RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

LovEun In Bum [Part 13]


Keesokan harinya, Kim Bum langsung menuju ke sekolah Shinhwa. Semalam ia tidak pulang kerumahnya. Makanya ia jadi tidak bisa bertemu dengan So Eun.

”Bagaimana Kim Bum?”tanya Nich Khun setelah melihat Kim Bum datang. Kini mereka berempat telah kumpul ditaman sekolahnya.

”Untuk kasus Ki Bum sudah beres. Aku tidak menyangka mayat Suzy ternyata dicuri dia. Dan dia menyimpannya selama 4 tahun. Aku sungguh kasihan dengan Suzy.”kata Kim Bum.

”Iya, aku juga. Kenapa ada orang gila seperti dia tidak punya rasa kasihan dengan Suzy yang sudah meninggal. Aku rasa dia sudah gak waras lagi.”kata Nich Khun. Hyun Joong dan Seung Ho mengangguk setuju.

”Sekarang dia masuk ke rumah sakit jiwa. Aku tidak tau sampai kapan dia pulihnya.”sambungnya.

”Oh, iya. Kalian bertemu So Eun tidak?”tanya Kim Bum setelah mengamati sekeliling yang ternyata tidak menemukannya.

”Bukankah dia dirumahmu?”tanya Seung Ho.

”Iya. Tadi aku telepon kerumahnya. Katanya So Eun keluar secara tergesa-gesa. Aku khawatir dia akan semakin terpukul sejak kejadian kemarin. Apalagi tadi malam hujan deras. Aku jadi cemas dengan kondisinya.”kata Kim Bum. Seung Ho melihat Ji Yeon sedang jalan menuju ketempat empat cowok itu dengan tampang yang sangat marah.

”Ji Yeon?”panggil Seung Ho. Kim Bum pun menoleh kebelakang, namun sebuah tangan telah mendarat dipipinya dengan keras.

”Ji Yeon! Kenapa kau menampar Kim Bum?”tanya Seung Ho sambil memegang tangannya yang telah menampar Kim Bum. Kim Bum hanya bisa terdiam, terkejut melihatnya. Ji Yeon melepaskan tangan Seung Ho dengan kasar.

”Kim Bum! Tega sekali kau melakukannya. Kau benar-benar menyakiti So Eun. Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena kau telah membohonginya. Apa kau tidak tau kalau So Eun sangat mencintaimu! Tapi kau… kau begitu teganya memanfaatkan perasaan So Eun.” Ji Yeon berteriak marah dengan Kim Bum. Hyun Joong, Seung Ho, dan Nich Khun terkejut mendengarnya.

”Dia mencintaiku?”tanya Kim Bum tidak yakin.

”Heh! Apa kau buta? Kau tuli? Sejak pesta tahun baru itu, dia telah jatuh cinta padamu. Dia tidak mencintai Kyu Hyun. Dia sekarang sedang sedih karena kau telah menganggapnya Suzy. Kau pikir Suzy itu sama dengan So Eun!?” Ji Yeon makin emosi melihatnya.

Kim Bum langsung menuju ketempat parkir mobilnya. Ia masuk dan langsung pergi dari Shinhwa menuju ke rumahnya.

”Hei, Ji Yeon. Apa benar So Eun mencintai Kim Bum?”tanya Nich Khun.

”Iya. Tadi malam aku menemukan So Eun dijalan. Kondisinya sangat menyedihkan. Dia terus berjalan ditengah hujan yang deras. Kemudian dia cerita padaku. Hhhhh… Kim Bum sungguh sangat keterlaluan. So Eun yang begitu tulus mencintainya, tapi dia malah menganggap So Eun sebagai Suzy.”kata Ji Yeon. Hyun Joong dan Seung Ho berpandangan setelah mendengar penjelasan Ji Yeon. Nich Khun mengeluarkan HPnya dan menelepon orang yang dia sayangi.

”Halo, Kak Victoria.”

*****

Ji Yeon terus berjalan cepat hingga Seung Ho terpaksa berlari mengejarnya dan memanggilnya. Namun Ji Yeon tidak menghiraukannya. Akhirnya Seung Ho pun bisa menangkap tangan Ji Yeon hingga Ji Yeon terpaksa menghentikan langkah cepatnya.

”Lepaskan aku!”ketus Ji Yeon sambil melepaskan tangannya dari Seung Ho.

” Ji Yeon. Soal waktu dulu. Aku benar-benar minta maaf denganmu. Aku tidak tau kalo kau adalah Park Ji Yeon yang dulu. Karena aku pikir kau….”

”Kau pikir wajahku yang buruk itu yang kau ingat.” Ji Yeon memotong pembicaraannya. Seung Ho terdiam.

”Apa kau tau? Sungguh sangat berat aku melaluinya bahkan sampai berinteraksi dengan cowok. Kau tau? Kenapa aku takut dengan cowok? Benci dengan cowok? Jadi fobia cowok? Itu semua karena dirimu Seung Ho! Karenamu, aku berpikir kalo semua cowok itu sama jahatnya denganmu. Waktu SD, SMP, aku terus diganggu dengan anak cowok lain karena wajahku yang buruk itu. Tapi karena orang tuaku kasihan melihatku yang terus takut dengan cowok. Aku pun disarankan operasi plastik. Namun hasilnya, aku malah jadi semakin takut karena banyak cowok yang menggodaku!”ujar Ji Yeon sambil meneteskan air matanya setelah berkata panjang lebar. Seung Ho hanya bisa terdiam, tercengang mendengarnya. Tidak disangka, gara-gara dirinya. Ji Yeon harus menderita.

”Park Ji Yeon…”

”Aku tidak mau bicara denganmu lagi!?” Ji Yeon langsung berlari meninggalkan Seung Ho. Seung Ho melihat Ji Yeon yang semakin jauh diiringi airmatanya yang menetes.

”Park Ji Yeon. Aku tidak bermaksud mencelakaimu. Karena waktu itu, aku menyukaimu.”batin Seung Ho yang masih berdiri melihat Ji Yeon yang sudah hilang dihadapannya.

*****

Setelah sampai dirumahnya, Kim Bum langsung masuk kedalam rumahnya.

”Apa kalian melihat So Eun?”tanyanya kepada pelayan itu.

”Iya, Tuan Muda. Tadi saya melihat Nona ke atas.”jawabnya. Tak mau buang-buang waktu. Kim Bum langsung menuju ke atas. Ia pun masuk ke kamar So Eun. Kosong. Tidak ada So Eun. Kim Bum semakin panik melihatnya. Ia pun membuka lemari pakaian. Kosong juga. Kemudian ia keluar jendela menuju pagar. Ia melihat tali kain campuran gorden, selimut, seprai, dan lain-lain diikat di pagar. Kim Bum yang mengerti kondisi ini jadi tambah panik. Ia langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Namun ia menginjak sebuah buku di lantai kamarnya. Dengan perlahan ia mengambil buku itu. Pandangannya semakin tidak percaya. Ia jadi tau kenapa So Eun jadi begitu sedih. Ia jadi tau kenapa semalam So Eun langsung keluar dari rumahnya. Dan ia jadi tau perasaan So Eun yang sesungguhnya.

”AAAARRRRGGGGHHH…..!?” Kim Bum langsung melempar buku harian Suzy ke meja sehingga mengenai vas bunga dan terjatuh pecah. Kim Bum langsung menyeret semua barang yang ada dimeja dengan tangan kosongnya. Sehingga berjatuhan.

Bunyi pecahan kaca-kaca telah mengejutkan pelayan itu. Terlebih Victoria yang baru saja datang di rumah Kim Bum.

”Apa yang terjadi?”tanya Victoria.

”Saya tidak tau, Tuan Putri.”

Victoria langsung menuju ke atas dan melihat Kim Bum menghancurkan cerminnya dengan tangannya sehingga tangannya berdarah.

”Kim Bum!?”panggil Victoria sambil menahan Kim Bum yang mau menghancurkan barang-barang disekitarnya.

”Kim Bum! Hentikan, Kim Bum!? Kau jangan melukai dirimu sendiri!”kata Victoria sambil memeluknya. Berusaha menenangkannya. Kim Bum pun akhirnya jadi tenang. Victoria langsung membimbingnya untuk duduk diatas kasur. Victoria tercengang melihat kamar Kim Bum yang seperti kapal pecah. Sungguh sangat hancur melihatnya sesuai dengan perasaan Kim Bum saat ini. Victoria melihat Kim Bum terdiam sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Victoria. Victoria memegang tangan Kim Bum yang terluka.

”Kim Bum. Apakah sekarang kau menyesal?”

”Kakak. Aku sudah berbuat kesalahan dengan So Eun. Aku selalu melihatnya sebagai Suzy. Awalnya aku mencintainya sebagai Suzy. Tapi entah kenapa, aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Perasaan ini sungguh sangat berbeda dengan Suzy. Aku ingin sekali bilang padanya kalau aku mencintainya sebagai So Eun bukan sebagai Suzy. Namun aku takut dia akan sama seperti Suzy yang tidak pernah mencintaiku. Tapi…tapi…ternyata dia….” Air mata Kim Bum telah menetes dipipinya.

”Ternyata dia mencintaiku. Dia mencintaiku, Kakak. Dia mencintaiku.”kata Kim Bum lirih sambil menangis terisak.

Victoria langsung memeluknya, memberi kehangatan pelukan seorang Kakak.

”Akhirnya kau sadar, Kim Bum.”kata Victoria terharu sambil mengeluarkan air matanya. Ia benar-benar bangga karena adiknya kini telah berubah. Victoria terus menangis sambil memeluk Kim Bum yang terus menangis.

*****

So Eun sedang duduk menunggu jadwal pemberangkatannya. Dia terus melihat tiket pesawatnya. Pengumuman untuk penumpang pesawat harap memasuki area telah dibunyikan. So Eun pun bangkit sambil mendorong kopernya. Ketika ia berada dipintu masuk, ia menengok kebelakang. Ia ingin tau keadaan Kim Bum saat ini. Namun sekarang ini, dia telah sakit hati dengan Kim Bum. Pintu masuk pun dengan otomatis tertutup, So Eun hanya bisa berkata dihatinya diiringi air mata kesedihannya.

”Aku mencintaimu, Kim Sang Bum.”

*****

Hyun Joong kini berada di Bandara. Ia sedang menjemput Ibunya. Ibunya pergi ke jepang untuk urusan bisnis klub dan hotel. Ketika ia sedang menunggu di ruang tunggu. Tiba-tiba ia melihat So Eun.

”Bukankah itu So Eun?”

*****

HP Kim Bum berdering. Victoria segera mengambilkannya untuk Kim Bum. Kemudian Kim Bum menjawab telepon itu.

”Halo?”

”Halo, Kim Bum? Tadi aku liat So Eun di bandara. Memangnya So Eun mau pergi kemana?”kata Hyun Joong yang rupanya peneleponnya.

”Apa!”Kim Bum jadi panik. Ia langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi.

”Kim Bum! Kau mau kemana?” Victoria langsung mengikutinya. Namun terlambat, Kim Bum sudah berangkat duluan. Ia pun menelepon Nich Khun.

”Halo, Nich Khun!”

*****

Kim Bum terus menyetir dengan kecepatan tinggi. Sesekali ia menelepon So Eun, namun tidak pernah diangkatnya. Akhirnya ia meninggalkan pesan suara.

Ia kini sudah sangat tidak berdaya. Bahkan beberapa kali ia hampir menabrak orang-orang dijalan.

*****

So Eun pun mendapati kursinya. Ia pun duduk dibangku pesawat itu. Kemudian ia mengeluarkan Hpnya. Dilihatnya nama Kim Bum yang beberapa kali miscall. Dan ada 1 pesan suara. So Eun pun mendengarnya.

”So Eun! Aku mohon kau jangan pergi dariku! Aku mencintaimu bukan sebagai Suzy. Aku benar-benar sangat mencintaimu sebagai So Eun. Aku mohon, aku tidak akan bisa hidup tanpamu. Aku berjanji, aku akan merubahkan sifatku padamu. Aku tidak akan memperlakukanmu sama dengan Suzy. Karena itu jawablah teleponku, So Eun! Aku mohon kau jangan pergi dari sisiku!”begitulah isi pesan suara dari Kim Bum. So Eun tersenyum sambil meneteskan airmatanya. Ia pun mematikan HPnya karena pesawatnya akan segera lepas landas.

*****

Kim Bum terus melaju. Hampir saja ia menabrak kucing yang sedang menyebrang. Alhasil, dia langsung memutar setirannya dan menabrak pohon sehingga mobilnya jadi rusak dan kepala Kim Bum pun jadi terluka akibat terbentur setir dan jendela mobil. Dengan setengah sadar, ia pun keluar dari mobil dan terus berlari menuju bandara yang tidak jauh darinya. Namun sepertinya dia terlambat. Dia melihat pesawat So Eun telah lepas landas dan pergi. Victoria beserta Nich Khun yang telah mengikutinya ikut keluar dan tercengang melihat kondisi Kim Bum.

”Tidak. Tidak. So Eun! Jangan pergi, So Eun!? Aku mohon, jangan tinggalkan aku!”teriak Kim Bum sambil berlutut dengan luka dikepalanya. Victoria langsung menangis dipelukan Nich Khun, tidak sanggup melihat kondisi adiknya.

”SO EUN! JANGAN PERGI DARIKU! SO EUN!?”teriaknya.

*****

So Eun yang masih berada dipesawat, ia melihat ke bawah. Melihat wilayah Korea yang semakin kecil. Ia pun melihat gantungan HPnya lengkap dengan fotonya bersama Kim Bum. Dia mendekatkan wajahnya ke jendela itu kemudian menghembusnya jadi embun lalu dia mengukir bentuk love dan ditengah love itu dia menuliskan ’KIM BUM’ dengan jari telunjuknya. Dia mencium jendela tepat di ukiran love itu. Rintikan air matanya mulai menempel di kaca jendela itu.

”Good Bye, Kim Bum.” kata So Eun mengucapkan perpisahannya dengan Kim Bum.

TO BE CONTINUED…………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

51 responses to “LovEun In Bum [Part 13]

  1. mia September 11, 2015 pukul 10:58 pm

    kim bum oppa kasian bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: