RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Darling and Wedding [Part 4]: Instropeksi Diri


Min Ho pun melepaskan ciuman pipinya dan kembali berdiri tegak menghadap Eun Hye. Hye Sun menatap Min Ho dengan tatapan yang tidak percaya. Min Ho tersenyum.

”Permisi.”ketusnya sambil menarik Hye Sun mengikutinya dalam rangkulan. Mereka pun berbalik dan pergi. Eun Hye hanya bisa mengepalkan tangannya sembari meremas gaunnya sendiri.

*****

Jessica dan Onew jadi tidak bisa berkata apa-apa melihat pemandangan itu. Kim Bum kembali berdiri tegak sambil tersenyum kepada So Eun yang masih terpatung.

”Wah! Romantis sekali kalian.”celetuk Shin Hye terpesona hingga memecahkan suasana yang tegang. ”So Eun, kau sungguh beruntung bisa mendapatkan Kim Bum.”bisik Shin Hye ditelinga So Eun yang mulai sadar. So Eun hanya tersenyum. So Eun memeluk lengan Kim Bum dengan erat.

”Kita akan bertemu lagi di sekolah.”ucapnya dengan cepat sambil menarik lengan Kim Bum untuk segera pergi dari tempatnya. Sementara Jessica dan Onew masih terdiam.

”Siapa dia?”tanya Jessica tiba-tiba. Shin Hye tertawa.

“Humph… Jessica… Jessica. Makanya kalau kau mau pergi ke luar negeri. Jangan lama-lama. Jadinya ketinggalan beritanya deh.”sindir Shin Hye. Jessica terdiam cemberut.

“Namanya Kim Sang Bum. Dia siswa baru, pindahan dari London. Dia sangat kaya loh. Kau pasti pernah dengar Banhyo Group? Dia adalah calon pewaris Banhyo Group. Makanya begitu aku melihat So Eun berpacaran dengan Kim Bum. Dia beruntung sekali.”jelas Shin Hye sambil ngeloyor pergi meninggalkan Jessica dan Onew karena masih harus melayani para tamu.

“Apa? Kenapa aku tidak tau itu?”tanya Jessica kepada diri sendiri. Dia pun terdiam kesal.

*****

Hye Sun masih menatap Min Ho yang sedang sibuk menelepon di kafe. Mereka telah selesai memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu. Dan Min Ho mengajak Hye Sun ke kafe. Hati Hye Sun masih bertanya-tanya tentang perkataan Min Ho tentang Sang Hyun. Min Ho pun selesai menelepon dan dia minum ice capuccino karena tenggorokannya kering setelah berbicara panjang lebar diponsel.

”Min Ho.”panggil Hye Sun dengan lembut.

”Iya?”

”Tentang mereka. Apa maksudmu mereka telah berpacaran 3 tahun?”tanya Hye Sun dengan serius. Min Ho terdiam. Dia mengatur posisi duduknya.

”Apakah pria yang memutuskanmu tempo hari itu adalah Yoon Sang Hyun?” Min Ho berbalik tanya. Hye Sun mengangguk. Min Ho pun tersenyum sinis.

”Rupanya dia mendapatkan balasannya.”

”Apa maksudmu?” Hye Sun berharap Min Ho tidak segan untuk memberi penjelasan tentang hubungan Sang Hyun dengan Eun Hye.

”Wanita itu namanya Yoon Eun Hye. Mantan kekasihku. Kami berpacaran selama 5 tahun. Namun aku curiga kalau dia berselingkuh. Dan ternyata benar, rupanya mereka telah berpacaran selama 1 tahun dan sampai sekarang. Aku pun langsung memutuskannya dan pergi menjauh darinya.”ucap Min Ho. Hye Sun tersentak kaget.

”Maksudmu selama ini Sang Hyun sudah memiliki kekasih?”tanya Hye Sun lagi untuk memastikannya. Min Ho mengangguk. Airmata Hye Sun pun mengalir tanpa sadar.

”Hye Sun. Kau tidak apa-apa?” Min Ho jadi kelabakan melihat Hye Sun menangis. Hye Sun menangis rupanya dia diduakan Sang Hyun. Hye Sun yang baru berpacaran 1 tahun ini pun mulai mengetahui alasan Sang Hyun yang sebenarnya. Dia memilih Eun Hye yang telah lama dijalinnya.

*****

So Eun masih terus melempar batu ke kolam di sebuah taman kota yang tidak jauh dari rumah Shin Hye. So Eun tidak mau berlama-lama disana karena ada Jessica. Maka bersama Kim Bum pun keluar dari rumah Shin Hye. Kim Bum masih asyik mengamati So Eun yang sedang kesal dan emosi.

”ONEW…. BODOH!!??” So Eun berteriak untuk melepaskan amarahnya. Kim Bum mulai letih berdiri. Dia pun duduk diatas kursi depan rumah itu. So Eun menengok. Dia pun ikut berbalik dan ikut duduk disamping Kim Bum yang disinari cahaya lampu kuning.

“Kim Bum!”panggilnya sedikit keras tanpa memandang Kim Bum.

”Iya?” Kim Bum memperhatikannya.

”Tadi…. Kenapa kau tiba-tiba mencium pipiku?”tanya So Eun yang masih tidak menatap Kim Bum. Kim Bum tertawa kecil.

”Kau sendiri. Kenapa tiba-tiba mengakuiku sebagai pacarmu?” Kim Bum balik bertanya. So Eun menunduk malu.

”Itu….. Maafkan aku. Semua itu karena Jessica. Dia sudah membuatku sangat marah. Aku tidak ada cara lain untuk membuktikan kepadanya kalau aku sudah punya kekasih.”jelasnya. Kim Bum mengangguk mengerti.

”Lalu. Kenapa kau mencium pipiku?” So Eun kembali ke topik utama.

”Sama sepertimu. Aku tidak ada cara lain untuk membuktikannya kalau kau dan aku memang pacaran.”

So Eun terdiam. Tidak tahu apa yang mesti berkomentar.

”Lagi pula itu konsekuensimu yang tiba-tiba mengakuiku sebagai kekasihmu tanpa memberitahuku.”lanjut Kim Bum.

”Maaf.”

”Tapi kenapa kau bisa benci dengan Jessica?”tanya Kim Bum. So Eun pun bercerita tentang hubungannya dengan Jessica yang begitu buruk. Dan tidak lupa tentang keempat mantan kekasihnya yang pernah direbut Jessica.

”Tapi aku tidak tau apa alasannya membenciku, menghancurkan kebahagiaan cintaku? Dia tidak menjawabnya seolah itu adalah rahasianya yang tidak perlu aku ketahui.”jelas So Eun.

”Berarti aku orang yang kelima?”

”Hah?”

So Eun pun mengkibas kedua tangannya.

”Oh…Tidak… Tidak… Aku tidak bermaksud mempermainkan perasaanmu.”bantah So Eun. Kim Bum terdiam heran.

”Uhm… Maksudku kita hanya pura-pura pacaran.”lanjutnya. Kim Bum masih terdiam. Menunggu lanjutan perkataannya.

Melihat Kim Bum diam, So Eun terpaksa menjelaskannya.

”Begini. Aku kesal dengannya yang selalu meremehkanku tidak bisa ikut perlombaan itu.” So Eun menyerahkan selebaran yang dibawanya kepada Kim Bum. Kim Bum pun membacanya.

”Karena aku terlalu emosi, aku pun menyetujuinya ikut perlombaan itu agar mulut cerewetnya tertutup rapat.”kesalnya. Kim Bum hanya mengangguk yang masih membaca selebaran itu.

”Berarti kalau kau mau ikut lomba ini. Kau harus memakai rok.”ucap Kim Bum. So Eun terkejut, dia langsung menarik selebaran yang dipegang Kim Bum dan dibaca teliti.

”Apa! Harus memakai rok. Memangnya pakai celana jeans tidak boleh?”

Kim Bum tertawa.

”Rupanya kau belum membaca seluruhnya ya?” So Eun jadi malu.

”Tapi aku kan tidak terbiasa memakai rok. Rok sekolah saja aku pakai celana olahraga. Walaupun sering diomelin guru. Dasar Shin Hye!”keluh So Eun.

”Ya sudah. Kalau begitu kau tinggal bilang saja dengan Jessica bahwa kau menyerah dan mengakui kalau aku bukan pacarmu.”

”Tidak! Aku tidak mau.” So Eun langsung terdiam. Kim Bum tersenyum menanti lanjutannya.

”Uhm… Baiklah. Aku akan ikut. Kim Bum, kau mau kan jadi kekasihku? Tidak beneran kok. Kita pura-pura saja. Bagaimana? Mau kan.” So Eun menatap Kim Bum dengan penuh memohon. Kim Bum pun berpikir. Tidak lama, dia menyungging senyumannya.

”Boleh. Tapi ada satu syarat.”jawabnya.

”Apa itu?”

”Kau harus bisa berubah jadi feminim. Biar aku yang membantumu.”

”Hah?”

*****

Min Ho pun lega, Hye Sun mulai tenang. Hye Sun berkali-kali mengusap air matanya.

”Maafkan aku.”sesal Hye Sun yang sudah merepotkan Min Ho.

”Tidak apa-apa. Kau minum saja dulu. Biar kau bisa lebih tenang.”

Hye Sun pun meminum air putih lagi. Dan perasaannya sudah mulai tenang. Min Ho terus memandang Hye Sun yang sedang sibuk menunduk memikirkan sesuatu. Min Ho mulai berpikir.

Tidak lama, Min Ho memajukan tubuhnya. Hye Sun kaget melihat wajah Min Ho semakin dekat dengannya.

”Ada apa, Min Ho?”tanya Hye Sun.

”Hye Sun. Maukah kau jadi kekasihku?”

Hye Sun tertegun. Tidak disangkanya, Min Ho yang galak dan ketus itu menembaknya. Hye Sun jadi bingung untuk menjawabnya. Terima atau menolakkah?

Min Ho memegang tangan Hye Sun dengan lembut.

”Hye Sun. Mau kan, kau jadi kekasihku?”tanya Min Ho lagi dengan penuh harap.

Terasa disihir oleh tatapannya, Hye Sun pun mengangguk.

”Iya.”jawabnya setuju. Min Ho tersenyum. Lalu dia beranjak dari kursinya untuk membayar ke kasir.

”Aku bayar dulu, ya.”kata Min Ho. Hye Sun tidak menjawab. Melihat Min Ho pergi sementara, Hye Sun pun mulai menyadarinya. Lagi-lagi dia tidak bisa berkata sesuai kehendak hatinya, dia hanya menurut. Tidak bisa mengatakan kepada Min Ho kalau dia membutuhkan waktu untuk menjawabnya. Entah, dia harus senang atau sedih.

Min Ho telah kembali dan mengulurkan tangannya.

”Ayo, kita pergi.”ajak Min Ho. Hye Sun memandang Min Ho lagi. Dia pun menyambut uluran tangannya. Dan segera pergi dari kafe itu. Hye Sun melirik Min Ho dan kembali menunduk.

Dia hanya bisa mengatakan kepada batinnya, ”Ya sudahlah. Mungkin aku bisa melupakan Sang Hyun.”

*****

Masih dihari malam yang sama. So Eun sedang asyik menonton TV. Tapi yang dia nonton berbeda dengan biasanya, yang biasanya menonton pertandingan taekwondo, bela diri, dan semacam olahraga lainnya. Kini dia menonton sebuah acara show yang menampilkan fashion remaja yang trendi.

”Apa bisa aku seperti dia?”batin So Eun ragu.

Hye Sun pun masuk ke dalam apartemen. Dia telah sampai. So Eun kaget melihat kemunculan Hye Sun begitu juga Hye Sun.

”Kakak.”

”So Eun. Kau sudah pulang?”Tanya Hye Sun. So Eun mengangguk pelan. Hye Sun pun duduk disampingnya. Rasanya ingin mengatakan sesuatu. Sebuah perjanjian yang terlanjur dilanggar.

”So Eun. Aku…..”

”Kakak. Maafkan aku!” So Eun langsung menunduk menyesal.

”Apa?” Hye Sun jadi terheran.

”Soal janji waktu itu. Aku melanggarnya. Aku…. sudah punya kekasih.” So Eun pun mengakuinya. Hye Sun menatap terkejut. Pelan-pelan So Eun melihat Hye Sun. Belum menunjukkan reaksi marahnya. Tidak lama, Hye Sun tertawa. So Eun pun terbengong.

”Kakak….”

”So Eun. Untuk apa kau minta maaf kepadaku? Justru akulah yang seharusnya minta maaf.” So Eun belum mengerti.

”Aku juga melanggar janji kita.”

”Benarkah?” So Eun terkejut. Hye Sun mengangguk.

”Sama sepertimu. Aku juga sudah punya kekasih. Aku ditembak.”

”Bagaimana bisa? Memangnya siapa dia?” So Eun berpikir. Dia melirik Hye Sun yang masih tersenyum, dia pun ikut tersenyum. Tidak lama, mereka pun berteriak kegirangan. Dan menceritakan kejadian tadi.

*****

”Kalau sampai apa yang kita targetkan gagal. Kau harus bertanggung jawab!” cowok itu masih tidak percaya dengan ide Shin Hye yang sudah disetujui oleh Kepala Sekolah.

”Tenang saja, Geun Suk! Perlombaan itu pasti sangat seru. Buktinya belum sampai sebulan, sudah banyak yang mendaftar. Padahal acara itu masih dua bulan lagi.”seru Shin Hye.

Geun Suk terdiam. Hanya bisa menatap kesal.

”Oke. Mana daftar pesertanya?”tanya Geun Suk sambil menyodorkan tangannya. Shin Hye pun menyerahkan beberapa lembaran pendaftar kepada Geun Suk. Mereka pun berjalan menuju ke taman belakang sekolah.

”Dasar cowok playboy!?”

Langkah Geun Suk dan Shin Hye terhenti mendengar teriakannya. Mereka melihat sosok gadis sedang menarik baju lelaki itu. Mereka pun langsung mendekati ke pepohonan yang tidak jauh dari lokasi gadis itu. Dan mereka pun mengintip aksi itu.

”Eh. Bukankah itu Onew? Kekasihnya So Eun kan?”tanya Geun Suk kepada Shin Hye yang asyik menonton peristiwa itu.

”Dulunya. Tapi sekarang tidak lagi.”

”Hah?”

So Eun menarik baju Onew lagi yang berusaha melarikan diri. Kemudian So Eun manjambak rambutnya hingga Onew berteriak kesakitan.

”Brengsek kau, Onew! Beraninya kau jadian dengan dia. Padahal kau tau kalau aku sangat benci dengannya.”teriak So Eun yang masih menjambak rambut Onew. Onew membela diri, dia berusaha melepaskan tangan So Eun dari kepalanya. Dan berhasil.

”Suka-suka aku, So Eun! Kau kan bukan kekasihku lagi. Untuk apa kau melarangku?”seru Onew. So Eun berusaha mengatur nafas emosinya.

”Lagipula, sudah lama aku menyukainya.”

”Apa!?”

So Eun langsung melompat ke arah Onew. Dan Onew pun jatuh terbaring ditindih So Eun. So Eun pun menegakkan badannya.

”Brengsek!” So Eun langsung menonjok wajah Onew dengan emosi.

Geun Suk yang melihat itu mulai panik.

”Waduh gawat! Kita harus menghentikan So Eun.” Geun Suk mulai mendekatinya namun ditahan Shin Hye.

”Tidak usah. Kekasih barunya sudah muncul kok.”

”Hah?”

Kim Bum langsung menahan So Eun dan menariknya menjauh dari Onew. Dan Onew pun berlari, kabur dari So Eun. Berlari secepat mungkin agar tidak diikuti So Eun.

”Hei! Jangan lari kau!?”teriak So Eun berusaha mengejar Onew. Namun Kim Bum menahannya.

”Lepaskan aku! Biarkan aku menghajar lelaki brengsek itu.”kesalnya sambil meronta berusaha melepaskan diri. Kim Bum tidak bergeming, dia tetap menahan So Eun.

”So Eun. Tenanglah!”seru Kim Bum berusaha menenangkan So Eun yang tersulut emosi. So Eun tidak menanggapinya. Dia tetap berontak. Dan mereka pun terjatuh bersamaan. So Eun menindih Kim Bum yang terbaring dirumput itu.

“Kim Bum. Maafkan aku.” So Eun pun menyadarinya. Kim Bum memegang tangan So Eun seakan agar dia tidak lari lagi.

”Kim So Eun. Kau harus meredakan emosimu.” Kim Bum menekankan kata-katanya. So Eun terdiam.

*****

Hye Sun berjalan menuju ke tempat kerjanya. Tiba-tiba dia melihat seorang pria sedang duduk sendirian disamping taman itu. Hye Sun mendekatinya. Dia melihat pria itu sedang sedih seakan sedang mengalami masalah.

”Sang Hyun. Kau baik-baik saja?”tanya Hye Sun sambil duduk disampingnya. Sang Hyun pun mengangkat wajahnya dan melihat Hye Sun.

”Goo Hye Sun.” Sang Hyun pun menghapus air matanya. Tidak baik menangis didepan wanita. Mereka pun terdiam. Suasana kembali canggung. Hye Sun pun akhirnya membuka suaranya.

”Sang Hyun. Wanita itu… apakah itu alasannya kau memutuskanku?” Sang Hyun tertegun mendengarnya.

”Bagaimana kau bisa tau?”tanyanya. Hye Sun hanya tersenyum. Tersenyum ternyata dugaannya benar.

”Tetapi hubunganku dengan dia sudah berakhir.”

Giliran Hye Sun yang terkejut.

”Apa? Kenapa?”

”Bukan masalah serius kok. Dia hanya tidak mau ikut denganku.”

”Ikut kemana?” Hye Sun sangat penasaran.

”Tinggal di Amerika.”

Hye Sun tercengang mendengarnya. Berarti dia tidak akan tinggal di Korea lagi.

”Maksudmu kau akan tinggal disana selamanya?” Sang Hyun mengangguk. Hye Sun kembali menunduk. Dia tau dirinya bukan lagi sebagai kekasihnya.

”Dia tidak mau ikut denganku tinggal di Amerika. Yang paling menyakitkan adalah dia bilang sudah tidak mencintaiku lagi. Maka dia memutuskanku. Sebenarnya aku sudah menduga dia akan berkata seperti itu sejak pertemuan kita dipesta waktu itu.”curhatnya. Hye Sun menatap bingung.

”Bagaimana bisa?” Sang Hyun tidak menjawabnya. Dia pun memandang Hye Sun seakan terakhir kalinya.

”Hye Sun. Selama ini maafkan aku yang telah menyakitimu. Aku datang kesini untuk bertemu denganmu. Untuk berpamitan denganmu.”

”Sang Hyun.” Hye Sun mulai merasa sedih mendengar perkataannya.

”Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya? Maukan kau memaafkanku?”

Hye Sun tersenyum mengangguk.

”Aku sudah memaafkanmu, Sang Hyun.”

Sang Hyun pun memeluk Hye Sun dan Hye Sun membalas pelukannya. Tanpa mereka sadari. Min Ho menyaksikan pelukan mereka.

Dengan tatapan yang tidak biasa. Bukan tatapan ketusnya yang penuh menyindir. Melainkan tatapan yang tidak suka melihat Hye Sun memeluk Sang Hyun. Min Ho pun langsung masuk ke dalam gedung seakan tidak mau melihat lebih lama lagi.

*****

So Eun dan Kim Bum duduk menatap langit di taman belakang itu. So Eun sudah menyadari kesalahannya.

”Rupanya kau itu temperamen ya?” ujar Kim Bum. So Eun hanya tersenyum. Tidak menjawabnya. Tidak lama, seorang gadis langsung melabrak So Eun dari belakang.

”So Eun! Berani sekali kau memukul kekasihku.”teriaknya dengan emosi. So Eun dan Kim Bum menengok lalu berdiri berhadapan dengan Jessica. So Eun melihat Onew dibelakangnya. Onew yang sedang mengelus pipinya yang memar karena ditonjok So Eun.

”Dasar pengecut!”gumam So Eun dengan kesal.

”Hei! Apa alasanmu memukulnya? Hanya gara-gara kau tidak rela aku berpacaran dengannya?”tanya Jessica dengan garangnya. So Eun hanya membuang muka. Kim Bum masih terdiam. Tidak ingin ikut campur.

Jessica mulai kesal dengan kecuekan So Eun. Dia pun menyilangkan tangannya di dada dan tersenyum sinis.

“Kalau kau masih bersikap seperti itu. Aku yakin kau akan kalah dalam perlombaan itu. Kau tidak mungkin menang. Karena kau jelek, tomboi, dan gadis jadi-jadian. Kau tidak mungkin bisa menang dariku. Kau tau kenapa? Karena aku jauh lebih cantik dan feminim darimu.”sindir Jessica membanggakan diri. Tidak lama dia ngeloyor pergi diikuti Onew.

”Apa!?” So Eun ingin mengejarnya dan menghajar bibirnya yang cerewet itu. Namun dia hanya bisa mengepalkan tangannya di tempatnya. So Eun mulai memikirkan perkataan Jessica yang keterlaluan. Mengintropeksikan diri tentang yang diucapnya. Jangan-jangan dia memang tidak bisa berubah jadi gadis feminim. Sementara Kim Bum hanya menatap So Eun yang sedang kecewa. Kim Bum memikirkan sesuatu untuk So Eun.

*****

Sebuah mobil mewah berhenti didepan gedung tempat Min Ho dan Hye Sun bekerja. Supir itu membuka pintu mobilnya dan wanita itu keluar sambil melepaskan kaca mata hitamnya.

”Kau tunggu disini saja.”perintahnya.

”Baik, Nona Eun Hye.” Supir itu menurut perintahnya.

Eun Hye pun berjalan dengan anggun menuju pintu masuk. Dengan pakaian mewahnya telah menarik perhatian para karyawan yang sedang ikut masuk kedalam gedung. Dan langkahnya terhenti ditengah gedung itu. Dia melihat sosok wanita yang sedang sibuk berbicara di bagian customer. Wanita itu telah selesai berbicara dan berbalik menuju ke arah pintu keluar. Eun Hye tersenyum.

Dia pun berjalan menuju ke arah wanita itu. Dan mereka pun saling berhenti. Wanita itu tertegun melihat Eun Hye.

”Apa kabar…” Eun Hye melihat kartu identitas yang terpasang di saku baju wanita itu, ”Goo Hye Sun.”

Hye Sun pun mulai kikuk.

”Baik. Bagaimana kabarmu, Yoon Eun Hye?”

Eun Hye tertawa kecil mendengar Hye Sun memanggil namanya.

”Rupanya Min Ho sudah memberitahumu tentang diriku. Dan pastinya kau sudah tau tentang hubunganku dengannya.”

Hye Sun terdiam. Tidak menjawabnya. Eun Hye pun makin mendekatinya. Dan memandangi seluruh penampilan Hye Sun.

”Aku tidak percaya kalau kau itu kekasihnya.”

Hye Sun tidak membalasnya. Hanya terdiam lagi. Eun Hye makin mendekati lagi dan berbisik ditelinga Hye Sun.

”Jika kau memang benar-benar kekasihnya. Aku sarankan kau harus segera memutuskannya. Karena dia hanya milikku. Kau sangat tidak level dengannya. Dia tidak pantas denganmu. Hanya aku yang pantas dengannya.” Hye Sun terdiam lagi. Tidak bisa membalas kata-katanya. Eun Hye berbisik lagi sambil memakaikan kacamata hitamnya kembali. ”Goo Hye Sun. Aku akan merebutnya darimu. Jadi siap-siaplah.”

Hye Sun tertegun dan menatap Eun Hye yang tersenyum sinis. Eun Hye pun menabrak bahu Hye Sun sambil terus berjalan memasuki ke ruang yang ditujunya. Hye Sun hanya bisa terdiam bisu melihat punggung Eun Hye. Dan dia pun memikirkan lagi. Memikirkan perkataan Eun Hye tadi. Kini dia jadi sadar. Dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Pemilihan yang benar-benar bingung. Karena dia baru saja jadian dengan Min Ho dan yang pastinya belum terlalu tau masalah cinta antara Min Ho dan Eun Hye. Yang paling penting adalah dirinya masih belum mencintai Min Ho. Dirinya masih ada sisa cintanya kepada Sang Hyun. Hati Hye Sun terus bertanya-tanya. Mempertahankan Min Ho atau menyerah, merelakannya kembali kepada Eun Hye kah?

TO BE CONTINUED………………….

NB: JANGAN LUPA DI KOMEN YA ^^!!!

31 responses to “Darling and Wedding [Part 4]: Instropeksi Diri

  1. Mii-kun April 25, 2011 pukul 11:48 pm

    \(^▼^)/ akhirnya di post juga, eonniiiiiiiiiiiii aq sampe karatan + lumutan nungguin =_=”…….

    Banyakin dong eonni,, dikit amat #plakkkkk

    Ceritanya selalu bagus~

    Cie cie Eunnie bakalan dirubah jadi feminim sama Bummie~

    Aisssshhhh itu nenek sihir Eun Hye pake ganggu lagi =_=”

    Minho cemburu tuh liat Hye Sun dipeluk Sanghyun~

    Ga sabar nunggu lanjutannya…….^o^

    ASAP yaa eonnie~ kekekeke

  2. Indah_ELF April 26, 2011 pukul 2:44 am

    Akhir’a kluar jga ff ini lma bgt nungu’a
    waah mkin sRu nich so eun mw d’ubah jdi feminim cntik bgt nanti …
    Eun hye pd bgt mw rbut min ho .gituh2 min ho mw’a sma hye sun
    d’tngu klanjutan’a jgan lma2 lgh yaa …

  3. anastasia erna April 26, 2011 pukul 4:26 am

    akhirnya keluar jg lanjutannya…
    jgn lama2 ya…
    di tunggu..

  4. Viana bumsso April 26, 2011 pukul 3:23 pm

    Alhamdulillah eon ..
    Akhrny muncul jg .,
    ampir tiap hari ak absen d blog ini ,
    ayo eon jgn lama2 y ,
    iahaha , gumawo nice story

  5. larasrahmaa April 27, 2011 pukul 1:45 am

    Wahhhhh semakin seru nihhhhhh
    Si KSE tomboi amat ya, haha
    wihh taemin tkt sm soeun yaa, haha
    Ayoo KB harus ttp bantu soeun biar dia jd feminim bisa menangin lombaaaaaa
    Kelanjutannya jgn lmlm ya kak😀

  6. Elza April 27, 2011 pukul 9:03 am

    iya, lama banget post’na kan aq’na gak sabar pengen baca lanjutan’na.hehe *mav’datang2 nggerutu =_=’

    next part jangan lama2 ‘lagi’ ya, ka’..^___^

  7. kikey April 27, 2011 pukul 12:56 pm

    Ga sabar part so eun jadi feminim😀 lanjut eonnieeeee ;D

  8. Atin April 27, 2011 pukul 5:35 pm

    Retnoo…udah cuma bilang itu., *lol hehe
    Kurangin minsun,bnyakin bumsso yeeee buat jd minsun:bumsso 1:8 hihi *stress*

  9. Yolanda April 29, 2011 pukul 2:04 am

    cerita yang ku tunggu akhir nya keluar juga….
    keren buanget deh !!!
    cepetan kelanjutan nya ya kak !!!

  10. rini April 30, 2011 pukul 3:28 am

    akhirnya keluar jg ne cerita,,
    makin seru aj ne
    bumsso ma minsun ud jadian
    d,tunggu klanjutan,a!!

  11. rizkyapratiwi April 30, 2011 pukul 3:12 pm

    waaaaaaahhh …. akhirnya keluar juga part 4 nya

    senaaaaannngg .. dah nunggu lamaaaaaaaaaaa~ banget *lebay*

    hehehehehehe

    seruu …. so eun berubah lah jdi feminim biar makin canik n anggun *emang dah cantik*

    di tunggu part selanjutnya ….

  12. kimmify Mei 13, 2011 pukul 4:26 pm

    aku sukaaaa ceritanya
    lanjutin dong onn plis penasaran nih
    sampe kebawa mimpi malah hehehehe
    keep fighting!!!!!!

  13. dhia Mei 20, 2011 pukul 8:08 am

    wow! seru banget! lanjut thor!

  14. Maria Sativa September 19, 2011 pukul 3:43 pm

    waw seru

  15. geill Desember 20, 2011 pukul 2:20 pm

    hohohohohoho,seru and mantap…………………………….
    seterusnya…………………………

  16. SonELF alma Mei 19, 2012 pukul 7:16 am

    bagus3x
    I LIKE IT

  17. cucancie September 11, 2012 pukul 4:25 am

    Lanjut !!

  18. sonkKyu November 4, 2012 pukul 9:09 am

    Saingan hyesun berat tuh xD

  19. Watashi Tina Lizuki Bumssoeulmates Agustus 10, 2013 pukul 2:30 pm

    Lanjutttttt baca

  20. Liana Agustus 28, 2013 pukul 3:00 am

    Moga so eun bisa berubah jadi lebih feminin yaa

  21. Zaily September 14, 2013 pukul 4:13 pm

    Ksah yg sungguh mnrik
    Smga part slnjtny so eun brubah lbh fminin . . .
    Kshn jg hye sun galau:-(
    Lnjut!!!

  22. oliph September 27, 2013 pukul 4:01 pm

    ceritanya makin seru saja… kerenn…

  23. Ilma Bumssoeulmates Elf Desember 31, 2013 pukul 3:16 am

    daebakkk
    lanjutt

  24. tyas27 April 8, 2014 pukul 5:53 am

    ayo hyesun pertahankan minho!! .-. soeun hrus bsa jadi feminim o^^o fighting

  25. Rani Annisarura Mei 10, 2014 pukul 4:15 am

    wah apa so eun berhasil jadi cewek yang feminim???

    wah so eun sama hye sun sama-sama punya pacar ya….

  26. ainami September 9, 2014 pukul 12:26 am

    sso vs ssica
    hye sun vs eun hye
    kekeke~~~~

    itu minho serius ya nembak hyesun? kalo bumsso kan masih dlm tahap pura2 pacaran hehe…

  27. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 7:00 am

    jgn menyerah semangat

  28. Egamawarni ysj(bumsso) Desember 2, 2014 pukul 10:10 am

    Benar2 rumit kisah cinta hye sun dan so eun😦,,,,

  29. mia September 4, 2015 pukul 12:35 am

    jadi penasaran kelnjutan dari hub. bumsso

  30. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 9:02 am

    apa kim bum berhasil mengubah so? dan apa juga mereka berhasil memenangkannya? mau tau,, next part ehehe

  31. Aliana Park Desember 22, 2015 pukul 4:33 pm

    Makin seru nih… Smoga aja sso berubah jdi feminim..🙂 next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: