RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Darling and Wedding [Part 8]: Keputusan yang Pertama Kalinya


Setelah melalui proses yang panjang dan sulit itu, So Eun dan Hye Sun berhasil mengubah dirinya jadi lebih baik. Bahkan kini mereka mendapat kepercayaan kembali dari kekasihnya. Mereka terus berharap tidak ada masalah serius lagi yang menghampiri mereka. Walaupun tanpa diduganya akan terjadi yang pertama kalinya dalam seumur hidupnya.

*****

Setelah malam pesta itu, Pada pagi harinya. Eun Hye langsung mendatangi villa Min Ho. Dia berkali-kali memencet bel rumahnya. Belum ada jawaban. Hati Eun Hye makin galau dibuatnya. Dia sungguh-sungguh tidak ingin rencananya gagal. Sebuah mobil telah sampai di villanya. Min Ho pun keluar dari mobilnya. Dia terkejut melihat kemunculan Eun Hye didepan villanya. Min Ho pun mendekatinya dengan perasaan yang tidak senang.

”Sedang apa kau disini?”tanya Min Ho. Eun Hye tidak langsung menjawabnya. Dia langsung memeluk Min Ho dengan erat. Sentak, Min Ho pun terkejut. Min Ho langsung melepaskan dirinya dari pelukan Eun Hye.

”Apa yang sedang kau lakukan, Eun Hye!”geramnya. Eun Hye langsung menangis melihat Min Ho. Eun Hye memegang tangan Min Ho dengan erat.

”Min Ho. Batalkan lamaranmu tadi. Tarik ucapanmu tadi. Min Ho, kau tidak boleh menikah dengannya selain aku. Aku mohon Min Ho.” Serunya. Min Ho jadi merasa kesal. Dia pun melepaskan tangannya dengan kasar hingga Eun Hye terjatuh.

”Kau sudah gila ya! Bukankah sudah jelas aku katakan, kalau kita sudah tidak ada hubungan lagi. Hanya Hye Sun yang pantas jadi istriku, bukan kau!”teriaknya penuh marah. Min Ho langsung masuk kedalam dan mengunci pintu villanya agar Eun Hye tidak bisa masuk ke dalam.

”Min Ho! Aku mohon, Min Ho! Kau jangan menikah dengannya.”teriaknya sambil memukul pintunya berharap Min Ho mau membukakan pintunya. Eun Hye jadi tidak berdaya. Dia pun jatuh terpuruk didepan pintu. Eun Hye terus menangis terisak. Menangisi rasa sakit hatinya.

*****

Keesokan harinya, di sekolah Shinhwa. So Eun terus tersenyum. Kini dia menjadi pusat perhatian. Karena dia terlihat lebih cantik dari biasanya. Walaupun masih ada sedikit tomboinya. Bahkan foto-foto kemenangannya dalam lomba tadi bersama Kim Bum dipajang di madding sekolah. So Eun terus tersenyum hingga melewati lorong menuju taman. Dia melihat Onew sendirian meratap pohon. So Eun jadi penasaran.

”Tumben dia sendirian. Biasanya dia bersama Jessica.”

Dari pada terus penasaran. So Eun langsung mendekati Onew.

”Onew.”panggilnya membuat Onew kaget.

“Kim So Eun.”

So Eun langsung duduk disampingnya. Dia pun terkejut melihat rupa Onew yang berbeda itu.

“Kau… menangis?”tebaknya. Onew langsung menghapus air matanya.

“Selamat ya, So Eun. Semalam kau menang.”ucapnya sambil mengulurkan tangannya. So Eun yang bingung itu pun menerima jabatan tangan Onew.

”Tetapi kenapa kau menangis? Kau tidak apa-apa?”

Onew tidak menjawab. Dia menatap So Eun. Tiba-tiba dia menangis terisak.

”Hiks..hiks… Huaa… So Eun!” Onew langsung memeluk So Eun dan menangis. Sentak, So Eun pun jadi terkejut.

”Kau kenapa, Onew?”tanyanya.

”Jessica….. dia……” Onew menggantungkan kata-katanya karena masih menangis.

”Iya. Dia kenapa?”

”Dia memutuskan aku!”

”Apa!?” So Eun terkejut mendengarnya. Secepat itukah Jessica memutuskan Onew? Apakah gara-gara kekalahannya di lomba itu sehingga memutuskan Onew? So Eun ingin bertanya-tanya kepada Onew. Namun dia tidak tega melihat Onew terus menangis. Terpaksa So Eun membiarkannya menangis di pelukannya.

Tanpa So Eun sadari, ada tatapan cemburu dari jauh. Kim Bum terus melihatnya dengan tatapannya yang tidak senang. Melihat Onew menangis dipelukan So Eun.

*****

6 Bulan kemudian…..

Hye Sun sedang asyik bercengkrama dengan Min Ho di kafe.

“Aku senang melihatmu berambut pendek, walaupun sungguh menyayangkan kau memotong rambut panjangmu. Tetapi kau lebih terlihat sangat fresh.”puji Min Ho. Hye Sun tersenyum.

”Tetapi aku senang juga, akhirnya kau bisa tegas menghadapi Eun Hye.”

”Iya. Aku heran kenapa dengannya. Padahal sudah jelas kau memilihku, kenapa Eun Hye masih bersikeras untuk membatalkan rencana pernikahan kita?”tanya Hye Sun.

”Sudahlah. Kau tidak usah memikirkannya. Yang penting kau tau, kalau aku hanya mencintaimu. Aku tidak akan melepaskanmu.”

”Iya. Aku tahu.” Hye Sun membelai pipi Min Ho dengan halus. Mereka berdua pun melanjutkan aktivitas minumannya.

*****

Hari-hari ujian telah dilewati. Kini para siswa Shinhwa sedang menunggu pengumuman kelulusan. So Eun sangat kesal melihat Jessica yang begitu gesit mendekati Kim Bum. Dulu Onew, kini incarannya adalah Kim Bum.

”Apa sih maunya?”kesalnya. So Eun langsung menghampirinya dan menarik Kim Bum lalu melepaskan tangan Jessica yang merangkul lengan Kim Bum dengan paksa.

”Hei! Kau ini kenapa? Jelas-jelas dia ini kekasihku. Kenapa kau malah mengejarnya?”tanya So Eun kesal.

”Suka-suka aku lah mau mengejar siapa. Kim Bum, temani aku ke kantin yuk!”genitnya sambil menarik Kim Bum kembali. So Eun tetap menarik Kim Bum hingga Kim Bum menjadi pusing melihatnya. Untungnya ada seorang lelaki menghampirinya.

”Kim Bum. Kau dipanggil Kepala Sekolah.”ucapnya. Kim Bum pun melepaskan kedua tangannya dari rangkulan So Eun dan Jessica.

”Aku pergi dulu ya.” Kim Bum pun mengikuti lelaki itu menuju ke ruangannya. Setelah Kim Bum pergi, So Eun menatap Jessica marah.

”Hei! Apa maksudmu? Dulu Onew yang kau incar. Kenapa sekarang kau malah mengincar Kim Bum?”

Jessica menanggapinya dengan santai.

”Apa perlu aku menjawab pertanyaanmu ya?” Jessica sengaja merahasiakan alasannya.

”Padahal tadi kau pacaran dengan Onew. Kenapa kau putus dengannya?”

Jessica tidak menjawabnya. Dia malah sibuk berkaca dengan cermin yang dibawanya.

”Jessica!” So Eun menarik Jessica berhadapan dengannya. Jessica pun menatap So Eun dengan sinis.

”Kenapa kau begitu benci denganku? Apa salahku terhadapmu?”tanya So Eun serius.

Tidak lama, Jessica tertawa. So Eun jadi heran dengan kelakuan Jessica.

”Salah? Tentu saja, kesalahanmu itu adalah kesalahan yang terbesar.”

”Jadi. Apa salahku?”

”Kau pikirkan saja sendiri. Tentang 5 tahun yang lalu.” Jessica langsung ngeloyor pergi. Menyisakan teka-teki kepada So Eun.

”5 tahun yang lalu? Memangnya apa yang terjadi?” So Eun merasa tidak pernah melakukan apa-apa dengan Jessica. Di tahun yang lampau itulah awal dimulainya Jessica merebut kekasih pertamanya. So Eun jadi benar-benar penasaran.

*****

Di saat yang sama. Hye Sun pun datang ke kafe. Awalnya dia enggan datang menemuinya. Namun orang itu berjanji kalau ini adalah pertemuan terakhirnya. Hye Sun mencari seseorang di kafe. Dia pun menemukannya.

Hye Sun pun duduk berhadapannya dengan suasana yang malas.

”Langsung saja apa yang mau kau katakan, Eun Hye. Aku tidak punya banyak waktu.”sinisnya. Eun Hye pun menggenggam tangan Hye Sun dengan erat dan penuh harap.

”Aku mohon, Hye Sun. Aku ingin kau meninggalkan Min Ho. Dan kembalikan dia kepadaku.”ucapnya. Sentak, Hye Sun menarik tangannya.

”Apa?! Eun Hye, sudah aku bilang berkali-kali. Aku tidak akan meninggalkannya. Aku sudah terlanjur mencintainya……”

”Tapi cintaku melebihi cintamu kepadanya.” Eun Hye memotong kata-katanya.

”Apa?”

”Aku mohon, Hye Sun. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Kalau dia sampai menjadi milikmu seutuhnya. Aku…. aku tidak akan bisa hidup sendirian. Aku… aku bisa bunuh diri. Aku sangat mencintainya.”

”Jangan konyol, Eun Hye! Yang kau katakan itu bukan cinta. Tetapi obsesimu untuk mendapatkannya. Sungguh, aku heran kenapa baru sekarang kau menyadari atas cintamu kepada Min Ho. Kenapa kau tidak bisa merelakannya untuk berbahagia denganku?”

Eun Hye terdiam.

”Yang pasti, jawabanku tetap tidak!” Hye Sun langsung pergi meninggalkannya. Eun Hye mengepalkan tangannya sendiri.

”Baiklah. Kalau memang itu maumu. Kau akan menyesal telah menolak keinginanku, Hye Sun.”geramnya dengan penuh dendam.

*****

Hari pengumuman kelulusan pun telah tiba. So Eun berjingkrak senang karena namanya tercantum.

”Yei! Aku lulus!?”teriak So Eun kegirangan sambil meloncat. So Eun pun keluar dari kerumunan para siswa yang masih melihat-lihat kertas pengumuman kelulusan itu.

”Hei! Rupanya kau lulus juga. Selamat ya!”ucap Onew. So Eun pun langsung menonjok bahu Onew.

”Hei. Kenapa kau memukulku?”

”Karena aku gemas denganmu, Onew.”

”Hah? Apa maksudmu?”

”Sudahlah. Lupakan sajalah.”

”Bagaimana aku bisa lupakan itu? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan memukulku lagi? Tenagamu itu seperti singa yang siap menerkam mangsanya.”

”Hei… apa maksudmu?” So Eun mengacungkan kepalan tangannya. Onew pun tertawa.

”Aku kan hanya bercanda.” So Eun cemberut. Onew menatap So Eun dengan serius. Membuat So Eun jadi malu.

“Kenapa kau menatapku begitu?”tanyanya heran. Onew tertawa.

“Tertawa lagi. Hei jawab pertanyaanku!” So Eun memukul bahu Onew lagi.

”Aish! Kau ini tidak bisa lembut sedikit ya?”

So Eun cemberut.

”Baiklah. Aku hanya heran. Begitu tahu sekarang kau sudah secantik ini, kenapa aku memutuskanmu?”

”Kenapa? Kau menyesal ya?”

”Ya. Aku menyesal. Kau sendiri? Apakah kau menyesal telah memutuskanku?”

”Tentu saja, aku tidak menyesal. Berkatmu yang berselingkuh dan memutuskanku akhirnya aku bertemu dengan Kim Bum. Dan dia pun berhasil mengubahku seperti saat ini.”

”Ah. Iya-iya. Kau benar. Jadi kau berterima kasih denganku?”

”Iya.” So Eun tersenyum. Onew pun cemberut.

“Ngomong-ngomong, dimana Kim Bum?”

“Kenapa kau mencarinya? Kan ada aku disini.” So Eun memukul bahu lagi.

“Aish kau ini! Jangan menggodaku terus. Aku pergi mencarinya ya.”

“Kim So Eun!”

“Iya?”
”Hati-hatilah dengan Jessica.”

So Eun terdiam. Onew hanya tersenyum dan pergi. So Eun tidak ingin berpikir buruk tentang Kim Bum dan Jessica. So Eun pun melanjutkan pencariannya.

*****

Di kantor, Hye Sun memasuki ruangan Min Ho dan menyerahkan hasil karya novelnya.

“Ini. Aku sudah menyelesaikannya.”

Min Ho membuka amplop coklat dan membaca kisah-kisah yang ditulis Hye Sun.

“Sangat bagus, Hye Sun.”

”Terima kasih.”

”Oh iya, aku dengar kau menemui Eun Hye lagi?”

”Iya. Seperti biasa. Tapi itu adalah pertemuan terakhirnya.”

Min Ho mengangguk.

”Aku harap dia menyadari kesalahannya. Kalau aku sudah tidak mencintainya lagi.” Hye Sun terdiam. Tiba-tiba deringan ponsel di saku Min Ho pun berirama. Min Ho pun melihat nama penelpon. Tidak dikenal. Dia pun menjawabnya.

”Halo.”

Hye Sun pun penasaran siapa yang meneleponnya. Min Ho langsung berdiri dengan tampangnya yang terkejut.

”Apa!? Eun Hye bunuh diri?”

*****

So Eun terus mencari Kim Bum. Di kelas tidak ada, di perpustakaan juga tidak ada, bahkan dikantin pun juga nihil. So Eun jadi kelelahan.

”Kemana dia?” So Eun juga meneleponnya berkali-kali. Tetap saja tidak tersambung.

”So Eun!” Rupanya Shin Hye memanggilnya.

”Shin Hye.”

“Bagaimana? Apa kau lulus?”

So Eun hanya mengangguk.

“Ngomong-ngomong, Shin Hye. Apa kau tahu dimana Kim Bum?”

”Hah? Kim Bum? Aku lihat dia menuju ke belakang sekolah.”

”Hah? Untuk apa dia kesana?”

”Entahlah. Kukira dia akan menemuimu.”

Tanpa buang waktu, So Eun langsung pergi menuju ke belakang sekolah.

*****

Min Ho melihat Eun Hye sedang meratap di jendela. Tangan kanannya diinfus. Tangan kirinya diperban akibat disayat sebuah pisau tajam. Hye Sun sedang membeli parcel di depan rumah sakit. Min Ho pun memasuki ruangannya.

”Eun Hye.”panggilnya. Eun Hye menengok. Pancaran wajahnya sungguh senang melihat kedatangan Min Ho. Eun Hye langsung memeluk Min Ho.

”Min Ho. Akhirnya kau datang.”

Min Ho merasa segan dipeluknya. Dia pun melepaskannya.

”Min Ho.”

”Eun Hye. Apa yang sedang kau lakukan tadi? Kau ini gila ya. Menyayat tanganmu sendiri.” Eun Hye memeluknya lagi sambil menangis.

”Aku tidak bisa hidup tanpamu, Min Ho. Melihatmu akan menikah dengan Hye Sun. Aku tidak rela. Aku tidak mau hidup tanpamu.”

Min Ho melepaskan pelukannya lagi.

”Sadarlah, Eun Hye! Aku sudah bilang berkali-kali. Kalau aku tidak mencintaimu lagi….”

”Tidak! Kau masih mencintaiku, Min Ho. Aku yakin kau tidak mencintai Hye Sun dengan tulus.”

”Eun Hye! Hentikan kegilaanmu itu!? Sadarlah! Aku tidak mencintaimu lagi…..”

Eun Hye langsung menarik kepala Min Ho ke wajah Eun Hye.

*****

Kim Bum jadi kesal melihat Jessica merebut ponselnya dan Jessica melepaskan baterai ponselnya.

”Apa-apaan kau ini, Jessica!”teriaknya kesal.

Jessica hanya menanggapinya santai.

”Sederhana saja. Aku ingin kau memutuskan So Eun dan berpacaran denganku.”

”Apa? Memangnya kau pikir aku ini mainanmu.”

”Tidak, Kim Bum. Aku sekarang mulai tertarik denganmu. Aku menyukaimu, Kim Bum.” Kim Bum tersenyum sinis.

”Apa? Kau menyukaiku? Jadi begitu dengan gampangnya kau merebut kekasih lama So Eun dengan mengatakan seperti itu? Kau benar-benar murahan.”

Jessica tidak terima dengan penghinaan dari Kim Bum. Jessica menarik lengan Kim Bum. Dan menarik kerah baju Kim Bum.

*****

Shin Hye bertemu Geun Suk yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah. Shin Hye langsung mendekatinya dengan antusias.

”Hei, Geun Suk!” teriaknya mengageti Geun Suk. Shin Hye pun tertawa melihatnya. Namun tidak lama, Geun Suk pun muram. Bahkan dia membuang mukanya. Shin Hye jadi heran.

”Kau tadi ada perlu apa dengan kepala sekolah?”tanyanya. Geun Suk tidak menjawab. Shin Hye melihat dokumen yang dipegang Geun Suk.

”Geun Suk. Apa itu?” Shin Hye berusaha mengambil dokumen. Namun Geun Suk melarangnya.

”Hentikan, Shin Hye.”

”Kau kenapa?” Shin Hye makin penasaran.

”Oh iya. Nanti kau akan melanjutkan universitas mana? Siapa tau, kau akan bertemu denganku lagi….”

”Kita tidak akan bisa bertemu lagi.”timpal Geun Suk membuat Shin Hye terkejut.

”Kenapa?”

”Karena aku akan pergi ke London. Dan……”

Shin Hye menunggu lanjutan perkataan Geun Suk.

”Dan aku akan menemui calon tunanganku disana.”

”Apa!”

Geun Suk tidak menggubris keterkejutan Shin Hye. Dia memilih pergi dari hadapan Shin Hye.

”Jang Geun Suk. Katakan kalau itu bohong.”lirihnya. Shin Hye menatap punggung Geun Suk yang semakin jauh dengannya. Air matanya pun mengalir. Tidak rela Geun Suk pergi meninggalkannya dan tidak rela Geun Suk memilih calon tunangannya. Walaupun Geun Suk tidak mengetahui perasaan Shin Hye. Bahwa Shin Hye menyukainya, sangat mencintainya. Usahanya menjadi Wakil Osis memang berhasil sehingga bisa menemaninya di saat-saat sekolah. Namun saat ini, usahanya untuk menarik perhatian Geun Suk harus berakhir. Shin Hye tidak tahu apakah bisa melupakannya. Karena dia adalah cinta pertama Shin Hye. Kini Shin Hye hanya bisa memuaskan dirinya dengan menangis. Menangisi rasa kekecewaannya. Dia jadi patah hati.

*****

Hye Sun keluar dari lift. Sambil membawa parcel buah, Hye Sun mencari kamar Eun Hye. Hye Sun jadi merasa bersalah dengan Eun Hye. Dia tidak menyangka Eun Hye akan benar-benar melakukannya. Bunuh diri. Tetapi untunglah Eun Hye selamat. Kamarnya pun telah ditemukan. Hye Sun membuka pintu dengan pelan agar tidak berisik. Hye Sun menatap tidak percaya apa yang dilihatnya. Hye Sun menutup mulutnya sambil menahan rasa tangisannya.

Dia melihat punggung Min Ho. Min Ho berciuman dengan Eun Hye. Mereka saling memegang kepalanya seakan menyambut ciumannya. Hye Sun tidak tahan melihat pemandangan itu. Dia pun langsung berlari keluar. Tidak peduli parcel yang dipegangnya telah terjatuh.

*****

So Eun pun sampai dibelakang sekolah. So Eun berharap Kim Bum sendirian disana dan memang sedang menunggunya. So Eun berbelok. So Eun langsung terdiam paku melihat Kim Bum. Air matanya pun terjatuh melihatnya. Punggung Kim Bum. Tangan kirinya yang memegang tembok, dan tangan kanannya yang tidak terlihat. Dipikirnya sedang memegang pipi gadis itu. Kim Bum berciuman dengan Jessica!

So Eun tidak tahan lagi. Dia pun berbalik. Dan berlari sekencang-kencangnya. Berharap dia tidak melihat kejadian tadi.

*****

Min Ho berhasil menghalangi Eun Hye. Dia tidak ingin bibirnya di sentuh oleh bibir Eun Hye. Dia menahan kepala Eun Hye.

”Min Ho. Kenapa kau menahanku? Biarkan aku menciummu.”ujar Eun Hye sambil menarik kepala Min Ho agar mendekat. Min Ho langsung mendorong kepalanya dengan kasar.

”Jangan mimpi, Eun Hye! Bibirku hanya untuk Hye Sun.” Min Ho langsung keluar dari kamarnya. Eun Hye lagi-lagi hanya bisa mengigit bibirnya dengan kesal.

Min Ho menabrak parcel yang tidak jauh dari kamar Eun Hye. Min Ho memungutnya.

Dia heran kenapa parcel ada disitu. Tidak lama, dia pun menyadarinya.

”Hye Sun.”

Min Ho langsung mengejarnya.

*****

”Kau mau apa? Jangan coba-coba untuk menciumku. Atau aku akan mencekikmu.”ancam Kim Bum. Tangan kanannya memegang leher Jessica. Untung dia bisa menahan tubuhnya. Jessica tidak mengira rencananya gagal. Dia ingin menarik kerah bajunya agar Kim Bum terjatuh dan menciumnya. Namun tangan kiri Kim Bum memegang tembok menahan tubuhnya. Dan tangan kanannya pun memegang leher Jessica seakan siap-siap mencekiknya. Jessica menelan ludahnya. Dia pun melepaskan kerah baju Kim Bum. Kim Bum pun melepaskan genggaman leher Jessica. Kim Bum langsung meninggalkan Jessica. Sementara Jessica hanya bisa bergumam, ”Sial!”

Kim Bum terus berjalan meninggalkan Jessica. Dengan terburu-burunya, dia pun menabrak Onew.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Kim Bum.

”Iya. Kim Bum? Rupanya kau disini ya. Tadi aku lihat So Eun menangis.”

”Hah? Menangis?”

”Iya. Tadi aku lihat dia berlari dari belakang sekolah. Memangnya apa yang terjadi?”

”Apa? Belakang sekolah.”

Kim Bum langsung mencari So Eun. Dia harus menemuinya.

*****

Min Ho berhasil mengejarnya. Sesuai dengan yang dipikirnya, Hye Sun berjalan sambil menangis. Min Ho langsung menghampirinya dan memeluknya.

”Hye Sun.”

Hye Sun langsung mendorongnya dan menamparnya!

Min Ho terkejut sambil memegang pipinya yang ditampar.

”Goo Hye Sun.”

Hye Sun masih terisak. Dia pun melepaskan cincin pertunangannya. Dan mengucapkan kata-kata yang pertama kalinya.

”Hubungan kita sampai disini. Aku tidak akan menikah denganmu, Min Ho.”

”Hye Sun, aku…..”

”Aku sudah terlanjur kecewa denganmu! Rupanya kau masih mencintai Eun Hye. Aku melihatmu berciuman dengannya.”

”Hye Sun. Dengar penjelasanku…..”

Hye Sun melempar cincinnya ke wajah Min Ho. Min Ho terdiam sambil memegang cincin yang dilempar Hye Sun.

”Sekarang. Kita tidak ada hubungan lagi. Kau berbahagialah dengan Eun Hye.” Hye Sun langsung berbalik dan masuk ke dalam taksi. Meninggalkan Min Ho.

*****

”Kim So Eun.” panggil Kim Bum sambil menarik lengan So Eun agar berhadapan dengannya. Dia melihat So Eun menangis.

”So Eun.”

”Aku tidak menyangka. Kau akan menurutinya.”

”So Eun. Itu tidak benar. Itu……”

”Aku ingin mengakhiri hubungan kita!”tegas So Eun. Kim Bum terdiam. So Eun tidak menyangka. Dia memutuskan Kim Bum duluan.

”Apa?”

”Iya. Hubungan kita sampai disini. Aku tidak ingin terlalu sakit hati lagi melihatnya berhasil merebutmu dariku.”

”So Eun. Aku tidak menyukainya. Aku hanya mencintaimu.”

”Bohong! Tadi aku lihat kau menciumnya.”

”So Eun! Kau salah paham. Dengarkan penjelasanku.”

”Pokoknya kita putus!”

”So Eun….”

”PUTUS…. PUTUS…. PUTUS…!!! Aku tidak mau melihatmu lagi!” So Eun langsung masuk kedalam taksi yang dipanggilnya.

”Tidak… So Eun. Kau salah paham. Aku tidak menciumnya. So Eun!” Kim Bum berlari mengejarnya. Taksi pun mulai menjauh. Sehingga Kim Bum terjatuh, tidak kuat berlari mengejar taksi itu. Dia hanya bisa menangis sambil memukul jalan aspal.

”Sial!” Kim Bum terus menangis.

”Dasar bodoh! Aarrrggghhh……..!!!” Kim Bum terus menyesalinya.

*****

Eun Hye asyik memainkan ponselnya. Dia ingin menghilangkan kejenuhannya. Walaupun rencananya untuk merebut Min Ho sedikit gagal. Tetapi dia yakin bisa merebutnya kembali. Min Ho masuk dengan tampangnya yang sangar. Eun Hye terkejut melihatnya.

”Min Ho.”

”Puas!?”

”Apa maksudmu?”

”Kau berhasil membuat Hye Sun membenciku dan meninggalkanku.”

”Benarkah?” Eun Hye pura-pura terkejut padahal di dalam hatinya dia senang rencananya berhasil.

”Sudah aku bilang, Min Ho. Dia tidak mencintaimu. Hanya aku yang pantas mencintaimu.”

”Iya. Kau harus membuatnya kembali lagi kepadaku.”

”Apa?”

”Kau harus meyakininya kalau kita tidak berciuman tadi.”

”Aku tidak mau.” Eun Hye menolaknya.

”Baiklah, kalau itu maumu.”

Min Ho langsung melempar vas bunga disampingnya.

”Prang!”

Eun Hye melindungi kepalanya.

”Min Ho!”

Min Ho terus menghancurkan seisi kamar Eun Hye. Lemari-lemari pun dijatuhkannya.

”Min Ho! Hentikan!” Eun Hye terus berada di atas kasurnya. Menjauhi dari lemparan-lemparan Min Ho yang makin tidak terarah. Para satpam pun terpaksa menahan Min Ho yang makin tidak terkendali.

”Kembalikan Hye Sun ku!!?”teriaknya sambil berontak berusaha melepaskan diri dari satpam. Eun Hye hanya bisa menangis tidak percaya.

”Min Ho. Sadarlah!”seru Eun Hye. Min Ho masih berontak. Eun Hye tidak menyangka kejadiannya akan begini.

TO BE CONTINUED………………….

NB: JANGAN LUPA DI KOMEN YA ^^!!!

33 responses to “Darling and Wedding [Part 8]: Keputusan yang Pertama Kalinya

  1. vally lasena November 8, 2011 pukul 6:31 am

    Lanjutkan thor,,,
    Wah.. Q sampai bela2in langganan blog ini
    Ceritax bagus…
    trus lanjutanx gimana?
    Si so eun balikan lagi sama kim bum gitu?
    Trus onew-jessica gimana?
    Part selanjutx kim bum n so eun 1 kampus y.. Pleaseee…

  2. Dear dHiyah November 8, 2011 pukul 7:00 am

    Wuuahhhh ,, mreka kk ade yg kompak .
    Ptus” breng, pnya pcar breng, d sLingkuhin breng, kna msaLah breng, smWa y scra brsamaan ….
    mnikah y jg breng dunk ntar ?? *pLAKK/sotoy*

    Lanjuuuttt ^^

  3. oneal November 8, 2011 pukul 8:35 am

    wah critanya mkin mnarik nh dtnggu klnjutannya ya……………..
    jd gak sbar nunggu nh…………….

  4. kimlili November 8, 2011 pukul 10:29 am

    ih gilak tragis banget ne…

    keren eonnie di tungu next part nya…

  5. Princess magnae dhiana November 8, 2011 pukul 2:05 pm

    Lnjutn’x jgn lma2 ya eonni…
    D’tunggu part s’lnjut’x..

  6. rizkyapratiwi November 8, 2011 pukul 2:41 pm

    waaaaaahhhh …. makin keren ceritanay …
    gk sabar nunggu part selanjutnya eonni

    lanjuuut

  7. Helda wati November 8, 2011 pukul 2:45 pm

    Eun hye trobsesi bgt, mua.a salah paham. aduch2 mrk pke pts lagi. lanjut author.

  8. djkyussoloverz November 8, 2011 pukul 4:29 pm

    huuuuuuuuuuuuuuh dasar jesicca genit centil pokok x benci mw sy bikin ayam bakar tu si jesica biar tak makan heee***sadis**
    so eun eonni cup,,,cup…cup2 jangan menangis sini sy peluk eonn bumppa jg nangis sini kita pelukan sama2 heeeee author eonni makin kereeeeeeeeeeeen daaaaaaaaaah beeeeeeeeeeeeeeeh

  9. AnnisaHourai November 9, 2011 pukul 6:05 am

    okeh lanjuut thor… syerem amat bayangin minho marah2

  10. Hyora 'Ranie' Kim November 9, 2011 pukul 6:24 am

    Huaa..
    Kenapa jadi begini..
    Eun hye sama jessica buang aja ke laut..#dibantai eunhye n jessica

    Lanjut unn..

  11. amkyuminry November 9, 2011 pukul 8:54 am

    wah, tambah seru.
    yah, kenapa semua pada putus? lanjut ya kak :}

  12. jaebum-elf November 10, 2011 pukul 7:30 am

    wuhhhhh….. makin rempong ne thor masalahnya… n makin penasaran…. ditunggu lanjutannya chingu…^^

  13. nuribumsso November 10, 2011 pukul 10:43 am

    sialan,, kesel bnget sy sma eun hye sma jessica, gara2 mrka ber2, bumsso sm minsun jdi putus., awas ja loq ktm ma kalian ber2, sy cakar* muka kalian..
    kak, di tnggu next partw^^

  14. seli m (kaoru) November 12, 2011 pukul 1:36 am

    kesel bnged tuh ma orang brdua *lirik eunhye n sicca
    knpe bumsso n minsun putus😦
    eun next part ditunngu ..pnasaran tingkat namsan tower LOL

  15. imi November 13, 2011 pukul 7:03 pm

    sebeeelll banget sama 2cwek centil ntu… eun hye n jessica… bikin greget… pengen jambak2 sama nabok2 2 cwek ntu…hehehe
    bumsso n minsun pasti balikan lagikan?
    ditunggu part selanjutnya,,,

  16. ocii November 16, 2011 pukul 5:47 am

    masiiiiiiiiiiiii ada aja pengganggu ishhhh. eun hye dan jesica pengen aku hajar rasanya. huffft..
    trus penasaran gitu kenapa sijessica benci ma so eun pas ditanya ga mau jawab. hisssssssshhh…
    kasian mnho ma bum😦
    ayoooo lanjutlah ini

  17. Indah_ELF November 21, 2011 pukul 10:55 pm

    Seruuu bgt …
    Yaa min ho mrh tuch .tambah rame crita’a Daebak dah buat author

  18. thalia taemin November 24, 2011 pukul 2:31 am

    kasian onew oppa mending ame aku aja yuk…. kekekekekeke

  19. geill Desember 20, 2011 pukul 3:27 pm

    makin seruuuuuuuuuuuuuuuu………………
    ada yg sedih lg!!!!!!!!!!!!!!!
    gmana ma hubungan mereka selanjutnya, biar gak penasaran aq lanjut aja ah……………………

  20. Nana Desember 23, 2011 pukul 6:45 am

    Kereeen
    d tnggu part slnjt’a

  21. cucancie September 11, 2012 pukul 5:30 am

    Ya ampyun jd sedih begini,

  22. tanti no kawai Desember 12, 2012 pukul 1:12 am

    ЂǟªªªϑϑҽҿҿҿҿҺҺ◦°◦ºX_X salah fahammmmm…..

  23. Zaily September 14, 2013 pukul 9:57 pm

    Ah dsar jessica n eun hye pngganggu hbungan org

    Kshn KSE n GHS, smga next partny kslh phman bsa trungkp
    Lnjut bca

  24. oliph September 27, 2013 pukul 4:42 pm

    huaaaa…..lanjut…

  25. Ilma Bumssoeulmates Elf Desember 31, 2013 pukul 10:42 am

    penasarannn…
    lanjuut

  26. tyas27 April 8, 2014 pukul 6:45 am

    arghh benci bgt ama eunhye dan jessica!! -___-

  27. Rani Annisarura Agustus 16, 2014 pukul 6:36 am

    nasibnya so eun sama dengan hye sun begitu juga dengan kim bum & min ho…..

    Padahal kejadian itu hanya kesalah pahaman aja….

    Tapi so eun & hye sun bakalan sadar apa nggak ya dan kembali ke kim bum & min ho???

  28. ainami September 9, 2014 pukul 2:09 am

    wow minho marah besar, aku juga ikutan marah… kalo jd minho aku jg bakal bertindak sama kalo perlu tuh vas kena ke eun hye wkwk jahat banget -_-

    kesel bgt ma eun hye dan ssica -_-

    kira2 lima taun lalu tjd apa ya sampe ssica benci ma sso

  29. sabanaRyuga Oktober 8, 2014 pukul 10:31 am

    minho sudah emosi bngt yah…

  30. Egamawarni ysj(bumsso) Desember 2, 2014 pukul 11:32 am

    Semoga kesalah pahaman mereka cepat selesai!

  31. mia September 4, 2015 pukul 1:28 am

    waw bner” aku tidak akn menyangkan min ho bisa sperti itu

  32. Humairah Khairani Desember 9, 2015 pukul 9:07 am

    di part ini membuat mataku berkaca-kaca… :’)
    next part..
    semmoga 2 couple ini bisa kembali lagi..
    tapi tadi q kira kim bum dan min ho benar2 mencium mereka… he gak taunya tidak… agaak engak ikla tadi tapi untung l, itu hanya slah paham so eun dan hye sun

  33. Aliana Park Desember 22, 2015 pukul 5:45 pm

    Aduhh… Masalah datang lagi deh…
    Kenapa pengganggu nggk nyerah2.. Makin grgetan..:/
    next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: