RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 15]: Terbongkarnya Alasan Pernikahan


Flashback

“Kau harus menjaga Kim Ga Eul.” Ucap Kyu Hyun memandang langit kamar. Lee Teuk hanya terdiam. Suasana menjadi serius. Mendengar perkataan Kyu Hyun yang masih memakai pakaian biru menandakan dia seorang pasien.

“Aku sudah tahu hubungan kalian. Hubungan kalian tidak hanya sebatas senior dan junior di SMA kan? Aku sudah tahu kalau Ga Eul dulu pernah mencintaimu.”

Lee Teuk tetap tidak menjawab namun dia sedikit menyeringai.

“Ga Eul sudah memutuskan pertunangannya denganku. Aku pikir dia sudah tidak mencintaiku. Mungkin kau harus menjaganya.”lanjutnya masih menatap lurus, tidak memandang Lee Teuk. Lagi-lagi Lee Teuk hanya tersenyum. Kyu Hyun yang tidak mendengar jawaban Lee Teuk pun mengangkat kepalanya. Dia terheran melihat Lee Teuk tersenyum lucu. Apakah Lee Teuk begitu senang?

“Andaikan apa yang kau katakan tadi itu kenyataan. Sayangnya itu tidak demikian.”

Kyu Hyun memiringkan kepalanya. Dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Lee Teuk.

“Justru kau yang harus menjaganya. Karena dia masih mencintaimu.”ucap Lee Teuk sebelum melangkah pergi meninggalkan kamar pasien Kyu Hyun.

End Of Flashback

*****

“Kau membohongiku?”

Ga Eul masih tidak percaya. Selama ini Kyu Hyun pura-pura amnesia? Tapi kenapa dia mesti melakukan hal itu? Kyu Hyun tidak mempedulikan kebingungan Ga Eul. Dia malah melanjutkan ciuman panasnya.

“Ummhhh…”desah Ga Eul merasakan ciuman dari Kyu Hyun berlanjut. Pikirannya masih diliputi pertanyaan, Ga Eul mendorong Kyu Hyun dengan kuat hingga ciuman mereka kembali terlepas.

“Hei, Kyu Hyun! Jelaskan dulu tentang semua ini. Selama ini kau pura-pura amnesia, tetapi kenapa kau lakukan ini?”

Kyu Hyun masih memeluk pinggang Ga Eul, menatap wajah Ga Eul. Hatinya tertawa lucu melihat ekspresi Ga Eul. Tidak lama, tatapannya menjadi sendu, Kyu Hyun memeluknya erat hingga kepalanya bersandar di dada Ga Eul, membutuhkan ketenangan.

“Karena aku tidak ingin mengingat penderitaanku, Ga Eul.”

Ga Eul mengerutkan keningnya. Masih bingung dengan perkataan Kyu Hyun. Kyu Hyun mengangkat kepalanya memandang Ga Eul lekat. Kyu Hyun tersenyum miris sambil mengelus pipi Ga Eul yang dingin dengan punggung tangannya. Memang sudah saatnya Kyu Hyun membutuhkan teman curhat untuk mengurangi rasa sakit hati yang di alaminya selain Lee Teuk.

*****

‘BRAK!’

Suara gebrakan meja yang dilakukan So Eun cukup emosi. Kim Bum berusaha menenangkan So Eun yang sangat cemas.

“Bagaimana kalian bisa menghentikannya? Apa kalian tidak tahu adikku bisa mati kedinginan disana? Kalian harus segera melanjutkan pencariannya!”seru So Eun masih kesal. Mereka berada di Villa khusus milik Kim Bum. Awalnya mereka minta bantuan tim pencari namun tidak dipungkiri kegiatan mereka terpaksa ditunda karena hujan salju yang begitu lebat.

Sebenarnya Kim Bum juga ingin mereka terus melanjutkan pencariannya namun setelah melihat cuaca yang sangat buruk tentu saja dia tidak mau menambah korban. Akhirnya Kim Bum terpaksa menarik So Eun yang masih teriak-teriak menjauhi mereka.

“Lepaskan aku, Kim Bum! Biar aku mencarinya sendiri!?”ujar So Eun sambil melepaskan cengkraman Kim Bum di lengannya. Kim Bum tidak menghiraukannya, dia malah membawa So Eun ke kamarnya. Ditarik tubuh So Eun masuk ke dalam kamar, kemudian Kim Bum mengunci kamarnya dari dalam agar So Eun tidak kabur untuk nekat mencari adiknya di tengah cuaca yang sangat buruk.

“KIM BUM! Kenapa kau mengunci pintu? Biarkan aku keluar, biarkan aku mencari mereka!” So Eun berteriak kesal dengan sikap Kim Bum seenaknya.

“Jangan gegabah, So Eun! Diluar sedang hujan salju, cuaca juga sangat buruk. Aku tidak mau mengambil resiko menambah korban. Lagipula adikmu sudah bilang kalau mereka sedang di pondok. Untuk sementara mereka aman disana. Jadi biarlah kita menunggu hujan salju reda dan cuacanya membaik baru kita mencari mereka.”ucap Kim Bum dengan bijaknya membuat So Eun mau tidak mau mesti mendinginkan kepalanya. Membenarkan apa yang dikatakan Kim Bum. So Eun membalik tubuhnya, berjalan menuju ke jendela melihat pemandangan luar yang penuh dengan tumpukan salju. So Eun terkesiap merasakan kedua tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang dan dagu Kim Bum diletakkan dipundak So Eun. Terasa hangat.

“Kim Bum…”

“Biarkan begini… Sudah lama aku tidak memelukmu, So Eun.” Kim Bum menghirup aroma yang harum di leher So Eun membuat So Eun bergidik. Apalagi diberi ciuman kecil dileher So Eun.

“K-Kim Bum…” So Eun membalikkan tubuhnya menghadap Kim Bum. Lama mereka bertatap. Tatapan yang penuh kesedihan. Kim Bum memegang kedua pipi So Eun dengan lembut.

“Kau bertanya apakah aku lebih mencintai Ji Yeon daripada kau?”

So Eun terdiam. Dia memang menunggu jawaban itu.

“Aku lebih mencintaimu daripada Ji Yeon. Tidak.. aku sangat-sangat mencintaimu, So Eun.”

Hati So Eun berdebar cepat. Dia begitu senang mendengar jawabannya. Namun masih ada satu kejanggalan.

“Lalu… kenapa kau masih tetap menikah dengannya kalau kau lebih mencintaiku…”

Ucapan So Eun terputus karena Kim Bum tiba-tiba memeluknya dengan erat. Sangat erat seakan tidak ingin membiarkan So Eun pergi darinya.

“Maaf… Aku tidak bisa memberitahu alasanku kepadamu. Aku ingin sekali memberitahumu tetapi aku tidak bisa, So Eun. Maafkan aku.”

So Eun kecewa mendengarnya. Sungguh dia ingin tahu alasan Kim Bum yang cepat berubah pikiran mengenai pernikahan mereka dulu. Namun setidaknya dia lega kalau Kim Bum masih mencintainya bahkan sangat mencintainya. Sepertinya So Eun memang harus memberitahukan keputusannya sebelum dia menyesal dan akan menderita dikemudian hari karena menyesal tidak mengatakannya. Sepertinya rasa ego dan harga diri memang harus dia hilangkan untuk sementara.

“Aku mencintaimu.”

Kim Bum melepaskan pelukannya dan menatap terkejut. So Eun mengatakan sesuatu. Sebuah perkataan sebagai jawaban dari pertanyaan yang sudah lama dia utarakan.

“Kau bilang apa?” Kim Bum masih belum yakin. Dia tidak salah dengar kan?

So Eun tersenyum tulus. Memang sudah seharusnya dia mengakui perasaannya.

“Aku sangat mencintaimu, Kim Bum.” Rasanya Kim Bum ingin menangis bahagia mendengarnya.

“Maaf, aku baru mengatakannya sekarang. Karena aku membutuhkan waktu untuk menyadari perasaanku yang sesungguhnya. Walaupun kau tidak bisa membatalkan pernikahanmu dengan Ji Yeon, setidaknya aku lega mendengar kau tetap mencintaiku. Maka aku senang mendengarnya karena aku juga mencintaimu. Aku….”

Sebuah bibir Kim Bum menempel dibibirnya menghentikan perkataannya. Ciuman lembut yang berlanjut dengan ciuman panas bahkan tubuh So Eun terjatuh di atas kasur dan ditindih Kim Bum yang masih melumat bibirnya dengan ganas. Menyalurkan rasa bahagianya yang mendengar cintanya dibalas oleh So Eun. Untuk sejenak mereka melupakan masalah adik mereka yang tinggal dipondok. So Eun melupakan status Kim Bum yang sebentar lagi akan menjadi suami sah dari wanita lain. Biarlah malam yang penuh dingin ini akan menjadi malam yang panas dan gairah bagi mereka.

*****

Ga Eul memeluk erat Kyu Hyun. Ga Eul baru tahu ternyata Kyu Hyun begitu menderita di masa lalu. Apalagi dengan insiden Ibu palsunya. Kyu Hyun menerima  pelukannya yang semakin hangat dan harum.

“Tenanglah, Kyu Hyun. Kau tidak sendirian sekarang. Kau masih memilikiku.”ucap Ga Eul menenangkan hati Kyu Hyun.

“Aku tahu.” Kyu Hyun memperdalam pelukannya. Namun masih ada satu pertanyaan yang mengganjal dihati Ga Eul. Segera mendorong Kyu Hyun hingga melepaskan pelukannya.

“Lalu kenapa kau begitu egois mendapatkan Kak So Eun? Apakah kau mencintainya?”

Ga Eul harus menanyakan itu walaupun dia cemburu. Kyu Hyun yang melihat ekspresinya tertawa lucu.

“Aku hanya senang menggoda kakakku.”

“Hah?”

“Kakakku selalu membenciku karena masalah dulu. Begitu mengetahui dia mencintai So Eun dengan tulus, aku pikir aku bisa mendapatkan perhatiannya jika aku merebut So Eun darinya. Ga Eul, aku memang mencintainya tetapi sebagai kakak iparku.”

“Sungguh?”

Kyu Hyun mengangguk pelan. Ga Eul tersenyum lebar setidaknya dia lega bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

“Jadi… bisakah kita berhubungan kembali sebagai tunangan? Kau sudah mengakui kalau kau masih mencintaiku.”

Tanpa menjawabnya, Ga Eul langsung mencium Kyu Hyun dengan lembut. Kyu Hyun tersenyum, dia pun membalas ciumannya. Lama-lama ciuman mereka menjadi ciuman ganas seolah berusaha memberi kehangatan dibibir mereka. Di sela ciuman panas, perlahan tangan Kyu Hyun menyusup dibalik pakaian Ga Eul berusaha mengelus punggung mulus Ga Eul. Menyadari hal itu, Ga Eul langsung menahan tangan nakalnya dan melepaskan ciumannya. Terlihat raut wajah Kyu Hyun yang kecewa.

“Kenapa?”

“Aku tidak mau melakukannya sebelum kita resmi menikah.”tegas Ga Eul yang merasakan kemesuman Kyu Hyun.

“Aish… Kau ini benar-benar tidak asyik.”

“Terserah.”cuek Ga Eul. Ga Eul memang punya prinsip dia harus menyerahkan kesuciannya kepada pria yang sudah menjadi suaminya. Ga Eul hendak berdiri berniat menghindari kemesuman Kyu Hyun. Namun tubuhnya malah ditarik hingga terlentang di lantai kayu. Kyu Hyun menindihnya sambil menyeringai.

“Setidaknya aku boleh menciummu kan? Kau tahu, cuaca disini semakin dingin dan aku butuh kehangatan darimu.”

“Eh?”

Tanpa menghiraukan Ga Eul yang ingin protes, Kyu Hyun langsung menciumnya sambil mendekap tubuh mungilnya. Ga Eul pun menyerah. Setidaknya hanya ciuman panas.

*****

Tetesan salju di pohon pun terjatuh secara perlahan. Cuaca buruk pun sudah dilewati terganti dengan sinar matahari yang cukup terik hingga membangunkan wanita yang tidur. Mata indahnya pun terbuka perlahan. Mengedip matanya berkali-kali. Dia masih mengumpulkan nyawanya akibat tidur nyenyaknya. Dia mendudukkan dirinya di kasur sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tanpa pakaian karena pakaiannya tersebar di lantai dekat kasur. So Eun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Menutupi rasa malunya mengingat kejadian semalam. Dia tidak menyangka akan melakukan hubungan intim dengan Kim Bum padahal Kim Bum akan segera menikah dengan Ji Yeon. Namun tidak ada rasa penyesalan di hati So Eun, justru dia merasa bahagia karena mereka melakukannya atas dasar cinta mereka.

‘Cklek’

Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. So Eun mendongakkan kepalanya. Melihat Kim Bum yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang melilit di bagian bawah dan menampakkan tubuh absnya. So Eun terlihat terpesona.

“So Eun, kau mandilah.” Suara Kim Bum membuyarkan lamunan So Eun. So Eun mengalihkan pandangannya. Wajahnya memerah. Kim Bum menyeringai melihat ekspresinya. Rasanya Kim Bum yang lebih bahagia. Kim Bum harus mencatat tanggal semalam sebagai tanggal istimewanya.

“Apa kau mau aku mandikan?” Kim Bum menggodanya karena So Eun tidak kunjung menjawabnya.

“Apa? Tidak. Aku bisa mandi sendiri.”tolak So Eun sambil berdiri membawa selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar mandi walaupun harus menahan rasa sakit ditubuhnya akibat semalam.

*****

Pintu kayu itu berhasil terbuka dengan pelan. Kim Bum dan So Eun segera masuk ke dalam pondok mencari adiknya. Hanya mereka berdua yang mencarinya karena Kim Bum teringat dengan pondok tua yang pernah dibuat kakeknya. Jadi tidak sulit mencari pondok tua itu. Mata So Eun terbinar menemukan sosok mereka.

“Ga Eul!”

Namun langkah So Eun terhenti diikuti Kim Bum. Mereka begitu terkejut melihat pemandangan itu. Ga Eul dan Kyu Hyun tidur bersama dengan posisi memeluk yang sangat mesra. Apalagi posisi Kyu Hyun yang lebih mesum dengan telanjang dada dan kepalanya yang sangat dengan leher Ga Eul.

“O-oh… kenapa mereka jadi seperti ini?”

So Eun benar-benar tidak menyangka. Kim Bum hanya terdiam, tidak lama dia tersenyum tipis. Setidaknya dia tahu, dia tidak lagi menganggap Kyu Hyun sebagai rivalnya untuk mendapatkan So Eun.

*****

Ga Eul benar-benar gelisah di dalam mobil. Bahkan dia tidak berani menatap So Eun yang sedang duduk di depan bersama Kim Bum yang bertugas menyetir. Bagaimana dia tidak gelisah? Kyu Hyun masih memeluknya sambil matanya yang terpejam seolah masih mengantuk. Sontak wajahnya masih memerah karena malu. Dia sungguh heran, sejak kejadian semalam Kyu Hyun semakin manja terhadapnya. Oh satu lagi, Ga Eul baru menyadari bahwa Kyu Hyun seorang yang sangat mesum.

“Oh… jadi kau sekarang sudah ingat Kyu Hyun?”tanya Kim Bum memecahkan keheningan mereka di dalam mobil. Tentu saja Kim Bum mengetahuinya karena Ga Eul yang menceritakan kondisi Kyu Hyun sebenarnya tentang amnesia. Kyu Hyun hanya mengangguk. Sungguh matanya masih terasa berat.

“Kyu Hyun, berat…”keluh Ga Eul sambil mendorong kepala Kyu Hyun dibahunya dengan pelan. Berharap Kyu Hyun mengubah posisinya. Namun Kyu Hyun malah semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan So Eun dan Kim Bum hanya tersenyum lucu melihat tingkah adik mereka.

*****

Suasana kantor kepolisian di Jepang sangat sibuk mengurusi kasus-kasus yang sedang ditangani mereka. Namun tidak bagi inspektur satu ini yang sedang duduk di ruang kerjanya sambil memandang dokumen. Membaca teliti seakan dokumen hasil analisisnya itu benar dan akurat. Inspektur berambut orange itu menyunggingkan senyumannya karena berhasil menemukan tempat tersangka utama yang dicarinya atas kasus pembunuhan berencana. Lalu ia meraih gagang telepon hendak menelpon seseorang.

“Halo… Siapkan tiket pesawat ke Korea besok.”

*****

Setelah beberapa jam perjalanannya, akhirnya mereka telah tiba di rumah So Eun dan Ga Eul. Mereka segera keluar dari mobil.

“Bagaimana kakimu, Kyu Hyun? Masih sakitkah?”ucap Ga Eul cemas saat melihat Kyu Hyun masih berjalan tertatih. Kyu Hyun menggeleng pelan. Sementara Kim Bum dan So Eun saling pandang dengan tatapan sendu. Merasakan kesedihan di hati mereka. Apalagi So Eun tahu kalau Ji Yeon tinggal dirumah Kim Bum. So Eun hanya mampu mengelus pipi Kim Bum dengan senyuman tipisnya.

“Kau jangan lupa makan teratur dirumah. Aku tidak mau kau terlihat sakit dipernikahanmu nanti.”

Sakit. Kim Bum sungguh sakit mendengarnya. So Eun benar-benar pasrah, padahal Kim Bum berharap dengan pengakuan cintanya So Eun akan menghentikan pernikahan Kim Bum dengan egois. Ingin sekali melihat So Eun berjuang untuk cintanya.

“So Eun…”

Ciuman lembut mendarat dibibir Kim Bum menghentikan perkataannya. Seolah ingin memberitahu bahwa So Eun baik-baik saja dan masih mencintainya. Ga Eul dan Kyu Hyun yang melihat pemandangan menyedihkan itu terdiam.

“Kyu Hyun. Aku tidak tega melihat mereka. Itu benar-benar menyedihkan.”bisik Ga Eul yang begitu iba melihat kakaknya. Kyu Hyun tidak menjawab. Hanya menatap tajam.

*****

Ji Yeon benar-benar gelisah di ruang tamu. Berkali-kali dia melirik jam dinding dan kembali menatap ponsel ditangannya. Beberapa kali dia menghubungi Kim Bum selalu saja tidak diangkat. Bahkan semalam Kim Bum tidak pulang ke rumah. Ji Yeon berharap Kim Bum menepati janjinya. Terdengar suara pintu terbuka. Ji Yeon menoleh sambil berdiri dan muncul senyuman lebarnya saat melihat Kim Bum telah pulang bersama Kyu Hyun. Tanpa segan, Ji Yeon langsung memeluk Kim Bum dengan cepat.

“Kak Kim Bum, kau dari mana saja semalam? Apa kau tidak tahu aku mencemaskanmu.”

Kim Bum terdiam. Tidak berniat berjawab. Dia membiarkan Ji Yeon memeluknya. Kyu Hyun yang ada dibelakang Kim Bum menatap tajam.

*****

Beberapa hari kemudian. Tepat sehari sebelum pernikahan Kim Bum dan Ji Yeon tiba, kedua pria tampan sedang duduk berhadapan di sebuah kafe. Mereka saling pandang dengan tatapan yang berbeda.
”Jadi… Kyu Hyun, kau mau membicarakan apa?”

Kyu Hyun menyeringai. Sebelum menjawab, dia menyempatkan minum kopi kesukaannya.

“Aku sungguh tidak menyangka kenapa kau begitu serius mendapatkan So Eun? Setahu aku bukankah kau itu tunangannya Ji Yeon atau sudah menjadi mantan tunangannya, Dong Hae?”

Dong Hae tersentak mendengarnya.

“Kau… bagaimana kau bisa tahu? Tunggu! Bukankah kau amnesia?”

Sekali lagi Kyu Hyun tertawa lucu melihat ekspresi tegang Dong Hae.

“Bagaimana tanggapanmu jika aku memberitahumu tentang insiden kecelakaan lima tahun yang lalu mengenai Ji Yeon dan kakakku?”

Dong Hae mengernyitkan keningnya. Sungguh tidak mengerti apa yang dibicarakan Kyu Hyun.

“Ah… tidak! Maksudku tentang Ji Yeon yang salah mencabut rem mobil milik kakakku yang kebetulan sejenis dengan mobil milikmu.”

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan?” Dong Hae sedikit emosi mendengar Kyu Hyun sedang menuduh Ji Yeon.

“Memangnya Ji Yeon tidak cerita denganmu kalau dia berusaha mencelakaimu dengan mencabut rem mobil yang dikiranya mobil itu adalah milikmu.”

Rahang Dong Hae mengeras. Dia terkejut mendengarnya.

“K-kau… bohong…” Dong Hae tidak ingin mempercayai perkataannya.

“Untuk apa aku berbohong jika aku adalah saksinya. Aku melihatnya dengan mataku sendiri di hotel tempat kalian bertemu. Waktu itu, kebetulan aku berada di hotel dan bertemu dengan Ji Yeon dengan tingkahnya yang mencurigakan. Aku tidak menyangka ternyata dia menelepon seseorang untuk mencabut rem mobil milik Lee Dong Hae.”

Dong Hae terdiam. Dia masih ingin mendengar lanjutannya. Benarkah yang dikatakan Kyu Hyun.

“Namun sayangnya perintahnya itu salah sasaran. Aku melihatmu sedang pergi dengan mobilmu kemudian aku melihat Kim Bum muncul dengan mobil yang sama dengan milikmu. Malangnya, dia juga parkir ditempat yang sama. Dan selanjutnya… seperti yang kau lihat sendiri.”

Tangan Dong Hae mengepal. Berusaha menahan emosi. Bukan marah dengan Kyu Hyun, tetapi emosi yang tidak bisa dijelaskan. Ji Yeon yang sangat dicintainya begitu tega berniat membunuhnya. Dia jadi teringat dengan perkataan Hyuk Jae mengenai Ji Yeon yang membunuh orangtua angkatnya dan Ji Yeon pun membenarkannya. Kali ini apakah Ji Yeon benar melakukannya seperti yang dikatakan Kyu Hyun.

“Aku menceritakan ini karena aku pikir kau harus mengetahui kejadian yang sebenarnya. Itu saja.”

Kyu Hyun beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Dong Hae sendirian. Dong Hae berusaha mengatur nafas emosinya yang tidak terkendali. Dia benar-benar tidak percaya.

“Benarkah itu, Ji Yeon? Karena kau sangat mencintai Kim Bum, kau tega berusaha membunuhku? Kau mengingkari janjimu.”desis Dong Hae tajam hampir meremas taplak meja.

*****

So Eun menatap kaca yang ada di depannya. Tangannya menyentuh kaca berusaha memegang yang ada didalamnya. Sebuah gaun pengantin cantik yang terpajang di toko pengantin itu. So Eun menatap sendu memikirkan masa-masa Kim Bum berusaha memaksanya untuk menyetujui menikah dengannya. Hari ini adalah hari pernikahan Kim Bum dengan Ji Yeon. Dia tidak ingin datang ke pernikahan mereka. Cukup dengan Ga Eul saja yang mewakilinya. Dia tidak ingin semakin sakit hati melihat proses pernikahan mereka.

“Kenapa kau tidak mencoba gaun saja? Kau pasti terlihat sangat cantik dengan gaun itu.”

Suara baritone membuat So Eun menoleh. Pemuda dengan jas hitam resminya.

“D-Dong Hae? Apa yang kau lakukan disini?”

Dong Hae tersenyum tidak menghiraukan pertanyaannya. Dia menarik tangan So Eun masuk ke dalam toko gaun pengantin itu.

*****

Pengantin wanita cantik itu masih memandang cermin. Berusaha mengatur nafas gugupnya. Ini adalah impiannya. Sebentar lagi impiannya akan menjadi kenyataan. Menjadi istri Kim Sang Bum yang dicintainya. Ji Yeon tersenyum.

“Sebentar lagi Kak Kim Bum akan menjadi milikku.”

Ji Yeon mengangkat gaun bawahnya dan berjalan keluar dari ruang rias pengantin. Bersiap menuju ke altar pernikahannya.

*****

Hyuk Jae sedang sibuk menonton TV. Dia tidak ikut menghadiri pernikahan Ji Yeon bersama Dong Hae. Terdengar suara bel di apartemennya membuat dia mau tidak mau menghentikan aktivitas nontonnya. Hyuk Jae beranjak dari tempatnya menuju ke pintu dan membukanya. Terlihat tiga pria yang tidak dikenalnya berdiri dihadapan mereka.

“Kalian siapa?”tanya Hyuk Jae. Salah satu pria dengan rambut orangenya menunjukkan sebuah lencana kepolisian Jepang.

“Aku inspektur Sung Min dari Jepang datang untuk mencari Park Ji Yeon.”

“Apa?”

*****

So Eun terpana melihat penampilannya memakai gaun pengantin. Impiannya memakai gaun pengantin yang cantik itu tercapai walaupun hanya mencoba.

“Kau cantik.”

So Eun membalik tubuhnya. Terlihat Dong Hae melipatkan tangan di dada sambil tersenyum. So Eun baru ingat dengan Dong Hae yang egois selalu memaksanya untuk menjadi wanitanya. Sontak, So Eun segera memundurkan langkahnya.

“Kau… kini kau melakukan apa lagi untuk memaksaku?”tanya So Eun dengan sedikit takut. Takut dengan firasatnya Dong Hae akan memaksanya lagi dengan memakai gaun pengantin ini. Dong Hae memajukan langkahnya mendekati So Eun. Sehingga So Eun terpaksa mundur lagi hingga punggungnya mengenai cermin. Tidak ada celah lagi untuk menjauhinya bahkan Dong Hae semakin dekat. Sangat dekat.

“Kau mau apa lagi?”bisik So Eun yang diyakini Dong Hae mendengarnya. Dong Hae menyungging senyumannya.

“Kalau kau memang mencintainya kenapa kau tidak berusaha membatalkan pernikahan mereka?”

So Eun mengalihkan pandangannya. Berusaha jaga jarak dengan Dong Hae yang hampir menghimpitnya.

“Memangnya aku punya hak apa untuk membatalkan pernikahannya? Walaupun aku memang mencintainya, tetapi Kim Bum tetap tidak bisa membatalkan pernikahannya.”

“Kenapa?”

So Eun meneguk ludahnya. Berusaha melancarkan perkataannya.

“Mana aku tahu. Aku tidak tahu apa alasannya dia tetap menikahi Ji Yeon padahal dia lebih mencintaiku.”

“Tetapi aku tahu alasan Kim Bum terpaksa tetap menikahi Ji Yeon.”

So Eun menatap Dong Hae yang masih dekat dengan wajahnya. So Eun memiringkan kepala sambil mengerutkan keningnya.

*****

Pengantin wanita Ji Yeon pun telah tiba di depan pintu gereja. Terlihat beberapa tamu yang sedang duduk pun menoleh tak terkecuali Ga Eul dan Kyu Hyun. Kim Bum hanya mengundang sedikit tamu penting karena ini adalah pernikahan tertutup.Pengantin pria sedang berdiri menunggu Ji Yeon dengan wajah datarnya. Tidak menampilkan senyuman bahagianya. Ji Yeon perlahan memasuki gereja menuju altar diikuti pandangan para tamu.

“Kyu Hyun, bagaimana ini? Aku tidak mau melihat pernikahan mereka.” Bisik Ga Eul yang duduk disamping Kyu Hyun. Kyu Hyun tidak menjawabnya. Hanya terus melihat Kim Bum menerima tangan Ji Yeon kemudian menghadap pendeta hendak mengucapkan sumpah janji pernikahannya. Namun tiba-tiba pintu gereja yang tadi tertutup dibuka paksa sehingga menimbulkan suara debuman.

“AKU MENENTANG PERNIKAHAN INI!?”

Sontak, para tamu tidak terkecuali Kim Bum dan Ji Yeon menoleh ke arah suara teriakan itu. Ga Eul langsung berdiri dengan terbinar melihat sosok wanita yang memakai gaun pengantin.

“KAK SO EUN!?”

Kim Bum tidak menyangka dengan kedatangan So Eun yang tiba-tiba. So Eun mengabaikan pandangan heran disekelilingnya, So Eun berjalan mendekati Kim Bum dan Ji Yeon. Tanpa permisi, So Eun langsung menarik leher Kim Bum dan mencium bibir Kim Bum dengan ganas. Kim Bum yang terkejut dengan ciuman tiba-tiba pun membalasnya. Ji Yeon yang menyaksikan adegan itu sontak memerah karena marah. Segera dia menarik lengan So Eun agar melepaskan ciuman yang seenaknya itu.

“Apa-apaan kau ini! Berani sekali kau mencium calon suamiku!?”seru Ji Yeon emosi.

Ga Eul dan Kyu Hyun segera mendekati mereka yang situasinya semakin panas.

“Kak So Eun, kau bilang tidak mau datang? Tapi… kenapa kakak memakai gaun pengantin?”tanya Ga Eul melihat pakaian So Eun. Kim Bum juga baru menyadarinya. Ji Yeon menyeringai.

“Oh… apa kau ingin ikut menikah? Dengan Dong Hae?”

Segera Kim Bum dan Ga Eul kecuali Kyu Hyun terkejut mendengarnya. Ji Yeon mengenal Dong Hae? So Eun malah tertawa sinis.

“Sayang sekali dugaanmu salah. Aku datang untuk menggantikan posisimu untuk menjadi istri Kim Bum.”

“APA!?”

Kim Bum tidak berusaha melerai mereka malah terdiam menyaksikannya. Masih bingung dengan situasi ini. So Eun menoleh memandang Kim Bum.

“Kim Bum, aku tahu kau tidak mencintainya. Kau hanya mencintaiku. Lebih baik kau membatalkan pernikahan ini.”

“Te.. tapi…” Kim Bum masih bingung menjawabnya.

“APA MAKSUDMU!? Tidak! Kak Kim Bum lebih MENCINTAIKU! Kak, katakan kakak masih menepati janji untuk menikahiku?” Ji Yeon berusaha merayu Kim Bum agar tidak membatalkan pernikahan yang sudah dia rencanakan dari dulu. Menyadari hal itu, Kim Bum menghadap So Eun. Terpaksa menolaknya.

“Ma… Maafkan aku So Eun. Aku tidak bisa…”

“Untuk apa kau mempertahankan pernikahan ini hanya untuk luka palsunya?” So Eun memotong perkataannya. Kim Bum membelalakkan matanya. Luka palsu?

“Apa maksudmu dengan luka palsu?”

“Aku sudah tahu alasanmu kenapa kau tetap menikahinya.” So Eun segera menarik leher yang terlihat bekas jahitan operasi. Tanpa kasihan, So Eun langsung menarik luka itu seperti stiker. Sontak mereka terkejut melihatnya. Leher Ji Yeon menjadi mulus tanpa bekas luka satu pun. Ji Yeon segera menutup lehernya dengan gugup. So Eun hanya tersenyum bangga menunjukkan luka palsu itu.

“Waw… kau pasti menghabiskan banyak uang untuk merias luka dilehermu. Benar-benar efek make up yang hebat.”

“Apa itu benar, Ji Yeon? Kau membohongiku?”desis Kim Bum penuh amarah. Tangannya mengepal, rasanya ingin sekali menampar Ji Yeon andaikan Ji Yeon itu bukan wanita. Untung So Eun menahan lengan Kim Bum sehingga amarahnya sedikit mereda.

“Kau… Bagaimana kau bisa tahu? Jangan-jangan…”

Belum sempat Ji Yeon menyelesaikan perkataannya, muncul sosok pria mendekati mereka. Ji Yeon mengenalinya.

“Kau! Beraninya kau mengkhianatiku!?”

Ji Yeon segera menampar pria itu dengan amarah. Namun tangannya berhasil ditahan pria yang bernama Dong Hae dan tangannya pun ditepis dengan kasar membuat Ji Yeon hampir kehilangan keseimbangan. Dong Hae segera mengeluarkan sebuah map kuning dibalik jas hitamnya lalu menyerahkan ke Ji Yeon dengan kasar.

“Apa ini?” Ji Yeon terheran dengan map kuning yang dilempar Dong Hae.

“Aku sudah menandatangani perceraian kita.”jawab Dong Hae dengan tatapan datarnya.

Ucapannya sontak membuat mereka kecuali Ji Yeon dan Dong Hae terkejut.

“CERAI?”

TO BE CONTINUED…..

NB: JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA ^^

62 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 15]: Terbongkarnya Alasan Pernikahan

  1. Zaily September 4, 2013 pukul 10:34 am

    Cry eon part 11-14 gagh komen, cz gagh tau lg mau komen pa crtny trlalu rumit tp dpart 15 udh kbongkar smua kjhtanny ji yeon . . .
    Bner2 kren critany aq bca ff ni serasa kyk nnton filmny, kren bngetz!!!Daebak

  2. oliph September 25, 2013 pukul 3:33 pm

    nahh lhoo ternyata donghae suaminya ji yeon… hoaaa makin seru aja…
    lanjutt..

  3. tyas27 April 8, 2014 pukul 2:40 am

    cerai? mereka udah nikah???

  4. ainami September 9, 2014 pukul 3:36 pm

    cerai? jd hae ma jiyeon itu suami istri..? ckckck

    adegan saat sso dateng utk membatalkan pernikahan bum keren banget, aku suka…
    thanks to donghae akhirnya kamu sadar kalo jiyeon itu harus dihentikan….

    ada adegan yg kusuka lagi yaitu saat sso akhirnya ngaku dia cinta ma bum, saat itu entah kenapa ada rasa hangat, deg2an, lega juga nyesek… pokoknya dpt bgt feelnya pas bagian itu… mgkn krn sso ngakunya saat bum udh mau merit ma org lain… jd sedih sendiri aja akunya haha

    ada sungmin… jd inspektur polisi kekeke~~~
    pasti utk nangkep jiyeon hahaha buruan min, tangkap org gila itu -_-

  5. sabanaRyuga Oktober 7, 2014 pukul 3:53 am

    jdi mereka awalnya sdh menikah toh

  6. Rani Annisa November 22, 2014 pukul 12:50 pm

    wah untung aja so run udah berhasil membatalkan pernikahan kim bum dan jiyeon

    dan cukup kaget ternyata donghae & jiyeon udah nikah dan sekarang mau cerai..

    makin seru ceritanya penasaran dengan endingnya…

  7. Ny.Lee Desember 23, 2014 pukul 7:12 am

    Hohh ternyata donghae udah nikah..wah kerennn.
    sekarang gk ada yg bisa misahin bumsso deh.

  8. Marthatina vita vienna Maret 15, 2015 pukul 9:40 am

    Donghae dibutakan oleh cinta palsu ji yeon,hem nyangka mereka udah nikah.
    Dipart ini aku sneng karena kyuhyun dn ga eul serta bumsso bersatu.

  9. nurul hidayah Maret 23, 2015 pukul 5:32 am

    wuuuhhh seru bingo …
    konfliknya dapat

  10. mia September 2, 2015 pukul 1:47 am

    maksud nya apa lagi ini

  11. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 2:11 pm

    Kyaaa… Bumsso melaluka hal “itu”,, akhirnya terbongkar sudah kejahatan ji yeon… Bagaimana kelanjutannya?? Next part

  12. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 2:12 pm

    Kyaaa… Bumsso melaluka hal “itu”,, akhirnya terbongkar sudah kejahatan ji yeon… Bagaimana kelanjutannya?? Next part makin seru…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: