RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 1]: Pekerjaan Baru Yang Mengejutkan


Suasana sore hari makin mengacaukan hatinya yang begitu kalap. Wanita yang berusia 24 tahun ini pun mengacak rambutnya sendiri saking pusingnya. Dia sungguh tidak tahu harus apa yang dilakukannya. Semua ini memang salahnya. Seharusnya dia tidak melakukannya. Tetapi semua itu sudah terlambat. Berpuluh-puluh surat ada di dalam apartemennya. Tertulis nama untuknya ‘To: Kim So Eun’ dan juga tertulis nama pengirimnya yang diyakini berasal dari seseorang yang selalu membantunya. Kini dia sudah mendapat masalah yang cukup yang serius. Pelan-pelan dia merobek surat itu satu per satu. Dan seperti yang diduga, isinya adalah pengingatan dirinya akan hutang yang cukup besar kepadanya. Namun matanya langsung melotot saat membaca surat terakhir.

‘Kim So Eun. Lima hari lagi aku akan tiba di Korea. Aku harap kau tidak akan kabur dariku! Kalau kau berani kabur lagi, kau akan tahu akibatnya!’

Sebuah surat gertakan yang menurutnya itu memang sangat menyeramkan. Dia pun menepuk dahinya sembari mengenang masa lalu. Memang sudah cukup banyak dia meminjam uang hanya untuk membeli pakaian mahalnya atau barang-barang yang ternyata tidak terlalu penting untuk kebutuhannya sehari-hari. Tiba-tiba ponselnya berdering, dia sempat terkejut. Lalu dia mengeluarkan ponselnya dari jaketnya. Keningnya mengernyit saat melihat nomor yang tidak dikenalnya.

”Halo?”jawabnya dengan heran.

”Halo, So Eun! Rupanya kau memang masih ada disana ya?”

Tubuh So Eun langsung terdiam kaku. Dia mengenal suara wanita yang agak cengkring itu.

“Sh…. Shin Hye…?”ucap So Eun dengan ragu dan pelannya.

“Ya! Memangnya siapa lagi? So Eun. Kau tidak akan lupa dengan janjimu kan. Kau kan sudah menunggak selama 5 tahun. Kau… tidak… lupa… kan?”kata Shin Hye menekankan inotasinya. So Eun pun menelan ludah.

”Ya, tentu saja aku tidak akan melupakannya.”

”Oke! Baguslah kalau begitu. Seperti yang aku beritahu tadi, lima hari lagi aku akan pulang ke Korea. Aku harap kau jangan macam-macam. Kalau bisa, setelah aku sampai disana. Kau sudah menyiapkan uang 10 juta won untukku. Mengerti?”gertakknya. So Eun pun menjawab dengan terbata-batanya.

”I..i..ya…” Perbincangan ponsel pun berakhir. So Eun langsung ambruk di lantai.

“Aduh! Bagaimana ini? Bagaimana aku bisa membayar utangku? Padahal aku baru saja dipecat. Mana tabunganku hanya terkumpul 1 juta won. Masih kurang 9 juta won. Ya, Tuhan! Tolonglah aku!?”seru So Eun saking stressnya.

*****

“Bagaimana kau bisa dipecat dari kantor?”tanya Hye Sun, sahabatnya yang tinggal satu apartemen dengannya. So Eun pun memukul bantalnya sendiri saking bingungnya. Lalu Hye Sun meminum teh yang dibuat So Eun sendiri.

“Itu… aku dipecat karena… karena….”

“Apa kau memukul pelanggannya lagi?”tebak Hye Sun cepat. So Eun langsung terdiam. Tidak menanggapinya.

“Ya Ampun! So Eun, sudah aku bilang beberapa kali. Kau kan bekerja sebagai SPG. Kalau ada pelanggan yang melakukan pelecehan terhadapmu, seharusnya kau melawannya dengan baik-baik.”

”Baik-baik bagaimana? Dia benar-benar kegatelan! Jadinya aku nonjok perutnya saja sekalian. Memangnya dia pikir aku ini wanita murahan apa?”kesal So Eun.

”Ya. Itulah nasibmu sebagai SPG. Tapi untungnya kau dipecat, jadi kau tidak perlu didekati lelaki iseng itu.”kata Hye Sun. So Eun melirik Hye Sun dengan tatapan elangnya.

”Hei, kalau aku dipecat. Lalu bagaimana aku bisa mendapat pekerjaan lagi? Kau tau sendirikan, mendapatkan pekerjaan kini sudah susah. Mana dia akan segera pulang ke Korea.”

”Dia? Dia beneran sudah mau pulang? Cepat sekali. Aku pikir dia tidak bakal pulang Korea.”sindir Hye Sun.

”Hye Sun.”

”Ini salahmu juga. Kau pakai meminjam uangnya sebanyak 10 juta won segala. Hanya untuk memamerkan kekayaanmu. Padahal itu bukan uangmu. Sekarang kau tanggung saja akibatnya.”
”Hye Sun. Aku pikir dia adalah sahabat yang selalu mau membantuku…..”

”Iya. Tapi sebagai sahabat juga ada batasannya. Lagi pula, kau ini malah memanfaatkan kekayaannya.”potong Hye Sun.

”Ya, sudahlah! Aku tidak mau mendengar ceramahmu lagi.”ujar So Eun sambil menutup telinganya dengan bantal. Hye Sun hanya mengangkat bahu.

*****

”So Eun. Aku punya selebaran nih! Ada pengusaha kaya sedang mencari pelayan baru.”kata Hye Sun sambil menyerahkan selebaran kepada So Eun. So Eun pun membaca isi selebaran itu.
”Tetapi batas waktunya tinggal besok. Memangnya aku sempat mengirim lamaran kerjaku?”

”Tenang saja. Sudah aku kirimkan 5 hari yang lalu.”

”Apa! Benarkah?”

Hye Sun mengangguk. So Eun langsung memeluknya.

”Terima kasih, Goo Hye Sun. Kau sangat membantuku.”seru So Eun. Hye Sun hanya mengangguk sambil menepuk punggungnya.

“Jadi kau tinggal menunggu telepon dari mereka.”kata Hye Sun. So Eun pun mengangguk mengerti.

*****

So Eun baru saja pulang dari toko mini market. Dia habis membeli peralatan yang dibutuhkannya. Namun langkahnya terhenti karena ada kecelakaan dan banyak polisi di jalanan yang biasa dilewatinya.

”Aduh! Bagaimana ini? Aku mesti lewat mana?”gumam So Eun panik dan bingung. Dia melihat sekeliling dan memutuskan mencari jalan pintas. Dia pun memasuki gang yang sempit itu. So Eun berjalan dengan penuh cemas. Dia berharap tidak ada preman di gang itu. Baru separuh jalan, So Eun berhenti. Dia melihat seorang lelaki tampan. Penampilannya yang begitu aneh dan sambil merokok. Dia melihatnya sedang menunggu seseorang. So Eun pun langsung berjalan melewatinya. Tiba-tiba asap rokoknya langsung menyembul ke arahnya.

So Eun pun langsung terbatuk-batuk. So Eun yang tidak suka dengan asap rokoknya pun tersinggung. Dia langsung melabrak lelaki itu.

“Hei! Kalau kau merokok, asapnya jangan ke arahku dong!?”bentak So Eun. Lelaki itu mengernyitkan keningnya.

”Siapa kau? Berani sekali membentakku hanya karena asap rokok ini.”ketusnya. Hati So Eun pun makin dongkol mendengarnya.

”Tentu saja aku membentakmu. Asapmu mengganggu orang yang lewat yaitu aku! Kau membuatku batuk. Aku alergi dengan asap rokok.”jelas So Eun. Lelaki itu mengernyitkan keningnya lagi.

”Kau alergi?”

”Tentu saja! Lagi pula, kau ini masih muda. Sepertinya kau masih SMA. Hei, aku peringati ya. Sebaiknya kau harus berhenti merokok karena itu tidak baik untuk kesehatan jantungmu. Kalau kau terus merokok bisa-bisa kau akan cepat mati. Kau….”

”Kau ini cerewet sekali sih!”potong Kim Bum kesal. So Eun terkejut lelaki itu menariknya di tembok dan berhadapan dengan lelaki yang ada didepannya. Tubuhnya begitu mendekat, tanpa So Eun sempat bertanya, lelaki itu langsung menciumnya. So Eun berontak namun kekuatannya begitu kuat menahan keberontakan So Eun. Lelaki itu masih terus mencium dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu hingga kaki So Eun lemas tidak sanggup berdiri namun tubuhnya tetap bisa ditahan lelaki itu. So Eun sulit melepaskan dirinya dari dekapan lelaki itu yang masih menciumnya begitu dalam sehingga ponsel milik lelaki itu berdering. Akhirnya, lelaki itu pun berhenti menciumnya dan segera menjawab panggilan teleponnya. So Eun pun langsung duduk terkulai lemas di tanah yang kotor itu. Ciuman yang begitu pahit akibat rokok yang dihisap lelaki itu. So Eun masih terbatuk-batuk, karena asap rokok yang ada dimulutnya tadi berpindah dimulut So Eun.

“Halo. Kau sudah sampai? Baiklah, aku akan segera kesana.”ucapnya mengakhiri teleponnya. Lelaki itu pun tersenyum pertama kalinya saat melihat So Eun yang masih menunduk. Lelaki itu berjongkok menyesuaikan dengan tubuh So Eun yang terduduk di tanah.

“Bagaimana rasanya ciuman dengan aroma rokokku? Pasti manis kan. Itu akibatnya kalau kau terus cerewet hal yang tidak penting untukku.”ucapnya. So Eun jadi geram dan dia pun menamparnya dengan keras hingga bibirnya berdarah.

“Kau….” Lelaki itu menatapnya tidak percaya sambil menahan rasa sakit tamparannya.

“Ini akibatnya kau tiba-tiba mengambil ciumanku dengan tidak sopan!?”teriak So Eun sambil bangkit dan berlari menjauh darinya.

“Wanita itu…. sungguh menarik. Dia adalah wanita pertama yang menamparku begitu keras.”gumam lelaki itu dengan senyuman sindirnya sambil menyeka darah dari bibirnya.

*****

So Eun pun melemparkan tas belanjaannya diatas meja saking kesalnya sehingga Hye Sun yang sedang nonton TV pun terkejut.

“Ada apa, So Eun? Pulang-pulang kau sudah marah.”heran Hye Sun. Namun So Eun tidak menjawabnya. So Eun langsung menuju ke kamar mandinya. Lalu dia menghidupkan keran air dan mengkumurkan mulutnya. Kemudian dia membuang air kumurannya diwastafel. Hye Sun yang khawatir dengan So Eun langsung menghampirinya.

”Ada apa, So Eun? Apa ada yang sesuatu yang terjadi denganmu?”tanya Hye Sun. So Eun melirik Hye Sun yang bingung itu.

”Apa!? Kau dicium paksa oleh lelaki yang tidak dikenal?”seru Hye Sun terkejut setelah mendengar cerita So Eun. So Eun hanya mengangguk sambil memakan kripiknya untuk menghilangkan rasa bau rokok tadi.

”Tapi bukankah kau senang akhirnya ada lelaki yang mau menciummu?” Hye Sun malah menggodanya. So Eun melirik tajam.

”Apa maksudmu?”

”Hei! Bukankah selama ini kau sendirian. Tidak punya kekasih. Bayangkan saja selama 24 tahun ini kau tidak punya kekasih bahkan kau belum pernah ciuman sama sekali. Ciuman tadi… itu bukankah ciuman pertamamu?”

So Eun langsung melempar bantal ke arah Hye Sun yang makin kelewatan.

”Hei! Masih mending kalau dia itu kekasihku. Dia memang tampan seharusnya aku senang dicium olehnya. Tetapi tetap saja aku tidak suka. Selain dia menciumku dengan paksa. Dia juga sama sekali tidak ada sopannya. Dia begitu jahat. Perokok yang jahat! Dan lagi, aku sama sekali tidak mengenalnya. Kau tahukan kalau aku sangat benci dengan anak muda yang perokok. Apalagi sifatnya yang betul-betul buruk.”keluh So Eun kesal. Hye Sun malah tertawa geli.

”Apa yang lucu?”

”Tidak ada. Kalau andaikan kau bertemu dengannya lagi? Apa yang akan kau lakukan?”tanya Hye Sun mengalih topiknya.

”Paling aku akan menghajar wajahnya yang tampan lagi. Sampai hancur.”jawab So Eun sambil mengepalkan tangannya.

*****

Pagi hari yang begitu terik telah menyilaukan mata So Eun yang sedang tidur. So Eun pun terpaksa bangun, Tiba-tiba ponselnya pun berdering. So Eun langsung mengangkatnya tanpa melihat nama penelponnya.

”Halo…”jawab So Eun dengan nada lemahnya karena baru bangun tidur.

”Hei, So Eun tercintaku!? Aku sudah sampai di Korea nih!?”seru penelpon itu. So Eun heran, ”Siapa yang pulang ke Korea?”batinnya yang masih mengantuk. So Eun pun langsung melihat ponselnya. Matanya yang semula masih mengantuk kini jadi terbuka lebar dengan segarnya karena terkejut. Dia lupa kalau hari ini Shin Hye sudah pulang ke Korea.

”So Eun?”panggilnya. So Eun pun langsung menanggapinya.

“Ya, halo Shin Hye. Aku tidak menyangka kau sudah tiba di Korea dengan cepat?”

“Hah? Apa kau sedang lupa ya kalau hari ini aku sudah pulang?”

“Tidak! Aku hanya senang saja kau sudah ada di Korea. Kalau begitu kau langsung bertemu denganku kan?”

”Hm…. Inginnya sih. Tapi kita tunda saja dulu ya. Soalnya aku ada urusan nih. Nanti kalau urusanku sudah selesai, aku akan langsung meneleponmu.”

So Eun pun bersyukur lega, ”Oh… Baiklah. Tidak apa-apa. Akan aku tunggu teleponmu.”

“Bye-bye.”ucap Shin Hye sambil memutuskan teleponnya. So Eun pun tersenyum lebar.

Karena hari ini dia tidak jadi bertemu dengan Shin Hye. Ponselnya berdering lagi.

”Halo? Ya ini aku, Kim So Eun sendiri. Apa! Aku diterima? Baiklah… baiklah,… Terima kasih. Besok aku akan datang dengan tepat waktu. Iya. Terima kasih…”

So Eun pun menutup ponselnya. Lalu Hye Sun masuk ke dalam kamarnya.

”So Eun. Apa kau lihat gelangku?”tanyanya.

”Hye Sun! Aku dapat pekerjaan!? Aku diterima!?”teriaknya sambil memeluk Hye Sun yang langsung kaget.

*****

Keesokan harinya, So Eun telah sampai di rumah mewah milik pengusaha kaya yang dimaksud Hye Sun beberapa hari yang lalu. Saat sedang melihat-lihat ruangan yang mewah itu, seorang wanita cantik mendekati So Eun.

Sehingga tidak sengaja, So Eun menubruk wanita cantik itu. So Eun pun langsung menunduk minta maaf.

”Maafkan aku, aku tidak melihat Anda.”

”Uhm… Kau yang bernama Kim So Eun?”tanyanya.

”Iya. Saya Kim So Eun. Saya baru saja diterima jadi pelayan disini.”

”Aku kepala pelayan dirumah ini. Namaku Lee Young Ae, kau bisa memanggilku Miss Young Ae. Baiklah. Ikut aku keruanganku. Ada beberapa hal yang perlu aku jelaskan kepadamu.”

”Iya. Miss Young Ae.” So Eun pun mengikuti Young Ae menuju ke ruangannya.

*****

Para pelayan pun berkumpul di depan rumah mewah itu. Mereka akan segera menyambut majikan mereka yang baru saja pulang dari Jepang beberapa hari yang lalu. So Eun pun segera bergabung dan menyusun posisinya sesuai instruksi Miss Young Ae. Posisi mereka pun terbagi dua yaitu barisan kanan dan kiri. So Eun mendapatkan posisi di bagian kiri yang tentunya khusus untuk pelayan wanita. Tidak lama, sebuah mobil limusin telah tiba, semua pelayan tanpa terkecuali pun menunduk menyambut majikan mereka.

”Selamat datang, Tuan Kim Bum.”seru mereka dengan serentak. Sang Majikan mereka, Kim Bum telah keluar dari mobil limusinnya dan tersenyum melihat sambutan pelayan mereka yang begitu ramah.

Para pelayan pun langsung mengangkat wajah mereka tak terkecuali So Eun. Alangkah terkejutnya So Eun saat melihat wajah majikannya.

”Astaga! Dia…. bukankah dia lelaki brengsek yang menciumku?”batin So Eun. So Eun pun bertanya disampingnya.

”Hei… Siapa dia?”bisik So Eun.

”Kau tidak tahu? Dia Tuan Kim Bum, majikan kita.”jawabnya.

”APA!”seru So Eun terkaget dengan suara pelannya.

Asisten pribadi Kim Bum, Jang Geun Suk menghampiri Kim Bum.

”Selamat datang, Tuan Kim Bum. Bagaimana suasana Anda setelah pulang dari Jepang?”tanya Geun Suk.

”Humm…. Benar-benar berbanding balik. Ada yang baik, ada juga yang buruk.”

”Saya mengerti, pasti Anda lelah karena mengurusi pertemuan yang begitu berat.”

”Tidak. Bukan itu.”bantah Kim Bum.

”Geun Suk, aku ingin sekali istirahat di kamarku. Kemarin, aku sungguh tidak nyaman tidur di hotel.”

”Baik, Tuan.”

Kim Bum pun segera berjalan melalui para pelayan bersama Geun Suk. Melihat itu, So Eun langsung menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya. Sehingga menimbulkan keheranan pelayan yang disampingnya.

”Hei, kau kenapa?”tanyanya sambil mencolek bahu So Eun.

”Tidak. Tidak ada apa-apa.”jawab So Eun dengan pelayannya sehingga Kim Bum pun melewati So Eun. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Kim Bum merasa ada yang aneh. Lalu dia pun berbalik diikuti Geun Suk yang ikut heran. Dia pun berhenti tepat di depan So Eun.

”Hei, Kau. Angkat wajahmu.”perintah Kim Bum. So Eun pun menelan ludahnya.

”Hei, apa kau tidak mendengar perintahku?”pintanya lagi. Perlahan So Eun pun mengangkat wajahnya. Kim Bum pun bisa melihatnya dengan jelas.

”Kau… Uhm.. Kenapa kau ada disini?”tanya Kim Bum sedikit terkejut. Kepala pelayan, Miss Young Ae langsung berdiri disamping Kim Bum.

”Maafkan aku, Tuan Kim Bum. Dia adalah Kim So Eun. Pelayan baru disini. Sesuai dengan perintah Anda untuk mencari pelayan baru.”jelas Miss Young Ae.

”Apa? Pelayan baru?”ucap Kim Bum mengulang perkataan Miss Young Ae. Lalu dia menatap So Eun dengan tajam. So Eun pun terkikuk dilihatnya. So Eun hanya bisa menunduk.

”Oh… Jadi kau pelayan baru disini.” Kim Bum mendekatkan wajah So Eun yang menunduk. So Eun pun gugup melihat wajahnya yang begitu dekat.

”Namamu Kim So Eun kan?”tanya Kim Bum. So Eun mengangguk pelan.

”So Eun. Selamat datang dirumahku. Aku harap kau bisa melayaniku dengan baik.”ucap Kim Bum sambil tersenyum. So Eun pun tersenyum kaku saat melihat majikannya tersenyum dengan senyuman yang misterius dan penuh arti.

 

TO BE CONTINUED….

NB: SELESAI BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA!!!

84 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 1]: Pekerjaan Baru Yang Mengejutkan

  1. sabanaRyuga Oktober 6, 2014 pukul 7:26 am

    apa yg di rencanain kim bum??

  2. anisa-cho November 10, 2014 pukul 5:17 pm

    hahaha punya recana apa tuh

  3. Dela safitri November 28, 2014 pukul 4:20 am

    Salam kenal ..
    Waah ceritanya asyiik,, bkn penasaran ehehe:)

  4. Ny.Lee Desember 22, 2014 pukul 11:48 pm

    Hah trnyata majikannya kim bum,oh my God..
    Gimana dg so eun ya.
    hemm jd penasaran,lanjut ya thor..

  5. Marthatina vita vienna Maret 13, 2015 pukul 10:35 am

    Wuah,ternyata majikan so eun adalah kim bum pemuda yang mencium dirinya secara paksa,seru gimana ya nasib so eun selanjutnya?

  6. ely Maret 21, 2015 pukul 11:55 pm

    seru… wkwkk sso mati kutu d dpan bum yg notabene majikannya….

  7. i k a Maret 23, 2015 pukul 3:05 am

    u.u 😍😘😍😘😍😘

  8. mia Agustus 31, 2015 pukul 11:39 pm

    Gimna ya kisah cinta mereka????

  9. Dela safitri September 13, 2015 pukul 4:18 pm

    Kk^^ ternyata itu yg punya rumah sso kira masih anak SMA kkk^^
    Bgmn nasib sso setelahnya ?
    Sepertinyaa oppa sangat senang bertemu dengan sso lagi

  10. Yulia Dewy November 8, 2015 pukul 11:22 am

    Huahh kesan pertama bca part 1 udh menarik dn pas tbc bikin penasaran kumatt.. Gk kbyang gmana hri2 soeun bkerja jd plyan kim bum huhuhu pasti seru..😀

  11. Yulia Dewy November 8, 2015 pukul 12:16 pm

    Kesan pertama bca part 1 beneran seru dan menarik.. Ngatain kimbum anak SMA kikikik, , gk kbyang dah hri2 soeun slma jd playan d rmh kimbum pasti woww.. Bkin pnasaran lanjut bca lg😀

  12. selva Desember 17, 2015 pukul 9:30 am

    Ijin baca yaaa eonnie
    Aduuuhh bumsso prtmuan prtmanya kurang mengenakan bgt. Waduh waduh gmn nasib eunnie kdpannya ya kira2?
    Dan apakah bisa eunnie mmbyar hutangnya pda park shin hyeu???

  13. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 1:42 am

    Hahaha… Lucu dan seru nih ceritanya… Next part

  14. sri melinda bangun Oktober 26, 2016 pukul 12:40 am

    Hahahahah,, mimpi apa So Eun shingga jumpa lagi sama Kim Bum ..
    Prnasaran kyk mn krlanjutannya..
    Apakah Sso akn keluar atai bertahan??
    Heummm, lanjut baca part slnjitny deh 😆😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: