RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

I Will Find You [1/3]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan penuh pemikiran yang meledak (?). FF ini mengandung horror, thriller, dan ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok bagi yang berminat dan berani membacanya. jika terjadi apa-apa (?), q tidak akan bertanggung jawab. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

 

Tetesan darah terus berjatuhan dilantai yang kotor. Rumah yang penuh kekacauan seakan sedang terjadi gempa. Kaca-kaca baik dijendela maupun lemari pun pecah terkena peluru. Sekeluarga tergeletak tidak berdaya dengan hiasan darah di tubuh mereka. Hanya satu pemuda yang tidak berdaya di gantung seakan sedang bunuh diri dengan pisau yang menancap jantungnya. Pemuda lainnya yang sedang duduk santai di sofa tanpa mempedulikan darah yang sudah mengenai sofa tersebut. Dia mengetuk-ngetuk meja dengan pistol kebanggaannya. Dia tersenyum melihat hasil perbuatannya terhadap keluarga yang ada dihadapannya. Senyuman penuh kebanggaan. Dia mengeluarkan dokumen dari saku jasnya. Dia membaca lagi. Melihat daftar target selanjutnya. Tidak lama, ponselnya berdering. Dia segera menjawabnya.

“Halo…”

“…..”

“Target selanjutnya?”

“…..”

“Bukan laki-laki? Seorang gadis?”

“…..”

“Siapa namanya?”

“…..”

“Kim So Eun?”

“…..”

*****

Guru wanita itu terus mengoceh dengan tidak jelasnya bagi siswa di kelasnya. Sungguh membosankan. Banyak siswa yang menguap karena ngantuk. Namun tidak dengan siswa yang duduk di pojok belakang dekat jendela. Seorang gadis yang terus mengamati pemandangan di luar jendela. Sesekali dia tersenyum memikirkan masa lalunya. Masa lalunya yang penuh keceriaan sebelum masa-masa itu datang menghancurkan kedamaian keluarganya. Dia sangat ingat, lima tahun yang lalu. Keluarganya mengalami bencana. Mereka mengalami kecelakaan mobil sehingga menelan korban. Yaitu Ibunya yang sudah meninggal akibat terjebak di dalam mobil yang terjadi ledakan hebat. Sedangkan Ayahnya, Ayahnya berhasil keluar setelah menolongnya. Namun naasnya, setelah kecelakaan itu, Ayahnya mengalami kelumpuhan. Dia stroke. Hanya dia lah satu-satunya yang hidup dan normal.

“Kim So Eun?”

Suara guru itu terus memanggil namanya. Hingga panggilan ketiganya barulah gadis yang bernama Kim So Eun itu menoleh, segera sadar dari lamunannya.

“Apa kau sedang sakit? Wajahmu terlihat pucat.”ucap guru itu. Awalnya So Eun ingin membantah, namun guru itu sudah menyentuh keningnya.

“Ternyata benar. Kau sedang demam. Lebih baik kau ke UKS. Ji Yeon, kau antarkan dia ke UKS.”ujar guru itu memerintahkan teman sebangku So Eun. Ji Yeon hanya mengangguk. So Eun pun terdiam saat dituntun Ji Yeon untuk berdiri dan jalan menuju ke UKS.

*****

Dokter UKS itu memberikan beberapa obat kemudian diminum So Eun. Lalu So Eun terbaring di kasur. Dia mengikuti saran dokter UKS itu untuk segera istirahat lebih banyak. So Eun memejamkan matanya. Berusaha bisa tidur nyenyak setelah terpengaruh obat itu. 10 menit kemudian, kening So Eun mengerut. Dia mulai merasa tidak bisa tidur dengan tenang. Suara yang sangat berisik itu telah mengganggu tidurnya. Terpaksa So Eun terbangun dari tidurnya. So Eun menoleh samping. Dia melihat sebuah korden putih yang membatasi tempat tidurnya. Terlihat bayangan dua orang yang seperti sedang beradu mulut.

“Hei! Kan aku sudah bilang, kau harus tidur!?”seru bayangan pertama yang sedang berdiri.

“Aku tidak mau! Nanti kau pasti macam-macam denganku.”tolak bayangan kedua yang dipaksa tidur di kasurnya.

“Astaga! Sampai kapan kau berpikir seperti itu? Itu kan dulu. Lagi pula aku tidak tertarik denganmu. Sudahlah, kau harus tidur! Ini akibatnya kau terlalu begadang main bola. Kau jadi demam begini kan.”seru bayangan pertama itu lagi. Bayangan kedua itu masih menolak untuk tidur dengan alasan yang sama. Karena terlalu berisik membuat kepala So Eun menjadi pusing, mau tidak mau dia pun menarik korden itu.

“Tidak bisakah kalian diam!?”seru So Eun sedikit emosi. Kedua pemuda itu berhenti bertengkar. Mereka pun memandang So Eun. So Eun jadi salah tingkah. Bukan karena suara teriakannya tetapi melihat kedua pemuda yang ternyata begitu tampan.

“Ah… Maaf, aku tidak tahu kalau ada orang disini. Lihatlah, Kim Bum. Gara-gara kau dia jadi terganggu.”

“Hei! Kenapa kau menyalahkanku? Itu kan karena suaramu yang terlalu keras, Dong Hae.”

Lagi-lagi mereka kembali bertengkar. So Eun hanya terdiam. Tidak bisa menghentikannya lagi, dia pun memilih tidur kembali karena kepalanya memang begitu pusing. Dia sengaja memunggungi mereka. Tidak lama, suara berisik itu lenyap. Namun ketukan di pundaknya membuat So Eun membalikkan tubuhnya. Dia melihat pemuda tampan yang dipanggilnya Kim Bum sedang terbaring dengan tersenyum.

“Maafkan kelakuan temanku tadi. Dia begitu cerewet kalau aku sedang sakit.”

“Ah… Tidak apa-apa.”

“Oh iya, kenalkan namaku Kim Sang Bum. Panggil saja, Kim Bum.”ucap Kim Bum mengulurkan tangannya. So Eun pun menyambutnya.

“Kim So Eun. Salam kenal.”

*****

5 bulan sudah dilewatinya, So Eun masih tidak percaya. Padahal dia jatuh cinta dengan Kim Bum pada pandangan pertamanya, namun tidak disangkanya Kim Bum juga menyukainya. Bahkan mereka resmi jadi kekasih.

‘BRUK!’

Suara tas menimpa tubuh Kim Bum yang sedang memeluk So Eun di depan kelas. Lalu Kim Bum mengambil tasnya sambil mengelus punggungnya yang kesakitan. Dia mendongakkan kepalanya.

“HEI, Dong Hae! Kenapa kau melempar tasmu ke arahku?”kesalnya. Dong Hae malah cengir mendengar omelannya. Dia bukannya turun lewat tangga malah langsung loncat dari lantai dua yang tentu saja membuat So Eun terkejut melihat pendaratannya yang begitu bagus. Dong Hae mengambil tasnya dari tangan Kim Bum.

“Kalian ini jangan bermesraan terus. Sebentar lagi, bisnya akan berangkat. Ayo!?”teriaknya berlari menuju ke arah bis. Kim Bum hanya bisa menggeleng saat melihat tingkah Dong Hae yang seperti bocah. So Eun segera memeluk lengan Kim Bum.

“Sudahlah, ayo kita kesana!”serunya. Kim Bum hanya bisa menurutinya. Kini mereka sedang mengadakan liburan sekolah ke Busan.

*****

Setelah beberapa jam perjalanannya, akhirnya mereka telah sampai di sebuah pondokan. Mereka turun dari bisnya. Kemudian mereka berbaris dengan rapi sesuai dengan instruksi para gurunya. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka pun berhamburan masuk ke dalam pondokan dan berlari menuju ke kamar mereka masing-masing sesuai dengan kunci yang diberikan oleh guru masing-masing.

*****

So Eun terus mencari kamarnya yang bernomor 132. Setelah ketemu, dia mengetuk pelan pintu itu.

‘Tok.. Tok.. Tok..’

Tidak ada jawaban. So Eun mengetuk lagi. Tetap tidak ada jawaban. Perlahan So Eun membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci.

“Halo…? Apa ada orang?”seru So Eun. Masih hening. So Eun pun masuk ke dalam kamarnya. So Eun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aneh. Kemana teman sekamarku? Padahal dia yang pertama memegang kunci kamar ini.”herannya. So Eun segera membereskan barang-barangnya.

“Oh… rupanya kau sudah datang.”

So Eun menoleh ke arah pintu, terlihat teman sekamarnya sudah datang.

“Ji Yeon? Kau sekamar denganku?”

“Iya. Maaf tadi meninggalkan kunci begitu saja. Soalnya tadi aku buru-buru. Ada barang yang tertinggal di bis.”

“Oh… Tidak apa-apa.”

*****

“Bagaimana kamarmu, So Eun?”tanya Kim Bum tiba-tiba duduk disampingnya.

“Baik. Aku sekamar dengan Ji Yeon. Kalau kau, bagaimana?” So Eun bertanya kembali. Kim Bum terlihat menghembuskan nafasnya sambil meletakkan dagunya di atas meja.

“Aku sekamar dengan Dong Hae.”

“Apa? Hahahaha… pasti kalian berantem lagi.”tebak So Eun yang hampir hapal kelakuan mereka saat bertemu.

“Sudah pasti.”jawabnya singkat.

‘TUK!’

Pentukan mengenai kepala Kim Bum.

“Dong Hae! Jangan usil lagi!?”seru Kim Bum kesal. Dong Hae si pelaku mengetuk kepala Kim Bum dengan piring yang dibawanya hanya mesem-mesem. Dia pun menyerahkan piring-piring yang dibawanya kepada Kim Bum dan So Eun.

“Terima kasih.”ucap So Eun. So Eun hanya bisa menonton pertengkaran mereka. Sungguh lucu. Padahal mereka teman, tetapi hubungannya seperti seorang kakak adik.

‘UHUK!’

So Eun menatap pemuda yang ada dihadapannya. Wajahnya begitu pucat. Kedua tangannya memegang kerongkongan seakan ada yang nyangkut.

‘UHUK!’

Pemuda itu terlihat kesakitan. So Eun jadi cemas.

“Seung Ho! Kau kenapa?”teriak So Eun dengan paniknya mengundang keheranan yang ada di ruang makan itu. Pemuda yang bernama Seung Ho itu tidak menjawab. Dia langsung ambruk. Mulut Seung Ho mengeluarkan busa berwarna putih. Seung Ho terkejang-kejang. Tidak lama, dia pun tewas. Para gadis yang ada diruangan itu berteriak ketakutan tak terkecuali So Eun.

*****

So Eun terus berdiam di kamarnya bersama Ji Yeon. Ji Yeon memperhatikan suasana dijendela.

“Aneh… So Eun, menurutmu apakah Seung Ho diracuni?”tanya Ji Yeon.

“Hah? Entahlah. Aku tidak tahu.”

“Kasihan Seung Ho.” Ji Yeon ikut berlutut disamping So Eun. Dia merasa ketakutan. Untunglah makanannya tidak diracuni begitu juga So Eun.

“Tetapi… dari sekian banyaknya yang makan disana. Kenapa hanya Seung Ho yang keracunan? Bukankah sedikit aneh.” Ji Yeon berbicara lagi. So Eun terdiam. Memikirkan perkataan Ji Yeon tadi.

*****

So Eun sedang berkeramas di kamar mandi khusus perempuan. Kamar mandi itu terpisah dari kamar tidurnya. Baru selesai berkeramas saat dia hendak mematikan keran shower, tiba-tiba terjadi mati lampu. So Eun terkejut dan takut. Begitu gelap. Sangat gelap. Sehingga So Eun harus berhati-hati melangkah, dia mengambil handuk. Mengeringkan tubuhnya dan kembali berpakaian walaupun dalam kondisi gelap. Tangannya terus meraba-raba mencari senter yang sengaja dia bawa. Tidak butuh waktu lama, akhirnya dia menemukan senter itu. Dia menghidupkan senternya dan tiba-tiba terjadi ledakan di lampu kamar mandinya yang secara otomatis mengenai korden dan terbakar. So Eun pun panic, dia berlari berusaha membuka pintu. Namun pintunya malah terkunci.

“TOLONG AKU!? JI YEON, TOLONG!?”

Api itu semakin membesar dan asap pun mengepul hingga membuat So Eun sesak nafas. So Eun terus menggedor-gedor pintu kamar mandi yang terletak di pojok kamar. Namun tidak ada satu pun anak yang terbangun bahkan para guru juga masih tidur dengan lelapnya.

“Uhuk..uhuk..” Oksigen semakin menipis, So Eun semakin sesak bernafas. Dia memutarkan bola matanya,mencari jalan keluar. Api semakin membesar dan semakin menghampirinya yang makin terpojok di pintu.

*****

Ji Yeon berusaha membuka matanya. Entah kenapa matanya terasa berat. Dia merasa ada yang berteriak. Sungguh suasana yang panas. Rasanya ingin sekali Ji Yeon mengabaikan teriakan tersebut dan kembali tidur. Namun dia mendapatkan perasaan yang tidak enak apalagi So Eun belum kembali dari kamar mandinya. Cemas, Ji Yeon berusaha bangkit dari tempatnya. Tubuhnya pun ikut merasa berat. Namun Ji Yeon berusaha menyadarkan diri. Dia membuka pintu dan menoleh ke kanan kiri. Memang benar, ada yang berteriak. Tetapi siapa? Ji Yeon melihat cahaya aneh di pojok lantai dua. Ji Yeon berjalan mendekati lokasi itu.

“TOLONG AKU, JI YEON!? SIAPA PUN TOLONG AKU!?”

Teriakan itu semakin jelas. Ji Yeon mengenal suara yang semakin jelas itu.

“So Eun!” Ji Yeon berlari ke lantai dua. Dan benar saja, terlihat asap menghitam dan cahaya merah di kamar mandi itu.

“Astaga! So Eun!?”

Ji Yeon terbingung berusaha meminta tolong. Ji Yeon langsung menggedor-gedor pintu kamar lainnya. Tidak ada yang menyahutnya. Aneh. Bahkan ke guru pengawas juga tidak ditanggapinnya, selain itu pintunya juga terkunci dari dalam. Ji Yeon berlari menuju ke lantai kamar khusus laki-laki. Dia menggedor-gedor lagi kamar yang lain satu per satu. Tetap tidak jawaban. Kemana mereka. Apa begitu terlelapkah tidurnya? Ji Yeon terus menggedor pintu hingga ke ujung kamar.

‘Cklek’

Pintu itu akhirnya terbuka, “Loh, Ji Yeon?”

“Kim Bum! Akhirnya kau buka pintu juga.” Ji Yeon lega.

“Ada apa?”tanya Dong Hae penasaran.

“Tolong So Eun! Dia terjebak di kamar mandi. Kamar mandinya kebakaran.”

“Apa!?”

Ji Yeon langsung menarik Kim Bum diikuti Dong Hae untuk menolong So Eun. Kim Bum langsung mendobrak pintu dibantu Dong Hae. Beberapa kali didobrak, akhirnya bisa dibuka. Terlihat So Eun pingsan di samping shower. Kim Bum langsung menggendongnya dan segera diberi pertolongan.

*****

Ji Yeon begitu setianya menemani So Eun yang masih tertidur dengan pulas. Beberapa menit kemudian, akhirnya So Eun terbangun.

“So Eun. Kau tidak apa-apa?”tanya Ji Yeon sambil memeriksa suhu di kening So Eun. So Eun hanya mengangguk.

“Apa kau haus? Aku ambilkan minuman dulu ya.”

Ji Yeon beranjak dari tempatnya dan keluar dari kamar. So Eun menoleh, memandang jendela.

“Hujan?”gumamnya. Dia memejamkan matanya sebentar. Sungguh lelah dan sakit dadanya akibat kejadian kebakaran itu. Tiba-tiba lampu dimatikan. So Eun terkejut. Dia masih bisa melihat cahaya lampu di luar jendela. So Eun menoleh, siapa yang mematikan lampunya.

“Ummpphhh…” mulutnya dibekap sehingga So Eun tidak bisa berteriak. Dia melihat sosok sedang menindihnya agar tidak banyak bergerak. Sosok itu memakai jaket hitam dan memakai tudung hingga tidak terlihat wajahnya. Dia melihat tangan sebelahnya memegang sebuah pistol.

*****

Ji Yeon masih sibuk mencari teh di dapur. Dia terus membuka kulkas dan lemari satu per satu.

“Aduh… dimana sih teh itu?”keluhnya. Saat dia melirik sebuah toples di ujung lemari. Ji Yeon pun menemukan teh itu. Dia segera mengambilnya dan hendak menuangkan beberapa sendok ke dalam gelas.

‘DOR!’

Toples yang dipegang Ji Yeon terjatuh karena terkejut mendengar suara tembakan.

“Suara apa itu?”

Penasaran. Ji Yeon keluar dari dapur dan berjalan menuju ke arah sumber suara itu. Dia menaiki tangga menuju ke lantai tiga, tempat kamarnya. Dia melihat sosok mayat laki-laki tergeletak di ujung lantai.

“GYAAAAA!!!!”

Teriakan Ji Yeon membuat sang pelaku menoleh. Pistolnya mengarahkan ke Ji Yeon.

‘DOR!’

Pelurunya pun mengenai jantung Ji Yeon.

*****

So Eun terbatuk-batuk. Untunglah ada suara misterius muncul masuk ke dalam kamarnya yang ternyata suara kucing. Dan orang yang membekapnya langsung kabur lewat jendela yang dipecahkannya. So Eun berusaha berdiri karena tubuhnya yang masih lemah. Dia pun keluar dari kamarnya berusaha mencari pertolongan. Tubuhnya menjadi kaku saat melihat sosok mayat di ujung lantai. So Eun segera berlari mendekati mayat itu.

“Ji Yeon!? Bangunlah Ji Yeon!?” dia melihat banyak tetesan darah keluar dari jantungnya. Ji Yeon tewas? Tidak mungkin. So Eun hendak memeriksa denyut nadinya. Tiba-tiba sebuah pistol menyentuh kepalanya. So Eun tidak bisa berkutik. Dengan pelannya, dia membalikkan tubuhnya. Penampilan yang sama, orang ini lah yang hendak membunuhnya tadi.

“Si..siapa kau?”tanya So Eun.

“Cih… kenapa kau begitu sulit untuk dibunuh?”

So Eun mengenal suara itu.

“Lee Dong Hae?”tebaknya. Pelaku itu menarik tudung jaketnya sehingga menampakkan wajahnya yang sambil tersenyum secara jelas. Ternyata benar, Lee Dong Hae pelakunya.

“Kenapa?”tanya So Eun tidak percaya.

“Kenapa? Oh…. Aku rasa pertanyaan itu harus kau ajukan kepada Ayahmu.”

“Hah? Ayahku?”

“Dong Hae! Apa yang kau lakukan!?”

So Eun dan Dong Hae menoleh ke arah suara teriakan itu. Wajah So Eun terlihat senang melihat sang kekasihnya muncul.

“Kim Bum.”

‘DOR!’

Tanpa aba-aba, Dong Hae melepaskan tembakannya ke Kim Bum. Kim Bum pun tergeletak, karena pelurunya mengenai bagian perutnya.

“KIM BUM!?”

TO BE CONTINUED……..

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

41 responses to “I Will Find You [1/3]

  1. owni Agustus 29, 2011 pukul 1:13 pm

    ya ampun, ternyata dong hae pelaku’a
    penasaran sama part slnjut’a, di lnjutkan ya author, pleaseeeeeeeee

  2. Vita Agustus 29, 2011 pukul 2:13 pm

    Baru part 1 ud ketauan sapa pelakunya.. Wah.. Next part pasti byk kejutan.. Hehe (harap maklum thor reader sotoy)

    lanjut ayo lanjut…

  3. Lisma Kim-eun Agustus 29, 2011 pukul 2:17 pm

    Waaaah eonny…..ffx kereeeen n buat jntung aku pnsraaan !!hoho
    aku mhon lanjutin ya,ya,ya*mhon2 ma kk retno’

  4. Kaoru selly sangeun Agustus 29, 2011 pukul 2:23 pm

    Eon pnasaran nih q ma ffnya ..
    Aduh ji yeon tewas ?? Gimana nasib kim bum ??
    So eun nya gmn ?? Ternyata pelakunya si hae ..
    Haduh mkin pnasaran nih ma kelanjutannya ..
    Eon ffnya daebak ..
    Tpi pemeran utama prianya siapa eon, kim bum / donghae ? => moga ja sih bumppa .. Ngarep.com
    eon lanjutkan, ku tunggu part selanjutnya :))

  5. afri Agustus 29, 2011 pukul 2:41 pm

    ya ampun donghae ternyata,
    kim bum jangan mati dulu, tolong so eun dulu,
    penasaran sama kelanjutanya,
    eonnie part selanjutnya di tunggu.

  6. kikey Agustus 29, 2011 pukul 3:44 pm

    Huaaaa serem ceritanya. Kim bum nya jangan mati dooong huhu. Lanjutin ceritanya ya thor, pleeeaseee😉

  7. Bummiearab Agustus 29, 2011 pukul 11:04 pm

    Aku selalu setia nunggu semua karya kya mu yg daebakkk ini ka..
    Hwaiting !!!

  8. Chandra Syifa W Agustus 29, 2011 pukul 11:52 pm

    Hai kak retno ! *angkat tangan* #plakk
    Waktu baca yg disclaimer dr kk, aku jd agak merinding. Soalnya aku ga pernah baca cerita tentang bunuh2an -..-

    Ah, kalo yg ini ga terlalu serem ! Jd masih berani baca~ kkkkk~😄
    Tpi itu, kenap itu kim bum di tembak coba ?! Baru nongol 1 part tp udah ketembak ?! *bletakk* *di jitak kak retno*

    Maaf kak kalo kebanyakn komen ga jelas. Hehehe~

  9. Zheey2992 Agustus 30, 2011 pukul 12:24 am

    Ya msh part 1 ne.
    Knp kim bum udah kna tmbak aja.
    Knp jga hrus kthuan dlu pelakux.
    Knp gk ada teka tekix g2.
    Biar tmbh pnasrn.

    • RetnoMyaniezasia Agustus 30, 2011 pukul 2:56 pm

      entahlah… kenapa ya???? *malah balik nanya ==”

  10. Khansa Annisa Agustus 30, 2011 pukul 3:25 am

    hmmm… penasaran kira2 ada hubungan apa ayahx so eun ma pembunuhan berantai. karena aku memang suka baca novelx agatha christie, jadi udah biasa dengan cerita2 pembunuhan *nggak nanya*

    otreh ku tunggu kelanjutanx😀

    • RetnoMyaniezasia Agustus 30, 2011 pukul 2:55 pm

      ada rahasia apakah itu??? Mari kita menunggu part 2 nya! Hahaha/….

  11. EchaKyuWon Agustus 30, 2011 pukul 5:13 am

    wahh kereenn,, waduhh donghae lagi pelakuny ..
    waktu yg sama eunhyuk donghae juga,, huhuhhuu donghae jahat ..

    wahh kakk keren,, aku tnggu part slnjtny,, kasii tau aku yah klo udh adaa klnjtnya🙂

  12. gerund Agustus 30, 2011 pukul 7:07 am

    daebak chingu!
    Btw main cast cwo’x cpa nech?

    • RetnoMyaniezasia Agustus 30, 2011 pukul 2:53 pm

      Kim Bum ma Dong Hae aja.. ^^

  13. rizkyapratiwi Agustus 30, 2011 pukul 8:43 am

    tuh kan bener tebakan q lagi-lagi dong hae yang jd orang jahat
    kasian kali nasib dong hae *habis jd penjahat trus* #d kejar fans dong hae#
    lanjuuuut thor ….. seru nih ceritanya

  14. Helda Agustus 30, 2011 pukul 4:05 pm

    donghea kau tega.author lanjt jangn lama2.:)

  15. Indah_ELF Agustus 30, 2011 pukul 5:20 pm

    Ternyata Donghae pembunuh’a
    jdi penasaran!!!

  16. ita (regretlife) Agustus 30, 2011 pukul 5:38 pm

    andwee… kim bum tdk boleh mati…. kim bum bertahanlah….jgn ttinggalkan so eun…

  17. meilani September 2, 2011 pukul 12:05 am

    bagaimana ya nasib kim bum ,…………
    pleaseeeeeeeeee…..
    dilanjuti………./////////////
    penasarannnnnnnnnnnnnnn

  18. muna September 5, 2011 pukul 12:20 pm

    kim bum ga boleh mati…kasian so eun
    secepatnya lanjutannya…

  19. geill Desember 12, 2011 pukul 6:56 am

    benar2 cerita bertema pembunuhan!!!!!!!!!!!!
    dan pelakunya DONGHEA, gak nyamgka aq!!!!!!!!!!!!!
    lanjut ah biar tau…………………….

  20. kim sohyun Maret 8, 2012 pukul 1:59 pm

    ya ampuuuuunnn
    lagi2 donghae…
    mank tampang donghae tampang criminal yach,,,,wkwkwk

    lanjut ja ah…

  21. syawalia febriani( lee ji sun ) Mei 9, 2012 pukul 10:14 am

    kok donghae jdi pembunuh lagi yah ?
    aku bacanya jadi tegang ya ampun
    menuju next part nya aja dech

  22. cucancie Agustus 30, 2012 pukul 6:31 am

    Anyeong author whuuaa..ff nya seru nih,jd penasaran baca lanjutannya…

  23. Rahmatina Fajaria Bioria November 8, 2012 pukul 1:10 pm

    Kok kim bum nya kena tembak…. Sedih deh…
    Tapi semoga kim bumnya selamat.

  24. tanti no kawai Desember 12, 2012 pukul 8:14 am

    Donghe?????
    Huuuuuaaaaa….. Bum-ah tertembak….
    Next….

  25. Nia lestari lufibumhekidory Desember 14, 2012 pukul 12:16 pm

    .Aku nunggu ff karyamu ka yg baru cuma ada 1..
    .eh..ktemu ini kya’nya udah lama yah..ya wislah gak pa2..
    .seru kok..

  26. luthfiangelsso Februari 16, 2013 pukul 12:13 am

    Waww keeereenn author
    donghae’a kenapa mau bunuh sso apa hub’a sama ayah’a sso ??

  27. missfishyjazz April 16, 2013 pukul 2:30 am

    Abang Hae kagak nyantai banget.-.
    Ehm, adegannya terlalu cepat yah, menurutku sih *maaf* perasaannya Kimbum ke so eun kurang diperdalma😀

  28. Kagak yangka donghae nglakuin itu, hufffttt.... . Hiks, hiks huwaaaa Kimbum oppa nanti mati nggak yaa . Tapi kok cepet banget tau siapa pelaku pembunuhnya Juni 22, 2013 pukul 5:44 am

    Elsantigarin@yahoo.co.id

  29. Ilma Bumssoeulmates Elf November 14, 2013 pukul 10:54 am

    sumpah ni ff penuh misteri bangett
    bikin penasaran
    kok donghae sadis amat ya??
    sebener.a ada masalah apa niiih??

  30. harga sofa bed Januari 11, 2014 pukul 11:22 am

    I don’t know if it’s just me or if perhaps everybody else
    experiencing issues with your blog. It looks like some of the written text on your content are running off
    the screen. Can somebody else please comment and let me know
    if this is happening to them as well? This may be
    a problem with my web browser because I’ve had this
    happen before. Cheers

  31. Serraqueen Februari 1, 2014 pukul 3:39 pm

    Waaahh seru2

  32. tyas27 April 10, 2014 pukul 10:36 am

    loh kenapa?

  33. Rani Annisarura Juni 9, 2014 pukul 3:47 am

    wah di part 1 udah tau siapa yang melakukan pembunuhan ini….

    Tapi bikin penasaran aja apa yang terjadi,,, dan siapa yang bakalan dibunuh lagi sama donghae….

  34. ainami September 9, 2014 pukul 4:11 am

    sadiiiiiiis >_<

    dong hae pelakunya…. :O

  35. sabanaRyuga Oktober 5, 2014 pukul 1:38 pm

    kejamnya…

  36. rap Desember 19, 2014 pukul 7:48 am

    Ternyata donghae….
    Next eon… penasaran sama kelanjutannya

  37. neneng vhivi Januari 4, 2015 pukul 3:58 am

    ternyata dong hae yang pelakunya..
    donghae kejaaaam..

  38. mia September 3, 2015 pukul 1:03 am

    sadis bgt sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: