RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 2]: Sepupu Majikan Telah Datang


 

Kim Bum pun masuk ke dalam rumahnya. Sementara para pelayan pun mengikutinya tak terkecuali So Eun.

“Aish! Kenapa aku harus sial begini?”gumam So Eun kesal.

“Hei. Kau yang bernama Kim So Eun? Pelayan baru disini?”Tanya wanita yang disampingnya. So Eun pun menoleh dan tersenyum.

“Iya.”

“Oh iya, kenalkan namaku Yoon Ah!?”serunya sambil berjabat tangan dengan So Eun.

“Ya, salam kenal.”

“Tuan Kim Bum benar-benar baik ya.”puji Yoon Ah.

“Hah? Baik?”Tanya So Eun heran apalagi teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat bertemu dengan Kim Bum di malam hari.

“Iya. Dia begitu perhatian dengan semua pelayan yang ada disini. Bahkan dia tidak pernah memarahi kami malah dia menasehati kami. Sehingga membuat kami betah bekerja disini.”

“Oh ya?”ujar So Eun diikuti anggukan Yoon Ah.

“Semoga saja begitu. Seingatku dia bukanlah lelaki yang baik. Eh, tapi bukankah dia masih SMA. Kenapa dia bisa jadi pengusaha kaya?”batin So Eun. Lalu dia berhenti dan memegang lengan Yoon Ah sehingga Yoon Ah pun ikut berhenti.

“Ada apa, So Eun?”

“Yoon Ah, aku mau tanya denganmu. Dia…. Tuan Kim Bum, bukankah masih anak SMA?”Tanya So Eun. Tidak lama, Yoon Ah pun tertawa.

“Hahaha… sudah kuduga kau pasti akan berpikir seperti itu. Ketika aku pertama kali bekerja disini dua tahun yang lalu, aku juga mengira kalau dia masih SMA tetapi ternyata tidak.”

“Kalau begitu, memang usianya berapa?”Tanya So Eun penasaran.

“Untuk tahun ini, Tuan Kim Bum sebentar lagi memasuki usia 24 tahun.”

“Apa! Dia sebaya denganku.”seru So Eun terkejut. Yoon Ah hanya menatap bingung.

“Kim So Eun.”

So Eun dan Yoon Ah pun menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Mereka pun langsung menunduk melihat Kim Bum ada dihadapannya.

“Halo, Yoon Ah. Bagaimana kabarmu?”Tanya Kim Bum ramah.

“Ah. Saya baik, Tuan.”

“Baguslah kalau kau baik-baik saja. Oh iya, So Eun. Aku ingin kau ke ruanganku.”perintah Kim Bum langsung berbalik dan pergi tanpa menghiraukan So Eun yang ingin bertanya. Terpaksa So Eun pun mengikuti Kim Bum.

*****

Seorang wanita sedang asyik bershoping ria di sebuah mall. Dia pun menenteng banyak plastik di tangannya dan berjalan penuh riang. Saking cerianya, wanita itu pun menabrak seseorang.

“Ah, maafkan aku.”ucap wanita itu sambil memungut plastik miliknya lalu dia pun berhenti dan melihat wanita yang ditabraknya.

“Kau, Goo Hye Sun?”

Hye Sun pun terkejut melihatnya, “Ah! Park Shin Hye?”

“Aaahh!! Ternyata benar kau Goo Hye Sun. Aku kangen sekali denganmu!”seru Shin Hye sambil memeluk Hye Sun. Hye Sun pun membalas pelukannya dengan kaku.

“Oh iya, kenapa kau sendirian disini? Mana So Eun?”Tanya Shin Hye. Hye Sun pun jadi kikuk mendengarnya.

“Uhm… dia.. dia sedang bekerja.”

“Sungguh? Baguslah kalau dia masih bekerja. Setidaknya dia bisa mengumpulkan uangnya untuk membayar hutang.”ujar Shin Hye. Hye Sun hanya tersenyum dan mengangguk dengan kaku.

“Hhhahh…. Sudah tiga tahun aku meninggalkan korea ini. Aku jadi rindu sekali dengan kalian. Ah! Kau kan satu apartemen dengan dia. Apakah dia benar-benar bekerja keras?”Tanya Shin Hye dengan santainya.

“I..iya… Shin Hye.”

“Baguslah. Sebenarnya aku kasihan dengan dia. Tapi aku juga tidak mau dia harus memboroskan uangku hanya untuk hal-hal yang tidak penting apalagi hanya membeli barang-barang yang ternyata jarang dipakainya dan hanya untuk pamer di depan teman-teman yang lain.”ujar Shin Hye. Lagi-lagi Hye Sun hanya mengangguk.

“Oh iya, So Eun sekarang kerja dimana?”

“Dia sekarang bekerja jadi pelayan di rumah pengusaha kaya.”

“Sungguh? Wah pasti dia sudah mengumpulkan uang yang banyak dan segera membayar hutangnya selama 5 tahun.”ucap Shin Hye.

“Oh iya, Shin Hye. Aku pergi dulu ya, ada urusan.”ujar Hye Sun. Shin Hye pun mengangguk. Hye Sun langsung berjalan cepat menghindari Shin Hye.

“Kim So Eun. Kali ini kau benar-benar tidak bisa kabur lagi.”batin Hye Sun yang langsung teringat dengan So Eun.

*****

So Eun terus melihat-lihat ruang kerja Kim Bum sekaligus terheran dengan keperluan Kim Bum terhadap dirinya. Kim Bum pun memasuki ruangannya dan tersenyum melihat So Eun yang setia berdiri menunggunya.

“Maaf pasti terlalu lama menungguku.”ucapnya sambil duduk di kursi kesayangannya. So Eun hanya bisa mendengus kesal, “Ya, tentu saja. Menunggumu selama 2 jam. Di suruh berdiri lagi.”batinnya.

Kim Bum yang melihat ekspresi So Eun yang cemberut pun tertawa. Lalu dia mengangkat kedua kakinya di atas meja tepat didepan So Eun yang masih berdiri.

“Humph… Aku tidak menyangka rupanya aku bertemu denganmu lagi, sebagai pelayanku.”ujar Kim Bum. So Eun pun membuang mukanya dengan kesal.

“Kalau saja aku tahu kalau majikanku itu ternyata dia, lebih baik aku menolak tawaran Hye Sun waktu itu. Aku lebih baik tidak mau bekerja dengan pria brengsek seperti dia.”batin So Eun kesal.

“Hei! Kenapa kau diam saja?”tanyanya.

“Tidak apa-apa, Tuan Kim Bum.”jawab So Eun sambil menunduk. Kim Bum pun bangkit dari kursinya lalu dia memutari meja dan berhenti di hadapan So Eun.

“Kenapa kau mau bekerja disini?”tanya Kim Bum sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Uhm… Aku… Aku sedang butuh uang.”

“Yeah… Aku tahu, yang namanya bekerja pasti butuh uang. Tetapi untuk apa?”

“Hah? Untuk apa? Uhm…. Itu… Rahasia.”singkat So Eun. Kim Bum langsung tersenyum lucu. Kemudian dia mendekati So Eun.

“Baiklah, aku mengerti. Selamat bekerja. Semoga sukses!”ucapnya sambil menepuk bahu So Eun dan keluar dari ruangannya meninggalkan So Eun yang terbengong.

“Apa? Aku kira,.. dia akan memecatku karena aku menamparnya. Tapi… dia kenapa malah senang?”pikir So Eun penuh bertanya-tanya.

*****

Peraturan di rumah Kim Bum cukup ketat. Seorang pelayan harus menuruti semua perintah majikannya dan tidak boleh melanggarnya walaupun terkadang perintahnya hanya sepele seperti yang dialami So Eun yang baru bekerja 3 hari. Dia pun tambah sial lagi, seorang pelayan harus tinggal di rumah itu dari hari senin sampai jum’at kecuali hari sabtu dan minggu karena itu merupakan hari libur pelayan untuk pulang kerumahnya masing-masing. Kini sudah pukul 23.00, So Eun begitu mengantuk di dapur. Dia sedang memasak pesanan yang diminta Kim Bum. Setelah selesai, dia pun segera membawa makanan itu ke ruangan Kim Bum.

‘Tok.. Tok..’

“Masuk!”perintahnya. So Eun pun masuk ke dalam sambil membawa nampan.

“Ini Tuan, makanan Anda.”

“Letakkan disana.” Perintahnya sambil menunjuk meja dekat sofa. Kim Bum pun melanjutkan pekerjaannya sebagai direktur sekaligus pemilik hotel terkenal di Korea.

So Eun pun meletakkan nampannya berisi makanan di atas meja sesuai perintah Kim Bum sambil melirik Kim Bum yang tidak menolehnya.

“Aku permisi dulu, Tuan Kim Bum.”ucap So Eun hendak keluar dari ruangannya.

“Siapa yang suruh kau keluar dari ruangan ini?”timpal Kim Bum tanpa memandangnya. So Eun pun terkejut lagi, kini dia hanya bisa mengelus dada.

“Tidak ada, Tuan. Aku pikir Tuan tidak membutuhkanku lagi.”

“Tidak. Kau masih ada tugas. Tolong kau suapi makanan itu. Tanganku sedang sibuk mengurusi dokumen.”

“APA?” So Eun ingin menolak namun Kim Bum terus memerintahnya dengan tegas.

“Benar-benar seperti anak kecil yang manja.”keluh So Eun. Dia pun terpaksa menurutinya. Dia pun membawa mangkok yang berisi sup udang, dia pun menyuapi Kim Bum. Kim Bum pun makan dengan lahap tanpa memandangnya. Saat So Eun sedang sibuk mengaduk supnya dengan kesal tanpa disadarinya, Kim Bum tersenyum.

*****

Mendekati hari sabtu, hari yang ditunggu-tunggu So Eun untuk pulang ke apartemennya dan bertemu dengan Hye Sun. Jujur, sejak diterima bekerja So Eun langsung pulang ke apartemen untuk membereskan pakaiannya dan langsung kembali ke rumah Kim Bum. Setelah itu, Kim Bum yang sebagai majikannya merasa telah memperlakukan So Eun begitu berbeda. Tidak seperti yang dibilang Yoon Ah yang begitu kagum dengan keramahan dan kebaikan Kim Bum. Dia memang ramah tetapi menyakitkan. So Eun terus-terusan bekerja seharian menuruti perintah Kim Bum. So Eun merasa sedang di kerjai Kim Bum.

“Sepertinya dia sedang balas dendam denganku.”gumam So Eun sambil mengigit sendoknya, dia sedang makan siang bersama pelayan yang lainnya. Jam 12 siang memang adalah waktu istirahat. Yoon Ah pun duduk di hadapan So Eun.

“Hei, So Eun! Kau baik-baik saja?”ucap Yoon Ah menyapanya. So Eun yang sadar dari lamunannya pun langsung tersenyum.

“Iya. Aku baik-baik saja.”

“Sungguh? Aku kira kau akan cepat sakit. Karena aku tidak menyangka Tuan Kim Bum lebih banyak memerintah tugasnya kepadamu.”kata Yoon Ah sambil memakan nasi putih dengan sumpit. So Eun hanya bisa menatapnya.

*****

‘BRUK!’

Akhirnya So Eun bisa terbaring di kasurnya yang sudah ditinggalin selama 5 hari. Hari sabtu telah tiba. Hari kebebasan So Eun dari perintah Kim Bum. So Eun pun bangkit dari kasurnya dan membuka kopernya, lalu dia meletakkan beberapa pakaiannya di lemari sehingga bunyi dentuman pintu yang terbuka.

‘BRAK!’

So Eun pun menatap orang itu, “Hye Sun?”

“So Eun! Akhirnya kau pulang!?” Hye Sun langsung memeluk So Eun yang mulai terbingung.

“Hei! Kau ini kenapa? Seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu saja. Memang segitunya kah kau merindukanku?”ucap So Eun sambil melepaskan pelukan Hye Sun. Hye Sun malah menjitak kepala So Eun.

“Auw! Hye Sun, apa-apaan kau ini?”teriak So Eun sambil mengelus kepalanya.

“Hei! Kau tahu tidak, 4 hari yang lalu aku bertemu dengan Shin Hye. Dia menanyakanmu tentang hutangmu yang belum dibayar.”ucap Hye Sun sambil berkacak pinggang.

“Apa!? Kau serius?”tanya So Eun kaget sambil memegang kedua bahu Hye Sun. Hye Sun mengangguk.

“Aish… bagaimana ini? Padahal uangku baru saja terkumpul 1 juta won lebih. Dan aku malah berniat ingin mundur dari pekerjaan itu.”

“Apa? Mundur? Memangnya apa yang terjadi? Apa majikanmu melakukan pelecehan lagi denganmu?”tanya Hye Sun bertubi-tubi.

“Tidak. Hanya saja dia itu majikan yang manja dan sungguh keterlaluan. Bayangkan saja, seharian aku terus disuruhnya hanya melakukan pekerjaan sepele. Padahal dia bisa minta pelayan yang lain. Pelayannya kan banyak. Kenapa harus aku? Sepertinya dia memang sedang balas dendam.”

“Apa? Balas dendam. Memangnya apa yang sudah kau lakukan dengannya?”tanya Hye Sun yang masih tidak mengetahui kalau majikan So Eun adalah Kim Bum. So Eun pun duduk di kasur diikuti Hye Sun.

“Dia…. Lelaki yang kuceritakan waktu itu. Yang menciumku dengan paksa.”jawab So Eun dengan suara pelannya. Hye Sun pun melototkan matanya.

“APA! Lelaki brengsek yang kau ceritakan itu majikanmu? Bagaimana bisa? Bukankah dia itu berandal? Kau bilang dia itu masih muda, kenapa pengusaha kaya itu adalah dia?”seru Hye Sun seakan sedang jantungan begitu mengetahui kenyataannya.

“Aku juga tidak tahu. Hye Sun! Selama 5 hari ini aku benar-benar stress menghadapi dia. Nanti malam kita pergi ke klub yuk. Mumpung hari libur.”

“Baiklah. Kebetulan nanti malam aku mau bertemu dengan Min Ho. Dia baru saja pulang dari Busan.”

“Apa? Min Ho. Cih… Pria keriting itu akhirnya kembali juga. Kenapa dia tidak sekalian saja tinggal di Busan.”

“Hei! Kenapa kau ketus begitu? Bagaimanapun juga dia adalah calon suamiku. Kami akan segera menikah. Kenapa kau malah terus-terusan ngambek begitu?”

“Ya! Itulah alasanku tidak suka dengannya. Kenapa dia begitu buru-buru ingin menikah denganmu. Padahal aku masih ingin bersamamu. Kalau kau pergi, aku mesti curhat dengan siapa? Dan siapa yang akan menemaniku tidur di apartemen ini?” So Eun mulai merajuk. Hye Sun hanya membelai kepalanya sambil tersenyum.

“Sudahlah. Walaupun aku sudah menikah, aku akan tetap mau mendengarkan curhatmu dan kalau ada waktu aku akan mengunjungimu.”

“Janji?” So Eun menunjukkan jari kelingkingnya.

“Iya.” Hye Sun pun menyatukan jari kelingkingnya dengan jari So Eun. Tidak lama, mereka pun tertawa.

*****

Sesuai dengan janji, So Eun dan Hye Sun pun masuk ke dalam klub untuk melepaskan stress yang dialami So Eun. Mereka pun sesekali mengangguk kepala mengikuti musik disko. Ponsel milik Hye Sun pun berdering.

“Halo…”

“….”

“Apa? Kau tidak jadi pergi ke klub?” Hye Sun menutup telinga sebelahnya untuk mengurangi kebisingan.

“Di restoran? Tetapi aku terlanjur bersama So Eun. Iya, akan aku usahakan.”

Hye Sun pun menutup ponselnya. Lalu dia menepuk bahu So Eun yang sedang asyik menonton para anak muda yang asyik bergoyang.

“Apa?” So Eun menyahutinya.

“Maaf, So Eun. Min Ho tidak jadi ke klub. Dia mengajakku ke restoran.”

“Apa! Aish…. Dasar pria yang tidak bertanggung jawab.”

“Bagaimana, So Eun? Kau mau kutinggalkan atau kau mau ikut denganku?”

“Tidak. Kau pergi sajalah. Aku tidak apa-apa sendirian disini. Lagi pula aku masih ingin lama berada disini.”

“Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya. Maafkan aku ya.”

“Iya. Tidak apa-apa!”teriak So Eun saat melihat Hye Sun pergi keluar dari klub.

“Hhh… Sendirian lagi deh.”

Kedua pria itu masih asyik memainkan profesinya sebagai DJ.  So Eun memincingkan matanya berusaha jelas melihat kedua pria itu.

“Itu… Kenapa mereka mirip dengan Kim Bum dan Geun Suk? Aish… Tidak mungkin. Pasti aku salah orang. Lebih baik aku cari tempat duduk. Ah! Sepertinya di sana kosong.” So Eun pun melewati orang-orang yang asyik mendengar permainan musik DJ. Setelah berhasil lolos dari desakan mereka. So Eun pun lega duduk di sofa kosong itu. Lalu So Eun kembali meminum birnya. Kedua pria tampan pun mendekati tempat So Eun.

“Wah… ada yang menempati tempat kita.”

So Eun merasa tidak asing mendengar suaranya. So Eun pun menoleh dan mengangkat kepalanya. Dia benar-benar terkejut!

“Oh… ternyata So Eun.”

“Kau… Tuan Kim Bum!?”seru So Eun sambil berdiri. Penampilannya begitu berbeda dengan dirumah, begitu modis dan santai begitu pula dengan Geun Suk.

“Hei, maksudmu dia yang pelayan baru itu?”tanya Geun Suk sambil memukul punggung Kim Bum.

“Iya,”

So Eun begitu kalut melihatnya. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengannya dengan kondisi berandal begitu. So Eun pun hendak pergi namun tangannya ditarik Kim Bum dan So Eun pun terjatuh duduk di sofa begitu juga Kim Bum dan Geun Suk. Kim Bum pun meminum anggur begitu juga Geun Suk.

“Hei! Kau… asistennya kan? Kenapa kau juga seperti Tuan Kim Bum?” akhirnya So Eun pun bertanya kepada Geun Suk. Dia sungguh tidak menyangka, Jang Geun Suk. Seorang asisten pribadi Kim Bum yang begitu ramah dan sopan kini berperilaku sama dengan Kim Bum saat ini. Malah tidak memanggil Kim Bum dengan embel-embel ‘Tuan.’

Melihat kebengongan So Eun, Kim Bum dan Geun Suk malah tertawa dengan gilanya.

“Hahaha… Kim Bum! Aku suka dengan wanitamu ini, dia benar-benar menarik!”seru Geun Suk tidak bisa berhenti tertawa. So Eun kini makin tambah bingung. Ada apa dengan mereka sebenarnya? So Eun hendak berdiri lagi, namun Kim Bum malah menariknya duduk lagi.

“Kim Bum! Lepaskan aku!?”teriak So Eun tanpa memanggilnya tuan saking kesalnya.

“Tidak mau.”tolak Kim Bum malah dia makin mencengkeramkan tangannya sehingga So Eun meringis kesakitan.

“Hei! Kim Bum, kau jangan kasar begitu dengan So Eun. Bagaimana pun juga dia itu wanita. Seharusnya kau memperlakukannya dengan lembut.”ucap Geun Suk.

“Tapi dia duluan yang kasar, Geun Suk. Ingat kan dengan ceritaku waktu dia menamparku. Aku tidak mau kejadian itu terulang lagi.”

“Ya… ya… ya… terserah kau lah.” Ucap Geun Suk sementara So Eun berusaha melepaskan tangan Kim Bum. Ponsel Geun Suk bergetar, Geun Suk langsung mengangkatnya.

“Halo sayang….”

“….”

“Kau sudah ada disini? Oke, aku akan kesana.”

Geun Suk menaruh ponselnya di saku celana lalu dia berdiri.

“Kim Bum, aku pergi dulu ya. Dia sudah ada disini.”

“Yo! Silakan. Selamat bersenang-senang!?”seru Kim Bum.

“Ya, kau juga!”balas Geun Suk.

Setelah Geun Suk pergi, Kim Bum pun memandang So Eun dengan tersenyum. Lalu dia merangkul So Eun. So Eun yang merasa risih itu pun langsung melepaskan rangkulannya. Namun Kim Bum kembali merangkulnya, kini lebih kuat rangkulannya sehingga So Eun sulit melepaskan tangannya dari bahu.

“Hei! Lepaskan tanganmu!? Aku mau pergi.”teriak So Eun begitu marah.

“Melihatmu begitu marah, aku jadi teringat dengan pertemuan pertama kita. Kau itu benar-benar cerewet menasehatiku.”

“Kalau kau memang tidak suka dengan nasihatku kenapa kau malah menciumku dengan paksa.”

“Ya, kalau aku tidak menciummu kau pasti tidak mau diam kan.”

So Eun terdiam mendengar jawabannya. Kali ini hatinya benar-benar dongkol. Melihat kelakuannya yang begitu berbeda dan sangat menyebalkan kini hatinya semakin mantap untuk mengundurkan diri jadi pelayan di rumah Kim Bum.

Kim Bum terus tersenyum melihat ekspresi So Eun yang cemberut. Dia pun menyentuh dagu So Eun untuk menatapnya.

“Ada apa?”tanya So Eun heran. Kim Bum tidak menjawabnya. Dia langsung mencium bibir So Eun yang mungil. So Eun pun terkejut melihat kelakuannya yang terulang lagi. Mencium paksa!

So Eun mendorong tubuh Kim Bum, “Hei, kau… Umpphh…” Kim Bum langsung mencium bibir So Eun yang sedikit terbuka dan memasukkan lidahnya. Kim Bum terus melumat isi bibir itu sampai So Eun hampir kehabisan nafas. Ciuman kasar yang dilakukan Kim Bum membuat So Eun hampir lemas, So Eun pun memutarkan matanya mencari sesuatu untuk menghentikan ciuman liar Kim Bum. Tangan So Eun berusaha menggapai sebuah gelas miliknya. So Eun meringis kesakitan saat bibir bawahnya digigit Kim Bum. Kim Bum pun melumatkan bibirnya lagi seolah bibir So Eun yang begitu manis. Setelah berhasil meraih gelas, So Eun pun langsung memukul kepala Kim Bum dengan gelas.

“AUW!?”teriak Kim Bum kesakitan sambil memegang kepalanya. So Eun pun makin panik melihatnya sambil menangis. Akibat perbuatannya memukul kepalanya dengan gelas, kini mengalir darah segar di keningnya. Kim Bum memegang kepalanya berusaha menahan darahnya tidak keluar lebih banyak lagi.

“So Eun.. Kenapa kau memukulku?”tanya Kim Bum berusaha menahan rasa sakitnya.

“Ini semua gara-gara kau. Kau selalu saja menciumku dengan paksa. Memangnya kau pikir aku ini apa? Wanita murahan yang selalu mau dicium olehmu yang banyak harta? Begini juga, aku ada harga dirinya tau!?” So Eun pun bangkit dari sofanya.

“Kim Bum. Senin besok, aku akan mengundurkan diri sebagai pelayanmu!?”lanjut So Eun dan dia pun berlari meninggalkan Kim Bum yang terluka.

“Kau… Kim So Eun.. Aku tidak akan melepaskanmu!?”ucap Kim Bum serius menatapi kepergian So Eun sambil menahan kepalanya yang berdarah.

*****

So Eun begitu gugup, dia sedang menunggu Miss Young Ae yang sedang sibuk menelpon. Dia ingin berbicara dengan Miss Young Ae bahwa dia ingin keluar dari pekerjaan ini. Kejadian malam minggu kemarin benar-benar membuat So Eun semakin tambah benci dengan Kim Bum. Untungnya di pagi hari ini, dia tidak ketemu dengan Kim Bum. Kim Bum sedang pergi kesuatu tempat.

“Baiklah, Nona. Semua keperluan Anda sudah kami siapkan di kamar Anda.”

Akhirnya Miss Young Ae telah selesai menelpon. Dia pun berbalik menghampiri So Eun.

“Miss Young Ae. Ada yang ingin saya bicarakan kepada Anda.”ujar So Eun.

“Maafkan aku, So Eun. Mungkin keperluan Anda ditunda dulu. Soalnya kita akan segera menyambut kehadiran sepupu Tuan Kim Bum yang sudah pulang dari Jepang.”

“Apa?”

“Miss Young Ae! Tuan Kim Bum sudah datang.”seru Yoon Ah.

“Oh, kalau begitu cepat panggilkan yang lain untuk menyambutnya.”

“Baik.”

So Eun yang masih tidak mengerti pun ikut berbaris sesuai instruksi Miss Young Ae. Jujur, So Eun begitu takut akan bertemu dengan Kim Bum apalagi mengenai insiden pemukulan kepalanya dengan menggunakan gelas.

Akhirnya Kim Bum pun masuk ke dalam rumahnya disambut para pelayan.

“Selamat datang, Tuan Kim Bum!?”seru para pelayan serentak membungkukkan badannya.

“Terima kasih, angkat kepala kalian.”perintah Kim Bum. Para pelayan pun mengangka kepalanya begitu juga So Eun.

Deg! So Eun pun bisa melihat Kim Bum. Ada rasa bersalah di hatinya.

“Seperti yang aku bilang sebelumnya. Sepupuku yang sudah datang dari Jepang akan tinggal disini sementara waktu karena dia ada urusan. Aku harap kalian akan melayaninya dengan baik seperti melayaniku.”ucap Kim Bum.

“Baik, Tuan Kim Bum.”jawab para pelayan dengan lantang.

“Terima kasih. Shin Hye, ayo masuk.”pinta Kim Bum. Wanita yang bernama Park Shin Hye pun masuk ke dalam rumah Kim Bum dengan mengenakan jaket putih. Dia pun tersenyum ramah kepada para pelayan.

Akan tetapi, So Eun malah terkejut melihatnya begitu juga Shin Hye.

“Shi… Shin Hye!?”teriak So Eun sambil menunjuk Shin Hye hingga menjadi perhatian para pelayan yang memandangnya heran.

“Ah! Kim So Eun!?”seru Shin Hye girang. Shin Hye pun langsung memeluk So Eun.

“Wah…. So Eun! Aku kangen sekali denganmu. Bagaimana kabarmu?”

“A.. Aku.. Aku baik-baik saja. Tapi kenapa kau ada disini?” tanya So Eun yang masih polosnya. Sementara Kim Bum mengernyitkan keningnya.

“Ya, aku sedang menemui sepupuku, Kim Bum. Uhm… Jangan-jangan yang dibilang Hye Sun mengenai pekerjaanmu. Kau bekerja disini? Jadi pelayan Kim Bum?”giliran Shin Hye yang heran. So Eun yang kikuk pun langsung menarik Shin Hye keluar dari rumahnya dan berhenti di taman yang tidak jauh.

“Hei, Park Shin Hye. Apa benar yang kau katakan tadi? Kau sepupunya Kim Bum.”tanya So Eun lagi. Shin Hye mengangguk.

“Aku tidak menyangka rupanya kau bekerja disini. Yah, bagaimana bisa sahabat baikku bekerja dengan sepupuku sebagai pelayan.”ucap Shin Hye. So Eun pun terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka akan mengalami masalah yang lebih rumit lagi.

“Ah iya. Bagaimana dengan hutangmu? Apa kau sudah mengumpulkan uangnya? Berarti kau bisa membayarnya hari ini?”

“Shin Hye… Aku mohon beri aku waktu lagi.”

“Hei, So Eun! Kau….!”teriak Shin Hye mulai emosi.

“Cih… Baiklah, aku akan beri batas waktu 3 hari untuk membayar utangmu kepadaku. Lewat dari itu. Jangan salahkan aku kalau aku akan membuatmu menderita.”ancamnya sambil meninggalkan So Eun. So Eun hanya bisa terdiam pasrah. Tanpa dia sadari, Kim Bum telah menguping pembicaraan mereka.

TO BE CONTINUED…………

NB: SELESAI BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA!!!

63 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 2]: Sepupu Majikan Telah Datang

  1. mia September 1, 2015 pukul 12:01 am

    Semoga aja kim bum oppa mau mambantu so eon eonnie

  2. Dela safitri September 13, 2015 pukul 4:37 pm

    Ya ampun teryata oppa memiliki 2 kepribadian.
    Waah oppa sepertinya menyukai sso deh.
    Ya ampun sso berani bgtt . Oppa gak sopan nih main cium2 ajh.

    Bagamana apa sso bsa melunasi hutanganya ?

  3. selva Desember 17, 2015 pukul 9:44 am

    Waduuuuhhhh, makin rumit ini mah cerita nya sma shin hye, dlm tiga hri hrus ngmpulin uang 9 juta won, dri mna yaaa sso ba mndptkan uang sbnyk itu???

  4. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 2:01 am

    Haduh.. Gimana nih sso jadinya…
    Kim bum itu selalu aja merebut ciuman so eun… Hehe
    next part

  5. sri melinda bangun Oktober 26, 2016 pukul 1:31 am

    Kebetulan yg ga di sangka”, trnyta Shin Hye itu sepupu Kim Bum..
    Hahahaha, malang nian nasib Sso..
    Seru!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: