RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Why I Like You [Part 3] Versi Non-NC


 

Note: Untuk mendapatkan PW dari versi aslinya(Versi NC,

silakan kirim inbox FB atau DM Twitter dengan ketik:

Subject: PW WILY

Umur:

(harus dengan umur yang sebenarnya, jika ada yang malsuin umur, q gak mau tanggung jawab ya)

untuk alamat FB n Twitq, kalian bisa klik yang ada di pojok kanan blogku ^^

Happy reading!?

So Eun pun duduk dihadapan Sang Bum, suaminya. Sang Bum terus tersenyum melihat So Eun yang tidak lama dijumpainya selama setahun yang lalu. So Eun sibuk memilih menu yang akan dipesannya. Sadar diperhatikan, So Eun pun balas memandang Sang Bum sambil tersenyum.

“Kenapa kau terus memandangku?”tanya So Eun tersipu malu kembali melihat lembaran menu yang dipegangnya.

“Sudah lama kita tidak bertemu, rupanya kau sudah banyak berubah. Kau semakin cantik.”puji Sang Bum sambil tersenyum. So Eun hanya menunduk tersenyum malu.

“Aku sangat merindukanmu, Kim So Eun.”

So Eun menatap Sang Bum dengan terkejut. Sang Bum masih memanggil nama aslinya.

“Suamiku. Kenapa kau masih memanggilku Kim? Aku sudah mengganti namaku jadi Lee So Eun.”ucap So Eun dengan sedikit kesal. Sang Bum malah tersenyum lucu melihat ekspresi So Eun yang marah.

“Kenapa? Padahal namamu bagus.”

“Kau tahu, aku sangat membenci nama itu. Itu membuatku ingat dengan masa laluku.” So Eun membuang muka. Tidak mau memandang Sang Bum. Sang Bum masih bersabar menghadapi istrinya yang mudah ngambek. Sang Bum menyentuh pipi So Eun.

“Baiklah. Aku tidak akan memanggilmu seperti itu lagi. Istriku, Lee So Eun. Kau puas?”

Tidak lama, So Eun tersenyum. Dia pun memegang tangan Sang Bum yang mengelus pipi halusnya.

“Terima kasih, suamiku.”

Sang Bum melepaskan genggaman tangannya. Dia pun meminum jusnya. Dia kembali memperhatikan So Eun dengan serius. Menuju ke topik utama.

“Bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya?”tanya Sang Bum. So Eun mengangguk. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah dokumen coklat dari tasnya. Kemudian dia berikan kepada Sang Bum. Sang Bum pun membuka dokumen itu dan membacanya.

“Tadi siang, aku bertemu dengannya. Aku tidak mengira akan secepat itu untuk bertemu dengannya.”

“Lalu?”tanya Sang Bum masih konsentrasi membaca isi dokumennya.

“Sesuai dengan rencanamu. Aku berpura-pura amnesia. Aku berpura-pura tidak mengenalnya. Hasilnya dia begitu terkejut melihatku.”

“Bagus. Kau pasti berakting dengan baik.”puji Sang Bum.

“Suamiku.”panggil So Eun halus. Sang Bum meletakkan dokumennya di atas meja dan memandang So Eun.

“Ya?”

“Rencana ini… Kau yakin dia akan hancur? Kau yakin balas dendam kita akan berhasil?”tanya So Eun dengan cemas.

“Kau meragukanku?”

“Ah…A.. Ti-Tidak.. Hanya saja. Dia begitu kejam. Penuh egois. Aku takut, dia malah akan semakin mencariku setelah kejadian tadi siang. Aku takut masa-masa itu akan kembali. Aku….”

“Tenanglah, Lee So Eun. Kan ada aku. Suamimu. Aku akan selalu melindungimu.”ucap Sang Bum berusaha menenangkan hati istrinya yang selalu cemas.

“Sungguh?” Sang Bum mengangguk. Lalu So Eun beranjak dari kursinya. Dia pun berpindah tempat menuju ke samping Sang Bum. Dia pun meletakkan kepalanya di pundak Sang Bum sambil merangkul lengan suaminya.

“Aku sungguh bersyukur bisa bertemu denganmu. Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu selama dua tahun ini. Waktu kau menyelamatkanku di sungai. Jujur, aku sangat terkejut melihatmu begitu mirip dengannya. Aku pikir kau adalah dia yang berhasil menemukanku. Aku begitu takut denganmu. Namun aku baru sadar, kalau kau bukan dia. Sifatmu yang lembut dan baik. Sangat berbeda dengannya yang kasar dan jahat. Padahal kalian kembar, kenapa sifat kalian bisa berbeda? Kenapa dia tidak sepertimu? Tidak egois, kasar, dan jahat.” So Eun menatap lekat-lekat wajah Sang Bum yang terdiam mendengar ceritanya. Tidak lama, Sang Bum tersenyum. Dia mencium bibir So Eun dengan lembut. So Eun terdiam diperlakukannya dengan lembut. Membuatnya tenang dan hangat berada disampingnya. Lalu Sang Bum memeluk So Eun dengan erat.

“Tenanglah, So Eun. Kau tidak perlu memikirkan hal itu dulu. Aku takut nanti kau akan jadi sakit.”ucap Sang Bum.

“Sang Bum. Apa sekarang masih belum saatnya kau bercerita kepadaku? Padahal aku sangat penasaran kenapa kau ingin membalas dendam?”tanya So Eun lagi. Sang Bum tidak menjawab. Dia pun melirik dokumen yang tergeletak di atas meja. Dia memandang foto seorang pria yang dikenalinya sekaligus dibencinya. ‘Kim Sang Bum’.

*****

“Apa-apaan ini? Kenapa namanya Lee So Eun?” Kim Bum masih tidak percaya apa yang dilihatnya di layar laptop itu.

“Anda tidak apa-apa, Tuan Kim Bum?” tanya Yuri cemas sambil merangkulnya. Namun Kim Bum menolaknya sehingga Yuri hampir terjatuh. Dia pun menatap Yuri.

“Kau… cepat cari data tentang wanita itu. Yang bernama Lee So Eun.”

“Ap.. Apa?”

“CEPAT!?”teriak Kim Bum membuat Yuri terkaget.

“B..Baik, Tuan. Akan aku lakukan. Aku permisi.” Yuri pun segera meninggalkan Kim Bum untuk melaksanakan perintahnya. Kim Bum membalikkan badannya sambil meninju meja sehingga membuat anak buahnya terkejut.

“Apa-apaan ini? Kau melupakanku? Bahkan namamu berubah menjadi Lee So Eun? Aku yakin kau adalah Kim So Eun. Aku akan mencari bukti bahwa kau benar-benar Kim So Eun. Aku akan segera mengambilmu kembali. Kembali disisiku.”geramnya menatap tajam melihat layar laptop yang memutarkan video So Eun sedang menggiring Park Jin Han.

*****

So Eun dan Sang Bum telah tiba di suatu tempat yang penuh rerumputan hijau. Mereka pun berjalan menyusurinya. Melewati sebuah pemakam lain. Beberapa langkah, akhirnya mereka pun berhenti. So Eun meratapi sebuah makam yang masih terawat baik. So Eun terus meratapi makam itu yang bertuliskan nama ‘Kim Sang Eun’. Air mata pun menetes di mata indah So Eun. Sang Bum yang ada disampingnya pun meletakkan buket bunga di makam itu. So Eun langsung berlutut.

“Kim Sang Eun. Anak perempuanku. Selamat ulang tahun yang ke-7. Semoga kau semakin cerah dan selalu ceria. Tuhan, aku mohon tolong jagalah anakku di Surga-Mu ini.”ucap So Eun sementara Sang Bum menepuk bahu seraya menenangkan So Eun yang mulai sedih.

“Sudahlah, So Eun. Kalau kau menangis begini, aku yakin Sang Eun pasti akan tambah sedih melihatmu seperti ini.”ucap Sang Bum sambil memeluk So Eun. So Eun hanya mengangguk walaupun tangisannya tidak bisa berhenti. So Eun mengalami keguguran pasca diselamatkan Sang Bum tujuh tahun yang lalu. Akibat terbentur arus sungai yang begitu deras membuat kehamilan So Eun yang masih sangat muda pun menjadi lemah. Padahal So Eun berharap kandungannya akan baik-baik saja. Namun dia harus menerima kenyataan saat Sang Bum yang saat itu berprofesi sebagai dokter memberitahukan bahwa dirinya mengalami keguguran setelah dirawat dua bulan. So Eun sungguh depresi. Anak hasil dari hubungannya dengan Kim Bum kini telah hilang. Namun Sang Bum terus memberi motivasi terhadap dirinya. Bahkan setelah mendengar Sang Bum akan ikut membantu balas dendam terhadap Kim Bum dan menikahinya membuat So Eun mendapatkan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukannya.

*****

Pada malam harinya, di ruang kantor yang mewah. Seorang pria sedang duduk di kursi kesayangannya sambil menghisap cerutunya. Tidak lama, seorang wanita datang dan memasuki ruangan itu sambil membawa sebuah dokumen.

“Maaf Tuan Kim Bum, saya lama mencari yang Anda minta.”ucap Yuri menyesal. Kim Bum meletakkan cerutunya di asbak. Lalu dia memutarkan kursinya agar berhadapan dengan Yuri.

“Tidak apa-apa. Bagaimana? Kau sudah mendapatkannya?”Tanya Kim Bum.

“Sudah, Tuan. Te… tapi” Yuri mulai ragu untuk menyampaikan hasilnya. Kim Bum pun jadi penasaran.

“Ada apa? Kenapa kau jadi gelisah begitu?” Yuri tidak menjawab, dia malah menunduk membuat Kim Bum jadi kesal. Dia pun menarik dokumen dari tangannya. Lalu dia membuka dan membaca isi dokumen yang berupa profil Lee So Eun. Memang tertera nama ‘Lee So Eun’ bukan ‘Kim So Eun’.

“Tidak mungkin. Aku yakin dia ini benar-benar Kim So Eun.”gumam Kim Bum masih tidak percaya. Dilihat profil pekerjaannya yang memang benar bekerja sebagai polisi. Kim Bum terus membaca seluruh profil itu hingga matanya pun berhenti di satu kata yaitu status. Kim Bum langsung melempar dokumen itu dengan kesal, marah, dan tidak percaya.

“TIDAK MUNGKIN!? Dia sudah menikah?”teriak Sang Bum. Yuri masih menunduk karena dia sudah tahu bakalan begini.

“Lalu dengan siapa dia menikah? Kenapa tidak ada data di dokumen itu?”Tanya Kim Bum. Yuri pun mengangkat kepalanya.

“Itu masalahnya, Tuan Kim Bum. Lee So Eun menikah secara diam-diam. Jadi tidak ada yang mengetahui dengan siapa suaminya. Tapi yang diketahuinya adalah suaminya dulu pernah bekerja sebagai dokter.”

“Dokter?” Yuri mengangguk.

“Kau… cepat cari tahu lebih lanjut mengenai ini.”perintah Kim Bum.

“Baik, Tuan Kim Bum.” Yuri pun segera keluar dari ruangan Kim Bum. Kim Bum pun duduk kembali di kursinya. Lalu dia menarik laci mejanya dan mengeluarkan sebingkai foto. Dia memandang foto So Eun yang masih memakai seragam dengan senyuman khasnya. Mata Kim Bum pun berkaca-kaca melihatnya.

“Kim So Eun. Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau berbohong kepadaku? Kenapa kau harus berpura-pura jadi Lee So Eun? Dan kenapa kau begitu berani menikah dengan pria lain selain diriku? So Eun, aku akan datang merebutmu kembali.”

Kim Bum pun mencium foto itu lalu dipeluknya dengan erat.

*****

Sebuah club malam dengan lampu remang-remang namun ramai dan berisik dengan musik disko. Seorang wanita dengan pakaian minimnya melewati kerumunan orang-orang yang masih sibuk menggoyangkan kepalanya mengikuti irama. So Eun yang sedang menyamar pun terus menyusuri tempat itu hingga dia melihat seorang wanita yang dikenalnya sedang menari diatas meja dengan pakaian seksinya.

“Jessica?”

*****

Sebuah tamparan keras telah mendarat di pipi Jessica. Pipinya pun memerah. Jessica hanya bisa menangis sambil menatap mantan kekasihnya, Kyu Hyun.

“Berapa kali aku harus memperingatimu? Kau harus mau melayani pelangganku! Padahal sudah 3 tahun kau bekerja disini. Kenapa kau masih membantahku?”teriak Kyu Hyun. Jessica hanya terdiam sambil menahan pipinya yang memerah. Tiba-tiba ada ketukan pintu di ruang ganti mereka.

“Masuk!?”seru Kyu Hyun. Orang itu membuka pintu dan masuk ke dalam. Lalu didorongnya dengan kasar di samping Jessica.

“Kenapa dengan dia, Dong Hae?”

“Kim Bo Ra, dia telah melukai pelanggan kita lagi.”ucap Dong Hae melaporkan.

“Apa?” Kyu Hyun pun menatap tajam ke Bo Ra. Bo Ra semakin ketakutan. Kyu Hyun langsung mengambil tali dan mencambuknya beberapa kali. Jessica pun kena imbasnya. Mereka pun berteriak kesakitan.

“Hei kalian, BERHENTI!?” seru wanita yang tiba-tiba muncul di depan pintu. Kyu Hyun menghentikan cambukannya dan mereka pun menoleh melihat wanita yang telah menghentikannya. Mereka sangat terkejut melihatnya.

“Kim So Eun?”heran Jessica dengan terkejutnya. Kyu Hyun, Dong Hae, dan Bo Ra tidak kalah kaget.

“Kau….!” So Eun menunjuk Kyu, “Kau jangan mencambuknya lagi. Dia ini seorang wanita.”

“Kau…. Masih hidup, Kim So Eun?”Tanya Kyu Hyun yang masih tidak percaya dilihatnya. So Eun tidak menghiraukan pertanyaan Kyu Hyun, dia mengeluarkan lencana polisinya.

“Aku, Inspektur Lee So Eun. Kau dan dia ditangkap atas tuduhan perdagangan wanita.”ucap So Eun dengan lantang.

“Apa! Inspektur Lee So Eun?”seru mereka bersamaan. Mereka saling berpandangan, masih tidak percaya yang didengarnya. So Eun langsung mendekati Kyu Hyun dan Dong Hae hendak memborgol mereka. Namun Dong Hae menahan tangan So Eun.

“Tunggu! Apa maksud perkataanmu tadi?” rupanya Dong Hae masih penasaran dengan pernyataan tadi. So Eun tidak menjawabnya, dia membalikkan posisi tangannya dan mengunci tangan Dong Hae sambil menendang perut Kyu Hyun yang hendak menyerangnya. Perkelahian mereka pun berlangsung sengit. Jessica dan Bo Ra segera menepi untuk menghindari perkelahian mereka. Pertarungan mereka pun berakhir dengan kejatuhan Kyu Hyun dan Dong Hae yang tentunya tidak sanggup mengalahkan So Eun. So Eun langsung memborgol mereka. Kemudian dia pun menelepon polisi untuk segera menyusulnya di sebuah club.

*****

Sang Bum sedang asyik menonton televisi sambil memegang sebuah amplop berwarna emas. Dia masih melirik amplop yang berisi sebuah undangan. Dengan santainya dia meminum secangkir kopi sambil tersenyum.

*****

Mobil polisi pun telah tiba. Tidak hanya Kyu Hyun dan Dong Hae yang digiring masuk ke dalam mobil polisi, pihak yang terlibat dalam kasus itu pun ikut dibekuk polisi. Sementara itu So Eun mendekati Jessica dan Bo Ra yang sedang duduk di depan club sambil membawa minuman hangat.

“Maaf lama, ini minuman kalian.”ucap So Eun sambil menyerahkan kedua minumannya kepada Jessica dan Bo Ra. Mereka pun menerimanya dengan hati-hati karena masih tidak percaya. So Eun masih hidup? Karena yang mereka tahu Kim So Eun telah meninggal itu pun mereka dengar dari ucapan Kim Bum sejak menghilangnya So Eun. Mereka menatap So Eun yang sedang memperhatikan polisi sedang menggiring penjahatnya.

“Kim So Eun?”panggil Jessica pelan.

“Ah. Maaf, aku bukan Kim So Eun. Namaku Lee So Eun.”

“Jadi… kau benar-benar Lee So Eun? Bukan Kim So Eun?”

So Eun menggeleng sambil tersenyum. Lalu dia duduk disamping Jessica.

“Ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian. Bagaimana kalian bisa jadi begini?”Tanya So Eun. Jessica memandang Bo Ra. Terlihat mereka masih shock.

“Maaf, aku bukan bermaksud memaksa kalian. Tapi ini untuk keperluan penyelidikan kami.”ucap So Eun. Jessica dan Bo Ra mengerti. Mereka pun mulai bercerita. Mereka berhubungan dengan Kyu Hyun dan Dong Hae sejak SMA dimulai dengan berpacaran. Namun ternyata hubungan mereka tidak didasari cinta. Keluarga Jessica dan Bo Ra memiliki hutang dengan keluarga Kyu Hyun dan Dong Hae. Kyu Hyun dan Dong Hae yang playboy dan tertarik dengan kecantikan dan keseksian mereka pun mengambil kesempatan itu sehingga setelah lulus SMA hidup mereka pun jadi hancur. Mereka dijual oleh Kyu Hyun dan Dong Hae untuk bisnis clubnya.

So Eun yang mendengar ceritanya pun menjadi prihatin. Tidak disangkanya, hubungan mereka yang dikiranya berdasarkan cinta ternyata hanya nafsu. So Eun menenangkan mereka yang sedang menangis mengingat masa lalu mereka.

“Tenanglah. Sekarang kalian sudah bebas. Aku yakin mereka akan dihukum sesuai dengan ganjarannya.”ucap So Eun.

“So Eun, terima kasih.”ucap Bo Ra. So Eun hanya mengangguk. Tiba-tiba ponselnya berdering, So Eun pun segera mengangkatnya.

“Halo? Suamiku, kau sudah sampai? Dimana?”

So Eun melihat sekeliling mencari mobil Sang Bum. Ternyata memang sudah sampai. So Eun pun segera menutup ponselnya.

“Maaf ya, kalau aku tinggalkan kalian disini. Soalnya suamiku sudah datang menjemputku.”

“Kau… sudah menikah?”Tanya Jessica dengan reaksinya yang terkejut. So Eun mengangguk tersenyum. Dia pun berbalik meninggalkan Jessica dan Bo Ra. Mereka hanya melihat So Eun berlari menuju mobil sedan hitam. Sentak mereka terkejut melihat rupa Sang Bum.

“Jessica. Bukankah dia Kim Bum?”Tanya Bo Ra sambil menarik gaun Jessica. Jessica menyipitkan matanya, berusaha memperjelas pandangannya.

“Iya. Dia mirip sekali dengan Kim Bum. Tetapi kenapa rambutnya silver? Bukankah tadi pagi rambut Kim Bum masih hitam? Masa sih So Eun menikah dengan Kim Bum? Bukannya Kim Bum sendiri yang bilang kalau So Eun sudah meninggal?” Jessica begitu banyak pertanyaan. Bo Ra hanya mengangkat bahunya, tidak tahu apa yang dijawabnya. Mereka hanya bisa melihat kemesraan So Eun dan Sang Bum dari jauh.

*****

So Eun merebahkan dirinya diatas kasur. Dia sungguh lelah dengan pekerjaannya yang dialaminya hari ini. Sang Bum yang sedang meletakkan jaket di kursi tersenyum melihat So Eun. Sang Bum pun ikut bergabung tidur disampingnya. Dia pun memluk tubuh So Eun yang agak mengurus.

“Kenapa? Apa ada yang sedang kau pikirkan?”Tanya Sang Bum sambil mencium kepala So Eun.

“Hhhhhahhh…. Sang Bum. Aku sungguh tidak menyangka ternyata mereka dimanfaatkan Kyu dan Dong Hae. Aku sungguh kasihan dengan mereka. Aku kira mereka saling mencintai, tetapi ternyata…”

“Sudahlah, So Eun. Kau tidak usah memikirkannya. Kau baru saja menyelesaikan tugasmu. Istirahatlah.” Sang Bum memeluknya lebih erat. Memberi kehangatan kepada istrinya. So Eun mulai tenang dipelukannya. Tidak lama mereka pun tertidur dengan lelap.

*****

Siang hari begitu terik. Mobil mewah berhenti didepan restoran. Keluarlah seorang pria gagah dari mobilnya sambil melepaskan kacamata hitamnya. Dia melirik arloji emasnya. Kemudian dia menelpon seseorang.

“Halo, Yuri? Kau dimana? Baiklah. Aku tunggu kau disana.” Kim Bum pun mematikan ponselnya. Dia hendak berbalik masuk ke dalam mobil. Namun dia melihat seseorang di pantulan kaca mobilnya. Seseorang yang sangat mirip dengannya sedang membawa bunga.

“Ti.. tidak mungkin.” Kim Bum menoleh. Tidak ada. Orang yang ada dipantulan kaca mobilnya tidak ada. Kim Bum mengucek matanya.

“Mungkin aku salah lihat.” Kim Bum langsung masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan restoran. Mobilnya membelok ke arah tikungan kiri melewati Sang Bum yang sedang sibuk menelpon. Sang Bum yang ada dipantulan kaca mobil Kim Bum tadi.

“Halo, So Eun. Dimana kau? Oh… kau tunggu disana. Aku akan menyusulmu, ada yang ingin aku bicarakan.”ucap Sang Bum sambil mengakhiri percakapan telponnya. Dia pun membalikkan badannya dan masuk ke dalam mobil sedan hitam miliknya. Mobilnya pun melaju ke arah yang sama dengan Kim Bum.

*****

Yuri terus melirik arlojinya. Dia sedang berdiri di depan sebuah toko yang ada di mall. Dia menunggu atasannya, Kim Bum. Tanpa sengaja dia melihat So Eun sedang melihat-lihat di toko.

“Itu…. Bukankah wanita yang mirip dengan Kim So Eun?”gumamnya. Dia pun teringat dengan Kim Bum yang begitu obsesi dengannya. Yuri pun langsung melakukan rencananya. Dia mengikuti So Eun yang sedang menuju ke toilet. So Eun tidak merasa curiga saat Yuri mengikutinya masuk ke dalam toilet. Suasana toilet itu sepi, hanya mereka berdua yang ada disana. So Eun sibuk memperbaiki dandanannya karena dia akan bertemu dengan Sang Bum. Perlahan Yuri mengeluarkan saputangannya yang sudah bercampur cairan obat bius. So Eun masih tidak curiga. Hingga Yuri berhasil menutup hidung So Eun dengan saputangannya. So Eun sempat berontak, namun tidak lama dia pun tertidur dipelukan Yuri. Yuri pun menatap So Eun.

“Maafkan saya, Nona So Eun.”

*****

Kim Bum telah sampai di parkiran mall. Dia pun keluar dari mobilnya hendak berjalan menemui Yuri. Baru beberapa langkah, dia dikejutkan dengan kehadiran Yuri yang sedang berdiri didepan pintu sambil menopang tubuh So Eun yang tertidur.

“Yuri… dia…?”

“Maafkan saya, Tuan. Kalau saya membiusnya. Karena hanya dengan cara inilah, saya bisa membawanya untuk Tuan Kim Bum.”ucap Yuri sambil mengangguk memberi hormat kepadanya. Kim Bum langsung memeluk tubuh So Eun. Dia menatap wajah So Eun yang tertidur dengan lekat. Dia menyentuh wajahnya. Sudah lama dia tidak menyentuhnya selama 7 tahun.

“Kim So Eun. Ternyata kau memang benar Kim So Eun. Kau benar-benar Kim So Eun. Bukan Lee So Eun. Akhirnya aku menemukanmu.”ucap Kim Bum sambil memeluknya erat. Yuri mengalihkan pandangannya. Tidak tahan melihat pemandangan itu, hatinya sedikit sakit.

“Yuri. Kau yang bawakan mobilku.”ujar Kim Bum menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Yuri. Yuri pun melaksanakan perintahnya. Kim Bum menggendong So Eun dan mengikuti Yuri menuju ke mobilnya. Pintu mobilnya di buka, Kim Bum pun masuk bersama So Eun. Yuri menutup pintu mobil belakang, lalu berlari menuju ke depan. Tugasnya yang menggantikan Kim Bum menyetir mobil. Mobilnya pun dihidupkan, Yuri menyetir mobilnya meninggalkan parkirannya melewati sebuah mobil sedan hitam yang baru saja datang. Lalu mobil sedan hitam itu berhenti di parkirannya. Sang Bum pun keluar sambil membawa bunga. Dia pun berjalan menuju ke lantai atas dimana tempat So Eun menunggunya. Setelah sampai, Sang Bum tidak menemukan istrinya. Sang Bum terasa heran. Dia pun menelepon So Eun.

*****

Selama diperjalanan, sebuah ponsel berdering di samping Yuri. Yuri menatap kaca mobil. Dia melihat Kim Bum sedang tidur disamping So Eun. Perlahan tangannya menggapai tas So Eun dan mengambil ponselnya. Dia melihat nama penelepon ‘Lee Sang Bum’. Yuri yang tahu Sang Bum adalah suaminya pun langsung mematikan ponsel So Eun dan kembali berkonsentrasi menyetir mobil.

Sang Bum jadi heran dengan teleponnya yang tidak tersambung.

“Kenapa dia?”

Sang Bum pun memutuskan kembali ke parkirannya. Dia pun berjalan lemah sambil mencium bunga yang gagal diserahkannya. Tiba-tiba dia menginjak sesuatu disamping mobilnya. Sang Bum pun mengambilnya yang ternyata sebuah pulpen perak. Sang Bum meneliti pulpen itu dan tertera nama ‘Kim Sang Bum’.

*****

Pada malam harinya. So Eun terbangun. Dia tertidur cukup lama. So Eun begitu terkejut mendapati dirinya di kamar yang mewah. So Eun pun turun dari kasurnya.

“Ada apa ini? Dimana aku?” So Eun masih tidak mengerti dengan situasi sekarang. Yang dia tahu hanyalah harus keluar dari kamar itu. So Eun membuka pintu kamar, tidak terkunci. So Eun pun keluar dan meninggalkan kamar itu.

So Eun bisa melihat banyak para tamu sedang berpesta di ruang tengah. So Eun tidak peduli, dia berusaha mencari jalan keluar. Seseorang diruang tengah telah melihat So Eun sekilas.

*****

So Eun malah menemukan jalan buntu. Dia berada di teras lantai 4. So Eun memegang pagar terasnya dan melihat kebawah. Mungkin dia bisa turun dari lantai 4.

“Rupanya kau sudah bangun.”

Suara itu membuat So Eun terdiam. Dia kenal dengan suara itu yang terus menghantuinya selama 7 tahun. So Eun pun membalikkan badannya secara perlahan. Dia bisa melihat senyumannya. So Eun tidak menjawabnya. Dia berusaha berakting dengan baik.

“Kau….?” So Eun berpura-pura tidak mengingatnya. Kim Bum malah tertawa melihat reaksi So Eun yang pura-pura bingung.

“Sudahlah, So Eun. Kau tidak usah berpura-pura lagi. Aku yakin kalau kau adalah Kim So Eun.” Kim Bum berjalan mendekatinya sambil memeluk tubuhnya yang ramping.

“Kau bukan Lee So Eun. Tetapi Kim So Eun, ‘mainanku’ telah kembali.”ucap Kim Bum menekankan kata mainan. So Eun menatap tajam. Dia tidak suka mendengar kata-kata itu. Dia pun berontak. Namun Kim Bum tetap menahan tubuh So Eun.

“Lepaskan aku!?”seru So Eun memukul dada Kim Bum berkali-kali dengan segenap kekuatannya. Kim Bum menahan rasa sakitnya akibat pukulan dada dari So Eun, malah dia mencengkram lengan So Eun dengan kuatnya hingga So Eun kesakitan.

“Kau jangan sakiti kakak iparmu.”

Muncul suara misterius yang menghentikan Kim Bum menyakiti lengan So Eun. Mereka pun menoleh ke arah suara itu. So Eun tersenyum melihatnya sementara Kim Bum jadi syok melihatnya. So Eun pun berlari ke pelukan suaminya, Sang Bum yang telah muncul tiba-tiba. Sang Bum hanya tersenyum sinis melihat Kim Bum.

“Akhirnya kau datang untuk menyelamatkan aku, Sang Bum.”ucap So Eun lega dipelukannya. Sang Bum pun membelai kepala So Eun.

“TIDAK MUNGKIN!?”teriak Kim Bum begitu syok.

“Oh…. Sudah lama kita tidak bertemu, Kim Ki Bum.”

“Kau….. masih hidup? Kim Sang Bum.” Ucap Kim Bum dengan gemetar karena syok dan ketakutan seakan melihat mayat hidup.

So Eun mendongakkan kepalanya, menatap Sang Bum. Dengan tatapan penuh terkejut. “Kim Sang Bum?” pertanyaan itu ditujukan kepada suaminya, Sang Bum.

TO BE CONTINUED……

NB: Selesai Baca  jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya ^^

40 responses to “Why I Like You [Part 3] Versi Non-NC

  1. Chandra Syifa W Maret 14, 2011 pukul 7:31 am

    Kyaaaaaa !!!
    Daebak bgt kak retno !!!
    Inilah FF kesukaan ku ! Stelah sekian lama ku tunggu akhirnya datang juga… *hallaaahhh*

    Di tunggu lanjutannya !!!

  2. anastasia erna Maret 14, 2011 pukul 7:54 am

    akhirnya..ada lanjutannya lg…
    makin seru nich…
    jgn lama- lama ya…
    di tunggu lanjutannya….

  3. dhiyah zT Maret 14, 2011 pukul 7:57 am

    wih , , mkin pNsaran 5 kLnjutan y . . .
    cpet d post ea part sLnjut y . . =)

  4. Mii-kun Maret 14, 2011 pukul 10:49 am

    *Puppy Eye* eonnnnnieeeeeeeeee *teriak pake pengeras suara*
    Saiia datang………jeng jeng jeng jeng……..*halah, apaan coba reader ga jelas* >.<

    Setelah baca WILY yg versi NC, saiia baca versi yg Non NC………. -,-" koq ga ada bedanya yah eon (?) *pletaaakkk*

    Overall bagus bgt eon FF nya berisi dan berbobot…….kekekeke😄
    Saiia tunggu part selanjutnya……. ^o^

    Gamsahamnida~

    • RetnoMyaniezasia Maret 14, 2011 pukul 1:04 pm

      ada bedanya tapi sedikit ^^

  5. Glodzbumsso Maret 14, 2011 pukul 3:20 pm

    Hai eonnn …
    Wah smakin seru ..
    Kim ki bum ?
    Ow jadi yg asli kim bum itu ternyata lee sang bum ..

    Keren eonn .. Jangan lupa tag aku ya di next chapt ..

  6. dini ramadhani Maret 14, 2011 pukul 3:34 pm

    hohoho akhirnya nie part muncul jg
    waduh yg jahat it ki bum ya?trus yg jd suami so eun sang bum?
    hahaha makin seru euyy

  7. RiriAngels Maret 15, 2011 pukul 7:11 am

    KYAAAAA AKHIR.A😄
    Yang Di Tunggu2
    Huwaaaa Gilaaaa
    KAREEEEEEET DAEBAK
    Kereeen bgt kak
    Next part ditunggu jangan lamalama ya

  8. Putri Maret 15, 2011 pukul 8:32 am

    huaaa…..yg telah lma di tunggu”
    akhirny muncul jg
    kkeerreennzz bgt…
    i like it..
    penasaran part 4’a..
    jgn lama” donk unnie..
    hhe..

  9. Firastiga Maret 15, 2011 pukul 11:05 am

    Unyuu makin seru nyooo
    jadi gak sabar

  10. Rachima sofiani Maret 16, 2011 pukul 6:56 am

    KEREN !!!
    onni, OMG . keren banget
    aku suka suka suka ..
    whoaaaa. itu adek kakak ya?
    jadi bingung ..

    lanjutkaaaaannnnnnn!!!!
    jangan lamalama ya kaak :DD

  11. dae Maret 16, 2011 pukul 7:14 am

    aaaaaah tambah seru daebak daebak duar duar
    jadi kim sang bum 7 tahun lalu kim ki bum? sang bum itu kim bum yah? tiri-tirian?
    huaaa penasaran

  12. rini Maret 17, 2011 pukul 7:37 am

    wahh tambah seru aj neh,,
    ternyta yg selama ne nyiksaa soeun tuh ki bum tohh,,
    penasaran,, lanjutannnya jgan lma” ya,,

  13. Anjany Bumsso Maret 17, 2011 pukul 12:47 pm

    kim bum udah mulai sayang ama so eun ya >?????
    waaaadduuuuu.. panasaranya aku !!!!!
    lanjut dong !!!!!

  14. yuli Mei 14, 2011 pukul 11:26 pm

    wah crita x seru jd gak sb wat kelanjutannya

  15. novri Mei 21, 2011 pukul 7:52 am

    wah crita x keren,boleh minta PW x gak, coal x q mau bca versi NC x ne tp q gak liat alamat FB x outhor tu di blok ini ? Kalo kirim lewat email bsa gak thor ? Alamat email q novriani83@yahoo.co.id

  16. dhia Mei 22, 2011 pukul 11:08 am

    hhhaaaahhh???
    nggak ngerti…
    apa maksudnya?
    sang bum? kim bum? kim bum kok jadi kim ki bum? terus berarti sang bum itu kim sang bum donk?
    hhaaaaaaahhhh???????????
    nggak ngerti

  17. rahma Juni 30, 2011 pukul 3:14 pm

    td udh bc part 2tp g smpt comen soal mau bc part ini. Mkn mendegangkn ja crita y

  18. Annisa Juli 1, 2011 pukul 4:44 pm

    WAh jangan2 ki bum nyamar jd kim bum, trus kim bum yg asli dibunuhx. wah jahat sekali kau ki bum… aku tunggu lanjutanx thor, ceritax makin seru

  19. jaebum-elf Oktober 14, 2011 pukul 1:30 pm

    bingung ne chingu…. kim ki bum.. kim sang bum…. tapi 2-2 nya yang meranin tetep kim sang bum kan???…. jeongmal ne cerita keren bangetttttttt….

  20. geill Desember 13, 2011 pukul 5:24 am

    seru seru seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………..>__<

  21. claritha Desember 22, 2011 pukul 5:57 am

    scptny ea…
    aq tngu lnjutnny ea….

  22. SonELF alma Mei 18, 2012 pukul 1:53 pm

    ceritanya bagus

  23. sitinurasiah Desember 23, 2012 pukul 3:05 pm

    so eun keren bsa brantem.hoho

  24. Lee Na Rie Februari 5, 2013 pukul 11:55 pm

    kembar tapi beda….

  25. Rahmie mamierizky Mei 11, 2013 pukul 5:55 am

    Duh d rebutin 2 kim bum gimana rasanya yach,,,, eh walaupun jahat tapi ttp setia ych 7 tahun msh ttp “Mencintai” kim so eun

  26. Ri bomsso Agustus 20, 2013 pukul 3:01 pm

    Keren bgt ff’y..🙂 bikin aku gak bsa tebak.. Hehehe

  27. Deana BumSso Maret 17, 2014 pukul 2:19 pm

    Makin bingung deh… Koq jd kim ki bum? Aish… Apa aja deh yg pnting bumsso b’1.

  28. tyas27 April 10, 2014 pukul 3:29 am

    waah ini seru bangett

  29. Rani Annisarura Mei 6, 2014 pukul 12:57 pm

    makin rumit nih ceritanya,,, apalagi so eun, kim bum, dan sang bum saling bertemu jadi makin seru….

  30. Rani Annisarura Mei 6, 2014 pukul 1:01 pm

    kejam banget kyuhyun & donghae itu sampai nyiksa jessica & bora…..
    Tapi jessica udah mulai curiga dengan so eun nih…..

    Makin seru aja ceritanya,, apalagi kim bum, so eun, sang bum saling bertemu…..

  31. Dianabumsso Juni 1, 2014 pukul 4:11 pm

    Seruu,,seruu,,, aq suka ff nya,,
    bikin deg-degan,,,
    lanjuuutt thor part brikut nya…:)

  32. Susi mardiyana Agustus 5, 2014 pukul 1:39 pm

    Kim bum kcian gk bs dapetin sso.trlalu jahat kimbumny

  33. ainami September 8, 2014 pukul 3:10 pm

    jadi bum kembar..

    hah ki bum….? jd kim bum asli adalah lee sang bum
    dan kim bum jahat adalah ki bum… ??

  34. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 1:30 pm

    sebenarnya apa yg terjadi

  35. aidayohei Oktober 10, 2014 pukul 2:33 pm

    Arahnya jd kaya begini ya? Ga terpikirkan.

  36. adindashabrinasso Maret 19, 2015 pukul 2:50 am

    Hua siapa sih lee sang bum a.k.a kim sang bum?
    Beneran kembar yaa?

    Kasian kim bum sih sebenar nya. Tp klo dia msh aj jadi’in so eun mainan tp dia sprt nya beneran jatuh cinta(?) Tp knp kata2 kim bum sll nyakitin sih >,<

  37. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 12:53 pm

    ternyata
    dia kim ki bum. bukan kim sang bum? emang ada cerita apa di antara
    mereka? wah mereka kembar sangat identik bedanya rambut saja. tadinya q
    agak mau perotes, karena kim so eun akan bersama lee sang bum. tapi
    sekarang tidak lagi karena ternyata lee sang bum adalah kim bum. dan kim
    bum adalah kim ki bum….
    next part..
    ceritanya sungguh menarik,, dan membuat q penasarann

  38. jenardsmr Maret 3, 2016 pukul 7:14 am

    ffnya sulit ditebak,daebak

  39. dhelis_shomina April 24, 2016 pukul 3:59 pm

    Wwk pdhl aku lbh skbumppa yg jhat yg asli feelnya lbh dpt tp tak aplh ini jg bgz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: