RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

The Love Fate [OS]


Sebuah sekolah SMA Shinhwa berada di Korea Selatan. Kini sedang memasuki musim dingin. Banyak siswa-siswi memakai jaket yang tebal-tebal dari yang biasa hingga model berbulu. Di dalam SMA Shinhwa itu terlihat seorang gadis sedang duduk melamun menghadap jendela. Dia menatap langit sedang memikirkan sesuatu. Sahabatnya yang sedang berdiri disamping pintu kelasnya hanya menggeleng kepala. Dia pun mendekati gadis itu.

”Kim So Eun!”panggilnya sambil menepuk bahu membuat So Eun tersadar dari lamunannya.

”Goo Hye Sun! Kau mengagetkanku!?”kesal So Eun sambil mengurut-urut dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdegup terlalu kencang saking kagetnya. Hye Sun hanya bisa ketawa.

”Apa yang sedang kau pikirkan? Hm… aku tau. Kau pasti pusing memikirkan pesta dansa ya?”tebak Hye Sun sambil duduk disamping So Eun. So Eun malah menghembuskan napasnya dan menjatuhkan dagunya diatas mejanya.

”Kau tau kan, Hye Sun. Besok malam, pesta dansa itu akan diselenggarakan. Persyaratannya harus membawa pasangannya masing-masing. Sedangkan aku tidak ada pasangannya, bahkan aku tidak memiliki kekasih. Gimana aku bisa ikut pesta itu?”

Hye Sun jadi iba melihat sahabatnya. Ia pun mengelus rambut So Eun dengan kasih sayang.

”Yang tabah ya, So Eun. Aku ngerti kok perasaanmu. Jangan sedih lagi.”kata Hye Sun. So Eun mendelik matanya ke arah Hye Sun membuat Hye Sun jadi terdiam.

”Bagaimana kau bisa mengerti perasaanku? Kau kan sudah ada Lee Min Ho. Gak usah menyindirku!”kesal So Eun. Lagi-lagi Hye Sun menyengir melihat kelakuannya.

”Iya.. ya… Aku tau. Aku memang sedang bahagia sekali! Karena Min Ho telah mengajakku ke pesta dansa besok malam. Jujur aja, saat ini aku memang tidak terlalu mengerti perasaanmu yang sedang kesepian.”sindir Hye Sun. So Eun mengangkat tasnya lalu memukulnya.

”Goo Hye Sun! Kau jangan keterlaluan!” Sayangnya pukulan tas So Eun berhasil ditahan Hye Sun yang jago beladiri.

”Maaf sih, So Eun! Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengejekmu. Habisnya sejak pengumuman pesta itu, kau malah jadi ngelamun terus. Aku kan tidak tega kalo sahabatku ini mati hanya karena masalah sepele ini.”ejek Hye Sun lagi.

”Goo Hye Sun. Kau…..”

Namun saat So Eun siap-siap memukul lagi, tiba-tiba terdengar suara benda yang terjatuh dengan keras. So Eun dan Hye Sun mengalihkan pandangannya ke arah suara itu. Rupanya seorang gadis itu melempar sebuah kotak kaca ke lantai dengan keras sehingga kotak itu jadi pecah. Dan cowok itu langsung memungut kotak yang sudah pecah karena dilempar gadis itu. So Eun jadi kesal melihatnya. Ia pun beranjak dari tempatnya. Langsung menghampiri mereka.

”Ahn So Hee! Apa yang sedang kau lakukan?”tanya So Eun dengan lancang sambil membantu cowok itu memungut barang-barang itu.

Ahn So Hee beserta temannya, Gook Ji Yun hanya bisa tersenyum sindir.

”Cowok sialan ini berani sekali mengajakku jadi pasangannya untuk pesta dansa nanti!”ketus So Hee diikuti anggukan Ji Yun.

”Tapi dia kan sudah berbaik hati memberimu hadiah. Kenapa kau malah menghancurkannya?”tanya So Eun sambil berdiri. So Hee mendelik ke arah kotak kaca yang pecah yang dipegang cowok itu. Sebuah kotak kaca yang berisi bros mawar dengan warna silver. So Hee pun menyunggingkan senyumannya.

“Hadiah? Apa maksudmu? Hadiah murahan seperti itu? Aku tidak suka itu!”

”Apa maksudmu hadiah murahan?”

”Tentu aja murahan. Aku tidak yakin kalo bros itu silver asli. Lagian cowok jadul seperti dia mana mungkin sanggup membeli bros mawar silver asli. Walaupun dia sekolah disini karena beasiswa.”

“Apa? Beraninya kau!”

So Eun ingin sekali melayangkan tinjunya ke wajah So Hee. Namun cowok itu menahan tangan So Eun.

“Sudahlah. Kalo aku kelamaan bersama kalian bisa-bisa aku mati beku!” Dengan centilnya, So Hee beserta Ji Yun membuang muka dan meninggalkan mereka.

So Eun melihatnya dari jauh. Ia pun berbalik badan sambil melepaskan tangannya.

”Kim Bum! Kenapa kau diam aja? Gadis sialan seperti dia kenapa kau hiraukan?”kata So Eun. Namun cowok itu malah terdiam santai seakan-akan kejadian tadi tidak dianggapnya.

”Kau tidak usah ikut campur masalah ini. Ini bukan urusanmu.”ketus Kim Bum sambil meninggalkan So Eun dan Hye Sun. So Eun dan Hye Sun hanya bisa melongo melihatnya.

”So Eun. Sejak dia sekelas dengan kita. Aku pikir lama-lama sifat dinginnya akan mencair. Ternyata dia masih belum tobat. Ckckck….”

”Entahlah, Hye Sun. Padahal kita tau kalo dia itu suka dengan So Hee. Dan kita juga tau kalo So Hee itu tidak suka dengannya. Aku heran kenapa dia masih mengejar-ngejar So Hee ya?”heran So Eun.

”Hm… Aku perhatikan ya. Kenapa dia tidak merubah penampilannya? Secara, penampilannya sudah ketinggalan jaman banget. Coba liat deh, dia pake kacamata yang tebal, pake kawat gigi pula, bajunya dikancing semua bahkan tidak ada satupun kancing lehernya dibuka. Terus rambutnya, uh…. jadul banget. Terus walaupun dia pintar. Paling gak, stylish dong!”ujar Hye Sun. So Eun hanya bisa terdiam. Memang dia tidak terlalu akrab dengan Kim Bum dan Kim Bum begitu sangat pendiam dan dingin dengan teman-teman yang lain. Sehingga dia sering diejek yang lain. Namun So Eun malah mendekatinya. Berusaha menjadi teman baiknya. Entah kenapa, hatinya merasa Kim Bum tidaklah sangat pendiam dan dingin.

”So Eun? So Eun…!” Hye Sun menggeleng sambil berkacak pinggang melihat So Eun melamun lagi.

”KIM SO EUN!”teriaknya sehingga So Eun terpaksa menutup telinganya.

”Apa-apaan kau ini, Hye Sun? Jangan teriak ditelingaku. Nanti telingaku pecah.”kesal So Eun.

”Justru kau itu yang kenapa, So Eun. Kau melamun lagi.”

So Eun hanya bisa cemberut mendengarnya.

So Eun mengambil sepatunya dari loker. Sekarang ini adalah waktunya pulang. Biasanya kalo sudah saatnya pulang sekolah pasti hati gembira karena pelajaran yang membosankan telah usai. Kini suasana hati So Eun sedang muram memikirkan pesta dansa besok. So Eun memakaikan sepatunya dan menutup lokernya. Tiba-tiba dia terkejut.

”Ah!”teriaknya. Benar-benar kaget. Rupanya Ki Bum, cowok yang disukainya.

”Ki Bum. Kau mengagetkanku. Aku pikir kau hantu. Karena kau tiba-tiba muncul dihadapanku.”kata So Eun sambil mengurut kembali dadanya untuk menenangkan jantungnya yang hampir copot. Ini lebih kaget dibanding Hye Sun tadi. Ki Bum malah tersenyum melihat tingkahnya. Sadar diamati Ki Bum, So Eun mengunci loker itu lalu menghadap Ki Bum.

”Ada apa, Ki Bum?”tanya So Eun. Lagi-lagi Ki Bum tersenyum. Senyuman Ki Bum membuat So Eun jadi salah tingkah.

”Kau ini sungguh lucu sekali.”kata Ki Bum.

So Eun hanya bisa terdiam, jadi malu.

”Uhm… aku kesini. Ada yang mau aku katakan denganmu.”kata Ki Bum.

”Apa?” So Eun jadi penasaran.

”Besok malam pesta dansa akan diselenggarakan. Maukah kau jadi pasanganku untuk pesta dansa besok?”

”Apa?”So Eun tidak percaya yang didengarnya. ”Benarkah itu?”

Ki Bum mengangguk, ”Bagaimana? Apakah kau mau?”

”Mau…mau! Aku mau!” So Eun mengangguk semangat. Tidak disangka ternyata yang jadi pasangannya adalah cowok yang disukainya. Benar-benar tidak diduga.

”Baiklah, nanti aku akan menghubungimu lagi.”kata Ki Bum sambil berlalu.

So Eun berusaha menahan luapan gembiranya sampai Ki Bum menghilang dari hadapannya. Setelah dia benar-benar sudah jauh, So Eun tidak bisa menahan perasaannya. Ia pun meloncat kegirangan sambil melempar buku-buku yang dipegangnya. Hingga salah satu buku itu mengenai kepala seseorang.

”Aduh!” So Eun yang mendengar suara itu langsung berbalik. Ternyata Kim Bum yang terkena bukunya. Ia pun mengambil buku itu sambil mengelus kepalanya yang kena tadi. Merasa bersalah, So Eun langsung mendekatinya.

”Maafkan aku, aku tidak sengaja.”ujar So Eun menyesal. Kim Bum malah memungut semua buku yang dilempar So Eun. So Eun hanya bisa terdiam melihatnya. Lalu Kim Bum memegang tangan So Eun lalu menyerahkan buku-buku itu.

”Buku ini lebih baik dibaca. Bukan untuk dilempar apalagi dibuang.”ucap Kim Bum dingin sambil meninggalkan So Eun. So Eun hanya bisa terdiam melihatnya sambil melihat buku-buku yang dipegangnya. Tidak lama, dia pun ketawa.

”Hhaha… Aku pikir dia itu tetap sombong. Tadi aku memungut kotaknya. Kini dia memungut buku-bukuku. Aku rasa dia itu tidaklah dingin seperti musim dingin ini. Tangannya benar-benar hangat.”gumamnya. So Eun langsung memasukkan buku-buku itu ke dalam tas.

So Eun sedang berdiri kesal. Karena jemputannya belum datang juga sementara SMA Shinhwa sudah tutup. Masa sih, dia harus bermalam di sekolah ini? Tiba-tiba HPnya berdering. So Eun segera mengangkatnya.

”Halo. Kenapa kau tidak segera menjemputku? Apa? Mobilnya mogok. Hm… iya, iya. Aku tau. Naik taksi? Oh tidak! Aku pulang jalan kaki aja. Aku tidak apa-apa.” So Eun mengakhiri pembicaraannya.

So Eun membuang napas beratnya. Dia trauma naik taksi sejak insiden penculikan di taksi. Namun untunglah, ada seseorang yang menolongnya. Namun So Eun terlanjur pingsan. Jadi dia tidak sempat berterima kasih dengan penolongnya.

So Eun pun mulai melangkah ringan. Sebuah sepeda berhenti didepannya sehingga So Eun pun ikut berhenti.

”Kim Bum?”

”Kenapa kau jalan sendirian? Kau tidak dijemput?”

”Hah?” So Eun jadi heran. Tumben sekali Kim Bum menanyakannya.

”Halo….. So Eun!”Kim Bum memanggilnya. So Eun malah mesem-mesem.

“Ah. Itu… Mobil jemputanku sedang mogok jadi dia tidak bisa menjemputku.”

”Lalu kenapa kau tidak naik taksi aja?”tanya Kim Bum. So Eun jadi salah tingkah mendengarnya.

”Itu… Aku tidak bisa naik taksi.”

”Apa?” Kim Bum mengernyitkan dahinya.

”Ah. Itu tidak penting. Yang pasti aku tidak mau naik taksi.”

”Lalu bagaimana kau bisa pulang?”

”Dengan jalan kaki.”

”Hah? Bukankah rumahmu itu lebih jauh dari sini?”

”Ah… Itu….”

”Baiklah. Aku tidak akan mengganggu kesenanganmu dalam berjalan kaki. Aku duluan.” Kim Bum pun siap-siap mengayuh sepedanya. Namun So Eun malah menahannya.

”Ada apa?”tanya Kim Bum dengan kesal.

”A.. itu… Kim Bum. Bolehkah aku pulang denganmu?”

”Hah?”

”Dengan sepedamu.”

Kim Bum pun memerhatikan So Eun dan sepedanya secara bergantian.

”Kau tidak salah? Aku membawa sepeda bukan mobil mewah.”tanya Kim Bum. So Eun tersenyum, dia pun langsung duduk dibelakang Kim Bum.

”Memangnya kenapa dengan sepeda? Yang pentingkan sampai di tempat tujuan dengan selamat. Benarkan, Kim Bum?”

Kim Bum tidak menjawabnya. Dia mengayuh sepedanya. Dia pun membonceng So Eun. Mereka pun menikmati perjalanannya dengan sepeda milik Kim Bum. So Eun merasa sangat bahagia. Namun tiba-tiba hujan pun mulai turun dengan deras. Sehingga Kim Bum dan So Eun terpaksa berteduh didepan kafe.

”Sial. Kenapa hari ini bisa hujan?”keluh Kim Bum. So Eun hanya bisa tersenyum melihatnya. Dia pun melihat kafe itu.

”Kim Bum. Kita masuk aja!”

”Hah?”

So Eun menarik lengan Kim Bum kedalam kafe. Dan mereka pun duduk dan memesan minuman hangat.

”Kim Bum. Apakah kau sudah berhasil mengajak So Hee jadi pasanganmu?”tanya So Eun. Kim Bum jadi terbatuk-batuk.

”Bagaimana kau bisa tau kalo aku mengajaknya?”tanya Kim Bum. Lagi-lagi So Eun tertawa.

”Jangankan aku, yang lain juga tau kok kalo kau sedang mengejarnya.”

”Benarkah?”

So Eun mengangguk.

”Kenapa kau bisa suka dengannya?”tanya So Eun.

”Itu…. karena dia sangat cantik. Dan aku sudah lama menyukainya. Aku pikir dia juga menyukaiku. Entah kenapa dia selalu benci denganku hanya karena penampilanku. Memangnya penampilanku ini salah?”tanya Kim Bum membuat giliran So Eun yang jadi terbatuk-batuk. Jadi tidak enak untuk menjawabnya.

”Uhm… sebenarnya penampilanmu memang tidak terlalu salah. Tapi kau hanya salah waktu.”

”Salah waktu?”

”Iya. Penampilanmu ini sungguh ketinggalan jaman. Penampilanmu sangat kuno. Aku pikir kau harus merubah penampilanmu. Agar dia bisa menyukaimu. Dan mau jadi pasanganmu.”

”Benarkah itu?”

”Iya. Aku yakin 100 persen.”ucap So Eun sambil tersenyum. Kim Bum jadi terdiam melihatnya. HP So Eun berdering. So Eun pun mengangkatnya.

”Halo. Apa? Sudah diperbaiki? Oh baguslah. Iya, kau jemput aku di kafe ini aja. Baiklah.” So Eun pun mengakhiri percakapannya.

”So Eun. Siapa pasanganmu  di pesta dansa besok?”tanya Kim Bum. So Eun jadi tersipu malu mendengarnya.

”Aku rasa, kau pasti kenal dengannya. Ki Bum yang akan jadi pasanganku.”jawabnya.

Kim Bum tidak bereaksi. Malah terdiam bisu. Lalu supirnya So Eun pun telah datang.

”Maaf terlambat, Nona. Mari akan saya antarkan pulang.”kata supir itu.

”Kau duluan aja dulu. Nanti aku menyusul.”

Supir itu pun meninggalkan mereka berdua dan menunggunya didepan mobilnya.

So Eun pun mengambil tasnya dan mengeluarkan beberapa lembaran uang won. Lalu dipanggilnya pelayan itu dan menyerahkan uangnya untuk membayar pesanannya dan Kim Bum.

”Minumanmu sudah kubayar. Jadi kau tidak usah bayar lagi.”

”So Eun. Kenapa kau baik denganku? Padahal yang lain membenciku, menyindirku, bahkan menjauhiku. Kenapa kau malah mendekatiku?”tanya Kim Bum. So Eun jadi sedikit terdiam. Tidak lama, dia pun tersenyum.

”Kim Bum. Aku mendekatimu karena aku ingin menjadi teman yang terbaik buatmu. Lagi pula kau bukanlah orang yang dingin. Aku yakin kau orang yang baik. Apa pun statusmu. Karena aku sama denganmu. Sama-sama manusia yang membutuhkan pertolongan, kasih sayang, dan cinta.”jawabnya. Lagi-lagi Kim Bum terdiam.

”Aku pulang duluan ya! Oh ya, terima kasih kau telah bersedia memboncengku dengan sepedamu. Kapan-kapan kita main sepeda lagi ya.”ujar So Eun sambil berlalu. Kim Bum duduk terdiam bisu melihatnya. Setelah So Eun menghilang dari hadapannya. Kim Bum pun tersenyum sambil minum kopi hangat. Tidak lama, Kim Bum mendengar suara yang dikenalnya. Ia pun mencari arah suara itu dan terdiam patung melihatnya. Ki Bum dan So Hee sedang masuk ke kafe secara bersamaan lalu mereka pun duduk. Mereka tidak sadar bahwa Kim Bum ada di kafe itu. Sehingga Kim Bum mendengar pembicaraan yang penting.

Malam pesta dansa pun tiba. Terlihat So Eun dan Hye Sun berdiri didepan SMA Shinhwa.

”So Eun. Kau tidak apa-apa ditinggal sendirian?”Tanya Hye Sun cemas.

”Iya, aku tidak apa-apa. Lagi pula kami janjian disini.”jawab So Eun.

“Iya, aku tau tapi bukankah Ki Bum itu keterlaluan. Kenapa dia tidak suruh kau nunggu aja didalam ruang pesta dansa itu?”ujar Hye Sun kesal.

”Sudahlah, Hye Sun. Aku tidak apa-apa. Kau cepat masuklah kedalam. Min Ho sudah menunggumu.”

”Kim So Eun…..”

”Pergi sana, Hye Sun. Aku baik-baik aja.”bujuk So Eun.

Akhirnya Hye Sun pun meninggalkannya dengan setengah hati.

So Eun terus menggosok-gosok tangannya untuk menghangatkan dirinya. Sungguh dingin dimalam hari dalam musim dingin. Tiba-tiba mobil sedan hitam berhenti didepannya. Terlihat Gook Ji Yun keluar bersama pasangannya. Dan Ki Bum pun keluar bersama SO HEE! So Eun terkejut melihatnya. So Hee pun menggandeng tangan Ki Bum lalu mereka berdua pun berhenti dihadapannya.

”Ki Bum. Apa maksudnya ini? Bukankah kau sudah berjanji denganku. Kau akan jadi pasanganku? Tapi kenapa dengan So Hee?”tanya So Eun tidak percaya.

Ki Bum hanya tersenyum menyindir begitu juga So Hee.

”Kau sebegitu percayanya dengan dia? Sayang sekali, dia sebenarnya tidak berminat denganmu. Karena dia ini adalah kekasihku.”

”Apa? Sejak kapan?”

”Sejak dia mengajakku ke pesta dansa itu. Aku menerimanya dengan syarat. Untuk mempermainkanmu, mempermalukanmu. Karena kau sudah begitu berani melawanku dan membela Kim Bum yang kuno itu.”

”Jadi kalian membohongiku. Mempermainkanku.”kata So Eun tanpa sadar air matanya telah menetes. So Hee memperhatikan gaun yang dikenakan So Eun.

”Gaunmu bagus. Uhm…. rambutmu yang dikuncir juga bagus. Tapi alangkah lebih bagus lagi kalo aku yang akan menata penampilanmu.”

So Hee mengambil sebotol tinta. Dibukanya dan So Hee menumpahkan tinta biru itu ke gaun So Eun.

”Hentikan! Apa yang sedang kau lakukan?” So Eun berusaha membersihkan noda hitam itu. Tidak puas. So Hee mengacak-acak rambut So Eun dan mencabut kalung yang dikenakannya hingga mutiara pun berjatuhan.

”SO HEE! KENAPA KAU BEGITU KEJAM?!”teriak So Eun kesal. So Hee malah tertawa keras.

”Hahahahaha….. Kau mau tau kenapa aku begitu kejam denganmu? Karena aku muak melihatmu yang selalu sok baik kepada orang lain. Meskipun kau orang kaya tapi aku tidak suka dengan sifatmu ini.”

”Apa?”

”Sifatmu itu benar-benar membuat muak. Aku heran kenapa mereka bisa begitu gampang dekat denganmu. Kau pasti pakai sihir. Lagi pula sekaya apa pun kau belum berhasil mengalahkanku yang paling kaya di Korea dalam urutan ke 3. Apa aku salah?”ujar So Hee. So Eun jadi geram mendengarnya.

”Kau…. BIADAB?!” So Eun hendak menampar So Hee, namun malah didorong Ki Bum hingga terjatuh.

”Bagus, Ki Bum. Ayo kita pergi. Aku tidak mau lama-lama dengan dia.”

Mereka pun meninggalkan So Eun yang terus menangis karena ditipu Ki Bum dan disakiti So Hee.

”Kenapa kehidupanku harus jadi begini? Kenapa?” So Eun terus menangis.

Tidak lama, sebuah mobil sedan yang mewah berhenti didepannya. Keluarlah pengawal pria dan wanita berdiri dihadapannya. Dengan perlahan So Eun berdiri.

”Kalian siapa?”

Kedua pengawal itu menunduk hormat kepada So Eun.

”Kami diperintahkan oleh Tuan Muda untuk menjemput Nona.”kata pengawal wanita itu.

”Tuan Muda? Siapa?”tanya So Eun tidak mengerti.

”Tuan Muda Kim Sang Bum.”

”Kim Bum?”

”Benar, Nona. Mari ikut saya.”kata pengawal pria itu sambil membuka pintu mobil itu. So Eun hanya bisa terdiam bingung sambil dituntut pengawal wanita untuk masuk kedalam mobil sedan.

”Min Ho, kenapa So Eun begitu lama datangnya?”tanya Hye Sun cemas.

”Aku tidak tau. Apakah mungkin dia…. Hye Sun, bukankah itu Ki Bum?”

Hye Sun pun memperhatikannya yang ditunjuk Min Ho.

”Memang benar dia, Ki Bum. Tapi dengan siapa disampingnya itu? Apakah itu So Eun?”

”Kurasa tidak. Tapi dengan….”

Min Ho dan Hye Sun terkejut dengan yang dilihatnya, ”Ahn So Hee!”serunya bersamaan.

Hye Sun dan Min Ho langsung menghampirinya.

”Ki Bum. Mana So Eun?”Tanya Hye Sun. Ki Bum tidak menjawabnya. Malah dia melirik So Hee.

“Dia sedang jadi orang gila didepan pagar sekolah Shinhwa.”kata So Hee dengan angkuhnya.

”Apa maksudmu?”heran Hye Sun.

”Tidak ada maksud apa-apa. Ayo kita pergi.” So Hee, Ki Bum, Ji Yun dan pasangannya pergi meninggalkan mereka.

”Apa maksud mereka, Min Ho? Aku khawatir akan terjadi sesuatu kepada So Eun. Aku harus menyusulnya.”

Hye Sun dan Min Ho pun menemui So Eun di depan SMA Shinhwa. Tetapi So Eun tidak ada.

”Kemana So Eun?”tanya Hye Sun. Sayangnya, Min Ho juga tidak tau.

”Kim So Eun….”lirihnya dengan penuh cemas.

”Bagaimana? Kau bisa menghubunginya?”tanya Min Ho. Hye Sun pun menutup HPnya.

”Tidak diangkat, Min Ho. Bagaimana ini?”ujar Hye Sun cemas sambil dipeluk Min Ho.

Pesta dansa telah dimulai. Hye Sun dan Min Ho jadi tidak mood untuk berdansa karena mencemaskan So Eun yang tiba-tiba hilang. So Hee dan Ki Bum asyik berdansa.

Namun tiba-tiba ruangan itu jadi gelap, mati lampu.

“Ada apa ini? Apakah mati lampu?”Tanya Hye Sun menggenggam erat Min Ho agar tidak terpisah. Tiba-tiba sorotan lampu pun hidup dan ke arah seorang gadis yang berdiri didepan pintu. Para tamu pun memperhatikan gadis yang disorot lampu itu. Hye Sun dan Min Ho terkejut begitu juga So Hee dan Ki Bum beserta yang lainnya.

“Kim So Eun!”teriak Hye Sun begitu juga yang lainnya. Tidak percaya apa yang dilihatnya begitu juga So Hee. Penampilannya dibuat hancur kini jadi berbeda. Sangat berbeda. So Eun memakai gaun biru, rambutnya yang keriting diurai dihiasi jepit silver dengan gantungan manik-manik berlian, high heels silver yang dikenakannya begitu memadu dengan perhiasan-perhiasan yang dipakainya. Anting jewelrynya, gelang, kalung, dan memakai bros di gaunnya, bros mawar silver. So Eun jadi terlihat anggun dilihatnya dan terlihat mewah dengan yang dikenakannya.

”Tidak mungkin itu So Eun. Darimana dia mendapatkan baju yang mewah itu?”kata So Hee tidak percaya.

So Eun jadi canggung jadi pusat perhatian. So Eun melihat Hye Sun. Dia pun berlari dengan pelan menuju Hye Sun dan Min Ho.

“Hye Sun!” So Eun memeluknya begitu juga Hye Sun. Suasana ruang itu masih gelap. Sorotan lampu itu masih mengikuti arah So Eun.

”So Eun, kau tidak apa-apa?”tanya Hye Sun cemas. So Eun mengangguk.

”So Eun, ceritakan padaku. Kenapa kau bisa jadi begini?”tanya Hye Sun tidak sabaran.

”Begini. Aku…..” Belum mulai perkataannya, So Eun ditarik So Hee sehingga mereka berhadapan.

”Bagaimana kau bisa jadi begini? Apa kau mencuri baju, sepatu, perhiasan yang mahal-mahal ini? Walaupun kau kaya, tapi kau tidak mungkin sanggup membeli pakaian-pakaian dan perhiasan yang harganya uhm… milyaran won! Kau pasti mencuri. Dasar tidak tau malu! Kau malah mencurinya.”tuduh So Hee membuat So Eun jadi kesal dan menampar pipinya dengan keras.

”Plak!” Pipi So Hee jadi memerah. So Hee mengelus pipinya.

”Kurang ajar kau!” So Hee hendak menampar So Eun. Namun tepukan tangan misterius telah menahannya. Mereka pun melihat didepan pintu. Terlihat bayangan seseorang yang sedang menepuk tangan.

”Hidupkan!”perintahnya.

Ruangannya pun dihidupkan dan jadi terang sehingga orang yang menepuk tangan itu memperlihatkan wujudnya. Seorang cowok dengan pakaian jas berwarna biru senada dengan gaun yang dikenakan So Eun. Memakai bros yang sama dengan yang dikenakan So Eun, bros mawar silver. Cowok itu tersenyum kepada yang lainnya. Sehingga para gadis terpesona dengan ketampanannya dan membisik-bisik penasaran.

”Siapa cowok itu? Tampan sekali.”ujar salah satu gadis itu. Cowok itu pun jalan mendekati So Eun. Sehingga mereka pun berhadapan.

”Siapa kau?”tanya So Eun. Cowok itu tersenyum manis dihadapannya. Hati So Eun jadi berdegup kencang melihat senyumannya.

”Bagaimana gaun yang aku pilih, So Eun? Apakah kau menyukainya?”ujar cowok itu.

”Gaun?” So Eun mengernyitkan dahinya.

”Jangan-jangan. Kau si Tuan Muda Kim Bum itu?”lanjut So Eun.

”Apa?”

Perkataan So Eun membuat sekelilingnya heboh begitu juga So Hee. Mereka tidak percaya Kim Bum yang begitu jadul dan kuno jadi tampan dengan penampilannya yang stylish. Tidak memakai kacamata, rambutnya telah ditata dengan keren, kawat gigi yang dipakainya telah lepas. Benar-benar sangat keren dan tampan sekali. Kim Bum hanya tersenyum melihatnya.

”Apa kau benar-benar Kim Bum? Aku tidak percaya. Kau pasti bukan Kim Bum jadul itu kan?”kata So Hee.

”Coba kau perhatikan baik-baik, bros yang aku kenakan. Bukankah itu bros yang sama dengan yang kau jatuhkan waktu aku mengajakmu jadi pasanganku?”kata Kim Bum. So Hee jadi terdiam tidak percaya. Shock!

Kim Bum tersenyum puas melihatnya.

”Kim Bum. Soal waktu itu, aku minta maaf denganmu. Aku sudah bersikap kasar denganmu. Aku… aku… menerimamu jadi pasanganku.”kata So Hee sambil mengulurkan tangannya. Kim Bum tidak menghiraukannya. Kim Bum malah memegang tangan So Eun yang masih sedikit tidak percaya.

”Kim So Eun lah yang jadi pasanganku.”kata Kim Bum.

”Apa?” So Hee tidak percaya, penawarannya ditolak.

”Dan juga…. kekasihku.”kata Kim Bum sambil melirik So Eun.

”Apa?” So Eun terkejut dengan pernyataannya begitu juga yang lainnya.

Suasana di ruangan itu jadi heboh. Hye Sun dan Min Ho juga tidak kalah kagetnya.

”Akan aku bawa kau ke suatu tempat.”

”Apa?”

Belum sempat So Eun bertanya. Kim Bum menggendongnya. So Eun jadi panik melihatnya. Dia langsung memegang leher Kim Bum, takut jatuh. Kim Bum pun membawanya keluar meninggalkan mereka.

”Oh, Min Ho. Sungguh romantisnya melihat mereka seperti itu.”kata Hye Sun sambil menatap Kim Bum yang menggendong So Eun.

”Kau mau aku menggendongmu?”tanya Min Ho. Namun Hye Sun malah terdiam malu.

So Hee hanya bisa gigit jari melihatnya.

”Aku sudah menduga kalo Ki Bum akan menipumu.”kata Kim Bum sambil menurunkan So Eun diatas kursi.

”Apa? Bagaimana kau bisa tau?”

”Kemarin ketika kau pulang. Aku lihat Ki Bum dan So Hee masuk ke kafe bersamaan. Lalu aku mendengar mereka sedang merencanakan sesuatu untuk berbuat jahat kepadamu.”

”Apa? Benarkah itu? Dasar Ki Bum sialan!”teriak So Eun.

”Tenanglah….” Kim Bum menenangkannya dengan mengelus rambut So Eun yang dikeriting itu.

Lalu Kim Bum agak menjauh dari So Eun.

”Kim Bum. Kenapa kau malah membawaku ke kolam renang ini?”tanya So Eun sambil melihat Kim Bum sibuk melepaskan jas dan dasinya.

”Apa kau tidak ingat pertama kali kita bertemu disini?”tanya Kim Bum. So Eun mengernyitkan dahinya. Kim Bum pun duduk disampingnya.

”Oh… Waktu aku menolongmu karena kau hampir tenggelam di sini.” So Eun telah ingat kejadian waktu itu.

”Iya. Aku pikir kau itu sama dengan yang lain. Yang tidak peduli denganku hanya karena perbedaan status. Tapi ternyata kau malah menolongku.”

”Tapi kenapa selama ini kau bersikap dingin denganku?”

”Aku hanya ingin mengujimu.”

”Mengujiku?”heran So Eun.

”Iya, kau tau. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kita bertemu. Mungkin kau lupa karena kau pingsan. Insiden penculikan di taksi itu sebenarnya akulah yang menyelamatkanmu.”

”Apa!” So Eun jadi terkejut mendengarnya. ”Lalu kenapa kau malah melarikan diri? Sementara aku belum sempat berterima kasih padamu.”tanya So Eun.

”Aku bukan melarikan diri. Tapi batas cutiku untuk ke korea ini sudah abis jadi aku harus kembali ke London untuk kembali sekolah.”

”Tapi kenapa kau mesti mengujiku?”
”Bukan hanya kau aja yang aku ujikan. Tapi yang lainnya juga termasuk So Hee. Kau tau, kalo keluargaku ini merupakan paling terkaya di Korea urutan pertama.”

”Urutan pertama? Paling kaya di Korea?”ujar So Eun tidak percaya. Kim Bum mengangguk.

”Pantesan aja, dia bisa membeli pakaian seperti ini dan perhiasan yang sangat mahal.”gumamnya. Kim Bum melanjutkan perkataannya.

”Mereka akan menjodohkanku dengan seorang gadis yang tidak kusukai. Lalu aku mengatakan kepada mereka kalo aku sudah punya kekasih padahal tidak. Maka aku harus mencari gadis yang pantas untuk jadi kekasihku.”

”Lalu kenapa kau pura-pura jadi miskin? Padahal dengan statusmu yang asli pasti gampang mendapatkannya.”tanya So Eun. Namun Kim Bum malah tertawa.

”Hahahaha… Sebenarnya aku bisa aja begitu. Tapi aku tidak mau kekasihku ini adalah orang yang matre. Yang hanya mementingkan keuangan. Dan satu lagi….” Kim Bum diam sejenak sambil memperhatikan So Eun. So Eun hanya bisa menelan ludah.

”Aku tidak suka dengan gadis yang pemboros.”lanjutnya.

”Ku pikir dengan penyamaran sederhanaku ini. Aku akan bisa mendapat calon kekasihku yang bisa menerimaku apa adanya. Awalnya aku tertarik dengan So Hee namun dia malah mengecewakanku. Dan justru kaulah yang mendekatiku dan menerimaku apa adanya. Pertama kali aku bertemu kau di SMA Shinhwa ini, aku tidak menduga kalo kau adalah gadis yang kuselamatkan waktu itu. Disaat aku sedang suka dan duka, kau selalu datang menghiburku. Maka aku sudah yakin, kalo kau yang pantas jadi calon kekasihku. Kau adalah takdir cintaku. Maka, Kim So Eun. Maukah kau jadi kekasihku?”tanya Kim Bum sambil berlutut dihadapannya. So Eun pun berpikir lama. Tidak lama, dia pun tersenyum usil.

”Uhm…. Kim Bum bisakah kau berdiri?”pintanya. Kim Bum yang bingung pun berdiri. Lalu So Eun menarik lengan Kim Bum dengan pelan ke pinggir kolam renang.

”Apa yang kau lakukan, So Eun?”tanya Kim Bum. So Eun tidak menjawab. Malah dia mengendap-endap ke belakang punggung Kim Bum. Dan mendorongnya sehingga tercebur ke dalam kolam.

”Kim So Eun! Apa-apaan kau ini?!”tanya Kim Bum kesal.

So Eun tertawa.

”Aku sedang memikirkan jawabanku. Dan jawabanku adalah iya.”jawabnya.

”Apa? Kau menerimaku?”tanya Kim Bum tidak percaya. So Eun mengangguk.

”Tapi kenapa kau mendorongku?”

”Itu karena, kau terlalu serius dalam ucapanmu ini. Dan kau terlalu romantis. Aku merasakan itu sangat membosankan. Apa lagi dengan sifat dinginmu itu. Aku pikir dengan menceburkanmu ke dalam kolam renang ini bisa membuat pikiranmu jadi fresh. Dan jangan terlalu dibawa serius sekali. Kau tau, kenapa?”tanya So Eun sambil berjongkok dihadapannya. Kim Bum terdiam.

”Itu karena aku tidak suka dengan cowok yang terlalu serius dan membosankan.” So Eun tertawa. Kim Bum berkacak pinggang. Dia pun mendekati So Eun. Lalu menarik kakinya hingga So Eun ikut tercebur ke dalam kolam renang.

”Kim Bum, apa yang sedang kau lakukan?”

”Aku? Aku hanya berpikir bagaimana caranya membalas kejahilanmu ini.”

”Huh, dasar! Apa kau tidak tau, kalo aku kedinginan berada disini. Karena gaun yang kau pilih itu benar-benar terbuka.”

Saat So Eun hendak naik tangga, Kim Bum kembali menarik dan dipeluknya di dalam kolam renang.

”Dengan memelukmu ini, kau tidak akan merasa kedinginan.”

So Eun menatap Kim Bum. So Eun pun memegang pipi Kim Bum. Kim Bum pun meresponnya. Wajah mereka makin lama makin mendekat. Dan mereka pun berciuman di kolam renang disambut cahaya bulan purnama.

~*TAMAT*~

 

NB: SELESAI BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA!!!

48 responses to “The Love Fate [OS]

  1. Indry Desember 16, 2010 pukul 1:36 am

    Kyaaaa…so sweet…

  2. Sary aj0w Desember 16, 2010 pukul 3:24 am

    Top wan lah…dirimu nie bneran auth0r bumsso sejati..lanjud y0w..hurry up,wkekeke

    • RetnoMyaniezasia Desember 16, 2010 pukul 3:53 am

      wkwkwkwkwk….
      mana top wannya? Kan lumayan buat motorq (?)

  3. puchaabyzone Desember 16, 2010 pukul 3:58 am

    annyong retnoooooooooooooo…………. *teriak2 pake megapone…

    salam kenal yah,,,,
    this is my first comment di blog kamu ini,,numpang comment yah hehehe

    wuaaaaaaaaaaa suka…suka..suka….
    romantis abizzzz……
    gud job chingu…..

    kim bum bagaikan the saving knight riding white horse buat soeun,,,

    hm,,ngk bisa bayangin gimana tampangnya kimbum kalo lg culun,,kyknya msih keliatan cakep..*bawaan lahir sieh,,,wink2 ke kimbum —->> dikebiri ma soeun gw hehehehe

    hadew si so hee ma kibum jahat beud yah..pengen gw jitak tuh berdua..tapi untungnya ada part soeun bisa juga nampar si sohee,,kalo gw mungkin udh gw jambak2,cakar,jitak —->>maap reader rusuh hehehe

    endingnya bagus,,apalagi pas soeun nyeburin kim bum ke kolam,,bener2 diluar dugaan . usil banget deh soeun…

    ayo lanjutkan karya2mu,,,di tunggu yah q^^p

    kamsahamnida
    _bow_

  4. Dina Desember 16, 2010 pukul 9:56 am

    Seru…seru…seru…
    romantis bgt meskipun sblmx dah pernah bca tp gak bosen.
    kak, aq tunggu cerita my prince is bad boyx ya.
    gamsahamnida

  5. Dina Rizky Desember 16, 2010 pukul 9:57 am

    Seru…seru…seru…
    romantis bgt meskipun sblmx dah pernah bca tp gak bosen.
    kak, aq tunggu cerita my prince is bad boyx ya.

  6. rini Desember 18, 2010 pukul 12:57 pm

    seruuuuu+romantis abies . .

  7. Yunie sipenyuka hijau Desember 21, 2010 pukul 12:22 pm

    Wedeh co cwit mbum kisu2 ma so eun d kolam renang.dpt ide dr mana tuh No.aji gile cihuy bgt ending’a..
    So eun dpt pangeran brkuda hijau. Keren2 No
    Cinta akan menemukan jalan.a sndiri jiahaha

  8. dini ramadhani Desember 22, 2010 pukul 4:35 am

    wkwkwkwkwk ciuman di kolam renang?bayangin dulu aaahhh……
    oooo jd kim bum cuma pura2 jd org miskin,yaelah segitunya cuma mo cari pacar aja*reader banyak omong*
    ih so eun beruntung bgd dpt pacar anak orang kaya se korea
    huuhuhuhu keren keren

  9. minhyunkey Desember 29, 2010 pukul 1:50 pm

    nice ff
    ~~ sebelumnya annyeong,, lam kenal
    reader baru
    nie ff pertama yg q baca d blog nie *jiahh
    cerita yang romantis

  10. rizkyapratiwi Februari 7, 2011 pukul 2:49 pm

    kyaaaa…. penyamaran kim bum hebat ..

    bagus tu cri cewekjgn yg mater

    so sweet bgt wktu kim bum nyatak cinta nya

    ooouuuuhhh…. *terharu oleh suasan*

  11. rosiyani April 26, 2011 pukul 11:10 pm

    aishhhh so sweet. hihi..
    kaya takdir gt mereka sebernya udah ketemu jauh2 hari.. hihi…
    suka suka suka…

  12. VayTeuKey Juni 6, 2011 pukul 1:47 pm

    seru keren bgt. tp gak bs byangn kim bum yg culun. kibum jhat bgt sech b00ngin so eun.

  13. Feibe Agustus 4, 2011 pukul 4:06 pm

    Lbih bagus ff ni,dripda ftv2 d sctv..
    Mantap!
    L0ve it!
    S0 sweet!

  14. anggi lianaputi Agustus 7, 2011 pukul 4:25 pm

    ukhhh so sweet, kim bum romanti deh. wah wah wah romantis bnget pas d kolem renang.a *nangis sambil terharu

  15. Helda wati Oktober 7, 2011 pukul 12:19 am

    Widieh gile tu so hee, mentang2 kya seenak am kimbum:/ . soeun datang jreng. . jreng*bunyigaje. soeun kren dah bntuin kimbum. so hee. . so hee jhat bgt am kimbum, gk tau dy kimbum org terkya no 1. gk disangka kimbum nyamar seperti tu mencri tau calon istri.y siapa, eh trnyata so hee sombong gila. ending.y keyen bgt*bhsaankkecildipake,plakk. semangat author

  16. amkyuminry Oktober 29, 2011 pukul 6:09 am

    ah, aku bener bener suka lah sama semua ff ataupun OS-nya xD keren semua~! ^^

  17. Yulie bumiesangelsforever^ Mei 20, 2012 pukul 8:06 am

    Wahhh nie ff bnaran so sweeett,tpi syag pndek,buat don’k smpai mrka mnikah…pasti seru…heeeeee…..:D

  18. husnul mutimmahh Mei 22, 2012 pukul 2:25 pm

    waaahhhhhhhhhhhhhhh………..

    ciuman di kolam ghee manaaa”””’

    yachhhhh saranyaaaaa

    hehehehehehehehehe

  19. Sintiabumsso Mei 31, 2012 pukul 7:31 am

    Ok deh gpp ya author aku reading + comment telat hehe😀
    sukkaa author ^^
    So Sweet !!! Bum oppa pura-pura jadi namja biasa dan ternyata *gubrak* anak orang terkaya No #1 di Korea aigoo Soeun unnie benar-benar beruntung ^^

  20. airini Juni 7, 2012 pukul 3:09 pm

    aaaaah…..seru banget!cie banget sih pelukan sambil ciuman di kolom renang?@#!$!@#$ aisss ngirinya!!

  21. Rahmatina Fajaria September 23, 2012 pukul 1:00 pm

    Anyeong…….
    Ini first comment ku. Aku reader baru disini. Semoga aku gk jadi ‘silent readers’ ya.

  22. Rahmatina Fajaria September 23, 2012 pukul 1:04 pm

    Anyeong…….
    Salam kenal…..
    Ini first comment ku. Aku reader baru disini. Aku suka banget tentang bumsso, apalagi klu FF ma OS nya itu happy ending kayak gini.
    Ditunggu ya OS nya yang akan datang

  23. Denida Mahasari Oktober 1, 2012 pukul 4:41 pm

    Romantisnya, apalagi pas oppa bum sma eunnie ada di kolam renang, soswit!!

  24. yoona Oktober 4, 2012 pukul 2:48 pm

    salamm kenall aq reader baru ne,, tp dh bnyk baca ff onnie,, jalan ceritanya g ngebosenin,, baguss banget

  25. Leny Tytanya Oktober 14, 2012 pukul 11:59 am

    hmm.,..
    so sweet Bumsso yeye !
    akhirnya bersatu🙂

  26. sonkKyu November 1, 2012 pukul 1:06 am

    Klo kimbum no.1 dan sohee no.3, trus soeun no brp? xD

  27. Rahmatina Fajaria Bioria November 8, 2012 pukul 10:14 am

    Ommo….
    Bagus banget, coba ada Movie nya. Pasti aku akan nonton.

  28. serly Januari 8, 2013 pukul 6:00 am

    Wah keren,, sdh ditebak pasti kim bum itu org kaya, trnyta bnr..hha

  29. chandra bulan Januari 20, 2013 pukul 7:14 pm

    cuma satu kata deh”sukaaaaaaaaaaa….”bgt crt’nya
    semangat bikin yg lainnya y!!….fightiiiiing!!!!

  30. dea Maret 2, 2013 pukul 2:06 pm

    wah eonni.. ffnya romantis bgt.. t.o.p.b.g.t deh.. g bs berkata2 lg..hehe

  31. aulia chandra Mei 14, 2013 pukul 9:19 am

    keren keren keren bgt!!
    semua ff eonni aku suka bgt !!
    daebak thor🙂

  32. Kim Ra rA Mei 24, 2013 pukul 4:10 pm

    Oooowww so sweet, kaya nya kalo d bikin sequel bakalan seru deh, belum ada kan ff yang menceritakan penyamaran kim bum,,, ayo semangat bikin ff yang unik lagi

  33. viedy Juni 6, 2013 pukul 4:30 am

    benar2 spechless ga nyangka..
    hebat kim bum bisa nyamar gt..
    trus buat so hee dan ki bum bnar2 brengsek ya..
    sujses trus buat authornya

  34. siyonmelbum adita haruma Juli 28, 2013 pukul 11:19 am

    Cie cie….
    Yg ciuman dalam kolam. . . .

    Daebak ceritanya chingu…

  35. vonnysumali Juli 30, 2013 pukul 6:14 am

    lucu… boleh juga dibuat special partnya… orangtua kimbum, orangtua kimsoeun, mungkin sohee ingin merebut kimbum dengan paksa, mengancam soeun…. ya… dibuat seru tapi tetap happy ending utk bumsso…. thanks, cuma iseng saja kok.thanks

  36. Ilma Bumssoeulmates Elf September 20, 2013 pukul 3:45 pm

    waaahh ide cerita.a bagus
    endingnya romatis bangeeet…

  37. RANI April 7, 2014 pukul 4:19 pm

    wah kasihan deh so hee sama ki bum harus gigit jari lihat kim bum yang kaya dan so eun bisa jadi pacarnya kim bum………

    Jail banget ya so eun ke kim bum,,,,,,, gara-gara kim bum terlalu serius ngungkapin perasaannya ke so eun, eh malah so eun nyeburin dia ke kolam, tapi romantis banget ceritanya🙂

  38. tyas27 April 11, 2014 pukul 3:53 am

    huahh sosweet^^

  39. mutiara Mei 5, 2014 pukul 2:13 pm

    Aku suka ceritanya!!

  40. medyta29 Agustus 8, 2014 pukul 7:13 am

    anyeong ! aq reader baru , 1 kta aja , KEREN !

  41. ainami September 8, 2014 pukul 10:43 am

    sukaaaaaaa hahaha

    bum nyamar jd cupu tp susah bayanginnya nih secara udh biasa liat bum tampan sempurna wkwkwk

    pengen bilang mampus lo sama so hee yg sombong selangit, padahal cuma kaya nomor tiga lol
    terlalu mendewakan status, menghina org, memfitnah pula… huuuu syukurin deh lo sso dpt org yg jaaaaaaaauh lbh baik wkwkk emosi tak tertahankan dengan karakter so hee disini -_-

    itu sso jail amat sih dorong bum kan jd basah2an gitu tp jadinya romantis juga sih.. pelukan lanjut kissu dikolam renang..
    dingin2 gimana gitu wkwkwk

  42. Permata Sari September 24, 2014 pukul 3:38 pm

    Aaaaaa…romantisnya….iri

  43. sabanaRyuga Oktober 9, 2014 pukul 4:55 am

    so sweet

  44. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 4:01 pm

    bumsso romantis banget….

  45. Safitri Januari 9, 2015 pukul 6:44 pm

    really sweet ceritanya agak kejam yaa si so he sampe mempermalukan eunni gitu tega banget.. tapi di cerita ini bummie berasa kayak pangeran gitu yaaa romantis meskipun agak mmbosankan dikit persi kayak katakata eunnie well ceritanya bagus min sukses🙂

  46. mia September 2, 2015 pukul 2:28 am

    cie cie so sweet so eon eonni benar” baik bgt

  47. Gwi Desember 31, 2015 pukul 11:13 pm

    jeongmalllll ,,, woahhhh daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: