RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My First Love Letter [1/2]: Surat Biru


 

Seorang gadis diam-diam memperhatikan sang lelaki tampan yang sedang sibuk membaca buku di taman sekolah. Gadis itu mengamatinya dari jauh. Terus tersenyum tidak jelas. Dia tersenyum lagi melihat lelaki itu membaca buku sambil mendengarkan I-Phone dan bernyanyi yang pastinya tidak bisa didengar gadis itu. Seorang gadis lain pun muncul di belakang gadis itu. Dia mengamati sahabatnya yang masih senyum-senyum sendiri mengamati lelaki itu. Dia pun menepuk bahu sahabatnya itu.

“Hei, So Eun!”

Gadis yang bernama So Eun pun terkejut dan menengok.

“Ji Yeon! Kau mengagetkan aku.”kesal So Eun. Dia pun kembali memperhatikan lelaki itu. Ji Yeon mengikuti arah pandangannya.

“Hei, kalau kau memang menyukainya. Kenapa kau tidak dekati dia saja?”tanya Ji Yeon. So Eun malah menunduk dengan wajahnya yang memerah. Ji Yeon yang melihat itu pun langsung  menjitak kepala So Eun.

“Aduh! Ji Yeon. Kenapa kau menjitak kepalaku?”keluh So Eun sambil mengusap kepalanya. Ji Yeon pun berkacak pinggang dihadapannya.

“So Eun. Sampai kapan kau akan sembunyi-sembunyi begini? Bagaimana dia bisa tau mengenaimu kalau kau tidak berkenalan dengannya?”

“Tapi aku….”

“Sampai kapan kau malu terus? Baiklah kalau begitu. Biar aku saja yang ajak berkenalan.”ucap Ji Yeon sambil menarik lengan So Eun. Namun So Eun malah menarik diri.

“Jangan. Nanti saja. Sudahlah, Ji Yeon. Kau laparkan? Ayo kita ke kantin.”ajak So Eun mengalihkan rencana Ji Yeon.

“Eh,, tapi….” Ji Yeon ditarik So Eun menuju ke kantin menjauhi lelaki itu yang masih asyik membaca buku.

*****

So Eun masih menatap tidak percaya. Dia bertemu dengan lelaki tampan itu. Tidak. Lelaki itu ada dihadapannya. Lelaki itu tersenyum manis melihat So Eun yang masih terdiam paku.

“Maaf. Apakah kau memerlukan ini?”tanyanya kepada So Eun sambil menunjuk sebuah detergen yang ada ditangan So Eun. So Eun bertemu dengannya di sebuah mini market. Suaranya pun menyadarkan So Eun dari keterpesonaannya.

“Ah… Ini… Apa kau perlu ini?” So Eun malah tanya kembali dengan gugupnya. Lelaki itu pun tersenyum lucu melihat tingkah So Eun.

“Iya, aku memerlukannya. Tetapi kelihatannya stoknya tinggal satu. Jadi….” Belum sempat lelaki itu berbicara. So Eun langsung menyerahkan detergen itu ke lelaki itu.

“Ambillah. Aku tidak memerlukannya. Di tempatku masih ada.”ucap So Eun masih gugupnya.

“Sungguh?” So Eun mengangguk. Lelaki itu pun menerima detergen itu dan hendak membalikkan badannya. Namun dia menatap So Eun lagi.

“Kelihatannya aku pernah melihatmu. Apa kau yang sekolah di Shinhwa?”tanya lelaki itu.

“I.. Iya.. Aku kelas 3F.”jawab So Eun dengan sedikit berteriak. Lelaki itu malah tertawa mendengar jawabannya yang cukup keras.

“Aku tahu… Kenalkan namaku Kim Sang Bum. Kau bisa memanggilku Kim Bum.”ucap Kim Bum sambil mengulurkan tangannya. So Eun pun menatapnya tidak percaya. Dia memperkenalkan diri. Padahal So Eun sudah tahu identitasnya. Dengan gugup, So Eun pun menyambut tangan Kim Bum.

“Aku… Kim So Eun.. Kau bisa memanggilku So Eun.”balas So Eun. Kim Bum mengernyitkan keningnya saat berjabat tangan dengan So Eun.

“Kau baik-baik saja? Tanganmu… berkeringat dan dingin.”ucap Kim Bum. So Eun kembali kaget mendengar kekhawatiran Kim Bum. Dia pun menarik tangannya sendiri dan menggenggam tangannya sendiri.

“Ah.. Tidak.. Mungkin ini pengaruh AC.” So Eun berbohong. Padahal tangannya berkeringat dan dingin karena pengaruh gugupnya. Kim Bum hanya mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Oh.. Begitu. Baiklah, So Eun. Terima kasih atas detergennya ya.” Ucap Kim Bum sambil menunjukkan detergennya. So Eun hanya bisa mengangguk tersenyum. Dia masih menggenggam tangannya yang tadi disentuh Kim Bum sambil menatap Kim Bum hingga menghilang. Tidak lama, So Eun pun tersenyum penuh dengan senang dan malu bercampur jadi satu. Dia senang akhirnya bisa berkenalan dengan lelaki pujaannya yang bernama Kim Bum. Lelaki yang sudah ditaksirnya selama 2,5 tahun. Dia masih ingat awal pertemuannya dengan Kim Bum. Ketika dia memasuki ajaran tahun baru sebagai siswa baru Shinhwa kelas satu. Dimana dia tidak sengaja melewati sebuah lapangan basket. Pertama kalinya dia melihat permainan Kim Bum yang begitu lincah, keren, dan tampan. Saat itu, hati So Eun pun langsung berdetak cepat seolah tertancap panah cinta. Hingga dia tidak menyadari ada sebuah bola basket mengenai kepalanya. So Eun yang tidak bisa menghindarinya pun terjatuh. Kim Bum yang panik itu pun mendekati So Eun sambil menangkap bola basket.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Kim Bum. So Eun yang mengelus kepalanya pun mendongakkan kepalanya dan terdiam kejut melihat Kim Bum. So Eun pun mengangguk pelan.

“Maafkan aku. Aku tidak sengaja melemparnya.”ucap Kim Bum menyesal. Lagi-lagi So Eun hanya bisa mengangguk. Dia tidak bisa mengeluarkan suaranya saking gugupnya berhadapan dengannya. Kim Bum pun memegang lengan So Eun dan membantunya berdiri.

“Sekali lagi, maafkan aku.” Kim Bum pun kembali berlari menuju ke arena lapangan basket. So Eun masih terdiam melihat Kim Bum kembali main bola basket. Dia pun memegang lengannya yang disentuh Kim Bum tadi.

Itulah kejadian 2,5 tahun yang lalu. Awal bermula So Eun jatuh cinta dengannya. Kim Bum adalah cinta pertamanya. Selama itu, dia belum berani berkenalan dengan Kim Bum karena kelasnya yang berbeda. Dia hanya bisa menatap kegiatan Kim Bum dari jauh. Tetapi terjadi mukjizat hari ini. So Eun begitu bersyukur bertemu dengannya dan ajaibnya Kim Bum yang pertama kali memperkenalkan diri. So Eun terus tersenyum tidak menentu sambil membawa keranjangnya dan menuju ke kasir.

*****

Ji Yeon menatap So Eun tidak percaya. Dia hampir saja memuntahkan mie yang ada dimulutnya saat So Eun menceritakan pertemuannya dengan Kim Bum kemarin malam.

“Sungguh? Dia yang pertama kali memperkenalkan dirinya denganmu?”tanya Ji Yeon tetap tidak percaya.

So Eun tersenyum mengangguk sambil menyeruput susu kotaknya. Ji Yeon pun kembali menyeruput mienya dan meletakkan sumpit di mangkok.

“Astaga! Selamat So Eun!?”teriak Ji Yeon sambil memeluk So Eun.

“Ah… Terima kasih, Ji Yeon.” Ji Yeon melepaskan pelukannya dan kembali melanjutkan aktivitas makan mienya.

“Ya Ampun. Aku benar-benar tidak percaya. Sepertinya dewi cinta telah membantu usahamu.”

“Iya. Aku juga berpikir begitu. Aku begitu senang bisa berkenalan dengannya. Ji Yeon, aku masih tidak mempercayainya. Aku pikir, apakah aku sedang bermimpi? Karena itu terlalu indah buatku.”ucap So Eun menerawang.

“Hei, So Eun. Sejak kapan kau jadi puitis begitu? Ya ampun. So Eun. Kembalilah ke alam nyata. Kau sungguh-sungguh bertemu dia dan berkenalan dengannya. Sudahlah, kau jangan anggap itu mimpi terus. Aku takut nantinya kau malah tertidur dan memimpikannya terus.”sindir Ji Yeon. So Eun pun mendelik kesal.

“Ck… Aish.. Apa maksud perkataanmu!”kesal So Eun ingin menjitak kepala Ji Yeon. Namun Ji Yeon berhasil menghindarinya. So Eun hanya bisa mendengus kesal. Sesekali dia tersenyum melihat permainan Kim Bum dalam melempar bola basket dibelakang Ji Yeon.

*****

Sudah 3 bulan, So Eun mulai sering bertegur sapa dengan Kim Bum disaat kebetulan bertemu. Namun So Eun tetap saja tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Karena saat berhadapan dengan Kim Bum. Dia selalu gugup, tersipu malu, dan rasanya ingin berlari dari Kim Bum. So Eun begitu tidak kuasa memendam perasaannya yang hampir tiga tahun ini. Tapi jujur. Dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara langsung.

“Surat cinta?”tanya So Eun saat mendengar usulan Ji Yeon. Mereka berada di kamar So Eun.

“Iya. Surat cinta. Kalau kau masih gugup untuk mengatakannya secara langsung. Bukankah lebih baik dengan membuat surat cinta untuknya. Dengan begitu, perasaanmu akan tersampaikan.”jelas Ji Yeon.

So Eun masih memikirkan saran Ji Yeon tadi.

*****

Pada malam harinya. So Eun masih terpaku di meja belajarnya. Terlihat sebuah kertas di meja dan pulpen di tangannya. Dia masih terdiam paku. Memikirkan kata-kata yang tepat untuk menulisnya. Iya. Dia menerima saran Ji Yeon. Sekarang dia sedang berusaha menulis kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya. Ini pertama kalinya dia membuat surat cinta untuk sang lelaki. Terkadang So Eun tersenyum melihat coretan tulisannya. Namun begitu diteliti lagi, So Eun pun merobeknya. Karena kata-kata tersebut kurang mengenai perasaannya. So Eun pun menulis ulang lagi sambil mencari kata-kata yang tepat.

*****

Setelah berjuang selama 4 jam, akhirnya So Eun pun bisa menyelesaikan surat cinta pertamanya. Dia pun menaruh kertas surat itu ke dalam amplop berwarna biru. Dia pun berjalan menuju ke kelas Kim Bum yang tidak jauh dari kelasnya. Berniat memberikan surat cintanya kepada Kim Bum. Saat dia hendak berbelok, langkahnya terhenti mendengar suara canda tawa di samping kelas itu. So Eun mengintip sedikit sambil memegang suratnya. Dia melihat Kim Bum tidak sendirian. Kim Bum bersama kedua temannya. Tidak sengaja, dia mendengarkan percakapan mereka.

“Kim Bum. Aku dengar kau menembak Goh Ara. Apa itu benar?”tanya Seung Ho, salah satu temannya. Kim Bum hanya tersenyum mendengar gossip mengenai dirinya.

“Hei, Kim Bum. Jawablah! Kenapa kau hanya tersenyum saja? Atau jangan-jangan memang benar, kau menyatakan cinta kepada Goh Ara. Apakah dia menerima cintamu?”omel Kyu Hyun. Lagi-lagi Kim Bum tersenyum mengundang penasaran kedua temannya.

“Hei! Kau tersenyum lagi!?”kesal Kyu Hyun sambil memukul punggung Kim Bum.

“Itu rahasia.”jawab Kim Bum singkat sambil berlari menuju ke lapangan.

‘Hei, kau!”teriak Seung Ho sambil mengejar Kim Bum diikuti Kyu Hyun.

Air mata pun mengenai amplop biru yang dipegang So Eun. So Eun menatap sedih melihat Kim Bum yang sedang tertawa bermain dengan teman-temannya. Hatinya mulai hancur dan sakit. Ternyata cintanya bertepuk sebelah.

“Dia sudah memiliki orang yang disukainya. Aku… gagal.”gumam So Eun berusaha menahan kesedihannya sambil meremas surat birunya.

*****

So Eun terus menangis di kasur. Dia terus mengeluarkan rasa sakit hatinya dan perasaannya yang sudah lama dipendamnya selama hampir tiga tahun ini. Kini usahanya pun terpaksa sia-sia. Kim Bum sudah memiliki kekasih. Dan dia pun gagal menyatakan perasaannya. Kim Bum menyukai orang lain, bukan dirinya. So Eun terus menangis. Matanya yang indah pun jadi sembab. So Eun menatap surat biru yang tidak jadi diberikannya kepada Kim Bum. So Eun pun turun dari kasur dan menuju ke kursi. Dia pun duduk. Lalu dia memegang surat cintanya yang beramplop biru. Dia menatap nama yang ditulisnya untuk Kim Bum. Air matanya pun keluar lagi. So Eun ingin merobek surat cinta pertamanya yang gagal. Namun So Eun tidak tega. Dia hanya bisa memeluk suratnya sambil menangis di meja. Kembali mengeluarkan emosi rasa kecewanya.

*****

Hari kelulusan pun telah tiba. So Eun berhasil mendapat nilai yang cukup memuaskan. Dia pun mengelilingi sekolahnya untuk yang terakhir kalinya. Dia pun melewati sebuah lapangan bola basket. Dimana tempat itu dia bertemu dengan Kim Bum dan jatuh cinta dengannya. So Eun pun mengeluarkan surat lamanya dari saku roknya. Dia sengaja menyimpan surat cinta pertamanya selama tiga bulan. Dia menatap surat itu lagi dan kembali tersenyum mengenang masa lalunya. Masa-masa lalunya bersama Kim Bum. Tiba-tiba datang kedua gadis yang tidak jauh dari tempat So Eun. So Eun pun menoleh, Goh Ara dan temannya. Mereka pun duduk di taman dan membicarakan sesuatu.

“Ara. Kenapa kau memutuskan Kim Bum? Bukankah kalian cocok? Apalagi dia tampan?”tanya teman yang ada disamping Goh Ara. Goh Ara menghembus napasnya.

“Aku terpaksa memutuskannya. Karena dia akan pergi jauh. Kau tahu sendirikan. Aku paling tidak suka berhubungan jauh.”

“Sungguh? Memangnya dia mau pergi kemana?”

“Kudengar. Katanya hari ini dia akan segera pergi London.”jawab Goh Ara.

“Apa! Jauhnya…”

So Eun yang mendengar percakapannya pun mulai kalut perasaannya. Benarkah Goh Ara memutuskan Kim Bum? Dan Kim Bum akan segera pergi jauh? So Eun yang mulai khawatir itu pun segera berlari keluar dari sekolah sambil memegang suratnya. Dia berusaha mencari taksi. Setelah menemukan taksi, So Eun pun memberhentikannya dan langsung masuk ke dalam taksi itu.

*****

So Eun harus menyerahkan suratnya. Kim Bum harus mengetahui perasaannya yang sebenarnya. Perasaannya yang masih terpendam selama tiga tahun. So Eun pun berlari masuk ke dalam bandara. Dia pun menoleh mencari sosok Kim Bum. Dia terus mencarinya. Dia tidak ingin usahanya kembali sia-sia. Apalagi Kim Bum sudah tidak ada hubungan lagi dengan Goh Ara. So Eun pun kembali berani dengan niatnya memberikan surat cinta pertamanya. Dia menyusuri lorong-lorong bandara itu. Masih tidak ketemu. Walaupun dia kelelahan, namun dia tetap tidak menyerah mencari Kim Bum, cinta pertamanya. Dia berharap tuhan memberinya waktu untuk bertemu dengan Kim Bum walaupun sedikit. Untuk memberikan surat cintanya. Walaupun dia tidak tahu bagaimana jawaban Kim Bum. Akankah Kim Bum menerimanya atau menolaknya? Tetapi setidaknya So Eun lega bisa mengungkapkan perasaannya dan terlepas dari bebannya yang terus menyesakkan hati yang memendam perasaannya. Setidaknya Kim Bum mengetahui perasaannya yang sesungguhnya. So Eun berlari lagi mengitari bandara itu hingga dia pun menemui layar besar. So Eun menatap daftar keberangkatan pesawat itu. Air matanya pun muncul dari kedua bola matanya yang indah. So Eun menangis lagi. So Eun berlutut memegang surat cintanya. Terus menangis. Tidak peduli dengan pandangan orang lain. Kini usahanya gagal lagi. So Eun harus merasakan rasa sakit hatinya lagi. Dia tidak bisa bertemu dengan Kim Bum lagi. Pesawat yang ditumpangi Kim Bum telah berangkat satu jam yang lalu. Dia telah terlambat menemui Kim Bum. So Eun terus menangis terisak sesekali berteriak memanggil nama Kim Bum.

“Kim Bum! Aku belum menyerahkan surat cintaku untukmu!”seru So Eun sambil menangis penuh kesedihannya.

TO BE CONTINUED……………………………………

NB: SELESAI BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA!!! ^^

42 responses to “My First Love Letter [1/2]: Surat Biru

  1. choirul Desember 27, 2010 pukul 10:55 am

    terima kasih y atas informasinya

    keren ne

  2. Sary aj0w Desember 27, 2010 pukul 10:59 am

    Blum reading aQ k0ment luan..hmmp aQ pcinta akud 0nepiece+bumsso..jd aQ bneran bisa crying gra2 reading 0nepiz karya Eichiro 0da ma ff dikaw..tak Q sangka kw bisa meluluhkan hatiQ jg slaen 0da sensei..smangad..banzaii..tak mgurangi acungan jmp0l bwt auth0r bumsso laen’y..kepr0k2 4 yu oll..g0maw0

  3. 라미 'Rahmi' Desember 27, 2010 pukul 11:30 am

    hihihihihi lucu .. bikin senyum2 gaje… ahaahahahahah
    itu tangan habis dipegang kimbum g usah dicuci aja… wkwkwwkwkkkwwkwk

    wah penutupnya sedih….

    penasaran sama endingnya….

  4. merli Bumssoeul Desember 27, 2010 pukul 11:36 am

    Huaaaa Sedih kenapa hampir sama kaya aku kisahnya memendam perasaan 3 tahun .

    Seru , lucu ..

    Penasaran jangan lama-lama kak !

  5. Dina Rizky Desember 27, 2010 pukul 11:54 am

    Wah lucu…seru…keren…
    btw aq tunggu part berikutx.

  6. dita tomato :) Desember 27, 2010 pukul 1:03 pm

    seru” kak
    ahahahhaha

    itu so eun sampe segitunya gugupnya kenalan sma kim bum
    apalagi klo misalnya ngasih surat itu buat kim bum???
    ahahahahahha

    weleh kok kim bumnya pcran sma ara seh ==”
    untung suratnya gak d buang

    d tunggu kak kelanjutannya🙂
    lanjot!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!😀

  7. Rachima sofiani Desember 27, 2010 pukul 4:52 pm

    Seru
    tp endingnya sedihh

    lanjutannya jangan lamalama ya kak😀

  8. RiriAngels Desember 28, 2010 pukul 1:25 am

    Hiks .. Hiks So Eun eonnie Kasihaaan T.T
    Howaaa cup cup cup yg sabar ya
    Aduuh itu si Ara bikin Sebel , mengganggu -,-
    Gak dimana2 bkn org sbl sama dia..
    Saya Do’a kan Mudah2an cinta_a so eun eonnie kesampean AMIIIN *berdo’a sambl zikir*
    Hahaha
    KEREEEEEEN KAK DITUNGGU LANJUUUUTAN_A😄

  9. Jung Soo Hee Desember 28, 2010 pukul 3:05 am

    keren! lanjut deh pokoknnya!

  10. Anna Desember 28, 2010 pukul 3:12 am

    Heeemm sk iktn kesel klo soeun sedih and sakit hati ga terimaaaa ana,,tp ttep,, hwaiting!!!

  11. naomi-chan^tika^ Desember 28, 2010 pukul 3:55 am

    Ya ampun,, kasihan Uri Eonnie… moga cintamu kesampaian yah ^_^

    Waahh,, keren kaaakk,, dtunggu lanjutannyaaaa

  12. negista Desember 28, 2010 pukul 4:35 am

    kerennn keren…
    wah kim bum mesti tahu tuh surat
    perjuangan banget tuh surat
    SO EUN FIGHTING!!!!!!
    ayoo lanjutanya aku tunggu

  13. zumi shinigami Desember 28, 2010 pukul 5:53 am

    whaaa… Tragis…. BTW yang Hellsiz gk dilanjutin chingu???

  14. Rahmi Sari s Desember 28, 2010 pukul 6:08 am

    Wah…seru…erita retno…jd penasaran neh…lanjutannya jangan lama2 yah..hee

    oiy, jangan lp tagin amie part selanjutnya yah..*maksa.om

  15. dini ramadhani Desember 28, 2010 pukul 7:58 am

    loh loh loh kok kim bum nembak ara sih?so eun dong,kan so eun dah lama sukanya ma kim bum
    untung deh dahh putus ma ara,tp ttp kacian ma so eun gak bisa ngungkapin perasaannya selama bertaun taun hiks hiks
    tak sabar menunggu part 2

  16. Ina BeQi Soeulmates Desember 30, 2010 pukul 6:13 pm

    huwaaaaaaahhhh saya terharuuuuT.T
    soeun cinta bgd ya ma kim bum,,,, mendam rasa’a lama bneeeeeerrrr,,,,
    saluuuuutt ma soeun^^
    smga bumsso bs ktmu,,
    keeeeerrreeeennnnnn chingu,,^^

  17. rizkyapratiwi Februari 12, 2011 pukul 3:52 pm

    ooooooooooooouuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh …. yack
    don,t be sad so eun

    fighting …

  18. meilani Agustus 25, 2011 pukul 9:52 pm

    wah aku salut sama so eun
    cos dia bisa memendam perasaannya selama 3 tahun
    dan merelakan kim bun

  19. rosiyani September 16, 2011 pukul 2:29 pm

    wuaaa kasian so eun cinta yg terpendam selama 3 tahun, huaaaa…’
    lanjut part endingnya deh… *telatbgt

  20. Ji_Shoun April 1, 2012 pukul 11:46 am

    saya merasa ada yang kurang. @,@ feel so eun saya blm merasakanya.

    Coba sy baca lanjutanya dulu

  21. cucancie September 2, 2012 pukul 6:11 am

    So eun fighting!! Authornya jg fighting!*apasih

  22. magnaecouple November 1, 2012 pukul 2:01 pm

    kasihan so eun

  23. BoeLboeL Februari 11, 2013 pukul 7:58 am

    yaaa,,,,sedih’nya..hiks..hiks..
    Cinta selama 3 thn,,msh blm tersampaikan,,PENASARAN
    Lanjut baca lagi ahh…

  24. Abila Mei 26, 2013 pukul 10:17 am

    Keren eonn…..

  25. Junita Fanny Juni 4, 2013 pukul 5:44 am

    Aaaah sedihnya Sso :’)))

  26. Liana Agustus 27, 2013 pukul 11:40 pm

    Seru… kasihan so eun… penasaran dgn part selanjutnya..

  27. oliph Oktober 8, 2013 pukul 12:27 pm

    daebak,,kasian so eun…

  28. Ilma Bumssoeulmates Elf Oktober 19, 2013 pukul 3:59 pm

    eonnie kasihan
    next

  29. yunikeynes1 Desember 22, 2013 pukul 2:03 am

    Reblogged this on Yuni Keynes.

  30. Soeun Desember 26, 2013 pukul 6:16 am

    Anyeong ^_^
    aku reader baru d sini
    slm knal thor

  31. tyas27 April 10, 2014 pukul 1:59 am

    yah aku kira kimbum sama ara itu gk bner:/

  32. RANI April 10, 2014 pukul 2:46 am

    kasihan so eun….. Cintanya harus bertepuk sebelah tangan,,, padahal baru aja di seneng karna udah deket sama kim bum eh ternyata kim bumnya udah punya pacar dan yang kedua kim bum udah pergi ke london……
    Kasihan banget so eun……

  33. anggra Mei 19, 2014 pukul 5:47 am

    kasihan so eun 3 tahun memendam cinta sepihak
    semangat ya sso jangan menyerah…

  34. ainami September 8, 2014 pukul 2:09 pm

    hikshikshiks… aigooo sso nyesek rasanya deh
    memendam perasaan selama tiga taun, bertepuk sebelah tangan dan skrg ditinggal pergi jauh huhuhu

    kalo kisah kayak gini berasa nostalgia masa2 sekolah hehe…

  35. Herlina Darmayanti September 18, 2014 pukul 5:15 am

    Bener2 Nyesek Bacanya,, Hiks,,hiks Sedihnya😥
    Next Sem0ga Bumppa Tau Dan Bumsso Dapat Bersatu Kembali🙂 Amien !!

  36. Herlina Darmayanti September 18, 2014 pukul 5:16 am

    Bener2 Nyesek Bacanya,, Hiks,,hiks Sedihnya😥
    Next Sem0ga Bumppa Tau Perasaan So Eun Sesungguhnya Yg Selama Ini Telah Lama Dia Penam Dan Bumsso Dapat Bersatu Kembali🙂 Amien !!

  37. Herlina Darmayanti September 18, 2014 pukul 5:17 am

    Bener2 Nyesek Bacanya,, Hiks,,hiks Sedihnya😥
    Next Sem0ga Bumppa Tau Perasaan So Eun Sesungguhnya Yg Selama Ini Telah Lama Dia Pendam Dan Bumsso Dapat Bersatu Kembali🙂 Amien !!

  38. sabanaRyuga Oktober 5, 2014 pukul 12:13 pm

    sedihnya….😥

  39. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 3:30 pm

    jadi bener ara sama kim bum pacaran, aku kira kim bum senyum karena ingat sso, ternyata tebakanku salah….

    kasian sso, cintanya bertepuk sebelah tangan…

  40. Marthatina vita vienna Maret 11, 2015 pukul 1:45 pm

    Kalau aku jadi so eun,pasti nggak akan sanggup memendam cinta selama itu,sabar so eun,mungkin jodohmu masih belum ketemu.

  41. mia September 12, 2015 pukul 4:01 am

    gimna yaaa apa kah akan seperti crita” yg lainnya kim bum oppa telat dlm penerbangannya???

  42. Humairah Khairani Desember 11, 2015 pukul 1:00 pm

    lagi2 sso terlambat…
    kasihan so,, menangis d bandara sendiri..
    eoni q kawani y
    huaaaa😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: