RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

You Are Mine [1 / 2]


Main Cast        : Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Kim So Eun

Genre               : Horor

Type                : Sequel (Two Shoot)

WARNING:

Tidak ada maksud untuk membuat So Eun pairing dengan Hyuk Jae dan Dong Hae, karena q ga punya bias GB yang q sukai, jadi hanya So Eun yang bisa digambarin karakter di ff ini. So buat mates jangan panik ya. ^^ Selamat Membaca ya. Dan JANGAN LUPA DI KOMEN! ^^ . Oh iya, kalo banyak yang komen dan suka cerita ini. Maka akan q lanjutin ke part terakhir. Coz ini ff horror pertama dengan karakter SuJu.

Pada malam hari yang begitu menyeramkan. Di sebuah gedung tua yang sudah lama tidak dihuni. Ruangan dalam yang begitu berantakan dan berdebu. Namun hari ini, di sambut petir yang menyeramkan seakan menyambut suasana tersebut. Darah segar menetas dari pisau tajam yang dipegang oleh seorang berjaket hitam. Orang itu terus tersenyum melihat hasil karyanya. Seakan dia berhasil menyingkirkan penghalangnya. Pisau yang dipegangnya pun kembali dimasukkan ke dalam jaket hitamnya. Meninggalkan seorang gadis yang menatap tak terarah tanpa nyawa. Tangannya yang diikat serta lehernya digantung sehingga kakinya tidak bisa menyentuh lantai kotor itu. Darah segar terus mengalir dari perut gadis yang ditusuknya itu. Orang misterius yang membunuhnya pun menghilang.

*****

Lelaki itu terus tertidur di kelasnya. Padahal masih pagi, walaupun lonceng belum berbunyi. Lelaki itu begitu nyenyak hingga air liurnya menetes ke buku sebagai bantalannya. Hingga seseorang memukul kepalanya hingga dia terbangun.

“Hei, Lee Hyuk Jae bangun!”

Lelaki yang bernama Hyuk Jae pun terpaksa bangun. Dia hanya bisa menatap kesal orang itu yang telah mengganggu tidurnya.

“Dong Hae! Kau benar-benar menyebalkan!”kesalnya sambil mengelus kepalanya yang sakit karena pukulannya. Dong Hae hanya tertawa cekikikan melihat wajah Hyuk Jae yang habis bangun.

“Maaf, Hyuk Jae. Aku harus membangunkanmu, karena lonceng sudah bunyi. Saatnya belajar. Sebentar lagi guru datang.”jelas Dong Hae membelai kepala Hyuk Jae yang telah dipukulnya. Hyuk Jae hanya mendengus kesal. Padahal dia benar-benar ngantuk. Sangat ngantuk. Jika bukan karena Dong Hae, Hyuk Jae pasti bisa tidur dengan nyenyak.

“Hei, ini salah siapa? Semua ini gara-gara kau! Andaikan saja kau tidak menyuruhku untuk mengerjakan tugasmu yang banyak.”

“Hehehe… Maaf. Habisnya semalam aku ada urusan penting.”

“Urusan apa?”

“RAHASIA.”

Hyuk Jae semakin kesal dengan Dong Hae yang mulai main rahasia dengannya.

Hyuk Jae dan Dong Hae adalah sahabat sejak kecil. Namun karena orang tua Hyuk Jae meninggal, sehingga Hyuk Jae pun tinggal bersama Dong Hae hingga sekarang. Dong Hae begitu sayang dengan Hyuk Jae melebihi siapa pun.

Seorang guru pun telah datang dan masuk ke dalam kelasnya. Dong Hae segera duduk rapi disamping Hyuk Jae. Dia melihat seorang gadis yang tidak dikenalnya di samping guru itu. Gadis itu berdiri menunggu instruksi guru.

“Baiklah, anak-anak. Hari ini ada murid baru. Dia baru pindah dari Busan. Perkenalkan dirimu, nak.”

“Selamat pagi, teman-teman. Kenalkan, namaku Kim So Eun. Aku baru pindah dari Busan karena urusan keluarga. Aku harap teman-teman bisa membantuku dalam urusan pelajaran nanti.”ucap So Eun sambil membungkuk badannya.

“Baiklah, terima kasih atas perkenalanmu So Eun.”

Lalu guru itu memutarkan pandangannya, mencari sesuatu.

“Ah, So Eun. Kau bisa duduk di samping Hyuk Jae.”ucap guru itu sambil menunjuk arah kursi tepat disamping kiri Hyuk Jae.

“Baik, guru.”

So Eun pun berjalan menuju kursinya sesuai arahan guru itu. Dia pun duduk sambil meletakkan tasnya di atas meja dan mengeluarkan beberapa buku. Hyuk Jae tersenyum melihat So Eun begitu juga Dong Hae yang ada di samping kanannya.

“Hai, So Eun. Kenalkan, namaku Lee Hyuk Jae. Panggil saja aku Hyuk Jae.”ucap Hyuk Jae sambil mengulurkan tangannya. So Eun pun menyambutnya sambil tersenyum.

“Oh iya, kenalkan sahabatku. Dia Lee Dong Hae.” Lanjut Hyuk Jae sambil menarik lengan Dong Hae, agar memberi salaman kepada So Eun. So Eun juga menyambutnya. Dong Hae hanya mengangguk sambil tersenyum.

*****

Hyuk Jae terus menghubungi seseorang. Terlihat orang yang dihubunginya sama sekali tidak menjawab panggilannya. Dong Hae yang membawa es krim dari kantin sekolah penasaran dengan Hyuk Jae yang terlihat gelisah.

“Hyuk Jae. Ada apa? Kenapa kau begitu gelisah?”Tanya Dong Hae sambil memberikan es krim rasa strawberry kepada Hyuk Jae. Hyuk Jae pun menerima dengan tidak semangat.

“Dari tadi aku menghubungi Hyo Yeon, namun tidak ada jawaban sama sekali. Apa lagi seharian ini, aku tidak melihatnya di kelas. Dia kenapa?” Hyuk Jae malah bertanya. Dong Hae yang menyimak keluhannya pun hanya mengangkat bahunya karena sibuk makan es krimnya. Hyuk Jae pun memakan es krimnya dengan tidak semangat. Tiba-tiba gerombolan murid berlari ke arah kantor kepala sekolah itu. Tentu saja itu membuat Hyuk Jae dan Dong Hae penasaran. Mereka saling pandang, dan memutuskan mengikuti mereka.

“Apa itu benar, pak? Dia terbunuh?” itulah salah satu pernyaan dari banyak murid yang berkumpul di depan kantor kepala sekolah. Hyuk Jae begitu penasaran. Dia melihat So Eun ikut berdiri di depan kantor dengan wajahnya yang gelisah. Hyuk Jae dan Dong Hae mendekati So Eun.

“So Eun. Ada apa ini?”Tanya Hyuk Jae. So Eun sedikit terkejut saat mengetahui Hyuk Jae ada di sampingnya.

“Itu… Hyuk Jae… Dia…” So Eun begitu cemas dengan yang dikatakannya.

“Dia kenapa? Dia siapa?” Hyuk Jae semakin penasaran mendengarnya. Begitu juga Dong Hae yang ikut penasaran.

“Ada seorang teman kita terbunuh semalam. Kalau tidak salah, namanya Hyo Yeon.”

Jawaban So Eun pun membuat es krim yang dipegang Hyuk Jae terjatuh. Matanya memancarkan ketidak percayaannya. Dia pasti salah dengar.

“Apa maksudmu? Hyo Yeon? Dia dibunuh?”

“Iya.. Kau mengenalnya?”Tanya So Eun. Hyuk Jae tidak menjawab. Dia langsung menerobos gerombolan murid itu. Dia harus menemui kepala sekolah itu untuk memberi penjelasan. Dia harap apa yang dikatakan So Eun itu salah. Pasti bukan Hyo Yeon yang dimaksudnya.

“Pak Kim! KATAKAN KEPADAKU!? SIAPA YANG DIBUNUH?”seru Hyuk Jae berhasil menemui kepala sekolahnya yang sibuk memberi ketenangan kepada para murid itu.

“Hyuk Jae? Kenapa kau ada di sini?” Kepala sekolah itu malah bertanya.

“Katakan kepadaku, Pak Kim! SIAPA YANG DIBUNUH? Bukan Hyo Yeon kan?”

Hyuk Jae terus menyerang pertanyaannya kepada kepala sekolah itu. Tiba-tiba dia melihat sebuah foto yang ditunjukkan oleh polisi kepada beberapa guru yang ada di dalamnya.

“Jadi gadis yang bernama Hyo Yeon ini benar murid sekolah ini?”

Begitu lah pertanyaan polisi yang bisa di dengar Hyuk Jae. Hyuk Jae semakin frustasi melihat foto yang dikenalnya.

“HYO YEON!?” teriak Hyuk Jae yang makin tidak terkendali sehingga kepala sekolah berusaha menenangkannya.

“Hyuk Jae, TENANGLAH!?”

“TIDAK MUNGKIN! HYO YEON!?” Hyuk Jae terus berteriak. Mungkin kepala sekolah bahkan yang ada di sekolah tidak mengetahui hubungan Hyuk Jae dengan Hyo Yeon. Tentunya hanya Dong Hae lah yang mengetahuinya. Karena Hyo Yeon adalah calon tunangan yang dijodohkan orang tua Dong Hae beberapa minggu yang lalu.

So Eun dan Dong Hae hanya terdiam paku melihatnya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa melihat tingkah Hyuk Jae yang semakin mengamuk.

*****

Hyuk Jae menaruh buket bunga di atas makam yang bernisan ‘Hyo Yeon’. Hyuk Jae tidak bisa menahan tangisannya. Dia masih tidak rela, Hyo Yeon tewas dengan keji. Padahal dirinya begitu mencintai Hyo Yeon. Hyuk Jae terus menyeka air matanya yang semakin tidak terbendung. Dong Hae yang berada disampingnya pun memeluk Hyuk Jae. Memberi ketenangan. Hyuk Jae menangis tersedu-sedu di pelukan Dong Hae.

“Sudahlah, Hyuk Jae. Kau jangan menangis terus.”ucap Dong Hae berusaha menenangkan perasaan Hyuk Jae yang begitu hancur. Dong Hae menatap nisan dan foto Hyo Yeon. Tatapan yang penuh dalam dan tanpa ekspresi. So Eun pun memperhatikan mereka dari jauh, tentunya tanpa sepengetahuan mereka. So Eun melepaskan kaca mata hitamnya.

*****

Setelah tiga bulan.

Hyuk Jae berpakaian rapi, begitu juga Dong Hae. Mereka disuruh orang tuanya untuk memakai jas hitam dan datang ke sebuah restoran. Entah ada urusan apa sehingga orang tua Dong Hae menyuruh mereka.

“Dong Hae. Sebenarnya ada apa? Ayah dan Ibu menyuruh kita pergi ke sana?”Tanya Hyuk Jae kepada Dong Hae.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu.” Jawab Dong Hae. Hyuk Jae pun kembali konsentrasi menyetir mobilnya.

*****

Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka pun telah sampai di sebuah restoran yang ditujunya. Mereka pun masuk ke dalam dan mengikuti pelayan restoran yang tentu tahu dimana tempat pertemuan orang tuanya.

“Ah, Hyuk Jae dan Dong Hae! Akhirnya kalian sudah sampai.” Sambut Ayahnya sambil memeluk Hyuk Jae dan Dong Hae bergantian. Mereka pun duduk sesuai arahan Ibunya.

“Ayah, sebenarnya ada apa ini?”Tanya Dong Hae penasaran. Hyuk Jae hanya mengangguk.

“Tunggu saja dulu. Sebentar lagi dia akan datang.”ucap Ibunya.

Dong Hae dan Hyuk Jae saling pandang dengan herannya. Dia siapa yang dimaksud Ibu? Tidak lama, seseorang yang ditunggunya telah datang. Hyuk Jae dan Dong Hae tersentak melihatnya. Ibunya langsung menghampiri gadis itu.

“Ah.. Kim So Eun. Mari duduk di samping Ibu.”ujar Ibunya sambil menuntun So Eun duduk disampingnya. Dia hanya tersenyum memandang Hyuk Jae dan Dong Hae yang tentunya masih bingung.

“So Eun. Kenapa kau ada disini?”Tanya Hyuk Jae.

“Kau sudah mengenalnya?” Ayahnya malah bertanya dengan heran.

“Tentu saja, Ayah. Dia kan teman sekelas kami.”jawab Dong Hae.

“Hohoho… kalau begitu, tidak usah repot-repot mengenalnya.” Ayahnya pun tertawa lega. So Eun hanya menunduk malu.

“Sebenarnya ada apa ini?” Dong Hae begitu tidak sabar dan ingin mengetahui tentang pertemuan ini.

“Lee Hyuk Jae.” Panggil Ayahnya dengan lembut. Hyuk Jae pun memperhatikan Ayahnya dengan serius.

“Apakah kau sudah bisa melupakan Hyo Yeon?”

Pertanyaan itu jelas membuat Hyuk Jae terkejut, tidak terkecuali Dong Hae.

“Ah… Itu… Aku…” Hyuk Jae semakin bingung menjawabnya. Tentu saja, tidak semudah itu melupakannya. Namun dia bingung harus menjawab bagaimana sementara dia penasaran dengan kedatangan So Eun. Sementara itu Dong Hae mulai merasakan firasat yang tidak di duganya.

“Ayah harap kau tidak terlalu lama untuk bersedih. Biarkanlah dia bahagia di surga.”ucap Ayahnya bijaksana. Hyuk Jae pun terdiam menunduk. Dong Hae terus menatap Ayahnya, sesekali melirik So Eun yang masih menunduk.

“Kau tau kalau kami sangat menyayangimu. Kami juga sudah berjanji dengan orang tuamu untuk memberikan yang terbaik kepadamu. Oleh sebab itu, Ayah ingin memperkenalkan calon tunanganmu yang baru.”

Hyuk Jae pun menatapnya dengan terkejut begitu juga Dong Hae.

“Calon tunanganku yang baru?”

Ayahnya menepuk bahu So Eun yang ada disampingnya.

“Iya. Kim So Eun, dialah calon tunanganmu yang baru. Ayah harap kau bisa mencintainya seperti kau mencintai Hyo Yeon.”ujar Ayahnya. Hyuk Jae tidak menjawab. Dia hanya menatap So Eun yang masih menunduk malu. Sementara Dong Hae pun terdiam seribu bahasa.

*****

“Ah… aku tidak tahu harus berkata apa. Aku sungguh tidak menduga Ayah menjodohkanmu denganku.”ucap Hyuk Jae. Akhirnya Hyuk Jae pun bisa berbicara kepada So Eun setelah pertemuannya selesai. Sekarang mereka berada di depan restoran. So Eun hanya tersenyum mendengarnya.

“Aku juga tidak menyangka.”

Mereka kembali terdiam bisu. Sungguh suasana yang tidak menyenangkan. Padahal hubungan mereka hanyalah teman sekelas dan tiba-tiba dijodohkan. Apa lagi baru dikenalnya selama tiga bulan.

“Tetapi…. Aku minta maaf telah membuatmu jadi bingung. Padahal kau masih mencintai Hyo Yeon.” So Eun kembali berbicara. Hyuk Jae memandang So Eun.

“Oh… memang begitu kejam. Hyo Yeon meninggal secara tragis. Siapa yang tidak disangka, gadis yang begitu baik malah dibunuh secara keji. Aku memang sangat sedih melihatnya. Tetapi aku yakin, aku akan menemukan pelakunya.” Hyuk Jae berbicara panjang membuat So Eun begitu merasa tidak tega membahasnya.

“Ah… maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu. Lee Hyuk Jae, jika kau merasa keberatan dengan pertunangan ini. Aku akan membatalkannya.” So Eun begitu merasa tidak enak dengan perasaan Hyuk Jae yang masih berduka walaupun sudah tiga bulan.

“Tidak apa-apa, So Eun. Aku tidak bisa memutuskan pertunangan kita. Karena mereka sudah begitu baik merawatku setelah orang tuaku meninggal. Aku rasa, keputusan mereka untuk menjodohkanku denganmu itu benar. Aku memang sudah seharusnya membalas kebaikannya.”

“Sungguh, Hyuk Jae? Tidak apa-apa?” So Eun begitu cemas dengan penolakannya.

“Iya. Tenang saja. Aku yakin, bersamamu pasti bisa membuat hatiku menjadi baik.”

So Eun pun kembali tersenyum lega. Hyuk Jae memandang So Eun. Perlahan dia merangkul tubuh So Eun yang sedikit dingin karena cuaca malam.

“Bolehkah aku…?”

So Eun begitu mengerti apa yang dimaksud Hyuk Jae. So Eun mengangguk sambil tersenyum. Dengan perlahan, Hyuk Jae menyentuh dagu So Eun. So Eun menatap mata Hyuk Jae. Begitu juga Hyuk Jae. Tanpa perlu menunggu lama, Hyuk Jae pun mencium pipi So Eun dengan mesra. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menyaksikan pemandangan itu dari jauh. Tangannya pun mengepal di batang pohon yang ada disampingnya. Ekspresinya yang begitu tidak menyukai pemandangan tersebut.

*****

Hubungan mereka masih berjalan selama dua bulan. Namun mereka tidak bisa memungkiri bahwa sering mengalami kejadian yang aneh. Khususnya kepada So Eun. Entah siapa yang tega berusaha mencelakai So Eun seperti menjatuhkan pot hingga berusaha menabraknya. Hyuk Jae pun semakin melindunginya karena khawatir akan terulang kembali kejadian seperti yang dialami Hyo Yeon dulu.

Kini Hyuk Jae hanya bisa melihat So Eun terbaring di ranjang UKS. Kondisinya begitu tidak sehat akibat kejadian tadi, yaitu mengunci kamar mandi dan So Eun terjebak di dalamnya. Hyuk Jae begitu terkejut saat ada yang memegang bahunya.

“Dong Hae.”

“Bagaimana keadaannya?”Tanya Dong Hae ikut berdiri disamping Hyuk Jae di depan pintu.

“Entahlah. Tubuhnya lemah akibat dia menghirup gas terlalu lama. Tapi kondisinya baik-baik saja.” Dong Hae mengangguk mengerti mendengar penjelasannya. Dong Hae pun memeluk Hyuk Jae yang terlihat cemas.

“Sudahlah, Hyuk Jae. Aku yakin, So Eun akan baik-baik saja.”

“Tapi Dong Hae. Bagaimana kalau nanti nasibnya akan seperti Hyo Yeon? Aku tidak mau dia mati dengan tragis.”

“Tenanglah, Hyuk Jae. Aku yakin dia tidak apa-apa. Dia pasti akan baik-baik saja. Mungkin.”ucap Dong Hae memperdalam pelukannya agar Hyuk Jae bisa tenang. So Eun yang masih terbaring di ranjang pun membuka matanya. Dia menoleh ke samping melihat Dong Hae dan Hyuk Jae yang saling peluk. Matanya terus memperhatikannya. Kini terlihat pancaran matanya yang begitu curiga dengan mereka.

*****

Kini keadaan So Eun sudah begitu baik. Dia terlihat ceria saat melihat pemandangan itu.

“Huaaa!! Pemandangannya bagus sekali!?”seru So Eun mengaguminya. Hyuk Jae yang ada disampingnya langsung memeluknya.

“Syukurlah kalau keadaanmu baik-baik saja.”ucap Hyuk Jae lega.

“Hei! Kalian malah bermesra-mesraan disitu. Tidak sadar apa kalau ada aku.”teriak Dong Hae yang asyik duduk di kursi sambil membaca majalah. Mereka pun menoleh dan hanya tertawa mendengar keluhan Dong Hae. Mereka sedang liburan ke villa milik orang tua Dong Hae. Ini juga berkat ide Dong Hae agar So Eun merasa tenang setelah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Hyuk Jae malah memperat pelukannya. Dong Hae pun semakin sebal dengan kemesraan mereka. Maklum Dong Hae masih sendiri.

“Iya… Iya…! Terus aja bermesraan. Aku tidak akan iri dengan kemesraan kalian!” seru Dong Hae sambil memelet lidahnya. Hyuk Jae dan So Eun hanya bisa tertawa. Dong Hae tentu saja pun tersenyum. Tanpa mereka sadari ada sebuah kejadian mengerikan yang akan mereka temui di villa ini.

*****

Padahal tidak ada angin, tidak ada hujan. Villa mereka tiba-tiba gelap karena mati lampu. So Eun dan Hyuk Jae yang berada di ruang keluarga tentu saja hanya bisa berdiam sambil menunggu Dong Hae datang membawa lilinnya. Tidak lama, akhirnya lilinnya pun menerangi ruangan mereka.

“Ah…!!! Bosan main kartu mulu!” keluh Hyuk Jae.

“Hei, Hyuk Jae! Kenapa kau begitu menyerah? Ayo main lagi.” Seru Dong Hae.

“Yah… gimana kau gak main lagi? Kau menang terus. Sudahlah! Aku haus. Aku mau ke dapur mau cari minuman dulu.” Ucap Hyuk Jae beranjak dari kursinya sambil mengambil lilin satunya.

“HEI, HYUK JAE! AKU JUGA MAU MINUM!?”teriak Dong Hae saat Hyuk Jae mulai masuk ke dapur. Hyuk Jae meletakkan lilinnya di atas meja dapur. Dia pun membuka kulkas dan mengambil botol yang dingin. Dia meneguk minuman itu dengan cepat saking hausnya. Tiba-tiba terdengar suara aneh di lantai dua yang kebetulan dekat dengan dapur. Karena penasaran, Hyuk Jae pun ke atas sambil membawa lilinnya. Dia naik tangga perlahan mengikuti suara aneh itu. Perlahan dia membuka pintu kamar tamu. Dia masuk ke dalam. Memeriksa keanehan.

‘Bruk!’

Suara jatuh itu pun mengejutkan Hyuk Jae. Dia pun membalikkan tubuhnya dan melihat asal suara itu. Sebuah kardus terjatuh dari lemari yang ternyata ulah kucing. Hyuk Jae pun mengelus dada untuk menenangkan ketakutannya.

“Aku kira apaan.”

Hyuk Jae segera mengambil kardus dan meletakkan kembali semula di atas lemari. Namun dia merasa aneh dengan gagang lemari itu. Warnanya merah. Hyuk Jae perlahan menyentuh cairan merah tersebut dan mencium baunya. Bau darah. Hyuk Jae membuka pintu lemari itu dengan hati-hati. Lilinnya yang ada ditangannya langsung terjatuh. Dia melihat kedua orang yang dikenalnya tergeletak tak bernyawa di dalam lemari dengan pakaian yang penuh darah. Mereka… Orang tua Dong Hae! Perasaan Hyuk Jae mulai merasa tidak enak. Dia langsung turun ke lantai satu. Menuju ke tempat So Eun dan Dong Hae. Dia terus berlari.

“SO EUN! DONG HAE!?” Hyuk Jae terus berteriak memanggil nama mereka. Hingga dia sampai diruang keluarga. Dia terperanjat melihat Dong Hae tergeletak di lantai. Hyuk Jae langsung menghampirinya.

“DONG HAE! BANGUNLAH DONG HAE!?”teriak Hyuk Jae menggoyangkan tubuh Dong Hae. Tidak lama, mata Dong Hae pun terbuka. Dia masih hidup. Hyuk Jae pun lega.

“AWW!?” Dong Hae meringis kesakitan saat memegang kepalanya. Dia berdarah. Kepalanya dipukuli.

“Dong Hae! Dimana So Eun?!” Hyuk Jae terus mengguncang tubuh Dong Hae agar tetap sadar.

“So Eun…. Dia.. Disana…” Dong Hae menunjukkan arah pintu kaca yang terbuka. Hyuk Jae melihat sebuah tongkat yang berdarah tergeletak disampingnya. Tentu saja, tongkat itulah yang memukul kepala Dong Hae hingga pingsan.

“SO EUN!? Dong Hae! Kau tunggu disini dulu!?” Hyuk Jae pun meninggalkan Dong Hae di ruangan itu. Dia begitu mencemaskan So Eun yang tidak tahu lari kemana. Hyuk Jae terus berlari hingga sampai di hutan yang tidak jauh dari villa. Tetap tidak bisa menemukan So Eun.

“SO EUN! DIMANA KAU!?” Hyuk Jae terus memanggil-manggil namanya. Berharap menemukannya dalam keadaan hidup. Berharap bisa menyelamatkannya. Namun nihil. Tidak ada. Di hutan yang tidak terlalu luas itu tetap saja tidak bisa ditemukannya. Terpaksa Hyuk Jae kembali ke villa. Dia harus menolong Dong Hae yang sedang terluka. Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah di lantai dua. Hyuk Jae mengubah jalurnya. Dia berlari menuju ke lantai dua. Berharap bisa menemukan So Eun. Dia menemukan jendela yang pecah. Tanpa buang-buang waktu, Hyuk Jae langsung masuk ke dalam kamar itu. Tubuhnya terdiam saat melihat seseorang yang memakai jaket hitam dengan pisau ditangannya. Hyuk Jae tidak bisa melihat wajahnya karena mati lampu.

“HEI KAU!? SIAPA KAU!?”teriaknya. Orang itu tidak bergeming. Masih dalam posisi diamnya.

“TUNJUKKAN WAJAHMU!?”teriak Hyuk Jae lagi. Karena orang itu tidak mau membalikkan tubuhnya. Hyuk Jae pun menghampirinya dan memutarkan tubuh orang itu. Sangat terkejut. Ternyata orang yang dikenalnya. Dia menangis ketakutan dengan pisau berdarah yang masih dipegangnya.

“KIM SO EUN!” Hyuk Jae begitu tidak percaya. Apakah So Eun pelakunya? Yang membunuh orang tua Dong Hae dan memukul kepala Dong Hae hingga pingsan. Tetapi kenapa dia menangis?
”Hyuk… Hyuk Jae…” So Eun hanya bisa sesegukan memanggil namanya karena dia masih shock.

“So Eun! Masa kau… Kau tidak mungkin membunuh mereka kan?”Tanya Hyuk Jae berusaha meyakini diri bahwa tidak mungkin pelakunya adalah So Eun.

“Hyuk.. Hyuk Jae… Dia… Di belakangmu…”

“Apa?”

Hyuk Jae menoleh, tiba-tiba pukulan telah menghantam kepala Hyuk Jae hingga terjatuh dan pingsan. So Eun pun ikut dipukulnya hingga pingsan.

*****

Beberapa jam kemudian. Akhirnya Hyuk Jae siuman. Dia sudah sadarkan diri. Dia begitu terkejut mendapati dirinya terikat di kasur. Hyuk Jae berusaha melepaskan diri. Namun dia melihat So Eun tergantung di jendela dengan tangannya yang diikat.

“KIM SO EUN!? SO EUN!?” Hyuk Jae terus memanggil namanya, berusaha menyadarkan So Eun yang pingsan walaupun dari jauh. Akhirnya So Eun pun sadar. Tangannya yang diikat gantung di jendela, So Eun berontak berusaha melepaskan diri.

“SO EUN! KAU BAIK-BAIK SAJA!?”teriaknya lagi. So Eun yang mendengar suara Hyuk Jae pun berhenti. Dia menatap Hyuk Jae yang masih terikat dikasur.

“Lee Hyuk Jae! Ternyata pelakunya… Yang membunuh Hyo Yeon dan Orang tua itu… Dia….” So Eun berusaha mengungkapkan pelakunya. Namun terlihat begitu sulit menyebutkan nama pelaku itu.

“Siapa, So Eun? SIAPA!?” teriak Hyuk Jae begitu penasaran.

‘Cklik’

Bunyi pintu yang terbuka. Hyuk Jae pun menoleh ke arah pintu itu. Dia melihat orang yang memakai jaket hitam dengan tudungnya. Orang itu membawa kotak obat.

“SIAPA KAU!?”teriak Hyuk Jae emosi.

“Hyuk Jae….” Lirih So Eun penuh ragu.

Hyuk Jae menatap So Eun. Ekspresinya begitu aneh seakan dia begitu tidak tega mengetahui siapa pelaku sebenarnya.

“Bagaimana luka di kepalamu, Hyuk Jae? Sakitkah?”

Hyuk Jae merasa kenal dengan suara orang itu. Hyuk Jae menatap terkejut. Tidak mungkin. Tidak mungkin orang itu adalah dia. Orang itu pun menurunkan tudungnya hingga menampakkan wajahnya yang penuh tersenyum. Hyuk Jae semakin terkejut melihatnya.

“Lee Dong Hae!”

Orang yang dipanggilnya hanya tersenyum menghiasi wajah tampannya.

TO BE CONTINUED……

NB: Jangan Lupa Dikomen Ya!!! ^^

27 responses to “You Are Mine [1 / 2]

  1. El Agustus 9, 2011 pukul 1:43 pm

    Yah . . .kog gitu kak ? Ummm . . . Kalo menurutku si hae suka sama unyuk yaa ? Hahahaha jadi@dia bunih hyeyeon (yess) sama mau bunuh so eun ? Gimana sih kak ?lanjut deh yaa . .penasaran

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:29 pm

      wkwkwk….
      apakah analisis anda tepat??? Mari kita liat jawabannya di part terakhir!!

  2. Yanesa Agustus 9, 2011 pukul 2:17 pm

    PENASARAN….

    Dtnggu part slnjutna:-D

  3. kaoru selly SangEun Agustus 9, 2011 pukul 2:46 pm

    wah eon seru FF nya ..
    si donghae kenpa jhat ma hyuk jae ??
    kan hyuk dah baik ma dong hae ??
    eon penasaran nih ..
    di tunggu part selanjutnya ,,🙂

  4. Annisa Hourai Agustus 9, 2011 pukul 3:57 pm

    permisi….Aku mo komen……

    Tangannya yang diikat serta lehernya digantung sehingga kakinya tidak bisa menyentuh lantai kotor itu. Darah segar terus mengalir dari perut gadis yang ditusuknya itu. Orang misterius yang membunuhnya pun menghilang==>horor mode on…Sadisss!

    Lelaki itu terus tertidur di kelasnya. Padahal masih pagi, walaupun lonceng belum berbunyi. Lelaki itu begitu nyenyak hingga air liurnya menetes ke buku sebagai bantalannya==>Hyuk Jae jorok…

    “Hehehe… Maaf. Habisnya semalam aku ada urusan penting.”
    “Urusan apa?”
    “RAHASIA.”==>waktu aku baca ini aku sudah curiga pelakux si donhae, motifx aku kira donghae juga suka sama Hyo Yeon.

    “Hyuk Jae. Ada apa? Kenapa kau begitu gelisah?”Tanya Dong Hae sambil memberikan es krim rasa strawberry kepada Hyuk Jae==>kalau aku suka ice cream rasa coklat *nggak ada yang nanya*

    “Pak Kim! KATAKAN KEPADAKU!? SIAPA YANG DIBUNUH?”seru Hyuk Jae berhasil menemui kepala sekolahnya yang sibuk memberi ketenangan kepada para murid itu.==>Hyuk Jae nggak sopan, klo bicara ma orang tua tuh nggak boleh teriak2…

    “Bolehkah aku…?”
    So Eun begitu mengerti apa yang dimaksud Hyuk Jae. So Eun mengangguk sambil tersenyum. Dengan perlahan, Hyuk Jae menyentuh dagu So Eun. So Eun menatap mata Hyuk Jae. Begitu juga Hyuk Jae. Tanpa perlu menunggu lama, Hyuk Jae pun mencium pipi So Eun dengan mesra.==>a..ku.. ki..ra mo ci..um…lol *puasa2 nggak boleh mikir yang aneh2*

    “Bagaimana luka di kepalamu, Hyuk Jae? Sakitkah?”
    Hyuk Jae merasa kenal dengan suara orang itu. Hyuk Jae menatap terkejut. Tidak mungkin. Tidak mungkin orang itu adalah dia. Orang itu pun menurunkan tudungnya hingga menampakkan wajahnya yang penuh tersenyum. Hyuk Jae semakin terkejut melihatnya.
    “Lee Dong Hae!”
    Orang yang dipanggilnya hanya tersenyum menghiasi wajah tampannya.==>Ow donghae… Kyak nggak ada cewek laen aj….Masak jeruk minum jeruk.

    Cerita hororx lumayan…, tapi aku lebih merinding waktu baca your soul is my soul, asli aku begidig thor.
    Over all cukup mnarik… aku tunggu part lanjutanx……

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:29 pm

      silakan!!! ^^

      “Bolehkah aku…?”
      So Eun begitu mengerti apa yang dimaksud Hyuk Jae. So Eun mengangguk sambil tersenyum. Dengan perlahan, Hyuk Jae menyentuh dagu So Eun. So Eun menatap mata Hyuk Jae. Begitu juga Hyuk Jae. Tanpa perlu menunggu lama, Hyuk Jae pun mencium pipi So Eun dengan mesra.==>a..ku.. ki..ra mo ci..um…lol *puasa2 nggak boleh mikir yang aneh2*
      ==>@ Khekhe…. masa ciumnya bibir mulu… kan bosen (?)

      “Bagaimana luka di kepalamu, Hyuk Jae? Sakitkah?”
      Hyuk Jae merasa kenal dengan suara orang itu. Hyuk Jae menatap terkejut. Tidak mungkin. Tidak mungkin orang itu adalah dia. Orang itu pun menurunkan tudungnya hingga menampakkan wajahnya yang penuh tersenyum. Hyuk Jae semakin terkejut melihatnya.
      “Lee Dong Hae!”
      Orang yang dipanggilnya hanya tersenyum menghiasi wajah tampannya.==>Ow donghae… Kyak nggak ada cewek laen aj….Masak jeruk minum jeruk.
      ==>@ jeruk makan jeruk kale…. eh…. tapi kan enak (?) -_________-“

  5. puchaabyzone Agustus 9, 2011 pukul 4:12 pm

    annyeooooonnggg retnoooooo….
    akhirnya diriku mampir dan comment juga hohoho…

    hadooohhh pas baca genrenya horor langsung narik yeppa dan tabi buat nemenin…

    hahaha si eunhyuk enak bgt yah..ditinggal mati hyo dapet soeun hohoho..*betapa beruntungnya dirimu nak..

    waduuuuhhhh hae jadi psikopat nieh ceriitanya..beuuuhhh serem amat yah..obsesi sm hyuk..mending hae sm gw ajah hahaha *ngarep kkkk

    lanjut author…
    pengen baca kelanjutannya…
    apa yg dilakukan hae selanjutnya..
    kira2 soeun n hyuk selamat ngk yah..

    disini saya..yeppa dan tabi akan menunggu kelanjutanya
    고마워요
    _bow_

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:26 pm

      yoooooooooooooooo!!!!!!!!!
      Khekhe….
      waduh…. tapi hae nya gak mau ama u, dia maunya ama ikan (?)
      gimana dunk????
      :p

  6. helda Agustus 9, 2011 pukul 9:02 pm

    waw apakah pelaku.y lee donghae??mash tanda tanya besar,klo memang donghae knpa dy melakukan perbuatan keji itu??
    author lnjut ff.y,kereenn
    akusuka2.

  7. DHiyah Zt DoUx Agustus 10, 2011 pukul 5:26 am

    jngan bLang kLo donghae ska ma hyuk jae ???

    accchhh,, crita y bkin pnsaran z dechhhhhhhhhh,,,
    ta tnggu part sLnjut y … ^^

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:23 pm

      OPS!!!
      Wkwkwkwk…..
      Liat aja jawabannya di part terakhir… ^^

  8. Echa babyKYUWON Agustus 10, 2011 pukul 4:01 pm

    Huua benerkah donghae ..
    Ahh si manis pelakuny?????

    Berharap gag,, ayo lnjt” pnsaran ..

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:21 pm

      mari lanjut bacanya!!!! ^^

  9. Bummiearab Agustus 11, 2011 pukul 2:03 am

    Kyak na donghae cinta mati dech ama eunhyuk. Makanya dia bunuh cewe2 yg di tunangkan dgn eunhyuk.
    . Tpi kok donghae bunuh ortu na sendiri sie??
    Atau jangan2 donghae mau minta restu buat jadian ama eunhyuk tpi n’gk di restuin jdi nya kesal dan bunuh ortu na sendiri *amit.amit*
    # ABAIKAN hhe.hhe. Sotoy amat ya hha.hha *plakkkkkkk

    . Ayoooo ka lanjut. Kali aj.jha opini kku benar. Hhe
    intinya aku suka semuaaa ff mu ka.. * SEMUANYA *

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:20 pm

      wkwkwkwkwk….. mungkin ada sebagian yang tepat tapi ada yg kurang tepat….
      marilah kita baca jawaban di part terakhir!! :p

  10. Poespa sang soeun Agustus 11, 2011 pukul 11:05 am

    Mw nebakkkk….
    Kya’ hae iri sma hyuk jae,karena ortu hae lebih syang ke hyuk jae,trus hae ska sma hyo hyeon eh malah di tunangkan sma hyuk jae…
    *org tuanya pun parah amat,lupa sma anak sndri*
    #gra2 ortu hae ni,jdnya hae jd seorg pembunuh…#
    *plakkkk
    *di sumpahi org tua hae *??*

    sumpah eonnie,,bkin aku merinding..
    Bulu kuduk ku berdiri semua,,apa lg wkt di villa…

    Lanjutttttt!!

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:20 pm

      mari kita liat jawabannya di part terakhir YOOOO!!!! ^o^

  11. rizkyapratiwi Agustus 13, 2011 pukul 4:03 pm

    waaaaaaahhhh …. gak d sangka dong hae pelakunya
    ya ammppuunnn, kira2 ada maksud pa ya??
    dong hae mungkin iri sm hyuk jae

    onnie suka sama ceritanya
    seruuuu, … lanjutin ya
    di tunggu next part

    • RetnoMyaniezasia Agustus 13, 2011 pukul 8:18 pm

      mari kita lanjut baca part yang terakhir!!! ^^

  12. AmandaChoiMinHaeBaoBei Agustus 27, 2011 pukul 3:36 pm

    sampe ngeluarin airmata gue saking seremnya…
    gue uda tebak kalo pelakunya Donghae..
    ketauannya dari castnya, namanya cuma Hyuk sama Donghae..
    #Ctaaarrr
    waktu Hyuk nanya dia kemana, dia malah bilang rahasia…
    disitu gue curiga…
    tapi maksud Donghae apah cobak ngebunuh orangtuanya sendiri???
    ahhh
    lanjot thorrr….

    • RetnoMyaniezasia Agustus 27, 2011 pukul 5:59 pm

      jawabannya ada di part final!!

  13. karinput Juli 7, 2012 pukul 3:10 pm

    halo..aku reader baru. Udah lama bookmarked blog km tp br bc skg hehe..abis gratakin blog km nih nyari fanfict cast hyuk jae atau dong hae yg udah ending, eh nemu ini..ceritanya bagus! Aku kira ini horor hehe..agak sensi sih wkt pertama tau ada cast hyo yeon-_- abisan aku ga suka sama pairing suju-snsd tp gpp, untungnya dia sudah ditiadakan..ampun chingu jgn trsinggung ._.v menurut aku, km bikin cast OC aja untuk pairing suju, soalnya kalo dipairingin sama gb byk yg haters..hehe maaf ya itu menurut aku aja, selanjutnya terserah km..oke aku bc next part dulu🙂

  14. Kim Ra rA Juni 24, 2013 pukul 6:40 am

    Waaah fishy oppa yang imut kaya ikan mas koki yang lucu unyu unyu jadi serem kaya ikan piranha,,,, keren thor yuk lanjutin

  15. chiie Juli 9, 2013 pukul 11:09 pm

    jgn” hae iri sm hyuk krn ortu’a lbh prhatian sm hyuk d bnding dy…

  16. oliph Oktober 8, 2013 pukul 12:49 pm

    itu pembunuhnya donghae yaakk…wahh seru…

  17. Rani Annisarura Juni 5, 2014 pukul 4:29 am

    kenapa nih tiba-tiba donghae jahat ke eunhyuk, kan eunhyuk udah baik ke donghae???

    So eun mau dibunuh sama hyoyeon,, gimana nih apa serius???

    Penasaran pingin baca part selanjutnya….

  18. sabanaRyuga Oktober 5, 2014 pukul 2:26 pm

    donghae kejem bngt yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: