RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Lavender [Part 1]


Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

Hidup di kota besar itu memang sangat menyeramkan. Penuh perjuangan untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan masing-masing. Terutama perjuangan terhadap cinta. Inilah yang dihadapi seorang wanita cantik yang berusia 25 tahun kini berdiri di hadapan sebuah gereja penuh dengan orang-orang yang memakai pakaian formal sementara dirinya hanya memakai pakaian non formal. Mata indahnya masih menyaksikan yang ada didalam gereja. Sepasang pengantin yang sedang berciuman setelah mengucapkan sumpah. Tetesan air mata pun menurun dari matanya. Tangannya mengepal menahan emosi. Dia hanya bisa mengeluh di dalam hatinya.

“Lagi-lagi aku gagal mendapatkannya.”

*****

Wanita itu masih terduduk memeluk lututnya di apartemen sederhananya. Dia tidak menyangka hari ini adalah hari kesialannya. Dia baru saja mendapat surat PHK dari tempat kerjanya, keuangannya makin menipis sementara dia harus membayar uang sewa apartemen beberapa hari lagi. Saat dia ingin menemui kekasihnya untuk minta bantuan, namun tanpa disangka ternyata gereja yang dilewatinya –hendak menuju ke tempat kekasihnya- terlihat kekasihnya asyik mencium sang wanita lain. Yang menyadarinya bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri. Rasanya benar-benar sakit hati. Kekasihnya – ralat mantan kekasih – tidak pernah menemuinya beberapa minggu. Kecurigaannya benar-benar terbukti. Ia menunduk. Matanya masih sembab akibat menangis. Kini dia benar-benar sendirian di Seoul. Nasibnya benar-benar sial.

Bunyi ponsel memaksanya untuk beranjak dari tempatnya karena ponselnya terletak di atas meja.

“Halo…”

“….”

“Iya. Saya Kim So Eun sendiri.”

“….”

“Apa? Aku diterima kerja? Sungguh?!”

“….”

“Baiklah, besok saya akan segera kesana. Terima kasih, Anda telah menghubungi saya.”

Raut muka So Eun yang semula muram kini cerah. Tidak disangkanya disaat dia sedang tertimpa ‘musibah’ kini mendapat kecerahan. So Eun terus berteriak kegirangan sambil melompat. Sungguh tidak menyangka. Dia akan bekerja sebagai pelayan di rumah mewah –begitu yang didengarnya saat penelepon memberitahunya-. Namun dia berhenti melompat. Keningnya mengernyit, menyadari ada suatu kejanggalan.

“Kapan aku mengirim surat lamaran kerja ke rumah itu?”gumamnya bingung.

*****

Sesuai dengan pemberitahuan tersebut. Kini So Eun berada di rumah yang sangat mewah. Benar-benar mewah. Melihat dekorasi di dalam rumah yang sangat luas. Ini pertama kalinya dia menginjak kaki di rumah tersebut. Tangannya menggenggam koper dengan kuat. Jika rumah ini begitu mewah, bagaimana dengan kamarnya? Sebagai pelayan pribadi, dia wajib tinggal di rumah tersebut. Pelayan pribadi? Begitulah yang So Eun ketahui ketika ditanya tentang posisinya yang didapatkannya. Dia dipilih menggantikan pelayan pribadi lama yang hendak kuliah di luar negeri. Lihatlah, mungkin gajinya cukup besar sehingga pelayan pribadi yang lama itu bisa membiayai kuliah di luar negeri. Sepertinya So Eun benar-benar harus bersyukur. Dia terus mengikuti langkah wanita separuh baya, sang kepala pelayan terpercaya. Menaiki tangga menuju lantai ke dua. Setelah sampai di tempat yang ditujunya. Wanita yang dipanggil Kepala Lee membuka pintu kamar. Kemudian mereka masuk.

“Baiklah. Ini kamarmu, So Eun. Sebelum kau mulai bekerja besok pagi. Kau akan diberitahu aturan-aturan mengenai tugasmu sebagai pelayan pribadi. Sebentar lagi dia akan menemuimu.”

“Dia?”

“Iya. Dia, pelayan pribadi yang lama.”

So Eun hanya mengangguk mengerti. Kepala Lee itu keluar dari kamar sementara So Eun meletakkan kopernya disamping kasur. Cukup yang di duganya, kamarnya cukup luas namun dekorasinya juga cukup mewah dibanding kamar apartemen lamanya. So Eun mengelilingi kamarnya sesekali mengangguk, menunjukkan kekagumannya.

‘Cklek’

Bunyi pintu kamar yang terbuka membuat So Eun menoleh. Seorang wanita menyembul kepalanya. So Eun membelalak matanya.

“KA HI!?”

“SO EUN!?”

Kedua wanita yang berteriak memanggil namanya masing-masing langsung saling memeluk. Mereka terlihat begitu bahagia telah bertemu.

“Ini benar-benar kau, Ka Hi?” ujar So Eun setelah melepaskan pelukannya. Ka Hi mengangguk semangat.

“Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Aku sangat merindukanmu. Tetapi… apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Kepala Lee tidak memberitahumu? Aku adalah mantan pelayan pribadi disini. Kau yang akan menggantikanku kan?”

“Sungguh? Aku tidak tahu tentang itu. Berarti gossip yang tentang kuliah di Luar negeri itu benar?”
Ka Hi mengangguk lagi. So Eun pun tersenyum. Ternyata sahabatnya semasa SMA ini benar-benar sukses. Namun dia mengingat suatu hal. Sesuatu yang dari tadi mengganjal di hatinya.

“Tetapi… bagaimana aku bisa diterima jadi pelayan pribadi? Seingatku, aku tidak pernah mengirim surat lamaran kerja disini.”

“Oh… itu. Itu aku yang merekomendasikanmu ke Tuan Muda.”

Mata So Eun membulat. Tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.

“Sungguh? Bagaimana bisa kau merekomendasikanku?”

“Itu RA-HA-SI-A. Tenang saja, So Eun. Tuan Muda itu sangat baik. Kau pasti akan sangat senang jadi pelayan pribadinya.”

“Maksudmu?”

Namun Ka Hi tetap menggeleng seolah tidak mau membongkar rahasia tersebut. Justru Ka Hi malah mengerling nakal membuat So Eun tambah heran melihatnya. Menatap curiga.

“Aish…! Kau jangan melihatku seperti itu. Pokoknya kau lihat saja besok. Oh iya, Kepala Lee menyuruhku untuk memberitahumu aturan-aturannya kan?”

So Eun yang hendak protes pun pasrah dengan rahasia itu dan mengangguk. Akhirnya semalaman Ka Hi pun menjelaskan peraturan tersebut.

*****

Pukul 06.00 adalah waktu yang sudah ditetapkan untuk melaksanakan tugas pertamanya sebagai pelayan pribadi. So Eun merapikan pakaian khas pelayan dengan warna yang sedikit berbeda. Warna biru. Karena Tuan Muda suka dengan warna tersebut. Kemudian dia mengikat rambut panjangnya menjadi satu dan membentuk ekor kuda. Tidak lupa memberi parfum di bagian lehernya agar bisa relaks, aroma favoritnya. Setelah yakin rapi dan cantik tentunya, So Eun keluar dari kamarnya dengan cukup percaya diri. Sesuai dengan pemberitahuan Ka Hi. Tugas pertamanya adalah membangunkan Tuan Muda pada pukul 06.00. So Eun telah sampai di depan pintu kamar Tuan Muda. So Eun mengambil nafasnya lalu membuang nafasnya. Menghilangkan rasa gugupnya. Apa lagi mengetahui Tuan Muda ini cukup susah dibangunkan. So Eun segera membuka pintu itu dan melangkah masuk kedalamnya setelah menutup pintu kembali. Langkah pertama, So Eun membuka tirai jendela agar cahaya matahari masuk menerangi kamarnya yang cukup gelap. Dia hanya melihat selimut yang menutupi seluruh tubuh Tuan Muda yang terlihat asyik tidur. Sebenarnya So Eun begitu penasaran siapa Tuan Muda dihadapannya ini. Ka Hi juga tidak mau memberitahukan nama Tuan Muda karena ingin menjadi kejutannya. So Eun menghampiri kasur yang cukup besar.

“Tuan Muda, bangunlah. Ini sudah jam 6 pagi.”ucap So Eun dengan lembut.

Tidak ada jawaban. So Eun mengulang lagi perkataannya namun kali ini inotasinya agak tinggi. Tetap tidak bergeming, So Eun mengulang lagi namun dengan menggoyangkan tubuhnya yang masih ditutupi selimut tebal. Bergerak. Namun malah kembali menutup selimut dengan sempurna. Benar kata Ka Hi, Tuan Muda ini benar-benar sulit dibangunkan. Tidak mau tugas pertamanya kacau, mau tidak mau So Eun harus menggunakan cara sedikit kasar walaupun nantinya akan beresiko yaitu dimarahi Tuan Muda. Setidaknya yang penting Tuan Muda bangun dan dia masih ada tugas lagi yang harus dilakukan.

So Eun menegakkan tubuhnya. Meregangkan otot-ototnya seolah melakukan pemanasan. Kemudian So Eun mencengkram selimut dengan kuat.

“Baiklah. Satu… Dua… Tiga!”

So Eun segera menarik selimut dengan kuat.

‘BRUGH!?’

Hasilnya So Eun terjatuh beserta kasur yang dipegangnya. Sehingga menimbulkan rasa sakit dipinggangnya. Tuan Muda yang terusik dengan sinar matahari dan selimut yang tiba-tiba hilang pun terbangun sambil mengacak rambutnya memunggungi So Eun sibuk mengelus pinggangnya yang sakit.

“Akh!.. sakitnya…”

Mendengar rintihan So Eun, Tuan Muda itu membalikkan badannya dengan matanya yang masih mengantuk. So Eun bisa melihat wajah Tuan Muda dengan jelas dan sukses membuat So Eun terbelalak. Pria dihadapannya yang sangat dikenalinya.

“Kau… LEE DONG HAE!?”teriak So Eun saking terkejutnya. Ka Hi benar. Ini adalah suatu kejutan yang sangat tidak disangkanya. Pantas saja Ka Hi terus menggodanya. Karena lelaki tampan yang ada dihadapannya adalah cinta pertamanya saat SMA.

Namun pria yang dipanggil Lee Dong Hae itu tidak menjawab. Ia malah menunjukkan ekspresi bingungnya dengan wajahnya yang polos. Dong Hae turun dari kasur dan berjalan menuju So Eun yang masih terpaku duduk dilantai. Dong Hae berjongkok menyamai tinggi So Eun. Jantung So Eun berdetak cepat saat melihat wajah Dong Hae yang sangat dekat dengan wajahnya. So Eun menunduk dengan malunya dan tentunya dengan rona merah di kedua pipinya. Raut wajahnya yang menunjukkan memperhatikan wajah So Eun secara jelas. Cukup lama diamatinya, Dong Hae pun berbicara dengan polosnya.

“Kau ini….. Siapa?”

Sontak So Eun mengangkat kepalanya. Sangat terkejut. Dia tidak mengingatnya? So Eun memiringkan kepalanya. Apa Dong Hae tidak mengingatnya? Pria berusia yang sama dengannya. Padahal So Eun sangat mengenalnya karena dia adalah teman sekelasnya saat SMA. Satu hal yang So Eun lupa, bahwa penampilannya saat SMA sangat berbeda dengan penampilannya sekarang. Karena pada saat itu dia memakai kaca mata cukup besar dan berkawat gigi. Intinya penampilannya saat SMA cukup buruk. So Eun mendesah pelan menyadari hal itu. Wajar saja, Dong Hae tidak mengenalinya kecuali.

“Hei! Kenapa kau diam saja?”

Suara Dong Hae membuyarkan lamunan So Eun. So Eun mengeratkan selimut yang dipegangnya lalu berubah posisi dengan berlutut sambil menunduk.

“Saya Kim So Eun, pelayan pribadi Anda yang baru.”

“Kim So Eun?”

Dong Hae menatap tajam menyelidiki So Eun. Lama dipandanginya membuat So Eun benar-benar gugup. Dong Hae merasa familiar dengan So Eun. Namun dia tidak mengenalinya. Dia memajukan tubuhnya, tercium aroma yang menenangkan. Jarak yang sangat dekat membuat So Eun buru-buru berdiri.

“Maaf, Tuan Muda. Saya harus menyiapkan air hangat untuk Anda.” So Eun langsung meletakkan selimut ke kasur dengan sedikit kasar dan berlari kecil menuju ke kamar mandi. Dong Hae masih berjongkok mengamati punggung So Eun yang sudah menghilang karena tertutup pintu kamar mandi tersebut. Dong Hae menyunggingkan bibirnya. Sebuah seringaian penuh arti, ia bergumam tanpa mengalihkan pandangannya.

“Aroma Lavender..”

72 responses to “Lavender [Part 1]

  1. thieyhanelfishy Juni 5, 2012 pukul 3:21 am

    Annyeong,,reader baru nich^^
    Kayaknya donghae jg suka ama so eun ya,,dia suka ama wangi lavender,,hemmm,,menarik

  2. nuribumsso Juni 7, 2012 pukul 4:03 pm

    aigoo, sso kerja di tmpatx donghae yg notabenx cinta pertamax dlu… hmmm penasaran sm ceritanya! haeppa mencurigakan kyakx ne, xium aroma lavender senyum2 sndri.. huaa daebak dh, bkin pnasaran bnget! eon di tnggu next partx! hwaiting

  3. QueenA FZ Juni 9, 2012 pukul 1:54 am

    woah.. ;lanjut author.
    daebak… tp tar yg part 2 yang panjang critanya

  4. Ela Bumssoeulsangeun Juni 17, 2012 pukul 12:31 pm

    waaahh…. bagus nih FF..
    DongSso or HaeSso, or SsoHae (?) couple…. kkkkkk~~~
    hohohoho… aku suka kimsso di couple-in sama Bang ikan ^^
    bakalan seru nih FF,, kyak.na ntar Hae juga naksir Kimsso… #sotoy wkwkwk ^^

  5. cucancie Juli 22, 2012 pukul 2:46 pm

    Baru baca ff ini seru

  6. karinput Agustus 15, 2012 pukul 2:42 pm

    aduh keren bgt…

  7. HyunKyuCouple Oktober 3, 2012 pukul 4:03 pm

    keyeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnn…………………..aku mau lanjut baca!!!!!…top eon…*sksd

  8. fredomkartini November 7, 2012 pukul 3:23 am

    q suka sama ceritanya ,menyentuh bgt ,apalagi cast kim so eun yg di psngkn sama suju tmbh menarik ,author emng top bgt ,lanjuttt ,q reader baru thor ,slm knl!!!!

  9. ji en Februari 15, 2013 pukul 4:49 pm

    Huhuhuhu..
    Alohaa..
    I’m new reader in here /tebarreceh/
    Muehehehe.
    I love this story ceritanya simple,chic ringan dan mudah dimengerti.
    Pertahanin gaya bahasamu author. /aceilehbahasague/
    Xoxoxoxo…

  10. tanti no kawai Februari 18, 2013 pukul 1:01 am

    Wahhh…. Ad haeSso couple nih….

    Op’s… Sso ketemu ma cinta pertama nya_yng notabene adalah majikan ηγά̲̣̥ $ɐκ̣̝̇Ƌ̲̣̣̣̥R̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥N̤̥̈̊Ǧ…..

    Huaaa…. Menarikkk nih….
    Lanjuttt baca… .͡▹​

  11. Choi shinae Maret 10, 2013 pukul 6:39 am

    Annyeong sepertinya aku reader baru disini ^^
    Waaa ga sengaja dapet blog ini di google ..
    part 1 sgt mbrik bagus aku suka ^^
    Mian lancang baca+komen ^^

  12. luthfiangelsso Maret 23, 2013 pukul 5:40 am

    wah ketemu cinta pertamnya pasti dag dig dug bgt deh…
    aroma lavender ada apa sama aroma itu ??
    mau lanjut baca ya thor……

  13. erika Maret 31, 2013 pukul 6:13 pm

    wah, ada ff haesso😀
    part 1 aja udah seru n menarik apa lg part – part lainnya, qu numpang bca y thor🙂

  14. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:15 am

    cinta yang bertepuk sebelah tangan

  15. cutelfishy Januari 7, 2014 pukul 4:01 pm

    Hohoho. . .So Eun ktmu cinta pertama n itu majikan’a?😀
    seru bgt nie!!

  16. Kim Ra rA April 21, 2014 pukul 7:52 am

    huaaaaa gak pernah bosen baca nya tetep seru dan bikin senyum senyum sendiri!!!! Ka hi sukses bikin Kejutan buat Sso, xixi

  17. meilasari September 13, 2014 pukul 3:16 pm

    Ada hubungan apa donghae sama so eun dulu.a?
    penasaran -_-

  18. Rani Annisa Desember 8, 2014 pukul 6:34 am

    wah ternyata tuan mudanya adalah donghae…

    wah gimana nantinya ya kalau cinta pertamanya so eun itu suka ke so eun???

    apa so eun juga akan kembali menyukainya???

  19. yuliaseptiani Mei 24, 2015 pukul 10:05 am

    awal cerita udah bikin penasarn .. aaahh kyak ny ada yg mulai tertarik sama sso😉

  20. Luthfiangelsso Mei 29, 2015 pukul 12:23 am

    Demi apa pengen ff ini di lanjuut eonn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: