RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Darling and Wedding [Part 2]: Janji dan Ponsel


 

Kini Hye Sun semakin gugup berhadapan dengan editor barunya, Min Ho. Min Ho melihat Hye Sun yang masih berdiri.

“Hye Sun. Kau ada perlu apa lagi? Bukankah urusanmu disini sudah selesai?”tanya Min Ho membuat Hye Sun menjadi sadar.

”Ah. I-iya. Aku akan segera keluar. Permisi.” Hye Sun pun berjalan menuju ke pintu. Namun karena saking gugupnya, dia pun tersandung kakinya sendiri sehingga dia terjatuh dilantai. Tepat didepan meja Min Ho. Refleks Min Ho langsung berdiri dan membantu Hye Sun yang terjatuh itu.

”Kau tidak apa-apa, Hye Sun?”tanya Min Ho lagi sambil membantunya berdiri. Hye Sun yang gugup itu langsung menjauhi Min Ho.

”Aku tidak apa-apa, pak. Aku baik-baik saja.”jawabnya. Min Ho mengernyitkan keningnya.

”Hye Sun. Kau jangan memanggilku bapak. Aku belum terlalu tua. Kau panggil saja aku Min Ho.”tegasnya yang sedikit kesal dengan panggilannya. Hye Sun pun buru-buru menunduk minta maaf.

”Maafkan aku, pak. Eh! Maksudku, Min Ho.” Hye Sun pun memperbaiki kata-katanya. Min Ho tertawa kecil mendengarnya.

”Saya… permisi dulu.” Min Ho mengangguk. Hye Sun pun berjalan keluar dengan menunduk karena malu. Tapi sialnya, kepala Hye Sun malah menabrak pintu kaca. Dia lupa membuka pintu kaca untuk keluar.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Min Ho yang mulai cemas dengan Hye Sun. Hye Sun tidak menjawab. Dia hanya menggeleng sambil mengusap keningnya yang terbentur pintu kaca itu. Dia pun membuka pintu dan keluar dari ruangan editor.

”Wanita yang aneh.”ucap Min Ho sambil menggeleng dan tersenyum.

*****

Kim Bum mendekati bangku So Eun. Dia tersenyum kepada So Eun yang mulai gugup.

“Hai.”sapanya. So Eun tidak menjawab, dia hanya tersenyum kaku dengan ketakutan melihatnya. Kim Bum pun duduk disampingnya. So Eun langsung mengalihkan pandangannya.

“Kau yang ada dibar tadi malam ya?”tanya Kim Bum untuk memastikan tidak salah orang. So Eun jadi terkejut dan cemas. Dia pun celingak-celinguk melihat seisi kelas yang sedang sibuk memperhatikan guru. Kim Bum pun menatap bingung. Tidak lama, So Eun pun berbisik kepada Kim Bum.

“Soal itu. Aku mohon kau jangan ceritakan kepada siapa-siapa ya terutama disekolah ini.”mohon So Eun. Kim Bum jadi tersenyum mendengarnya.

”Oh iya, waktu itu apakah aku melakukan hal yang aneh kepadamu?”tanya So Eun pelan. Kim Bum terdiam. Dia pun mengingatkan sesuatu.

”Iya ada. Waktu itu kau sangat mabuk. Sampai-sampai kau memuntahkan ke bajuku.”jawab Kim Bum.

”Apa!”teriak So Eun terkejut. Lemparan penghapus papan tulis telah mengenai kepala So Eun.

”Aduh!” So Eun kesakitan sambil memegang kepalanya.

”Kim So Eun! Jangan terlalu banyak ngobrol! Kita sedang belajar matematika.”tegur guru wanita itu dengan lancang sambil memukul meja dengan penggaris yang dipegangnya. So Eun terdiam. Seisi kelas menertawakan So Eun dengan suara yang tidak terlalu keras. Kim Bum memang terkejut namun tidak lama dia pun tertawa lucu melihatnya.

”So Eun! Bawa kemari penghapus itu.”suruh gurunya. So Eun pun berdiri sambil mengusap kepalanya yang agak sakit itu. Dia pun mengembalikannya. Kemudian dia kembali duduk dibangkunya sambil cemberut. Dan guru itu melanjutkan ajarannya. Kim Bum tersenyum lagi melihat So Eun yang sibuk mengusap kepalanya.

”Oh iya, kita belum berkenalan. Namamu siapa?”tanya Kim Bum sambil mengulurkan tangannya. So Eun pun menolehnya dan tersenyum. Dia menyambut uluran tangan Kim Bum.

”Namaku Kim So Eun. Panggil saja aku So Eun.”jawabnya sambil berjabat tangan dengan Kim Bum.

”So Eun. Kau panggil saja aku Kim Bum.”balasnya.

”Iya.”tegasnya sambil tersenyum. Kim Bum pun ikut tersenyum.

*****

Waktu sudah menunjukkan jam pulang sekolah. Kim Bum sedang menunggu jemputannya didepan pagar sekolah. Tiba-tiba seorang cowok menabraknya dari belakang sehingga tas yang dirangkulnya terjatuh. Cowok itu terlihat panik dan penuh keringatan. Dengan cepat dia pun minta maaf kepada Kim Bum.

”Maafkan aku!”

”Onew! Jangan lari kau!”teriak So Eun yang sedang berlari mengejarnya. Cowok yang disamping Kim Bum terkejut melihatnya. Tanpa membantu Kim Bum, Onew langsung kabur menghindari So Eun. Kim Bum hanya terdiam bingung sambil merangkul tasnya kembali. Lagi-lagi tasnya terjatuh dan isinya pun keluar berserakan. Kali ini bercampur dengan isi tas milik So Eun yang ikut terjatuh. So Eun yang menabrak bahu Kim Bum pun terkejut.

”Ah. Maafkan aku! Aku tidak sengaja.” So Eun menyesal. Sebentar dia mengalihkan pandangannya mencari Onew. Ternyata Onew sudah pergi jauh dengan menggunakan motornya.

”Sial!”kesal So Eun. So Eun pun kembali menengok dan membungkuk. Membantu memungut buku-buku miliknya dan Kim Bum yang berserakan. Setelah selesai dan Kim Bum merangkul kembali tasnya. Kim Bum memerhatikan arah Onew kabur tadi.

”Cowok itu….. apakah itu Onew?”tanya Kim Bum.

”Hah? Bagaimana kau bisa tahu?” So Eun terkejut.

”Tadi kau memanggilnya kan. Lagi pula tadi malam juga karena kau mabuk berat sampai mengira aku Onew.”jelasnya.

”Ah! Itu…. Maafkan aku!” So Eun jadi merasa bersalah.

”Tidak apa-apa.”

”Uhm…. Onew, dia adalah mantan kekasihku. Tadi malam aku mabuk karena aku sedang patah hati diputusin dia. Padahal aku berharap dia itu akan setia denganku. Tapi tidak tahunya dia selingkuh.”curhat So Eun.

”Tapi untuk melampiaskan rasa sakit hatimu tidak harus dengan minum alkohol kan?”celetuk Kim Bum. So Eun jadi malu mendengarnya.

”Itu…. yah mau bagaimana lagi. Aku sudah tidak ada cara lain lagi untuk bisa menenangkan rasa sakit hatiku.”

Kim Bum hanya tersenyum mendengar perkataan So Eun. Sebuah mobil sedan yang mewah berhenti didepan mereka. So Eun jadi terpukau melihat mobil mewah itu. Seorang supir keluar dan membuka pintu belakangnya.

”So Eun. Aku pulang duluan ya.”ujar Kim Bum.

”Hah! Jadi ini mobil punyamu?”tanya So Eun tidak percaya. Lagi-lagi Kim Bum tertawa.

”Iya. Kenapa? Kau mau pulang bersamaku?” Kim Bum menawarkannya.

”Ah. Tidak usah! Aku bisa pulang sendiri kok.”tolak So Eun.

”Uhm… begitu. Baiklah, aku duluan ya!”

So Eun mengangguk. Kim Bum pun masuk kedalam mobilnya. Supir itu kembali ketempatnya dan mulai menghidupkan mobilnya. So Eun melambaikan tangannya, “Hati-hati dijalan ya!”. Kim Bum tersenyum.

Mobil sedan yang mewah itu pun menjauh dari pandangan So Eun.

”Wah…. aku tidak menyangka kalau dia adalah orang kaya.” So Eun pun terkagum.

*****

”Aku pulang!”teriak Kim Bum.

“Wah… cucuku sudah pulang.” Neneknya, Ban Hyo Jeong. Kim Bum mencium pipi nenek Hyo Jeong kemudian duduk dan minum air putih yang ada didepannya.

“Bagaimana hari pertama sekolahmu, Kim Bum?”tanyanya. Kim Bum tersenyum.

”Baik, Nek. Orangnya juga ramah dan lucu. Lumayan menyenangkanlah.”jawabnya sambil mengambil sebuah apel dan memakannya.

”Oh iya? Lalu kau sudah dapat calon istrimu?”

Kim Bum terdiam.

”Nenek. Kenapa aku harus segera menikah? Umurku masih 19 tahun.”

”Iya. Aku tahu kau masih muda. Kau tahukan umur nenek sudah tidak lama lagi. Aku ingin segera punya cicit.”

”Tapi nek…..”

”Kau jangan membantahku! Atau kau akan nenek hapus dari daftar pewaris.”ancam Nenek Hyo Jeong. Kim Bum pun meneruskan makan apelnya dengan muka yang muram.

”Iya-ya. Aku mengerti.” Kim Bum pun beranjak dari kursinya lalu menuju ke kamarnya. Nenek Hyo Jeong mengamati punggung Kim Bum hingga menjauh.

”Maafkan Nenek, Kim Bum. Tapi hidup nenek memang tidak akan lama lagi. Nenek tidak ingin kau kesepian jika nenek sudah tidak ada disampingmu lagi.”kata Nenek Hyo Jeong sambil meneteskan air matanya.

*****

Pada sore hari, di sebuah villa. Ponsel yang diletakkan di atas meja makan berdering. Min Ho pun berlari kecil mengambil ponselnya dan melihat nama penelpon. Dia pun menjawabnya.

”Halo, Ibu.”

”Min Ho. Bagaimana kabarmu?” Rupanya Ibunya yang menelepon.

”Aku baik-baik saja, Ibu.”

”Kapan kau akan pulang kerumah?”

”Aku tidak tahu. Aku baru saja diangkat jadi editor novel. Memangnya kenapa?”

”Tidak apa-apa. Begini ada yang mau dijodohkan denganmu. Mungkin saja dia calon yang tepat untuk jadi istrimu.”

Min Ho mulai kesal.

”Ibu! Sudah berapa kali aku bilang. Aku tidak mau dijodohkan.”

”Iya-iya. Ibu tahu. Tapi usiamu sudah 28 tahun. Kau seharusnya sudah menikah. Kami juga ingin cepat punya cucu.”

”Aku mengerti, Ibu. Tapi biarlah aku yang mencarinya sendiri.”

”Tapi kapan? Sudah 2 tahun kau bilang akan segera mencari wanita untuk menjadi istrimu. Sekarang kau masih belum menemukannya?”

”Oleh karena itu. Berilah aku waktu, Ibu.”

”Baiklah. Tapi jangan terlalu lama lagi ya!”

”Iya!”

Min Ho pun mengakhiri percakapannya. Dia sungguh lelah meyakini orang tuanya untuk bersabar. Sungguh pusingnya untuk mencari seorang istri yang tepat. Tentunya ingin mencari seorang wanita yang setia. Tidak seperti ’wanita’ itu. Batin Min Ho mulai berkata-kata. Min Ho pun melamun memandang awan diluar jendela.

*****

Malam hari telah tiba. So Eun sedang asyik menonton TV sementara Hye Sun sedang sibuk memasak makan malam. Tidak lama makan malam pun telah jadi. Hye Sun memanggil So Eun. So Eun langsung menuju ke dapur dan mulai makan bersama Hye Sun.

”Kak. Bagaimana novel kakak hari ini? Apakah nenek sihir itu masih memalsukan novel kakak?”tanya So Eun. Hye Sun tersenyum.

”Nenek sihir itu kini sudah tidak ada lagi. Dia dipecat.”

”Hah! Benarkah?” So Eun tidak percaya.

”Iya. Editor baruku yang membongkar semuanya.”

”Editor baru? Jadi kali ini novel kakak akan diterbitkan yang nama pengarangnya dengan nama kakak?”

”Tepat sekali!”

”Wah! Selamat ya kakak!” So Eun memeluk Hye Sun dengan terharu.

”Terima kasih, So Eun. Oh iya, bagaimana disekolahmu?”Tanya Hye Sun. So Eun cemberut.

“Rasanya aku sangat marah sekali setiap bertemu Onew. Sangat menyebalkan!”kesalnya.

“Oh iya. Kau kan sudah putus dengan dia ya?” Hye Sun baru ingat. So Eun melanjutkan makanannya.

”Yang pasti saat ini aku tidak mau ingat kalau dia pernah jadi kekasihku! Sungguh muak aku melihat pengkhianatan cintanya. Huh… Rasanya aku tidak ingin mencari penggantinya lagi.”ujar So Eun kesal.

”Benarkah itu? Kau tidak ingin mencari kekasih lagi?” So Eun mengangguk.

”Bagaimana kalau kita berjanji?”

”Janji?”

”Iya. Untuk sementara ini. Kita tidak akan mencari penggantinya dulu. Tidak berpacaran dulu.” Mata So Eun berbinar-binar.

”Aku setuju, Kak! Lagi pula aku sudah capek menghadapi cowok matre itu!”

Hye Sun tertawa melihat kekesalan So Eun. Mereka pun sudah sepakat dengan janji yang dibuat Hye Sun.

”Tapi ngomong-ngomong. Bagaimana keadaan pemuda itu ya?”kata Hye Sun.

”Hah? Pemuda?”tanya So Eun dengan mulutnya yang penuh nasi.

”Iya. Ketika kau sedang mabuk. Kau muntah di bajunya.”

So Eun tersedak dan nasinya pun belepotan.

”So Eun! Kau kenapa?”

”Ah. Tidak apa-apa, Kak.” So Eun kembali meneruskan makanannya setelah minum air putih. Dia jadi teringat dengan Kim Bum. Sungguh merasa bersalah dengannya.

”Ah! Kecapnya sudah habis. Selesai makan, aku mau keluar beli kecap dulu ya. Kau jaga apartemen ini ya.”ujar Hye Sun. So Eun mengangguk mengerti karena mulutnya masih dipenuhi nasi. Makan dengan rakus. Mungkin So Eun ingin melampiaskan kekesalannya pada Onew dengan makan. Kapok dengan minum alkohol! Dia tidak ingin mengulanginya lagi. Hye Sun hanya bisa menggeleng-geleng melihatnya.

*****

Kim Bum sedang sibuk mengerjakan tugas dari sekolah. Setelah 30 menit, akhirnya dia menyelesaikan tugas matematikanya dengan mudah. Dia pun merapikan kembali bukunya di meja. Sesekali dia meregangkan badannya yang lelah. Tiba-tiba terdengar ponsel nada SMS berirama. Kim Bum pun beranjak dari kursinya menuju ke kasur tempat dia menaruh tasnya. Lalu dia merogoh tas dan mengambil ponselnya. Dia mengernyitkan keningnya. Melihat nama pengirim yang tidak dikenalnya. Lalu dia pun membaca isi SMS yang hanya menanyakan tugas sekolah. Kim Bum kembali terbingung melihat ponselnya yang agak berbeda. Dia mengamati ponselnya dengan teliti.

”Ini kan bukan ponselku.”kata Kim Bum.

*****

Hye Sun keluar dari mini market. Dia membeli kecap yang sudah habis. Dia pun kembali berjalan pulang menuju ke apartemennya. Saat melewati taman, dia melihat sosok yang dikenalnya sedang keluar dari sebuah restoran.

”Yoon Sang Hyun.”

Semula Hye Sun ingin menghampirinya. Namun baru beberapa langkah terpaksa berhenti. Seorang wanita muncul sambil dirangkul Sang Hyun. Sang Hyun juga menciumnya dengan mesra sambil masuk ke dalam mobil. Melihat itu, hati Hye Sun jadi sakit. Hye Sun berlari menghampiri mobil itu.

”Sang Hyun!”teriak Hye Sun memanggil sambil mengejar mobil yang mulai jalan. Namun usaha Hye Sun tidak berhasil. Mobilnya sudah terlalu jauh bahkan sudah hilang dari pandangannya.

Hye Sun hanya bisa menangis melihatnya.

*****

So Eun terus menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Dia sedang mengerjakan tugas dari sekolah, tugas matematika.

”Aduh! Susah sekali cari jawabannya.”

Dia baru bisa menjawab 2 dari 10 soal. Akhirnya dia menyerah.

”Bagaimana ini? Mana besok sudah harus dikumpul lagi. Aku tidak mau dihukum lagi.”cemas So Eun.

”Ah! Aku telepon dia saja. Siapa tau dia sudah selesai mengerjakannya.”

So Eun langsung menuju ke arah tas yang digantung di samping lemarinya. So Eun merogoh tasnya. Ponselnya pun ketemu. Dia bermaksud menelepon temannya. Namun So Eun jadi heran melihat ponselnya.

”Sejak kapan tema ponselku ini diganti?” Lalu dia memeriksa daftar kontak. Tidak ada satu pun yang dikenalnya!

”Loh? Mana nomor temanku?”

So Eun mengamati ponselnya dengan teliti. Dan dia pun menyadarinya.

”Heh? Ini kan bukan ponselku!” So Eun jadi panik.

”Lalu dimana ponsel punyaku?”tanya So Eun. Tiba-tiba ponsel itu berdering. Dia pun melihat nomor penelepon.

”Ini kan nomorku!” So Eun langsung mengangkatnya.

”Halo.”

”Halo, So Eun. Ini aku, Kim Bum.”jawabnya.

”Hah!” So Eun terkejut.

*****

Hye Sun menangis terisak ditaman. Sendirian, dingin, dan agak gelap.

”Apa karena itu, kau memutuskan aku. Sang Hyun?”

Hye Sun tidak bisa menghentikan tangisannya. Dia terus menangis. Sesosok pria berhenti dihadapannya.

”Kenapa kau menangis, Hye Sun?”tanyanya. Hye Sun mendongakkan kepalanya. Dia terkejut melihat seorang yang dikenalnya.

”Lee Min Ho.”

”Sedang apa kau disini? Malam-malam begini. Pakai acara nangis segala.”tanya Min Ho sambil duduk disamping Hye Sun. Hye Sun langsung menghapuskan air matanya.

“Aku tidak apa-apa.”bohongnya. Min Ho tertawa.

”Sungguh? Tidak mungkin kau langsung menangis tanpa alasan.”

Hye Sun terdiam. Dia melirik Min Ho dan menunduk malu.

”Sudahlah. Kau tidak usah pikirkan pertanyaanku tadi. Oh iya, mana ponselmu?”tanya Min Ho sambil mengulurkan tangannya ke Hye Sun.

”Apa? Tapi untuk apa?” Hye Sun tidak mengerti.

”Cepat keluarkan ponselmu! Aku mau pinjam.” Min Ho tidak sabaran. Hye Sun pun mengeluarkan ponsel miliknya dan menyerahkan kepada Min Ho. Min Ho pun ikut mengeluarkan ponselnya. Lalu dia mulai mengetikkan sesuatu di ponsel milik Hye Sun.

”Untuk apa, Min Ho?” Hye Sun heran. Min Ho tidak menjawabnya. Dia pun melakukan panggilan melalui ponsel Hye Sun. Ponsel milik Min Ho pun berdering. Min Ho memeriksanya, kemudian dia pun mematikan panggilan di ponsel Hye Sun.

”Yak! Aku simpan nomormu ya?”

”Hah?” Hye Sun bingung.

”Maksudku, kita bertukar nomor ponsel. Jadi aku gampang menghubungimu nanti.”jelas Min Ho.

”Oh…. Aku mengerti.” Hye Sun mengangguk. Min H o pun mulai menyimpan nomor di kedua ponsel yang dipegangnya.

Hye Sun melihat arloji mungilnya. Hye Sun terkejut, waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.

”Ah… Ng…. Min Ho. Aku pulang duluan ya! Sudah terlalu malam.”

”Baiklah.”

Hye Sun pun langsung mengambil ponsel dari tangan Min Ho dan berlari menuju bis yang kebetulan berhenti di halte.

”Eh…. Tunggu, Hye Sun!”teriak Min Ho sambil mengejar Hye Sun. Namun terlambat, Hye Sun terlanjur naik dan bis itu pun sudah meninggalkan haltenya. Min Ho yang berhenti di samping halte dengan napas tersengal hanya bisa pasrah sambil melihat ponsel yang ada digenggamannya.

”Dasar, Hye Sun.” Min Ho sedikit kesal.

*****

Hye Sun pun telah sampai di apartemennya. Dia pun segera memasukkan barang belanjaannya ke dalam kulkas. Lalu dia kembali menuju ke ruang utama. Dia melirik sedikit ke kamar So Eun. Terlihat lampu kamarnya sudah padam. Hye Sun pun langsung merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan ponselnya. Hye Sun terkejut dan bingung. Dia terus mengamatinya.

”Ini ponsel siapa?” Hye Sun merogoh lagi seisi tas kecil itu. Tidak ada. Ponsel miliknya tidak ada. Tiba-tiba ponsel yang berwarna hitam itu berdering. Hye Sun pun melihat nama penelepon.

“Hah? Ini kan nomor ponselku.” Hye Sun langsung mengangkatnya.

”Halo.”jawab Hye Sun dengan pelan.

“Goo Hye Sun! Kau salah mengambil ponselmu!”teriaknya.

“Lee Min Ho.” Hye Sun terkejut.

TO BE CONTINUED………………………..

NB: Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya ^^

Onew:

Mantan kekasih So Eun yang keempat. Si Playboy ini berbeda kelas dengan So Eun. Awalnya dia menyukai segala sifat So Eun yang unik. Karena memiliki paras yang cantik, maka Onew mengira suatu saat So Eun akan berubah menjadi cantik. Namun setelah lama keinginannya tidak kunjung terkabul karena So Eun terlalu tomboi. Maka dia memutuskannya. Konon dia memutuskan kekasih barunya lagi dan kini dia sudah mendapat penggantinya, siapakah dia?

Ban Hyo Jeong:

Nenek Kim Bum yang galak namun baik inilah yang memaksa Kim Bum agar segera menikah. Karena menyadari usianya tidak akan lama lagi, si pemilik pengusaha terbesar Banhyo Group ini berharap cucunya mendapatkan calon istrinya agar dia tidak akan kesepian dimasa nantinya karena telah lama ditinggal orang tuanya yang tewas akibat kecelakaan sejak kecil.

35 responses to “Darling and Wedding [Part 2]: Janji dan Ponsel

  1. Atin Maret 6, 2011 pukul 6:02 pm

    Lucu jg bs sama kejadiannya…tp lebih sk kl minsun dganti ilwoo ma chae won z ..hhahaha *ngatur2..reader sarap*
    Aq pikir pengganti so eun di hati onew adalah nenek tu,soalnya ttg onew d tulisan “..mendapat pengganti.siapakah dia?” nah bawahnya foto tu nenek.qpikir y tu nenek biar lucu si author buatnya,ternyata ga.hwhahaha *ga bs berhenti ketawa* (kl temenq elza baca bs dibunuh aq..hehe)

  2. Atin Maret 6, 2011 pukul 6:04 pm

    Mch pngen ketawa bayangin onew ma nenek2…imajinasiq aneh,haha,elzaaaa bias u lucu seleranya *disiram racun lama2 aq ntar*

  3. Afrida Maret 6, 2011 pukul 11:01 pm

    Akhir’a, kluar jga lnjtan’a*smbl glr tkr + makan nsi tmpng
    kok bsa ya kjdian’a sma, sma2 hp’a ktker, hha
    plg ska bgian so eun yg d lmpr pnghps papan tls, kren bgt*plak…
    Untuk part slnjt’a jgn lma2 ya author, hhe
    *reader g sbran

  4. rizkyapratiwi Maret 7, 2011 pukul 9:20 am

    finally, part 2 nya keluar ..

    tapi lucu kali liat hye sun nya jatuh sm nabrak pintu … babo

    hahahahahaha

    tapi cerita nya unik, kejadiannya sama n mirip
    ckckckckc … mencurigakan

    loh !!

  5. dhiya Maret 8, 2011 pukul 7:46 am

    i Like it . . . =)

    tp knp Lma bgt ngpost y ??!!!
    q tnggu Part sLnjut y ??? ASAP

  6. Park dhiyah young Maret 8, 2011 pukul 7:47 am

    i Like it . . . =)

    tp knp Lma bgt ngpost y ??!!!
    q tnggu Part sLnjut y ??? ASAP
    ok .. .

  7. rini Maret 9, 2011 pukul 11:09 am

    makin seru,,
    wah soeun ma kimbun trus hyesun ma minho sma” ketukar hp,a,,
    penasaran”,, lanjutan,a jgan lma” ya,,

  8. Viqa_BumsSoeulindo Maret 21, 2011 pukul 11:43 am

    huaaaa suatu kebetulannn yang romantis,hahahahahaha

    ay nenekk cepatt suruh bumppa kawin dengan eunnie, , hehee

  9. teukiteuki Maret 26, 2011 pukul 12:33 pm

    wah?? Bener nih adek ama kakak slalu apes dan beruntung bareng2…haha…gak percaya onew jadi playboy..pantesan jonghyun#plak

  10. rosiyani September 11, 2011 pukul 12:02 pm

    ahhhhh kenapa hye sun ma so eun tuh pny nasib sama. hahaha… kocak kan bs ketuker hp barengan gitu…
    mantap ya ini si author hihi… lucu2 ngakak aku..
    lanjutt part brikutnya dehhhh…

  11. Maria Sativa September 19, 2011 pukul 2:58 pm

    so eun tomboy…
    keren…

  12. geill Desember 20, 2011 pukul 1:49 pm

    wah, so eun-nya tomboi abis, tp aq ttp suka and ff-nya jg seru…………..
    aq langsung ke part3 aja………………………..

  13. nissa Maret 31, 2012 pukul 8:29 am

    bnguss bangetttt topp dahhh crita nya … ^_^

  14. nurcahaya ramal September 3, 2012 pukul 1:29 am

    keren……🙂

  15. Ariyanthi September 10, 2012 pukul 7:11 am

    Ceritanya kerrennn..:)
    i like..

  16. cucancie September 11, 2012 pukul 2:38 am

    Bisa kebetulan ya ponsel ke4 nya ketuker wkwwk…lanjut

  17. sonkKyu November 4, 2012 pukul 7:45 am

    Ckckck knp bisa senasib sih = =v

  18. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 1:36 pm

    kkkekeke. Masa onew jadi playboy. Menarik alurnya. Hyesun ceroboh banget

  19. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 10, 2013 pukul 2:02 pm

    Wahhhh,,,
    ponsel mereka ketukar semua

  20. Liana Agustus 28, 2013 pukul 2:37 am

    Makin seruuu… kisahnya so eun bisa sama gt dgn hye sun…
    Lanjut bacaa

  21. Zaily September 14, 2013 pukul 2:10 pm

    Ksah KSE n GHS hmpir sama . . . Wkwkwk
    Crtany bgus n lucu jg
    Lnjut bca

  22. oliph September 27, 2013 pukul 3:42 pm

    kenapa kejadian2 yg nimpa mereka hampir sama yyakk….hahahhah tapi seru ceritanya..

  23. Lia Oktober 2, 2013 pukul 10:49 am

    ade kakak sama semua><

  24. Ilma Bumssoeulmates Elf Desember 31, 2013 pukul 2:29 am

    hye sun ma so eun sama aja nihh
    sama cerobohnya hahaha

  25. tyas27 April 8, 2014 pukul 4:14 am

    dasar ceroboh :3

  26. RANI April 28, 2014 pukul 3:39 pm

    wah ternyata nasib so eun & hye sun itu sama ya……

    Hpnya sama-sama tertukar sama pasangannya masing-masing……

    Kim bum mau nikah sama siapa nih???
    Apa sama so eun???

    Next part

  27. lilis suryani Juli 7, 2014 pukul 4:36 pm

    hebat ea mereka berempat bisa ketuker ponselnya
    thor ff mu daebak

  28. ainami September 8, 2014 pukul 11:43 pm

    wkwkwk sso ma hyesun kompak banget sih….
    lagi2 ngalamin kejadiannya sama, kali ini ponsel yg tertukar hahaha

  29. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 6:28 am

    sma2 ceroboh

  30. madi November 1, 2014 pukul 1:57 pm

    Knpa. Onew my sweet heart jd play boy?
    Y gpp deh yg pnting bumsso bsa brsama, hehe

  31. Egamawarni ysj(bumsso) Desember 2, 2014 pukul 9:00 am

    Penasaran,,,, hp mereka tertukar ada2 aja🙂🙂

  32. srianjani55 Mei 12, 2015 pukul 1:26 am

    Jiiiaaah hye sun cerobooh bngt
    smpe salah ambil poncell

  33. mia September 4, 2015 pukul 12:11 am

    jangan” jadi jln jodoh nih

  34. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 9:01 am

    hahaa,,, couple ini ada kesamaa. sama2 d putuskan d waktu yang sama, sama2 bertemu dengan orang yang baru, dan sama2 hpnya tertukar…
    gokil ff nya🙂

  35. Aliana Park Desember 22, 2015 pukul 4:01 pm

    Ckckckckc… Lucu bgt nih so eun sama hye sun… Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: