RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 10]: Rencana Yang Mencurigakan


Kyu Hyun dan Kim Bum saling pandang dan terkejut karena mengatakan kalimat yang sama. Sementara So Eun dan Ga Eul masih memandang heran.

“YA, Kyu Hyun! Ternyata memang benar itu kau!?”seru Hyuk Jae memecahkan keheningan dengan suara berisiknya. Kyu Hyun langsung menghampiri Hyuk Jae dengan sebalnya.

“Hei! Kau, si playboy Ikan Teri! Sedang apa kau di sini? Bukankah kau harusnya masih di Amerika?” ketus Kyu Hyun. Dia sungguh tidak menyukai kehadiran Hyuk Jae dihadapannya.

“Hei… hei..hei.. Tenang dulu. Kenapa kau begitu emosi? Aku datang kesini untuk liburan aja kok.” Jawab Hyuk Jae dengan gaya Amerikanya saat bertemu dengan teman lamanya. Kyu Hyun masih tetap cemberut. Kini giliran Kim Bum yang menghampiri Dong Hae. Seperti Kyu Hyun, dia begitu sangat tidak senang bertemu dengan Dong Hae.

“Ada angin apa playboy ikan sepertimu datang ke Korea?” tanya Kim Bum dengan ketusnya.

“Yo..yo..yo… Kenapa kau sinis terus denganku, Kim Bum? Kita sudah lama tidak bertemu. Kenapa kita tidak berbaikan saja?” ucap Dong Hae hendak memeluk Kim Bum. Namun Kim Bum menampik pelukannya itu. So Eun dan Ga Eul masih tidak mengerti dengan aura suram itu.

“Hei, Ga Eul. Apa mereka saling kenal?”bisik So Eun.

“Entahlah, Kak. Aku juga tidak tahu. Hyuk Jae tidak pernah cerita padaku kalau dia kenal dengan Kyu Hyun.”jawab Ga Eul masih berdiri dibelakang So Eun.

“Tapi… kenapa kau ada disini?” tanya Kyu Hyun lagi kepada Hyuk Jae.

“Kenapa? Kan sudah aku bilang, kalau aku mau liburan.”

“Aku tahu itu! Maksudku, kenapa kau ada di rumah ini? Rumah Kim Ga Eul.” Kyu Hyun sengaja meninggikan suaranya karena begitu kesal dengan kepolosan Hyuk Jae itu.

“Ah…. Aku kan menemui sepupuku. Aku itu sepupunya Ga Eul.”

“Heh?”

Kyu Hyun merasa baru kali ini dia dengar bahwa Hyuk Jae adalah sepupunya Ga Eul.

“Bagaimana kau bisa memiliki sepupu seperti Ga Eul?” ujar Kyu Hyun yang masih tidak percaya.

“Tentu saja bisa. Kenapa kau masih tidak percaya padaku?” giliran Hyuk Jae sedikit kesal.

“Eh? Tapi bagaimana kau bisa mengenal Ga Eul?” lanjut Hyuk Jae menyadari kejanggalannya.

“Aku….” Kyu Hyun melirik Ga Eul yang masih berdiri dibelakang So Eun. Ga Eul yang sadar ditatapi Kyu Hyun pun membuang muka. Dia sadar bahwa hubungan pertunangannya dengan Kyu Hyun sudah berakhir.

“Aku…. Itu… tunangan Ga Eul.” Jawab Kyu Hyun walau sedikit ragu.

“APA!?” giliran Hyuk Jae yang tidak percaya. Bagaimana bisa Kyu Hyun ini bisa jadi tunangan sepupu yang dicintainya. Kini giliran Kim Bum yang menatap tajam penuh kesal yang malah disambut tatapan santai Dong Hae.

“Hei, bro! Santai aja. Kenapa kau selalu terlihat emosi melihatku?” ujar Dong Hae.

“Tentu saja. Aku selalu emosi denganmu mengingat kejadian-kejadian dulu yang sudah kau lakukan terhadapku.” Kim Bum begitu masih dendam dengan Dong Hae yang selalu merebut wanita incarannya di Amerika dulu.

“Aish… Bukankah dulu aku sudah minta maaf denganmu? Kenapa kau begitu susah untuk jadi orang yang baik terhadapku? Lagipula itu juga bukan sepenuhnya salahku. Bukankah kau tahu itu?” Kim Bum tidak bisa berkata lagi. Dia terdiam. Dong Hae malah masih senyum-senyum melihat wajah teman lamanya. Begitu juga Hyuk Jae. Sungguh pasangan playboy yang penuh menyebalkan! Begitulah yang dipikirkan Kyu Hyun dan Kim Bum.

“Oh iya, satu lagi! Bukankah aku sudah memperingatkanmu, kau jangan mencium wanita lagi terlebih dia seorang calon istriku.” Peringat Kim Bum mengingat kejadian kecupan salam Amerika yang dilakukan Dong Hae terhadap So Eun.

“Heh? Calon istrimu? Siapa?” Dong Hae begitu terlihat kaget mendengarnya. Kim Bum yang dikenalnya sangat membenci wanita, bukan, lebih tepatnya tidak pernah serius berhubungan dengan wanita sampai jadi calon istrrinya. Kim Bum tidak langsung menjawabnya, namun dia melirik So Eun. Dong Hae mengikuti arah pandangannya.

“Hei, Kim Bum. Wanita yang kau maksud itu saudara kembarnya?”

Kim Bum tidak menjawabnya lagi, setidaknya Dong Hae mengetahui jawabannya.

“Wah…!!! Rupanya kau sudah datang, Hyuk Jae.” Seru Ibu Hye Hyeong yang sudah turun dari lantai dua menemui keponakannya. Hyuk Jae langsung memeluknya.

“Ah… Bibi Hye Hyeong… Lama tidak jumpa. Aih… Bibi semakin cantik saja. Andaikan Bibi lebih muda, aku pasti akan langsung menjadikan Bibi kekasihku.” Hyuk Jae mulai menggombal. Ga Eul yang mendengar rayuannya merasa geli.

“Ah… Kau ini! Tidak berubah juga sifatmu ini. Oh… siapa pria tampan ini?” Dong Hae yang berada disamping Hyuk Jae tersenyum kepada Ibu Hye Hyeong.

“Halo, Bibi. Kenalkan, aku sahabatnya Hyuk Jae, Lee Dong Hae.” Ucap Dong Hae sambil memeluk Ibu Hye Hyeong yang sudah jadi kebiasaannya. Tentu saja Ibu Hye Hyeong sedikit terkejut menerima pelukan tiba-tiba dari Dong Hae.

“Ah.. ah… Anak baik…” jawab Ibu Hye Hyeong menenangkan hatinya, “Kenapa aku merasa sifatnya mirip dengan Hyuk Jae?”gumamnya.

“Hyuk Jae, aku pikir kau akan menunggu mereka di Busan.”

“Aku sangat merindukan Ga Eul-ku tercinta, Bi. Aku tidak bisa menahan diri untuk menemuinya. Apakah persiapannya sudah selesai, Bi?”tanya Hyuk Jae sedikit berbisik. Kyu Hyun, Kim Bum, Ga Eul, dan So Eun masih terdiam melihat mereka sedang berbicara.

“Tentu saja, sudah. Mobil yang akan mengantarmu sudah ada di depan.”

“Sungguh!? Kalau begitu, ayo kita BERANGKAT!?” Hyuk Jae begitu semangatnya. Dia langsung berlari menuju ke Ga Eul dan menarik tangannya.

“Eh… eh..eh.. ada apa ini?” seru Ga Eul panic tangannya ditarik.

“Ikut aku ke Busan, Ga Eul. Bukankah Bibi Hye Hyeong sudah memberitahumu?”

Ga Eul langsung mengerem langkahnya.

“Aku tidak mau!” tolak Ga Eul sambil melepaskan tangannya.

“Ya ampun, Ga Eul. Kau harus mau. Sudah lama aku merindukanmu. Kau harus mau ya?” Hyuk Jae berusaha membujuk Ga Eul. Namun kenyataannya Ga Eul tetap menolak.

“Kalau begitu terpaksa deh.”

Tanpa aba-aba, Hyuk Jae langsung mengangkat Ga Eul di pundaknya. Kontan aja, Ga Eul sangat terkejut tak terkecuali Kyu Hyun.

“IBUUUUUUUUUU!!!???”

Giliran Dong Hae mendekati So Eun. So Eun memandang heran dengan senyuman manisnya yang mencurigakan.

“Ada apa?” tanya So Eun curiga.

“Kau juga harus ikut aku!”

“Heh?”

Dong Hae langsung menarik tangan So Eun mengikuti Hyuk Jae keluar menuju ke mobil limosin. Mereka pun masuk kedalam dan supirnya segera berangkat mengantar mereka ke Busan. Sementara itu kedua pria yang terdiam bingung langsung sadar ke alam nyata. Kim Bum mendekati Ibu Hye Hyeong.

“Maaf, Ibu Hye Hyeong. Sebenarnya mereka mau dibawa kemana?”

“Oh… mereka hanya menemani Hyuk Jae liburan ke Busan.”

“Apa? Busan.” celetuk Kyu Hyun tiba-tiba berdiri di samping Kim Bum. Ibu Hye Hyeong mengangguk.

“Yah… namanya juga Hyuk Jae sudah lama tidak ke Korea. Jadi aku pikir tidak ada salahnya Ga Eul dan So Eun menemani liburan mereka. Dan mereka….”

Belum sempat Ibu Hye Hyeong menyelesaikan kalimatnya, Kim Bum sudah berlari menuju ke mobilnya. Seolah takut akan terjadi sesuatu terhadap wanitanya, So Eun. Kyu Hyun tidak bergeming. Dia hanya terdiam memikirkan sesuatu.

*****

“HEI! Lepaskan tanganmu itu!?” ketus Ga Eul merasa risih dirangkul terus oleh Hyuk Jae. Sedangkan So Eun begitu tidak nyaman melihat Dong Hae terus menempel dengan dirinya.

“Dong Hae! Bisakah kau tidak dekat-dekat denganku? Aku tidak mengenalmu.” Ujar So Eun. Dong Hae malah mesem-mesem dengarnya.

“Kau memang tidak mengenalku. Tetapi aku sangat mengenal calon suamimu.”

“Hah?”

‘BRUK!’

Hyuk Jae terjatuh dari kursi joknya setelah ditendang Ga Eul. Akhirnya dia bisa lepas dari rangkulan yang tiada henti dari Hyuk Jae. Ga Eul langsung pindah tempat ke samping So Eun. Sementara itu, So Eun pun mengikuti cara Ga Eul. Mendorong Dong Hae hingga terjatuh disamping Hyuk Jae.

“YA!! Kenapa kau kasar sekali?”keluh Hyuk Jae.

“Itu akibatnya kau terus melecehkanku.”umpat Ga Eul kesal. Benar-benar kesal.

“Kenapa kau bisa bilang seperti itu, Ga Eul?” Hyuk Jae mengerucutkan bibirnya. Cemberut.

“Kenapa aku juga?” Dong Hae meringis kesakitan di punggungnya karena dorongan kuatnya.

“Sudah aku bilang. Jangan dekat-dekat denganku. Bahkan aku tidak terlalu kenal denganmu.”

“Kalau kalian seperti itu lagi. Kami akan turun!” ancam Ga Eul. Hyuk Jae dan Dong Hae saling pandang dan mengangkat bahu seolah berkata ‘Ya sudahlah.’

*****

Cuaca semakin gelap. Jarak menuju ke Busan cukup jauh. Mobil sedan hitam itu terus berjalan walaupun mesti melewati tanjakan yang cukup parah. Hingga sampai di sebuah restoran. Pemilik mobil itu terpaksa berhenti untuk makan malam maklum perjalanan yang begitu panjang. Setelah sejam selesai makan malam. Dia pun memutuskan kembali menuju ke arah mobilnya. Tiba-tiba dia merasa aneh dengan mobilnya. Dia pun memeriksa keadaan mobilnya. Benar saja, ban mobilnya kempes. Dia pun menendang mobilnya dengan kesal.

“Hei, Kim Bum. Kau kenapa?”

Kim Bum menoleh menuju ke sumber suara itu. Akhirnya ada bantuan juga.

“Kelihatannya mobilmu sedang kempes.” Geun Suk mengamati mobil Kim Bum.

“Iya. Geun Suk, aku butuh bantuanmu. Antar aku ke Busan.”

“Busan?” Geun Suk terlihat heran. Kim Bum langsung membuka pintu mobil sebelahnya dan masuk tanpa mempedulikan izin Geun Suk. Sementara sang pemilik masih terdiam bingung dengan sikapnya.

“Hei! Kenapa kau malah bengong? Cepat antarkan aku ke Busan!” perintahnya sedikit kesal. Geun Suk hanya mengangguk dan terpaksa mengikuti perintahnya. Tetapi, sebelumnya Geun Suk sempat menelepon seseorang.

“Shin Hye. Aku rasa, aku tidak bisa menjemputmu hari ini. Kita harus membatalkan kencan kita.”

*****

Kedua wanita kembar itu terlihat lega setelah sampai di Villa. Benar-benar tidak tahan dengan sikap mereka selama perjalanan.

“Ga Eul. Aku jadi bingung. Sebenarnya mereka itu orang dewasa atau anak-anak sih? Mereka manja sekali.” Kesal So Eun sambil menaruh koper di kamarnya.

“Untuk Hyuk Jae, dia benar-benar playboy, Kak. Dan juga manja. Tapi kalo temannya yang bernama Dong Hae. Entahlah, apa ketularan sifat Hyuk Jae?”jawab Ga Eul ikut membereskan pakaiannya ke dalam lemari.

“Tapi…. Sepertinya dia benar-benar tahu tentang Kim Bum.”

“Kenapa, Kak? Kakak mau mencari tahu tentangnya?” Ga Eul duduk tepat di depan So Eun yang belum selesai membereskan pakaiannya.

“Tidak juga. Mungkin saja. Dengan cara itu aku bisa melepaskan diri dari Kim Bum.”

“Kak.”

“Ng?”

“Kakak yakin tidak mencintai Kim Bum?”

So Eun pun duduk berhadapan. Dia bisa melihat pancaran Ga Eul yang mengkhawatirkan dirinya. Ga Eul sudah mengetahui semua tentang hubungan So Eun dan Kim Bum juga masalah Kyu Hyun.

“Entahlah. Terkadang dia begitu ngeselin. Penuh egois. Rasanya ingin sekali aku mencintainya. Namun itu sulit.”

“Kenapa, Kak? Kenapa bisa sulit mencintainya?”

“Itulah yang mesti aku cari tau. Kalau aku bisa mencintainya, sudah pasti dari dulu aku menerima lamarannya dengan ikhlas.”

“Ah… Kakak benar.”

Ga Eul mengangguk, menyetujui pendapatnya.

‘Tok.. Tok.. Tok..’

Ga Eul dan So Eun saling pandang dan terheran.

“Siapa?”

Ga Eul hanya mengangkat bahu. So Eun beranjak dari kursinya, dia pun membuka pintunya. Wajahnya berubah jadi membosankan melihat kedua pria manja itu.

“Ada apa?” ketusnya. Ga Eul pun ikut ke depan karena penasaran. Dan seperti So Eun, reaksinya begitu tidak senang. Kedua pria itu malah senyum-senyum tidak jelas.

“Ah… Tidak. Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam kepada Ga Eul-ku sayang.”ucap Hyuk Jae sambil memajukan bibirnya seolah ingin meminta ciuman. Ekspresi Ga Eul begitu tidak menyukainya. Sok imut!

“Aku juga ingin mengucapkan selamat malam kepadamu, So Eun.” Ujar Dong Hae tidak melupakannya. So Eun masih terdiam. Malas menjawabnya.

“Sudahlah, kak. Ayo kita tidur.” Ga Eul mendorong bahu So Eun agar ikut ke dalam sambil menutup pintu namun Hyuk Jae menahannya.

“Ada apa?”tanya Ga Eul kesal. Hyuk Jae tersenyum lagi.

“Jangan lupakan ciuman selamat malam. Mmuuaahhh….” Mata Ga Eul melotot terkejut saat bibirnya diciumnya lagi. Dong Hae yang tadi memperhatikannya pun segera mengikuti tingkah Hyuk Jae.

“Ah… aku juga ingin memberikan ciuman selamat malam.”

Tanpa sempat So Eun memundurkan langkahnya, wajahnya ditarik dan langsung dicium Dong Hae.

“Selamat malam. Semoga mimpi yang indah ya.” Ucap Hyuk Jae dan Dong Hae sambil menghilang dari hadapan Ga Eul dan So Eun yang terdiam patung karena shock.

5 detik…

10 detik…

15 detik….

“YAAAA!!!!!???” teriak mereka setelah sadar dengan emosinya.

*****

So Eun langsung membanting peralatan make-upnya di kamar mandi. Dia langsung meraih odol dan sikat gigi. Dia pun menyikat giginya dengan perasaan dongkol. Sungguh kesal Dong Hae seenaknya mencium bibirnya mentang-mentang dia tinggal di Amerika. Ga Eul pun tidak kalah dongkolnya. Dia pun ikut menyikat giginya berharap efek ciumannya bisa hilang.

“Ga Eul. Bagaimana kau bisa punya sepupu gila seperti dia?”tanya So Eun masih menyikat giginya.

“Dia bukan sepupuku. Maksudku dia hanya sepupu angkat. Karena Ibunya adalah kakak angkat Ibuku. Sejak aku pertama kali bertemu dia, awalnya dia tidak seagresif seperti itu bahkan jadi playboy seperti sekarang.”

“Lalu… kenapa dia berubah?”

“Entahlah, aku juga tidak mengerti. Sejak aku mengunjunginya di Amerika kedua kalinya, tiba-tiba dia jadi genit terhadapku. Aku sungguh takut dengannya waktu itu, aku kira dia mau memperkosaku.”

“Heh?” So Eun begitu terkejut mendengar ceritanya.

“Habisnya, waktu itu dia selalu ingin menciumku. Aku pikir apa dia mau memperkosaku. Tapi untungnya aku berhasil memukulnya pakai panci.”

Terlihat Ga Eul begitu trauma dengan kejadian itu sehingga dia benar-benar membenci Hyuk Jae.

“Orang yang aneh. Tapi… kenapa si Dong Hae juga seperti itu?”

“Entahlah, Kak. Yang pasti kita harus antisipasi untuk besok. Aku tidak yakin mereka bakal tenang saat bersama kita.”

“Iya. Kau benar. Aku setuju.” So Eun sepakat dengan rencananya adiknya. Yang pasti besok jangan sampai mereka melakukan hal yang tadi lagi.

*****

Pagi hari telah tiba. So Eun dan Ga Eul sengaja lebih bangun pagi. Mereka sedang bersiaga seolah takut pasangan ikan itu akan menyerangnya lagi. Terlihat Ga Eul dan So Eun sibuk minum teh di depan televisi di ruang tamu. Hyuk Jae dan Dong Hae yang sudah bangun pun segera menghampirinya.

“Rupanya kalian sudah bangun.”

Mereka pun duduk berhadapan Ga Eul dan So Eun. Ga Eul dan So Eun masih cuek.

“Hei… kenapa kalian tidak buatkan teh untuk kami?”tanya Hyuk Jae.

Lagi-lagi mereka tidak menjawabnya. Masih asyik dengan teh mereka masing-masing. Hyuk Jae dan Dong Hae saling pandang. Dengan telepati mereka, Hyuk Jae dan Dong Hae pun memutuskan kembali ke kamar mereka. Ga Eul dan So Eun melirik mereka.

“Syukurlah, mereka tidak macam-macam lagi.”gumam So Eun diikuti anggukan Ga Eul. Setidaknya saat ini mereka aman.

*****

Kim Bum duduk cemberut di mobilnya. Dia begitu buru-buru padahal dia sangat cemas dengan So Eun. Takut Dong Hae akan melakukan macam-macam terhadapnya.

“Hei! Apa masih lama?”teriak Kim Bum melihat Geun Suk diluar. Rupanya mobilnya sedang mogok. Geun Suk pun menutup kap mobilnya dan kembali masuk ke dalam mobil miliknya.

“Hhhh…. Maafkan aku, sepertinya mobilku benar-benar mogok. Aku sudah tidak sanggup lagi mengantarmu ke Busan.”ucap Geun Suk menyesal. Padahal jarak ke Busan masih jauh. Kim Bum memukul jendela mobil dengan kesalnya.

“Bagaimana mungkin?”

“Sebenarnya apa yang membuatmu begitu khawatir?” Geun Suk begitu penasaran dengan Kim Bum yang tiba-tiba posesif terhadap So Eun. Kim Bum tidak menjawabnya. Percuma dia menceritakannya karena Geun Suk tidak kenal dengan Dong Hae. Karena mobilnya benar-benar mogok terpaksa Kim Bum keluar dan mencari taksi. Beberapa menit kemudian, akhirnya dia menemukan taksi yang kebetulan lewat. Kim Bum menghentikannya dan langsung masuk kedalamnya. Geun Suk yang masih di mobilnya pun menghembuskan nafasnya seolah lega.

“Akhirnya aku bisa menjemput Shin Hye.”

Geun Suk terpaksa berbohong kepada Kim Bum. Sebenarnya mobilnya masih hidup walaupun tadi memang mogok. Apalagi dia harus mengantar Shin Hye yang akan segera pergi ke Jepang hari ini.

*****

“Sebenarnya kita mau kemana?”tanya Ga Eul penasaran saat melihat Hyuk Jae dan Dong Hae sibuk memasukkan barang-barang yang tidak diketahuinya ke dalam mobil.

Hyuk Jae tidak menjawabnya, dia malah menarik tangan Ga Eul agar ikut masuk ke dalam mobilnya.

“Aku tahu.” Ucap So Eun saat Dong Hae hendak ikut menarik tangannya. So Eun pun mengikutinya masuk ke dalam mobil itu. Terlihat Hyuk Jae dan Dong Hae duduk di depan. Hyuk Jae yang menyetir mobilnya. Selama di perjalanan, Hyuk Jae dan Dong Hae terus berteriak nyanyi-nyanyi tidak jelas sehingga terpaksa So Eun dan Ga Eul menutup kedua telinganya karena berisik. Sungguh tidak bisa ditebak kelakuan mereka.

*****

“Apa? Mereka sedang pergi?”

“Iya, Tuan.” Jawab penjaga villa itu. Kim Bum yang sudah susah payah menuju ke villa pun terpaksa sia-sia.

“Tidak. Aku tidak boleh menyerah. Aku tidak akan biarkan dia menghancurkan hubunganku dengan So Eun.”gumamnya begitu cemas. Dia kembali masuk ke dalam taksi yang sedang menunggunya. Berusaha mencari mereka.

*****

So Eun dan Ga Eul begitu tidak semangat ketika mereka sudah sampai ditujuan. Melihat cuaca yang begitu bersih dan ombak-ombak yang tenang.

“Pantai?” gumam Ga Eul menjatuhkan barang yang dipegangnya. So Eun hanya terdiam menggeleng. Tidak hanya melihat ombak laut yang indah tetapi kelakuan kedua pria itu yang malah sibuk mengeluarkan peralatan mereka di sebuah kapal mewah yang sudah menunggunya.

“Apa mereka kesini karena ingin memancing?” So Eun berusaha menebaknya. Sayangnya Ga Eul tidak menjawab. Dia malah langsung duduk di pasir pantai dengan sangat-sangat tidak semangat. Karena dia sangat benci pantai. Ga Eul sangat tidak menyukai tempat itu dimana dia hampir tenggelam.

“Kak So Eun. Ayo kita pulang, lupakan aja mereka.” Ujar Ga Eul bangkit sambil menarik tangan So Eun. So Eun hanya bisa mengikutinya.

“Apa kau bisa menyetir?”tanya So Eun setelah sampai dimobil. Ga Eul mengangguk sambil membuka pintu mobil.

“Tenang aja, Kak. Aku pernah membawa mobil. Aku juga sudah memiliki SIM.”jawab Ga Eul tersenyum. Namun matanya terus mencari sesuatu.

“Kenapa?” So Eun begitu penasaran dengan apa yang dicari Ga Eul.

“Kunci mobil. Kenapa tidak ada?”

“Kau mencari ini?”
Ga Eul dan So Eun membalikkan badannya. Hyuk Jae memegang kunci mobilnya. Ga Eul membuang mukanya dengan malasnya.

“Kembalikan!”ujar sambil merebut kunci itu. Namun gagal.

“Kau tidak bisa pergi begitu saja. Kau harus menemaniku. Kau tahu, sudah lama sekali aku ingin berlayar.”

“Hei.. Kalau kau ingin mancing. Mancing aja sendiri. Kau tidak usah mengajakku. Aku kan tidak suka pantai!” Ga Eul tetap menolak, dia masih berusaha mengambil kunci yang ada ditangan Hyuk Jae. Tetap tidak berhasil. Karena Ga Eul masih bersikeras tidak mau, Hyuk Jae langsung menggendong Ga Eul di pundaknya dan dengan santainya berjalan menuju ke kapal besar itu walaupun Ga Eul terus memukul punggungnya. So Eun tidak bisa berbuat banyak, dia terlihat khawatir.

“Kau tidak usah cemaskan adikmu. Dia tidak akan macam-macam kok.”

So Eun terkejut melihat Dong Hae tiba-tiba berada disampingnya.

“Apa maksudmu?” So Eun menutup pintu mobil dan mengejar Ga Eul. Dong Hae terus tersenyum.

*****

Hari sudah malam, kapal mewah itu masih berlayar di tengah laut. Para tamu yang ada di kapal mewah itu terus berkeliaran mencari pemandangan yang indah. Ga Eul masih di kamar. Dia tidak mau keluar karena dia trauma dengan laut. Dia sibuk membaca buku yang dibawanya.

‘Tok… Tok… Tok…’

Ketukan pintu kamar itu telah mengganggu Ga Eul sehingga terpaksa dia menaruh bukunya di kasur. Dia berjalan menuju ke pintu kamar dan membukanya.

“Hai…” Hyuk Jae tersenyum saat pintunya dibuka sambil menunjukkan botol wine nya. Tidak mau menggubrisnya, Ga Eul menutup pintunya.

‘Tok… Tok… Tok…’

Suara itu lagi. Ga Eul tetap tidak mau membukanya. Dia pun berjalan menuju ke kasurnya, melanjutkan aktivitas bacanya.

‘Cklek’

Ga Eul membalikkan badannya. Terkejut melihat Hyuk Jae masuk ke dalam kamarnya. Bagaimana dia bisa membuka pintu yang sudah dikuncinya?

“Kau terkejut? TADA!?”seru Hyuk Jae menunjukkan kunci cadangan kamarnya.

“Cih…”umpat Ga Eul kesal.

“Baiklah. Sekarang kau mau apa? Aku tidak mau keluar.” Ketus Ga Eul menyilangkan tangannya di dadanya.

“Kau tidak perlu keluar. Aku hanya ingin mengobrol denganmu.” Hyuk Jae meletakkan botol wine di meja. Lalu dia ikut duduk di samping Ga Eul di kasur.

“Hei… kenapa kau begitu muram? Apa kau masih membenciku?”tanya Hyuk Jae dengan halus. Ga Eul masih membuang mukanya. Malas memandang Hyuk Jae yang dibencinya.

“Apa waktu itu kau begitu marah denganku?” tanya Hyuk Jae mengingat masa lalu saat Ga Eul begitu ketakutan dengan keagresifannya di Amerika. Ga Eul tidak menjawab lagi.

“Ya ampun, Ga Eul. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu, aku sangat menyayangimu. Kau jangan marah begitu.” Hyuk Jae terus menarik lengan Ga Eul agar Ga Eul mau berbicara dengannya. Ga Eul langsung berdiri, dia mengambil mantelnya.

“Kau mau kemana?”tanya Hyuk Jae heran. Ga Eul berhenti, dia menoleh.

“Aku mau keluar.”singkatnya meninggalkan Hyuk Jae.

“Heh? Bukannya tadi kau bilang tidak mau keluar? Hei, Ga Eul!” Hyuk Jae segera mengejarnya.

*****

Berbeda dengan Ga Eul, So Eun sangat suka dengan pemandangan laut itu. Dia terus meminum wine nya sambil menikmati pemandangan yang menyegarkan. Hingga seorang pria muncul di sampingnya. So Eun menoleh.

“Dia lagi.” gumamnya penuh keluhan. So Eun hendak pindah tempat, namun tangannya ditahan.

“Kau mau pergi kemana lagi, So Eun? Tidak bisakah kita berbicara dulu. Yah… setidaknya agar kita akrab.” So Eun menepis tangan Dong Hae dengan kasar.

“Akrab apa? Sifatmu sudah seperti itu, aku tidak suka dengan pria yang egois dan pelecehan sepertimu.”

“Oh iya? Lalu bagaimana kau bisa jadi calon istri Kim Bum? Padahal sifatnya tidak jauh dengan sifatku.”

Pertanyaan itu membuat So Eun sedikit kikuk. So Eun bingung harus menjawab apa.

“Ah… dari tadi aku heran. Bagaimana dia bisa menjadikanmu calon istrinya? Setahu aku, dia tidak pernah serius menjalin hubungan dengan seorang wanita apalagi sampai jadi calon istri.”

“Apa? Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” perkataan Dong Hae tadi membuat So Eun tertarik untuk berbicara dengan Dong Hae. Dong Hae malah tertawa lucu. Sepertinya So Eun sedikit menyesal mau menanggapi perkataannya. Karena kesal, So Eun pun memasuki ruangan tamu itu meninggalkan Dong Hae.

“Apa-apaan dia ini?” So Eun terus mengeluh, sibuk melewati para tamu yang sibuk berjalan entah kemana. Tiba-tiba tangannya ditarik.

“Ya! Lee Dong Hae! Jangan paksa aku lagi!?”seru So Eun saat membalikkan tubuhnya dengan kesal. Namun alangkah terkejutnya, rupanya bukan Dong Hae yang menarik tangannya.

“Kim Bum.” So Eun sungguh terkejut bagaimana Kim Bum bisa mengejarnya hingga ke kapal. Kim Bum tidak menjawab. Dia hanya terlihat lega setelah yakin orang yang dikejarnya itu benar-benar So Eun.

“Untunglah aku menemukanmu, So Eun.”

*****

Ga Eul berusaha bersembunyi dari kejaran Hyuk Jae yang terus menguntitnya. Dia melihat Hyuk Jae sedang kebingungan mencari dirinya. Akhirnya Hyuk Jae mengubah arah pencariannya lagi. Ga Eul pun bisa keluar dari persembunyiannya dengan aman.

“Syukurlah.”

Saat berbalik, tidak sengaja sepatu high heelsnya kesandung sesuatu sehingga Ga Eul terjatuh. Ga Eul meringis kesakitan dipunggungnya. Untung tempat itu sepi. Ga Eul mengelus punggungnya berusaha mereda rasa sakitnya.

“Kau tidak apa-apa?”

Ga Eul melihat tangan yang mengulurnya seakan ingin membantunya berdiri. Ga Eul menerima tangannya sambil berdiri.

“Terima kasih. Eh… Kyu Hyun….”

Ga Eul begitu bingung melihat Kyu Hyun ada dihadapannya. Kyu Hyun tidak tersenyum bahkan berbicara lagi. Ekspresinya yang begitu datar saat bertemu Ga Eul seperti biasanya.

*****

“Kenapa kau ada disini?”tanya So Eun. Kim Bum tidak langsung menjawab, dia mengambil gelas dari tangan So Eun dan meneguk minumannya. Dia terlihat kehausan karena berusaha keras menemukan So Eun.

“Kim Bum. Kau baik-baik saja?” So Eun terlihat cemas.

“Iya. Aku baik-baik saja. So Eun, ayo kita pulang.” Ujar Kim Bum kembali menarik tangan So Eun untuk mengikutinya. Namun So Eun menahannya.

“Tunggu dulu. Kenapa kau begitu buru-buru? Kita ini di kapal. Bagaimana caranya kita pulang?”

Kim Bum mulai kembali kesadarannya. Dia lupa bahwa kapalnya sudah berada di tengah lautan. Akhirnya Kim Bum terpaksa duduk di kursi yang kebetulan kosong. So Eun tetap berdiri dengan bingungnya.

“Kau terlihat lelah. Aku akan ambilkan minuman untukmu.” So Eun pergi menuju ke tempat minuman tanpa menunggu jawaban Kim Bum. Dong Hae yang melihatnya dari jauh pun mengamati mereka sambil meminum winenya.

*****

“Kenapa kau ada disini?” Ga Eul bertanya setelah beberapa menit terdiam. Kyu Hyun masih tidak menjawab, dia hanya menatap Ga Eul. Ga Eul yang sudah lelah dengan sikap Kyu Hyun yang terus tak peduli memutuskan untuk tidak menghiraukannya. Ga Eul membalikkan tubuhnya berniat pergi meninggalkannya. Namun Kyu Hyun menahan tangannya. Tentu saja, Ga Eul terkejut.

“Kyu Hyun…”

“Apa kau benar-benar ingin mengakhiri pertunangan kita?”

Kyu Hyun pun mulai membicarakan pokok permasalahannya. Ga Eul begitu terkejut mendengarnya. Tidak disangkanya, Kyu Hyun akan menanyakan hal itu. Ga Eul melepaskan tangannya, lagi-lagi Kyu Hyun mencengkram tangannya terlalu kuat.

“Lepaskan tanganku, Kyu Hyun! Aku tidak mau bicara denganmu lagi. Bukankah ini yang kau mau. Kau memanfaatkan pertunangan kita untuk mendapatkan cinta Kak So Eun. Aku tidak mau diperbudakmu lagi. Kalau kau memang tidak mencintaiku, lebih baik kita akhiri pertunangan kita. MENGERTI!?” Ga Eul kembali melepaskan cengkraman tangan Kyu Hyun kemudian pergi meninggalkannya tanpa mendengar penjelasannya lagi.

“Sepertinya aku mengerti alasan Kyu Hyun bertunangan dengan Ga Eul.” Gumam Hyuk Jae yang sedari tadi menyaksikan mereka di tempat yang agak jauh.

*****

“Sepertinya kau sibuk.”

So Eun kembali terkejut melihat Dong Hae yang lagi-lagi muncul disampingnya. Hampir saja dia jantungan.

“Dong Hae! Tidak bisakah kau jangan tiba-tiba muncul di sampingku.” Kesalnya.

“Minuman itu untuk siapa?” Dong Hae melihat gelas di kedua tangan So Eun. So Eun tidak menjawab, dia melewatinya. Namun gelas satunya malah diambil Dong Hae dan langsung diminumnya.

“Hei!” So Eun protes dengan Dong Hae yang mengambil minuman untuk Kim Bum.

“Hm… enak.” Jawab Dong Hae masih santainya. So Eun cemberut dengan kesalnya. So Eun hendak pergi.

“Kau mau kemana?” Dong Hae menahan lengannya lagi.

“Aku mau kembali ke calon suamiku, Kim Bum. Bisakah kau melepaskan tanganku?” pintanya dengan halus.

“Aku jadi curiga. Apa kau serius menerimanya jadi calon suamimu?”

“Apa? Ap… Apa maksudmu?”
”Kau tidak bisa membohongiku. Aku paling tau bagaimana ekspresi seorang wanita saat bertemu dengan calon suaminya. Apa kau lupa, aku pernah bilang kalau aku sangat mengenal Kim Bum.”

“Ap… Apa…?”

*****

Ga Eul mengumpat dirinya. Kenapa dirinya harus melewati tempat ini hingga bertemu dia lagi? Hyuk Jae tersenyum di depan kamarnya.

“Aku sudah menduga kau akan kembali ke kamar ini.”

Ga Eul mendorong Hyuk Jae dengan malasnya. Dia berusaha masuk ke dalam kamarnya, lagi-lagi Hyuk Jae menghalanginya.

“Ada apa lagi, Hyuk Jae?” kesalnya.

“Aku sudah bilang dari tadi, kalau aku ingin kau menemaniku jalan-jalan.”

“Aku lelah, Hyuk Jae. Aku mohon kau jangan ganggu aku.” Jawabnya kembali berusaha masuk ke dalam kamarnya.

“Apa karena kau bertemu dengan Kyu Hyun?”

Ga Eul menghentikan langkahnya. Dia menajamkan tatapannya ke Hyuk Jae. Dia lupa ada sesuatu yang janggal.

“Dari tadi aku lupa bertanya kepadamu. Bagaimana kau bisa kenal Kyu Hyun?”tanya Ga Eul yang memang tidak mengetahui hubungan mereka.

“Pentingkah kau bertanya seperti itu?” Hyuk Jae menyentuh dagu Ga Eul dengan lembutnya. Ga Eul memundurkan langkahnya, merasa aneh dengan auranya. Tanpa disadarinya punggungnya menabrak tubuh seseorang. Tangan Hyuk Jae yang menyentuh dagu Ga Eul pun disingkirkan dengan kasar. Hyuk Jae tersenyum melihat sosok dibelakang Ga Eul yang telah menepis tangannya.

“Oh… rupanya kau ada disini.”

Ga Eul menoleh. Kyu Hyun berdiri di belakangnya.

“Hyuk Jae, aku sudah bilang dari dulu. Kau jangan ikut campur urusanku. Walaupun Ga Eul ini sepupumu.”ujar Kyu Hyun dengan tegasnya.

*****

“Apa maksudmu?” So Eun benar-benar canggung. Dia berusaha mengelak yang dipikir Dong Hae.

“Kau tidak usah berpura-pura tidak tahu. Kau sebenarnya tidak mencintainya kan?”tanya Dong Hae lagi mendekati So Eun. So Eun memundurkan langkahnya. So Eun begitu merasa sial. Kenapa dia harus bertemu dengan pria yang egois lagi?

“Aku bisa membantumu agar Kim Bum bisa melepaskanmu dengan kehendaknya sendiri.”

Perkataan yang penuh tawaran itu membuat So Eun terkejut. Bagaimana caranya? Selama ini Kim Bum selalu egois. Ingin mendapatkan dirinya hingga menjadi miliknya seutuhnya.

“Tapi dengan syarat, kalau aku berhasil membuatnya melepaskanmu. Aku ingin kau jadi wanitaku.”lanjutnya. So Eun semakin tidak mengerti. Kenapa So Eun harus menjadi wanitanya?

*****

Namun Hyuk Jae malah semakin mendekati mereka. Dia pun memegang tangan kiri Ga Eul, yang tangan kanannya sedang dipegang Kyu Hyun.

“Tetapi sayangnya itu tidak bisa. Untuk Ga Eul, aku terpaksa ikut campur urusanmu. Karena dia adalah ‘wanita’ku.”ucap Hyuk Jae penuh meyakinkan. Kyu Hyun menatap tidak percaya dengan yang dikatakan Hyuk Jae. Ga Eul hanya memandang mereka berdua dengan bingungnya dan juga terkejut mendengar Hyuk Jae menyebut dirinya adalah ‘wanita’nya.

TO BE CONTINUED…..

NB: JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA ^^

47 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 10]: Rencana Yang Mencurigakan

  1. mey_kimeun Agustus 14, 2011 pukul 6:29 pm

    makin kereeen ne ff..
    masak so eun lum cinta ma kim bum oppa..?
    aduuuuuh… oeuni jgn terima tawaran dong hae..
    ribeddd.ntr nyesel lhoooo..
    lanjuuut deh chingu..
    gpl ya,, hehehe….

  2. kaoru selly SangEun Agustus 15, 2011 pukul 2:15 am

    kasih slam dulu ah .. kan bulan puasa ..
    anyeong eon ..
    wah eon FFnya mkin keren ja ..
    next part ku tunggu yah ..

  3. ambar Agustus 15, 2011 pukul 2:58 am

    ngisi buku tamu dulu ach. . . . .q jd jengkel ma kelakuan dong hae+eunhyuk yg agresif bngt ma so eun+ga elu. . . .kyuhyun dh mulai suka ma gaeul tu rada cmburu. . .awas ya so eun jangan smpai ikt rncna donghae kshan kim bum kan!! Dtugu slalu kelanjutanya y..

  4. LismaKim Agustus 15, 2011 pukul 3:28 am

    Wah crtax mkin krennnnnn
    aku tggu part slnjutx,tp jgn lma2 y kk !!!
    FIGHTING

  5. Echa BabyKYUWON Agustus 15, 2011 pukul 3:34 am

    Wahh seru seru kakk ..
    So eun direbutin Kim beom sama donghae sedangkan ga eul direbutin kyuhyun sama eunhyuk ..

    Ahh aku mau jadi mereka,, ehh itu sii donghae nawarin kerja sama dtrma gag iia ..
    Ayo.. Ayo.. kakk lnjt ..

  6. rizkyapratiwi Agustus 15, 2011 pukul 5:34 am

    waaahhh … makin seru aja cerita
    makin rumit … asyiiiikkkk
    aaahhh ….. kereeennn
    lanjutttt thor

  7. Moon Agustus 15, 2011 pukul 8:23 am

    Kpn ni crtx Helsiz Heart di lanjutin sm Playfull Kiss From My Queen

    • RetnoMyaniezasia Agustus 16, 2011 pukul 3:23 am

      kayaknya gak bisa dilanjutin tuh kedua ff nya… coz agy mentok.. dah gak dapat ide agy -_______________-“

      • Moon Agustus 27, 2011 pukul 7:02 am

        Yah, syg bgt ya, sbnrx aku udh trlnjr bxk brhrp, please dilnjtn ya…

      • Moon Agustus 27, 2011 pukul 11:12 am

        Yah, pdhl aq udh bxk brhrp bs bc klnjtnx, soalx crtx Helsiz Heart sm Playfull Kiss From My Queen, crtx bgs bgt, klo Because of You

  8. -Ci Marmut- Agustus 15, 2011 pukul 10:48 am

    wah eon.!!!
    mkin seru jah crita’a
    jgn lama” ea part 11ny…
    gk sabar nh menanti crita slanjut’a😀

  9. ladyagassi Agustus 15, 2011 pukul 3:39 pm

    daebak… author…😀
    gk sabar nunggu lnjutannya

  10. helda Agustus 15, 2011 pukul 3:44 pm

    waw,klanjtan.y dah di post, lanjt author.:)

  11. Indah_ELF Agustus 15, 2011 pukul 6:57 pm

    Seruu …
    Eunhae kocak bgt sich,. Gaueul sma so eun d’kLilingin pria” cakep..
    Ywdh d’tunggu part slanjut’a

  12. Bummiearab Agustus 15, 2011 pukul 8:47 pm

    Wuahhh ini memang blog ff terbaik. Aku suka dgn keagresifpan mereka ke so’eun dan ga’eul bikin tambah menggemaskan lgi ya ka..
    Hho.hho.hho mantap !!!

  13. leetaegee19 Agustus 16, 2011 pukul 4:48 am

    ceritanya makin seru nih…:)
    d’tnggu ya chingu part selanjutnya:)

  14. annisa hourai Agustus 16, 2011 pukul 10:23 pm

    semakin ruwet kayaknya😄
    kasihan bgt kyu n beom, sabar aja… klo jdoh nggak akan kemana🙂
    ceritax bikin aku tambah penasaran o_O

  15. rini Agustus 17, 2011 pukul 2:44 pm

    makin seru aj neh ,,
    wah ad penganggu lagi,,
    d,tunggu kelanjutanya!!!

  16. hikari rofi Agustus 19, 2011 pukul 4:58 am

    annyeonghaseo……..kak retno….
    makin seru aja nic….
    wah…wah…So eun ma ga eul kasian bibrnya pada jontor dicuimiin mulu….
    hehhehhe….

    Apa….? So eun lum cinta sama kim bum???
    lebih tepatnya lum sadar kalau udah jatuh cinta sama kim bum…..

    kyuhyun kereeeeennnn……dingin…cuek….tapi sebenernya peduli….
    so sweeeetttt…..

    next partnya di tunggu ya….^_^
    nb: maaf kalao jarang komen…..abis bingung mo komen apa…heheheh^_^

  17. Listia Zafeera Agustus 20, 2011 pukul 3:09 am

    di tnggu loh b\mbak selanjudnya,dh penasaran bgt,GPL ya mbak. jngn kecawakan aq hehehe

  18. Listia Zafeera Agustus 20, 2011 pukul 3:11 am

    mbak….koq terputus lg to…dh seru bgt eh…ga ada lanjutannya,cptan donk mbak lanjutannya…dh gk sabar nih…GPL yahh…jngn kecewakan aq hehehe…

  19. Anjany_Djamal Agustus 20, 2011 pukul 5:14 am

    keren bgt…. hahaha…. kyu knp sich ??? cemburu atau gak suka liat Ga Eul sm Hyuk Jae !!!! nah lo??? so eun gmn tuch…
    thor lanjutannya cepetaya….

  20. amniminry Agustus 22, 2011 pukul 10:00 am

    annyeong kak retno ^^
    anis imnida, bangapseumnida
    baru nemu blog kakak, langsung masuk krn ada ff bumsso. hehehe..

    mian baru comment di part ini. cerita kakak berhasil bikin penasaran. haha..
    kira kira, so eun nerima tawaran hae gk ya?
    next part ditunggu kak

  21. Chandra Syifa W Agustus 25, 2011 pukul 12:35 pm

    Halo kak retno, cieee ketemu sama ff kakak lagi~ *plakk*
    Ga usah komen panjang2 lah, org FF nya udah bagus. Apa yg mau di omongin lagi ? *di jitak kak retno*
    Lanjut ya kak~ Fighting !😄

  22. BELAJAR BERSAMA September 21, 2011 pukul 3:03 pm

    ya kak retno knalin reader baru dari NTB ne ox kereeeeeen bgt ne kpn dilnjtin x daaaaaah lamaaaaa bgt lum di lnjtin ne yg my prince is bad boy x jd pnsaran bgt ne

  23. kyueunloverz/bumsso September 21, 2011 pukul 3:07 pm

    kereeeeeeeeeeeen cptaaaaaaaaan apaaaaaaaa dilanjutin x kak retno cantik………..!!!!!!!!!!!!!

  24. djkyussoloverz September 23, 2011 pukul 5:18 pm

    yaaaaaa kak retno coba z kyu oppa yg dpt so eun eouni truz gae eul ma kim bum z…….

  25. Petra Schiller April 29, 2012 pukul 12:13 pm

    seruuuuuuuuu😄

  26. della Juli 9, 2012 pukul 3:59 pm

    ihh …
    rame BGT ..
    terusin akh ..

  27. cucancie Agustus 31, 2012 pukul 2:58 pm

    Lanjut baca part berikutnya

  28. sonkKyu Oktober 26, 2012 pukul 11:26 am

    Entah knp aq kok merasa EunHae bakalan jd cupid ea = =a
    ah molla~ pikiran.q emang anehaneh. Lebih baik lanjut bc aja😀

  29. tanti no kawai Desember 11, 2012 pukul 3:24 am

    Ihhhhhh……ikut gregetan ma PB ikan tuh…
    Arrrrrgggghhhhhhhhhh

  30. chiee Desember 31, 2012 pukul 11:48 pm

    Hae mw bntu so lepas dr bum ???
    Andwae….
    G liat pa bum cinta bgt sm so ???

  31. NenkLin Mojanggelis Parahiayanganthea Januari 26, 2013 pukul 11:27 am

    ga suka ahh,,,knpa msti dbykin sih adegan kissing so eun ma orang lain,,,ga rela3x…:(

  32. chandra bulan@Nenk BuLan Thea Januari 31, 2013 pukul 2:40 pm

    waduuhh,,,tambah rumit aj nih
    Drpd terima dong hae yg blm bgt dikenal’nya kan lebih baik so eun ama bumppa yg udh jls”cinta
    @Yaa..kyak’nya kyu udh kena batu’nya tuh,,dia ko’ kyk g rela kalo ga eul di deketin cowo lain…xixixixi
    Lanjuuuut baca lagi ahh…asik g pake nunggu lama….heheee

  33. Lee Na Rie Februari 6, 2013 pukul 3:57 am

    it’s complicated !! playboy ikan yang mesum !!
    gak rela deh ga eul n so eun dicium mereka….

  34. shifha April 15, 2013 pukul 11:26 am

    persaingan yg sengit, antara mereka, tambh seru nie

  35. Q April 18, 2013 pukul 10:21 pm

    Bagus banget ide ceritanya..!!
    Aku penasaran gimana kelanjutannya…
    Buat Kak Retno,semangat terus ya buat nulis ff.^-^
    Ajja Ajja Fighting…!!!!

  36. Zaily September 4, 2013 pukul 5:05 am

    Msag so eun ttep gagh ska ma kim bum
    Mksd hyuk jae anggp ga eul wanitany pa ya??
    Jngn2 hyuk jae ska ma ga eul

    Aduh crtany mkn bkn pnsaran

  37. oliph September 25, 2013 pukul 2:13 pm

    keren….penasaran jadinya…

  38. tyas27 April 7, 2014 pukul 3:28 pm

    aih gaeul direbutin 3 namja><

  39. Rani Annisarura Juni 9, 2014 pukul 2:21 am

    wah kayaknya ini donghae & eunhyuk itu mau buat kim bum & kyuhyun cemburu…..

    Buktinya aja mereka berdua sama-sama cemburu kalau donghae & eunhyuk deket-deket ke so eun & ga eul….

  40. ainami September 9, 2014 pukul 1:48 pm

    hadeh kenapa semakin kusut aja ini…

    hyuk dan hae nyebeliiiiin abis sikapnya, minta dibakar nih mereka wkwkwk

    sso jangan terima tawaran hae, apaan tuh tawarannya.. mending ma bum kemana2 deh kliatannya sih bum tulus, kalo gak ngapain dia mau cape2 nyariin sso…

    eh tp kyu juga nyusul ke busan, sbnrnya dia ada hati ga sih ke ga eul…
    kesian ga eul dikejar2 hyuk…
    mepet2 aja sih hyuk nya… dasar yadong -_- wkwkk

  41. sabanaRyuga Oktober 7, 2014 pukul 1:11 am

    semakin seru ajh nih

  42. Marthatina vita vienna Maret 14, 2015 pukul 3:14 pm

    Ceritanya makin membingungkan,dan ternyata so eun tidak bisa mencintai kim bum,.

  43. mia September 2, 2015 pukul 12:12 am

    AKan ada perebutan nih lalu bagai mna dengan nasib nha leu teuk oppa

  44. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 6:53 am

    Hadeeh… Mkin ribet nih… Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: