RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Why I Like You [Part 1] Versi Non-NC


 

Note: Untuk mendapatkan PW dari versi aslinya( https://rqm3490.wordpress.com/2011/01/11/why-i-like-you-part-1/ ),

silakan kirim inbox FB atau DM Twitter dengan ketik:

Subject: PW WILY

Umur:

(harus dengan umur yang sebenarnya, jika ada yang malsuin umur, q gak mau tanggung jawab ya)

untuk alamat FB n Twitq, kalian bisa klik yang ada di pojok kanan blogku ^^

Happy reading!?

Airin Art High School adalah sekolah favorit dan terkenal di Seoul. Disitu mengutamakan kepintaran siswa. Walaupun siswa itu sederhana tetapi bila memiliki prestasi yang sangat baik maka sekolah itu akan memberi beasiswa. Tidak dipungkiri juga jika banyak siswa yang tergolong kaya memandang remeh dengan siswa yang tergolong sederhana. Bahkan biasanya susah untuk bersosialisasi dengan mereka. Namun tidak dengan gadis yang berusia 18 tahun ini. Gadis yang bernama Kim So Eun begitu beruntung bisa berteman selama hampir 2 tahun dengan ketiga temannya yang paling berpengaruh di Airin Art High School. Jessica, Kim Bo Ra, dan Victoria. Mereka yang terkenal dengan kecantikan dan keseksiannya yang selalu membuat para gadis iri dan ingin bergabung dengan mereka juga digilai para lelaki. Tentunya So Eun pun senang bisa bergabung dengan mereka. Selain cantik, mereka juga terkenal dengan kepintarannya sehingga So Eun yang fanatic belajar bisa bertanya kepada mereka. Dia juga berharap pergaulan mereka bisa membawa pengaruh yang baik terhadap dirinya. Namun dia tidak menduga akan ada kejadian yang membuatnya berusaha keras untuk melindungi dirinya yang begitu berharga.

*****

So Eun masih menatap kelas khusus itu dari jauh. Dia bukan memandang kelas itu melainkan gerombolan para siswi yang mengerubuti lokasi itu. Dia tahu apa yang membuat kelas itu ramai. Karena disana ada ketiga lelaki yang tertampan di Airin Art High School. Yaitu Kim Bum, Kyu Hyun dan Dong Hae. Mereka sibuk melambai para gadis yang makin heboh menjerit sampai-sampai So Eun menutup kedua telinganya saking berisik. Seseorang menepuk bahunya, So Eun pun menengok.

“Hei, So Eun. Kenapa kau sendirian saja di kantin?”seru Jessica sambil duduk didepannya. So Eun menatap Jessica, Bo Ra, dan Victoria.

“Tidak ada. Aku hanya sedang menunggu kelas kita. Sampai kapan kelas itu sepi padahal sebentar lagi waktu istirahat telah habis.”jawab So Eun kembali memandang kelas itu. Jessica dan yang lainnya pun mengikuti arah pandangan So Eun.

“Hei… memangnya apa yang kau perhatikan? Kelasnya atau Kim Bum?”goda Victoria. So Eun pun sentak menolehnya.

“Ap.. Apa maksud..mu?” So Eun jadi kikuk, wajahnya pun memerah. Mereka langsung tertawa melihat ekspresi So Eun.

“Hei! Hentikan tawa kalian. Ini tidak lucu!?”ngambeknya sambil beranjak pergi meninggalkan mereka.

“Hei, So Eun! Kenapa kau malah pergi? Kita hanya bercanda.”teriak Jessica. So Eun berpura-pura tidak mendengarnya. So Eun terus berjalan menuju ke toilet.

*****

So Eun menatap kaca itu lalu dia menepuk pipinya sendiri.

“Sadarlah, So Eun! Kenapa kau jadi begini? Ingat prioritasku. Tujuanku adalah belajar demi Ibu. Bukan mencari pacar.”ucap So Eun mengingatkan dirinya. Lalu So Eun memutar keran air. Dibasuhnya kedua tangannya. Setelah bersih, dia menutup keran air dan mengeringkan kedua tangannya dengan tisu yang ada di toilet. So Eun pun keluar dari toilet perempuan. Tanpa disengajanya, dia menabrak bahu di depan toilet lelaki. So Eun terpana melihat yang ditabraknya. Kim Bum!

“Kau baik-baik saja?”tanya Kim Bum dengan ramahnya. So Eun langsung tersadar dari kekagumannya. Dia tidak menjawab, namun dia mengangguk lalu dia pun pergi begitu saja meninggalkan Kim Bum yang terlihat bingung dengan sikap So Eun yang sedikit dingin.

So Eun memang tidak tertarik dengan laki-laki apalagi berurusan dengan cinta. Jujur, dia sempat terpesona dan menyukai dengan lelaki yang bernama Kim Bum. Dia juga mengakui ketampanannya. Namun dia masih ingat dengan tujuannya yaitu belajar yang rajin dan tidak memikirkan laki-laki! Itu karena dia sudah berjanji dengan Ibunya yang sedang bekerja jauh dari tempatnya. So Eun yang tinggal sendirian dirumahnya tentunya tidak ingin mengecewakan Ibunya tercinta. Apalagi beberapa hari yang lalu, Ayahnya baru saja meninggal dunia. Namun kematian Ayahnya tidak membuatnya sedih justru dia senang seakan memang menantikannya. Karena dia sangat membenci Ayahnya yang sudah menyakiti hati Ibunya bahkan dirinya. Dia begitu sulit memaafkan sikap Ayahnya yang begitu arogan dan jahat. Itulah yang membuatnya tidak tertarik dengan laki-laki. Walaupun dia sadar, tidak semua lelaki bersifat jahat. Namun bagaimana juga, pandangannya terhadap lelaki begitu rendah. Dia memandang para lelaki pasti memiliki sifat jahat tersembunyinya. Maka begitu ada lelaki yang menyatakan perasaannya kepada So Eun. Tidak tanggung-tanggung, So Eun langsung menolak cintanya. Sudah 5 kali, dia menolak pernyataan cinta para lelaki. Dia tidak menyesal. Justru dia memang tidak peduli dengan perasaan lelaki itu. Memang seharusnya kehidupannya selalu tenang. Namun itu tidak berlangsung lama.

*****

So Eun memandang tempat itu dengan heran. Suasana yang begitu remang dan berisik. Orang-orang yang ada disana sedang asyik bergoyang mengikuti irama disko. Ini pertama kalinya So Eun menginjak tempat yang baru diketahuinya yang bernama Klub Malam. Jessica yang melihat kedatangan So Eun pun langsung menghampirinya.

“So Eun! Kau datang?!”seru Jessica senang melihat kemunculannya yang memenuhi undangan pesta ulang tahun. So Eun yang masih bingung pun mengangguk tersenyum. Lalu Jessica menarik lengan So Eun menuju ke atas. Setelah sampai di ruangan khusus. Jessica membuka pintu dan dia melihat sekitar 6 orang. Jessica memang pernah bilang kalau dia ingin merayakan pesta ulang tahunnya secara khusus untuk orang terdekatnya. Jessica mendorong So Eun masuk.

“Yah! Rupanya So Eun beneran datang ya.”seru Bo Ra begitu melihat So Eun. Victoria langsung merangkul So Eun dan menuntunnya duduk di sofa yang sudah tersedia. So Eun melihat keempat lelaki itu sedang asyik minum sambil mengobrol sesekali mereka tersenyum kepada So Eun yang sudah datang. Jessica pun datang membawa segelas ditangannya. Lalu dia berikan kepada So Eun.

“Yah, So Eun! Ini minumanmu.”

So Eun pun menerimanya. Dia memandang gelas berukuran kecil tapi lebar. Warnanya sedikit aneh, dia pun berpikir yang ada digelas itu adalah teh. Lalu dia memandang Jessica.

“Jessica. Selamat ulang tahun!”ucapnya sambil memeluk Jessica.

“Ouh… So Eun. Terima kasih atas ucapanmu.”

“Oh iya, ini ada kado untukmu.” So Eun memberikan kado berwarna biru yang sedari tadi ada ditangannya. Jessica pun menerimanya dengan senang hati. So Eun kembali duduk di sofa. Sementara Jessica menaruh kado dari So Eun di atas meja pojok. Dia memandang ketiga lelaki itu yang sedang sibuk berbicara dengan Bo Ra dan Victoria. Dia masih tidak menyangka ketiga lelaki yang populer itu ada di Klub dan Jessica mengenal mereka. Jessica pun telah kembali.

“Baiklah! Sekarang saatnya kita bersulang!?”teriak Victoria. Mereka pun bersulang diikuti So Eun yang tentunya masih bingung dengan kelakuan ini.

“Tidak hanya untuk ulang tahun sahabatku tercinta, Jessica. Tapi ini juga untuk kekasihku yang baru saja kembali dari Thailand, Nickhun-ku.”lanjut Victoria tersenyum menempel ke Nickhun. Nickhun pun tersipu malu diikuti tepukan tangan kecuali So Eun. So Eun hanya membulatkan mulutnya yang baru mengetahui identitas lelaki satu ini yang tidak pernah dia kenal sambil mendekatkan gelasnya untuk minum.

Tiba-tiba So Eun memuncratkan minumannya. Sontak, mereka pun memandang So Eun dengan terkejut.

“Kau baik-baik saja, So Eun?”tanya Jessica khawatir sambil menepuk punggung So Eun. Khawatir jika dia sedang terbatuk. So Eun pun menatap gelas yang dipegangnya.

“Ini minuman apa? Rasanya pahit.”tanya So Eun. Jessica menatap terkejut mendengarnya.

“Ini Vodka.”

“Vodka?”

Jessica mengangguk. So Eun tahu apa itu Vodka karena dia sering melihat Ayahnya mabuk setelah meminum vodka. So Eun langsung meletakkan gelasnya di atas meja yang ada di depannya. Mereka pun terkejut.

“Kenapa kau So Eun? Ada yang salah dengan minuman itu?”tanya Bo Ra.

“Aku… aku tidak suka minuman itu. Rasanya pahit.”jujur So Eun. Mereka langsung tertawa mendengar jawaban So Eun. Jessica pun meraih gelas milik So Eun tadi.

“Hei, kenapa kau begitu? Minuman ini awalnya memang pahit. Tapi enak kok. Coba kau minum lagi. Aku yakin kau pasti akan menyukainya.” Jessica menyodorkan gelasnya ke mulut So Eun. So Eun menolak.

“Aku tidak mau. Aku tidak suka!”

“Kenapa? Kau belum meminumnya sampai habis. Ini sangat enak kok!”ucap Jessica mulai memaksa. So Eun terus menolak sodoran Jessica hingga tangannya mendorong gelas dan gelas itu terjatuh dari tangan Jessica mengundang kekagetan keempat lelaki dan ketiga sahabatnya. So Eun pun tidak kalah kagetnya melihat akibat perbuatannya.

“M.. Maafkan aku… Aku tidak bermaksud menjatuhkan gelas itu. Aku….”

“Baiklah. Kalau kau memang tidak mau minum vodka. Aku bisa memahamimu. Kau mau minum apa?”tanya Jessica masih tenangnya. Dia tidak tersinggung dengan kejadian tadi.

“Uhm… lebih baik jus aja.”jawab So Eun menunduk yang masih malu akibat kejadian tadi. Jessica pun mengabulkan keinginan So Eun. Sementara itu mereka hanya tersenyum lucu.

Setelah acara makan-makan. Kini pun memasuki acara baru yaitu sebuah permainan yang sudah dirancang Jessica. Jessica pun berdiri berhadapan dengan mereka.

“Uhm.. Uhm…! HARAP PERHATIAN!?”teriaknya. Mereka pun sontak memperhatikan Jessica.

“Sekarang giliran acara permainan! Aku sudah menyiapkan beberapa permainan yang tentunya sangat seru. Sekarang kalian cari pasangan masing-masing. Aku bersama Kyu Hyun, Bo Ra bersama Dong Hae, Victoria tentunya dengan Nickhun dan So Eun… Uhm.. bersama Kim Bum! Ayo.. ayo.. cepat pindah posisi kalian!?”seru Jessica sambil bertepuk tangan. Mereka pun langsung berpindah tempat kecuali So Eun dan Kim Bum. Mereka masih terdiam mematung. So Eun menatap Kim Bum yang tentunya masih tidak mengerti maksud Jessica. Kim Bum pun membalas tatapannya.

“Hei, Kim Bum! Kenapa kau masih disini? Kau pindah ke tempat So Eun sana!?”ujar Jessica mengusirnya. Kim Bum pun beranjak dari tempatnya dan pindah ke samping So Eun. So Eun menggeser sedikit posisi duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Kim Bum. Jessica yang duduk di samping Kyu Hyun langsung memulai acara permainannya.

“Oke. Permainan ini sederhana. Tentunya kalian senang melakukannya karena bersama orang-orang yang kalian sukai. Permainan ini disebut Kiss Hot. Aturannya sederhana, siapa yang berciuman paling lama, dialah yang menang dan yang paling sebentar, dialah yang kalah. Yang kalah akan diberi hukuman. Bagaimana? Setuju!?”teriak Jessica.

“Hei! Permainan apa ini..”protes Bo Ra.

“Yah… memangnya kenapa dengan permainan ini? Ku kira ini cukup seru kok. Iya kan, sayang?”ucap Dong Hae sambil mengelus rambut Bo Ra. Bo Ra pun terdiam malu dengan wajahnya yang memerah. So Eun pun melirik Kim Bum begitu juga Kim Bum. Kim Bum pun tersenyum. So Eun merasa ada tatapan yang aneh. Tetapi dia sungguh tidak menyukai dengan permainan ini. Rasanya dia lebih baik pulang. So Eun pun ingin memprotesnya.

“Ide yang bagus, Jessica sayang.”ucap Kyu Hyun langsung mencium bibir Jessica tanpa aba-aba dengan ganasnya. Melihat itu, Donghae dan Nickhun pun melakukan hal yang sama. Melihat mereka sedang bergulat dalam ciuman membuat So Eun jadi khawatir. Tanpa disadarinya, Kim Bum langsung menyerangnya. Mencium bibir So Eun yang belum pernah dijamah. So Eun terkejut, dia langsung memukul dada Kim Bum. Dengan segenap usahanya, So Eun mendorong tubuh Kim Bum dan mencakar wajah Kim Bum. Suasana pun menjadi terkejut melihat pemandangan itu. So Eun langsung berdiri dan berlari keluar meninggalkan ruangan itu juga Klub Malam. Kim Bum begitu masih tidak percaya dengan kejadian tadi, dia pun menyentuh pipi kanannya yang semula mulus kini terluka akibat cakaran So Eun tadi.

“Kim Bum.. Kau baik-baik saja?”cemas Kyu Hyun yang ikut terkejut tadi. Tidak biasanya ada seorang gadis mencakar wajah Kim Bum yang tampan. Kim Bum pun menyeka darah di pipinya tanpa mempedulikan rasa sakitnya. Dia pun tersenyum sinis.

*****

So Eun langsung masuk ke dalam kamarnya yang sedikit berantakan. Rumah yang sempat ditinggalin kini kembali berpenghuni walaupun hanya satu orang. So Eun mendekapkan kepalanya dengan bantal. Dia pun menangis. Terus menangis. Dia betul-betul tidak terima dengan kejadian tadi. Bibirnya yang sengaja dia lindungi kini sudah dirampas oleh Kim Bum. Tidak disangkanya, Kim Bum yang dipandangnya baik ternyata sama saja dengan Ayahnya, bersifat jahat. Tanpa izin, Kim Bum langsung melakukan permainan itu. So Eun pun menyadari kalau ada yang aneh dengan pergaulan mereka. Dia melihat hubungan Jessica dengan Kyu Hyun dan Bo Ra dengan Dong Hae tidak biasa. Apalagi tadi di Klub Malam dan meminum alkohol. So Eun pun semakin yakin kalau pergaulan mereka tidak baik. So Eun harus menjauhi mereka. Dia harus ingat dengan pesan Ibunya agar tidak terlibat pergaulan yang tidak baik. Dia harus berprestasi di Airin Art High School. Kali ini bibirnya boleh dia gagal pertahankan, untuk selanjutnya dia harus bisa melindungi dirinya sendiri.

*****

So Eun terus berjalan menyusuri lorong sekolah. Dia hendak menuju ke perpustakaan yang terletak di lantai dua. Saat berjalan, dia bertemu dengan ketiga sahabatnya. So Eun berhenti dan memandang mereka yang terlihat cemas akibat kejadian tadi malam.

“Kim So Eun. Apa kau baik-baik saja?”tanya Bo Ra. So Eun mengeratkan tangannya yang memegang buku. Dia tidak menjawab.

“Maafkan aku, So Eun. Aku tidak tahu kalau kau tidak suka permainan tadi. Seharusnya aku tidak usah mengundangmu.”ucap Jessica menyesal. Bo Ra dan Victoria ikut mengangguk, ikut menyesal. So Eun pun menghembuskan nafasnya. Dia berusaha meredamkan emosinya.

“Baiklah. Aku memaafkan kalian. Tetapi kejadian semalam, aku sungguh tidak bisa memaafkan Kim Bum yang seenaknya menciumku.”ujar So Eun menekankan emosinya. Mendengar So Eun menyebut nama Kim Bum dengan kesal, Mereka pun terkejut saling pandang dan gugup ketakutan. So Eun tidak menghiraukan pandangan mereka. So Eun pun berjalan melewati mereka dengan cueknya. Mereka pun membalikkan badannya memandang punggung So Eun yang makin menjauh.

“Benarkah dia tidak akan memaafkan aku?”ucap Kim Bum. Mereka sontak menengok dan terkejut melihat Kim Bum.

“K.. Kim Bum..”

“Huh.. Aku tidak menyangka dia akan berbicara seperti itu. Berani sekali dia.”sinis Kim Bum. Mereka pun langsung menunduk ketakutan. Kim Bum pun kembali dengan tujuan utamanya.

“Oh iya, kalian dipanggil mereka di ruang biasa.”ucap Kim Bum. Mereka pun langsung pergi melaksanakan perintahnya. Kim Bum pun memperhatikan So Eun yang sudah memasuki perpustakaan.

*****

Waktu sudah hampir malam. Sudah saatnya So Eun mengakhiri baca bukunya. Dia pun beranjak dari kursi lalu dia berjalan keluar dari perpustakaan. Dia terus berjalan menuju ke kelasnya karena tasnya ada disana. Dia juga tahu, kalau saat ini para siswa sudah pulang sekolah. Kelas itu sedikit gelap, untungnya ada lampu di ruangan itu walaupun tidak terlalu terang. So Eun pun mendekati bangkunya dan meraih tasnya yang menyangkut di kursi.

“Baru kali ini aku melihat seorang gadis ada dikelas ini sendirian.”

So Eun menoleh ke sumber suara yang sempat membuatnya terkejut. Dia melihat lelaki itu berdiri menyender di pintu kelasnya.

“Kim Bum.”

Kim Bum tersenyum sinis. Dia mendekati So Eun.

“Kau mau apa kesini?”ketus So Eun. Kim Bum tertawa lucu membuat So Eun terbingung.

“Aku tidak menyangka. Baru kali ini aku menemukan gadis sepertimu. Kau menarik.” Kim Bum menyentuh dagu So Eun, refleks So Eun menampik tangan Kim Bum.

“Hei, lelaki tampan sepertiku ini biasanya para gadis tidak menolak disentuhku. Kenapa kau menolakku?”tanya Kim Bum.

“Kenapa? Apa itu penting? Kau tampan atau tidak, bagiku biasa saja. Aku tidak tertarik denganmu. Jadi kau jangan dekati aku lagi.”ketus So Eun hendak berjalan melewatinya. Namun lengannya ditahan Kim Bum, “Kau tidak usah munafik.”

“Apa?!”

Kim Bum menarik So Eun dan mendorong tubuh So Eun terbaring di atas meja. Kim Bum menahan kedua tangan So Eun dan menguncinya agar So Eun tidak bisa berontak.

“HEI, APA YANG KAU LAKUKAN?”berontak So Eun. Kim Bum tidak mendengarkannya. Dia langsung mencium bibir So Eun.

“Tidak! Jangan Kim Bum!?”teriak So Eun yang menyadari langkah Kim Bum selanjutnya. Dia berusaha melepaskan dirinya.

Kancingnya pun semakin banyak dicopot akibat paksaan Kim Bum membuka pakaiannya. So Eun mulai menangis. Dia berusaha mengangkat kepalanya lalu menggigit tangan kiri Kim Bum yang mengunci kedua tangannya.

“AAAARRGGHH!!” Kim Bum melepaskan tangannya dan mengelus lengannya yang digigit So Eun. So Eun langsung menendang perut Kim Bum hingga Kim Bum terjatuh sungkur di lantai. So Eun mengambil tasnya dan langsung kabur dari Kim Bum.

“SIAL!? BERHENTI KAU!?”teriak Kim Bum berlari mengejar So Eun.

*****

So Eun tidak berhenti berlari menghindari kejaran Kim Bum. Dia pun berbelok dan bersembunyi di balik toilet wanita. Kim Bum yang berlari pun berhenti setelah kehilangan jejak So Eun.

“Sial! Dimana dia?” Kim Bum pun melanjutkan pencariannya ke arah lurus. So Eun mengintip. Setelah diyakini Kim Bum tidak mengejarnya dan tidak menemukannya. So Eun berusaha mengatur nafasnya sambil menutup kerah pakaiannya yang tidak berkancing. Hujan pun mulai deras. So Eun langsung berlari menuju keluar gerbang sekolah.

“HEI, KAU! SO EUN, BERHENTI!?”teriak Kim Bum yang melihat So Eun berlari di tengah hujan. So Eun yang terkejut pun menoleh dan tetap berlari secepatnya. Kim Bum pun kembali mengejarnya. So Eun terus berlari hingga dia menemukan taksi yang sedang parkir dipinggir jalan. So Eun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam taksi. Supir yang ada didalam pun terkejut melihat penumpangnya langsung masuk.

“Pak, tolong jalan!?”pinta So Eun dengan basah kuyupnya. Supir taksi itu pun menuruti perintahnya. Mobil taksinya pun berjalan. Kim Bum yang mengejarnya pun berhenti. Dia pun mengatur nafasnya.

“Brengsek! Aku tidak akan melepaskanmu, So Eun!?”umpatnya.

*****

Tubuhnya benar-benar lelah. Sehabis berlari menghindari kejaran Kim Bum dan basah kuyup di tengah hujan membuat tubuhnya semakin kedinginan. So Eun pun ambruk di kasurnya. Dia telah sampai dirumahnya dengan selamat. Dia ingin beristirahat. Dia benar-benar tidak percaya. Dirinya hampir saja diperkosa Kim Bum. Dia ingin menangis namun sulit untuk mengeluarkan air matanya karena masih shock dengan kejadian tadi. So Eun pun beranjak dari kasurnya. Dia membuka lemari pakaiannya. Lalu dia mengambil tank top dan dia ganti pakaian.

Baru beberapa menit dia ganti pakaian, lonceng rumahnya berirama. So Eun pun memakai jaketnya untuk menutupi kaos tipisnya. Dia pun bergegas turun ke bawah. Lalu dia membuka pintunya. Dia begitu terkejut dan heran melihat kedua tamunya yang memakai jas hitam, kacamata hitam, dan kekar.

“Kalian siapa?”tanyanya.

“Apa benar kau yang bernama Kim So Eun?”

“Aah… Ehm… Iya… Kalian siapa?”

“Kami adalah pengutus Kim. Kami diperintahkan untuk membawa Anda ke rumahnya.”jawab salah satu yang tubuhnya paling tinggi.

“Hah?”

Tanpa menunggu jawaban So Eun. Kedua utusan itu langsung memegang lengan So Eun dan memaksanya ikut. Walaupun So Eun berontak, namun kekuatannya kalah dengan kekuatan mereka yang tentunya seperti preman. So Eun pun hanya bisa pasrah di dalam mobil.

*****

So Eun hanya bisa terdiam duduk memperhatikan seisi rumah yang begitu mewah. Dirinya terus bertanya-tanya, ada apa dia yang bernama Tuan Kim bertemu dengannya dan harus dengan cara dipaksa seperti ini. Tidak lama, Tuan yang bernama Tuan Kim telah datang. Pria yang berusia 40 tahun pun duduk dengan tenang berhadapan So Eun. Dia pun memperhatikan penampilan So Eun yang memakai jaket dan rok sekolahnya dari atas sampai bawah. So Eun hanya menunduk mengeratkan jaketnya untuk menutupi tubuhnya yang memakai tanktop. Tuan Kim mengangguk tersenyum.

“Uhm… cantik.. tubuhnya lumayan. Sepertinya aku tertarik denganmu.”

So Eun begitu terkejut mendengar perkataannya.

“Tertarik… apa maksud Anda?”tanya So Eun.

“Sebelumnya aku turut berduka cita dengan Ayahmu yang sudah meninggal. Aku tidak menyangka dia nekat bunuh diri. Sebelumnya, Ayahmu memiliki hutang kepadaku sebesar 200 juta won. Dan dia pun belum membayar hutangnya sampai dia bunuh diri. Namun dia meninggalkan surat jaminannya kepadaku.”

“Apa!?” So Eun begitu terkejut mendengar Ayahnya meninggalkan hutang yang banyak. 200 juta won! Rasanya So Eun sesak nafas mendengarnya itu. Jika Ibunya tahu hal ini, mungkin Ibunya bisa pingsan. Kini So Eun begitu makin benci dengan Ayahnya yang penuh masalah dan selalu melibatkan dirinya.

“Surat jaminannya adalah rumah miliknya dan anaknya.”lanjut Tuan Kim.

“APA!? AKU !?” Mata So Eun melotot dengan terkejutnya.

“Iya. Sepertinya kau cocok jadi istriku.”

“Istri?” So Eun pun merasa kepalanya semakin meledak mendengar berita yang mengejutkan. Dia tidak mau jadi istrinya. Dia tidak mau memiliki suami yang sudah berumur! Ya tuhan, sampai kapan penderitaan ini berakhir? So Eun ingin protes, berontak. Tetapi apa daya. Dia berada di rumah yang penuh dengan penjaga. So Eun hampir menangis. Dia hanya menunduk terdiam.

“Ah… mana anakku?”tanya Tuan Kim kepada sekretarisnya.

“Itu dia. Tuan Muda sudah datang.”jawabnya melihat Tuan Muda datang dengan pakaiannya yang basah kuyup dan memakai handuk dikepalanya. Tuan Kim pun berdiri dari kursinya. Anak itu melewati So Eun yang masih menunduk. Tuan Kim memeluk anaknya yang tercinta.

“Anakku sayang. Kenapa kau pulang dengan basah kuyup begini?”

“Tidak ada apa-apa, Ayah. Aku hanya ingin main hujan saja.”jawabnya sambil mengelap rambutnya dengan handuknya. So Eun merasa kenal dengan suaranya.

“Oh iya, nak. Ayah, sudah menemukan calon ibumu.”

“Lagi. Siapa dia, Ayah?”

Tuan Kim membalikkan badan anaknya berhadapan dengan So Eun. So Eun yang menunduk pun mengangkat kepalanya. Mereka berdua pun sama terkejutnya.

“Kim So Eun.”

“Kim Bum!?”

Tuan Kim yang heran mendengar anaknya, Kim Bum memanggil So Eun pun bertanya, “Kau mengenalnya, nak?”

“Ayah. Apa dia yang akan jadi istri Ayah?”

“Iya. Bagaimana? Cantikkan?”tanya Tuan Kim tentang pendapat Kim Bum. So Eun masih melongo tidak percaya. Kim Bum adalah anaknya Tuan Kim, si penagih hutang. Dunia laki-laki ini sungguh kejam. Kim Bum tersenyum penuh arti menatap So Eun.

“Ayah. Aku tidak suka dia jadi Ibuku.”

“Kenapa?”

“Karena dia sebaya denganku. Ditambah lagi, dia itu teman sekolahku.”

“Sungguh?!” Tuan Kim tidak tahu kalau So Eun satu sekolah dengan Kim Bum.

“Iya. Sebaliknya, aku malah menemukan wanita yang cocok untuk Ayah. Kebetulan dia juga menyukai Ayah. Dia lebih cantik dan seksi dari So Eun.”

“Benarkah?”

“Iya. Kalau Ayah mau, aku bisa memberikan dokumennya.”

Tuan Kim kembali memandang So Eun yang masih duduk terdiam.

“Lalu bagaimana dengan dia? Dia sudah jadi jaminan dan milik kita. Apa yang harus Ayah lakukan terhadapnya.”

“Untuk dia. Berikan kepadaku saja!?”

“APA!?”

Seisi rumah pun menatap Kim Bum terkejut tidak terkecuali Tuan Kim begitu juga So Eun. Dia masih tidak percaya dengan yang didengarnya.

“Anakku. Bukankah dulu kau bilang, tidak berminat dengan seorang gadis yang sebaya denganmu? Kenapa kau berubah pikiran begitu?”

“Ayah. Untuk gadis ini. Dia begitu berbeda. Aku sangat tertarik dengannya. Bolehkan Ayah?”rajuknya. Tuan Kim yang begitu sayang dengan Kim Bum pun tersenyum.

“Apa pun yang kau inginkan akan Ayah kabulkan.”

Tuan Kim menatap So Eun, “So Eun! Kau tidak jadi istriku. Kau akan kuberikan untuk anakku, Kim Bum. Aku harap kau bisa melayaninya dengan baik. Jangan mengecewakannya.”ujar Tuan Kim. So Eun menatap benci ke Kim Bum. Kim Bum tersenyum menang.

“Bawa dia ke kamarku!”perintah Kim Bum. Kedua preman pun memegang lengan So Eun. So Eun pun mulai berontak.

“Lepaskan Aku!?”teriaknya. Kedua preman itu tidak peduli, tetap membawanya ke kamar Kim Bum. Kim Bum tersenyum lagi dengan senyuman bangganya.

*****

“BUKA PINTUNYA!?”teriak So Eun menggedor-gedorkan pintu kamar Kim Bum. Dia terkunci di dalamnya. So Eun terus menggedorkan pintunya. Dia ingin keluar dari kamar bahkan rumah ini. Dia tidak ingin Kim Bum berhasil menguasai dirinya. So Eun terus memukul pintu itu hingga pintu itu terbuka. So Eun termundur melihatnya. Kim Bum pun masuk ke dalam kamarnya sambil mengunci kembali. Lalu dia meletakkan kuncinya ke saku celana. Dia melempar handuknya ke sembarang tempat.

“Akhirnya aku menemukanmu, So Eun. Kenapa tadi kau kabur? Padahal suasana tadi sedang asyik.”goda Kim Bum membuka seragamnya yang basah karena mengejar So Eun di tengah hujan tadi.

“Kenapa kau begitu memaksaku? Padahal aku tidak mau.”jawab So Eun dengan ketus sambil mengeratkan jaketnya.

“Kenapa? Aku jadi penasaran denganmu. Apa yang membuatmu menolakku? Aku dengar dari Jessica katanya kau tidak tertarik dengan laki-laki. Aku belum pernah menemukan seorang gadis yang menolak kusentuh. Kau begitu menarik.”ucap Kim Bum menggantungkan seragamnya.

“Oke! Mari kita lanjutkan kegiatan kita yang tertunda tadi.”ujar Kim Bum sambil menepuk tangan.

“Apa!?”

“Hei, kau tidak bisa kabur lagi!?”teriak Kim Bum sambil menarik jaket So Eun yang menghindari kedekatan Kim Bum. Karena jaketnya terlepas, Kim Bum melihat penampilan So Eun yang memakai tanktop putih dan rok sekolah. Kim Bum menyunggingkan senyumannya penuh nakal.

“Tubuhmu cukup menggairahkan.”

Mendengar itu, So Eun langsung menutupi dadanya yang hanya memakai tanktop. So Eun termundur, tangannya sibuk mencari sesuatu yang bisa melindunginya. Dia menemukan vas bunga dibelakangnya. Dia pun meraihnya. Kim Bum mendekati So Eun. So Eun langsung melempar vas ke arah Kim Bum. Untung Kim Bum bisa menghindarinya. Namun kesabaran Kim Bum mulai habis.

“Kim So Eun, KAU! APA KAU INGIN MEMBUNUHKU?”

Dengan sigap, Kim Bum berhasil menangkap So Eun yang berontak. Kim Bum melempar tubuh So Eun ke kasur dengan kasar. Lalu Kim Bum melepaskan ikat pinggangnya. Dia langsung menduduki So Eun dan meraih kedua tangan So Eun. Kedua tangan So Eun pun terikat di tiang kasur. Kini So Eun tidak bisa bergerak secara leluasa.

“Kau ini benar-benar seperti kucing liar. Susah sekali menjinakmu. Tetapi aku suka. Humph…”

Kim Bum mencium bibir So Eun. Namun So Eun menangis. Dia ingin melawan nafsu Kim Bum yang makin memuncak. Akan tetapi tubuhnya mulai dikuasai Kim Bum. Akal sehatnya pun mulai menghilang. Pikirannya terasa kosong. So Eun pun menatap kosong langit kamar. Air matanya terus mengalir. Dia gagal menepati janjinya kepada Ibunya untuk selalu menjaga diri. Menjaga sesuatu yang berharga bagi wanita. Menjaga keperawanannya.

TO BE CONTINUED……

NB: Selesai Baca  jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya ^^

74 responses to “Why I Like You [Part 1] Versi Non-NC

  1. fitri98 Juli 29, 2014 pukul 5:51 am

    wah thor ini ff keren banget.
    baru in nemu kimbum jahat kekekeke..
    jadi penasaran pengen baca yg nc nya..
    nama fb atau twitter author emang apa?

  2. uchi si lusy Agustus 4, 2014 pukul 4:48 pm

    hadoh nie ff sedih amat dah, kok kimbum tega bgt sih…

  3. Susi mardiyana Agustus 5, 2014 pukul 1:03 pm

    Hadeuh si appa kim sm anak sama2 punya nafsu gede hahaha

  4. ainami September 8, 2014 pukul 2:42 pm

    sadis uy si bum -_-
    bapaknya juga sama aja, emang sso barang apa… ga jd sama bapak, dikasihin buat anaknya

  5. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 12:47 pm

    parah bngt

  6. aidayohei Oktober 10, 2014 pukul 10:06 am

    Hwwwaaaahhhh… menakutkan. Ckckckkck…. pantesan temennya pd takut sm kimbum. Ternyata ayahnya ky mafia. Begitupun kimbum.

  7. Ikfina Januari 15, 2015 pukul 6:04 pm

    Wow menarik,
    pengen baca yang versi NC masa?
    Hehehe
    next

  8. krilsalmine Januari 28, 2015 pukul 6:51 am

    yaaa ampun melas amat sih nasil so eun, untungnya so eun kaga jadi jadi istrinya tuan kim, hahahaa parah.

  9. aina mardia Februari 8, 2015 pukul 8:01 am

    Suka baca ff yg ade moment kekerasan,, tp ada cinta..😀 terbaikkk😀

  10. nadhiffa Maret 16, 2015 pukul 11:43 pm

    (y)

  11. adindashabrinasso Maret 19, 2015 pukul 2:08 am

    Nemu ff bumsso huaa ^^

    Kim bum sm ayah nya sm aja. Tp untung ny sih so eun sm kim bum. Meski cara nya menyakit kan. Diri so eun untuk menembus hutang ayah nya.
    Apa yg akan terjadi selanjut nya ,apakah mereka akan jatuh cinta nnt nya dan hidup bahagia?

    Trus berkarya author
    . nnt mau cek account twitter or fb mau baca jg yg ver. Nc hihi🙂

  12. susi mardiyana April 20, 2015 pukul 5:24 pm

    tega bner ni si..kimbum
    ksian sso nya….moga aja bisa kaburr ea sso smangat…mlh komenya gk nymbung

  13. marisa Juli 31, 2015 pukul 3:41 pm

    aku udah cari di fb tapi yang mana akun fb nya.
    aku minta pw nya dongg pliss jawab.
    aku reader baru di sini

  14. mia September 3, 2015 pukul 4:58 am

    kim bum oppa mengerikan

  15. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 12:37 pm

    wah,,, nasib so begitu menderita….
    sabar ya so,, pasti kebahagiaan akan datang🙂
    kim bum tega banget memaksa so…

  16. kimkim Desember 29, 2015 pukul 1:13 am

    Anyeong aku reader baru.. ijin baca kryanya ya thorr.. thanks

  17. jenardsmr Maret 3, 2016 pukul 6:53 am

    ku kira awalnya itu suruhan kim bum,ternyata suruhan ayahnya kim bum hehe. untung deh ayahnya kim bum ga jadi nikahin so eun

  18. nanda Maret 11, 2016 pukul 1:03 pm

    huwaaa…bummpa tga bgt ..npa hrs mlkukn hal tu eoh?

  19. nadiaayulestari Maret 20, 2016 pukul 2:20 am

    Chingu bleh minta PW nya..

  20. dhelis_shomina April 24, 2016 pukul 3:25 pm

    PNGn versi nc.Y akhh aku sk bgt m crta kya gne menegangkn n d sedkit unsur kekersn. WKk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: