RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Grudge Love [Part 2]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan dan semi NC. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

GRUDGE LOVE [PART 2]

 

So Eun begitu takut dan panik melihat Kim Bum semakin menguasai tubuhnya, dengan penuh keberontakannya, dia pun menarik taplak meja yang ada disampingnya.

‘PRANG!!!’

Suara vas bunga terjatuh dilantai setelah menimpa kepala Kim Bum yang berusaha menguasai tubuh So Eun secara utuh. Kim Bum terpaksa menghentikan aktivitasnya, refleks dia berdiri sambil memegang kepalanya yang terkena vas tadi. Menahan rasa sakit.

“SIALAN KAU!”

‘PLAK!’

Kim Bum menampar pipi So Eun dengan kuat hingga So Eun terjatuh kesamping. Bibirnya mengeluarkan darah akibat ciuman paksa dan tamparan keras yang dilayangkan Kim Bum barusan. So Eun tidak menatap Kim Bum, dia menahan tubuhnya agar tidak terbaring di lantai. Dia menahan rasa yang sangat sakit. Kim Bum kembali ke sisi yang tadi. Kim Bum menarik rambut So Eun agar menatapnya. Tidak berkata-kata. Tangan satunya tetap menahan kepalanya yang perlahan mengeluarkan darah. Mata So Eun berkaca-kaca dan jatuhlah air matanya.

“Aku mohon…. Kau boleh memukulku…. Tetapi jangan perkosa aku… aku mohon Kim Bum…”pinta So Eun dengan gemetarnya karena takut dan menahan rasa sakit yang dideranya. Kim Bum terkejut mendengar perkataannya. Namun dia menyeringai.

“Hoo.. Berarti kau masih perawan. Baguslah, berarti aku tidak perlu susah-susah untuk menjadi orang pertama yang akan mengambil kesucianmu.”

So Eun tersentak mendengar perkataannya yang penuh kelicikan. Kim Bum mulai menyerangnya. Memonopoli tubuhnya. Sontak, So Eun mendorong Kim Bum. Tetap saja, kekuatannya kalah dengannya. Akankah hidupnya kembali seperti dulu? Kembali ke masa-masa yang seperti neraka. So Eun lebih baik mati daripada kesuciannya direnggut secara paksa oleh Kim Bum. Kim Bum semakin ganas merobek kemeja seragam So Eun sehingga menarik bra yang dipakainya. Melihat tubuhnya yang mulus cukup membuat Kim Bum bergairah. Kim Bum langsung mencium bagian atas sensitifnya. Panik. So Eun semakin panik. Dia tidak ingin membiarkan Kim Bum menguasai tubuhnya. Walaupun So Eun sudah berusaha mendorong Kim Bum. Tetap saja kekuatannya begitu berbeda. Tangannya terus mencari sesuatu yang bisa menghentikan aksi Kim Bum. Tangannya menyentuh pot bunga yang terbuat dari tanah liat. Tanpa pikir panjang, So Eun meraih pot dan langsung memukul kepala Kim Bum kedua kalinya. Kim Bum tercekat. Dia menatap marah sambil memegang kepalanya yang mulai keluar darah yang cukup banyak. Kemudian Kim Bum terbaring tidak sadarkan diri. Akhirnya So Eun bisa melepaskan diri. Dia melihat Kim Bum pingsan. Sambil merapatkan kemejanya untuk menutupi bagian tubuhnya yang terekspos. So Eun segera keluar dari ruang kepala sekolah.

So Eun terus berlari. Tidak peduli dia jadi tontonan orang lain karena penampilannya yang berantakan dan ada darah diseragamnya. Hanya satu yang ada dipikirannya. Dia harus cepat mengambil tasnya dan segera pulang.

*****

Kim Ryu Jin, Kepala sekolah itu segera memasuki ruangannya setelah waktu istirahatnya selesai. Saat berbalik setelah menutup pintu kantornya, Ryu Jin terkejut melihat tuan mudanya tergeletak dilantai dengan darah yang cukup banyak. Segera Ryu Jin mengangkat tubuh Kim Bum dan membangunkannya.

“Tuan Muda…! Bangunlah Tuan Muda…!”

Jantung Ryu Jin berdetak cepat. Dia tidak mau terjadi sesuatu kepada Tuan Mudanya. Bisa-bisa Tuan Besar alias Ayahnya Kim Bum akan membunuhnya jika membuat Tuan Muda terluka. Ryu Jin terus memanggil namanya.

“Akh..!”

Mata Kim Bum pun terbuka sambil memegang kepalanya yang masih sakit. Kim Bum sudah sadar. Segera Ryu Jin memapah Kim Bum menuju ke sofa untuk memberi kenyamanan bagi Tuan Muda. Setelah Kim Bum duduk di sofa, dia segera menerima saputangan dari Ryu Jin untuk membersihkan lukanya.

“Tuan Muda… Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa Anda bisa pingsan disini dan… kepala Anda terluka.” Ryu Jin hampir menyentuh kening Kim Bum. Segera ditepisnya tangan Ryu Jin. Matanya terlihat sangat emosi dan memerah. Rahangnya mengeras. Dia menggeram penuh amarah.

“Kurang ajar! Berani sekali dia membuatku terluka!”desisnya penuh amarah.

*****

Ha Ji Won baru pulang dari kerja. Hari sudah malam, Ji Won langsung masuk ke dalam apartemennya. Saat menutup pintu dan menguncinya. Dia mendengar suara tangisan walaupun tidak terlalu keras. Ji Won mencari sumber suara itu. Ternyata suara tangisan berasal dari kamar So Eun. Segera ia membuka pintu kamarnya secara perlahan. Ji Won terkejut mendapati So Eun menangis di kasur dengan seragamnya yang belum diganti. Bisa dilihat seragamnya sedikit terkoyak dan ada bercak darah.

“Astaga, So Eun. Kau kenapa?”seru Ji Won khawatir mendapati keponakannya dengan situasi yang cukup menyedihkan. So Eun yang sadar kehadiran bibinya segera dia menoleh.

“Hiks… Bibi… BIBI!?” So Eun langsung memeluk Ji Won. Dia sudah tidak tahu harus memeluk siapa lagi untuk diberi ketenangan. Ia sudah sangat shock dengan pelecehan disekolah.

“So Eun sayang. Ada apa denganmu? Kenapa seragammu jadi berantakan begini?” Ji Won benar-benar cemas. Selama 9 tahun, dia tidak melihat kondisi So Eun yang parah sejak kepindahannya ke Seoul.

“Bibi… Hiks.. Bagaimana ini? Dia muncul lagi. Dia kembali lagi!” So Eun masih menangis terisak. Sungguh kejadian itu membuat dia trauma kembali. Ji Won tersentak mendengar perkataan So Eun. Dia tahu siapa yang dimaksud So Eun. Mengingatnya dengan masa lalu. Kecurigaannya dengan So Eun kecil saat mendapati So Eun memar. Setelah dipaksa bercerita ketika pindah ke Seoul, akhirnya So Eun pun menceritakannya. Tentang anak yang bernama Kim Sang Bum. Mendengar namanya tentu saja membuat Ji Won ingat dengan keluarganya yang pernah bermasalah dengan keluarga Kim Bum. Ternyata tindakannya untuk pindah ke Seoul tepat. Namun sayangnya hanya bertahan selama 9 tahun sebelum Kim Bum muncul.

*****

Awalnya So Eun takut masuk sekolah. Takut dengan kemunculan Kim Bum. Ia takut Kim Bum akan menyerangnya lagi. Sosok lelaki yang sekarang begitu berbeda. So Eun bisa melihat tatapan dinginnya yang menusuk seakan tidak melepaskan So Eun darinya. Namun sepertinya hari ini adalah hari beruntungnya. Karena dia tidak melihat kehadiran Kim Bum dikelasnya. Setidaknya dia aman selama 3 hari.

Hari keempat, So Eun berjalan memasuki lapangan sekolah. Setidaknya perasaannya benar-benar tenang. Terus berjalan hingga tangannya ditarik masuk ke gudang dan pintunya dikunci. So Eun langsung terjatuh karena ditarik di lantai yang kotor dan penuh debu.

“Kau merindukanku, So Eun?”

So Eun bergeming, tubuhnya menjadi kaku mendengar suara yang tidak ingin didengarnya. Dengan takut tapi perlahan, So Eun mengangkatkan kepalanya untuk melihat seseorang yang ada dihadapannya dengan kunci yang dipegangnya.

“Kim Bum.”

*****

Ji Won pergi ke kafe untuk makan siang. Namun tempatnya penuh. Hanya ada satu tempat yang hanya diduduki satu orang.Seorang pria dengan jas rapih sibuk memasukkan dokumen ke tas. Merasa pria itu segera pergi, Ji Won langsung menghampiri mejanya.

“Maaf, boleh aku menempati meja in..”

Ji Won tercekat melihat pria itu. Pria itu sedikit terkejut namun dia berdiri dan tersenyum.

“Sudah lama kita tidak bertemu, Ha Ji Won.”sapanya.

Ji Won tidak menjawabnya. Dia hanya terdiam. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang sudah membuat kakaknya terlibat masalah rumit.

“Sudah 15 tahun kita tidak bertemu. Sungguh terkejut kau berada disini. Apakah kau tinggal disini?”

Ji Won masih tidak menjawab. Dia masih berdiri terpaku sambil memikirkan sesuatu. Memikirkan cerita So Eun tentang kemunculan Kim Bum yang kembali menyiksa dan hampir memperkosanya.

“Ha Ji Won? Kau baik-baik saja?” Pria itu terus memanggil namanya saat sadar sapaannya tidak direspon. Ji Won segera sadar dari lamunannya. Tidak ingin berurusan dengannya lagi, urusan yang sudah lama dihindarinya. Ji Won langsung membungkuk.

“Maafkan aku. Aku akan segera pergi, Kim Nam Gil.”

Ji Won segera keluar dari kafe tanpa dihiraukan panggilannya. Pria yang bernama Kim Nam Gil, Ayah kandung Kim Bum yang membuat keluarga Kakaknya menjadi hancur. Yang membuat Kakaknya berpisah dengan suaminya juga membuat kakaknya menghilang tanpa jejak.

*****

So Eun segera berdiri dengan tubuhnya yang gemetar karena ketakutan bertemu dengannya lagi. So Eun segera mundur saat melihat Kim Bum melangkah maju mendekatinya. Hingga punggungnya pun menempel dinding menandakan dia sudah tidak bisa mundur lagi.

“Akh..!”

Kim Bum mencengkram lengan So Eun dengan kuat sehingga So Eun meringis kesakitan. So Eun menunduk. Tidak mau menatap mata Kim Bum yang terlihat begitu emosi. Tatapan yang sangat dingin dan menusuk. Tidak suka dengan sikap So Eun, Kim Bum mencengkram pipi untuk memaksanya menatapnya. Wajah mereka sangat dekat. Kim Bum mengamati raut muka So Eun yang penuh dengan keringat dan gemetar.

“Kau… berani sekali memukul kepalaku. Apa kau lupa berurusan dengan siapa?”desis Kim Bum dengan penekanan inotasinya. So Eun bisa merasakan nafasnya yang penuh amarah. So Eun memilih tidak menjawabnya.

“Akh!”

Kim Bum menjambak rambut So Eun dengan kuat. So Eun berusaha melepaskan tangan Kim Bum dari rambutnya yang semakin kuat ditariknya. Tidak dihiraukan teriakannya, Kim Bum langsung mencium bibir So Eun dengan kasar. Kim Bum terus melumat bibirnya dengan ganas bahkan tidak segan-segan ia menggigit bibir agar bisa memasukkan lidahnya ke mulut So Eun. Meskipun So Eun meronta, berusaha mendorong Kim Bum. Tetap saja Kim Bum terlalu kuat saat sedang emosi. Hingga beberapa menit kemudian, terdengar suara lonceng menandakan waktu belajar sudah dimulai. Kim Bum melepaskan ciumannya dan cengkramannya dengan kasar sehingga So Eun terjatuh karena tubuhnya yang lemas akibat ciuman kasar tanpa memberinya waktu untuk bernapas.

“Itu baru permulaan, So Eun. Kau siap-siap saja menunggu hukuman utama untukmu dariku karena kau berani melukai kepalaku.”ujar Kim Bum sambil keluar dari gudang. Ia tidak lupa mengunci pintu gudang kembali sehingga So Eun tidak bisa keluar. Walaupun So Eun terus menggedor-gedor pintu dan berteriak meminta pertolongan. Tetap saja nihil. Karena letak gudang itu cukup jauh dari kelas-kelas, apalagi gudang itu tidak ada jendela sehingga mustahil So Eun bisa keluar dari tempat yang berdebu.

*****

Kim Nam Gil masih mematung ditempatnya. Menatap Ji Won yang sudah menghilang dari pandangannya. Nam Gil menyeringai penuh arti. Seakan dia merasakan ada sosok wanita yang dicintainya didalam Ji Won. Tidak disangkanya setelah 15 tahun tidak bertemu karena Ji Won menghilang atau bisa dibilang kabur darinya. Nam Gil yang tadinya ingin pergi kini kembali duduk dikursinya. Ia mengeluarkan ponsel dari jas. Kemudian dia menatap wallpaper dirinya bersama wanita yang dicintainya, Lee Young Ae. Sudah cukup lama dia menyendiri tanpa wanita disisinya.

*****

‘Cklek.’

Pintu gudang pun terbuka, So Eun segera mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang telah menyelamatkannya. Senyumannya memudar saat melihat lelaki dihadapannya yang penuh seringaian anehnya.

“Maaf, membuatmu lama menungguku. Aku sengaja mengurungmu disini karena aku tidak ingin kau kabur dariku seperti kemarin.”

Kim Bum melangkah mendekati So Eun. Kim Bum langsung menarik lengan So Eun untuk mengikutinya. So Eun memilih diam, dia tidak mau bicara banyak. Terus membisu walaupun mereka sudah berada dimobil. Hingga So Eun menyadari kemana dirinya dibawa Kim Bum. Mereka berada dikamar hotel.

So Eun masih terdiam melihat pelayan menata meja untuk meletakkan minuman yang dipesan Kim Bum. Masih terdiam. So Eun tidak ada tenaga lagi untuk bergerak. So Eun hanya menatap jendela yang memperlihatkan langit gelap.

“Minumlah.”

Lamunan So Eun pun buyar saat Kim Bum menyodorkan minuman anggur merah. So Eun mengerutkan dahinya. Terlihat bingung.

“Minumlah! Jangan sampai aku memaksamu.”ucap Kim Bum terdengar perintah. So Eun menerima gelas dengan gemetar dan langsung meminumnya sampai habis tanpa menyadari seringaian iblis yang menghiasi bibir Kim Bum. Kim Bum mengambil gelas kosong yang dipegang So Eun. Kemudian ia meletakkan kedua gelas dimeja.

“Bagaimana kalau kita mulai saja hukuman untukmu?”

Mata So Eun membulat saat melihat Kim Bum memegang tali. Apa yang akan dilakukannya? So Eun segera berdiri dari kasur.

“Oh.. jangan takut. Mungkin ini sedikit sakit.”

Insting So Eun mulai bekerja, menyuruhnya untuk segera keluar dari kamar hotel sebelum terjadi sesuatu. So Eun segera berlari menuju ke pintu. Saat memutar kenop pintu, terkunci.

“Kau mau kemana, So Eun?”tanya Kim Bum dengan nada yang menggodanya. So Eun membalikkan tubuhnya menghadap Kim Bum melangkah kemari. Tiba-tiba tubuh So Eun merasa lemah. Kepalanya sedikit pusing membuat So Eun merosot menduduki lantai.

“Rupanya efek obat sudah mulai bekerja.”

Kim Bum sengaja memasukkan obat diminuman anggur. Obat yang membuat tenaga So Eun melemah. Tentu saja efeknya hanya sebentar karena Kim Bum ingin melakukan pemanasan sebelum memulai ‘hukuman utama’. So Eun benar-benar tidak berdaya. Dia tidak bisa memukul tubuh Kim Bum yang menggendongnya dengan kuat.

*****

Silauan cahaya matahari memaksa So Eun membuka mata dari tidurnya. Dia sudah terbaring lemah. Ia sudah tidak bisa berkata apa-apa. Kejadian semalam benar-benar membuatnya kehilangan harga diri.

“Kau sudah bangun?”

So Eun tidak menoleh ke arah suara yang sangat dibencinya. Kim Bum baru saja keluar dari kamar dengan kimono handuknya. Dengan tenaga yang ada, So Eun segera bangun dengan melilitkan selimut ditubuhnya yang telanjang. Ia masih merasakan kesakitan dibagian bawah. Bercak darah sudah mengotori seprai yang putih. Kim Bum terdiam melihat So Eun mengambil pakaiannya yang sudah terlempar kemana-mana. Masih terdiam menonton So Eun memakai seragamnya yang sudah kusut sambil menahan rasa sakit.

“Kau tidak perlu menyesalinya. Kejadian semalam sudah cukup membuatmu jera karena berani membantahku.” Kim Bum menuangkan botol anggur ke gelas lalu diminumnya dengan pelan. So Eun tetap membisu.

“Lagipula tidak ada salahnya kita melakukannya sebelum kita bertunangan.”

Gerakan So Eun berhenti mendengar kata terakhirnya. So Eun membalikkan tubuhnya dengan dua kancing seragam yang belum selesai dia kancingkan.

“Tunangan?” Akhirnya So Eun bersuara. Kim Bum menyeringai sinis.

“Memangnya orangtuamu tidak memberitahu bahwa kita sudah dijodohkan sejak kecil.”

So Eun masih tidak mengerti dengan pembicaraan Kim Bum.

“Orangtuaku menjodohkan kita?”

Kim Bum tertawa lucu. So Eun memang belum diberitahu orangtua tentang masalah pertunangan karena perjanjian sahabat antara Ayahnya dengan Young Ae.

“Lagipula kau bisa menebus kesalahan Ibumu terhadap kematian Ibuku.”

So Eun masih tidak mengerti. Kesalahan Ibunya?

“Nanti sore kita akan bertemu lagi untuk acara pertunangan kita. Aku harap kau memakai gaun yang cocok untukmu. Kau akan dijemput Ayahku.”lanjutnya.

So Eun masih membisu. Dia ingin bertanya lagi namun ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya. Tidak tahu harus bertanya apa. Karena ia sedang trauma dengan kesuciannya telah direnggut paksa dan kini tiba-tiba ada tentang tunangan.

“Hari ini aku tidak bisa mengantarmu pulang karena aku ada urusan. Biar supirku yang akan mengantarmu.”ucap Kim Bum. So Eun tetap membungkam dengan menunduk. Membiarkan Kim Bum mencium kening.

“Aku sudah bilang dari awal. Kalau kau adalah milikku. Kau tidak akan bisa berpisah dariku. Kau juga harus membayar semua penderitaan Ibuku yang dilakukan Ibumu.”bisiknya kemudian mencium bibir So Eun dengan lembut.

*****

Ha Ji Won benar-benar cemas menunggu kepulangan keponakannya yang tidak kunjung muncul. Apalagi semalam Ji Won tidak bisa menghubungi So Eun. Ji Won mendesah cemas memandang koper-koper dan barang-barang yang sudah dibungkus untuk meninggalkan apartemennya yang ditempati selama 9 tahun. Beberapa menit kemudian, pintu apartemennya terbuka. Ji Won segera berdiri dan langsung memeluk So Eun yang sudah ada dihadapannya.

“So Eun! Kau kemana saja? Kenapa semalam kau tidak pulang? Bibi mengkhawatirkanmu.”

So Eun tidak menjawab. Hatinya masih merasa sakit. Merasakan dirinya dipeluk Bibi yang sudah dianggap seperti Ibu kandungnya. Tiba-tiba So Eun menangis dengan kencang. Mengeluarkan semua amarah yang dipendamnya semalam. Ji Won hanya bisa terheran melihatnya apalagi ia menyadari penampilan So Eun yang berbeda. Kusut dan berantakan. Apa yang telah Kim Bum lakukan terhadap So Eun?

*****

Sore telah tiba, ruangan khusus dihotel terlihat dua sosok sedang duduk. Seorang Ayah dan anak menunggu kedatangan seseorang. Ponsel milik Nam Gil berdering. Nam Gil segera mengangkatnya. Setelah beberapa menit berbincang, Nam Gil mengakhir percakapan di ponsel. Nam Gil beranjak dari kursinya.

“Kim Bum. Kau tunggu disini. Ayah akan menjemputnya.”

Kim Bum hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang digenggamnya.

*****

Ha Ji Won terlihat sangat shock mendengar cerita So Eun. Kim Bum benar-benar sudah keterlaluan. Sudah sering Kim Bum menyiksa So Eun kini ditambah memperkosa So Eun. Ji Won tahu alasan Kim Bum melakukannya terhadap So Eun. Dia sangat mengetahuinya. Rahangnya mengeras. Sorotan matanya penuh kemarahan. Ia terlihat benar-benar tidak bisa menerima perlakuan Kim Bum terhadap So Eun yang tidak ada sangkut pautnya. So Eun tidak memiliki kesalahan terhadap keluarga Kim Bum. Benar. So Eun sesungguhnya tidak terlibat masalah lama yang menimpa keluarga Kim Bum. Ji Won tidak menyangka sifat Nam Gil yang terobsesi dengan kakaknya kini menular ke anaknya.

“Katanya aku akan bertunangan dengan Kim Bum.”

Ji Won menoleh, cukup terkejut.

“Tunangan?” So Eun mengangguk. Ha Ji Won melupakan satu hal penting. Dia pernah mendengar cerita Young Ae, bahwa dia telah berjanji akan menjodohkan anaknya dengan anaknya Nam Gil sebagai pengganti cinta mereka yang banyak ditentang.

Ha Ji Won merasa ini sudah saatnya So Eun mengetahui hal yang sebenarnya.

“Kim So Eun. Ada yang ingin aku beritahukan sesuatu yang penting.”

So Eun terdiam. Berusaha menenangkan dadanya yang sesak karena menangis.

“Sebenarnya… kau….”

*****

Mendengar suara pintu terbuka. Kim Bum segera merapihkan jasnya yang sedikit kusut. Kim Bum juga menyiapkan senyuman untuk menyambut kehadiran So Eun yang akan segera menjadi miliknya seutuhnya. Miliknya yang bisa menyiksa So Eun sepuasnya. Untuk membalas dendam kematian Ibunya melalui So Eun. Kim Bum mendengar suara Ayahnya yang menyuruh wanita itu masuk. Saat Kim Bum berdiri dan memandang wanita yang berjalan memasuki ruangan dengan anggunnya. Senyumannya memudar. Ada yang berbeda dengan wanita itu. Wanita yang berkulit putih dan tersenyum dengan gaun putih yang membuatnya terlihat cantik. Tetapi bukan itu yang membuat Kim Bum terbingung. Wanita itu bukanlah So Eun yang dikenalnya. Wajahnya memang mirip tetapi jika dilihat lebih jelas, wanita itu bukanlah Kim So Eun yang telah dicumbuinya semalam.

“Ayah. Siapa dia?”tanya Kim Bum.

“Kau ini bicara apa. Tentu saja dia ini calon istrimu.”

“Tetapi bukankah calon istriku itu namanya Kim So Eun, Ayah?” Kim Bum tetap ngotot. Tidak percaya.

“Tentu saja. Nama aslinya Kim So Eun. Tetapi dia sudah mengubah namanya menjadi Yoon Ah. Bukankah Ayah sudah memberikan data dokumen yang lengkap untukmu?”

Kim Bum lupa. Bahwa dokumen yang dulu diterimanya, Kim Bum langsung melempar dokumen itu entah kemana saat dia emosi melihat nama Kim So Eun. Dia tidak membaca data-data itu dengan teliti.

“Lagipula dia ini anak kandung Lee Young Ae. Jangan bilang kau lupa dengan hal ini.”tambah Nam Gil melihat ekspresi Kim Bum yang terkejut.

Melihat wanita yang berganti nama menjadi Yoon Ah tersenyum kepadanya. Kedua tangan Kim Bum mengepal. Jika dihadapannya benar adalah anak kandung Young Ae dimana Young Ae sudah membunuh Ibunya. Lantas siapa Kim So Eun yang disiksanya? Tanpa Kim Bum sadari, dia telah menyiksa wanita yang salah.

*****

“Kau bukan anak kandung Young Ae.”

So Eun terdiam. Matanya menunjukkan terkejut. Saking terkejutnya, So Eun tidak bisa berkata-kata. Rasanya ingin mengeluarkan suara. Dia melihat Ji Won mengambil nafas dengan harapan dia tidak salah mengatakan kalimat selanjutnya.

“Tetapi…. Kau adalah anak kandungku, Kim So Eun.”

TO BE CONTINUED……..

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya!! ^^

101 responses to “Grudge Love [Part 2]

  1. heesonia Maret 18, 2012 pukul 11:32 am

    waaah, makin seru ceritanya. Lanjut ya author

  2. AngElf Maret 19, 2012 pukul 12:26 pm

    waaah seru banget ceritanya
    ditinggu next partnya

  3. meilani Maret 20, 2012 pukul 8:51 am

    menarik, sungguh menarik ff ini dibaca….

  4. tesyatesya Maret 22, 2012 pukul 7:23 am

    lanjut athor ceritanya seru😀

  5. amelL Maret 22, 2012 pukul 1:16 pm

    wah keren banget sangat sangat menarik
    chingu anda dapat ide dari mana nih, bagi-bagi tips donkkk
    heheheh

    lanjut chingu jadi gak sabar???????

  6. decha Maret 23, 2012 pukul 5:34 am

    lanjut kak…
    Penasaran..

  7. Risty Maret 23, 2012 pukul 11:10 am

    cerita na seru..
    Bikin penasaran ma lanjutannya..
    Lanjut ya thor…

  8. airin Maret 31, 2012 pukul 12:10 am

    waaah seru bgt eonni! apalagi pas kim bum sadar kalau dia menyiksa perempuan yang salah awwww >< jd ga sabar lanjutannya

  9. pyong pyong April 1, 2012 pukul 4:11 am

    lanjutin ya chingu,.
    gak sbar lanjutannya gmana.,

  10. Yulie bumiesangelsforever^ April 2, 2012 pukul 10:51 am

    Eooonie creeeen…..
    Udh lma Q pngin bca ff nie tpi g ktmu,and akhr n ckrg Q bsa bca n sneggg…….
    Q tggu part.3 n

  11. audrey April 2, 2012 pukul 4:26 pm

    omo!!! keren banget ceritanya torr lanjut yaa jangan bikin penasaran please:’)

  12. aulia marzuki April 5, 2012 pukul 4:19 pm

    Ditunggu next part nya ya thor

  13. Irnawatyalwi April 9, 2012 pukul 2:36 am

    Bnar2 kau tega skali bum, smakn pnasaran knpa yoona tba2 muncl,psti kb nyesel bnget da nyiksa so eun,kra2 part slnjtx akn bgmana y?

  14. AnglesShe~ April 10, 2012 pukul 5:17 am

    Aqx penasaran chin9u bagaimn ke lanjutanx ????
    Jadi di tun99uuuuuuuuuu kelanjutanx oke *o*

  15. Minma April 16, 2012 pukul 4:30 pm

    Kak Retnoooooooooooooooo!!
    Aduuuuuuh aku kok ngerasa aneh bgt ya baru baca ff kakak lagi, hikss hiks
    mana fic-nya keren banget lagi!!!!
    aaaaa sukaaaa, walaupun disini soeun-nya kassian bgt
    part selanjutnya jangan lama2 ya kak😀

  16. haryn April 18, 2012 pukul 6:15 am

    Wah, keren, next part ditunggu admin🙂

  17. syawalia febriani Mei 6, 2012 pukul 2:06 pm

    waw kren nih author nya
    sering bwat aku pnasaran nih lanjut dong thor😀

  18. fitrianurul Mei 10, 2012 pukul 3:33 am

    mantap tHor,,,,
    kapan nich lanjutan nyaa,, dh pnasaran bnget,,!!!!!! (^_^)

  19. Aved Mei 12, 2012 pukul 6:32 am

    Keren bgt ni ff
    Baca ny ampe deg deg an wkwkwk
    Daebak :3

  20. feru Mei 13, 2012 pukul 3:04 am

    haduh abis bca ff ini jd emosi sndiri haha
    keren keren!! tp ksian so eun, gra2 kim bum !!!

  21. anis Desember 30, 2012 pukul 2:38 am

    huuuu ,, slh pham dech,,
    ty ckep koq.:)

  22. chandra bulan Januari 29, 2013 pukul 12:57 pm

    waduuuh jd + pnsran nih,,,kakak.a ha jiwon dan ibu.nya yoon Ah (lee yeong ae)apa org yg sama?truss…ayah kndung so eun siapa?ada hbngan apa nam gil(ayah kim bum) dgn ji won?????coz jiwon sprt ingin melarikan diri lg stlah ktm dgn nam gil. Sumpaaaaaah….PENASARAN
    So di lanjuuuuut y author!!!!pliiiiiisss #jgn lama lama!!!?
    Fightiiiiing….!!!!!!

  23. gabysetia Februari 3, 2013 pukul 8:51 pm

    Waah daebakkkk eonnie..ternya kimbum slah paham.. Kasian sso eonnie d siksa bgtu (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)‎​ ..bumppa jahaattt…

  24. Lee Na Rie Februari 6, 2013 pukul 12:38 pm

    Seru banget thor…belom bisa nebak apa kelanjutannya,,,penasaran !!!

  25. nenkfa Februari 10, 2013 pukul 11:12 am

    kasian bnr so eun,,,,korban salah sasaran kim bum…wahhh….penasaran nih sama next part nya…keren3x…b^^d

  26. rahma yunhoo Februari 18, 2013 pukul 6:14 am

    wah makin seru + penasaran ja nich
    kasian bgt so eunya….
    meskipun udah baca part 3 si kim bum tetep kejar kejar so uen mpe tokyo hmmm jd penasaran
    di tunggu part 4nya yaaa…

  27. mira Maret 1, 2013 pukul 7:58 am

    Nah, trnyata salah orang kan. Udah disiksa ampe ky gt trnyta org yg disiksa adl org yg ga bersalah. Hedehh ~

  28. Kodok Maret 24, 2013 pukul 7:45 am

    eh ijin cr part awal

  29. nur April 6, 2013 pukul 5:16 pm

    sebel kimbum nya jahat. tp tetep pnasaran

  30. noviaris24 Juli 1, 2013 pukul 11:49 pm

    ceritanya semakin seru bikin penasaran,jadi gregtan sendiri

  31. paleface Agustus 5, 2013 pukul 1:38 pm

    Ooowh..ternyata perkiraanku salah..ternyata so eunseharusnya bkn tujuan bum bls dendam…huwaaaa…tp knp jd sm so eun…bum jahat…

    Semoga selanjutnya bum jd sm eunnie…jeball..buat bum sm eunnie thor..

  32. hanrierye Agustus 18, 2013 pukul 10:25 am

    Ealaaah.. Mas kimbum salah patok nih selama ini. Haha~

  33. Liana Agustus 26, 2013 pukul 3:44 am

    Makin seru nih ceritanya…walopun kim bum keterlalan tapi ttp romantis krn mereka mmg cocok bgt…
    Lanjut sampai akhir donk authorr…. ditunggu…

  34. Zaily September 5, 2013 pukul 1:54 am

    Wah tdk dsangka kim bum slh mnyksa org, kim so eun yg sbnrny adl anak dr ji won bkan young ae
    Pnsaran nich ma crtny dtnggu part slnjtny eon
    Semangat!!!

  35. Ilma Bumssoeulmates Elf September 24, 2013 pukul 4:59 pm

    wah kasihan so eun eonni dong
    bumppa keterlaluan…
    penasaran banget ma lanjutannnya

  36. serra Januari 25, 2014 pukul 9:03 am

    makin seru ja ceritanya.
    saya suka.. saya suka heheheee

  37. Sonia Ananda Maret 15, 2014 pukul 1:50 pm

    ih kasihan bgt ya so eun,,,hdup’a itu slalu mrana gra2 kim bum yg kterlaluan

  38. sung ha yo_dian Mei 1, 2014 pukul 6:58 am

    daebak

  39. Susi mardiyana Agustus 12, 2014 pukul 10:31 pm

    Kasian soeun stelah disiksa dan diperkosa.kini dia tau klau dia bukan anak kandun ibunya.dan kimbum tega sekali knapa harus melakukan itu pada soeun

  40. kwon Agustus 22, 2014 pukul 4:57 pm

    ahhhhhhh,,,,,,emang bener sih gax kepikiran klo bum oppa dh slh bgt bls dendamnya…..
    Unie certanya bgs tpi jangn lama2 ya post klanjutannya & klo bsa part nya jngn bnyak2,,,,
    KEREN poko’ne

  41. fitrimadonakyusso21 September 12, 2014 pukul 1:04 pm

    Kimbum sadis banget sudah menyiksa sso ditambah lagi memperkosa
    Gimana hubungan bumsso selanjutnya setelah tau sso bukan anak dari yg telah membunuh ibunya
    Next thor keren ceritanya😉

  42. puti_bumsso Oktober 19, 2014 pukul 8:21 am

    aigoo bumppa salah sasaran.
    next yaaa.

  43. Rani Annisa November 20, 2014 pukul 2:54 pm

    pasti ada kesalah pahaman disini…

    apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya???

    apa so eun bener-bener anak ha ji won???

    lalu perjodohannya itu gimana???

    next part

  44. Rahma211 Desember 2, 2014 pukul 5:25 am

    Kimbum keterlaluan :3

  45. Yuyun A Januari 8, 2015 pukul 2:06 am

    Loh loh kok jd salah paham seperti ini yaa. Nah loh kimbum salah menyiksa seseorang, aigoo~ bahkan kimbum sudah merebut kesucian soeun dan sekarang kimbum akan ditunangkan dgn soeun yg sebenarnya.
    Apakah kimbum akan menerima pertunangan itu?
    Penasaran deh..

  46. Marthatina vita vienna Februari 2, 2015 pukul 2:58 am

    Kasihan bnget nasib so eun,harus menanggung kesalahan orang lain,jdi kim bum slah sasaran?lalu gmana nasib so eun selanjutnya?

  47. windy atika Juni 4, 2015 pukul 10:52 am

    Yah jd selama ini kimbum salah target aduh udah disakiti lagi so eun nya dr kecil nyata nya soeun yg anak kndung youngae udah ganti nama jd yoonah terus so eun anak nya jiwon sedih kali nasib sso disini😥

  48. Dela safitri September 15, 2015 pukul 6:50 pm

    Jadii ?
    Apa oppa menyesal ?
    Bgmn dgn sso ? Apa yg terjadi setelah oppa dan sso tau yg sebenarnya ?

  49. Aliana Park Januari 22, 2016 pukul 3:19 pm

    hm.. disini bumppa keras bgt ya ama sso eon.. kasian sso eon..

  50. nanda Maret 9, 2016 pukul 10:16 am

    mwo? jd sso eonni ank kndung ji won?
    huftzz…bummpa nappeun…ksian kn sso eonni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: