RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

That Somebody Was You [Part 1]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Bagi yang tidak suka dengan pairing So Eun dan Hyuk Jae, q sarankan jangan memaksa diri untuk membacanya. Tetapi jika nekat membacanya, anggap aja q pinjam nama cast tersebut. -___-“. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

That Somebody Was You [Part 1]:

Andaikan saja dia tidak terlibat dalam masalah serius.

Andaikan saja dia tidak memiliki kesulitan dalam hidupnya.

Akan tetapi, ini sudah menjadi takdirnya untuk menderita.

Bahkan Tuhan tidak memberitahukannya, kapan dia akan bahagia.

 

*****

Gedung itu tampak tua dan kumuh. Dengan cuaca yang gelap karena malam hari pun menambah dukungan suasana yang sedikit menyeramkan. Di dalam gedung itu terlihat tiga gadis yang sedang berdiri berkacak pinggang dihadapan seorang gadis yang berlutut terlihat tidak berdaya. Gadis yang berlutut itu menangis. Memohon-mohon kepada gadis yang ada didepannya.

“Aku mohon.. Jangan beritahukan hal ini kepada Ibuku.”mohon gadis itu yang terlihat lusuh. Seragamnya yang kotor karena tanah akibat kelakuan tiga gadis itu. Gadis yang dimohon-mohonkannya hanya tersenyum sinis. Dia memandang gadis lusuh itu dengan menjijikkan. Seorang gadis miskin yang tidak seharusnya berada di sekolah elit, SM High School hanya karena mendapatkan beasiswa. Gadis itu mengibas foto yang digenggamnya. Sebuah foto yang membuat gadis lusuh itu tidak berdaya. Foto yang menangkap basah dirinya yang sedang bekerja di Klub, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

“Hmm… Apa jadinya ya, orang pintar seperti kau akan ketahuan bahwa kau itu bekerja sebagai pelacur di Klub? Bagaimana menurutmu, Kim So Eun?” ujarnya menyebut nama gadis lusuh itu. Gadis itu menangis menunduk. Dia kembali memegang kaki si penguasa itu.

“Aku mohon, Goo Ha Ra. Jangan sebarkan foto-foto itu. Lagipula, aku bukan bekerja disana. Aku hanya menggantikan temanku yang kebetulan tidak bisa datang.”

Gadis penguasa yang bernama Goo Ha Ra itu pun menendang tangannya yang berani memegang kakinya lagi. Dia memandang jijik. Tidak lama, senyumannya pun tersirat di bibirnya.

“Baiklah. Aku tidak akan menyebarkan foto-foto ini. Tetapi ada syaratnya.”

“Ap.. Apa itu…?”

“Aku ingin kau mencelakai seorang laki-laki yang berani memutuskan hubunganku dengannya. Ah… lebih tepatnya, membunuhnya. Mungkin.”

So Eun terdiam. Dia berusaha meyakini apa yang didengarnya pasti salah. Membunuh orang? Apa tidak salah?

“HEI, SO EUN! Kau dengar tidak?”teriak Ha Ra kesal melihat So Eun malah melamun. So Eun pun memandang Ha Ra, “Membunuh orang? Apa kau tidak salah Ha Ra? Itu.. itu kan kriminal sekali.”ucap So Eun berusaha menolaknya.

“Aku tidak peduli. Saat ini moodku sangat tidak baik. Aku begitu sangat sakit hati dengannya yang tega memutuskan hubungan ini. Padahal aku begitu mencintainya. Kenapa dia begitu tega mencampakku?” Ha Ra malah curhat, kedua temannya yang berdiri dibelakangnya pun mengangguk penuh keprihatinan dengan yang terjadi kepada Ha Ra. So Eun masih menunduk tidak percaya. Haruskah dia membunuh orang?

“Aku tidak mau tahu. Pokoknya kau harus membunuhnya. Terserah kau pakai cara apa. Kalau kau sampai gagal mencelakainya, aku jamin foto-fotomu akan tersebar dengan mudahnya.”

“JANGAN, HA RA! AKU MOHON JANGAN!?” histerisnya penuh kepanikan mendengar ancamannya.

“Tentu saja. Makanya kau harus mau melaksanakan perintahku. Mengerti?”

So Eun mengangguk, menandakan dia mengerti apa yang diucapkan Ha Ra barusan.

“Kalau begitu, siapa laki-laki itu?” tanya So Eun yang memang tidak tahu siapa nama kekasih Ha Ra yang kini telah jadi mantannya. Ha Ra menyunggingkan senyumannya dengan puas karena So Eun mau melaksanakan perintahnya yang padahal hanya lelucon. Setidaknya dia bisa membalaskan dendam sakit hatinya.

“Namanya, Lee Hyuk Jae.”

*****

Di malam yang sama, tempat yang berbeda. Di sebuah klub yang ramai dengan pengunjung malam. Terlihat ketiga teman lelaki keluar dari tempat itu.

“Hei, Hyuk Jae! Kau yakin tidak mau ikut kami pergi balapan?”tanya Siwon saat mereka di depan pintu. Lelaki yang dipanggilnya Hyuk Jae pun menggeleng kuat.

“Tidak. Aku mau pulang saja. Aku lelah.”

“Yah…. Lemah amat kau ini, Hyuk Jae.” Sindir Heechul yang ada disampingnya. Hyuk Jae tidak mempedulikan mereka. Hyuk Jae segera menjauhinya menuju ke tempat parkiran dimana tempat mobilnya diparkir. Saat melangkah santai menuju tempat itu, dia melihat gerak-gerik yang mencurigakan di sekeliling mobilnya. Seseorang yang memakai jaket, karena curiga Hyuk Jae berlari menuju ke sana. Seseorang itu yang baru saja berdiri di depan kap pun terkaget saat jaketnya ditarik Hyuk Jae.

“HEI! Siapa kau?!”seru Hyuk Jae menangkap basahnya. Dia pun menarik jaketnya dengan paksa agar bisa melihat wajahnya yang tertutup tudung jaket itu. Seorang gadis. Hyuk Jae mengernyitkan dahinya, dia merasa kenal dengan gadis itu. Gadis yang tertangkap basah itu malah mendorong tubuh Hyuk Jae dan kabur darinya. Awalnya Hyuk Jae ingin berlari mengejarnya, namun berhubung dia sedang lelah. Dia mengurungkan niatnya. Dia segera mengecek mobilnya. Takut mobilnya dirusak oleh gadis itu. Ban mobil tidak kempes. Dinding mobilnya tidak ada yang tergores. Hyuk Jae kembali berpikir, “Kalau begitu untuk apa gadis itu ada disini?”

Hyuk Jae tidak mempedulikan pikirannya. Dia pun segera masuk ke dalam mobil. Menghidupkan mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu. Seorang gadis yang baru saja kabur pun keluar dari semak-semak, dia memandang mobil itu yang semakin jauh dengan pancaran wajahnya yang penuh kesedihan. Dia hanya bisa mengatakan di dalam hatinya dengan penuh penyesalan.

“Maafkan aku, Hyuk Jae.”

Beberapa menit kemudian, awalnya Hyuk Jae merasa tenang saat menyetir mobilnya. Namun saat melewati sebuah penurunan tebing, dia hendak membelok setirnya sambil mengurangi kecepatan mobilnya. Namun saat dia menginjak rem, kecepatan itu tidak berkurang sama sekali malah menambah kecepatan. Hyuk Jae menginjak berkali-kali. Tetap saja rem itu tidak berfungsi. Rem itu jadi blong. Akhirnya dia tidak bisa menghindari pagar yang membatasi tebing itu. Mobilnya terbang dan jatuh ke sungai. Mobil itu perlahan tenggelam hingga tak terlihat lagi kenampakan mobil itu di atas sungai.

*****

So Eun terus menangis di pojok kamarnya. Dia berlutut gemetaran. Dia sungguh khilaf dengan apa yang dilakukannya. Dia begitu menyesal. Tetapi dia tidak punya pilihan lain. Dirinya sedang diancam.

“Ibu… Apa yang harus aku lakukan?” ujar So Eun cemas memandang bulan yang terang. Matanya terus mengeluarkan air mata indahnya. So Eun benar-benar tidak sanggup lagi.

*****

3 Hari kemudian…

Ha Ra tersenyum bangga mendengar cerita So Eun bagaimana cara dia mencelakai Hyuk Jae.

“Apa kau yakin dia sudah mati?” tanya Ha Ra memastikan. So Eun yang berada ditaman menunduk dan mengangguk pelan.

“Tetapi… apa kau sudah menghilangkan bukti-bukti itu?”

“Ten.. tu .. saja…” jawab So Eun penuh gemetaran. Ha Ra pun tertawa melengking dengan puasnya. Tidak disangka Hyuk Jae bisa dibunuh tanpa campur tangannya. Setidaknya itu bisa membuatnya lepas dari tuduhan pembunuhan, atau malah So Eun yang akan jadi tersangka jika polisi sedang mencari pelakunya. Ha Ra pun bangkit dari kursinya dan segera pergi dari taman itu diikuti kedua temannya tidak terkecuali So Eun.

*****

Di depan pagar sekolah terbuka secara otomatis. Mobil limosin mewah pun masuk ke dalam wilayah sekolah elit itu. Para siswa yang ada disana pun segera mengerubunginya. Ha Ra dan yang lainnya tentunya juga So Eun yang kebetulan lewat pun berhenti melihat keberisikan mereka.

“Ada apa ini? Kenapa mereka berisik sekali?” Karena penasaran, Ha Ra dan yang lainnya pun ikut mendekati rombongan siswa itu. So Eun hanya terdiam patung melihatnya agak jauh. Mobil limosin mewah itu berhenti. Supir itu segera membuka pintu mobilnya. Para siswa itu berteriak kegirangan saat melihat lelaki tampan itu keluar, Choi Si Won. Si Won pun keluar dengan senyuman ala pangeran. Lelaki tampan yang berwajah cantik itu pun keluar mengikuti Si Won, Kim Hee Chul dengan ekspresi sedikit dingin. Dan yang terakhir, lelaki tampan berambut merah itu pun keluar mengikuti Si Won dan Hee Chul. Mata So Eun dan Ha Ra beserta kedua teman pengikutnya membelalak melihat lelaki yang terakhir turun itu.

“Tidak mungkin! Dia masih hidup?” seru Ha Ra. Untungnya suaranya masih kalah dengan teriakan para siswa yang menyambut kehadiran mereka. So Eun yang ada di teras sekolah itu tidak bisa bergerak sama sekali. Matanya terus memandang lelaki berambut merah itu. Berharap itu bukan lelaki yang dibunuhnya, Lee Hyuk Jae. Mata So Eun pun bertemu dengan tatapan lelaki itu begitu lamanya. Hingga ketiga lelaki itu masuk ke dalam kelasnya.

“Ti..tidak mungkin… Hyuk Jae tidak mungkin hidup. Bagaimana ini?” So Eun sangat cemas dengan akan nasibnya. Apalagi Hyuk Jae adalah anak konglomerat yang merupakan keluarga penting di sekolah elit itu. So Eun tidak bisa berpikir dengan tenangnya.

*****

“Katamu dia sudah mati! Kenapa dia masih hidup?”bentak Ha Ra kesal. So Eun masih tidak menjawab. Dia sudah pasrah akan diomeli Ha Ra bahkan tidak segan ditampari pipinya.

“Hhh… Kalau begini caranya, aku terpaksa menyebar foto ini karena kegagalanmu.”

So Eun langsung panik. Dia segera memegang tangannya.

“Aku mohon jangan, Ha Ra. Aku mohon jangan kau lakukan itu. Lagipula aku sudah melaksanakan perintahmu.”

“IYA… TAPI KAU GAGAL!?” ucap Ha Ra menekankan kata-katanya sambil menepis tangannya dengan kasar. Tanpa menghiraukan So Eun yang makin menangis, Ha Ra dan kedua pengikutnya pun meninggalkannya.

“Hiks… Ibu… bagaimana ini? Ibu… Maafkan aku… Aku mengecewakan Ibu…”gumam So Eun tidak bisa menahan tangisannya. Sementara itu ada sepasang mata yang menyaksikan kejadian tersebut, orang itu menggeleng prihatin melihat punggung So Eun yang gemetar karena nangis.

“Ckckck… sungguh kasihan gadis itu. Rupanya dia diancam Goo Ha Ra. Bagaimana, Hyuk Jae? Apa kau akan memaafkan gadis itu yang sudah mencabut kabel rem mobilmu?” tanya Hee Chul melirik Hyuk Jae yang masih memandang So Eun dengan lipatan tangannya di dada.

“Aku tidak akan semudah itu memaafkan seseorang yang sudah berani mencelakaiku walaupun dia sedang diancam.” Geramnya.

“Oow… Rupanya Lee Hyuk Jae sedang marah besar.” Hee Chul bergidik saat melihat aura gelap di sekitar Hyuk Jae yang menandakan dia memang sedang dendam. Dia teringat bagaimana caranya menyelamatkan diri dari mobil yang sudah tenggelam itu.

Flashback

Pemilik mobil itu segera panik berusaha menyelamatkan diri. Dia berkali-kali menendang pintu yang ternyata rusak akibat benturan saat jatuh ke dalam sungai dengan kerasnya. Nafasnya hampir sesak, namun dia tidak mau menyerah. Dia terus menendang pintu mobilnya dan berhasil. Hyuk Jae segera berenang keluar dari mobilnya yang sudah tenggelam ke dasar sungai yang cukup dalam. Hyuk Jae segera berenang menuju ke tepi dengan semampunya. Walaupun dia sedang lelah, namun untuk urusan berenang dia begitu ahli. Beberapa menit kemudian, akhirnya Hyuk Jae sampai di tepi sungai dan dia bisa keluar dan bernafas dengan leganya. Sempat dia terbatuk-batuk karena terminum air sungai itu. Hyuk Jae terbaring di tanah yang keras. Cuaca dingin pun menusuk kulitnya karena pakaiannya basah kuyup dan sedikit tersobek. Hyuk Jae mencoba bangkit. Dia berusaha mengingat apa yang terjadi dengan mobilnya. Bagaimana rem mobilnya bisa tidak berfungsi. Tidak lama, dia jadi teringat dengan gadis yang tertangkap basah berada di samping mobilnya. Hyuk Jae begitu geram.

“Gadis itu… Berani sekali dia melakukan hal itu kepadaku.”

End Of Flashback

*****

Bel istirahat siang pun dibunyikan. Para siswa berhamburan keluar menuju ke kantin atau menuju ke tempat sejuk yang bisa menghilangkan kejenuhan mereka akibat pelajaran yang membosankan. So Eun berjalan menyusuri koridor belakang yang sepi dengan beberapa buku yang digenggamnya. Dia hendak menuju ke perpustakaan untuk mengembalikan bukunya. Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang tersenyum kepadanya. Tangannya yang memeluk buku pun gemetaran. Rasanya dia ingin membalikkan tubuhnya dan berlari menghindari pemuda itu yang bernama Lee Hyuk Jae. Iya, Hyuk Jae kini berdiri dihadapannya yang cukup dekat. Kaki So Eun begitu sulit untuk kabur. Dia bisa melihat tatapannya yang penuh amarah. Apalagi dirinya sempat dipergoki Hyuk Jae saat selesai mencabut kabel rem mobil miliknya. So Eun hanya menunduk. Tidak berani menatap matanya. Melihatnya seperti itu malah membuat Hyuk Jae tambah kesal.

“HEI! TATAP AKU!?”bentak Hyuk Jae yang sukses membuat So Eun mau tidak mau menatapnya. Hyuk Jae bisa melihat tatapan So Eun yang penuh ketakutan. Hyuk Jae tersenyum sinis. Dia pun menyentuh dagu So Eun. Memandang wajah So Eun dengan telitinya. Tanpa diduga So Eun, Hyuk Jae mendorong tubuh So Eun dan punggung So Eun mengenai tembok dengan cukup keras. So Eun sedikit kesakitan. Tubuhnya pun ditahan. So Eun begitu shock melihatnya. Melihat Hyuk Jae menahan tangan So Eun di samping wajah So Eun hingga buku yang dipegangnya terjatuh dan tangan satunya lagi memeluk pinggang So Eun erat. So Eun pun berontak, berusaha melepaskan diri. Dia langsung mencium bibir So Eun yang tentu saja membuat So Eun shock. Lebih terkejut lagi, ciumannya begitu kasar. So Eun terus memukul pundak Hyuk Jae dengan tangan satunya yang tidak ditahan. Tapi tetap saja mustahil, Hyuk Jae malah menggigit bibir So Eun hingga So Eun membuka mulutnya dan lidah Hyuk Jae pun sukses masuk ke dalam rongga mulutnya. Dia pun melumatnya dan memperdalam ciumannya. Membuat So Eun hampir tidak bisa bernafas. Namun Hyuk Jae tidak memperdulikannya, malah dia terus menciumnya dengan paksa dan kasar sehingga bibir So Eun berdarah akibat digigitnya. Tetap saja, Hyuk Jae tidak peduli dengan berontakan So Eun. So Eun terus mendorong bahu Hyuk Jae sekuatnya.

“Hyuk! Lep… Ummpphh..” Bibir So Eun kembali terkunci oleh bibir Hyuk Jae yang terus melumatnya. Bahkan berkali-kali menggigit bibirnya agar mau membuka mulutnya. Kedua kaki So Eun menjadi lemah, tubuhnya hampir saja terjatuh. Untung dengan sigap Hyuk Jae menahan tubuhnya walaupun masih mencium bibirnya. Hingga beberapa menit kemudian, hingga Hyuk Jae mendengar suara bel yang menandakan istirahat siang telah selesai. Hyuk Jae melepaskan ciumannya dan membiarkan tubuh So Eun terjatuh karena lemasnya. So Eun segera menata nafasnya yang tidak beraturan. Matanya yang sedari tadi memerah karena menangis akibat ciuman paksanya yang begitu lama. Hyuk Jae menyeka bibirnya yang basah. Dia tersenyum memandang So Eun yang terlihat sedikit menderita.

Tanpa berbicara lagi, Hyuk Jae meninggalkan So Eun. So Eun hanya memeluk kedua kakinya yang gemetaran. Dia sudah tahu ini akibatnya. Akibat berani mencelakai Hyuk Jae, pemuda yang penuh berkuasa di SM High School. Pemuda yang ditakuti para guru bahkan kepala sekolah karena keluarganya merupakan pengaruh penting di SM High School. So Eun bergidik ngeri akan membayangi ancaman Hyuk Jae yang begitu serius karena menyangkut nyawa Hyuk Jae yang hampir hilang karena ulahnya. Tetapi hanya satu hal yang membuat So Eun bingung. Dia mengira dirinya akan dianiaya atau dipermalukan. Tetapi kenapa tadi Hyuk Jae malah mencium bibirnya?

*****

Pukul 21:00 KST , dimana So Eun pun akhirnya bisa mengunjungi Ibunya setelah pulang sekolah. So Eun begitu ceria untuk melupakan kesedihan bahkan ancaman-ancaman yang membayanginya. Dia telah sampai di rumah sakit dan juga sudah berada di depan kamar dimana Ibunya di rawat. Perlahan, So Eun membuka pintunya. Dia melihat Ibunya masih tertidur lelap dengan selang oksigen dihidungnya. Wajahnya yang begitu terlihat tenang. So Eun mendekati Ibunya. Dia pun duduk di kursi disampingnya. Dia memegang tangan lembut Ibunya. Perlahan air mata indahnya pun keluar dari mata dan terjatuh di punggung tangan Ibunya. So Eun meletakkan tangan Ibu di pipinya untuk memberi kehangatan dan ketenangan setelah yang dia alami baru-baru ini.

“Ibu… kelihatannya aku sudah mengecewakan Ibu. Ibu… aku ingin cerita kepada Ibu. Kejadian-kejadian kemarin dan tadi. Sungguh, Ibu. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku tidak bermaksud mencelakainya, Ibu. Soal foto itu… Aku sungguh-sungguh tidak bekerja disana. Aku hanya disuruh temanku untuk menggantikan kerjanya hanya dalam sehari. Tetapi aku tidak tahu kalau dia bekerja di klub. Ibu, hidupku kini sudah hancur. Aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Ibu, sadarlah! Katakan dimana Ayah selama ini? Kenapa Ayah tidak mau membantu kita?!” So Eun hampir berteriak kepada Ibu karena tidak kuat menahan rasa derita yang dialaminya. Keluarganya yang hampir hancur. Ibu koma selama 7 bulan akibat kecelakaan. Ketika Ibu sedang koma, Ayahnya pun hilang entah kemana. Tidak ada kabar sama sekali. Tanpa So Eun sadari, sepasang mata sedang menyaksikan curhatannya di depan pintu kamar yang tidak ditutupi rapat. Tangannya menggenggam sebuah foto So Eun yang sedang bekerja di klub. Sebuah foto yang dia ambil paksa dari Ha Ra. Terbesit senyuman manis dan licik dibibirnya. Lee Hyuk Jae mendapat ide untuk memberi hukuman kepada So Eun.

TO BE CONTINUED……

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya!! ^^

64 responses to “That Somebody Was You [Part 1]

  1. cutelfishy Januari 7, 2014 pukul 10:56 pm

    Seru bgt^^b
    aigoo,, Ah ra nappeun nyuruh So eun ngebunuh Hyuk jae.. ><
    skrg Hyuk jae yg mw blz dendam ke So eun..
    KEREN BGT!

  2. Serraqueen Februari 2, 2014 pukul 11:23 pm

    Waaaahh alur cerita@ kren.
    Saya suka saya suka…😀

  3. kyuwonhae's wife Maret 26, 2014 pukul 4:59 pm

    waaaaaahhhh bklan seru pke bgt
    Siapa yg mengawasi so eun ?

  4. Rani Annisarura Juni 9, 2014 pukul 3:45 am

    kalau ceritanya pake pairing so eun eunhyuk dengan genre kayak gini pasti seru…..

    Seru nih kayaknya karena ada rencana pembunuhan….

  5. So_chie Februari 20, 2016 pukul 12:33 am

    Annyeong chinguaqu leader baru nech numpang bca yah

    Aqu suka bgt ma jalan cerita xa dapat x jalan cerita xa

    Pokok xa daebakkk

    Aqu berharap ff nech sampek tamat dan ngak menggantung

    Salam kenal chingu

    Gomawo dah buat df nech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: