RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Why I Like You [Part 2] Versi Non-NC


Note: Untuk mendapatkan PW dari versi aslinya(Versi NC,

silakan kirim inbox FB atau DM Twitter dengan ketik:

Subject: PW WILY

Umur:

(harus dengan umur yang sebenarnya, jika ada yang malsuin umur, q gak mau tanggung jawab ya)

untuk alamat FB n Twitq, kalian bisa klik yang ada di pojok kanan blogku ^^

Happy reading!?

Matahari pun naik dan menyinari kamar Kim Bum. So Eun terbangun. Dia bisa melihat cahaya itu. So Eun menaikkan selimutnya yang menutupi tubuhnya yang polos. So Eun menoleh, tidak ada Kim Bum. Dia bisa merasakan pinggangnya sakit akibat kejadian tadi malam. So Eun juga bisa melihat bercak darah diselimutnya. Rasanya So Eun ingin menangis. Kim Bum telah mengambil keperawanannya. Kebenciannya pun semakin dalam. Kim Bum telah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuknya. Dia tersenyum melihat So Eun sudah bangun. Dia pun mendekatinya dan duduk disamping.

“Selamat pagi, So Eun. Apakah tidurmu nyenyak?”tanya Kim Bum. So Eun hanya membuang mukanya. Tidak mau menjawabnya.

‘Tok.. Tok.. Tok..’

Bunyi ketukan pintu di kamarnya. Kim Bum beranjak dari kasur dan berjalan menuju ke pintu. Dia membuka pintunya.

“Maaf Tuan Muda. Ini seragam yang Anda minta.”ucap pelayan itu menyerahkan seragam kepada Kim Bum.

“Terima kasih.”ucapnya sambil menutup pintu. Lalu dia menaruh di atas kasur tepat disamping So Eun.

“Ini seragammu. Kau cepat mandi. Kita akan berangkat sekolah.”ucap Kim Bum mengambil seragamnya dari lemari. So Eun tidak bergeming. Dia tetap terdiam membuang muka.

“Hei, kenapa kau hanya diam saja? Cepat kau mandi sana! Nanti kita terlambat.”seru Kim Bum. So Eun masih membisu. Kim Bum mulai kesal dengan sikapnya. Dia pun mendekati So Eun.

“Hei, So Eun. Apa kau tidak mau ke sekolah?”tanya Kim Bum.

“Untuk apa kau menyuruhku ke sekolah. Aku ingin pulang ke rumahku.”akhirnya So Eun berbicara. Kim Bum tersenyum sinis.

“Hmph.. Kau lupa kalau rumahmu sudah disita Ayahku? Kau juga jadi jaminan hutang. Seharusnya kau bersyukur tidak menjadi istri Ayahku.”ujar Kim Bum.

“AKU BENCI KAU!?”seru So Eun.

“Cepat mandi sana!” Kim Bum tidak mempedulikan perkataan So Eun. Masih tidak mau bergerak.

“Baiklah, kalau kau masih bersikap seperti itu.”

Kim Bum langsung menggendong So Eun dan membawanya ke kamar mandi.

“KYAAA!! LEPASKAN AKU!?” teriak So Eun sambil memukul dada Kim Bum yang bidang.

*****

Hampir 2 bulan, dirinya jadi budak seks Kim Bum. Yang selalu dipaksa melayani dan menuruti perintahnya. Tubuh So Eun makin lama semakin lemah. So Eun benar-benar tidak sanggup. Rasanya dia ingin bunuh diri.

“Ibu… Aku merindukanmu.”gumam So Eun memandang hujan diluar mobil. Dirinya berada di mobil sedang menunggu Kim Bum keluar dari kantor Tuan Kim setelah pulang sekolah. Hujan semakin deras. Tidak lama, akhirnya Kim Bum masuk ke dalam mobil sendirian. So Eun menoleh. Rambut Kim Bum bahkan seragamnya basah terkena hujan. Kim Bum mengacak rambutnya untuk mengurangi kebasahannya(?). Lalu Kim Bum menatap So Eun. Dia tersenyum.

“Hei, kenapa kau memandangku seperti itu?”tanya Kim Bum menyentuh pipi So Eun yang tanpa ekspresi.

*****

So Eun menatap rumah lamanya. Dia sudah meminta izin kepada Kim Bum untuk keluar sebentar walaupun ditemani bodyguardnya. Tiba-tiba sebuah motor datang. Orang itu membawa tumpukan sebuah surat. Lalu memperhatikan alamatnya yang diyakininya benar. Pria itu meletakkan surat itu di kotak surat dan berbalik meninggalkan lokasi itu untuk melanjutkan tugasnya. Dengan cepat, So Eun membuka isi kotak surat. Beberapa lembar surat, So Eun mengambil surat itu. Dia melihat alamat yang berada di Busan. Matanya melotot saat melihat nama pengirim. Dari Ibunya. Akhirnya Ibunya pun memberikan kabar setelah 3 tahun tidak berkomunikasi. Dia pun membaca isi surat itu satu per satu. Dia tercengang mengetahui isi surat itu. Dimulai dari Ibunya sedang sakit. So Eun ingin pergi mengunjungi Ibunya. Namun dia teringat dengan perkataan Kim Bum. Dirinya tidak boleh pergi kemanapun walaupun hanya mengunjungi kerabatnya. Jika tidak, dia akan dihukum. Tetapi So Eun sangat merindukannya. Air matanya pun mengalir. Namun saat membaca surat terakhir. Dirinya benar-benar shock. Ibu telah meninggal di Busan!

“Tidak… tidak mungkin… Ibu tidak mungkin meninggalkanku. TIDAK MUNGKIN!?”teriak So Eun tidak percaya sambil menangis berlutut walaupun para bodyguard memandang heran.

*****

“Apa? Kau mau ke Busan?”tanya Kim Bum sedang duduk santai di kamarnya. So Eun mengangguk.

“Tidak boleh.”jawabnya sambil meneruskan bacaannya. So Eun tersentak kaget mendengar jawabannya.

“Kenapa?”tanya So Eun, matanya mulai berkaca-kaca.

“Kenapa? Untuk apa kau mengurusi hal seperti itu. Kalau dia sudah meninggal, ya biarkanlah. Kau kan sudah jadi milikku. Aku melarangmu ke Busan kecuali kalau aku memang pergi kesana, baru kau bisa mengunjungi makamnya.”

“Ka… kapan…?”

“Setelah aku lulus kuliah.”

So Eun terperanjat mendengarnya. Setelah lulus kuliah? Berarti dia harus menunggu sekitar 5 tahun.

“Tidak mau. Aku tidak mau selama itu! Aku mohon izinkanlah aku pergi ke Busan. Aku ingin bertemu dengan Ibuku….”

“IBUMU SUDAH MATI!? UNTUK APA KAU BERTEMU DENGAN ORANG YANG SUDAH MATI?”bentak Kim Bum mulai kesal dengan rengekan So Eun. So Eun menatapnya tidak percaya. Air matanya mengalir di pipinya.

“Kenapa, Kim Bum? Kenapa kau tidak memperbolehkanku bertemu dengan Ibuku. Sudah 3 tahun, aku tidak berkomunikasi dengannya. Kenapa? Apa kau tidak pernah merasakan kasih sayang Ibumu?”

“Ibu? Hhh… Aku tidak suka dengan IBU. Aku sangat membencinya.”ucap Kim Bum.

“Kenapa? Kenapa kau sangat membenci Ibu?” So Eun masih terus bertanya sehingga membuat Kim Bum semakin kesal. Dia pun membanting buku di atas meja. Lalu dia mencengkram lengan So Eun. Ditariknya menuju kasur kemudian dilemparnya tubuh So Eun secara kasar dan menindihnya.

“Hei, tidak bisakah kau jangan cerewet melulu tentang Ibu? Kupingku sampai panas mendengar perkataanmu.”

“Ta… tapi… hanya dia satu-satunya keluargaku. Aku ingin mengunjungi pemakamannya. Apakah tidak boleh?”

“KALAU AKU BILANG TIDAK, YA TIDAK!?” teriakan Kim Bum semakin membuat So Eun ketakutan.

“Aku mohon, Kim Bum…”

“Cih… Sepertinya kau memang harus dihukum karena sudah berani meminta kepadaku.”

Kim Bum langsung mengambil tali yang tidak jauh dari tempatnya. Dia pun mengikat kedua tangan So Eun. So Eun yang tahu hukumannya pun mulai berteriak.

“KIM BUM! AKU MOHON JANGAN!?”

*****

So Eun berjalan termenung menuju ke pagar sekolah. Sekolah sudah usai, saatnya dia pulang ke rumah ‘neraka’. Dia benar-benar sangat sedih. Dia tidak bisa pergi ke Busan. Kim Bum terlalu jahat. So Eun pun sampai tidak habis pikir kenapa dia begitu sangat membenci Ibunya. Batin pun mulai tidak kuat menghadapi Kim Bum. Dia ingin sekali kabur dari tempat ini. Tidak peduli jika dia akan meninggalkan sekolahnya. Tidak peduli jika dia tidak berhasil mencapai tujuannya. Hidupnya benar-benar sebatang kara. Sejenak dia melihat para bodyguard sibuk membeli makanan yang tidak jauh dari tempatnya. Merasa ada kelonggaran, So Eun pun mengambil kesempatan. Dia langsung lari. Bodyguard yang merasakan So Eun mulai kabur pun mengejarnya. So Eun membelok arahnya dan bersembunyi digang kecil. Bodyguard itu mulai kehilangan jejak.

“SIAL! Kemana dia?”

“Kalau tidak, Tuan Muda bisa marah besar.”

“Ayo kita cari lagi!?”

Bodyguard itu pun mulai mencari kembali. Setelah merasa aman, So Eun pun keluar dari persembunyian. Dia terus menyaksikan pencarian bodyguard yang makin hilang dari pandangannya. Tanpa dia sadari, dia berjalan di tengah jalan yang sepi. Saat membalikkan badan, sebuah mobil sedan hitam menabrak tubuhnya. So Eun pun tersungkur dengan kerasnya. Kepalanya berdarah. Supir itu langsung keluar dan melihat kondisi So Eun. Seorang kakek tua pun ikut keluar.

“Apa yang terjadi?”tanya Kakek itu.

“Saya tidak sengaja menabraknya, Tuan Jung Gil.”panik supir itu.

“Cepat bawa dia ke rumah sakit.”perintahnya.

“Baik, Tuan Jung Gil.” Supir itu menggendong So Eun yang tidak sadarkan diri. So Eun masuk ke dalam mobil bersama Tuan Jung Gil. Supir pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkannya lalu meluncur menuju ke rumah sakit.

*****

5 bulan kemudian….

Kim So Eun menatap kota Busan dengan penuh dalam. Sudah 5 bulan, dia berada tempat ini. Cuaca semakin dingin. So Eun kembali duduk di kursinya. Menikmati teh hangat. Baru saja beberapa menit, air matanya kembali muncul. Dia hampir saja menangis memikirkan masa lalunya. Sesuatu yang berharga di dalam dirinya sudah direbut paksa oleh Kim Bum yang dia tidak sangka. So Eun melirik arlojinya. Sudah waktunya dia berangkat menuju ke rumah itu. Rumah yang sudah lama dia harus jauhi. So Eun beranjak dari kursinya. Dia pun menggantikan pakaiannya. Setelah berganti pakaian, dia pun menuju ke kamar sebelahnya. Dia melihat sebuah foto lama, foto dirinya bersama Ibunya. So Eun pun meraih bingkai foto itu. Dia mencium foto Ibunya.

“Ibu. Aku berangkat dulu, ya.”ucapnya memberi pamit kepada Ibunya.

*****

So Eun telah sampai di depan rumah yang mewah. Sejak dia mengalami kecelakaan dan Tuan Jung Gil membawanya kerumahnya. Dia masih tidak menyangka ternyata Tuan Jung Gil adalah majikan Ibunya. So Eun mengeratkan tali tasnya. Berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke dalam rumah itu. So Eun memencet bel rumah itu. Tidak lama, pintunya pun dibuka. Dia melihat wajahnya begitu bahagia saat melihat So Eun.

“Kim So Eun, kau sudah datang?”teriak Yoon Ah langsung memeluk So Eun. So Eun pun menyambutnya. Dia merindukan sahabatnya yang bekerja di rumah ini. Yoon Ah menjadi teman pertamanya saat dia tinggal dirumah Tuan Jung Gil selama 2 bulan.

“Bagaimana kondisimu? Sudah baikan? Apakah kau sudah tidak merasa pusing lagi?”oceh Yoon Ah masih memeluknya. So Eun melepaskan pelukannya dan dia menghapus air mata Yoon Ah yang begitu sangat merindukannya. So Eun tersenyum. Dia tahu, dirinya sudah merepotkan Yoon Ah yang selalu menemaninya. Selama 3 bulan, dia terpaksa tinggal di rumah sakit karena kondisi tubuhnya mulai memburuk, akibat efek dari kecelakaan 5 bulan yang lalu. Kini dia sudah dinyatakan pulih dan bisa bekerja untuk pertama kalinya.

“Kau jangan khawatir. Aku sudah pulih. Buktinya aku sudah diperbolehkan bekerja disini.”

“Iya. Aku tahu…” ucap Yoon Ah menghapuskan air matanya dan tersenyum. So Eun hanya tersenyum melihatnya. Wanita separuh baya pun muncul di hadapan mereka. Yoon Ah melepaskan pelukan mereka.

“Kim So Eun. Akhirnya kau sudah pulih.”

“Selamat pagi, Miss Young Ae. Lama tidak jumpa.”ucap So Eun menunduk menghormatinya. Miss Young Ae menepuk bahu So Eun lalu dia memeluk So Eun.

“So Eun. Mulai saat ini, kau pasti akan menggantikan tugas Ibumu. Aku juga awalnya sempat heran kenapa Tuan Besar begitu ingin memintamu merawatnya. Tetapi aku harap, mulai dari sekarang. Kau harus bersemangat.”

“Iya, Miss Young Ae. Terima kasih. Aku akan bersemangat.”ucap So Eun sambil mengepalkan tangannya memberi semangat. Miss Young Ae dan Yoon Ah hanya bisa tertawa.

“Ah.. Sudah jam segini. Hampir siang. So Eun, masuklah. Ganti pakaianmu. Sebentar lagi Tuan Jung Gil akan pulang dari rumah sakit.”pinta Miss Young Ae mendorong punggung So Eun untuk masuk ke dalam rumah majikannya.

*****

So Eun memandang dirinya di depan cermin yang ada di kamar milik Ibunya. Dirinya yang memakai seragam seperti suster yang berwarna biru. Inikah pakaian yang biasanya dipakai Ibu saat merawat Tuan Besar? Untung dirinya pernah membaca buku tentang kedokteran saat dia masih sekolah di Airin Art High School. Jadi dia tidak kesulitan saat akan merawat Tuan Jung Gil nanti. Tubuhnya memang selalu lemah karena dia memiliki penyakit kanker darah dan juga usianya yang sudah tua. So Eun begitu kasihan melihat kondisinya yang selalu melakukan cuci darah. Padahal Tuan Lee Jung Gil begitu baik dengan dirinya dan Ibunya. Apalagi sejak So Eun kabur dari rumah Kim Bum yang seperti neraka itu dan dia diselamatkan Tuan Jung Gil, Tuan Jung Gil begitu baik terhadap dirinya bahkan mau membiayai perawatan rumah sakit.

“So Eun. Apa kau masih lama? Sebentar lagi, Tuan Besar akan sampai.”ucap Yoon Ah muncul di depan pintu kamarnya. So Eun langsung tersadar dari lamunannya. Dia pun kembali merapikan pakaiannya dan rambutnya. Setelah dipastikan penampilannya rapi dan tidak berantakan. So Eun mendekati Yoon Ah.

“Baiklah. Ayo.”

*****

So Eun begitu gugup di ruang tamu. Sudah 3 bulan dia tidak bertemu dengan Tuan Jung Gil. Setelah menunggu lima menit, akhirnya Tuan Jung Gil pun muncul. Tuan Jung Gil duduk di kursi roda dan didorong oleh sekretaris kepercayaannya. Tuan Jung Gil adalah seorang pengusaha ternama di Korea Selatan. Dia mendirikan usaha elektronik seperti ponsel bahkan mobil ternama.

“Selamat datang, Tuan Besar Lee Jung Gil!?”serentak pelayan menyambut kehadirannya tidak terkecuali So Eun. Tuan Jung Gil tersenyum disambut mereka. Senyumannya makin merekah saat dia melihat So Eun memakai seragam biru.

“Kim So Eun… Kau sudah kembali? Sekretaris Lee, tolong bawakan aku kesana.”perintahnya. Sekretaris Lee pun mematuhinya. Dia pun mendorong kursi roda Tuannya menghampiri So Eun. Tuan Jung Gil berusaha meraih wajah So Eun. So Eun pun menunduk.

“Kim So Eun…. Yang sudah aku anggap sebagai cucuku. Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah pulih?”ucap Tuan Jung Gil menyentuh kedua pipinya sambil menangis melepaskan rasa rindunya selama 3 bulan karena dia juga ikut masuk ke rumah sakit karena penyakit kambuhnya.

“Aku sudah pulih, Tuan Besar. Aku sangat senang bisa meneruskan pekerjaan Ibuku. Terima kasih, Tuan Besar sudah mau merawatku.”ucap So Eun menangis terharu. Dia pun memeluk Tuan Jung Gil untuk melepaskan rasa rindunya. Para pelayan yang ada disekitarnya pun berusaha menahan tangisan karena terharu melihat pertemuan mereka. So Eun melepaskan pelukannya.

“Bagaimana kondisi, Tuan Jung Gil. Apakah semakin parah?”tanya So Eun.

“Semoga saja tidak. Kalau kau yang merawatku, mungkin aku akan semakin sembuh. Haha..”ujar Tuan Jung Gil berusaha menceriahkan suasana yang agak kaku itu. So Eun pun tertawa lucu.

“Ah… So Eun. Melihat senyumanmu, aku teringat dengan Ibumu. Aku sungguh menyesal tidak bisa menjaganya. Aku juga tidak menyangka jika tubuhnya sangat lemah.”

“Tuan Jung Gil, jangan merasa bersalah begitu. Dari dulu, tubuh Ibu memang selalu mudah terserang penyakit. Aku yakin, tidak lama dia sudah berusaha untuk menyembuhkan dirinya.” Tuan Jung Gil pun mengangguk mengerti.

“Oh iya. Sekretaris Lee, berikan dokumen kesehatanku kepada So Eun.”perintahnya. Sekretaris Lee pun mengeluarkan dokumen kuning dari tasnya. Dia menyerahkan dokumen itu kepada So Eun. So Eun pun membaca isi dokumen itu dengan teliti.

“Oh iya, So Eun. Aku lupa memberitahu sesuatu.”ucap Tuan Jung Gil.

“Apa itu, Tuan Jung Gil?”

“Kau tahu kan, kalau aku memiliki cucu. Aku ingin sekali memperkenalkanmu dengan cucuku. Walaupun dia nakal, tetapi hatinya sangat baik.”

“Oh iya? Siapa dia?”

Belum sempat Tuan Jung Gil menjawab. Seorang lelaki muncul. Para pelayan pun langsung menyambut kehadirannya kecuali So Eun. Dia begitu terperanjat melihat kemunculannya. Dokumen yang ada di tangannya pun terjatuh berserakan. Lelaki itu tersenyum sinis melihat So Eun.

“Kau baik-baik saja, So Eun?”tanya Tuan Jung Gil sedikit khawatir melihat So Eun begitu kaku melihat kemunculannya.

“Ah.. Aku baik-baik saja.”ucap So Eun dengan kikuknya berlutut memunguti kertas-kertas yang berserakan. Setelah terkumpul dan dimasukkan ke dalam dokumen, So Eun berdiri dan terkejut melihat lelaki itu sudah ada dihadapannya. Sehingga So Eun termundur sedikit. Dia tidak ingin terlalu mendekat dengan lelaki itu yang sudah menyakitinya selama 2 bulan. Tuan Jung Gil memeluk lelaki itu. So Eun hanya terdiam tidak percaya. Jangan-jangan dia kah cucu Tuan Jung Gil?

“Oh iya, So Eun. Begitu dia mendengarku akan memperkenalkanmu kepadanya. Dia langsung pulang ke Korea. Padahal dia banyak urusan di London.”ucap Tuan Jung Gil. So Eun pun terpaksa menunduk menghormatinya, “Aku sangat tersanjung, Tuan Muda…. Kim Bum.”ucapnya dengan gugup. Kim Bum tersenyum mendengar perkataannya.

Dia pernah mendengar cerita tentang keluarga cucunya Tuan Jung Gil. Ibunya telah selingkuh dan meninggalkan Ayahnya. Apalagi, Ibunya tidak pernah memberi perhatian kepada anaknya. So Eun tidak mengira jika cucu yang dimaksudnya adalah Kim Bum. So Eun pun bisa menyimpulkan keluarganya yang suka memainkan perasaan wanita pasti dari pengalaman rasa sakit hatinya. Maka Kim Bum benar-benar memperlakukan So Eun seenaknya seperti boneka mainannya. Namun sepertinya Tuan Jung Gil tidak mengetahui hubungan keluarga Kim Bum yang sangat buruk dan jahat. Bahkan beliau tidak mengetahui bahwa So Eun telah jadi ‘boneka mainan’ Kim Bum. Jantung So Eun pun berdebar begitu cepat penuh dengan gugup dan ketakutan.

“So Eun. Bisa kau bawakan aku ke kamar.”perintah Tuan Jung Gil.

“Baik, Tuan Besar.” Sekretaris Lee melepaskan pegangannya dan So Eun yang mengambil alih. Dia pun mendorong kursi roda Tuan Jung Gil. So Eun sempat melirik Kim Bum yang terus tersenyum dengan anehnya.

*****

So Eun menyelimuti Tuan Jung Gil mulai terbaring di kasurnya.

“Nah, Tuan Jung Gil. Sekarang Tuan Jung Gil bisa beristirahat dengan tenang.”

Tuan Jung Gil memegang tangan So Eun. Dia menatap So Eun dengan harapan.

“So Eun. Panggillah aku, Kakek. Kau tahukan, aku begitu menyayangimu. Kau sudah aku anggap sebagai cucuku sendiri. Aku mohon bisa kah kau memanggilku Kakek mulai saat ini.”mohon Tuan Jung Gil. So Eun menunduk, memikirkan sesuatu. Tidak lama, dia menggenggam tangan Tuan Jung Gil.

“Baiklah, kalau itu memang keinginan Anda. Kakek.”jawab So Eun. Tuan Jung Gil pun merasa senang dipanggilnya.

“Uhm… Apakah Kakek sudah makan siang di rumah sakit?”tanya So Eun. Tuan Jung Gil menggeleng, “Tidak. Aku tidak suka makanan rumah sakit.”

“Kakek. Jangan begitu. Baiklah, aku akan membuat bubur yang pastinya Ayah akan suka.”

“Kalau begitu, aku menunggumu. Nak.”

So Eun pun berdiri sambil membawa baskom air dan keluar menuju ke dapur.

*****

Panci telah mendidih. So Eun mematikan kompornya. Lalu dia mencicipi bubur buatannya.

“Uhm… cukup.” Lalu So Eun menuangkan bubur itu ke dalam mangkok. Di dapur itu hanya dia sendiri. Karena ini adalah jam istirahat maka para koki beserta pelayan pun beristirahat untuk makan siang.

“Wah… aku benar-benar tidak menyangka.”ucap Kim Bum yang bersender di pintu dapur. So Eun pun membalikkan badannya dengan terkejut.

“K..Kim Bum…” So Eun mulai ketakutan berhadapan dengannya. Melihatnya lagi. Kim Bum mendekatinya. So Eun termundur karena ketakutan hingga punggungnya menempel di tembok. Dia sudah tidak bisa menghindari Kim Bum yang sudah ada didepannya.

“Ternyata yang diceritakan Kakekku itu adalah kau. Aku juga tidak menyangka kalau Ibumu pernah bekerja disini.”

Kim Bum membelai rambut So Eun yang terurai dengan indah.

“Beraninya kau menghilang selama 5 bulan. Apa kau bermaksud kabur dariku?”ucap Kim Bum mendekati wajah So Eun yang mulus. Tubuhnya yang begitu dekat dengan tubuh So Eun membuatnya sulit untuk lari. So Eun hanya terdiam membuang muka. Kim Bum tersenyum sinis melihat kecuekan So Eun. So Eun benar-benar gugup, dia merasa Kim Bum benar-benar ‘menelanjanginya’ dengan tatapannya. Dari atas sampai bawah penampilan So Eun tidak luput dari pandangan Kim Bum.

“Maaf. Aku sedang sibuk.”ketus So Eun mendorong tubuh Kim Bum dan menghindarinya.

“Wah ternyata kau sudah berani berbicara ketus denganku. Ckckck… gadis pembangkang harus diberi hukuman. Itu peraturannya.”

Kim Bum langsung mencium bibir So Eun.

Kim Bum tersenyum sinis. Dia pun memegang dagu So Eun.

“Selamat datang kembali, So Eun. Aku senang telah menemukan ‘mainanku’.”ucapnya mencium pipi So Eun lalu membalikkan badannya meninggalkan So Eun mulai berlutut lemas akibat kejadian tadi. So Eun pun menangis. Lagi-lagi dirinya kembali diperlakukan seperti dulu lagi. Seharusnya dia bisa melawan keegoisan Kim Bum. Seharusnya dia bisa menebak kalau Kim Bum adalah cucunya Tuan Jung Gil. Namun semua itu sudah terlambat. Dia benar-benar menyesali dengan keputusannya sekarang. Kini semakin terpendam rasa sakit hati dan benci kepadanya.

*****

“So Eun… Kau baik-baik saja?” panggilan Tuan Jung Gil menyadarkan lamunan So Eun. So Eun yang duduk di sampingnya pun tersenyum.

“Kakek, Sudah jam 10 malam. Anda harus tidur.”ucapnya menarik selimut menutupi tubuh Tuan Jung Gil. Lalu dia mematikan lampu kamarnya dan menutup pintunya. Kemudian dia kembali ke kamarnya. So Eun menggantikan pakaiannya dengan piyama. Dia menyisir rambutnya sebelum tidur. Dia benar-benar tidak bisa menceritakan sifat Kim Bum yang sesungguhnya kepada Tuan Jung Gil mengingat kondisi tubuhnya yang begitu lemah. Selama 5 bulan, awalnya So Eun benar-benar bisa tenang walaupun perlakuan Kim Bum masih menghantuinya. Tetapi dia tidak menyangka akan bertemu dengan Kim Bum lagi. Dia sangat terkejut ternyata Kim Bum adalah cucu kandung Tuan Jung Gil. Dia bahkan tidak tahu mesti apa yang harus dilakukan jika Kim Bum menyerangnya lagi. So Eun menunduk memikirkannya lagi. Tanpa disadarinya, Kim Bum membekap mulutnya dari belakang. So Eun begitu terkejut apalagi tangannya juga diikat. Kim Bum tersenyum senang. So Eun menatapnya penuh menolak. Kim Bum pun mengangkat tubuh So Eun di pundaknya. Lalu dia berjalan menuju ke kamarnya.

Mulut dan tangannya yang diikat. So Eun mulai menangis. Dia tahu apa yang akan dilakukan Kim Bum. So Eun berusaha melepaskan ikatan tangannya. Kim Bum pun tersenyum menang dengan rencananya yang berhasil.

Dia mendekati tubuh So Eun. Perlahan dia membuka ikatan yang membekap mulutnya.

“Kim Bum! Aku mohon. Jangan kau lakukan lagi.”pinta So Eun akhirnya bisa bicara.

“Untuk apa? Kau sudah berani kabur lagi dariku selama 5 bulan. Kau juga sudah berani melawan perintahku. Bukankah seharusnya kau diberi hukuman yang berat.”

“Aku mohon, jangan. KAKEK!? TOLONG AKU!?”teriak So Eun berusaha meminta bantuan.

“Percuma kau berteriak. Karena kamarku ini kedap suara. Suaramu tidak akan terdengar keluar.”

“Ap..Apa?” Nyali So Eun mulai menciut saat tidak ada harapan lagi untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Kim Bum. So Eun pun menyerah. Dirinya kembali seperti dulu yang sudah tidak kuasa melawannya.

*****

Kepala So Eun benar-benar pusing. Perutnya merasa mual. So Eun yang sedang berdiri memegang vasnya. Matanya berkunang-kunang. Dia melihat Kim Bum yang semakin rajin mengunjungi rumah Tuan Jung Gil.

“Halo, So Eunku. Sayang!”sapa Kim Bum mendekati So Eun.

‘Prang!?’

Vas bunga yang dipegangnya pun terjatuh pecah. Tubuhnya semakin lemas. Dia pun pingsan di pelukan Kim Bum yang mulai panik.

Setelah 30 menit, So Eun terbaring di kasur dan dokter pun telah datang memeriksanya. So Eun pun mulai sadar.

“So Eun. Kau baik-baik saja?”tanya Yoon Ah cemas. So Eun hanya mengangguk lemas. Dia melihat Kim Bum berdiri dibelakang dokter. Ekspresinya datar-datar saja.

“Ah. So Eun, akan kuambilkan minuman untukmu.”ucap Yoon Ah berlari keluar meninggalkan mereka bertiga. Dokter itu sibuk mencatat resep obat.

“Kau hanya lelah. Sepertinya kau tidak boleh banyak bergerak. Karena kau sedang hamil.”ucap Dokter. Kim Bum dan So Eun menatap terkejut mendengarnya.

“A..aku hamil?”tanya So Eun lagi berusaha dia salah dengar.

“Iya. Kau hamil 3 minggu.”jawab dokter singkat. So Eun menatap Kim Bum penuh arti.

Dokter itu beranjak dari tempatnya lalu dia menyerahkan resep obat itu kepada Kim Bum.

“Dia harus minum obat secara rutin.”pesannya. Kim Bum hanya mengangguk mengerti. Setelah dokter itu meninggalkan mereka berdua. Kim Bum hanya terdiam memandang wajah So Eun yang pucat.

“A..aku hamil. Apakah kau…”

“Gugurkan saja kandunganmu.”

So Eun terkejut mendengar perkataan Kim Bum, “Apa? Apa maksudmu?”

“Bukankah sudah kukatakan. Kau gugurkan saja kandunganmu.”ucap Kim Bum santai.

“Ta..tapi.. ini anakmu!?”

“Iya, aku tahu. Tapi aku belum ingin punya anak. Apalagi aku sedang menghadapi ujian. Belum lagi kuliah. Nanti saja kalau kau sudah jadi istriku dan aku ingin punya anak.”ujar Kim Bum berdiri menuju ke lemari. So Eun menatap tidak percaya. Dia benar-benar tidak menghargainya sebagai perempuan. Seenaknya saja menyuruhnya menggugurkan kandungannya sendiri. Lelaki yang tidak bertanggung jawab. Kim Bum melempar jaket ke arah So Eun.

“Apa ini?”tanya So Eun bingung.

“Kita akan pergi ke rumah sakit.”

“Untuk apa?”

“Menggugurkan kandunganmu.”

“AKU TIDAK MAU!?”teriak So Eun menolaknya. Kim Bum menatap marah.

“Kau berani melanggar perintahku?”

“Aku tidak mau menggugurkan kandunganku!?”

Kim Bum langsung mengangkat tubuh So Eun yang berontak di pundaknya. Yoon Ah yang datang sambil membawa minuman terkejut melihat pemandangan itu.

“Tuan Kim Bum. Apa yang sedang Anda lakukan?”tanyanya heran. Melihat ada Yoon Ah, So Eun meminta bantuannya.

“Yoon Ah! Tolong aku!?”rontanya.

“Tuan! Apa yang sedang Anda lakukan?”cemas Yoon Ah berusaha menghalangi Kim Bum. Kesal dihalangi, Kim Bum pun mendorong Yoon Ah dan dia terus berjalan menuju ke mobilnya.

“So Eun! So Eun!?”teriak Yoon Ah berusaha meminta bantuan. Namun terlambat, Kim Bum terlanjur meninggalkan rumah Jung Gil bersama So Eun.

*****

So Eun terus berontak. Bahkan dia mengganggu konsentrasi Kim Bum menyetir mobilnya.

“Hei, So Eun! Bisa kau hentikan tanganmu!?”kesal Kim Bum. So Eun tidak mempedulikannya. Dia terus mengganggu penyetiran Kim Bum. Sehingga Kim Bum terpaksa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Tidak mau kehilangan kesempatan, So Eun langsung membuka pintu mobilnya dan kabur.

“Hei, SO EUN!?” Kim Bum semakin panik, So Eun langsung kabur. Dia pun mengejar So Eun.

So Eun terus berlari hingga dia terpaksa berhenti. Dia menemui jalan buntu. Dia hampir saja terjatuh dari tebing.

“So Eun!?” So Eun membalikkan badannya. Dia melihat wajah Kim Bum yang penuh kemarahan.

“So Eun, apa yang kau lakukan? Kenapa kau langsung kabur dariku?”ucap Kim Bum mendekati So Eun dan mencengkram lengan So Eun.

“Aku tidak mau digugurkan!? Aku tidak mau menggugurkan anakku!?”teriak So Eun semakin berontak, berusaha melepaskan diri.

“DIAM, SO EUN!? Kau harus mau digugurkan!?”

Mereka pun bergulat. Sehingga So Eun tidak sengaja terpleset dan cengkraman Kim Bum pun terlepas saking paniknya. So Eun pun terjatuh dan tercebur ke sungai yang mengalir dengan deras.

“KIM SO EUN!?”teriak Kim Bum melihat So Eun terbawa arus sungai yang deras.

“SIAL!?” Kim Bum memukul tanah tebing itu. Lalu Kim Bum menelepon pengawalnya.

“Halo. Cepat bawa anak buahmu kesini!?”

*****

“Maaf, Tuan Muda. Kami tidak bisa menemukannya.”

“APA!?” Kim Bum semakin terkejut mendengar hasil pencarian anak buahnya.

“Tidak mungkin!? So Eun, tidak mungkin hilang. Kau harus mencarinya!? SAMPAI DAPAT!?”bentak Kim Bum menekankan kata perintahnya sambil mencengkram kerah baju anak buahnya.

“Baik, Tuan Muda.” Kim Bum melepaskan cengkramannya. Tidak lama, Ayahnya pun datang saat melihat rombongan anak buahnya keluar dengan cemasnya. Dia melihat Kim Bum terduduk penuh emosi dan cemas di sofa.

“Ada apa, anakku?”tanyanya.

“Ayah. Hhhh…. Mereka belum berhasil menemukan So Eun.”jawab Kim Bum menghembuskan nafasnya. Tuan Kim pun duduk disampingnya sambil merangkulnya.

“Kenapa kau begitu mempedulikan So Eun? Bukankah kau sangat membenci wanita?” Tuan Kim begitu heran melihat Kim Bum begitu sangat mencemaskan So Eun yang hilang.

“Tidak dengan So Eun. Dia milikku, Ayah. Aku tidak mau kehilangan dia.”

“Apa kau mencintainya?”

“Apa?” Kim Bum memandang Tuan Kim dengan terkejutnya.

“Tidak. Aku tidak mencintainya.”

“Kalau begitu, untuk apa kau mencemaskan dia yang sudah hilang?”

“Dia satu-satunya gadis yang membuat hidupku menyenangkan, Ayah. Tidak seperti wanita lain yang selalu mengharapkan kekayaanku. Dia sangat berbeda.”

“Begitu… Aku harap kau jangan sampai jatuh cinta dengannya. Ayah, takut dia akan sama seperti Ibumu.”

“Iya, aku mengerti. Ayah.”

*****

7 Tahun Kemudian….

Suasana kota Seoul semakin ramai. Walaupun masih siang, karena hari ini adalah hari libur. Tentunya tidak heran, banyak keramaian warga korea memenuhi jalanan mereka. Seorang pria berusia 26 tahun yang memakai jas hitam sedang duduk di sebuah restoran. Dia sibuk menelepon melakukan transaksi bisnisnya. Setelah 15 menit melalui percakapan ponsel yang penuh ketegangan dan menghasilkan kesepakatan, pria itu menutup ponselnya dan meletakkannya di meja tepat di samping dokumen berwarna biru. Pria itu pun membuka dokumen biru, dia membaca surat profil yang bernama ‘Kim So Eun’. Pria itu memandang foto So Eun yang lama dengan tatapan rindunya. Selama 7 tahun, dia masih belum berhasil menemukan So Eun. Seorang wanita yang berpakaian rapi dan sedikit seksi pun muncul di hadapan pria itu.

“Tuan Kim Bum, klien kita akan segera tiba 1 jam lagi. Sebaiknya kita harus segera pergi untuk melakukan transaksi.”

“Baiklah, Yuri.” Kim Bum pun beranjak dari kursinya dan dia pun keluar dari restoran diikuti Yuri. Saat dia berjalan menuju ke mobilnya, tiba-tiba dia ditabrak seorang lelaki.

“HEI! BERHENTI KAU!?”teriak wanita yang mengejarnya. Lelaki itu tetap aja berlari memasuki gang kecil. Kim Bum sempat melihat wanita yang mengejarnya. Dia merasa familiar dengan wanita itu, Kim Bum pun ikut mengejarnya.

“TUAN KIM BUM!?”teriak Yuri terkejut melihatnya.

*****

Wanita yang mengenakan topi itu masih mengejar lelaki itu diikuti Kim Bum. Kim Bum pun berhenti saat melihat wanita itu berhasil menangkap lelaki itu.

“Hei! Dasar anak kurang ajar! Berani sekali kau mencuri dompetku!? Kembalikan dompetku!?”teriak wanita itu sambil menekan lengannya di leher lelaki itu. Lelaki itu pun ketakutan, dia pun mengembalikan dompetnya. Wanita itu melepaskan lelaki itu setelah mendapatkan dompetnya kembali. Lelaki itu pun kabur, sempat menabrak bahu Kim Bum yang masih menatap punggung wanita itu. Perlahan dia mendekatinya, dia memegang pundak wanita itu. Wanita itu pun menoleh dan memandang Kim Bum heran.

“Kim So Eun! Ternyata kau masih hidup!?”seru Kim Bum memegang kedua pundaknya tidak percaya. Dia masih terdiam bingung. Kim Bum langsung memeluknya. Terlihat dia begitu tidak menyukai pelukan Kim Bum pun berusaha melepaskan diri.

“Lepaskan aku!?”

Kim Bum tidak mempedulikannya. Dia tetap memeluknya, melepaskan rasa rindunya. Karena tidak mau dilepaskan pelukannya. Akhirnya dia menendang perut Kim Bum, pelukannya pun terlepas. Lalu dia membanting tubuh Kim Bum. Kim Bum terjatuh di tembok dengan daratan yang begitu keras. Kim Bum berusaha menahan rasa sakitnya. Kim Bum memandangnya tidak percaya. Bagaimana dia bisa membanting tubuhnya begitu kuat?

“Kim So Eun….”

“Hei, kau ini siapa!? Berani-beraninya memelukku!?”

Kim Bum tersentak kaget mendengarnya yang tidak mengenali Kim Bum. Apa Kim Bum salah dengar?

“Kim So Eun…. Kau tidak ingat kepadaku?”tanya Kim Bum memegang dadanya, menahan rasa sakit. Dia menatap Kim Bum dengan heran dan penuh tidak suka.

“Sepertinya kau ini salah orang. Aku bukan Kim So Eun.”

“Ap… Apa?”

Ponselnya pun berdering. Dia pun mengangkatnya tanpa mempedulikan keterkejutan Kim Bum.

“Halo… Sungguh? Dia akan segera tiba di bandara? Baiklah. Aku akan segera kesana.” Dia pun langsung berlari tanpa mempedulikan Kim Bum. Kim Bum tidak mau kehilangan dia lagi pun langsung berusaha bangkit dan mengejarnya. Namun saat Kim Bum keluar dari gang kecil, Kim Bum kehilangan jejaknya. Dia menoleh kanan-kiri, tetap tidak menemukannya.

“Tuan Kim Bum! Anda baik-baik saja?”cemas Yuri saat melihat Kim Bum keluar dari gang kecilnya. Dia pun menopang tubuh Kim Bum yang masih lemah akibat dibanting wanita yang diyakininya Kim So Eun.

“Sial! Kemana dia?”batinnya penuh kesal.

*****

“Apa maksudmu dia tidak bisa datang?”tanya Kim Bum saat mendengar laporan anak buahnya. Mereka berada di sebuah gedung lusuh.

“Iya, Tuan Kim Bum. Tuan Park Jin Han beserta rombongannya ditangkap polisi.”

“Apa!? Bagaimana bisa?”

“Sepertinya semua ini karena inspektur kepolisian menuduh Tuan Park Jin Han melakukan pembunuhan.”

“Apa! Inspektur kepolisian? Siapa dia?”

Anak buahnya pun menunduk tidak menjawab pertanyaan Kim Bum. Hingga Yuri pun datang membawa kasetnya.

“Tuan Kim Bum, aku sudah mendapatkan kaset CCTV-nya.”ucap Yuri sambil memasukkan CD-nya ke laptop. Terlihat gambar insiden penangkapan Park Jin Han di bandara. Tiba-tiba Kim Bum menemukan sosok yang dikenalnya.

“Perlambatkan gambarnya!”

Yuri menurutinya, dia pun memperlambat gambar yang ditunjuk Kim Bum. Seorang wanita memakai jaket kepolisian dan topi sambil menunjukkan lencana polisinya.

“Aku, Inspektur Lee So Eun bagian pembunuhan. Tuan Park Ji Han, Anda ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Nona Park Lee Nim, istri Anda.”seru wanita yang bernama Lee So Eun di dalam gambar itu. Kim Bum masih menatap tidak percaya. Wanita yang membantingnya itu adalah seorang inspektur kepolisian dan lagi namanya bukan Kim So Eun melainkan,

“Lee So Eun?”

*****

So Eun sedang berjalan mengitari gedung kepolisian. Ponselnya bergetar, dia pun mengangkatnya.

“Halo…”

“….”

“Sungguh! Kau sudah kembali!?”

“….”

“Baik! Aku segera ke sana!?”

*****

Di sebuah kafe, So Eun pun memasuki ruangan itu. Dia mencari sosok pria yang dirindukannya. Tidak butuh waktu lama, dia pun menemukan mejanya beserta seorang pria yang sedang membaca Koran. So Eun langsung menghampirinya.

“Maaf, apakah kau menunggu lama? Suamiku, Lee Sang Bum?”

Pria itu menurunkan korannya dan menoleh tersenyum kepada So Eun.

“Tidak juga. Istriku, Lee So Eun.”jawabnya yang berambut silver.

TO BE CONTINUED……

NB: Selesai Baca  jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya ^^

38 responses to “Why I Like You [Part 2] Versi Non-NC

  1. Meika Januari 19, 2011 pukul 6:52 am

    Bummie jdi 2,pnsran ma klnjtanx.kak ret jgn lm2 y!!!

  2. dini ramadhani Januari 19, 2011 pukul 7:11 am

    hahahah sp lg nie lee so eun soaminya lee sang bum,penasaran sp dia?
    hmmmm so eun 2 bln jd budak seks kim bum,kabur trus ktmu kim bum lg waaaaahhhh menderitanya si so eun
    kim bum jahat bgd udh nyuruh so eun ngegugurin kandungan pdhal itu anaknya sendiri
    msh berhrp kim so eun msh hidup
    penasaran nih ama part 3nya

  3. Gracia Januari 19, 2011 pukul 12:10 pm

    Wch bummie sadis amat,kshan eunnie.lanjut k part 3,n jgn lma2 y*he…maksa*

  4. dae Januari 19, 2011 pukul 2:09 pm

    aaaaaah penasaran kaaaaaak, ayo lanjutin, baru 2 part udah seruuuuui banget

  5. rini Januari 19, 2011 pukul 2:41 pm

    wah jdi bgung ne . .
    ap so eun lupa ingatan trus nma.a d.ganti jd lee so eun???
    ad cwo bru lg yg mirip ma kim bum.
    pensaran
    d.tunggu k.lanjutan.a!!!

  6. Indah Januari 19, 2011 pukul 3:06 pm

    Wah makin penasaran …
    Koq so eun enga inget sama kim bum.jangan2 ilang ingetan…
    Wah cepetan yaa kelanjutannya .aku udah engga sabar

  7. Nathasia Januari 20, 2011 pukul 8:33 am

    OMG gla si bum,jdi pnsran apa yg akn trjdi slnjtnya.jgn lma2 y!!!

  8. Rha Bumsso lovers Januari 20, 2011 pukul 9:07 am

    aduh Kim bum jahat bgt masa nyuruh so eun aborsi teganya dirimu oppa
    lee so eun itu so eun bukan yach jadi pnasaran ?
    kim bum jadi 2 , mungkin itu lbh baek soalnya ga mw kalau so eun nikah ma cow laen
    tapi lihat karakter kim bum yg jahat jd 2 aja , ada yg jht ada yg baik
    hee.. he… okey aqu tunggu part slanjutnya…
    Fighting eonni..

  9. kaister Januari 20, 2011 pukul 5:13 pm

    ada dua kimbum nyah ???
    kembarr terpisahkan kah ????

  10. Atin Januari 20, 2011 pukul 6:07 pm

    Hah?Kembar?Aq bngung..
    Ok dlanjutin lagi ret,penasaran nee.,

  11. dita Januari 22, 2011 pukul 6:54 am

    rada musmet tadinya
    sekarang udh ngerti ahahhahahahah :p

    wah parah sangat noh si kim bum -_-
    kim so eunnya ke mana yah?
    selamet kagak ??

    wah ada lee sang bum sma lee so eun
    seru”
    d tunggu yah kelanjutanny😀

  12. RiriAngels Januari 23, 2011 pukul 3:14 pm

    Lee Sang Bum suami_a Lee So Eun?
    Jadi So Eun ini
    Kim So Eun yg mggunakan Marga Lee Krn ikt mrg suami_a ato emg bkn Kim So Eun??
    Hmm Cukup Bnyk Teka-teki dicerita ini #plak *sokse*
    Hahaha
    KAKAK SUMPAH KEREEEEEEEN BGT😄 AAA GAK TAU DEH MAU NGOMEN APA HAHA
    KEREEN SANGAT LAH PKK_A NEXT PART DI TUNGGU😄 HAHA

  13. BINIASLIMINHO! Januari 25, 2011 pukul 9:12 am

    annyeong😀
    fanfic-nya tambah keren aja.3 bulan lagi bisa baca versi nc-nya nih #ketawa mesum
    UPDATE!

  14. Ina BeQi Soeulmates Januari 26, 2011 pukul 3:43 pm

    sukaaaa
    sukaaaa
    sukaaaa
    lanjuuuuutt^^

  15. Mii-kun Januari 27, 2011 pukul 12:36 pm

    Kyaaaaaaa………oppa KB super duper jahad!! T_T
    Kasian So Eun disiksa mulu…….
    Tapi akhirnya saiia rasa KB mah mulai jatuh cinta ma So Eun…..kekekekek……
    Lanjutkan eonnie!!! Saiia tunggu part 3 nya…. ^^

  16. Putri Januari 31, 2011 pukul 10:05 am

    lah kok jd ad 2 ya?
    wkwkwk
    gpp,,bgus itu hhe
    jgn lama” part 3 ny
    ku gk sbar

  17. shabrinakey Februari 9, 2011 pukul 3:17 pm

    Annyeong..
    Aku reader br haha..

    Kimbum kok jahat.. Aku suka bgt ceritanya gini..

    Ehh aku pengen yg full dong.. Pengen dm tapi gatahu unem nya kakak, soalnya aku ol hp sih

  18. zheey2992 Juni 7, 2011 pukul 3:33 pm

    wah aq bru nemu ne blog.
    Kren crita.
    Kim bum jht bwgd ya ma so eun eonni.
    Ksian kn diax.
    Oh ya slm knal ya chingu.

  19. zheey2992 Juni 7, 2011 pukul 3:36 pm

    wah aq bru nemu ne blog.
    Kren crita.
    Kim bum jht bwgd ya ma so eun eonni.
    Ksian kn diax.
    Oh ya slm knal ya chingu.
    Gmn cra mnta pwx.?
    Pha nma tweetx.?

  20. Bummiearab Juli 10, 2011 pukul 11:42 am

    Wahhh tambah keren ka ff nya..
    Dan aku suka ama alur ceritanya.
    Sangattt kreatif :))

  21. meila sari Agustus 24, 2011 pukul 3:35 pm

    seruuuuuuuuuuuuuu…
    aku senang baca FF ini .😀

  22. jaebum-elf Oktober 14, 2011 pukul 1:17 pm

    lee sangbum???? nugu??? unik kalo namanya yang semula kim dianti lee… rada asing… hhhheeee….

  23. geill Desember 13, 2011 pukul 5:14 am

    lho kim bum-nya kok ada 2, jd bingung ni?????????????
    mending dr pd bingung aq lanjut aja deh………………….

  24. sitinurasiah Desember 23, 2012 pukul 3:01 pm

    wah kembar? mkin seru

  25. Rahmie mamierizky Mei 11, 2013 pukul 5:31 am

    Kejam, jahat, tapi aku suka!!! Lanjut eunni///

  26. Ri bomsso Agustus 20, 2013 pukul 2:42 pm

    Ada knpa jd rumit gini ya..
    Jd makin penasaran..🙂

  27. oil lintah papua Maret 9, 2014 pukul 12:51 am

    ninggalin jejak sambil nyimak ^__^ muaach

  28. tyas27 April 10, 2014 pukul 3:18 am

    jahh makin gk ngerti.-.

  29. RANI April 20, 2014 pukul 3:13 pm

    ya ampun apa so eun mengubah namanya jadi lee so eun???

    Pasti dia ngerubah namanya supaya nggak diketahui kim bum.

    Next part

  30. ainami September 8, 2014 pukul 2:55 pm

    ceritanya tambah gelap aja iiih sadis si bum •﹏•

    trus knp ada lee sang bum dan lee so eun ….?

  31. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 1:11 pm

    oh wow

  32. adindashabrinasso Maret 19, 2015 pukul 2:34 am

    Astaga part ini kisah nya panjang. Dr so eun yg teraniaya ,kabur dan mengalami kecelakaan tetapi bs lolos hnya 5bln itu pun dia masi di hantui lg oleh kim. Dan ending so eun kecelakaan terjatuh dr atas tebing ,dan menghilang 7thn tak di temukan.

    Kini ad Lee so eun apakah ini satu org yg sm?
    Huaa kasian jg kim bum ,kini jika benar so eun sdh menikah.
    Kim bum apakah benar dia tdk menaruh hati pd so eun sedikit pun slama ini.. Huaa gmn yaa ending nya😥

  33. i k a Maret 21, 2015 pukul 10:12 pm

    Waaa ini kenapa tibatiba kyk giniiiii
    Rame bingo

  34. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 12:45 pm

    ap itu kim so eun? tapi kenapa namaya lee so eun. sebenarnya kim buum cinta dengan so atau hanya suka menjadi bonekaa nya aj? kalau hanya boneka kasihan so,,, tapi kalau cinta. tak apa lah… tapi so uda menikah dengan lee sang bum? siapakah dia? dia sangat mirp dgan kim tapi rambutnya yg membedakan… sungguh sangat rumit..
    next part

  35. jenardsmr Maret 3, 2016 pukul 7:06 am

    wah kim bum jadi 2,makin penasaran

  36. nanda Maret 11, 2016 pukul 9:59 pm

    mwo?
    q bngung… tu bnran sso eonni bkn?

  37. nadiaayulestari Maret 20, 2016 pukul 12:20 pm

    Eon aku bleh minta PW nya ga pliss

  38. dhelis_shomina April 24, 2016 pukul 3:45 pm

    Sejujurnya aku sk bgt ma ff ni crta.Y kren n di percptn jg tp ttp hgz cz nymbng tp syg knp kim bum di bkin 2.. Hrsnya udh ja kim bum n akhirnya bumppa brubah n jd cinta ma sso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: