RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

LovEun In Bum [Part 16]


So Eun jadi panik saat bertemu Kim Bum. Kim Bum menatap tajam untuk memastikan bahwa yang ada dihadapannya itu adalah benar-benar Kim So Eun. So Eun malah celingak-celinguk gak jelas seakan mencari ide.

”Kim So Eun.”panggil Kim Bum.

“Ah… ah Nona So Jin!” So Eun menunjuk kebelakang Kim Bum.

Kim Bum pun menoleh. Selagi Kim Bum berpaling, So Eun langsung terburu-buru lari dari hadapannya. Tidak ada So Jin, Kim Bum berpaling lagi ke So Eun. Kim Bum panik melihat So Eun langsung kabur darinya. Tidak mau kehilangan dia lagi, Kim Bum pun mengejarnya.

So Jin yang ada diruangan itu melihat So Eun sedang berlari. Apa lagi So Jin juga ada perlu dengannya.

“So Eun! Bisakah kau….”

“Maaf, Nona So Jin! Saya sedang terburu-buru.”potong So Eun sambil melewati So Jin yang sedang terbengong melihat So Eun yang terburu-buru. Dia jadi tambah heran lagi melihat Kim Bum mengejar So Eun.

“Kenapa dia?” Saat So Jin berbalik, dia terkaget lagi. Pasalnya kini Sekretarisnya Kim Bum, Jung Ho Bin. Ikut mengejar mereka. So Jin hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya saking bingungnya.

 

*****

So Eun terus berlari sampai keluar dari gedung. Sebelum melanjutkannya, dia melepaskan sepatu high heelsnya kemudian berlari lagi sambil membawa sepatunya agar larinya bisa lebih cepat dari Kim Bum. Kim Bum sempat berhenti. Namun dengan tekadnya yang tidak mau kehilangan So Eun lagi. Kim Bum pun melanjutkan kejarannya. So Eun pun berlari hampir mendekati sebuah gang yang lumayan kecil. Melihat So Eun memasuki gang tersebut, Kim Bum melihat pagar tembok, ia pun mendapatkan ide. Kim Bum langsung naik pagar itu.

 

Setelah memastikan Kim Bum tidak bisa mengejarnya lagi. So Eun pun berhenti, dia menyenderkan punggungnya ke tembok sambil mengatur pernafasan yang kacau. Setelah nafasnya mulai teratur. Ia melihat sekeliling lagi.

”Sepertinya Kim Bum tidak bisa mengejarku lagi.”kata So Eun sambil memakaikan sepatu high heelsnya.

Lalu So Eun pun berbalik. Ingin kembali ketempat gedung dan sekalian minta izin Nona So Jin untuk pulang. Namun ketika ia sedang melangkah, tiba-tiba bertabrakan dan tubuhnya dipeluk. So Eun mendongakkan kepalanya. Dan tercengang melihat orang yang memeluknya.

”Kim Bum.”

Kim Bum tidak menjawabnya, dia malah langsung memeluk So Eun dengan erat membuat So Eun hampir tidak bisa bernapas.

”So Eun! Akhirnya aku menemukanmu. So Eun, apa kau tidak tau kalo aku terus mencarimu. Selama 5 tahun ini aku terus mencarimu, So Eun! Aku merindukanmu.”ucap Kim Bum sambil mengeluarkan air mata kebahagiaannya. So Eun terdiam, membiarkan Kim Bum mengoceh-ngoceh tentang dirinya. Setelah tenang, Kim Bum pun memandang So Eun.

”So Eun. Maafkan aku. Aku telah menyakiti hatimu. Sekarang ini, tidak… sejak kau pergi , aku sudah menyadari kalo aku telah mencintaimu sebagai Kim So Eun. Bukan Suzy lagi. Dan kau juga telah mencintaiku.”kata Kim Bum.

Pancaran mata So Eun yang menatap Kim Bum dengan penuh arti. So Eun melepaskan tangan Kim Bum yang memegang kedua bahunya dengan kasar.

Tentu aja, Kim Bum jadi terkejut melihatnya.

”So Eun….”

”Maaf. Hatiku yang sekarang tidak seperti yang dulu lagi. Yang selalu mencintaimu dengan tulus. Sekarang, aku sudah mengubur cintaku dengan dalam-dalam. Singkatnya, aku tidak mencintaimu lagi.”kata So Eun membuat Kim Bum shock.

”Tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Kau pasti bercanda kan, So Eun? So Eun! Katakan kalo kau masih mencintaiku?!”Kim Bum mencengkram kedua bahu So Eun lagi.

Lagi-lagi So Eun melepaskannya dengan kasar.

”Aku tidak bohong! Apa kau tidak tau, aku paling sakit hati kalo kau menyamakanku dengan Suzy. Walaupun kau sudah sadar. Tapi sayangnya, kau terlambat. Kau sadar disaat semua terungkap.”

”Tidak, So Eun! Aku sadar sebelum semua ini terungkap. Aku hanya….”

”Kau ragu apakah aku juga mencintaimu? Sementara pikiranmu terus-terusan menyamakan aku dengan Suzy?”

Kim Bum terdiam. Tidak bisa berkata-kata lagi. So Eun pun berbalik meninggalkannya sambil melewati Sekretaris Ho Bin yang berhasil menyusul Kim Bum.

”So Eun! Kim So Eun!”Kim Bum memegang tangan So Eun. So Eun melepaskannya dengan kasar dan kembali berjalan meninggalkannya.

”Aku mohon, So Eun. Jangan tinggalkan aku!”lirih Kim Bum sambil dipapah Ho Bin saking sedihnya. So Eun tidak menghiraukannya. So Eun tetap memunggunginya sambil meneteskan air matanya. Memang berat untuk menyatakannya.

”Sekretaris Ho Bin. Bagaimana ini? Dia bilang tidak mencintaiku lagi. Bagaimana ini? Padahal aku tidak mau kehilangan dia lagi.”ujar Kim Bum sambil memukul dada Ho Bin. Ho Bin hanya bisa terdiam.

”Kim So Eun! So Eun! Aarrgghh….”

Kim Bum berteriak bukan karena kesal namun karena menyesal dan sadar bahwa semua itu ternyata telah berubah. Ho Bin hanya bisa terdiam menyaksikan direkturnya berlutut tidak berdaya.

 

****

 

Lee Young Ae sedang memasak untuk sarapan pagi. Namun ditengah kesibukannya, terdengar suara lonceng pintu. Young Ae buru-buru meletakkan pisaunya dan langsung menuju ke pintu rumah. Lalu dibukanya.

”Hai, Ibu!”ucap So Eun sambil melambaikan tangannya. Mata Ibunya berkaca-kaca melihat putrinya yang tidak ditemui selama 5 tahun telah pulang ke rumah.

”Kim So Eun. Putriku…”

Tidak kuasa menahan rasa rindunya, Young langsung memeluk So Eun. So Eun pun berbalik memeluknya.

”Ibu….”isak So Eun sambil memeluk Ibunya yang tercinta.

 

”Kenapa kau harus begitu, So Eun?”tanya Young Ae setelah menyuguhkan teh kepada So Eun. So Eun telah bercerita kejadian yang dialaminya termasuk misteri Suzy, Ki Bum, dan Kim Bum. Dan juga perasaan So Eun yang mencintai Kim Bum.

”Aku terlalu sakit hati, Ibu. Padahal aku sudah begitu mencintai Kim Bum. Tapi Kim Bum malah menganggapku sebagai Suzy. Ibu, aku tidak mau disakiti dia lagi.”

”Tapi… bukankah dia sekarang sudah mencintaimu sebagai Kim So Eun?”

So Eun terdiam. Young Ae memegang punggung tangan So Eun.

“So Eun. Masa lalu pasti selalu jadi kenangan yang buruk. Kau jangan terlalu memikirkan masa lalumu. Pikirkanlah masa kini dan masa yang akan datang. Kau tidak akan tau lagi sampai kapan kau akan menyesal kalo kau terus menghindari perasaanmu yang sesungguhnya.”

”Ibu….”

”Lagi pula. Dia bersikap seperti itu bukan karena Suzy yang bunuh diri. Tapi ada sebab lain.”kata Young Ae yang seakan membuka rahasia Kim Bum yang sebenarnya.

”Apa maksud, Ibu?” So Eun terkejut mendengarnya.

”Aku rasa, aku harus menceritakan ini kepadamu.”

”Apa?” So Eun terkejut.

 

*****

Hyun Joong sedang duduk sendirian di sebuah hotel. Kini dia dan So Min akan bertemu dengan calon mertua masing-masing. Hyun Joong sangat gugup. Terlihat So Min telah datang bersama Ibunya. Hyun Joong berdiri. Memberi hormat kepada Ibunya So Min.

Lalu So Min dan Ibunya pun duduk berhadapan dengan Hyun Joong.

”Maaf, Ibu Mertua. Sepertinya Ibuku akan sedikit terlambat datang.”kata Hyun Joong sambil menunduk minta maaf.

”Ah, sudahlah. Tidak apa-apa, santai aja.”kata Ibunya So Min menenangkan Hyun Joong yang terlihat gugup. Tidak lama, Ibunya Hyun Joong pun datang. Ia pun langsung menuju ke kursinya.

”Maaf aku terlambat. Tadi ada sedikit masalah dijalan.”kata Ibunya Hyun Joong. Lalu Ibunya Hyun Joong melihat So Min.

”Ah. Pasti ini yang namanya So Min? Kau cantik sekali.”pujian Ibunya Hyun Joong membuat So Min tersipu malu.

”Terima Kasih, Ibu. Oh iya, kenalkan ini Ibu saya.” So Min pun menunjukkan Ibunya. Ibunya Hyun Joong terperanjat melihat Ibunya So Min.

”Lim Ye Jin?”

Ibunya So Min tidak kalah kagetnya saat melihat Ibunya Hyun Joong.

”Lee Hye Young?”

So Min dan Hyun Joong terlihat lebih kaget lagi melihat kedua Ibunya ternyata saling kenal.

”Hyun Joong. Bagaimana ini?”tanya So Min dalam berbisik. Hyun Joong hanya bisa mengangkat bahunya, tidak tau.

”Aku kira siapa yang jadi pemimpin mafia bagian timur. Ternyata kau, Ye Jin.”kata Hye Young diikuti tertawa cekikikan Ye Jin.

”Aku juga tidak mengira kalo kau ini adalah pemimpin bagian barat.”

Lalu Ye Jin dan Hye Young saling berpelukan. Hyun Joong dan So Min hanya terbengong melihatnya. Seperti lagi ada reunian.

”Maaf mengganggu.”ucap Hyun Joong membuat Ibunya dan Ye Jin berpaling ke Hyun Joong dan So Min.

”Sebenarnya ada hubungan apa dengan Ibu?”lanjut Hyun Joong. Ibunya dan Ye Jin tertawa.

”Hyun Joong. Dia ini adalah sahabat ibu waktu SMA.”

”Apa?” So Min dan Hyun Joong melongo mendengarnya dan saling berpandangan. Hye Young dan Ye Jin hanya tertawa melihat sikap kebingungan putra-putrinya.

 

*****

”Kau tau? Kenapa Ayahmu jadi guru tetap di sekolah Shinhwa?”tanya Young Ae. So Eun menggeleng tidak tau.

”Itu karena Ayahmu adalah sahabat Ayahnya Kim Bum. Dan Ibunya juga adalah sahabatku.”

”Apa?” So Eun tidak mengira kalo keluarganya ada hubungan dekat dengan keluarganya Kim Bum.

”Iya. Awalnya hubungan kekeluargaan mereka baik. Sampai kami sudah menikah, terjadi hal diluar dugaan.”

So Eun menunggu kelanjutan cerita ibunya.

”Kakeknya jadi membenci Kim Bum.”

So Eun terkejut mendengarnya, ”Kenapa?”

”Apa kau tau kenapa Ayahnya Kim Bum meninggal?”

”Aku dengar, Ayahnya meninggal karena terjatuh dari gunung ketika mereka sedang berlibur.”jawab So Eun.

”Memang benar. Tapi Kim Bum ada disana. Kakeknya yang terlalu sayang kepada Ayahnya malah menuduh Kim Bum sengaja mendorongnya.”

”Apa?!” So Eun merasa ceritanya makin tidak masuk akal.

”Kenapa dia bisa berpikir begitu?”tanya So Eun penasaran.

”Padahal Ayahnya hanya ingin menolong Kim Bum yang masih berumur 5 tahun itu. Kalo tidak ditolongnya, mungkin Kim Bum akan bisa terjatuh ke jurang gunung itu.”

Young Ae minum sejenak, lantaran tenggorokannya agak kering. Setelah lega, Young Ae melanjutkan ceritanya.

”Waktu itu, Ayahnya yang malah yang terjatuh lalu tangannya dipegang Kim Bum. Kim Bum berusaha menyelamatkan ayahnya. Dan kakeknya pun muncul. Karena tenaga Kim Bum yang masih kecil itu tentu tidak bisa menahan Ayahnya. Ayahnya khawatir Kim Bum akan ikut terjatuh bersamanya jika Kim Bum masih memegang tangannya. Akhirnya Ayahnya pun melepaskan tangan Kim Bum dan terjatuh.”

So Eun jadi kasihan dengan Ayahnya Kim Bum yang malah meninggal itu.

”Lalu Kakeknya malah menyalahkan Kim Bum yang sengaja melepaskan Ayahnya. Sehingga kami harus melindungi Kim Bum dari ancaman Kakeknya. Hingga Ayahmu jadi korban.”

”Ayahku?” So Eun terkejut mengetahui Ayahnya ikut terlibat.

”Iya. Waktu itu, kami sedang merayakan ulang tahunnya Kim Bum yang ke-6. Hanya Ibu, Ayahmu, presdir Hee Sun, Kakaknya, dan para pelayan yang ikut merayakannya. Kami memang sengaja tidak mengundang teman-teman sekolahnya. Ketika Kim Bum sedang meniup lilin. Lalu Kakek datang sambil membawa sebuah pistol.”

”Pistol?”gumam So Eun. Young Ae melanjutkan lagi,

”Dia bilang ’Dasar, anak pembawa sial! Kau tidak pantas jadi cucuku!’. Lalu Kakek itu berniat menembak Kim Bum. Tapi sayangnya malah Ayahmu yang terkena tembakannya itu.”

”Bagaimana bisa?”

”Karena Ayahmu melindungi Kim Bum. Walaupun tertembak, untunglah Ayahmu masih bisa selamat. Lalu kakek itu ditahan dan dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Namun tidak lama kemudian, kakek itu bunuh diri dengan terjun dari atas gedung rumah sakit. Sejak kejadian itu, Kim Bum yang awalnya ceria tiba-tiba jadi dingin. Bahkan dia membuat kepribadian ganda. Dimana dia tidak mau menunjukkan sifat aslinya dihadapan teman-temannya. Dia hanya mau menunjukkan sifat yang sesungguhnya hanya dihadapan keluarganya.”

So Eun jadi terkejut mendengarnya. Ternyata Ibunya sudah mengetahui sifat gandanya Kim Bum.

”Tapi Ibu, bagaimana Ibu bisa tau kalo dia punya kepribadian ganda?”

”Itu karena Ibunya bercerita kepadaku tentangnya. Itu karena dia sudah terlalu shock saat dia sering disiksa kakeknya dan tragedi ulang tahunnya itu. Apalagi sejak dia bertemu dengan Suzy, orang yang dicintainya. Dia jadi tambah buruk lagi begitu mengetahui Suzy sudah memiliki kekasih.”

So Eun terdiam.

”Makanya, Ibunya memintaku supaya kau tinggal bersama dengannya.”

”Kenapa?”

”Karena harapannya adalah supaya Kim Bum bisa melupakan Suzy. Dan selain itu, dia ingin kau mengembalikan Kim Bum seperti yang dulu lagi.”

So Eun jadi syok mendengarnya. Ternyata semua ini sudah direncanakan Ibunya dan presdir Hee Sun.

”So Eun! Bukan maksud Ibu untuk mengkhianatimu. Kim Bum dan kakaknya tidak mengetahui hal ini. Lagi pula ini juga untuk kebaikanmu.”

So Eun terperanjat mendengarnya, ”Maksudnya?”

”Ibu tau kalo kau itu menyukai Kyu Hyun. Sebenarnya Ibu tidak setuju. Apalagi kakanya bercerita kalo Kyu Hyun itu melihat kemiripanmu dengan Suzy. Ibu rasa, ini akan terlalu bahaya bila kau terlalu dekat dengan Kyu Hyun.”

”Ibu… Kenapa Ibu tidak memberitauku kalo bakal seperti ini? Kenapa Ibu tidak memberitauku kalo Ibu sudah mengetahui semuanya? Kenapa Ibu harus melibatkanku dengan masalahnya Kim Bum?”

So Eun jadi emosi begitu mengetahui Ibunya bersekongkol dengan Presdir Hee Sun.

”IBU JAHAT!?”teriak So Eun sambil berlari keluar rumah.

”So Eun! So Eun!” Young Ae berteriak memanggil anaknya. Namun nihil, anaknya sudah tidak terlihat lagi dirumahnya. Young Ae hanya bisa menangis terisak sambil bergumam.

”So Eun. Maafkan Ibu.”

 

*****

”Prang…!”

Lagi-lagi bunyi pecahan gelas yang terjatuh dari meja kerja So Eun. Ini sudah gelas yang ketiga. Sehingga membuat So Jin mendekatinya.

”Kau tidak apa-apa, So Eun? Apakah kau sakit?”tanya So Jin sambil memegang keningnya.

So Eun menggeleng, ”Tidak apa-apa, Nona So Jin. Aku baik-baik saja.”kata So Eun berbohong.

”Kalo kau sakit. Kau bisa pulang duluan.”

”Tidak apa-apa, Nona So Jin. Sungguh, aku baik-baik saja.”ucap So Eun sambil meyakinkan So Jin.

”Baiklah kalo begitu. Jangan paksakan dirimu untuk bekerja.”pesan So Jin. So Eun mengangguk mengerti. Lalu So Jin kembali duduk ke meja kerjanya.

So Eun kembali termenung, memikirkan kejadian tadi pagi. Ketika Ibunya memberitaukan kenyataan yang sebenarnya tentang keluarga Kim Bum dan dirinya.

So Eun telah menyelesaikan pekerjaan. Kini waktunya dia pulang ke apartemennya. Dia memang sengaja tidak tinggal dengan Ibunya lantaran tidak mau merepotkan Ibunya. Apalagi sejak kejadian tadi pagi, membuatnya bersalah dengan Ibunya karena membentaknya. So Eun pun keluar dari kantor. Lalu menatap langit yang sudah malam. Namun ketika dia menoleh kanan dan melihat seseorang menunggunya. So Eun pun langsung terburu-buru meninggalkan kantornya.

”So Eun! So Eun!” Kim Bum mengejarnya. So Eun tetap terus berjalan, tidak menghiraukan panggilan Kim Bum. Sampai Kim Bum harus berlari agar bisa terkejar. Lalu Kim Bum memegang lengan So Eun sehingga So Eun terpaksa menghentikan langkahnya.

“Mau apa lagi?” So Eun melepaskan tangannya dengan kasar.

”So Eun. Aku mohon, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semua ini.”

So Eun terdiam sambil membuang mukanya.

”Kau pasti tau tentang kakekku dari Ibumu kan?”

So Eun terpaksa memandangnya.

”Lalu?”

”So Eun. Aku mohon, percayalah padaku. Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Beri aku kesempatan lagi, So Eun.”

So Eun tidak menjawabnya. Dia malah berjalan cepat meninggalkan Kim Bum. Kim Bum pun ikut berjalan disampingnya.

”Aku mohon, So Eun. Jawablah. Kau jangan diam terus. So Eun! So Eun!”

Hati So Eun sudah jadi beku. Dia tidak ingin lagi mendengarkan Kim Bum. Lalu dia berlari. Kim Bum panik, terpaksa dia pun ikut berlari menyusul So Eun.

Lampu merah pun menyala, situasi yang tepat untuk So Eun menyebrang sambil berlari. Namun terdengar suara decitan sebuah mobil yang berusaha mengeremkan mobilnya karena remnya tidak stabil. Ditengoknya So Eun dan menutup mulut saat menyaksikan pemandangan itu. Sebuah mobil sedan berwarna hitam menabrak Kim Bum yang sedang berlari mengejar So Eun kini terpental dan mendarat dijalan dengan keras hingga darah segarnya pun mengalir.

”KIM BUM!?”

So Eun pun langsung berlari menuju ke lokasi itu. Dia pun mengangkat kepala Kim Bum ke pahanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kim Bum.

”Kim Bum! Kau tidak apa-apa? Kim Bum! Jangan mati, Kim Bum!”

So Eun terus menepuk pipi Kim Bum agar Kim Bum sadar. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu langsung berkumpul disekeliling So Eun. Bahkan salah satu warga menelepon ambulans.

Kim Bum pun membuka matanya dengan setengah sadar.

”So Eun…..” Kim Bum mengulurkan tangannya. So Eun pun memegang tangannya.

”Kim Bum. Bertahanlah! Ambulans akan segera datang. Kau jangan mati, Kim Bum.”

”So Eun…. Maafkan aku. Aku…. Aku mencintaimu.” Kim Bum pun menutup matanya dan tangannya yang dipegang So Eun pun terjatuh tidak berdaya.

”Kim Bum, jangan tinggalkan aku. Kim Bum! KIM BUM!”teriak So Eun begitu melihat Kim Bum jadi tidak sadarkan diri dengan darahnya yang banyak mengalir sehingga mengotori pakaian So Eun saat So Eun memeluknya.

 

TO BE CONTINUED…………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

 

53 responses to “LovEun In Bum [Part 16]

  1. wellyantimasolabibba Mei 29, 2015 pukul 5:26 am

    Yahhh,,,,,,
    sso jd digin,, sma bumppa,,
    bumppa ktbrakk,,,, smga baik2 aj,,,,

  2. mia September 11, 2015 pukul 11:37 pm

    semoga kim bum oppa tidak apa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: