RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 6]: Ingin Menjadi Istrinya


 

Kyu Hyun pun melewatinya sambil menabrak bahunya seakan membalas Kim Bum yang menabrak bahunya. Sementara itu, Kim Bum pun menatap Kyu Hyun dengan penuh kebencian. Dia benar-benar membencinya. Ketika Ibunya Kyu Hyun membuat Ayahnya meninggal.

*****

So Eun berjalan tertatih di jalanan umum. Dia sengaja pulang tanpa memberitahu Kim Bum. Dia benar-benar marah dengan Kim Bum yang sudah membohonginya.

“Kenapa dia tega sekali membohongiku? Apa alasannya melakukan seperti itu?”gumam So Eun mengoceh sendiri. Kini dia benar-benar kecewa. Dia terus berjalan dengan kesalnya hingga hak sepatunya patah. So Eun pun terjatuh sungkur di pinggir jalan. Dia memukul sepatunya yang patah dengan kesal. Tanpa disadarinya, air matanya menetes. Dia menangis. Perasaannya yang dibohongi Kim Bum. Padahal dia sudah setengah mati mendengar Kim Bum membuat perjanjian dengan Shin Hye. So Eun terus menangis dipinggir jalan yang sepi. Dia tidak peduli dengan cuaca yang dingin menusuk kulitnya.

*****

Kim Bum memutarkan kepalanya. Melihat sekelilingnya. So Eun tidak bisa ditemukan.

“Dia ini pergi kemana sih?”keluh Kim Bum. Dia pun berlari menuju ke restoran. Tetap saja dia tidak menemukannya. Kim Bum pun mulai menebak.

“Jangan-jangan dia kabur lagi. Dasar So Eun!”kesalnya.

*****

Keesokan harinya. So Eun terus melihat-lihat handphone di Mall. Dia masih memikirkan pilihannya yang cocok untuknya. Setelah 15 menit mencarinya, akhirnya dia bisa menemukan handphone yang diinginkannya.

“Aku mau yang ini.”

*****

Kim Bum terus berusaha menghubungi So Eun. Tetap saja tidak diangkat bahkan tidak aktif. Tetapi Kim Bum tidak menyerah, ia menelpon lagi. Sesekali dia melihat sekeliling yang ada di Mall. Tanpa disengajanya, dia menabrak seorang wanita yang sibuk memainkan ponsel barunya. Alhasil ponsel ditangan Kim Bum pun ikut terjatuh bersamaan ponsel milik wanita itu.

“Maafkan aku.”ucap Kim Bum menyesal. Dia terkejut melihat wanita yang ternyata So Eun begitu juga sebaliknya.

“So Eun.”

“Kau…”

“So Eun! Semalam kau kemana saja? Kenapa kau malah kabur?”tanya Kim Bum. So Eun tersenyum sinis.

“Akhirnya aku mencium niat busukmu.”ucap So Eun.

“Apa maksudmu?”tanya Kim Bum tidak mengerti.

“Hei! Kau pikir aku ini adalah orang yang suka dibodoh-bodohin olehmu? Aku sangat kecewa denganmu. Aku pikir kau adalah orang yang penuh perhitungan. Tidak aku sangka kau memakai cara yang licik untuk memerasku yang hanya orang miskin.”jelas So Eun. Kim Bum masih tidak mengerti inti perkataannya.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Kau membohongiku!?”

“Membohongimu? Apanya?” Kim Bum tetap tidak mengerti. So Eun tertawa sinis. So Eun mendekati Kim Bum.

“Shin Hye tidak melakukan perjanjian apa-apa denganmu.”tegasnya sambil menunjuk dada Kim Bum dengan keras. Kim Bum pun terdiam patung. Dia pun terlihat gelisah.

“Berarti… sebenarnya kau hanya membayar hutangku tanpa perjanjian. Ah, kalau tidak salah dia bilang itu karena kau kasihan dengan kondisiku. Aku sangat berterima kasih kau mau peduli denganku. Itu berarti aku ada hutang denganmu 10 juta won. Sesungguhnya aku tidak mengerti kenapa kau memperlakukanku seperti budakmu yang selalu saja harus menuruti keinginan egoismu. Apa karena kau membalas dendam karena aku memukul kepalamu waktu itu?”

Kim Bum tidak menjawab. Dia terus menatap So Eun yang mulai emosi.

“Hei! Jawab!? Kenapa kau diam saja?”teriak So Eun. Kim Bum malah membuang muka dengan gelisahnya. Berusaha menahan diri.

“Cih… Ternyata memang benar. Apakah karena alasan itu? Baiklah, aku akan membayar hutangku.” So Eun mengeluarkan amplop coklat yang cukup besar dan menyerahkan ke dada Kim Bum secara kasar. Kim Bum pun memegang amplop coklat itu.

“Apa ini?”tanya Kim Bum dengan terkejutnya.

“Itu adalah 10 juta won! Dengan begitu hutangku sudah lunas. Dan kita sudah tidak ada urusan lagi!?”seru So Eun sambil mengambil ponselnya yang masih dilantai dan hendak berbalik meninggalkan lokasi itu. Namun Kim Bum menarik tangannya.

“Apa lagi?”bentak So Eun kesal.

“Ikut aku!” Kim Bum menarik tangannya namun So Eun menolak. Dia berusaha melepaskan cengkraman tangannya.

“Aku tidak mau! Kau pikir aku ini masih pelayanmu. Lepaskan aku!?”berontaknya. Namun Kim Bum tetap tidak mau melepaskannya. Sambil mengambil ponselnya kembali, dia menarik So Eun mengikuti dirinya. Tidak terima dipaksa lagi, So Eun tidak segan-segan menggigit tangan Kim Bum yang mencengkram tangannya.

“AARRGGHH….!!” Kim Bum berteriak kesakitan dan tangannya pun terlepas. So Eun langsung kabur berlari.

“Hei! JANGAN LARI KAU!?” Kim Bum pun mengejarnya.

So Eun membelok arah larinya. Dia mencari persembunyian hingga dia menabrak seorang wanita yang sedang melewatinya. Alhasil mereka pun terjatuh. Wanita yang mengenakan topi dan kacamata hitam pun meringis kesakitan. Dengan cepat So Eun membantu wanita itu berdiri.

“Maaf aku menabrakmu!”seru So Eun kembali berlari setelah melihat Kim Bum yang mencari dirinya. Kim Bum yang melihat So Eun pun langsung mengejarnya melewati wanita yang ditabrak So Eun barusan. Wanita itu menatap tidak percaya dengan yang dilihatnya.

“Itu… bukankah Kak So Eun?”gumam wanita itu.

*****

Seorang wanita sebaya yang memakai gaun mewah pun turun tangga dengan anggunnya. Wanita itu tidak memancarkan senyumannya. Seorang wanita yang terhormat bernama Lee Hye Yeong. Wajahnya yang tanpa ekspresi pun berjalan melewati ruang tamu. Langkahnya terhenti saat melihat anaknya sudah pulang.

“Kyu Hyun , anakku. Kau sudah pulang. Kau pergi kemana saja?”

Kyu Hyun terdiam. Dia menatap sinis ke Ibunya.

“Kyu Hyun sayang. Kau tidak lupa kan kalau hari ini ada acara pesta besar di hotel Chun Ang?”tanya Hye Yeong dengan lembutnya. Kyu Hyun pun membuang muka dengan malasnya.

“Aku ngantuk.”singkatnya membalikkan badan hendak pergi ke kamarnya yang berada di lantai.

“Hei, KYU HYUN!?” Percuma Hye Yeong berteriak, Kyu Hyun sudah menaiki tangga. Hye Yeong hanya bisa berusaha meredam emosinya. Hubungan Ibu dan Anak yang tidak akur.

“Anak itu… Kapan dia akan berubah?”kesalnya.

*****

Kim Bum melemparkan jasnya di sofa dengan kesalnya. Dia pun duduk dengan lemasnya karena seharian berlari mengejar dan mencari So Eun. Kim Bum pun meminum air putihnya dengan cepat. Dia menatap amplop coklat dari So Eun di meja. Dia langsung membuang muka dengan kesalnya.

“Kenapa jadi begini? Semua rencanaku jadi berantakan. Kenapa bisa cepat ketahuan? Sial!”umpat Kim Bum.

*****

Sementara itu, So Eun yang berada di apartemen pun meneguk minuman dingin. Sungguh dia sangat kelelahan menghindari kejaran Kim Bum. Lalu dia duduk di sofa dan menyalakan televisinya. Namun tidak lama, dia tidak bisa fokus lagi menonton acara TV. Pikirannya dipenuhi tentang Kim Bum.

So Eun langsung memukul kepalanya sendiri, “Apa? Kenapa aku terus memikirkannya? Apa maksudnya ini. Baru saja aku kabur dari dia kenapa pikiranku jadi aneh begini? Aish… bodoh!?” Omel So Eun terhadap dirinya sendiri. Lalu dia pun tertidur di sofa dengan kesalnya.

*****

‘Trang…’

Bunyi garpu  yang terjatuh ke piring. Kyu Hyun yang sedang sarapan bersama Ibunya terkejut mendengar rencananya.

“Apa? Perjodohan?” Kyu Hyun mengulang kalimatnya lagi. Hye Yeong yang sibuk makan sarapan mengangguk.

“Iya. Dia adalah putri tunggal pengusaha SEGA Corp. Aku yakin kau pasti akan tertarik dengannya. Karena dia bukanlah wanita biasa. Dia menguasai 5 bahasa asing, dia juga menjadi direktur perusahaannya sendiri. Ibu belum bertemu dengannya, tetapi Ibu yakin dia pasti sangat cantik dan cocok untukmu.”

Kyu Hyun menjatuhkan pisau ke piring dengan kasar. Hye Yeong pun menatap Kyu Hyun yang marah.

“Ibu!? Berapa kali aku bilang? Aku tidak suka dengan perjodohan ini!?”bentaknya.

“Kenapa? Ibu hanya mencari yang terbaik untukmu. Tentunya yang pantas dan sejajar denganmu.”

“Ibu! Berhentilah memaksaku. Aku berhak memilih pasanganku sendiri.”

Hye Yeong menatapnya terkejut.

“Apa? Kyu Hyun, kau tidak mungkin memiliki kekasih kan?”

“Tidak. Aku ada.”tegas Kyu Hyun meninggalkan meja makannya. Hye Yeong yang menatapnya tidak percaya hanya bisa meremas saputangan yang ada disamping piringnya.

*****

Langit hampir gelap. So Eun baru saja keluar dari Toko Pakaian. Dia bermaksud melamar kerja setelah dia keluar dari pekerjaan di rumah Kim Bum. Namun lagi-lagi ditolak. Sudah keenam kalinya.

Namun So Eun tidak menyerah. Dia bertekad mencari pekerjaan lain lagi. Hari sabtu adalah hari yang begitu ramai di kota.

“SO EUN! KIM SO EUN!?” So Eun menoleh. Celingak celinguk mencari seseorang yang memanggil namanya. Namun karena ramai, So Eun tetap tidak menemukannya. Hingga seseorang memegang bahunya.

“So Eun! Ternyata memang itu kau.”ucapnya.

“Yoon Ah!?”

*****

Di Toko Perhiasan, Kyu Hyun melihat-lihat perhiasan di luar kaca. Cuaca masih dingin. Dia masih marah dengan Ibunya yang seenaknya mengatur hidupnya. Padahal dia sudah memiliki wanita yang disukainya. Kyu Hyun hanya bisa menghembuskan nafasnya. Dia membalikkan tubuhnya. Tiba-tiba dia melihat seorang wanita dari jauh.

Wanita yang mengenakan pakaian coklat, berkacamata hitam, dan memakai topi berbulu. Wanita itu mirip dengan So Eun. Kyu Hyun mengernyitkan keningnya.

“Apa dia So Eun?”

Kyu Hyun menyipitkan matanya agar bisa melihat lebih jelas. Memang mirip. Kyu Hyun ingin menghampirinya tetapi wanita itu keburu masuk ke dalam mobil sedan hitam dan pergi.

“Ah… mungkin aku salah lihat. Itu pasti orang lain.”ucap Kyu Hyun mengelaknya.

*****

Di kafe, So Eun dan Yoon Ah menikmati makanan mereka.

“So Eun. Kenapa kau tidak bekerja lagi di rumah Tuan Kim Bum?”tanya Yoon Ah setelah selesai makan. So Eun yang sedang minum jus pun meletakkan gelasnya.

“Hei, So Eun. Jujur saja. Aku sungguh terkejut melihat Tuan Kim Bum mengangkatmu. Apa kalian ada hubungan?”selidik Yoon Ah.

“Apa? Hubungan apa? Tentu saja tidak ada. Aku hanya tidak menyukainya yang selalu memaksaku untuk mengikuti perintahnya.”
”Memaksa? Benarkah? Aku baru tahu kalau Tuan Kim Bum orangnya seperti itu.”ucap Yoon Ah polosnya.

“Tentu saja.”

“Apa karena itu masalahnya, makanya kau keluar dari pekerjaan itu?”

So Eun mengangguk.

“Bagaimana bisa?”

So Eun tidak menjawabnya. Sebaliknya dia menoleh sambil minum jusnya. Memandang jalanan kota yang masih ramai dengan kendaraan.

*****

Kyu Hyun benar-benar kesal. Seharusnya dia tidak pulang ke rumahnya. Ibunya Hye Yeong telah memaksanya pergi ke restoran untuk menemui calon tunangannya.

“Ibu. Jangan menyesal jika aku benar-benar menolak perjodohan ini.”ketus Kyu Hyun. Hye Yeong hanya bisa tersenyum sinis.

“Ibu yakin, kau akan menyukai wanita itu. Kau tahu, pilihan Ibu tidak akan pernah salah. Kau akan bahagia jika memiliki istri yang sempurna semacam dia….”

“Apa Ibu menyukai wanita itu dari segi harta?”potong Kyu Hyun. Hye Yeong terdiam. Dia membuang muka seakan tidak ingin membahasnya.

“Sudah kuduga. Ibu, tidak bisakah Ibu berhenti memikirkan harta? Ibu tahu? Karena ulah Ibu, Ayah jadi meninggal. Dan Kim Bum semakin benci denganku.”

Hye Yeong menggebrak mejanya dengan kesal. Untung mereka berada di ruang khusus. Hye Yeong menatap tajam.

“Diamlah, Kyu Hyun! Ibu tidak mau membahas hal ini. Bukankah kau juga membenci Kim Bum? Kenapa kau menyalahkan Ibu?”seru Hye Yeong dengan nada seriusnya. Kyu Hyun membuang muka, tidak menjawabnya.

*****

So Eun begitu terkejut melihatnya. Kenapa dia harus bertemu lagi? Seharusnya dia tidak melewati jalan itu. Dia lupa kalau hari ini adalah sabtu malam dimana Kim Bum biasanya pergi ke Klub. Dimana jalan itu adalah gang sempit tempat dia dicium paksa oleh Kim Bum. Iya. Dia bertemu lagi dengan Kim Bum yang menatapnya.

“So Eun.”panggil Kim Bum. So Eun benar-benar kesal melihatnya. Dia pun berjalan melewatinya. Tetap saja Kim Bum menghalangi jalannya.

“Apa lagi?! Bukankah uangnya sudah kuberikan kepadamu. Kenapa kau masih menggangguku?”bentaknya.

“Dengarkan penjelasanku dulu. Aku tidak bermaksud menipumu.”

“Menipuku? Bukankah kau begitu senang melihat kebodohanku.”

“So Eun…”

“AKU TIDAK MAU DENGAR PENJELASANMU!?”teriak So Eun menyingkirkan badan Kim Bum. Kim Bum menarik So Eun ke tembok. Dia memegang kedua bahunya agar So Eun tidak bisa kabur.

“Hei! Lepaskan aku!?” So Eun berusaha melepaskan tangan Kim Bum yang mencengkram kedua bahunya.

“DENGARKAN AKU!?” Giliran Kim Bum yang berteriak membuat So Eun terdiam.

“Apa kau tidak ingin tahu, kenapa aku melakukan hal ini? Apa kau tidak ingin tahu alasanku menipumu? APA KAU TIDAK INGIN TAHU!?”

So Eun terdiam mendengar teriakannya yang mulai emosi. Dia bisa melihat tatapan Kim Bum yang begitu serius. So Eun tidak menjawab. Membuang muka.

“So Eun… Alasanku adalah karena aku jatuh cinta denganmu.”

So Eun terpaksa menatap Kim Bum. Dia begitu terkejut mendengar perkataannya.

“Iya. Aku mencintaimu, So Eun. Aku ingin memilikimu. Kau wanita pertama yang menamparku, membenciku, bahkan memukul kepalaku. Aku jatuh cinta denganmu.”ucap Kim Bum lagi. So Eun mengernyitkan keningnya. Dia merasa aneh dengan Kim Bum. Bagaimana Kim Bum bisa jatuh cinta dengannya hanya karena itu?

“Wanita yang aku kenal, yang mendekatiku tidak pernah melakukan hal itu. Hidupku merasa bosan hingga kau muncul. Menegurku dengan cerewetnya. Selalu bersikap kesal terhadapku. Kau membuat hidupku berwarna.”

So Eun tetap tidak bergeming. Dia masih terdiam. Pikirannya mulai kosong. Tidak tahu apa yang mesti dia jawab.

“Oleh karena itu. Aku ingin memilikimu. Aku mencintaimu. Aku ingin kau jadi istriku!”

So Eun menatap terkejut. Kim Bum sedang melamarnya?!

“Apa? Is… Istri?”tanya So Eun terbata-bata yang masih terkejut. Kim Bum mengangguk.

“Ah… A.. Aku….”

So Eun jadi sulit menjawabnya. Kim Bum mencintainya dan memintanya jadi istrinya membuat So Eun galau. Kim Bum menyadari kalau perkataannya membuat So Eun terbingung. Kim Bum melepaskan tangannya yang mencengkram bahu So Eun.

“Kalau kau butuh waktu. Aku akan menunggu jawabanmu besok. Aku harap jawabanmu tidak mengecewakanku.”ucap Kim Bum sambil merogoh saku jasnya. Dia mengeluarkan amplop coklat yang tebal lalu diberikannya kepada So Eun.

“Kau tidak ada hutang denganku karena aku membayar hutangmu dengan ikhlas.”ujar Kim Bum berlalu meninggalkan So Eun yang terbengong dan memegang amplop coklat miliknya.

*****

“APA!? Kau melamarnya?!”teriak Geun Suk dengan kagetnya saat mendengar cerita Kim Bum. Untung suaranya masih kalah dengan musik-musik disko yang begitu keras. Kim Bum mengangguk sambil minum birnya.

“Kenapa? Jadi memang benar kau jatuh cinta dengannya?”
”Iya. Aku mencintainya.”

“Hhh… Ada apa dengan otakmu? Kenapa kau terburu-buru ingin menikah dengannya? Apa kau sudah bosan dengan masa mudamu?”

Kim Bum tertawa mendengar candaannya.

“Haha… Tidak. Aku sudah terlanjur mencintainya. Kau kan tahu, aku sudah bosan dikelilingi wanita yang hanya mengincar hartaku, yang selalu bersikap manis denganku agar aku mau membayar kebutuhannya.”

Geun Suk mengangguk. Dia menyetujui pendapat Kim Bum. Untung dia memiliki kekasih yang mencintainya dengan tulus, Park Shin Hye.

“Tapi… bagaimana jika dia menolakmu?”tanya Geun Suk.

“Tidak mungkin. Dia pasti menerima lamaranku.”

“Iya.. tapi andaikan. Bagaimana?”

Kim Bum memikirkan sejenak, “Aku akan memaksanya untuk menjadi istriku.”

“Hei, kau memaksanya lagi.”

Kim Bum hanya tertawa. Shin Hye telah datang, Geun Suk pun bangkit dari kursinya dan menghampirinya.

“Sayang, kau sudah datang.”sapa Geun Suk sambil mencium bibir Shin Hye tanpa sempat Shin Hye menjawab sapaannya.

“Hhhah…. Dasar pasangan yang norak.”sindir Kim Bum melihat kemesraan mereka dengan malasnya.

*****

So Eun masih berjalan melewati toko-toko yang sudah tutup. Dia masih memikirkan perkataan Kim Bum tadi. Kim Bum melamarnya. So Eun juga baru ingat, Kyu Hyun pun juga menyatakan perasaannya. Memintanya untuk jadi kekasihnya. So Eun benar-benar tidak mengerti kenapa kedua si pemaksa itu bisa menyukainya. Pantas saja, mereka suka menciumnya dengan paksa. Ternyata dugaan Hye Sun memang tepat. So Eun terus berjalan dengan pikirannya yang memusingkan hingga dia menyebrang yang dikiranya sudah sepi. Namun dia tidak menyadari ada sebuah mobil sedan hitam meluncur kearahnya. Mobil itu berhenti mendadak mengenai So Eun yang menyebrang. So Eun pun terbaring mengucurkan darah segar di kepalanya. Supir itu keluar dari mobil dan melihat keadaan So Eun yang tidak sadarkan diri. Wanita yang ada didalamnya pun ikut keluar. Namun wanita itu terkejut melihat So Eun.

“Kak So Eun!?”teriaknya sambil mengangkat kepala So Eun yang mengalir darah dengan derasnya.

“Cepat kau angkat dia! Dia harus dibawa ke rumah sakit!?”serunya sambil menarik celana supir itu. Supir itu pun menuruti perintah dengan paniknya. So Eun pun dibawa masuk ke dalam mobil bersama wanita itu. Mereka pun langsung berangkat menuju ke rumah sakit.

*****

Sudah 20 menit, Hye Yeong dan Kyu Hyun menunggunya. Wanita yang akan dijodohkannya tidak kunjung datang.

“Mana wanita yang Ibu bilang selalu datang tepat waktu?”sindir Kyu Hyun.

“Diam kau, Kyu Hyun! Ibu yakin dia pasti sedang terlambat.”

Kyu Hyun pun terdiam tidak menanggapinya. Tiba-tiba seorang pelayan memasuki ruangan itu dan menyerahkan sebuah surat. Hye Yeong pun menerimanya. Lalu dibacanya. Dia pun kecewa karena wanita itu tidak bisa datang karena ada urusan penting.

“Kenapa? Wanita itu tidak datang kan?”ujar Kyu Hyun. Hye Yeong tidak menjawab sambil meremas surat yang ditangannya.

“Jangan-jangan, dia juga menolak dijodohkan.”lanjutnya. Hye Yeong pun menatap Kyu Hyun dengan emosi. Dia tidak senang mendengar perkataan Kyu Hyun.

*****

“Hei, Kim Bum. Tidak bisakah kau berdamai saja dengan Kyu Hyun?”tanya Shin Hye. Kim Bum dan Geun Suk menatap terkejut.

“Shin Hye. Kau ini bicara apa? Kau mabuk lagi.”ucap Geun Suk sambil meletakkan gelas yang dipegang Shin Hye.

“Kenapa? Sebenarnya aku sangat bosan melihat kalian ini selalu bermusuhan. Kapan damainya? Bukankah kau tahu, semua ini salah Ibunya. Seharusnya kau jangan membenci Kyu Hyun!?”Shin Hye makin meracau. Geun Suk langsung menutup mulutnya agar Shin Hye tidak berbicara lagi. Kim Bum meletakkan gelasnya dengan kasar. Dia tidak suka membahas Kyu Hyun.

“Aish… Shin Hye! Sudah kau tidur sajalah. Kau ini sudah mabuk.”seru Geun Suk meletakkan kepala Shin Hye di sofa. Shin Hye pun tertidur. Geun Suk menyelimuti tubuh Shin Hye dengan jaketnya. Lalu dia pindah ke samping Kim Bum.

“Maafkan Shin Hye. Kau tahu kan, dia sedang mabuk. Padahal sudah kuperingatkan dia agar tidak banyak minum bir. Dia kan tidak kuat minum.”keluh Geun Suk kembali minum bir. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.

“Ah iya, Kim Bum. Maafkan aku, jika aku bicara mengenai Kyu Hyun lagi.”

Kim Bum mengernyitkan keningnya, “Ada apa?”

“Aku curiga sepertinya So Eun mengenal Kyu Hyun.”

Mata Kim Bum pun melotot, terkejut mendengarnya.

“APA!? Apa maksudmu?”tanya Kim Bum.

“Iya. Waktu di New Caledonia. Dia menanyakanku tentang hubunganmu dengan Kyu Hyun.”jelas Geun Suk. Tiba-tiba Kim Bum teringat, waktu dia memergoki Kyu Hyun merangkul pinggul So Eun dihotel. Dia kembali curiga, sepertinya So Eun memang mengenalnya.

*****

Dokter dan para suster sibuk keluar masuk dari UGD dengan paniknya. Wanita itu langsung mendekati dokter yang keluar dari UGD.

“Ada apa, dokter?”tanyanya.

“Kami kekurangan stok darah di rumah sakit ini. Kami harus mencari darah agar dia bisa selamat dari kondisinya yang semakin buruk.”

“Sungguh? Separah itukah?”

“Iya.”

“Kalau begitu pakai darahku saja.”
”Apa?”

“Golongan darahku O.”

*****

Keesokan harinya, menjelang sore. Kim Bum terus memencet bel apartemen So Eun. Tetap tidak ada jawaban.

“Kemana dia?” herannya. Kim Bum pun membalikkan badannya, “Jangan-jangan dia kabur lagi? Aish… Kenapa dia hobi sekali kabur dariku?”kesalnya.

*****

Wanita itu dengan setianya mendampingi So Eun di rumah sakit. So Eun belum sadarkan diri setelah dioperasi. Hingga sore ini, So Eun belum membukakan matanya. Wanita itu menyentuh tangan So Eun.

“Kakak… Sadarlah. Aku sangat merindukanmu. Kak So Eun, aku mohon cepat sadar. Ibu pasti tidak sabar ingin bertemu denganmu.”ucapnya mulai menangis.

*****

Kim Bum terus menghubunginya. Namun tetap saja tidak aktif. Apakah So Eun mengganti nomornya? Kim Bum pun semakin kesal. Pintu kamarnya diketok. Kim Bum mempersilahkan masuk. Ternyata Yoon Ah yang mengetok pintunya. Dia pun masuk membawakan minuman. Lalu dia meletakkan cangkir itu di meja Kim Bum. Kim Bum sempat melihat kedekatan So Eun dengan Yoon Ah. Kim Bum langsung bertanya, “Yoon Ah, kelihatannya kau cukup dekat dengan So Eun.”

“Ng? Ah.. Iya, Tuan Muda.”

“Kalau begitu, apa kau punya nomor ponsel So Eun yang baru?”

“Iya, Tuan Muda.”

“Boleh aku memintanya?”

“Oh.. Tentu saja.” Yoon Ah langsung merogohkan sakunya, mengeluarkan ponsel. Lalu Kim Bum meminjam ponsel Yoon Ah. Kim Bum mencatat nomor ponsel baru So Eun di kontak ponselnya. Setelah itu, dia mengembalikan ponsel Yoon Ah.

“Terima kasih.”

“Sama-sama, Tuan Muda.” Yoon Ah pun keluar dari kamar Kim Bum. Kim Bum langsung menghubunginya.

Telepon pertama belum diangkat bahkan telepon kedua pun belum. Hingga telepon ketiga barulah diangkat.

“Halo.”

“Halo, So Eun. Kau ini kemana saja? Tadi siang aku ke apartemenmu, kenapa kau malah tidak ada?”

“Maaf. Aku bukan So Eun.”

“Apa? Lalu dimana So Eun?”

“So Eun sedang ada di rumah sakit.”

“Rumah sakit?! Kenapa dengan dia?”

“Dia kecelakaan.”

“Sungguh!? Di rumah sakit mana?”

“Arh Yeang Hospital.”

Kim Bum langsung menutupkan ponselnya dan bergegas pergi ke rumah sakit Arh Yeang Hospital.

*****

Wanita itu meletakkan kembali ponsel So Eun di meja. Dia menatap So Eun yang tidak kunjung bangun. Suster bersama dokter datang dan masuk ke kamar pasien.

“Maaf, Nona. Bisakah Anda keluar dulu. Kami akan mengecek kondisinya.”ucap dokter itu. Wanita itu pun menurut. Dia keluar membiarkan dokter dan suster itu melakukan tugasnya.

*****

Kyu Hyun membayar administrasi. Dia baru saja mengunjungi temannya yang tiba-tiba sakit. Setelah membayar, dia pun membalikkan badannya hendak kembali ke kamar temannya. Namun langkahnya terhenti saat dia melihat Kim Bum masuk ke dalam rumah sakit dengan tergesa-gesanya. Kyu Hyun yang penasaran itu pun memutuskan mengikutinya.

*****

Kim Bum langsung masuk ke kamar pasien So Eun. Dia terkejut melihat So Eun terbaring lemah. Dokter dan suster masih sibuk mengecek kondisi So Eun. Kyu Hyun pun ikut terkejut melihatnya tanpa disadari Kim Bum.

“So Eun!” Kim Bum segera menghampiri So Eun sementara Kyu Hyun yang ada dibelakang Kim Bum hanya terdiam patung melihat kondisinya. Dia benar-benar tidak menyangka dan tidak tahu. Bagaimana So Eun bisa terbaring di rumah sakit?

“Bagaimana keadaannya, dok?”tanya Kim Bum cemas.

“Dia masih belum sadar.”jawab dokter itu sembari menulis dokumen.

“Tapi bagaimana dia bisa kecelakaan?”tanyanya lagi.

“Kecelakaan?”ucap Kyu Hyun. Kim Bum menengok setelah mendengar suaranya. Raut wajahnya begitu tidak senang melihat kemunculan Kyu Hyun.

“Mau apa kau kesini?”ketus Kim Bum sambil mendekati Kyu Hyun.

“Memangnya kenapa?”balas Kyu Hyun.

“Kau….” Kim Bum ingin sekali mengusirnya. Namun dia mengurungkan niatnya saat mendengar dokter memanggil nama So Eun. Sementara suster itu keluar kamar.

“Nona So Eun, kau sudah sadar?” So Eun perlahan membuka matanya.

Kim Bum dan Kyu Hyun langsung mendekatinya untuk melihat kondisinya lebih jelas.

“So Eun. Kau baik-baik saja?”tanya Kim Bum. So Eun tidak menjawabnya karena kondisinya yang masih lemah dan baru sadar. Tidak lama, seorang suster pun datang bersama wanita itu.

“Kak So Eun! Benarkah Kakak sudah sadar?”seru wanita itu. Kim Bum dan Kyu Hyun menoleh, mereka terkejut melihat wanita itu sangat mirip So Eun.

 

TO BE CONTINUED….

NB: SELESAI BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA!!!

55 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 6]: Ingin Menjadi Istrinya

  1. sabanaRyuga Oktober 6, 2014 pukul 1:07 pm

    mirip apa jangan2 kembar ya

  2. Marthatina vita vienna Maret 14, 2015 pukul 6:21 am

    Kim bum nggak sweet bnget masak nglamar gadis,digank sempit,hadweh.
    Kira2 siapa ya gadis yang mirip so eun?

  3. mia September 1, 2015 pukul 4:33 am

    Jadi critanya punya kembaran nih

  4. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 3:22 am

    Oh texta kim so eun punya saudara kembar ya… Makin seru nih… Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: