kakek itu.

”Oh. Ini.” Kakek itu mencabut pena itu dari sakunya lalu So Hye langsung memegang penanya.

”Kau suka?”

So Hye mengangguk.

”Kalau begitu, ini buatmu saja, So Hye.”

”Benarkah?” Kakek itu mengangguk. So Hye berteriak kegirangan sambil meloncat.

”Terima kasih, Kakek. Nanti akan aku tunjukkan kepada kakakku.”teriak So Hye sambil berlari meninggalkannya. Kakek itu hanya tertawa geli melihat tingkah So Hye.

”Kakek!?”teriak gadis kecil lain memanggilnya sambil memeluknya. Kakek itu pun menggendongnya.

”Aduh, Eun Hye kecilku. Ada apa?”tanya kakek.

”Kakek. Aku mau main lempar bola.”

”Oh, baiklah.”

”Tapi kakek yang lempar ya. Aku yang tangkap.”

”Iya-iya.” Kakek itu menurunkan Eun Hye lalu dia mengambil bolanya.

”Bagaimana? Kau sudah siap?”tanya Kakek.

”Sudah, Kakek. Ayo cepat lempar.”

Kakek itu pun melempar bolanya dengan pelan. Namun Eun Hye gagal menangkapnya. Sehingga bola itu menggelinding terlalu jauh.

”Biar aku saja yang mengambilnya, kakek.”

Eun Hye langsung berlari menuju ke arahnya tanpa menghiraukan Kakek.

”Tapi Eun Hye! Hati-hati, disana sangat curam.”

Namun Eun Hye tidak mendengarnya.

 

So Hye sedang asyik berjalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba pena yang dipegangnya pun terlepas. Pena itu pun terjatuh disamping pohon. So Hye pun segera mengambilnya.

”Aduh! Jangan sampai terjatuh lagi ya.”ujar So Hye sambil membersihkan penanya yang mulai kotor.

 

Eun Hye masih mencari bola. Namun masih belum menemukannya. Eun Hye melihat punggung So Hye. Eun Hye pun langsung mendekatinya bermaksud menanyakan keberadaan bolanya. Tiba-tiba kaki Eun Hye tersandung batu sehingga tanpa sengaja Eun Hye mendorong So Hye. So Hye pun terjatuh ke bawah. Tubuhnya menggelinding melewati semak-semak yang ada dibawah. Dan So Hye pun tersangkut di pohon dengan tidak sadarkan diri. Melihat itu, Eun Hye jadi ketakutan. Dia pun berlari ke tempat Kakeknya lewat jalan aspal.

Namun sebuah mobil yang mengebut itu langsung menabrak Eun Hye. Mobil itu pun berhenti dan melihat Eun Hye terluka di kepalanya dan tidak sadarkan diri.

 

”Eun Hye! Kau dimana?”teriak Kakek yang mengkhawatirkan Eun Hye yang lama tidak kembali.

”Presdir Jung Gil! Ada seorang gadis kecil tersangkut dibawah.”teriak salah satu pengawalnya.

”Apa?!”

Kakek itu langsung menuju kesana dan melihat gadis yang dikhawatirkan itu adalah Eun Hye. Tapi ternyata bukan.

”Bukankah itu, Yoon So Hye? Kalian cepat angkat dia!”

”Baik, Presdir” Pengawal itu melaksanakan perintahnya.

 

”So Hye! Kau dimana?”teriak Sang Hyun, kakaknya. Tiba-tiba dia melihat banyak orang yang berkumpul. Karena penasaran. Sang Hyun pun berlari kesana. Dan dia terkejut melihat adiknya dipeluk Presdir dalam keadaan tidak sadarkan diri.

”So Hye! So Hye?!”teriaknya sambil memeluk adik kecilnya.

”So Hye! Bangunlah So Hye!? Kau jangan tinggalkan kakak!”

Sang Hyun mengguncangkan tubuhnya. Tetap tidak mau terbangun. Presdir Jung Gil pun memegang pundak Sang Hyun.

”Maaf, nak. So Hye sudah meninggal.”

“Apa? Tidak mungkin!? So Hye, bangunlah!” Sang Hyun masih tidak rela adiknya meninggal. Tiba-tiba dia memegang sebuah pena yang digenggam So Hye. Sang Hyun melihatnya pena yang tertulis ‘Lee Jung Gil’.

“Presdir Jung Gil. Gawat!? Eun Hye kecelakaan!”

”Apa?!”

Presdir tertegun mendengarnya.

Sang Hyun yang mendengar nama kakek itu pun menatapnya dengan tajam dan dendam. Dia mengira Presdir Jung Gil lah yang membunuh adiknya tercinta.

 

*****

 

”Tidak mungkin!?”teriak Sang Hyun setelah mendengar cerita Eun Hye.

”Itu tidak mungkin! Kau pasti bohong!”

”Aku minta maaf, Sang Hyun! Waktu itu setelah kecelakaan. Rupanya aku amnesia. Aku tidak begitu ingat tentang kejadian itu.”
” Tidak mungkin!” Sang Hyun jadi tidak percaya. Selama ini dia balas dendam dengan Presdir Jung Gil ternyata hanyalah sebuah kesalahpahamannya.

Dengan diam-diam, So Eun berjalan ke belakang Chae Young yang sibuk memperhatikan Sang Hyun. Kemudian dia menahan Chae Young dari belakang.

”So Eun.” Chae Young terkejut melihat kesigapan So Eun.

Sang Hyun langsung mengarahkan pistolnya ke So Eun namun Min Ho yang ikut datang langsung menahan tangan Sang Hyun ke atas. Terjadi perkelahian diantara mereka berempat. So Eun berusaha memukul Chae Young. Begitu juga Chae Young berusaha membalas pukulan So Eun.

Min Ho berusaha menjatuhkan pistol, Sang Hyun berusaha mengarahkan pistolnya ke arah So Eun. Dan terjadi tembakan!?
”Door!”

Seisi ruang terkejut mendengar letusan peluru. Dan terkejut melihat Sang Hyun menembaknya. Sang Hyun hanya melihatnya tidak percaya. Bahkan So Eun pun juga tidak percaya dengan yang dilakukan Sang Hyun.

“Chae Young!” Sang Hyun melepaskan dirinya dari Min Ho dan berlari ke Chae Young yang tergeletak sambil memegang dadanya yang ditembus peluru.

Sang Hyun memeluknya.

“Maafkan aku, Chae Young! Aku… aku…” Sang Hyun telah menembak Chae Young. Chae Young memegang pipi Sang Hyun yang mulai menangis.

“Jangan bilang seperti itu, Sang Hyun. Sepertinya semua dendammu ini hanyalah kesalahpahamanmu, Sang Hyun.”

Sang Hyun terdiam menangis melihatnya.

”Sang Hyun. Kau jangan dendam lagi ya. Aku akan selalu mencintaimu, Sang Hyun.” tangan Chae Young yang menyentuh pipi Sang Hyun pun terjatuh tidak berdaya. Chae Young telah menghembus napas terakhirnya.

”Chae Young?!”teriak Sang Hyun.Dia sudah kehilangan kedua perempuan yang dicintainya. Suasana jadi tegang melihatnya. So Hee dan Gyu Ri beserta para wanita mulai menangis terisak kejadian tragisnya. Sedangkan para pria hanya terdiam melihatnya.

Tidak lama, Sang Hyun menatap tajam ke arah Kim Bum dan Eun Hye. Lalu dia menodongkan pistol yang dipegangnya ke arah Kim Bum.

So Eun yang melihat itu langsung berlari ke arah Kim Bum.

”Kim Bum, awas!?”seru So Eun sambil memunggungi Kim Bum.

Lagi-lagi peluru pun ditembak dan mengenai perut So Eun.

“So Eun!” Kim Bum terkejut melihatnya.

Dengan sisa tenaganya, dia pun melempar pisau ke arah Sang Hyun.

Pisau itu pun menancap bahu Sang Hyun hingga pistol yang dipegangnya pun terjatuh. Dengan sigap, Min Ho pun menahan Sang Hyun dan Kim Joon mengambil pistol itu dengan saputangannya.

 

Geun Suk, Ah In, So Hee, Gyu Ri, dan yang lainnya langsung mengerubuti Kim Bum.

”So Eun! Sadarlah!”teriak Kim Bum sambil mengguncangkan tubuhnya. Air matanya mulai jatuh ke pipi So Eun. Tidak ada respon dari So Eun.

”So Eun!?” Kim Bum pun memeluk So Eun.

 

*****

 

Tembok bercat putih, selimut putih, dan pakaian putih. So Eun pun membuka matanya. Dia melihat dirinya terbaring di rumah sakit dan tangannya di infus.

”Kim So Eun! Kau sudah sadar?”seru Kim Bum melihat So Eun terbangun.

“Apakah aku di rumah sakit?”

“Iya, So Eun.”ujar Ji Yun.

Rupanya teman-temannya pada berkumpul di rumah sakit.

“Hei. Aku tidak menyangka kalau kau adalah bodyguardnya Kim Bum. Perkelahianmu semalam dengan Ibu Chae Young sungguh keren!”celetuk Geun Suk. So Eun pun tertawa mendengarnya.

Kim Bum hanya terdiam bangga mendengarnya.

”Kau harus cepat sembuh ya, So Eun!”ucap Kim Joon diikuti anggukan para temannya. So Eun jadi terhibur melihatnya.

Presdir Jung Gil beserta keluarganya telah masuk ke dalam kamar So Eun setelah mendengar kabar dari Kim Bum.

”Kakek.”

”Kim So Eun. Syukurlah, kau baik-baik saja.” Presdir langsung menggenggam tangan So Eun. Bahagia melihatnya sadar dari lukanya. So Eun tersenyum melihatnya.

”So Eun. Sekali lagi aku berterima kasih kepadamu karena kau telah menyelamatkan Kim Bum.” giliran Madam Ye Jin berbicara sambil menangis bahagia.

”Berkatmu. Semua masalah telah terungkap. Aku tidak menyangka Sang Hyun berbuat begitu hanya karena kesalahpahamannya.”

So Eun jadi teringat dengan Sang Hyun dan Eun Hye.

”Bagaimana dengan Sang Hyun, Kek?”

”Min Ho dan polisi yang terlibat akan mengurusnya. Sang Hyun akan segera di adili. Namun aku tidak tau berapa lama dia akan dipenjara.”jawab Presdir Jung Gil.

”Lalu Eun Hye?”

Presdir terdiam. Dia pun melepaskan kacamatanya.

”Dia akan segera pindah ke London. Dia akan melakukan perawatan yang serius dengan otaknya.”

So Eun terdiam.

 

*****

 

1 minggu kemudian. So Eun berdiri melihat suasana diluar rumah sakit. Kim Bum mengetok pintu sambil masuk ke dalam. So Eun menolehnya.

”Kim Bum.”

”Bagaimana kabarmu?”tanya Kim Bum.

”Seperti yang kau lihat. Aku sudah kembali sehat walaupun belum total.”

”Iya. Padahal peluru yang menembus perutmu itu sangat dalam.”ucap Kim Bum sambil berdiri disampingnya. So Eun hanya tersenyum.

”Oh iya, ini ada titipan surat dari Tante Eun Hye.” Kim Bum menyerahkan suratnya ke So Eun.

”Hah? Surat apa ini?”tanya So Eun bingung sambil mengamati surat dari Eun Hye.

”Entahlah. Aku tidak membukanya.”

So Eun pun terdiam.

 

Setelah Kim Bum keluar dari kamarnya. So Eun pun membuka surat dari Eun Hye.

Dia pun membaca goresan tulisan Eun Hye.

’Kim So Eun. Terima kasih atas semua usahamu yang ingin mengungkapkan permasalahan yang terjadi kepada keluarga Kim Bum dan juga kepadaku. Meskipun berat bahwa Sang Hyun adalah pelaku yang membalas dendam atas kematian adiknya. Namun ini juga salahku. Aku sudah mengunjunginya terakhir kalinya. Berkali-kali aku meminta maaf kesalahanku padanya. Namun dia tidak menjawabnya. Sebenarnya dia orang yang baik. Dan tentunya aku juga terpaksa kecewa. Ternyata dia tidak mencintaiku. Walaupun sulit, aku akan berusaha melupakannya. Namun aku tidak pernah menyesal telah mencintainya. Oh iya, dibalik lembaran ini ada surat lagi dari Sang Hyun. Dia menitipkannya kepadaku.

Kim So Eun. Aku tidak akan pernah melupakan jasa-jasamu.

Salam sayang,

Yoon Eun Hye’

 

Lalu So Eun pun membalik lembarannya dan membaca surat dari Sang Hyun.

”Sejak pertama kali aku berjumpa denganmu. Aku sudah merasakan firasat bahwa kau yang akan jadi ancaman semua rencanaku. Apakah kau tau? Waktu itu, aku rela membantumu mencari pembunuh orang tuamu itu karena aku merasa kita senasib. Orang tuamu yang dibunuh dan adikku yang dibunuh juga.

Namun ternyata kita berbeda. Kau berhasil mengungkap pelaku dibalik semua masalah ini. Dan kau telah membukakan mataku.Aku mengaku salah denganmu dan Kim Bum. Aku sudah meminta maaf kepada mereka. Aku yang terlalu buta untuk melihat kejadian yang sebenarnya.

Kim So Eun, aku minta maaf telah menembakmu. Aku harap kau mau memaafkanku. Sekarang aku benar-benar sangat menyesal.

 

Yoon Sang Hyun’

 

So Eun tersenyum melihat surat dari Eun Hye dan Sang Hyun. Tidak lama dia kembali termenung. Kemudian dia menarik laci yang ada disampingnya. Diambilnya sebuah buku. Dan dia pun mengambil pena lalu menuliskan sesuatu di buku itu.

 

*****

 

2 minggu telah berlalu. Kini So Eun diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Kim Bum sudah berjanji dengannya untuk menjemput.

Namun So Eun tidak menepatinya. Dia mulai keluar dari rumah sakit tanpa menunggu Kim Bum datang.

So Eun pun langsung masuk ke dalam taksi.

 

Kim Bum pun telah sampai di rumah sakit. Dia akan segera menjemput So Eun. Kim Bum langsung menuju ke kamarnya. Namun dia terkejut melihat kamarnya sedang dirapikan suster.

”Suster, mana pasiennya?”

”Oh. Pasien kamar ini sudah keluar.”

Kim Bum tertegun mendengarnya.

”Sejak kapan?”

”Baru 10 menit yang lalu.”
”Apa?”

Kim Bum langsung berlari keluar dari rumah sakit. Dia segera mencari So Eun.

 

So Eun telah sampai di depan rumah Presdir Jung Gil. So Eun berpesan kepada supir taksi agar menunggunya.

So Eun pun keluar sambil membawa surat pengunduran dirinya.

Dia pun disambut para pelayan.

 

”Presdir. Nona So Eun telah kembali.” Pelayan memberitahunya di ruang pribadi Presdir Jung Gil

“Apa?” Presdir yang sedang membaca koran langsung meletakkan korannya dimeja.

Madam Ye Jin yang berada diruangnya juga tertegun mendengarnya.

”Benarkah? Tapi bukankah Kim Bum baru saja berangkat menjemputnya?”

 

So Eun langsung masuk ke dalam ruangannya.

”Kakek.”sapanya.

”Oh. Kim So Eun. Bagaimana kabarmu?”

Presdir memeluk So Eun dan Madam Ye Jin pun bergantian memeluk So Eun.

“Aku baik-baik saja.”

So Eun pun duduk di sofa.

“Mana Kim Bum?”Tanya Madam Ye Jin heran. So Eun tidak langsung menjawabnya.

”Kakek. Ada sesuatu yang ingin kuberikan kepada kakek.”

So Eun menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presdir Jung Gil. Presdir Jung Gil pun membacanya.

”Pengunduran diri?”herannya.

So Eun tersenyum dan mengambil sikap tenangnya.

”Iya. Terkait semua masalah ini telah selesai. Tugas dan tanggung jawab saya sebagai bodyguard Kim Bum kini telah selesai. Maka saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ini.”

Presdir dan Madam terkejut mendengarnya.

”Tapi So Eun. Kau bisa tinggal bersama kami.”kata Madam Ye Jin sambil memegang tangan So Eun.

”Iya. Saya tau. Tetapi saya masih memiliki kewajiban saya yang lain. Saya hanya tidak mau terlalu membebani kalian. Kalian sudah terlalu banyak membantuku. Aku mohon. Ijinkanlah saya pergi.”

Presdir Jung Gil yang mulai mengerti maksud So Eun pun mengangguk.

”Baiklah, So Eun. Kalau itu memang maumu. Aku harap kau jaga kesehatanmu.”

”Terima kasih, Kakek.”

So Eun pun keluar dari rumah Presdir Jung Gil dan kembali masuk taksi. Taksi pun mulai meninggalkan tempatnya. Tidak lama, mobil Kim Bum pun berhenti dirumahnya. Kim Bum keluar dan berlari menuju ke ruang pribadi Presdir.

”Kakek! Apakah So Eun sudah datang?”Tanya Kim Bum. Madam Ye Jin yang sedang menangis langsung memberitahukannya.

“Dia memang datang, Kim Bum. Tapi dia pergi lagi meninggalkan kita.”

“Apa?”

Kim Bum terkejut mendengarnya.

”Jangan-jangan taksi yang tadi itu…..”

Dia pun berbalik menuju ke mobilnya dan mulai mengejar So Eun.

 

TO BE CONTINUED……………………..

20 responses to “Puzzle, Secret, and Love EunBum Chapter.9

  1. rini Desember 4, 2010 pukul 12:30 am

    yah kim bum dtang.a tlattt . .

  2. rizkyapratiwi Februari 6, 2011 pukul 3:36 pm

    yack ,,, sya gk ngerti dengan jalan cerita nya

  3. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 3:24 pm

    yack … cpat lah kim bum

    jgn lma2 doms

  4. geill Desember 23, 2011 pukul 2:36 pm

    waduh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    berhasil gak ya kim bum ngejar so eun??????????????????????
    so eun jgn pergi……………………………………….
    penasaran?????????????????????? makanya lanjut…………………….

  5. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 9:12 am

    Hmmmm…1 part lg…

  6. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 20, 2012 pukul 11:05 am

    Aduhh sso mau kemana nih? Penasaran banget kan kasian bum kalo ditinggal , lanjut baca deh😀

  7. sonkKyu Oktober 27, 2012 pukul 12:00 pm

    dibalik musibah pasti ada berkah *sok bijak_ _”) tp knp sneun malah meninggalkan berkah itu? ._.

  8. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 9, 2013 pukul 5:32 am

    Seruuuuuuu

  9. oliph September 27, 2013 pukul 2:30 pm

    daebak…^^

  10. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 18, 2013 pukul 4:29 pm

    seruuu
    habis ini apalagi yaa??

  11. RANI April 1, 2014 pukul 4:34 am

    ternyata semua itu cuma salah sangka aja ya………..

    Wah misinya so eun dan apa yang dicari so eun udah selesai masa dia mau pergi sih???????

    Kim bum sih datangnya telat, jadi dia nggak ketemu so eun deh……….

  12. tyas27 April 8, 2014 pukul 10:29 am

    mau kemana soeun?

  13. lilis suryani Juli 6, 2014 pukul 5:14 am

    akhirnya terkuak siapa yg d balik pembuhan ini semua tp kno so eun pergi dia pasti cinta dngn kim bum
    ayo kim bum kejar so eun

  14. ainami September 10, 2014 pukul 12:47 am

    yah sso malah resign….:/

    aduh itu sang hyun kenapa ga tanya2 dulu sih tp maklum lah dia pasti kalut bgt krn adeknya meninggal, jd maen ambil kesimpulan aja kalo org terakhir yg bersama adeknya adalah org yg udh membunuh adeknya hadeuh -_-

  15. Herlina Darmayanti September 17, 2014 pukul 11:20 am

    Ternyata Balas Dendam Yg Di Lakukan Oleh Yoon Sang Hyun Adalah Sebuah Kesalahpahaman,, Kenapa So Harus Pergi ?? Sem0ga Bumsso Tdk Berpisah, Ayo Bumppa Kejar So Eun Sampai Dapat Ne😀 !!!

  16. sabanaRyuga Oktober 4, 2014 pukul 6:03 pm

    kenyataan yg pahit

  17. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 2:08 pm

    kim bum…kejar sso..
    jangan biarin so eun pergi…

  18. citra April 15, 2015 pukul 2:17 pm

    Terungkap sudah semua masalah miris banget cma salah paham tapi smpe segtunyaa yaaa.

  19. mia September 8, 2015 pukul 4:57 am

    bisakah kim bum oppa mengejarnya

  20. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 3:00 pm

    ya,, knpa so pergi setela terbongkar semua kejahatan….
    aduh bumsso harus bersatuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: