RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

LovEun In Bum [Part 15]


Terlihat sepasang pengantin sedang mengucapkan ikrar pernikahannya. Setelah semuanya sah dan sepasang pengantin itu resmi jadi suami istri. Suaminya mulai menggendong istrinya dan membawanya keluar diikuti para tamu. Mereka pun ditaburi bunga-bunga yang indah dan harum. Sambil mengucapkan selamat kepada mereka.

”Selamat ya, Nich Khun dan Victoria! Kini kalian telah resmi jadi suami istri. Aku sungguh sangat terharu sekali, melihat putriku sudah makin dewasa ini.”ucap Ibunya Victoria, Madam Hee Sun sambil menghapus air matanya saking bahagianya.

Victoria tersenyum melihatnya.

”Ibu…..” Victoria pun memeluk ibunya.

”Ibu. Terima kasih, kau telah mempercayakanku. Aku berjanji akan menjaganya.”giliran Nich Khun yang berbicara.

”Iya-iya, aku tau. Aku sayang kalian!” Madam Hee Sun memeluk mereka berdua.

Mereka pun disaksikan oleh putranya yang tidak jauh dari posisinya. Kim Bum hanya bisa tersenyum melihatnya ditemani Seung Ho.

”Wah, tidak kusangka. Nich Khun yang sudah lulus kuliah selama 5 tahun ini langsung menikah dengan kakakmu. Jadi kau mesti manggil dia kakak ipar ya!”ucap Seung Ho seakan ingin meledek Kim Bum. Hasilnya? Kim Bum sama sekali tidak terpancing dengan pernyataannya. Malah Kim Bum menjawabnya dengan santai,

”Itu karena kakakku sudah berumur. Kalo tidak segera menikah, mungkin dia akan jadi perawan tua. Aku rasa, tidak keberatan kalo dia menikah dengan Nich Khun. Tapi aku keberatan kalo harus memanggilnya Kakak Iparku.”

Seung Ho hanya terdiam mengangguk melihat sikap sahabatnya. Ya, sejak dia ditinggal So Eun. Kini dia banyak berubah. Kembali ke sifat aslinya. Tidak dengan image palsunya yang ramah. Seperti kejadian ini.

Saat Victoria melempar buket bunga di tengah rombongan para wanita yang belum menikah. Bukannya wanita yang mendapatkannya, malah Kim Bum yang dapat. Entah Victoria itu melemparnya terlalu jauh atau memang disengaja. Sampai So Hee yang juga diundang mendekatinya.

”Wah, Kim Bum. Kau yang dapat bunga itu? Berarti suatu saat aku akan bisa menikah denganmu kan?”

Kim Bum mendelik So Hee, bukan dengan tatapan yang ramah melainkan tatapan yang kesal. Dengan kasar, Kim Bum menyerahkan buket itu ke So Hee.

”Nikah aja sendiri!”ketus Kim Bum membuat So Hee terkejut melihatnya. Seung Ho pun hanya bisa mesem-mesem.

Melihat kelakuan adiknya itu, Victoria berbicara dengan ibunya.

”Ibu. Apakah Ibunya So Eun tidak bisa memberitaukan dimana keberadaan So Eun? Aku jadi tidak tega melihatnya.”

”Sudah berkali-kali aku menanyakan itu kepada Ibunya. Tapi ya itu tadi. Dia juga tidak tau dimana So Eun. Yang pasti So Eun memberitaukannya kalo dia sedang berada diluar negeri untuk belajar. Tempatnya dimana? Seperti yang ibu bilang, dia tidak tau.”jawab Madam Hee Sun sambil mengamati putranya yang makin menjauh.

”Tapi aku rasa, aku harus berterima kasih dengannya. Karena dia, akhirnya putraku bisa melupakan Suzy.”sambungnya. Victoria hanya mengangguk setuju.

*****

Hyun Joong kini berada di Cina. Dia disuruh ibunya untuk menggantikannya datang ke sebuah pertemuan bisnis hotel. Setelah pertemuan ini selesai. Hyun Joong pun keluar, berjalan-jalan mengitari kota Cina. Selama 5 tahun, dia tetap tidak mendapatkan keberadaan So Min. Entah kenapa, sejak So Min meninggalkannya, Hyun Joong terasa rindu dengannya. Ketika dia sedang berbelok memasuki sebuah gang. Terdengar suara pukulan. Hyun Joong menghentikan langkahnya, dan berbalik menuju ke asal suara itu. Dan terdengar suara gadis.

”Hei! Kau jangan ganggu dia lagi! Berani sekali kau menamparnya. Meskipun kau itu pacarnya, kau tidak berhak menamparnya. Mengerti!”teriak gadis itu yang mengenakan dress berwarna kuning. Cowok yang dipukulnya itu mengangguk mengerti dan buru-buru pergi. Gadis yang menjadi pacarnya malah memeluk gadis itu.

”Kakak! Terima kasih. Kalau kakak tidak menolongku. Aku pasti sudah akan mau dipukulnya.”

”Iya. Aku tau. Cowok brengsek seperti dia harusnya kau jangan menerimanya.”

”Iya, kakak. Aku akan memutuskan hubunganku dengannya. Baik, kakak. Aku pergi dulu ya!” dia pun pergi. Lalu cowok lain yang disampingnya pun ketakutan melihatnya.

”Maaf. Aku rasa kencan kita hari ini, kita batalkan saja.”lalu cowok itu lari terbirit-birit meninggalkannya membuat gadis itu jadi panik.

”Eh.. Hei! Mau kemana kau? Sial! Seharusnya aku jangan keluarkan sifat asliku. Bagaimana ini? Ibuku pasti akan marah.”keluh gadis itu sambil menggaruk-garuk kepalanya. Hyun Joong yang masih berdiri disitu segera mendekatinya.

”So Min?”panggilan Hyun Joong membuat gadis itu menengok dan terkejut melihatnya.

”Kim Hyun Joong.”

*****

Kim Bum kini sedang berada diruang direktur. Sibuk membolak balik dan membaca dokumen-dokumen yang telah menumpuk diatas mejanya. Sekarang dia jadi direktur Shinhwa menggantikan ibunya. Sekretarisnya, Jung Ho Bin telah masuk ke dalam ruang direkturnya untuk memberitaukan hasil laporannya.

”Bagaimana, Sekretaris Ho Bin? Kau menemukannya?”tanya Kim Bum.

”Maaf, tuanku. Saya belum berhasil menemukan Nona So Eun.”jawab Sekretaris Ho Bin. Kim Bum mengangguk mengerti. Ia pun mempersilakan Sekretaris Ho Bun keluar dari ruangannya. Selama 5 tahun, Kim Bum sudah mencarinya dengan berbagai cara. Namun hasilnya sangat nihil.

”Kau ada dimana, Kim So Eun? Aku merindukanmu.” Kim Bum mengamati foto So Eun yang ada di atas mejanya.

*****

Seung Ho menunggu di Bandara. Ia sedang menanti kepulangan Ji Yeon yang telah selesai kuliah di London. Setelah lulus sekolah, Ji Yeon langsung mendaftarkan dirinya untuk kuliah di London, Ji Yeon mengambil jurusan Ekonomi. Hanya 2 tahun Seung Ho bisa bertemu dengannya, untuk 3 tahun selanjutnya dia tidak bisa bertemu dengannya karena Seung Ho juga mesti mengurusi bisnis mobilnya. Makanya Seung Ho sangat merindukan Ji Yeon.

Tidak lama, para penumpang yang telah tiba di Korea. Seung Ho segera mencari Ji Yeon. Sambil bertanya-tanya didalam hatinya. Ingin mengetahui apakah Ji Yeon berubah penampilannya? Secara sudah 3 tahun tidak bertemu secara langsung, hanya bisa kontak telepon.

Akhirnya Seung Ho menemukan sosok Ji Yeon. Namun ia terpana melihat Ji Yeon. Ji Yeon yang memakai jins coklat, baju kemeja yang berwarna putih, yang pastinya dengan perubahan rambutnya yang dulu pendek kini jadi panjang. Ji Yeon pun berhenti dihadapan Seung Ho sambil melepaskan kacamata yang dipakainya.

”Halo, Seung Ho. Apa kabar?”suara lembut Ji Yeon telah menyadarkan Seung Ho.

”Oh… Ji Yeon. Kau…kau berubah. Lihat rambutmu, jadi panjang.”

”Ya tentu saja. Aku sudah bosan dengan rambut pendekku. Makanya aku rasa gak ada salahnya aku memanjangkan rambutku. Kenapa? Tidak cocok ya?”tanya Ji Yeon sambil mengamati rambutnya sendiri. Seung Ho tersenyum langsung mencium bibirnya dengan kilat membuat Ji Yeon terkaget.

” Seung Ho!”kesalnya.

”Kau lebih cantik sekarang. Aku suka penampilanmu yang sekarang.”jawab Seung Ho. Ji Yeon jadi tersipu malu mendengar perkataan Seung Ho.

”Ah! Kau ini bisa aja. Kau…. kau juga jadi terlihat lebih tampan sekarang.”kata Ji Yeon sambil mengecilkan suaranya saking malunya untuk memuji kekasihnya yang tercinta.

Seung Ho pun tersenyum melihatnya. Dia langsung mengambil koper yang dibawa Ji Yeon.

”Ayo, kita ke mobilku.”ajak Seung Ho diikuti Ji Yeon.

*****

Pada malam harinya, Hyun Joong dan So Min duduk terdiam di sebuah restoran Cina. Hyun Joong jadi bingung untuk memulai perkataannya. Begitu juga So Min.

”Ehm… Hyun Joong. Waktu itu, maaf aku tidak berpamitan denganmu.” So Min pun memulai pembicaraannya.

Hyun Joong menatapnya. Sungguh So Min sudah berbeda dengan yang dulu. Dulu So Min yang agak tomboi. Kini dihadapannya, So Min yang feminim dengan rambut yang agak panjang dibandingkan yang dulu.

”Oh… tidak apa-apa.”singkat Hyun Joong. Mereka kembali terdiam.

” Hyun Joong, kau sedang apa disini? Kenapa kau bisa ada di Cina?” tanya So Min lagi.

”Aku disini untuk urusan bisnis hotelku.”

So Min mengangguk. Tidak tau apa lagi yang mau ditanyakan. Lagi-lagi mereka terdiam.

”Uhm… So Min.”panggilan Hyun Joong membuat So Min sedikit kaget.

”Iya?”

”Kau sendiri kenapa ada disini?”kini Hyun Joong yang bertanya.

So Min terdiam, memikirkan jawaban yang tepat.

”So Min?”panggil Hyun Joong lagi.

”Itu… aku disini untuk mencari seorang pria.”

”Pria?”

”Iya. Pria yang akan jadi calon suamiku.”

”Apa?”

Jawaban So Min membuat Hyun Joong terkejut.
”Apa kau mau nikah?”

So Min terdiam lagi. Dan tidak lama, ia pun menjawab.

”Ini bukan keinginanku. Tapi Ibuku. Ibuku bilang dalam peraturan sebagai pemimpin mafia bagian timur. Ah…!”

So Min menutup mulutnya, kedoknya jadi ketahuan. Hyun Joong tersenyum cekikikan.

”Aku sudah tau.”

”Apa?”

So Min terkejut Hyun Joong sudah mengetahuinya kedoknya sebagai anak mafia bagian timur.

”Lanjutkan.” Hyun Joong ingin mendengar lanjutan perkataan So Min. Akhirnya So Min melanjutkannya.

”Dalam peraturan kami. Aku yang sebagai pemimpin mafia bagian timur, dalam usia 25 tahun harus sudah menikah.”

”Apa?” Hyun Joong baru tau ada peraturan pernikahan dalam mafia. Padahal ditempatnya pun tidak ada yang mengharuskannya menikah dalam usia 25 tahun.

”Iya. Awalnya aku menolak. Dan Ibuku jadi marah besar. Makanya dia mengirimkanku ke Cina agar aku bisa mendapat lelaki yang bakal jadi calon suamiku.”

Sejenak So Min meminum jusnya. Hyun Joong menunggu lanjutannya.

”Tapi sampai sekarang aku belum mendapatkannya. Puluhan laki yang telah aku incar, gagal terus. Lantaran mereka ketakutan begitu mengetahui diriku ini adalah pimpinan mafia bagian timur di Korea.”

So Min langsung menjatuhkan kepalanya diatas meja saking beratnya dalam permasalahan ini.

”Kalo seandainya kau tetap tidak bisa mendapatkannya, bagaimana?”tanya Hyun Joong dengan santainya. So Min menatapnya.

”Itu… kalo aku sampai tidak menikah di usia 25 tahun. Maka selain jabatanku sebagai pemimpin mafia bagian timur dicopot. Aku harus dijodohkan dan langsung menikah. Sebenarnya kalo untuk jodoh sih aku mau aja. Tapi masalahnya, jodohku ini orangnya lebih tua dariku. Bayangkan aja, usiaku dengan usia para penjodoh itu beda 30 tahun!”

”Apa!”

Hyun Joong terkejut. Dia tidak tau kalo peraturan dibagian timur lebih kejam dibandingkan peraturan dibagian barat.

”Makanya, aku harus mendapatkan lelaki yang sepadan denganku.” semangat So Min jadi membara. Melihat hal itu, Hyun Joong memikirkan hal sesuatu.

Tidak lama, dia memegang tangan So Min. Membuat So Min terkejut melihat sikapnya.

”Ada apa, Hyun Joong?”

”So Min. Bagaimana kalo kau menikah denganku saja?”
”Apa?”

*****

Nich Khun, Victoria, Seung Ho, Ji Yeon, dan Kim Bum pun berkumpul dirumah Kim Bum.

”Wah…. sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan kalian! Kak Victoria, aku tidak menyangka kalian ini benar-benar sudah menikah.”kata Ji Yeon. Nich Khun dan Victoria hanya bisa tertawa mendengarnya.

”Tenang aja, sayangku. Nanti aku akan melamarmu.”kata Seung Ho membuat Ji Yeon jadi malu.

”Oke, Seung Ho! Aku tunggu lamaranmu.”kata Victoria sambil memonyongkan bibirnya dihadapan Seung Ho membuat Seung Ho tertawa begitu juga Nich Khun dan Victoria.

Kim Bum hanya bisa minum, terdiam melihat kebahagiaan mereka. Nich Khun yang menyadari situasi Kim Bum langsung mengalihkan pembicaraannya.

”Bagaimana, Kim Bum? Kau sudah menemukannya?”tanya Nich Khun membuat Victoria, Ji Yeon, dan Seung Ho terdiam.

Kim Bum kembali meletakkan gelasnya diatas meja. Lalu membuang napas beratnya.

”Hhhh…. Belum.”

Nich Khun, Victoria, Seung Ho, dan Ji Yeon saling berpandangan. Lalu mereka pun ikut menunduk. Prihatin dengan Kim Bum.

*****

”Kau jangan bercanda.”kata So Min seakan itu hanyalah bualan Hyun Joong.

Hyun Joong mengeratkan genggamannya. Dan memandang serius.

”Aku tidak bercanda. Aku serius.”

So Min jadi terdiam karena melihat keseriusannya.

”Kau tau, So Min. Sejak kau pergi tanpa pamit denganku. Awalnya aku kesal, tapi lama-kelamaan entah kenapa aku merasa jadi rindu denganmu. Rindu dengan pukulanmu yang hebat, rindu dengan kejutekanmu kepadaku. Sepertinya aku jatuh cinta denganmu, So Min.”

” Hyun Joong…..”

”Maka selama 5 tahun ini aku terus mencarimu, So Min.”

”Kau mencariku?”

Hyun Joong mengangguk. So Min melepaskan genggaman tangannya.

”Maaf, Hyun Joong. Aku tidak bisa…”

Hyun Joong jadi kecewa mendengar jawaban buruknya.

”Aku tidak bisa berbohong kalo aku juga merindukanmu.”So Min masih melanjutkan perkataannya.

Hyun Joong terkejut mendengarnya, mengira yang tadi adalah jawaban So Min yang sesungguhnya. Rupanya masih ada lanjutan.

”Benarkah itu, So Min? Kau tidak bohong kan?”tanya Hyun Joong bertubi-tubi seakan masih tidak percaya dengan jawaban So Min. Ia mengangguk malu.

Lalu Hyun Joong memeluk So Min tanpa disadarinya para tamu yang ada direstoran memerhatikan mereka.

*****

”Bagaimana jadwalku hari ini?”tanya Kim Bum yang masih sibuk membaca dokumen.

Sekretaris Ho Bin pun membuka catatannya.

”Jam 5 sore, ada rapat pertemuan dengan direktur JK. Lalu pada jam 8 malam, ada pameran lelang alat musik klasik di gedung….” Sekretaris Ho Bin menyebutkan nama tempat pameran itu.

”Baiklah, kalo begitu. Tolong kau belikan bunga untuk pemilik acara itu nanti malam.”perintahnya.

”Aku mengerti.” Sekretaris Ho Bin pun keluar untuk melaksanakan perintah Kim Bum.

*****

Pada pukul 20.00, mobil Kim Bum pun tiba didepan sebuah gedung mewah. Sekretaris Ho Bin keluar dan membukakan pintu mobil Kim Bum. Kim Bum pun keluar sambil membawa bunga pesanannya. Lalu mereka pun masuk kedalam.

Ruangan yang penuh alat-alat musik klasik. Mulai dari piano, terompet sampai gitar yang berukuran paling mini pun ada. Benar-benar tempat pelelangan yang unik.

”Oh, Tuan Kim Bum sudah datang.”sambut Park So Jin, pemilik acara itu.

“Selamat untuk acara ini.”Kim Bum menyerahkan buket bunga kepada So Jin. So Jin pun menerimanya dengan senang hati.

*****

MC pun mengetuk-ngetuk kepala Mix, untuk memastikan suaranya telah masuk.

”Baiklah, para hadirinku yang terhormat. Sebelum acara pelelangan ini dimulai. Pertama-tama saya ingin memberi sebuah hiburan kepada para hadirin yang telah mau hadir di acara ini. Kami akan mempersembahkan sebuah lagu yang akan dinyanyikan seorang wanita yang bersuara merdu!”

Tepukan tangan yang meriah pun menggema diruangan itu. Kim Bum tidak mendengar perkataan MC karena sedang sibuk berbicara dengan So Jin. Namun saat musik mulai mengalun dan suara khas wanita yang mulai bernyanyi. Kim Bum pun menoleh karena mendengar suara yang dikenalnya. Ia pun langsung menyusuri rombongan tamu tanpa menghiraukan So Jin yang memanggilnya. Lagu yang dikenalnya membuat Kim Bum teringat dengan masa lalunya. Ia terus menyusurinya hingga berhasil keluar dari rombongan itu dan berdiri tepat didepan panggung. Kim Bum melihatnya tidak percaya, melihat seorang wanita dengan rambut keritingnya. Suara yang dikenalnya dan sosok yang dikenalnya.

”Kim So Eun.”panggil Kim Bum.

Sekretaris Ho Bin yang mengikuti Kim Bum lantaran tiba-tiba lari pun berhenti. Ia pun mengeluarkan sebuah foto So Eun dan mengamatinya ke arah panggung itu. Kemudian mengalihkan pandangannya ke Kim Bum yang sedang mengamati So Eun. Tidak lama Sekretaris Ho Bin pun tersenyum melihatnya.

*****

Lirik terakhir pun menutupi pertunjukan So Eun. So Eun berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang telah mendengarkan nyanyiannya. Dan dia pun langsung turun dari panggungnya.

Tidak mau kehilangan jejaknya lagi, Kim Bum langsung mengejarnya.

”So Eun! Suaramu bagus sekali. Aku iri denganmu.”ucap salah satu staf acara itu membuat So Eun jadi tertawa.

”Kalian ini bisa aja. Aku hanya menyanyikan lagu kesukaanku aja kok. Oh ya, aku pergi dulu ya. Mau ambil minuman.” So Eun pun pergi meninggalkan para staf itu.

*****

So Eun terus berjalan menuju ke tempat minuman yang telah disediakan. Namun ditengah langkahnya, bahunya ditahan seseorang. So Eun mengernyitkan keningnya. Ia pun menengok dan berbalik. So Eun terkejut melihat orang yang dikenalnya. Orang yang telah menyakiti hatinya.

”Kim Sang Bum.”panggil So Eun.

“Kim So Eun.”Kim Bum juga berbalik memanggil nama So Eun.

TO BE CONTINUED…………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

51 responses to “LovEun In Bum [Part 15]

  1. mia September 11, 2015 pukul 11:23 pm

    gimna yaaa kelanjutan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: