RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

LovEun In Bum [Part 2]


 

”Jaga baik-baik dirimu ya, So Eun.”kata Young Ae sambil mencium kening So Eun yang masih terdiam syok karena tidak percaya.

“Ini bukunya, Kim Bum.”kata Young Ae sambil menyerahkan bukunya ke Kim Bum. Kim Bum pun menerimanya. So Eun masih berdiri disampingnya, diam seperti patung.

“Ayo, Young Ae. Kita berangkat.”kata Madam Hee Sun diikuti Young Ae. Sadar Ibunya akan pergi, So Eun berbalik punggung memanggil ibunya. Dengan sigapnya, Kim Bum langsung menarik tangan So Eun sambil menutup mulutnya.

”Ibu!”panggil So Eun. Young Ae menolehnya, ia bingung melihat Kim Bum menutup mulut So Eun.

”Ada apa, So Eun?”tanya Young Ae. So Eun berusaha menjawab pertanyaan Ibunya, tetapi mulutnya dibungkam dengan tangan Kim Bum. Malah Kim Bum yang menjawabnya, “Tidak apa-apa, Ibu. So Eun hanya ingin bilang semoga perjalanan kalian menyenangkan. Ibu, aku akan berusaha mendidik So Eun agar dia pintar.”kata Kim Bum. So Eun menggeleng, berontak berusaha melepaskan diri dari Kim Bum namun Kim Bum masih kuat menahannya. Young Ae malah jadi semakin bingung melihatnya.

”Ayo, Young Ae. Nanti kita akan ketinggalan pesawat.”kata Madam Hee Sun yang sudah berada dimobilnya.

”So Eun. Kau harus rajin belajar. Ibu akan merindukanmu.”kata Young Ae sambil berbalik menuju ke mobil Madam Hee Sun. So Eun terus meronta-ronta, lagi-lagi Kim Bum masih menahannya. Terus menahannya sampai mobil Ibunya sudah berangkat dan menjauh. Setelah mereka tidak terlihat lagi, barulah Kim Bum melepaskan So Eun.

So Eun berbalik dan hendak menamparnya. Namun Kim Bum berhasil menangkap tangan So Eun sebelum mendarat di pipinya.

”Lepaskan tanganku!”kata So Eun sambil berusaha menarik tangannya. Kim Bum menjentikkan jarinya.

”Iya, Tuan Muda.”kata pelayannya.

”Bawakan kopornya kedalam.”perintah Kim Bum sambil menarik paksa So Eun masuk kedalam rumahnya.

Kim Bum langsung membawa So Eun ke kamarnya. Kemudian ia menarik So Eun ke dalam sehingga So Eun terjatuh diatas kasur.

”Kau akan tidur dikamar ini.”kata Kim Bum.

”Aku gak mau tinggal disini! Aku mau pergi!”kata So Eun sambil beranjak dari kasurnya. Ia berusaha keluar dari kamarnya namun Kim Bum terus menghalanginya.

”Minggir, Kim Bum! Aku mau pergi dari sini!”kata So Eun.

Kim Bum langsung mendorong So Eun. So Eun pun terjatuh disamping kasurnya.

“So Eun. Kau tidak boleh pergi dari sini!”bentak Kim Bum.

”Kenapa?”

”Karena sekarang kau adalah milikku.”kata Kim Bum.

”Milikmu? Memangnya aku ini pacarmu? Sudahlah, biarkan aku pergi!”kata So Eun kembali bangkit menuju ke pintu kamarnya. Namun Kim Bum langsung menarik tangannya dan mendorongnya ke kasur kemudian menahan tangan So Eun diatas kepala So Eun yang terbaring dikasur.

”Kau boleh anggap aku adalah pacarmu. Kau itu milikku jadi jangan kau kira bisa kabur dariku.”kata Kim Bum sambil melepaskan tangannya dan menuju ke pintu kamar So Eun. So Eun bangkit lagi, ”Aku harus pergi.”kata So Eun.

Langkah Kim Bum berhenti sambil memegang kenop pintunya. Ia pun berbalik,

”SO EUN!? KAU TIDAK BOLEH PERGI DARI SINI!”bentak Kim Bum sambil menutup paksa pintunya sehingga membuat So Eun terkejut setengah mati mendengarnya.

”Brengsek!”keluh So Eun.

*****

Di waktu yang sama dengan suasana yang gelap. Lagi-lagi terdengar suara perkelahian. Hyun Joong sedang menghajar musuhnya untuk melampiaskan kekesalannya.

”Berani sekali kau menantangku.”kata Hyun Joong sambil menonjok perut musuhnya.

”Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi.”kata musuhnya yang sudah tidak bertenaga lagi. Namun Hyun Joong tidak mempedulikannya. Ia terus menghajar musuhnya sampai babak belur. Seorang gadis tidak sengaja melihatnya.

”Hei, hentikan! Kau, lepaskan dia!”teriak gadis itu. Hyun Joong menghentikan aksi pukulnya. Sambil memegang kerah musuhnya, ia menyipitkan matanya untuk melihat rupa gadis yang dengan berani memerintahkannya.

”Hei, gadis! Ini bukan urusanmu. Lebih baik kau pulang saja ke orangtuamu!”kata Hyun Joong. Gadis itu langsung menghampirinya dan menamparnya. Sehingga Hyun Joong melepaskan musuhnya yang langsung kabur.

”Kau. Beraninya menamparku. Kau mau cari mati ya!”kesal Hyun Joong. Ia langsung menampar gadis itu namun gadis itu berhasil menangkap tangannya kemudian ia memutarkan tangan Hyun Joong sehingga Hyun Joong berputar melayang dan jatuh ditanah yang keras. Hyun Joong terkejut melihat kekuatan gadis itu. Tidak terima dengan kekalahannya, ia bangkit kembali sambil menahan kesakitannya. Ia kembali beradu kelahi dengan gadis itu. Gadis itu dengan santainya menerima tantangan Hyun Joong. Mereka pun berkelahi. Lagi-lagi Hyun Joong ambruk. Kini Hyun Joong sudah tidak berdaya lagi. Kemudian gadis itu menghampirinya.

”Makanya lebih baik kau jangan sok jagoan.”kata gadis itu sambil mengeluarkan tisunya dan melemparkan ke muka Hyun Joong.

”Bersihkan lukamu itu.”kata gadis itu sambil berlalu meninggalkan Hyun Joong yang terluka. Hyun Joong langsung membuang tisu itu dengan kesal. Perlahan-lahan dia berdiri sambil menahan kesakitannya.

”Siapa gadis itu?”gumam Hyun Joong dengan penasaran. Ketika ia melangkah, ia merasa menginjak sesuatu lalu dilihatnya yang ternyata gantungan kunci yang copot dari tas milik gadis itu. Ia pun mengambil gantungan kunci yang berbentuk daun. Kemudian ia melihat ukiran nama digantungan kunci itu.

”Jung So Min?”sebutnya dengan heran penuh penasaran.

*****

So Eun merasa tidak tahan dengan situasinya. Ia harus keluar dari kamarnya. Mau keluar kamar, ada Kim Bum yang sedang duduk santai di ruang tengah. Ia harus mencari ide. Nada HP milik So Eun berdering. So Eun langsung mengambil HPnya.

”Ji Yeon?” So Eun langsung mengangkatnya. ”Halo, Ji Yeon?”

”So Eun. Kenapa kau belum datang? Bukankah kau udah janji akan menginap dirumahku?”kata Ji Yeon sambil minum jusnya.

”Ji Yeon! Tolong aku. Aku sekarang ada dirumah Kim Bum.”kata So Eun.

Ji Yeon yang mendengar itu langsung menyipratkan minumannya.

”Apa!? Bagaimana kau bisa ada disana?”tanya Ji Yeon yang tidak percaya.

”Ceritanya panjang, Ji Yeon. Yang pasti kau harus cari ide bagaimana caranya aku keluar dari rumah ini.”kata So Eun.

”Memangnya sekarang kau berada dilantai mana?”tanya Ji Yeon.

So Eun langsung menuju ke jendela dan melihat kebawah.

”Sepertinya aku dilantai dua.”kata So Eun.

”Baik. Kau ikat aja tali itu di pagar atau dimanalah. Lalu kau turun dari situ.”kata Ji Yeon.

”Tapi aku tidak ada tali.”

”Seprei, gorden, atau baju-baju bisa dimanfaatkan jadi tali.”

”Oh…, Ok. Kalau aku berhasil aku akan langsung ke tempatmu ya?”kata So Eun.

”Baik, akan aku tunggu.”kata Ji Yeon sambil mengakhiri percakapan teleponnya.

So Eun langsung menarik seprei, gorden-gorden, dan kain lainnya. Ia pun mengikatnya jadi satu sehingga menjadi tali yang panjang. Agar tidak berisik, ia langsung mengikat kopornya. Kemudian ia mengikat ujung talinya yang lain di lemari pakaian yang terbuat dari besi. Lalu ia menurunkan kopornya dengan perlahan sampai kebawah. Setelah kopornya berhasil ditaruh ke bawah. Ia pun langsung turun perlahan melalui tali itu.

”Hei, celana hitam. Apa yang sedang kau lakukan?”kata Kim Bum yang menangkap basah So Eun. Baru separo jalannya melalui tali terpaksa So Eun melepaskan talinya saking terkejutnya mendengar suara Kim Bum. Kim Bum berhasil menangkap So Eun dengan ala pangeran menggendong putri. So Eun langsung melihatnya kakinya. Ia bingung. Ia memakai celana panjangnya yang hitam.

”Bagaimana kau bisa tau kalau celana dalamku warnanya hitam? Padahal aku pakai celana panjang. Tidak pakai rok.”tanya So Eun. Kim Bum tertawa kecil.

”Memangnya siapa yang bilang celana dalam? Oh, ternyata memang benar ya kau memakai dalaman warna hitam?”kata Kim Bum usil.

”Kau.”kesal So Eun. Sadar ia digendong Kim Bum, ia langsung berontak.

”Lepaskan aku, Kim Bum!”ujar So Eun sambil memukul dada Kim Bum.

”Tidak mau. Nanti kau akan kabur lagi.”kata Kim Bum sambil membawanya ke dalam kamar So Eun.

Berkali-kali So Eun memukul dada Kim Bum untuk melepaskannya. Kim Bum tetap dengan santainya jalan menuju ke kamar So Eun lalu ia mendobrak pintu kamarnya. Kim Bum menjatuhkan So Eun di atas kasurnya. Lalu Kim Bum mengambil gembok kunci di meja. Kemudian ia menggembok jendela kamarnya sehingga So Eun tidak bisa keluar lagi lewat jendela. Kim Bum menuju kenop pintunya dan mencabut kunci kamar So Eun. Kemudian keluar kamar, dilihat pelayannya yang membawa makanan. Kim Bum memberikan instruksi ke pelayan agar makanan ditaruh diatas meja dan pelayan itu keluar.

”Selamat menikmati hidangannya, So Eun.”kata Kim Bum sambil menutup dan mengunci pintunya. So Eun hanya bisa memanyunkan bibirnya, lantaran rencananya jadi gagal. Diliriknya makanan dimeja, perutnya jadi keroncongan, ia menelan ludah melihat makanan yang super mewah itu. Sejenak Ia berpikir,

”Lupakan aja dulu urusan Kim Bum. Yang pasti aku lapar sekali.”kata So Eun sambil menuju makanan itu dan ia melahapnya.

So Eun yang lagi asyik melahap makanan itu tiba-tiba pintunya terbuka. Terlihat Kim Bum memasuki kamarnya sambil membawa buku-buku –bisa dibilang buku pelajaran dan ukurannya (bagi So Eun) tebal-.

So Eun pura-pura tidak melihatnya, ia terus melanjutkan aktivitas makannya. Melihat tingkah So Eun, Kim Bum hanya tertawa kecil. Kim Bum langsung menaruh buku-buku yang dibawanya di atas meja secara kasar sehingga So Eun kaget mendengar bunyi dentuman meja. Ia jadi patung sambil melihat Kim Bum.

”Waktu makanan sudah habis. Sekarang saatnya kau belajar.”kata Kim Bum sambil mengambil piring yang dipegang So Eun. So Eun terkejut melihat makanannya diambil paksa, akhirnya ia terpaksa merelakan makanan mewahnya. Kemudian Kim Bum melemparkan piring ke dalam kotak sampah yang ada di kamar itu.

”Kenapa kau membuang piring itu? Padahal kan piring itu bisa dipakai lagi.”tanya So Eun heran melihat tingkah Kim Bum yang agak aneh. Kim Bum tersenyum tidak mendengarkan pertanyaan So Eun. Ia langsung duduk dihadapannya, kemudian mengambil salah satu buku tebal itu.

”Coba kau terjemahkan kalimat ini.”kata Kim Bum sambil menyodorkan buku sejarah versi bahasa Inggris.

”Hah? Kenapa aku harus menerjemahkannya?”tanya So Eun jadi heran.

”Terjemahkan kalimat ini!”tegas Kim Bum. So Eun terpaksa mencoba menerjemahkan sejarah itu ke dalam bahasa korea. Alhasil, terjemahannya sangatlah kacau. Bahasa Inggris So Eun memang sangat jelek. Ia melirik Kim Bum yang mulai tidak sabar dengan terjemahan So Eun yang begitu parah. Ia langsung memukul mejanya.

”So Eun! Kenapa kau tidak bisa menerjemahkan kalimat satu pun? Kau itu benar-benar sangat bodoh!”ujar Kim Bum kesal.

”Hei! Kau jangan mengatakan itu. Lagian kenapa aku harus belajar sekarang?”kata So Eun kesal yang tidak terima dengan perkataan Kim Bum.

”Oh. Pantas aja, Ibumu itu selalu mengeluh tentangmu. Karena kau sering mendapat nilai jelek. Ck..ck..ck.. Kenapa kau bisa punya otak yang begitu kecil sekali.”sindir Kim Bum sambil mengambil penggaris besi disampingnya.

”Apa maksudmu?”tanya So Eun.

”Ibumu telah menyerahkan kau kepadaku untuk mendidikmu jadi pintar. Jadi akulah yang akan mengajarimu bagaimana caranya jadi pintar.”kata Kim Bum sambil membolak-balik buku sejarah itu.

”Ap…apa?”

”So Eun, coba kau terjemahkan kalimat ini. Kalau kau tidak bisa menjawabnya maka kau akan mendapat ’hadiah’ dariku.”kata Kim Bum sambil menyunggingkan bibirnya. So Eun jadi takut dengan ’hadiah’ yang akan diberikannya. So Eun langsung membaca kalimat itu, berusaha menerjemahkan kalimat itu. Seusaha apa pun dia, ternyata tetap tidak bisa menerjemahkan kalimat itu.

”Ee… dia… tinggal… di… kandang… manusia…”So Eun makin tidak mengerti dengan terjemahannya sendiri. Kim Bum jadi kesal dengan terjemahannya yang begitu lama sekali. Ia menarik buku itu.

”Baik. Karena kau tidak bisa menerjemahkannya dengan baik. Kau harus menerima ’hadiah’ ini. Majukan badanmu.”kata Kim Bum. So Eun tidak mau karena takut.

”Ayo, So Eun. Majukan badanmu.”bujuk Kim Bum. So Eun tetap tidak mau.

”SO EUN!?”teriak Kim Bum sambil memukul mejanya. So Eun terperanjat kaget mendengar teriakan Kim Bum. Dengan gemetarannya, ia pun memajukan badannya.

”Bagus.”kata Kim Bum sambil mengacungkan penggaris besinya. So Eun menutup matanya, ia tidak mau melihat ’hadiah’ itu. Kim Bum tersenyum licik melihatnya. Ia pun siap-siap memberikan ’hadiah’nya.

”Auw…!!??”teriak So Eun mengaduh kesakitan. Ia tidak menyangka Kim Bum tega melakukannya. Sungguh diluar dugaan. Kim Bum memukul bahunya dengan penggaris besi yang dipegangnya!

”Apa yang kau lakukan, Kim Bum? Kenapa kau memukul bahuku?”tanya So Eun sambil memegang bahunya yang kesakitan itu.

”Ini ’hadiah’ dariku. Hukumanmu karena tidak bisa menerjemahkan kalimat itu dengan baik.”kata Kim Bum sambil tersenyum memandangnya.

”Hah? Kau ini gila ya. Kau tidak berhak memukulku! Kau pikir, kau ini siapa?”kata So Eun kesal.

”Kau lupa yah, kalo mulai sekarang aku yang akan mengajarimu. Jadi kau diam saja.”kata Kim Bum cuek sambil membaca buku itu.

”Apa?”

”Sekarang kau terjemahkan kalimat ini.”kata Kim Bum sambil menyodorkan buku ke So Eun. So Eun jadi heran, kesal. Rupanya Kim Bum tidak menghiraukan perkataannya. Ia pun menyingkirkan buku itu. Kim Bum melotot marah So Eun. So Eun tidak peduli. Kim Bum mengambil buku itu.

”Terjemah, terjemah, terjemah terus! Aku tidak mau menerjemahkan kalimat itu!”tolak So Eun sambil membuang muka. Kim Bum terdiam, ia pun kembali melotot So Eun. So Eun meliriknya. Ia terkejut melihat tatapan Kim Bum yang begitu menakutkan. Kim Bum langsung memegang tangan So Eun. So Eun jadi panik, ”Kim Bum. Apa yang kau lakukan?”kata So Eun sambil berusaha melepaskan tangannya.

”Terjemahkan kalimat ini.”kata Kim Bum serius.

”Tidak mau.”jawab So Eun. Kim Bum memegang tangan So Eun dengan kuat sampai So Eun kesakitan.

”Auw.. Aduh…! Kim Bum, sakit!”rintihnya.

”TERJEMAHKAN KALIMAT INI!”kata-kata Kim Bum terdengar tegas dan serius sambil menguatkan pegangan tangannya. So Eun terus merintih kesakitan.

”Baik.. Baik.. Aku akan menerjemahkan kalimat ini.”kata So Eun yang hampir mengeluarkan air mata saking menahan rasa sakitnya. Kim Bum melepaskan pegangannya dan terseyum.

”Bagus, anak baik. Sekarang terjemahkan. Kalo salah lagi, seperti biasa kau akan mendapatkan hukumannya.”kata Kim Bum sambil menunjukkan penggarisnya. So Eun terbelalak mendengarnya. Ia hanya bisa pasrah.

*****

Setelah 3 jam berlalu. Kim Bum akhirnya menyelesaikan ajarannya kepada So Eun. Ia tidak peduli dengan suara So Eun yang terus menangis sambil memegang bahunya. Ia terus salah menerjemahkan kalimat yang dimaksud Kim Bum sehingga ia harus menerima hukuman dari Kim Bum berkali-kali. Kim Bum keluar kamar dengan penuh senyum. Ia pun segera memanggil pelayannya. Pelayan itu pun datang.

”Ambilkan kotak P3K.”perintahnya. Pelayan itu segera mengambilnya.

”Oh iya. So Eun, besok kau harus bangun pagi. Kau akan berangkat sekolah denganku.”kata Kim Bum. So Eun hanya terdiam menangis karena kesakitan. Pelayan itu datang sambil membawa kotak P3Knya. Kim Bum langsung mengambil kotak itu dan melemparnya ke So Eun.

”Kau obati sendiri lukamu itu.”kata Kim Bum sambil menutup pintunya. Dengan perlahan, So Eun mengambil kotak P3K itu. So Eun menggulungkan kaos lengannya yang dipakai. Dengan perlahan, ia melihat bahunya penuh memar akibat dipukul Kim Bum bahkan sampai lecet. Ia pun segera mengobatinya.

”Hiks..hiks… Ibu. Aku ingin keluar dari sini, Ibu. Kenapa aku gak boleh ikut Ibu? Kenapa?” So Eun terus terisak. Menangis, kini kehidupannya sekarang menderita. Hanya bisa menangis untuk mengurangi rasa sakitnya.

TO BE CONTINUED…..

NB: Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya ^^

42 responses to “LovEun In Bum [Part 2]

  1. Mii-kun Februari 4, 2011 pukul 6:17 am

    Kyaaaaaaaaa~ saiia malah cekikikan baca FF ini……kekekekeke…… ^^
    Lucu bgt pas So Eun mau turun, baru setengah jalan sudah ketangkap basah sama oppa Bum Bum…..kekekeke…….hahahaha…..
    Pake jatuh di pangkuan oppa lagi,,,,uhhhh…so sweeettttt…… ^^
    Kayanya oppa demen bgt ngerjain+nyiksa So Eun……
    Saat disuruh menerjemahkan itu kayak guru lagi ngajar muridnya yg bandel…..hohoho…..
    So Eun bandel sih diajarin supaya pinter kaga mauu…..yaaa dapat ‘hadiah’ dari Oppa Bum Bum………
    Tapi kasian juga So Eun dipukulin bahunya sampe memar…………. =_= ternyata Opaa Bum Bum berdarah dingin…………..sadis amat………..
    Tapi entar lama-kelamaan pasti pada jatuh cinta tuhhh……….kyaaaaaa~ *reader ngayal kemana-kemana*

    Mianhe saiia agak bawel yaa author……hehehe…..mohon dimaklumi……. ~~

    Saiia tunggu part selanjutnya Eonnie………kalau bisa part 3 nya banyakin yaaa……….yg part 2 kurang banyak…..heheheheh *reader maruk*

    Gamsahamnida~

  2. Sary aj0w Februari 4, 2011 pukul 7:42 am

    T0p lah dew pk0knya…aQ suka kalu kim bum licik.jail en s0eun yg ny0l0t..haha tu =j0doh

  3. fatinbumsso Februari 4, 2011 pukul 11:47 am

    Seribu jempol buat kakaaaakkk………
    SWEAR !! Inin bagus sangathhhh….🙂

  4. owni Februari 4, 2011 pukul 1:26 pm

    speechless mau ngmong apaan, yang pasti crita’a krennnnnnnnnnnnn aaaaaaaabbbbbbbbbbbbiiiiissssssssss, lucuuuuu, bkin pnsaran, dan gak tau knapa, aku lbih ska krakter so eun yg kya gni, mba author, ini akan jadi slah 1 ff yg pling kusuka slain my prince is bad boy sma hellsiz hearts
    oh ya, part slnjtnya jgn lma2 ya mba, hhhheeeee

  5. Putri Februari 4, 2011 pukul 2:46 pm

    wahhhhhh,,,,,,,,
    kejam’a kim bum ckckck
    kasian kim so eun
    tpi bkin penasaran crita selanjut ny
    apalagi mao yg kim hyun joong ma jung so min
    hhe

  6. rini Februari 4, 2011 pukul 3:32 pm

    oh ternyta soeun d.tinggal d.tmpt.a kimbum spya d.ajarin kimbum toh, pi sadis bgt kimbum ngajarin soeun ampe babakbelur,, ksian so eun,,
    d.tunggu k.lanjutan.a!!

  7. Yunie sipenyuka hijau Februari 4, 2011 pukul 11:03 pm

    Gak perlu panjang x lebar no, karna hmpir smua ff u q suka.Tetapi Knapa So eun dtindas mulu ya? Apa sang bum kim punya kpribdian ganda .oke 3 kalimat buat rhetno
    Di TUnggu Kelanjutan’a

  8. rizkyapratiwi Februari 6, 2011 pukul 11:26 am

    ktaaa… cerita nya

    lanjutkan …. part 3 nya jgn lma2 y..

    kcian so eun di pukuli sm kim bun smpe memar gitu
    ada angin pa sifat nya kim bum kyk gitu
    jd makin penasarn neh

  9. rha luph bumsso Februari 7, 2011 pukul 3:14 am

    wah ni ff favorit ku wlau diganti castnya tetap suka n ga bosennnn

  10. dini ramadhani Februari 11, 2011 pukul 7:53 am

    jiaahahahh rupanya soeun tuh mo diajarin ma kim bum toh kirain mo diapain
    kasian ma so eun dpukulin ampe memar sama kim bum
    jiahahaahah so eun mau kabur dr rumah kim bum eh malah ketahuan ma bum wkwkwkwk
    yo wes dtungu episode berikutnya

  11. arras putri Februari 13, 2011 pukul 1:24 pm

    .Waaaa sumpah critanya keren bngt…😀 aku suka sm karakterny kim bum… Di tunggu part selanjutny…😀

  12. lovalovato Februari 21, 2011 pukul 4:27 am

    chingu . . Chingu . . Kasian so eun, kimbum tega bner dah. Jd kesel ndiri ma kimbum .
    Huahh.
    *tampar muka kimbum bolak balik*
    author . . Lanjutannya jgn lama2 ya😀
    *muka melas*

  13. koreanpoppic Maret 5, 2011 pukul 5:24 pm

    wah kyakny bklan kren deh🙂
    ngga sbar nunggu lnjutanny

    tp Kim Bum serem amat yaa
    hahaha

  14. rahma Juni 30, 2011 pukul 4:06 pm

    kimbum jahat bgt

  15. Radisa Agustus 17, 2011 pukul 8:42 pm

    ini cerita drama korea buatan korea ?? atau buatan qm siey ?? kalo buatan kamu ceritanya bagus bener .. hiiii

    • RetnoMyaniezasia Agustus 22, 2011 pukul 6:11 am

      yah… buatan q lah sist ^^

  16. meilani Agustus 26, 2011 pukul 3:07 pm

    wah kasihan banget so eun………..

  17. Maria Sativa September 18, 2011 pukul 3:08 pm

    so eun yg malang..
    ceritana keeereeenn

  18. irma November 4, 2011 pukul 3:36 pm

    ckckck…
    kimbum nyeremin bgt..
    bc.a mpe nutup mata#abaikan

  19. cucancie September 1, 2012 pukul 7:33 am

    Wah..wah kim bum jahat sekali kan kasian so eun…

  20. sonkKyu November 2, 2012 pukul 1:50 pm

    waktu bc sikap kimbum yg pemaksa aq suka! >w< tp pas bagian pukulmemukulny…idiih sadis bgt!

  21. tanti no kawai Desember 11, 2012 pukul 11:35 am

    Ƴɑ̤̥̈̊ ampunnnnn bumm-ah nyeremin bnget cie….
    Kasian kan Sso eunni….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”). (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

  22. jeany Desember 24, 2012 pukul 11:42 am

    wahh daebak min….
    keren ih lucu lagi…
    like this d(^o^)b

  23. nenkfa Februari 10, 2013 pukul 11:48 am

    kejam bnerr…..seremmmm….:-(
    ksian so eun…..insyaflah segera bumie….hadeuh…~_~

  24. Hahahaha . Lucu banget tapi tetep aja kasian so eun eonni . Kimbum oppa tega banget Q suka ff.ni aq baru nemuin ff.ini Juni 19, 2013 pukul 10:16 am

    Elsantigarin@yahoo.co.id

  25. Watashi Tina Lizuki Agustus 17, 2013 pukul 12:47 pm

    Bumppa tega banget sih;(

  26. Zaily September 6, 2013 pukul 12:26 pm

    Yach ksian skli ma KSE, KB spt pskpt aja. . .
    Mnktkan tp ttep pnsarn bcany
    Lnjut bca next part

  27. Ilma Bumssoeulmates Elf September 25, 2013 pukul 3:45 pm

    seruuuuu….
    tp bum sadis juga yaa
    kasihan sso dipukul terus
    gax kebayang selanjutnya gimana

  28. oliph Oktober 9, 2013 pukul 1:19 pm

    kasian so eun…huwaaa jahat banget itu kim bum..

  29. tyas27 April 8, 2014 pukul 12:56 pm

    kimbum jahat bgt:(

  30. RANI April 28, 2014 pukul 4:53 am

    teganya kim bum ngelakuin itu ke so eun…..
    Tapi kalau nggak gitu so eun pasti nggak pinter-pinter,,, ya ada setujunya dan nggak setuju sih sebenernya……

  31. lilis suryani Juli 7, 2014 pukul 3:20 am

    kasihan so eun hrs menjalani.hidup yg menderita bersama kim bum

  32. Anhi_conenk Juli 10, 2014 pukul 12:28 pm

    Ksian bnget sih sso hiks hiks

  33. Herlina Darmayanti Juli 13, 2014 pukul 3:40 am

    Ksihan Bnget Cieh So Eun Bumppa Tega Bnget Cieh Ksh Hukumanx Kyk Begitu Ke So Eonnie Kan Kashn So Eonnie Di Pukul Pkek Penggaris Sampai Lecet2 Gtu😦

  34. Kim Ra rA Agustus 11, 2014 pukul 6:00 am

    hadiah yang menakutkan…. bum ah sebenarnya mo nolongin atau apa sich… KEJAAAAAAAM
    haha saya terbawa esmosi… ff nya keren

  35. ainami September 9, 2014 pukul 5:03 am

    wkwkwk sebenernya bum bertujuan baik ya mau ngajarin sso tp caranya itu lho maksa dan kejam, kalo salah maen pukul aja ..

    -_-

    itu eomma sso perginya sama eomma bum..
    jd bumsso sama2 ditinggalin gitu ya haha..

    petualangan apa lagi ya yg akan dialami sso selama bersama bum..? dan semoga bum bisa bsrkurang kadar sadisnya -_-

  36. sabanaRyuga Oktober 7, 2014 pukul 9:28 am

    kejamnya kim bum

  37. vinnie (soeulmates) Oktober 11, 2014 pukul 4:11 pm

    so eun kasian banget di siksa ma mkim bum…
    ya ampun sso mngobatin lukanya sendiri…
    hiks..hiks…hiks…
    kasian eunnie,,,bumppa jahat, kejam and sadis

  38. krilsalmine Februari 20, 2015 pukul 12:15 pm

    ahhh liat so eun jdi pgn nangis dahhh ;(

  39. Marthatina vita vienna Maret 12, 2015 pukul 1:14 am

    Wah kim bum saiko bnget,tega banget sama so eun,gmana nasib so eun selanjutnya?

  40. wellyantimasolabibba Mei 28, 2015 pukul 3:35 pm

    Astgeee..,.,
    tuh kimbum,, kyakx dia pya otak rusak sblah the,,,, tga amt jd orgg

  41. mia September 11, 2015 pukul 3:03 am

    tega bgt bummpa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: