RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

FANCIFUL [PART 1]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF gaje ini adalah hasil kolaborasi dengan temanku, dimana temanku ini yang memberi ide tentang EunHae sedangkan q tentang Bumsso. So, FF ini tidak 100% mengandung yaoi. Hehehe….😄. FF ini juga terkadang mengandung semi NC (?), jadi lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, kami tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur kami tidak jadi memprotect FF ini. Satu lagi, dengan hasil diskusi bersama temanku maka diputuskan  jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan kami lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan kami posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

 

FANCIFUL [PART 1]

 

Gadis itu terus berlari, dengan membawa beberapa buku yang dipangkunya. Terus berlari seakan takut terlambat namun tanpa disadarinya, dia pun menabrak seorang pemuda yang kebetulan sedang berjalan melewati daerah tersebut. Buku-buku pun jadi bertebaran.

“Ah… Maaf..!” gadis itu terus menyesali sambil memungut kembali buku-buku yang dibawanya.

“Tidak apa-apa, So Eun.” Jawab pemuda lembut itu sambil membantunya. Gadis yang bernama Kim So Eun pun mendongakkan kepalanya. Tidak disangka dia bertabrakan dengan pemuda yang dikaguminya.

“Kim Bum…”gumamnya. Kim Bum terus memunguti buku-buku itu.

“Ini bukumu.” Kim Bum menyerahkan buku-buku itu ke tangan So Eun. So Eun langsung sadar dari lamunannya.

“Ah… Terima Kasih, Kim Bum.”

Mereka berdua pun berdiri, Kim Bum memberikan senyuman manis kepada So Eun lalu pergi melewatinya sedangkan So Eun terus memandangi sosok tampan itu. Tidak disangkanya, Kim Bum menyapanya bahkan menyebut namanya lagi.

“Kim Bum,.. kau begitu tampan sekali.”

Suara lonceng telah menyadarkan So Eun lagi.

“Aish… Bodoh! Sudah masuk.” So Eun berlari lagi sambil mengeratkan buku yang dipegangnya. Berlari menuju ke ruang guru sekolah.

*****

Pemuda itu terus berdiri di depan stasiun sambil menunggu hujan reda. Pemuda itu terlihat sedikit malu. Dia terus menarik tudung jaketnya agar menutupi wajahnya. Dia malu bukan karena wajahnya jelek tetapi jaket yang dipakainya adalah jaket kuning perempuan milik sang adiknya. Rupanya dia salah ambil jaket di rumah, karena warna yang sama. Yah.. walaupun tidak dipungkiri jaket tersebut malah pas untuk ukuran tubuhnya. Ponselnya pun berdering, saat dia melihat nama sang adiknya, dia langsung mengangkatnya.

“Halo…”

“Kak Hyuk Jae! Jaket kakak ada padaku. Apa jaketku ada di Kakak?”

“Yah… So Eun. Maaf… tadi aku salah ambil jaketmu.”

“Ya sudahlah, tidak apa-apa. Aku harap Kakak baik-baik saja disana. Semoga tidak ada yang salah paham dengan Kakak karena memakai jaket perempuan.”

“Apa? Apa maksudmu, So Eun? Yah! So Eun!?” sayangnya So Eun sudah memutuskan telponnya. Hyuk Jae begitu sebal dengan kelakuan adiknya yang begitu jahil. So Eun memang adiknya namun bukanlah adik kandung melainkan adik tiri. Karena Ibunya menikah lagi dengan Ayahnya So Eun. Walaupun begitu, Hyuk Jae sangat menyayangi So Eun. Hyuk Jae mengeratkan jaketnya karena dingin hingga  menyadari sebuah dompet jatuh disampingnya. Hyuk Jae pun memungutnya dan mengamati dompet itu.

“Milik diakah?”batinnya sambil melihat pemuda lain disampingnya. Dia pun menepuk bahu pemuda itu dengan dompet . pemuda disampingnya pun menoleh. Awalnya dia terdiam bingung saat melihat Hyuk Jae yang pakai jaket kuning itu terus mengulurkan dompet.

“Hei, dompetmu jatuh.” Akhirnya Hyuk Jae berbicara. Pemuda disampingnya pun mengerti. Sambil tersenyum, dia pun menerima dompet miliknya.

“Terima kasih, nona.”

Perkataan pemuda itu membuat Hyuk Jae mengerutkan dahinya. Nona? Dia tidak salah dengar?

“Nona? Tunggu. Kau memanggilku nona?” Hyuk Jae merasa tersinggung.

“Apa?” pemuda itu malah tidak mengerti karena wajah Hyuk Jae yang masih tertutupi tudung jaket itu.

“YA! Aku ini laki-laki, bukan perempuan. Kau salah paham.”seru Hyuk Jae sambil melepaskan tudung jaketnya. Namun pemuda itu malah terdiam saat melihat wajah Hyuk Jae. Matanya memancarkan pernah mengenali seseorang yang mirip dengan Hyuk Jae. Hyuk Jae malah merasa merinding ditatapinya. Untung saja, busnya sudah datang. Tidak mau lama-lama berada disamping pemuda asing itu, Hyuk Jae langsung masuk ke dalam bus. Sementara itu, pemuda itu masih memandang bus yang dinaiki Hyuk Jae.

“Dia….” Pemuda itu tidak bisa berkata lagi. Dia malah sibuk mengingat sesuatu.

“Tuan Lee Dong Hae…” panggilan supirnya membuat pemuda yang bernama Lee Dong Hae segera sadar dari lamunannya. Mobilnya sudah datang. Dong Hae segera memasuki mobil sedan hitam.

*****

Hujan masih belum reda. Padahal So Eun harus segera pulang ke rumah. So Eun begitu bosan menunggu di sebuah gubuk yang tidak jauh dari sekolahnya. Untungnya So Eun memakai jaket milik Hyuk Jae. Jaket kuning yang sedikit besar cukup menghangatkan tubuh So Eun.

‘DUK!’

So Eun menoleh, terdengar suara pukulan. Namun tidak ada siapa-siapa.

‘BRAK! DUK!’

Suara pukulan itu terdengar lagi. Karena penasaran, So Eun pun segera mencari sumber suara tersebut. Dia pun melewati belakang gubuk.

‘DUK! BRAK!’

Lagi-lagi suara itu masih terdengar dan jelas. Perlahan So Eun mengintip lewat tembok yang agak kotor. Matanya melotot terlihat jelas adegan tersebut. Dirinya sungguh tidak menyangka melihat ketiga pemuda itu, ah tidak. Pemuda yang satunya. Pemuda yang dikenalnya baik dan ramah sedang asyik menghajar yang terlihat musuhnya dari sekolah lain karena memakai seragam yang berbeda dengan So Eun dan pemuda itu.

“Kim Bum? Apa!?”gumam So Eun terkejut. Raut wajah Kim Bum itu terlihat sangar, sangat berbeda ketika di sekolah.

“Kenapa? Kenapa dia jadi seperti ini?”

‘DUK!’

Musuh itu langsung tergeletak dengan keluarnya darah segar dari kepalanya akibat dipukul Kim Bum dengan menggunakan tongkat baseball. Terlihat ekspresi yang begitu puas di wajah Kim Bum. So Eun begitu jadi takut dengan Kim Bum. Tidak mau berurusan dengannya, So Eun perlahan melangkah mundur. Namun sialnya, dia malah menginjak ranting dan terjatuh yang mengundang suara sehingga keberadaannya diketahui.

“Siapa itu?!” teriak pemuda yang ada disamping Kim Bum. So Eun ketahuan! Kim Bum terdiam memandangi So Eun yang masih duduk dari jauh. Tidak mau berurusan lagi, So Eun segera bangkit dan berlari sekencangnya. Pemuda lain yang hendak mengejar So Eun pun dicegat Kim Bum.

“Biar aku yang kejar dia.” Ucap Kim Bum sambil melempar tongkat baseballnya ke arah tak tentu. Dia berlari mengejar So Eun. So Eun terus berlari melewati gubuk, sekolah, yang pastinya jauh dari TKP tadi. Namun karena tenaganya sudah terkuras habis. So Eun pun berhenti sambil ngos-ngosan. Dia berusaha mengendalikan nafasnya agar bisa bernafas dengan baik. Tubuhnya hampir basah karena terkena hujan, untungnya dia memakai jaket kakaknya. So Eun segera berjalan di pinggir gedung untuk berteduh. Tiba-tiba tangannya ditarik sehingga tubuh So Eun pun membalik dan punggungnya mengenai tembok dengan cukup keras. So Eun sedikit kesakitan. Tubuhnya pun ditahan. So Eun begitu shock melihatnya. Melihat Kim Bum tersenyum manis sambil mencengkram tangan So Eun di samping wajah So Eun dan tangan satunya lagi memeluk pinggang So Eun erat. So Eun pun berontak, berusaha melepaskan diri.

“YA! Lepaskan aku!?” Namun tetap saja gagal. Karena Kim Bum menahannya terlalu kuat. Kim Bum malah tertawa lucu melihat aksi So Eun.

“Kim Bum! Aku mohon lepaskan aku. Aku janji, aku tidak akan beritahu siapa pun tentang kejadian tadi.” Ucap So Eun mengumbar janji dengan harap dirinya bisa lepas dari Kim Bum. Namun Kim Bum masih memandangnya. Tidak menjawabnya. Dia malah mencium bibir So Eun yang tentu saja membuat So Eun shock. Lebih terkejut lagi, ciumannya begitu kasar. So Eun terus memukul pundak Kim Bum dengan tangan satunya yang tidak ditahan. Tapi tetap saja mustahil, Kim Bum malah memperdalam ciumannya.

“KAKAK!!! TOLONG AKU!!!????”

*****

Hyuk Jae langsung terbangun dari tidurnya. Busnya telah berhenti di stasiun yang ditujunya. Hyuk Jae melihat sekelilingnya dengan bingung. Dia merasa ada yang memanggil dirinya. Hyuk Jae pun turun dari bus itu.

“Aneh.. perasaan ada yang memanggilku. Tapi siapa?” Hyuk Jae malah merasa merinding. Hujan sudah reda. Hyuk Jae pun bisa melepaskan jaket yang memalukan itu. Hyuk Jae melanjutkan perjalanannya. Tanpa disadari, sebuah mobil sedan hitam perlahan melewatinya. Dong Hae yang ada di dalam mobil itu terus memperhatikan Hyuk Jae hingga jauh.

*****

So Eun pun terduduk ambruk di lantai kotor, dia terlihat menarik kerah seragamnya yang sedikit robek dan melorot. Dia hanya bisa menangis, tidak mau melihat Kim Bum yang terus menjilati bibirnya yang habis mencium bibir dan juga leher So Eun. Dirinya hampir saja diperkosa Kim Bum yang sangat brutal. Iya, hampir saja berkat ponsel milik Kim Bum berdering sehingga Kim Bum terpaksa menghentikan aksinya untuk menerima panggilan tersebut. Setelah berbincang beberapa menit, Kim Bum menutup ponselnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Lalu Kim Bum berjongkok tepat di hadapan So Eun. So Eun refleks mundur menjauhi Kim Bum walaupun mustahil karena punggungnya sudah menempel di tembok.

“Kim So Eun.. Sampai jumpa lagi di sekolah.” Ucap Kim Bum sambil berdiri. Dia pun tersenyum iblis melihat So Eun masih menunduk yang berusaha menahan tangisannya. Kim Bum segera menghilang dari hadapan So Eun. Setelah memastikan Kim Bum benar-benar tidak ada, So Eun pun berdiri dengan lemahnya. Dia begitu tidak percaya dengan kejadian tadi. Kim Bum, sang ketua OSIS yang paling dihormati di sekolahnya dan yang dikenalnya paling baik dan ramah.

*****

“APA! Dia hampir memperkosamu!?” Hyuk Jae begitu kaget mendengar cerita So Eun. So Eun hanya bisa menangis sesenggukan dipelukan kakaknya.

“Kakak! Apa yang harus aku lakukan? Aku begitu takut akan bertemu dia lagi besok. Aku jadi tidak ingin sekolah.”

“Laki-laki sialan! Berani-beraninya dia…..” Hyuk Jae begitu emosi. Dia tidak terima So Eun diperlakukan seperti itu. Saat Hyuk Jae mau ngomel-ngomel tiba-tiba orang tuanya datang masuk ke dalam kamar mereka. Wajah mereka terlihat bahagia, membuat Hyuk Jae dan So Eun saling pandang dengan herannya.

“Ada apa, Ibu? Kenapa Ayah juga kelihatan begitu senang?”tanya Hyuk Jae penasaran dengan tingkah mereka yang aneh. Ayahnya langsung duduk dihadapan mereka.

“Anak-anakku yang kusayang, yang paling kucintai. Ayah akan menjodohkanmu dengan anak sahabat Ayah.”

“Kau juga, Hyuk Jae. Kau akan Ibu jodohkan dengan anak sahabat Ibu.” Ibunya ikut angkat bicara.

So Eun belum bereaksi begitu juga Hyuk Jae, yang ada mereka malah terdiam bingung.

“So Eun, Hyuk Jae. Kalian akan segera bertunangan!?” Ayahnya berteriak agar So Eun dan Hyuk Jae segera sadar dari loadingnya.

5 detik….

10 detik…

15 detik….

“APA!?” Akhirnya mereka pun langsung mengerti.

“Ayah! Apa maksudnya ini? Bertunangan?”tanya So Eun.

“Ibu! Apa maksud Ibu, aku juga akan bertunangan?” Hyuk Jae tidak kalah hebohnya. Namun pertanyaan mereka malah ditanggapi tertawa oleh orang tuanya yang super aneh.

“Hahahaha!!! Pokoknya kalian akan bertemu calon tunangan kalian. Jadi kalian harus bersiap-siap sekarang karena sebentar lagi mobil jemputannya akan segera datang.” Ujar Ayah sambil keluar kamar diikuti Ibu.

“APA!? SEKARANG!?” teriak Hyuk Jae dan So Eun kompak.

*****

Mereka pun telah sampai di depan hotel. So Eun memakai dress pink yang terlihat cantik dan Hyuk Jae memakai jas hitam. Mereka saling pandang, tidak hanya gugup tetapi juga ragu.

“Kakak, bagaimana ini?” Hyuk Jae hanya menggeleng tidak tahu apa yang harus dilakukannya mengingat orang tuanya malah mengancam mereka yang berani menolak perjodohan ini.

“Aish… kenapa Ayah harus melakukan perjodohan konyol ini?” So Eun terus mengeluh sepanjang jalan mereka. Hyuk Jae hanya terdiam mendengar ocehan adiknya, karena dia juga tidak mengerti kenapa dirinya ikut dijodohkan padahal dia memiliki seorang gadis yang disukainya. Beberapa menit kemudian setelah berjalan menaiki beberapa lantai akhirnya mereka telah sampai di ruangan yang ditujunya. Mereka pun masuk kedalam dan duduk di kursi yang sudah dipesan sebelumnya.

“Kakak… aku sangat gugup. Siapa yang jadi calon suamiku?” So Eun masih mengoceh.

“Aku tidak tahu… Bisakah kau diam? Kau ini benar-benar cerewet dari tadi.” Kesal Hyuk Jae. So Eun pun cemberut dibentak kakaknya.

Beberapa menit kemudian setelah mereka menunggu akhirnya pintu itu terbuka lagi dan terlihat kedua pemuda masuk kedalamnya. Hyuk Jae dan So Eun cengo melihat kedatangan mereka. Bukan karena pakaiannya yang mewah, juga bukan karena wajah mereka yang tampan. Justru wajah mereka begitu tidak asing di mata So Eun bahkan Hyuk Jae. Kedua pemuda itu duduk dihadapan mereka.

“Maaf membuat kalian menunggu lama.” Ucap pemuda yang duduk dihadapan So Eun. Mendengar suaranya, So Eun segera sadar dari pikirannya.

“Kau… Kim Bum? Sedang apa kau disini?”tanya So Eun belum menyadari situasinya. Hyuk Jae malah asyik memutarkan kepalanya. Mencari siapa gadis yang dijodohkannya tanpa mempedulikan pemuda yang ada dihadapannya. Pemuda yang pernah mengira Hyuk Jae adalah seorang perempuan.

“Aku… aku datang kesini untuk bertemu dengan calon istriku.”jawab Kim Bum dengan santainya. So Eun segera shock mendengarnya. Pemuda yang hampir memperkosanya dengan santai bilang untuk bertemu dengan calon istrinya. Jangan bilang kalau calon istri yang dimaksudnya adalah….

“TIDAKKKK! Tidak mungkin!?”gumam So Eun berusaha mengelak pikirannya.

“Apanya tidak mungkin? Itu memang kenyataan kok. Aku adalah calon suamimu.” Kim Bum memperjelaskan perkataannya. So Eun hanya terdiam tak percaya.

Hyuk Jae yang dari tadi menoleh kanan dan kiri mencari gadis.

“Kau sedang mencari siapa?”tanya Kim Bum yang jadi penasaran. Hyuk Jae segera menoleh ke Kim Bum.

“Eh? Katanya aku juga akan dijodohkan.”

“Oh.. tentu saja.”

“Lalu dia dimana?”

“Kau tidak melihatnya?”

“Heh?”

Kim Bum melirik ke pemuda yang ada disampingnya. Mata Hyuk Jae pun mengikutinya. Iya, seorang pemuda tampan yang masih duduk sedari tadi memperhatikan Hyuk Jae.

“KAU?”seru Hyuk Jae shock.

“Halo… kita bertemu lagi. Perkenalkan, namaku Lee Dong Hae. NO-NA.”sapa Dong Hae menekankan kata-kata itu. Hyuk Jae berdiri dari kursinya.

“Ayo kita pergi, So Eun!”ucap Hyuk Jae menarik tangan So Eun. So Eun hanya pasrah lagipula dia setuju dengan kakaknya. Dia ingin pergi dari tempat itu. Calon suaminya adalah Kim Bum yang hampir memperkosanya dan calon tunangan Hyuk Jae adalah seorang laki-laki, si Lee Dong Hae. Perjodohan macam apa ini? Orang tua mereka benar-benar aneh!

*****

“Kak Hyuk Jae! Lepaskan tanganku!?”teriak So Eun menyadari tarikan tangannya terlalu kuat. Hyuk Jae menghentikan langkahnya setelah mereka berdua keluar dari ruangan itu.

“Oh… Maafkan aku, So Eun. Kakak sedang kesal. Perjodohan macam apa ini? Masa aku dijodohkan dengan laki-laki. Yang benar saja?”

“Heh? Sungguh…” So Eun begitu terkejut mendengarnya. Dengan curiganya, So Eun memperhatikan penampilan Hyuk Jae dari atas sampai bawah.

“Kakak…. Kau normalkan?”

‘DUK!’

Terjadi jitakan mendarat dikepala So Eun. So Eun hanya cemberut sambil mengusapkan kepalanya.

“Bodoh! Memangnya kau ini anggap apa kakakmu ini?”kesal Hyuk Jae dengan pikiran adiknya yang aneh-aneh. So Eun membuang muka. Ikut kesal.

“Aku juga kesal. Kenapa calon suamiku adalah si pemerkosa itu?”

Hyuk Jae menatap So Eun, “Pemerkosa?”

“Iya, Kak. Orang yang hampir memperosaku itu dia. Kim Sang Bum!”seru So Eun.

“Sungguh?”

So Eun mengangguk kuat.

“So Eun, aku ingin saja menghajarnya tetapi aku rasa kita harus pergi dari sini. Aku tidak mau bertemu dengan pemuda aneh itu.”

“Aku setuju, Kak! Aku juga tidak mau bertemu dengan si pemerkosa itu.” So Eun menyetujui rencana kakaknya.

“Kenapa kalian begitu terburu-buru?”

Hyuk Jae dan So Eun membalikkan tubuhnya. Mereka melihat kedua pemuda itu berdiri dibelakang mereka. Kim Bum mendekati So Eun.

“Hei, So Eun. Kenapa kau menyebutku pemerkosa? Aku sungguh kecewa denganmu.”ucap Kim Bum dengan wajah kecewanya.

“Ten..tu saja. Kejadian waktu itu kan kau memang berniat memperkosaku.”lantangnya dengan sedikit gugup. Kim Bum menggeleng heran. Dia meraih tangan So Eun dan hendak menariknya.

“Kau mau bawa dia kemana?”tanya Hyuk Jae sigap menahan tangan Kim Bum. Hyuk Jae berniat melindungi sang adiknya yang tercinta.

“Tentu saja ke kamarku. Memangnya orang tua kalian tidak bilang kalau kalian akan nginap di hotel ini? Bahkan koper kalian sudah ada di kamarku dan Dong Hae.”

“Apa?” So Eun dan Hyuk Jae membelalak. Nginap dihotel dan sekamar dengan mereka? Ayah dan Ibunya sama sekali tidak pernah memberitahukan hal ini.

Dong Hae yang dari tadi terdiam pun berjalan mendekati Hyuk Jae dan menarik lengannya.

“Ayo! Kau kan sekamar denganku.”

“Apa kau bilang?”

Hyuk Jae terkejut mendengarnya. Dia melihat So Eun juga ditarik Kim Bum. Mereka berteriak histeris saat ditarik ke arah yang berlawanan.

“KAK HYUK JAEEE!!!!!!”

“SO EUN!!!!”

TO BE CONTINUED…..

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya!! ^^

72 responses to “FANCIFUL [PART 1]

  1. Kim Fanny Ah Oktober 6, 2012 pukul 3:35 pm

    Annyeong haseyo.. Naneun new reader imnida(?) kkkkk~ :p
    Mwo??? Hyuk sama Hae, udah ku duga ada yg ganjal. ternyata oh ternyata.. Aigoo! Homo dong, eonni? *plakk! #ditamparEunHae
    Kim Bum, kau? Berani ya main begituan sama eonniku, Kim So Eun?? Aigoo.. penasaran sama ff ini, ffnya koplak seperti authornya #dijotosauthor -_-

  2. DuoEvilHyun Oktober 8, 2012 pukul 4:19 pm

    sumpah nih FF buatku STRESSS…hwaaaa….kenapa jadi begitu Eunhae couple…tapi keren koq thor..eh? eon…Fighting!!!!

  3. tanti no kawai Desember 12, 2012 pukul 9:16 am

    Hahhhhhhhhhhh….. Dong hae????????
    Hiiiiiiiiiiii

  4. Nia lestari lufibumhekidory Desember 14, 2012 pukul 3:48 pm

    .Msa ia hyuk jae dijodohkan sesama cowo…gak mungkin…
    .wadooh..ini ibu soeun gak beres..

  5. sitinurasiah Desember 23, 2012 pukul 3:10 pm

    ckckck..kim bum karakterny lagi2.. ff ini ngusung crita yg bikn deg2n.cakep

  6. chandra bulan@Nenk BuLan Thea Januari 31, 2013 pukul 2:48 am

    hahahaa…sumpah gokil abis…so eun ma bumppa dijodohin sih itu g mslah..tp kalo hyuk jae ma dong hae,,,g salah tuh???hahahaaa….

  7. Lee Na Rie Februari 6, 2013 pukul 1:30 pm

    HAhh ??? MElongo abis baca ff ini..masa dong hae??
    Aduh author,,,,apa ini maksudnya?
    haha….

  8. malikhatun khasanah Maret 3, 2013 pukul 1:24 pm

    eonnie bagus bgt ffnya lucu, bkin deg”an&pnasarn.lnjutinya partnya+jgn dprotect n jgn dpassword.part 3 blum da ya ka?

  9. @salmaayu1 Maret 23, 2013 pukul 4:06 am

    haha, keren !!
    masa hyukie d jodohin sama hae😀
    Penasaran nih, eon !!
    lanjutt ^^

  10. retret Agustus 1, 2013 pukul 12:00 pm

    Author ni jago bgt bikin cerita…seruu..menegangkan..unpredictable karakter tokoh2nya…daebaaaakk

  11. tyas27 April 10, 2014 pukul 11:05 am

    geli banget ih:D eunhae? puhahaha

  12. mutiara April 30, 2014 pukul 5:08 am

    Mana lanjutannya????
    Penasaran nih ma critane

  13. Rani Annisarura Juni 15, 2014 pukul 4:22 pm

    lucu….lucu…lucu masa donghae mengira eunhyuk itu cewek nggak bisa ngebayangin deh kayaknya kalau eunhyuk itu cewek……..

    Ihhh kejam banget kim bum ke so eun sampai dia mau memperkosa so eun….

    Kira-kira apa yang akan mereka berdua lakukan???

  14. vinnie (soeulmates) Oktober 12, 2014 pukul 3:08 am

    donghae gay…#mengerikan
    kasian hyuk jae nya ….

    jangan-jangan kim bum mau perkosa sso lagi..kim bum kejam banget..

  15. Ikfina April 16, 2015 pukul 3:11 pm

    Ngakak bacanya,
    hoho kim bum serem ih…
    Ada EunHae couple…
    Kak di lanjut dong ffnya😀

  16. nanda Maret 9, 2016 pukul 5:31 am

    mwo? bummpa pya 2 kprbdian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: