RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Darling and Wedding [Part 6]: Masalah yang sama terulang lagi


Min Ho sabar menunggu jawaban Hye Sun yang lama. Dia tahu kalau Hye Sun membutuhkan jawaban yang tepat buat dirinya. Seperti yang dia tahu tentang Hye Sun yang begitu ceroboh, polos, dan lambat. Namun Min Ho merasa lelah juga untuk duduk.

”Kalau kau masih terlalu lama memikirkannya. Aku akan menunggunya. Tetapi aku mau tidur dulu ya, sungguh lelah.”ucap Min Ho sambil membaringkan tubuhnya  dikasur.

Hye Sun memandang punggung Min Ho. Memang dia harus memikirkannya. Apakah cintanya kepada Sang Hyun akan memudar dan pindah ke cinta Min Ho? Hye Sun memikirkan lagi.

*****

”Apa kau serius?” So Eun bertanya lagi. Pasalnya dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kim Bum tadi. Padahal selama ini dia menganggap Kim Bum sebagai sahabatnya. Dia tidak pernah memikirkan perasaan Kim Bum bakal seperti ini.

”Tentu saja. Kalau aku tidak serius, untuk apa aku mengatakan hal ini.” Kim Bum menggenggam tangan So Eun dan mencium tangannya. So Eun hanya terdiam paku melihatnya.

”Aku mencintaimu, Kim So Eun.” Kim Bum pun pergi ke bawah untuk minum air putih. So Eun masih tetap terdiam. Memikirkan jawaban yang tepat.

*****

Hye Sun membelai punggung Min Ho dengan lembut. Min Ho jadi merasakan kehangatan Hye Sun membuatnya jadi tidak bisa tidur. Min Ho pun membalikkan tubuhnya menghadap Hye Sun.

”Hye Sun. Ada apa?”tanya Min Ho heran. Hye Sun tidak langsung menjawabnya. Tiba-tiba Hye Sun mencium pipi Min Ho. Min Ho pun tersentak kaget.

”Goo Hye Sun.”

”Iya.” jawab Hye Sun.

”Hah?”

”Aku bersedia. Untuk menjalin hubungan serius denganmu. Aku akan belajar mencintaimu.”jelasnya. Min Ho pun terdiam dan tidak lama, dia tersenyum mendengar jawabannya.

*****

Kim Bum pun kembali masuk ke dalam kamar So Eun. So Eun masih tetap terdiam memandanginya.

“So Eun. Kau baik-baik saja?”Tanya Kim Bum sambil duduk disampingnya. Tiba-tiba So Eun memeluknya. Sentak Kim Bum terkejut.

“Ada apa, So Eun?”

“Kim Bum. Kenapa kau bisa menyukaiku? Padahal kau tahu kalau sifatku ini temperamen. Kenapa?”tanya So Eun bertubi-tubi tidak percaya sambil menangis. Kim Bum tersenyum seakan mengerti yang dimaksud So Eun.

”Aku tidak peduli dengan sifatmu. Asal kau tetap jadi orang yang baik, aku rasa itu tidak masalah.”jawabnya sambil membalas pelukan So Eun.

”Jadi? Kau menerimaku?”tanya Kim Bum lagi. Tidak butuh waktu lama lagi, So Eun pun mengangguk setuju. Kim Bum pun balas memeluknya. Dengan penuh erat.

*****

1 bulan kemudian…….

Kim Bum masih menggeleng-geleng kepalanya melihat So Eun. So Eun terus terjatuh akibat sepatu high heels yang dipakainya. Dan So Eun juga terlihat agak risih memakai rok yang dinilainya agak pendek. Serta gaya jalannya juga begitu sulit untuk berubah jadi feminim.

”Bruk!” tumpukan buku diatas kepala So Eun pun terjatuh. Terlihat seorang wanita yang membantu perubahannya memarahinya karena tidak ada yang berhasil dirubah. Kim Bum pun memukul keningnya sendiri sambil mengalihkan pandangannya.

So Eun yang melihat itu pun hanya terdiam menyesal. Merasa bersalah dengan Kim Bum yang sudah banyak membantunya.

*****

Min Ho tersenyum melihat Hye Sun sedang asyik membaca buku novelnya sendiri. Dia pun mendekatinya dan duduk disampingnya.

”Selamat ya atas kesuksesan bukumu. Novelmu berhasil dposisi pertama yang paling banyak dicari. Aku sudah menduganya kalau novelmu bakal laris, apalagi mereka menerimamu sebagai penulis sebenarnya.”ujar Min Ho. Hye Sun pun tertawa mendengar pujiannya.

”Semua ini berkatmu, Min Ho. Karena kau sudah banyak membantuku.”balasnya.

”3 minggu lagi pestamu akan dirayakan.”

”Iya. Untuk promosi novelku. Aku sungguh sangat berterima kasih denganmu.”

”Uhm…. sebelumnya bagaimana kalau kita merayakannya?”

”Hah?”

”Aku mengajakmu makan malam nanti. Bagaimana?”ajak Min Ho. Hye Sun pun menunduk malu. Baru kali ini dia diajak oleh kekasihnya untuk makan malam. Tidak seperti mantan-mantannya yang dulu termasuk Sang Hyun.

”Iya.”jawab Hye Sun menyetujuinya.

”Ah! Aku harap kau jangan ceroboh lagi ya.”serunya untuk mengingat Hye Sun. Min Ho tahu sifat Hye Sun yang begitu ceroboh. Pernah, waktu dia mengajaknya makan siang di suatu kafe. Tetapi karena Hye Sun salah mendengar dan malu untuk bertanya lagi, akhirnya dia tidak datang ke kafe dengan tepat waktu. Beruntung Min Ho mengerti keadaannya walaupun dia juga sempat kesal dan marah dengan kecerobohan Hye Sun.

Tanpa disadari mereka berdua. Seorang wanita menatap tajam cemburu dengannya dari jauh.

Eun Hye itu pun tersenyum seakan dia memiliki ide untuk menghancurkan hubungan mereka.

*****

Kim Bum dan So Eun berjalan bersama dijalan. So Eun sedikit ribet untuk mengikuti jalan Kim Bum yang agak cepat. So Eun ingin belajar berjalan feminim. Kim Bum jadi tidak sabar, dia pun menghentikan langkahnya diikuti tumburan So Eun.

”Aduh! Kim Bum, kenapa kau berhenti?”tanya So Eun sambil membelai keningnya yang terbentur punggung Kim Bum.

”So Eun. Jalanlah seperti biasa. Nanti saja kau berjalan feminim. Bisa kan?”tegasnya sambil tersenyum. So Eun yang mengerti hal itu hanya bisa mengangguk.

”Nanti malam, aku ingin mengajakmu keluar. Makan malam. Kau mau kan?”

”Hah?” So Eun terkejut mendengar ajakan Kim Bum.

Baru kali ini dia diajak oleh kekasihnya, dibayarin pula. Biasanya dia yang selalu membayar makanan ketika berkencan dengan mantan-mantannya.

”Bagaimana?”tanyanya lagi sambil mendekatkan wajahnya. So Eun yang terlihat dekat wajahnya itu pun refleks mundur. Dia pun langsung mengiyakan ajakan Kim Bum.

*****

Malam hari pun telah tiba…..

Seorang wanita sedang berbisik kepada seorang pria. Pria itu pun mengangguk mengerti.

”Mengerti maksudku?”tanya Eun Hye lagi.

”Tenang saja. Aku pasti akan melakukannya dengan baik. Asalkan uangnya….”

”Iya-iya. Tenang saja. Ini uang untukmu. Separuh dulu. Separuhnya lagi, kalau kau berhasil melaksanakan rencana kita baru aku akan memberikannya.”

Eun Hye memberikan separuh uangnya kepada pria itu.

*****

Hye Sun sedang berjalan menuju ke bus. Sesekali dia memeriksa tasnya berharap tidak ada yang ketinggalan. Tiba-tiba,

”Astaga! Ponselku ketinggalan. Aduh bagaimana ini?” Hye Sun jadi panik. Tiba-tiba sebuah mobil merah berhenti. Hye Sun hanya terbingung melihatnya. Pria itu tersenyum kepadanya. Dia pun turun dari mobilnya dan membuka pintu sampingnya.

”Kau siapa?”tanya Hye Sun yang tidak mengenal pria itu.

”Ehm… Kenalkan, namaku Choi Si Won. Kau bisa memanggilku Si Won. Aku teman baiknya Lee Min Ho. Dia menyuruhku untuk menjemputmu.”ujarnya.

”Hah? Kau teman baiknya?”

Si Won mengangguk. Sejenak, Hye Sun merasa ragu dengan Si Won. Pasalnya Min Ho tidak pernah menceritakan sahabatnya yang bernama Si Won kepadanya.

”Hei! Kenapa kau melamun? Ayo masuklah ke dalam mobilku. Kau pasti tidak ingin membuatnya terus menunggumu kan?”ujarnya membuyarkan lamunan Hye Sun. Hye Sun pun terpaksa menurutinya. Si Won pun tersenyum licik seakan berhasil melaksanakan rencana pertamanya.

*****

Kim Bum dan So Eun pun masuk ke dalam sebuah restoran. Mereka pun duduk ditempat yang sudah dipesan Kim Bum tempo hari. Mereka pun membuka buku menu. Mata So Eun terbelalak melihat isi menu dan harga menu.

”Wah… Kim Bum, mahal sekali harganya. Bagaimana kita bisa membayarnya? Aku tidak mau makan disini.”

So Eun pun menolak dan hampir berdiri namun Kim Bum menahannya hingga So Eun terpaksa duduk kembali.

”Kau tidak usah mengkhawatirkan harganya. Kan aku yang membayarnya. Jadi kau tidak perlu cemas. Kita nikmati saja makanan ini. Ok?”

So Eun mengangguk.

”Baiklah, kau mau makan apa?” So Eun pun menyebutkan pesan makanan dan minumannya begitu juga Kim Bum. Pesanan mereka pun telah dicatat oleh pelayan dan pergi untuk memasak pesanan mereka.

”Tapi Kim Bum. Aku tidak ingin menghamburkan uangmu hanya untuk makanan mahal ini.”ujar So Eun cemas. Kim Bum tersenyum dan memegang tangannya.

”Sudah kubilang kau tidak perlu mencemaskannya. Aku tidak merasa menghamburkan uangku hanya untuk kencan kita. Nikmati saja ya. Oh! Lihatlah pesanan kita sudah datang, jadi jangan terlalu cemas. Ok?”

So Eun tidak berani membantahnya. Dia pun hanya bisa pasrah. Toh, tidak ada salahnya dia menikmati kencan yang mewah ini untuk pertama kalinya.

*****

Min Ho terus melirik arlojinya. Sudah 30 menit dari waktu yang dijanjinya, Hye Sun belum juga datang. Min Ho berkali-kali menelepon ponselnya. Tetap saja tidak diangkatnya. Min Ho jadi kesal bercampur khawatir.

”Kemana dia? Apa dia lupa lagi tempat ini?”cemasnya. Tiba-tiba seorang wanita berdiri dihadapannya. Min Ho yang melihatnya itu pun membuang muka dengan penuh kesal.

”Sedang apa kau disini, Min Ho?”tanya Eun Hye. Seperti biasa, Min Ho tidak meladeninya. Eun Hye yang sudah biasa didiamin hanya tersenyum.

”Oh iya? Kau sama siapa disini?”tanya Eun Hye lagi.

”Hye Sun.”jawabnya singkat tanpa memandangnya.

”Oh. Goo Hye Sun. Tadi dijalan, aku bertemu dengannya. Tapi dengan orang lain….”

Min Ho terpaksa menoleh, menatap Eun Hye dengan terkejut.

”Apa?”

”Aku pikir dia sedang pergi dengan pria lain. Rupanya dia sudah berani selingkuh darimu.”lanjutnya dengan aktingnya yang meyakinkan. Namun Min Ho tetap tidak percaya apa yang didengarnya.

”Mungkinkah dia ceroboh lagi?”batinnya. Min Ho langsung beranjak dari restoran itu dan mencari Hye Sun. Eun Hye pun mengikutinya.

*****

Onew dan Jessica pun memasuki restoran. Mereka terkejut melihat So Eun yang asyik bercengkrama dengan Kim Bum. Mereka pun menghampiri mejanya.

”Wah…wah… tidak aku sangka. Aku akan bertemu kalian disini.”ucap Jessica sambil menyilangkan tangannya didada. So Eun pun terkejut kehadiran mereka.

”Kau… sedang apa kau disini?”tanyanya. Kim Bum pun memilih diam. Tidak mau ikut campur.

”Tentu saja. Aku sedang makan malam dengan kekasih yang paling aku cintai.” Jessica melingkarkan lengannya di lengan Onew. Onew hanya tersenyum.

”Kau sendiri sedang apa disini?”tanya Jessica balik.

”Sama sepertimu. Makan malam bersama kekasih yang kusayangi, Kim Bum.”jawabnya dengan penuh percaya diri. Jessica pun terpaksa menahan kesal.

”Oh. Rupanya kau makan malam ya? Apa kau yang membayarnya?”

So Eun terdiam.

“Ini kan restoran yang mahal. Apa kau sanggup membayarnya? Dibandingkan aku yang masih sanggup membayar makanan ini bersama Onew.” Jessica memamerkan kekayaannya.

”Itu… aku…..” So Eun terbata-bata menjawabnya. Tiba-tiba Kim Bum pun menimpalinya.

”Wah. Selamat ya, Jessica. Kalau kau yang sanggup membayarnya. Tetapi untuk kencan yang romantis ini bukankah seharusnya seorang laki-laki yang membayarnya?” Kim Bum balik menyindir Jessica serta Onew.

Onew hanya terdiam, tidak tahu apa yang akan dijawabnya untuk membalas Kim Bum sementara Jessica pun mulai malu dan kesal.

”Tapi…. tetap saja sangat tidak pantas. Kau berkencan dengan So Eun yang miskin itu?” Jessica pun mulai mengeluarkan jurusannya untuk menjelekkan status sosial So Eun. Otomatis So Eun pun mulai emosi.

”Apa maksudmu!”teriaknya emosi. Jessica, Onew, Kim Bum beserta yang ada diruang restoran itu pun terkejut.

”Wah… wah… Sudah miskin, berani teriak ditempat yang mewah ini pula. Kau sungguh memalukan!” Jessica mulai bangga dengan yang dilakukannya berhasil memancing emosi So Eun.

”Hei! Kau jangan mengejekku. Kau sendiri yang memalukan. Dengan riasanmu yang terlalu tebal. Kau terlihat lebih mirip babi daripada barbie!” serunya. Jessica pun menggebrak mejanya. Tidak terima ejekan dari So Eun.

”Enak saja! Kau bilang begitu. Kau sendiri, sudah tomboi, kasar, dan jelek lagi. Berani sekali kau menghina riasanku.”

Kim Bum menahan tangan So Eun agar tidak terlalu emosi. Namun gagal, So Eun sudah terlanjur emosi. So Eun pun memegang mangkuk sup yang sudah dingin dan langsung menumpahkannya di wajah Jessica dan gaunnya.

“Aaaaahhhh…!!! Wajahku! Gaunku!”teriak Jessica. Onew pun panik membersihkan gaunnya. Kim Bum pun sentak berdiri disamping So Eun.

“So Eun! Apa-apaan kau ini?”serunya dalam berbisik. Para tamu pun mulai memperhatikan mereka.

”Kau. Kurang ajar!? Berani sekali kau!”

”Ya! Aku berani sekali. Kau pikir aku takut denganmu.” So Eun tidak gentar menghadapi Jessica.

”Kau….” Jessica pun mulai menjambak rambut So Eun. So Eun membalasnya. Pertarungan jambak rambut telah dimulai. Onew dan Kim Bum melerai mereka. Tenaga Kim Bum yang kuat itu pun berhasil menarik So Eun dari Jessica begitu juga Onew.

“Hentikan, So Eun!”seru Kim Bum menenangkan So Eun. Namun So Eun masih beradu mulut dengan Jessica. Terpaksa Kim Bum menariknya keluar dari restoran. Meninggalkan Jessica dan Onew.

*****

Hye Sun menjadi heran, karena arah menuju restoran berbeda dengan yang biasanya.

”Si Won. Kemana kita? Ini bukan jalan ke arah tempat restoran itu kan?” Si Won tidak menjawabnya. Malah dia tersenyum. Lalu dia berhenti dekat taman itu. Si Won pun keluar dari mobilnya diikuti Hye Sun.

”Si Won. Ada apa? Kenapa kita berhenti disini?”

”Hye Sun.” Si Won menggenggam tangan Hye Sun. Sontak, Hye Sun langsung melepaskan tangannya dari genggaman Si Won. Terkejut.

”Ada apa?”

Si Won tidak langsung menjawabnya. Dia pun memegang kedua pundak Hye Sun. Dan mendekatkan wajahnya ke Hye Sun.

”Si Won. Apa-apaan ini?” Hye Sun berusaha melepaskan dirinya dari Si Won.

”Goo Hye Sun!?” teriakan seorang pria yang melihat mereka. Hye Sun dan Si Won menoleh. Hye Sun terkejut.

”Lee Min Ho.”lirihnya.

Min Ho menghampiri mereka. Min Ho menarik Hye Sun ke sampingnya dan langsung menonjok wajah Si Won. Si Won tersungkur.

”Siapa kau? Berani sekali kau menyentuh kekasihku!”kesal Min Ho. Hye Sun menolehnya. Terkejut dengan perkataannya. Si Won tidak membalasnya, dia langsung pergi meninggalkan mereka dengan mobil merahnya.

”Dia…. bukankah teman baikmu, Min Ho?”

”Apa?”

*****

Si Won pun menerima separuh uangnya lagi dari Eun Hye.

”Kau yakin sudah melakukan tugasmu dengan baik?”

”Iya.”

”Bagus.”

Si Won pun sibuk menghitung uangnya. Dan Eun Hye tersenyum senang, rencananya yang berhasil dengan baik.

*****

”Kim Bum! Tunggu aku!”teriak So Eun sambil mengejar Kim Bum yang berjalan terlalu cepat.

”Kim Bum!”panggilnya lagi. Kim Bum pun berhenti dan berbalik berhadapan dengan So Eun. So Eun terdiam.

”Kim Bum. Maafkan aku soal tadi. Aku telah menghancurkan kencan kita.”ucapnya menyesal. Dia sungguh merasa bersalah dengan Kim Bum.

”Kim Bum….” telapak tangan pun disodorkan didepan wajah So Eun seakan tidak usah meneruskan perkataannya.

”Kim So Eun. Sudah 1 bulan lebih kita menjalin hubungan serius. Aku sudah berusaha memahami dirimu yang temperamen. Aku bisa memaklumi kau yang begitu tomboi, tidak feminim, dan kasar. Tetapi satu hal yang aku sulit untuk menahanmu. Emosimu. Bisakah kau tidak terlalu emosi terhadap Jessica tadi? Kau boleh saja marah, berantem dengannya. Tapi ditempat lain. Jangan di restoran itu. Kau membuatku malu. Seharusnya kau harus tahu tempatmu. Kau harus sadar dimana posisimu. Dimana yang seharusnya kau boleh marah dan tidak.”

”A… aku….” So Eun berusaha memberi penjelasan. Namun Kim Bum memotong lagi.

”Kalau kau begini terus. Bisa-bisa aku mengakhiri hubungan kita!”

”Kau…. mau memutuskanku?” air mata So Eun mulai menghiasi bola matanya.

”Ya! Aku bisa memutuskanmu kalau kau masih terus begini. Tidak pernah berubah!”

Kim Bum langsung meninggalkan So Eun sendirian. Baru kali ini dia melihat wajah Kim Bum yang begitu menyeramkan saat marah. Biasanya dia marah sambil tersenyum. Kini, Kim Bum benar-benar sangat marah dan kecewa dengannya. Air matanya pun berlinang.

”Apakah dia serius? Dia akan memutuskanku karena sifatku?”

So Eun sudah tidak sanggup bertanya-tanya lagi. Dia hanya bisa menangis.

*****

”Dia, Si Won bilang kau mengutusnya untuk menjemputku.” Hye Sun memberi penjelasan tentang Si Won. Min Ho pun menghembuskan napasnya.

”Siapa Si Won? Aku tidak mengenalnya. Kau tahu, aku berkali-kali menelponmu, tapi kau tidak menjawabnya.”

”Itu… Ponselku ketinggalan.”

”Apa? Bagaimana bisa ketinggalan?”

Hye Sun hanya terdiam. Min Ho pun mulai mengerti.

”Kau… kalau kau begini terus, aku jadi capek menghadapimu. Kenapa kau begitu ceroboh meninggalkan ponselmu? Dan kenapa kau begitu polos untuk mudah diajak pria sialan itu? Padahal kau tahu kalau aku tidak punya teman seperti dia. Kenapa?!”serunya membuat Hye Sun terkejut dengan kemarahannya.

”Maafkan aku.”

”Maaf? Kau pikir kata maaf itu akan bisa mengubahmu jadi lebih baik? Tidak. Kau terus meminta maaf dan kau malah menjadi lebih buruk. Kapan kau akan berubah, Hye Sun? Kau tahu, aku ingin kau menjadi wanita yang lebih kuat. Tidak ceroboh dan langsung mengerti situasi. Kau….” Min Ho terpaksa menghentikan kata-katanya untuk meredakan emosinya. Hye Sun hanya menunduk mendengar ceramah Min Ho.

”Kalau begini terus. Bisa-bisa aku akan mengakhiri hubungan kita.”

”Apa?” Hye Sun terkejut dengan ucapan Min Ho.

”Hye Sun. Aku sangat mencintaimu. Sekarang aku ingin kau jawab yang jujur. Apakah kau benar-benar mencintaiku? Kau sudah melupakan Sang Hyun kan?”tanya Min Ho sambil memegang kedua pundak Hye Sun.

”Aku memang sudah melupakan Sang Hyun.” Min Ho menunggu kelanjutannya.

”Tapi soal cinta, aku akan berusaha mencintaimu.”

”Berusaha? Apa kau terpaksa mencintaiku? Apakah aku memaksamu?”

”Ah. Tidak! Bukan itu. Aku…. aku menyayangimu. Aku….”

”Sudahlah! Sepertinya aku salah memilihmu. Seharusnya aku tidak memaksamu untuk menerima cintaku.”

”Apakah kau akan memutuskanku?”tanya Hye Sun dengan matanya yang berkaca-kaca. Min Ho terdiam. Tidak menjawabnya. Dia memilih meninggalkan Hye Sun sendirian. Hye Sun pun menangis melihat punggung Min Ho yang semakin jauh dari pandangannya.

*****

Kim Bum termenung dikamarnya sendiri. Dia memandang hujan yang deras dijendela. Sesekali dia memandang ponselnya.

Dan dia pun menghembus napasnya. Sepertinya dia merasa menyesal.

”Apa yang telah aku lakukan? Seharusnya aku tidak mengatakan itu. Aku telah membuat hatinya terluka. Seharusnya aku juga jangan terlalu emosi dengan sifatnya. Besok aku akan menemuinya di apartemennya. Aku harus minta maaf dengannya.”

*****

Min Ho pun duduk terdiam di sofa. Dia tidak menghidupkan lampu utamanya. Dia mendinginkan kepalanya di dalam kegelapan. Dan dia pun melempar bantal sofa sembarang. Dia sungguh kesal.

”Sial!”

Min Ho mengatur nafas emosinya.

”Seharusnya aku tidak memarahinya. Aku tahu ini tidak sepenuh salahnya. Aku yakin ini pasti kerjaan Eun Hye yang berusaha menghancurkan hubunganku dengannya. Seharusnya aku tidak mengatakan itu.”sesal Min Ho. Dia pun berdiri menuju dapur. Membuka kulkas dan mengambil botol mineralnya. Dia pun meminumnya.

”Besok, aku harus menemuinya. Aku harus minta maaf dengannya.”

*****

So Eun terus menangis sambil memikirkan perkataan Kim Bum tadi.

”Kim So Eun. Sudah 1 bulan lebih kita menjalin hubungan serius. Aku sudah berusaha memahami dirimu yang temperamen. Aku bisa memaklumi kau yang begitu tomboi, tidak feminim, dan kasar. Tetapi satu hal yang aku sulit untuk menahanmu. Emosimu. Bisakah kau tidak terlalu emosi terhadap Jessica tadi? Kau boleh saja marah, berantem dengannya. Tapi ditempat lain. Jangan di restoran itu. Kau membuatku malu. Seharusnya kau harus tahu tempatmu. Kau harus sadar dimana posisimu. Dimana yang seharusnya kau boleh marah dan tidak.”

So Eun terus memikirkannya.

*****

Hye Sun pun telah pulang. Dia pun menutup pintu apartemennya. Dan dia berdiri didepan pintu memikirkan perkataan Min Ho.

”Maaf? Kau pikir kata maaf itu akan bisa mengubahmu jadi lebih baik? Tidak. Kau terus meminta maaf dan kau malah menjadi lebih buruk. Kapan kau akan berubah, Hye Sun? Kau tahu, aku ingin kau menjadi wanita yang lebih kuat. Tidak ceroboh dan langsung mengerti situasi. Kau….”

Terus memikirkannya. Tiba-tiba dia mendengar suara tangisan. Hye Sun pun mencari sumber tangisan itu. Ternyata So Eun yang menangis.

”So Eun.”panggilnya. So Eun melihat Hye Sun telah pulang langsung memeluknya.

”Kakak!”

”Kau baik-baik saja, So Eun?”Tanya Hye Sun heran.

“Kakak. Kim Bum… dia… akan segera memutuskanku.” Hye Sun terkejut.

”Kenapa?”

”Karena ini semua sifatku yang temperamen. Aku yang selalu emosi. Aku tidak menyadari kalau Kim Bum juga semakin beban terhadap emosiku. Bagaimana ini kakak?”

”Kenapa kita senasib?”celetuk Hye Sun sambil menangis.

”Maksud kakak?”

”Min Ho juga akan memutuskanku. Semua karena sifatku yang begitu ceroboh.”

”Kakak.” So Eun memeluknya dengan erat. Mereka pun menangis mengeluarkan rasa sakit hatinya.

”Kakak. Bagaimana kalau kita merubahkan sifat kita yang buruk ini?”

”Bagaimana caranya?” So Eun tidak langsung menjawabnya.

*****

Keesokan harinya, pada siang hari. Seorang pria terus memencet bel apartemen.

”Hye Sun. Kenapa kau tidak membuka pintumu? Aku menelpon ponselmu. Selalu tidak aktif.”batinnya cemas. Dia jadi tambah menyesal dengan perlakuannya tadi malam. Kim Bum pun datang dan terdiam melihat Min Ho. Min Ho pun juga begitu.

”Siapa kau?”tanya Min Ho sambil mengamati penampilan Kim Bum.

”Aku Kim Bum. Aku kekasihnya Kim So Eun. Anda sendiri?”

”Aku Min Ho. Kekasihnya Hye Sun.”

”Oh. Apakah dia belum membuka pintunya?”

”Hah? Memangnya kekasihmu tinggal disini?”

”Iya. So Eun tinggal disini bersama Kak Hye Sun.”

Min Ho manggut-manggut. Dia baru mengetahui bahwa Hye Sun tidak sendirian tinggal di apartemen. Kim Bum pun ikut memencet bel. Berkali-kali bel dibunyikan. Tidak ada yang menyahutnya.

”Kemana dia?”tanya Kim Bum.

”Entahlah.”

Seorang tetangga keluar menemui mereka.

”Kalian mencari siapa?”

”Kim So Eun.”

”Goo Hye Sun.”

Tanpa sadar Kim Bum dan Min Ho menyebut nama secara bersamaan. Mereka pun saling pandang. Tetangga pun hanya terbengong.

”Oh. Mereka. Mereka sedang pulang kampung.”

”Hah?” Min Ho dan Kim Bum terkejut.

”Iya. Mereka pulang kampung. Katanya ada urusan penting. 3 minggu lagi mereka akan kembali.”

”Apa!”

TO BE CONTINUED………………….

NB: JANGAN LUPA DI KOMEN YA ^^!!!

36 responses to “Darling and Wedding [Part 6]: Masalah yang sama terulang lagi

  1. leetaegee19 September 7, 2011 pukul 12:21 pm

    wah..wah.. apa yg akan terjadi setelah 3 mnggu…
    jd pensaran nih…
    d’tnggu kelanjutannya eonni:)

  2. kaoru selly SangEun September 7, 2011 pukul 1:00 pm

    waduh makin penasaran ma next part nya ..
    next part jangan lama-lama yach eon ..
    di tunggu loh🙂

  3. AnnisaHourai September 7, 2011 pukul 1:27 pm

    Nggak sabar nunggu part selanjutx… Emang bisa ya thor 3 minggu merubah sifat n tabiat? Oke deh ku tunggu part selanjutx aja daripada penasaran😀

  4. rizkyapratiwi September 7, 2011 pukul 3:19 pm

    hahahahah ,, kejadian d restoran antara so eunsm jessica itu lucu kali
    kekeh bacanya ….
    wew …. sempat2nya pula so eun sm hye sun pulkam
    mantaaapp … lanjut thor

  5. Yolanda Versilia September 7, 2011 pukul 4:06 pm

    kakak beradik bernasib sama… ku rasa ketika garis takdir mereka di buat memang serupa deh .. hehehe.

    keren kak.. lanjut kan… aku sedikit emosi dengan ada nya jessika uh… kesel,..

  6. kikey September 8, 2011 pukul 12:20 am

    Heem, so eun sm hye sun harus perbaikin sifat mereka nih. Tp kasian jg dimarahin. Waaah, lama banget ya mereka pulang kampungnya. Kasian kan kim bum sm min ho sendirian. Lagian mereka ngapain ya di sana.. Ayo kak lanjutkan😀

  7. ambar September 8, 2011 pukul 1:52 am

    Nah loo minho n kim bum ditinggal pulang kmpung*ikut lebaran x*
    Next part slu dtgu. . .

  8. Bummiearab September 8, 2011 pukul 3:01 am

    Kok ak mewek ya bca ff nie..
    . Menyentuh bgt. Pastiii rasanya sakit di bilang kyk begitu dri pacar sendiri..
    Keren2
    lanjutttttttttttt.

  9. muna September 8, 2011 pukul 9:00 am

    geregetan ihh lanjutannya…
    untung kim bum nya sabar…
    ckckckckck
    tapi mudik kmana ya mereka?

  10. Chandra Syifa W September 8, 2011 pukul 12:51 pm

    Wuiiiii pulkam pulkam~
    So eun sama hye sun mau minta restu yah ?? *plakk*
    Kim bum sama min ho ga usah kaget gitu dong melihatku (?) *kepedean*
    Lanjut kak retno !😀

  11. Indah_ELF September 8, 2011 pukul 6:54 pm

    Seruuu…
    So eun sma hye sun pulng kmpung, nNti gmNa sma nasib kim bum & min ho.
    LanJuttt…

  12. Poespa sang soeun September 9, 2011 pukul 5:50 am

    seru abies……
    pung dari kampung menjd wanita yg seutuhnya donk (?)
    kasihan so eun..
    oppa…jgn berani kau ya???mutusi eonnie soeun!!!ku hajar kau nanti…*teriak*
    di lanjut eon…monggo..monggo di lanjut so’ atuh..!!!!

  13. Helda September 9, 2011 pukul 4:14 pm

    Nah lo nah lo ko 3 mggu? np gk 1 mggu aj*ko ngtur sih*

    pasti kimbum am minho kgen brat ama soeun am hye sun*soktau*secara 3 mggu mudik.🙂

    lanjut y saeng

  14. bummie's ELF SNSD k-lovers September 10, 2011 pukul 2:18 pm

    waah penasaran nih
    kak cepetan dipost yaa part selanjutnya penasarn bgt q part ini udh nunggu lm q ampe lupa judulnya#hadeh#tp akhirnya ketemu:D
    author daebak:D
    cptan ya:)

  15. bisma luphz bumsso September 10, 2011 pukul 2:52 pm

    Lanjutkan,,…!!!
    penasaran bgets nich……

  16. qinqin September 10, 2011 pukul 3:22 pm

    pulkam kemana bu?hehehe makin seru nih

  17. rosiyani September 11, 2011 pukul 5:59 pm

    hyaaaaaaaa komennya rapel deh nih dr part berapa tuh.. hmmmm…
    kenapa hye sun ma so eun pnya nasib yg sama padahal mereka bukan sodara kandung kan… hmmmmm…
    lucu bercampur terharu.. huaaaa ternyatayg suka duluan itu para prianya hihihi…
    ayo bum ma minho gimana tuh para wanitanya malah ngabur pulang kampung. tubggu ya 3 minggu. hehe
    hmmmm apa yg akan terjadi selanjutnya ya… huaaaaaaaaaa kesel majessicaa dan jin hee ada dendam apa sih ma so eun ???? hyaaaaaat.
    biar aja nih mereka jg tar kalah. hishhhhhhh. hidup bumsso🙂

  18. sithyijahh September 13, 2011 pukul 4:37 am

    ksian yaahh hye sun.ny di jebakk.
    yg sbar ya kak hye sun..
    huhuhuhu
    daebakk lanjut..

  19. sithyijahh September 13, 2011 pukul 4:38 am

    ksian bnget yaa kak hye sun di jebakk..
    daebak lanjut..
    ak suka bnget:-)

  20. Maria Sativa September 19, 2011 pukul 3:45 pm

    next part di tnggu…
    lg penasaran bgt ne…

  21. geill Desember 20, 2011 pukul 2:53 pm

    whaaaaaaaaaaaa, aq sedih ma so eun-nya, ayo so eun jgn sedih semangat.
    bener2 deh cerita yg bagus dan komplit.
    lanjut dl………………………..

  22. cucancie September 11, 2012 pukul 4:58 am

    Seruu…kereenn…next part!

  23. tanti no kawai Desember 12, 2012 pukul 12:40 am

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)

  24. hwang na ri Maret 31, 2013 pukul 2:57 pm

    lama banget ngilangnya ampe 3 minggu. Mau ngapain aja itu y

  25. Liana Agustus 28, 2013 pukul 3:16 am

    Good good…

  26. Zaily September 14, 2013 pukul 4:57 pm

    Ya . . .
    KB n LMH sma2 nysel . . .
    Smg next part KB n LMH bsa ktmu ma KSE n GHS Lnjut bca

  27. oliph September 27, 2013 pukul 4:21 pm

    penasaran,,mereka baikan kan kan pastinya…

  28. Ilma Bumssoeulmates Elf Desember 31, 2013 pukul 10:13 am

    ngapain so eun ma hye sun pulang kampun??
    lama amat 3 minggu??

  29. tyas27 April 8, 2014 pukul 6:21 am

    wayoloh mereka pulang kampung.-.

  30. lilis suryani Juli 8, 2014 pukul 4:37 am

    hhhhhh
    lucu melihat min ho dan kim bum sama sama kompak
    semoga mereka tdk putus

  31. Rani Annisarura Juli 16, 2014 pukul 4:14 pm

    wah hye sun & so eun sama nasibnya…..

    Wah kenapa disini siwon jadi jahat sih,, dan dia jadi suruhannya eunhye lagi.

    Penasaran sama perubahannya hye sun & so eun selama 3 minggu…..

  32. marny anastasya Juli 20, 2014 pukul 2:18 pm

    seru banget critanya. jgn lama” nya sambungan nya ditunggu🙂
    i like it

  33. ainami September 9, 2014 pukul 12:52 am

    wkwkwkwk part ini sedih sih tp tetep pengen ngakak saking persisnya kejadian yg dialami adek kakak itu hahaha…

    minho ketemu juga ma bum… pikiran mereka juga sejalan tuh, sama2 pengen minta maap kekeke~~~

  34. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 9:24 am

    astaga kshn bngt di tnggalin

  35. Egamawarni ysj(bumsso) Desember 2, 2014 pukul 10:51 am

    Wah kira2 berhasil gak ya hye sun n so eun merubah sifat mereka??

  36. mia September 4, 2015 pukul 1:02 am

    kira” apa yg akan terjadi setelah nya yaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: