RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

YOU ARE MINE [2 / 2]


Main Cast        : Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Kim So Eun

Genre               : Horor

Type                : Sequel (Two Shoot)

WARNING:

Tidak ada maksud untuk membuat So Eun pairing dengan Hyuk Jae dan Dong Hae, karena q ga punya bias GB yang q sukai, jadi hanya So Eun yang bisa digambarin karakter di ff ini. So buat mates jangan panik ya. ^^ Selamat Membaca ya. Dan JANGAN LUPA DI KOMEN! ^^ . Oh iya, kalo banyak yang komen dan suka cerita ini. Maka akan q lanjutin ke part terakhir. Coz ini ff horror pertama dengan karakter SuJu.

“DONG HAE! BANGUNLAH DONG HAE!?”teriak Hyuk Jae menggoyangkan tubuh Dong Hae. Tidak lama, mata Dong Hae pun terbuka. Dia masih hidup. Hyuk Jae pun lega.

“AWW!?” Dong Hae meringis kesakitan saat memegang kepalanya. Dia berdarah. Kepalanya dipukuli.

“Dong Hae! Dimana So Eun?!” Hyuk Jae terus mengguncang tubuh Dong Hae agar tetap sadar.

“So Eun…. Dia.. Disana…” Dong Hae menunjukkan arah pintu kaca yang terbuka. Hyuk Jae melihat sebuah tongkat yang berdarah tergeletak disampingnya. Tentu saja, tongkat itulah yang memukul kepala Dong Hae hingga pingsan.

“SO EUN!? Dong Hae! Kau tunggu disini dulu!?” Hyuk Jae pun meninggalkan Dong Hae di ruangan itu. Dong Hae hanya terdiam saat diperintahkan. Dia melihat Hyuk Jae berlari keluar sesuai dengan arahan Dong Hae. Terbesit senyuman aneh dibibirnya. Dia pun terbangun sambil memegang kepalanya yang begitu sakit. Dengan jalan terhuyung, Dong Hae berjalan menuju ke dapur tepat disampingnya ada sebuah tangga dimana So Eun sebenarnya berlari menuju ke arah lantai dua.

*****

Sungguh tidak disangka, selama ini hasil analisisnya bak detektif ternyata benar. So Eun begitu gemetaran, bukan hanya karena takut melihat kejahatan Dong Hae, tetapi dia juga menggigil karena pakaiannya di robek paksa oleh Dong Hae saat hendak membunuhnya. Dia terus mencari-cari sebuah pakaian yang bisa menutupi tubuhnya yang terlihat tipis. Iya, dia hanya mengenakan sebuah tank top dan untungnya dia memakai celana pendek. Dia masih bingung kenapa Dong Hae merobek pakaiannya. Dia masih ingat tentang kejadian beberapa jam yang lalu saat Hyuk Jae meninggalkan mereka berdua untuk ambil minumannya.

Flashback

Ini pertama kalinya dia berduaan dengan Dong Hae. So Eun terus melirik Dong Hae yang sibuk mengacak-acak kartunya sembari menunggu Hyuk Jae kembali. So Eun pun menghembuskan nafasnya, kepalanya penuh dengan pikiran dimana dia merasa aneh dengan Dong Hae. Menyadari di perhatikan, Dong Hae pun membalas tatapn So Eun. So Eun pun langsung menunduk dengan kikuknya.

“Ada apa, So Eun?”tanya Dong Hae ramah sambil meletakkan kartunya. So Eun tidak menjawab. Dia hanya menggeleng dan tersenyum. Dong Hae pun manggut-manggut.

“AH!! Kenapa Hyuk Jae begitu lama kembalinya?”keluh Dong Hae sambil berdiri, ingin menyegarkan tubuhnya yang terlihat lelah. Dong Hae pun menuju ke pintu, mengintip apakah Hyuk Jae telah kembali. Sementara itu, So Eun sibuk memainkan kartu. Dia memang sedikit canggung dengan Dong Hae. Saat hendak menggeser lilin agar bisa melihat kartu itu secara jelas, tidak sengaja menjatuhkan tas kecil milik Dong Hae. Sentak, So Eun segera memungut isi tas yang bertebaran itu sebelum ketahuan Dong Hae yang sibuk menunggu Hyuk Jae. Namun tatapannya berhenti ke tangannya yang memegang sebuah foto-foto. Dia begitu terkejut melihat beberapa foto Hyo Hyeon dan Hyuk Jae, juga foto sahabatnya yang telah lama hilang.

“IU?” gumam So Eun begitu tidak percaya. Sudah 5 tahun, dia terus mencari keberadaan sahabatnya yang tiba-tiba hilang. Di foto tersebut terlihat IU sedang duduk bersama Hyuk Jae. So Eun memutarkan otaknya untuk menganalisis foto tersebut. Bagaimana IU bisa mengenal Hyuk Jae? Dia bahkan tidak pernah menceritakannya.

“Tidak mungkin…. Jangan-jangan, selama ini yang aku curigakan ini benar.”gumamnya lagi.

“Apa yang kau curigakan?”

So Eun mendongakkan kepalanya, Dong Hae sudah berdiri dihadapannya dengan senyuman yang aneh. Mata So Eun melirik sebuah pisau yang ada ditangannya. Dong Hae berjongkok sambil mengambil foto-foto yang ada ditangan So Eun dan kembali memasukkan ke dalam tas kecilnya. So Eun terdiam. Dia bukan terdiam karena bingung. Dia terdiam memutarkan otaknya, bagaimana caranya agar bisa lari dari Dong Hae.

“Nah… apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Dong Hae sambil mengacungkan pisaunya ke arah So Eun dengan santai setelah selesai membereskan foto-fotonya. Lagi-lagi So Eun tidak menjawab. Dia tahu maksud Dong Hae. So Eun segera mundur dengan pelan. Dong Hae masih memperhatikannya sambil maju mendekati So Eun. So Eun pun langsung membalikkan tubuhnya dan segera berlari namun sayang dia terjatuh karena kakinya ditahan Dong Hae. Dong Hae langsung menahan tubuh So Eun dengan mendudukkan tubuh So Eun. Tangannya terus memainkan pisau. So Eun meronta berusaha melepaskan diri namun posisinya begitu sulit.

“Uhm… aku begitu kecewa kenapa kau bisa jadi tunangan Hyuk Jae. Padahal aku sudah membunuh kedua calon tunangannya terdahulu.”

‘Kedua calon tunangan?’

So Eun menajamkan tatapannya ke Dong Hae, dia begitu aneh mendengarnya.

“Maksudmu…. Kau juga membunuh IU?” pertanyaan itu pun keluar dari mulut So Eun.

“Kau mengenalnya?” Dong Hae malah kembali bertanya. So Eun berusaha memundurkan tubuhnya karena Dong Hae merobek pakaiannya dengan pisau miliknya.

“Dia sahabatku… teganya kau membunuhnya!”

Dong Hae malah tertawa. So Eun terus mencari benda-benda yang bisa melepaskan dirinya. Tangannya kanannya menemukan sebuah tongkat. Tidak perlu menunda, So Eun langsung menghantam Dong Hae dengan tongkat dan sukses membuat Dong Hae pingsan. So Eun segera menyingkirkan tubuh Dong Hae. Dia langsung menendang pisau yang digenggam Dong Hae. Sambil menahan pakaiannya yang tersobek dan melorot itu, So Eun segera berlari menuju ke lantai dua.

End Of Flashback

So Eun terus mengubek-ngubek isi lemari. Aneh. Kenapa tidak ada pakaian miliknya? Dia terus mencari hingga menemukan tas miliknya di samping kasur. So Eun segera menarik resleting tas tersebut. Alangkah kagetnya melihat seluruh pakaiannya tersobek-sobek.

“Astaga! Kenapa dia mesti merobek pakaianku?”

Tidak menyerah, So Eun segera berlari ke kamar sebelah. Di sebuah kamar Hyuk Jae. Dia membuka lemari, dan hanya menemukan sebuah jaket hitam. So Eun mengernyitkan dahinya. Jaket hitam itu sepertinya dia pernah lihat. Tetapi dimana? Namun karena pakaian tipisnya, So Eun segera mengambil jaket hitam itu dan menutupi tubuhnya.

“Hei! Kenapa kau memakai jaketku?”

So Eun segera menoleh. Dong Hae sudah sadar. So Eun memundurkan langkahnya. Dia melihat sebuah tongkat ada ditangannya.

“Dasar gadis kurang ajar! Beraninya kau memukul kepalaku!?” seru Dong Hae dengan kesalnya. Dia segera mengayunkan tongkatnya, namun meleset karena So Eun menunduk menghindari pukulannya dan hasilnya tongkatnya malah terlempar ke arah jendela hingga pecah.

“HEI KAU!? SIAPA KAU!?”

Terdengar suara teriakan Hyuk Jae. So Eun tidak bergeming. Masih dalam posisi diamnya. Rupanya Hyuk Jae tidak menyadari keberadaan Dong Hae karena suasana yang gelap. So Eun mengeratkan jaketnya. Dia semakin takut, namun dia menemukan sebuah pisau berdarah di balik jaketnya. Sebuah pisau yang telah membunuh orang tua Dong Hae.

“TUNJUKKAN WAJAHMU!?”teriak Hyuk Jae lagi. Karena So Eun itu tidak mau membalikkan tubuhnya. Hyuk Jae pun menghampirinya dan memutarkan tubuhnya. Hyuk Jae sangat terkejut. So Eun menangis ketakutan dengan pisau berdarah yang masih dipegangnya.

“KIM SO EUN!” Hyuk Jae begitu tidak percaya.
”Hyuk… Hyuk Jae…” So Eun hanya bisa sesegukan memanggil namanya karena dia masih shock.

“So Eun! Masa kau… Kau tidak mungkin membunuh mereka kan?”Tanya Hyuk Jae berusaha meyakini diri bahwa tidak mungkin pelakunya adalah So Eun.

“Hyuk.. Hyuk Jae… Dia… Di belakangmu…”

“Apa?”

Hyuk Jae menoleh, tiba-tiba pukulan telah menghantam kepala Hyuk Jae hingga terjatuh dan pingsan. So Eun pun ikut dipukulnya hingga pingsan.

*****

So Eun hanya bisa menatap Dong Hae yang sibuk mengobati luka di kepala Hyuk Jae akibat pukulan yang dilayangkan Dong Hae. Terlihat Hyuk Jae sangat menolak diobatinya.

“LEPASKAN AKU, DONG HAE!?” Hyuk Jae terus meronta hingga Dong Hae sulit mengobatinya.

“Bisakah kau diam , Hyuk Jae? Lihatlah, aku semakin sulit mengobatimu.”

“DONG HAE!” bentak Hyuk Jae sukses membuat Dong Hae terdiam. Dong Hae terpaksa meletakkan peralatan obatnya di samping kasur.

“Kenapa kau membentakku, Hyuk Jae?” ujar Dong Hae membelai kepala Hyuk Jae. Hyuk Jae semakin merasa aneh dengan sikap Dong Hae.

“Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau jadi seperti ini? Apa kau membunuh orang tuamu sendiri? Juga Hyo Hyeon…?”

Namun yang ditanya malah tertawa keras. Hyuk Jae pun semakin bingung melihatnya. Dia terlihat jadi gila.

“Mereka…. Bukan orang tuaku, Hyuk Jae.”

“APA!?” Hyuk Jae begitu terkejut dan sangat bingung.

“Apa kau tidak merasa aneh dengan sikap mereka terhadapmu? Mereka lebih sayang kepadamu daripada aku. Mereka lebih gencar menjodohkanmu daripada aku.”

“Apa maksudmu, Dong Hae?” Hyuk Jae masih tidak mengerti.

“Mereka adalah orang tua kandungmu. Sedangkan orang tuamu adalah orang tua kandungku. Kita ditukar mereka saat di rumah sakit.”

Mata Hyuk Jae menatap tidak percaya. Dia tidak bisa berkata apa-apa.

“Kau tahu alasannya kenapa?”

“Itu karena sejak aku lahir, aku sangat lemah. Awalnya aku didiagnosis akan segera mati. Tetapi karena Ayah begitu sangat menginginkan anak laki-laki yang sehat, akhirnya dia meminta orang tuamu untuk menukarkan kita.”

Hyuk Jae masih terdiam. Dia benar-benar berusaha memikirkan perkataan Dong Hae. Sungguh tidak masuk akal. Sangat tidak masuk akal. Kenapa mereka tidak menceritakannya?

“Kalau begitu, kenapa kau tidak beritahu aku?” Akhirnya Hyuk Jae bertanya. Dong Hae pun meletakkan kepalanya di dada Hyuk Jae.

“Awalnya aku ingin memberitahumu. Tetapi aku tidak bisa.”

“Kenapa?”
”Karena orang tuamu mengancam akan memisahkan aku dengan kau.”

“Pisah?”

“Iya. Aku begitu sangat marah saat mendengar mereka akan menjodohkanmu dengan gadis lain. Padahal aku sangat menentang itu.”

“Apa maksudmu, Dong Hae? Aku sangat tidak mengerti!”

“Hahahaha!!! Aku suka dengan kepolosanmu, Hyuk Jae!? Rupanya kau benar-benar tidak mengerti. Apa kau tidak curiga dengan sikapku terhadapmu?”

Hyuk Jae terdiam. Dia memikirkan perkataan Dong Hae, bahkan dia memikirkan masa-masanya bersama Dong Hae dulu. Memang dia dan Dong Hae akrab, lebih akrab malah. Sikapnya terlihat seperti lebih dari seorang sahabat.

“Dong Hae…. Jangan bilang kau….”

“Iya. Aku sangat mencintaimu, Hyuk Jae. Kau adalah milikku. Aku tidak rela melihatmu bersama gadis-gadis yang jadi tunanganmu. Aku…..”

“DONG HAE, SADARLAH!? AKU INI LAKI-LAKI!?” teriak Hyuk Jae yang begitu tidak terima dengan kenyataannya. Dong Hae malah tertawa lagi. Terlalu gila.

“Aku tahu, kau itu laki-laki. Tapi bukankah itu sama. Kita sama-sama manusia. Kita juga butuh cinta…”

“SANGAT BERBEDA, DONG HAE! AKU INI LAKI-LAKI!?” Hyuk Jae sengaja memotong perkataannya. Dia sungguh tidak tahan dengan pengakuan Dong Hae. Namun Dong Hae malah membungkam mulut Hyuk Jae sehingga Hyuk Jae tidak bisa berbicara lagi.

“Aku sudah muak dengan perkataanmu itu. Memangnya kenapa kau laki-laki? Aku juga laki-laki. Salahkan jika aku butuh cintamu? Apa lagi selama ini aku ditelantarkan orang tua kandungku bahkan orang tua ‘palsu’ku. Hanya kau yang bisa menenangkan hatiku yang sangat suram. Hyuk Jae, aku mohon.. Kau tidak boleh menolakku. Kau milikku selamanya.” Mata Hyuk Jae semakin menolak perkataan Dong Hae tadi.

So Eun yang sedari tadi menyaksikan peristiwa tersebut pun ikut terkejut. Tidak disangka, motifnya yang begitu aneh. Dia melihat Dong Hae mendekatkan bibirnya ke kening Hyuk Jae. So Eun semakin muak melihatnya.

“Aku tidak boleh membiarkan Hyuk Jae diperlakukan seperti itu!”gumam So Eun berusaha menarik tangannya yang terikat di gantungan jendela. Dia terus menarik tangannya, tidak peduli pergelangan tangannya berdarah. Dengan tenaganya yang semampunya, akhirnya dia berhasil mematahkan gantungan jendela tersebut dan berlari menuju ke Dong Hae.

‘BRUK!’

Dong Hae terjatuh di lantai saat dipukul So Eun dengan gantungan jendela yang patah itu. So Eun mengaturkan nafasnya saat melihat Dong Hae tergeletak kesakitan. Tanpa membuang waktu, So Eun segera melepaskan ikatan Hyuk Jae. Setelah terlepas, Hyuk Jae pun gantian melepaskan ikatan So Eun.

“Ayo, kita pergi dari sini!” seru Hyuk Jae sambil menarik So Eun. Meninggalkan Dong Hae.

“Kalian tidak akan kubiarkan lolos!?”geramnya.

*****

Mereka terus berlari keluar. Terus mengelilingi sekitar villa, mencari sebuah mobil untuk bisa kabur dari tempatnya. Namun nihil, mereka tidak menemukan mobil satu pun.

“Hyuk Jae! Bagaimana ini? Tidak mobil disini.”

“Aneh.. Padahal mobilnya ada disini. Apa Dong Hae yang membuang mobilnya?”

Mereka sungguh kehabisan tenaga. Terpaksa mereka duduk di rumput, tepatnya di halaman belakang villa. Hyuk Jae menatap So Eun yang sedang berusaha mencari jalan keluar.

“Maafkan aku…”

So Eun menoleh. Dia mengernyitkan dahinya saat mendengar perkataan Hyuk Jae barusan.

“Minta maaf, untuk apa?”

“Soal itu… Aku sungguh tidak menyangka akan jadi begini. Ternyata Dong Hae lah yang membunuh Hyo Hyeon dan juga hampir membunuhmu.”ujar Hyuk Jae menunduk.

“Sudahlah, Hyuk Jae. Kau tidak salah. Dia juga tidak hanya membunuh Hyo Hyeon, tetapi juga IU.”

“IU?” Hyuk Jae terlihat terkejut saat mendengar So Eun menyebut IU.

“Kenapa Dong Hae membunuh IU?” Hyuk Jae benar-benar tidak tahu soal IU walaupun sebenarnya IU adalah teman SMPnya.

“Karena… IU adalah calon tunanganmu yang pertama.”

“APA! IU calon tunanganku!?” Hyuk Jae benar-benar terkejut. Dia tidak pernah mendengarnya. So Eun mengangguk.

“Dong Hae membunuhnya sebelum sempat memperkenalkanmu kepadanya sebagai calon tunangan oleh orang tuamu.”jelas So Eun. Wajah Hyuk Jae terlihat sangat shock. Berarti sudah ada 4 korban. Bukan 3.

“Aku sungguh tidak mengira… bagaimana mungkin Dong Hae begitu tega membunuhnya? Walaupun kenyataannya dia mencintaiku. Tidak… aku tidak suka dengan kenyataan ini. Dia pasti tidak sungguh-sungguh menyukaiku.” Hyuk Jae benar-benar tidak terima dengan Dong Hae yang menyimpang itu.

“Maafkan aku, Hyuk Jae.” So Eun begitu merasa bersalah. Hyuk Jae pun semakin frustasi.

“Sudahlah, Hyuk Jae. Ayo kita harus pergi dari sini.”ucap So Eun saat hendak berdiri.

‘BRUK!’

So Eun pingsan di pelukan Hyuk Jae, “So Eun!” Hyuk Jae berusaha menyadarkan So Eun. Perlahan dia mendongakkan kepalanya, Dong Hae berdiri dengan tongkat yang dipegangnya.

“Maafkan aku, Hyuk Jae. Aku terpaksa memukulnya.”ucap Dong Hae yang terlihat santai.

“Ayo ikut aku! Tinggalkan saja dia!” Dong Hae menarik tangan Hyuk Jae dengan paksa. Tidak terima. Hyuk Jae langsung menonjok wajah Dong Hae hingga tersungkur.

“Hyuk Jae! Kau tega memukulku.”ujar Dong Hae menyeka luka dibibirnya.

“Aku tidak akan biarkan kau menyakiti So Eun bahkan diriku.” Ucap Hyuk Jae yang semakin jantan untuk menantangnya. Dong Hae pun tertawa sinis.

“Oh iya? Aku kira kau tidak memiliki kekuatan untuk menghajar seseorang yang kau sayangi.”

“Tidak. Kau sudah bukan orang kusayangi lagi. Kau adalah musuhku.” Tegas Hyuk Jae. Dong Hae pun mendekati Hyuk Jae. Tanpa aba-aba, Hyuk Jae langsung menghajar Dong Hae namun meleset, tangannya ditahan. Sebaliknya Dong Hae memukul perut Hyuk Jae. Hyuk Jae pun terjatuh. Dia meringis kesakitan di perutnya.

“Kau merasa jagoan? Aku suka itu.”

Dong Hae menarik kerah Hyuk Jae dengan kasar. Dia memandang wajah Hyuk Jae dengan lekat.

“Lee Hyuk Jae… Menurutmu, haruskah aku membunuh So Eun dengan sadis?” bisiknya. Hyuk Jae ingin berbalik menghajar Dong Hae namun sesuatu menarik kerah Dong Hae dan terlempar ke belakang. Hyuk Jae pun terlepas dari cengkraman kerahnya.

“So Eun.. Kau sudah sadar?”

So Eun memunggungi Hyuk Jae, melindungi Hyuk Jae dengan pistol yang ada ditangannya. Dong Hae yang terlempar itu pun terdiam melihatnya. Bagaimana bisa So Eun memiliki sebuah pistol?

“Kau tidak akan bisa membunuhku dengan semudah itu. Lee Dong Hae.”ucap So Eun dengan tegas. Tangannya masih mengacungkan pistol ke arah Dong Hae. Hyuk Jae pun bangkit dengan susah payah.

“So Eun. Darimana kau dapat pistol itu?”tanya Hyuk Jae. So Eun melirik dan tersenyum.

“Kau lupa? Aku ini seorang polisi.”

Iya. So Eun adalah seorang polisi. Memang wajahnya yang terlihat sangat muda dan tidak terlihat seperti seorang polisi. Dia sengaja menyamar sebagai gadis SMA demi menemukan IU yang telah menghilang lima tahun yang lalu. IU seseorang yang dianggap sebagai sahabat sekaligus adik kesayangannya. Ketika Hyuk Jae mengetahui penyamaran So Eun setelah dari pemakaman Hyo Hyeon. Akhirnya mereka bekerja sama untuk mencari pembunuh yang diduga berkaitan dengan Hyo Hyeon.

Dong Hae pun berdiri dengan menahan rasa sakitnya.

“Kau polisi? Cih… sungguh memalukan.”sindirnya. So Eun tidak peduli dengan perkataan itu.

“Menyerahlah. Kau sudah terbukti telah membunuh 4 korban.”ucap So Eun dengan lantang. Namun sepertinya Dong Hae tidak mau menyerah begitu saja. Dia begitu nekat mendekati mereka.

“LEE DONG HAE! JANGAN MENDEKAT!? ATAU AKU TEMBAK!?” seru So Eun. Tampaknya Dong Hae tidak peduli. Dia terus berjalan mendekati mereka sehingga So Eun terpaksa melepaskan satu peluru ke perut Dong Hae. Memang kena. Namun Dong Hae terlihat masih bertahan untuk berjalan mendekatinya walaupun darahnya telah mengalir mengotori pakaiannya. So Eun menembaknya lagi. Dong Hae pun terpaksa menyerah, malah berjalan mundur masuk ke dalam hutan. Dia kabur. So Eun dan Hyuk Jae segera mengejarnya. Setelah beberapa lama, Dong Hae berhenti. Jalan buntu.

“Berhenti, Dong Hae! Menyerahlah!?” seru So Eun. Dong Hae tidak menggubrisnya. Dia malah tersenyum melihat Hyuk Jae dan dia sengaja menjatuhkan diri ke sungai.

“DONG HAE!!??” So Eun dan Hyuk Jae begitu panic. Mereka mendekati sungai itu. Mencari sosok Dong Hae yang mulai kebawa arus.

“Apa dia sudah mati?”tanya Hyuk Jae cemas.

“Aku harap begitu.” Jawab So Eun.

*****

Lelaki itu terus tersenyum melihatnya. Melihat gadis yang sibuk membawa kopernya yang cukup besar. Setelah bertemu dengan kekasihnya yang telah menunggunya, gadis itu kembali menghampiri lelaki itu.

“Hyuk Jae! Kau sungguh tidak apa-apa?”jawab So Eun yang rupanya masih cemas dengan keadaan Hyuk Jae mengingat mayat Dong Hae belum ditemukan.

“Aku tidak apa-apa, So Eun. Terima kasih, kau sudah menyelamatkan hidupku.”ucap Hyuk Jae sambil memeluk So Eun. Memberi pelukan terakhir karena So Eun akan segera kembali ke Busan.

“Baiklah, kalau begitu. Aku harap kau baik-baik saja. Kau bisa jaga dirimu.”

“Tenang saja. Sudah kau kesana! Nanti kekasihmu cemburu denganku.” Ujar Hyuk Jae bercanda. So Eun menoleh, kekasihnya hanya tersenyum.

“YA! Hyuk Jae!? Dia mana mungkin cemburu denganmu. Dia kan tahu kalau kau adalah klien untuk kasusku.”

“Aku mengerti! Baiklah, aku pergi dulu. Aku mau beres-beres dulu di apartemenku.”

“Baiklah. Aku harap kau hati-hati selama tinggal di luar negeri nanti.”

Hyuk Jae mengangguk lagi. Dia membalikkan tubuhnya dan masuk ke dalam taksi. Taksi pun melesat pergi meninggalkan So Eun di bandara. Melihat taksi itu menjauh, So Eun pun kembali mendekati kekasihnya yang sibuk membaca dokumen.

“Kak Kim Bum! Kau sedang membaca apa?” seru So Eun yang penasaran. Kekasihnya yang dipanggilnya Kim Bum pun tersenyum.

“Hanya melihat data-data pasien yang telah aku tangani beberapa hari yang lalu.”

So Eun hanya mengangguk mengerti dengan Kim Bum yang berprofesi sebagai dokter. Dia pun ikut membaca data-data pasiennya hingga ke halaman terakhir. Senyumannya memudar saat melihat foto pasien tersebut. Foto yang tidak asing dilihatnya.

“Kak Kim Bum! Ini… bukankah ini foto Lee Dong Hae?” tanya So Eun sambil menarik dokumen dari tangan Kim Bum. Ia ingin memperjelas penglihatannya. Berharap itu bukan foto yang dipikirnya. Kim Bum yang mendengar pertanyaannya malah mengangguk.

“Iya. Beberapa hari yang lalu, dia dilarikan ke rumah sakit tempat aku bekerja. Katanya dia ditemukan di pinggir sungai. Kebetulan aku punya jadwal kosong. Jadi aku yang mengoperasikannya. Kedua peluru sudah mengenai tubuhnya namun dia masih bisa bernafas. Aku sungguh takjub.”

Tampaknya Kim Bum tidak menyadari bahwa pasiennya merupakan pembunuh yang hampir saja mengancam nyawa So Eun. Sontak saja, So Eun segera berlari menuju taksi tanpa mempedulikan panggilan Kim Bum.

Hyuk Jae harus mengetahui ini. Dia harus mengetahuinya!

*****

Hyuk Jae memasuki apartemennya. Dia terlihat begitu lelah. Karena peristiwa beberapa hari yang lalu. Yang tidak mudah dilupakannya. Hyuk Jae segera mengambil botol mineralnya. Dituangkannya ke dalam gelas lalu minum dengan cepat karena begitu haus. Tiba-tiba gelas dan botolnya terjatuh dan pecah. Hyuk Jae merasakan keanehan ditubuhnya. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan susah payah, dia membalikkan tubuhnya. Sungguh terkejut, seorang laki-laki berdiri di samping pintu tepat dihadapannya. Laki-laki itu tersenyum bangga melihat Hyuk Jae terlihat tak berdaya. Rupanya minumannya sudah diracuni.

“K..Kau… Dong Hae…” Hyuk Jae begitu susah mengeluarkan suaranya. Dong Hae mendekatinya dan merangkul tubuhnya.

“Tenang saja, Hyuk Jae. Efeknya tidak terlalu lama kok.” Bisiknya sambil mencium bibir Hyuk Jae. Hyuk Jae pun tertidur dipelukannya.

*****

So Eun terus menghubungi ponsel Hyuk Jae. Tetap saja tidak ada jawaban. So Eun terus berlari melalui tangga. Setelah sampai di apartemennya. Dia segera memencet belnya. Berharap dia tidak terlambat.

“Ayolah, Hyuk Jae! Buka pintunya!?” seru So Eun penuh cemas. Dia langsung memutarkan kenop pintunya. Tidak terkunci. Mencurigakan. So Eun pun mengendap-endap masuk kedalamnya.

“Lee Hyuk Jae..”

Terlalu hening. So Eun memasuki kamar Hyuk Jae. Terlihat isi lemari berantakan bahkan barang-barang yang ada di lacinya juga berantakan. So Eun menyimpulkan –bahkan tidak ingin mengakui kesimpulannya-.

“Tidak mungkin… Lee Hyuk Jae!”

*****

Mobil sedan putih itu terus melaju menuju ke arah yang tak tentu. Melewati sebuah sungai Han yang terkenal di Seoul. Si Pengemudi itu terus bersiul bahkan kadang-kadang bernyanyi dengan riangnya. Terlihat pancaran wajahnya yang seolah mendapatkan miliknya kembali. Pengemudi itu melirik kesamping. Memandangi lelaki yang dicintainya. Lee Hyuk Jae, sedang tertidur pulas di sampingnya. Dia yakin bahwa Hyuk Jae adalah miliknya, SELAMANYA.

~*THE END*~

NB: Selesai juga…. wkwkwk….. banyak yang tak diduga ya.. atau ada tebakan kalian yang benar? Oke. saatnya tinggalkan komentar kalian n jawab pertanyaannya ya !! ^^

Bagian mana yang menurut Kalian paling tidak terduga, emosi,  tragis dll? DIJAWAB YA ^^

30 responses to “YOU ARE MINE [2 / 2]

  1. El Agustus 13, 2011 pukul 8:48 pm

    LOL Anjirrrrrr . .Bener juga dugaanku kalo hae punya kelainan .Hemmm si kakak udah berani bikin ff Gini yaa,hayoloh mendekati yaoi tuh wkwkwkwk.Kaget juga kalo so eun malah pacarnya kim bum (iya dong . .Ntar KB manyun2 di pojokan kalo liat so eun sama namja lain).Bagus koq kak,haha bikin ff lain lagi ya okay ?

  2. Bummiearab Agustus 14, 2011 pukul 6:12 am

    Omooooo
    dugaan kku ada bener nya..
    Tpi banyak salah nya.
    Huahahahahahaha
    mantap eon.
    Astagaaaa
    aku bingung dpt ide dri mana kyak beginian DAEBAKKK bgt dech pokoknya
    . Bikin lagi ya.. Hhe.hhe

  3. rizkyapratiwi Agustus 14, 2011 pukul 8:13 am

    hahahahahahaahaha …. endnya bagus
    sunggu tak terduga… luar biasa
    daebak bwt author
    d tunggu cerita lainnya

  4. kaoru selly SangEun Agustus 14, 2011 pukul 8:26 am

    waduh tu donghae HOMO toh ..
    q kira donghae itu suka ma so eun ..
    ternyata ada kim bum juga toh ?
    n pacaran ma so eun.. hohoho.
    kirain q hyukjae bneran tunangan ma so eun ..

    eon FFnya keren ..
    ku tunggu karya selanjutnya ..

  5. Echa BabyKYUWON Agustus 15, 2011 pukul 6:13 am

    Huua yaoi nii ..

    Ohh ternyta so eun tuch polisi,, prnh baca sinopsis kyk begini sii tapi beda klo gag salah eunhae playboy cuma so eun 11:12 lah sama polisi ..

    Huua ada kim beom,, pacarny so eun aihhh unyu dech ..

    Aku tnggu krya slnjtny🙂

  6. Endah hyukie Agustus 15, 2011 pukul 2:23 pm

    Chinguuu, d bkin klanjutan ny lg dong? Pas eunhyuk oppa sdar? Apa dia bkln mnerima hae oppa atau……!

    • RetnoMyaniezasia Agustus 16, 2011 pukul 3:14 am

      wkwkwkwk…. uhm…. gak tau deh mw dilanjutin apa kagak ^^

  7. annisa hourai Agustus 16, 2011 pukul 10:15 pm

    yang paling tidak terduga: waktu tau kim bum pacarx so eun,aku bener2 nggak nyangka^^

    emosi : koq bisa2x kim bum ngobatin donghae ckckck

    tragis : ini bulan puasa thor, masak jeruk makan jeruk (?)

    romantis : nggak ada romantisx, ini kan cerita horor (?)

    sedih : sedih ceritax cuma twoshoot

    saiia suka ceritax, walo kurang panjang😉

    • RetnoMyaniezasia Agustus 22, 2011 pukul 6:20 am

      tragis : ini bulan puasa thor, masak jeruk makan jeruk (?) ==> Hahaha…. entah napa terlintas begitu aja. Gara2 nonton vid nya EunHae -____-“

  8. DAO Agustus 21, 2011 pukul 11:11 am

    I can”t understand but its so surprising that you have created like this cause I am a big fan of so eun and suju

    • RetnoMyaniezasia Agustus 22, 2011 pukul 5:41 am

      hehehe…. yeah… because I am a big fans So Eun too… with Eun Hyuk, Dong Hae, Lee Teuk, and Kyu Hyun.. ^^

  9. AngElfShawols HaeSso Shipper Agustus 22, 2011 pukul 8:23 am

    bagussss bgt FF nya ,,,
    tapi aku kira Donghae sukanya ma soeun,ternyata nggak…
    Eonn Kpan2 buat FF HaeSso yahhh🙂 ,,,
    *heheheh

  10. Indah_ELF Agustus 23, 2011 pukul 8:36 pm

    Seruuu
    q jga udh baca part 1 bru command seruu gg nyangkah donghae yg ngebunuh’a .trus tuch hae ska sma hyuk haduh kacau hehe..
    Ntu tiba” ada kim bum’a .emang so eun gg jauh2 pSti slalu ada kim bum ..ckck
    ending’a msh gntUng!!!

  11. AmandaChoiMinHaeBaoBei Agustus 27, 2011 pukul 3:59 pm

    #cengoo
    okey,
    sorry gue ngga loding sama endingnya thor??
    si Hyuk mati jugak sama si Donghae??

    • RetnoMyaniezasia Agustus 27, 2011 pukul 5:58 pm

      gak… dia cuma dibius aja ama donghae… kan minum air yang udah dikasih racun obat tidur gitu ma donghae.. ^^ Hahahaha…. Endingnya emang sengaja dibikin gantung. Kan khas horor ato thriller kan gitu. :p

  12. VayTeuKey September 13, 2011 pukul 12:06 am

    gak nyangka kalo hyuk bakal mati. ANDWAEEEE!!! gak tega hyuk mati. kenapa gak hae z sech yang mati. itu mereka k sungai Han mu bunuh diri di sana ya?? ngegantung thor, tapi gpp deh. aq kadang suka ff gantung. DAEBAK!

    • RetnoMyaniezasia September 14, 2011 pukul 7:55 am

      Hyukie gak mati.. dia cuma dibius aja, tertidur gitu. Ke sungai Han cuma mau lewat aja. Kan agy dalam perjalanan lewat sungai Han -_________-“

  13. thalia taemin November 25, 2011 pukul 7:56 am

    mwoya…..? ya ! andweyo….!…. uri eunhyuk oppa ga… neomu….!!!! cham…. geunde ,,…. aju johahaeyo…!! aku kira soeun lah si sang pembunuh soalnya dari awal dah gk meyakinkan…. n buat donghae oppa….. ( dari pada oppa jadi MAHO alias MANUSIA HOMO mending ma aku aja …. di jamin bahagia seumur hidup…. kekekekeke *di tabokin ama elf seluruh dunia…..* )

  14. geill Desember 12, 2011 pukul 2:55 pm

    wala2 sungguh tragis, ternyata donghea HOMO………………ckckckck.
    but ceritanya seru kok…….^_^”

  15. kim sohyun Maret 8, 2012 pukul 2:19 am

    wah…wah..
    ternyata bneran donghae gay,,ud nbak dri awl sih kalo otak dri smua pmbunuhan yg t’jdi tu si donghae..

    tp ga nyangka ja klo soeun polisi yg menyamar..eh da kimbum jg.walopun cma dkit..Hehehe

  16. syawalia febriani Mei 9, 2012 pukul 3:49 am

    sungguh menyedihkan kisah LEE HYUK JAE sampai nangis aku baca nya😥
    tpi author nya keren buaangets🙂

  17. karinput Juli 7, 2012 pukul 3:28 pm

    ditengah part ini sempet mikir kalo donge homo, tp ga mgkn..eh gaktaunya?! Masya allah nak..dia psikopat+gay..sumpah bru pertama kali bc fanfict dgn cast donge yg bgni! Daebak! Aku sempet geli sndiri wkt donge nyium bibir hyukkie..ya allah.. MUAHAHAHAHA btw gpp kok km bkin pairing eun so dgn mereka, cocoklah, asal jgn gb+IU.. Itu bkin galau..daebak!

  18. karinput Juli 7, 2012 pukul 3:29 pm

    btw ini endingnya pas bgt, aku jg smpet bingung kalo konflik bgini endingnya bakal ky apa..dgn ending raga ngegantung ini cocok bgt!

  19. Gege Juli 21, 2012 pukul 5:38 am

    Yah ngambang(?) ceritanya unni
    gmna tuh nasib eunhyuk??donghae gx waras tuh..*dbunuhelfish
    tpi critanya bgus unni^^

  20. Kim Ra rA Juni 24, 2013 pukul 7:25 am

    Wah keren eon, G’ pernah nyangka sebelumnya,,,, tapi kalau so eun polisi kenapa waktu ketemu ama hyuk jae waktu sso pake jaket itu keliatannya sso ketakutan kan doi polisi,,,
    eon lavender sama that was somebody like you nya ko G’ d terusin?

  21. chiie Juli 9, 2013 pukul 11:18 pm

    aigoo…
    trnyata hae mncintai hyuk…
    n mreka d tukar..
    ortu’a kejam…
    tp msh gantung thor..
    hehehehe

  22. oliph Oktober 8, 2013 pukul 12:58 pm

    huaaa daebak….

  23. Rani Annisarura Juni 5, 2014 pukul 4:33 am

    nggak nyangka banget ternyata so eun itu sama kim bum nggak sama donghae / eunhyuk…..

    Tapi tetap keren banyak hal yang nggak terduga….

  24. sabanaRyuga Oktober 5, 2014 pukul 2:44 pm

    ga di sangka ternyata dy gay

  25. Sakura November 7, 2014 pukul 2:05 pm

    Critanya bner2 gak bisa ditebak, keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: