RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

That Somebody Was You [Part 4]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Bagi yang tidak suka dengan pairing So Eun dan Hyuk Jae, q sarankan jangan memaksa diri untuk membacanya. Tetapi jika nekat membacanya, anggap aja q pinjam nama cast tersebut. -___-“. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

 

 

That Somebody Was You [Part 4]:

 

Sudah terlanjur mencintainya.

Dia ingin melepaskan rasa sakit hati ini.

Tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya.

Karena ‘hukuman’nya belum selesai.

 

*****

 

Kedua insan pun melepaskan ciuman mereka. Mereka saling tatap. Masih terdiam penuh rasa rindu setelah sekian lama tidak bertemu.

“Kalau kau memang mencintaiku, tidak bisakah kau membatalkan pertunanganmu sendiri?”tanya Hyo Yeon lagi. Hyuk Jae melepaskan pelukannya. Dia memunggungi Hyo Yeon, memikirkan sebuah jawaban yang tepat.

“Kenapa Hyuk Jae? Kau tidak bisa?”tanyanya lagi. Hyuk Jae membalikkan tubuhnya menghadap Hyo Yeon yang sedang menanti jawabannya.

“Aku… tidak tahu.”jawabnya. Terlihat Hyo Yeon tidak puas dengan jawabannya.

“Apa maksudmu tidak tahu? Kau tadi bilang kau ada masalah pribadi dengan So Eun. Masalah apa?”

“Err… Itu bukan urusanmu.” Hyuk Jae segera keluar dari ruangan itu tanpa mempedulikan Hyo Yeon yang berteriak memanggil namanya.

 

*****

 

So Eun masuk ke dalam mobil limosin, disambut pertanyaan calon mertuanya.

“Bagaimana, So Eun? Kau sudah menemukan tasmu?”

So Eun masih terdiam. Sepertinya pendengarannya tidak begitu baik karena shock melihat kejadian tersebut.

“So Eun? Kau kenapa?” Nyonya Lee menggoyangkan bahu So Eun agar sadar.

“Ah, iya?” So Eun yang sadar pun menoleh. Pikirannya benar-benar kosong.

“Kau kenapa? Kau menangis?”tanya Nyonya Lee menyentuh pipi So Eun. Menyadari mata So Eun yang sembab.

“Ah.. Tidak.. tidak ada apa-apa.” So Eun menyeka air matanya.

“Mataku kena debu tadi.”dustanya.

‘Cklek’

Mereka menoleh ke seseorang yang membuka pintu mobilnya.

“Lee Hyuk Jae? Ada apa?”tanya Nyonya Lee melihat anaknya berdiri.

“Ibu. Bisakah Ibu saja yang mengantar Hyo Yeon keliling? Biar aku saja yang menemani So Eun mencari gaun pengantin. Bukankah aku adalah calon mempelai pria?”ujar Hyuk Jae dengan ekspresi datarnya. So Eun yang melihat wajahnya terasa hatinya kembali menyakitkan. Dia mengingat kejadian tadi. So Eun mengalihkan pandangannya. Tidak sanggup menatapnya.

“Ah… Kau benar. Baiklah kalau begitu, kau saja yang menemani So Eun. So Eun, biar Hyuk Jae yang menemanimu ya.” Ucap Nyonya Lee sambil keluar dari mobil dan Hyuk Jae memasuki mobilnya. Mereka telah berangkat.

So Eun masih menatap kaca mobil, tidak sanggup melihat Hyuk Jae. Hyuk Jae yang merasa terabaikan pun heran. Dia memiringkan kepalanya. Dia meraih dagunya dan memaksanya untuk berhadapan dengan Hyuk Jae.

“Kenapa kau menangis?”tanya Hyuk Jae melihat mata So Eun yang memerah dan sembab. So Eun menyeka air matanya.

“Aku tidak apa-apa.”jawab So Eun menunduk. Tidak puas dengan jawabannya, Hyuk Jae menarik dagunya sedikit kasar.

“Katakan kepadaku! Kenapa kau menangis?”tegasnya. So Eun terdiam.

“Aku… hanya merasa sakit.”

“Sakit?”

So Eun menunjukkan dadanya, lebih tepatnya dihatinya. Hyuk Jae masih tidak mengerti.

“Hatiku sangat sakit.”

“Kenapa hatimu bisa sakit?”

“Aku tidak tahu.”

Hyuk Jae memutuskan tidak bertanya lebih lanjut. So Eun benar-benar terlihat aneh. So Eun menunduk.

 

*****

 

Seorang pemuda terus melihat rumah dan kertas yang dipegangnya bergantian. Dia begitu terlihat heran melihat pemandangan itu berubah. Sebuah rumah kosong yang dilabel segel.

“Aku tidak salah alamat kan? Kenapa rumah itu disegel?”herannya yang terus bertanya-tanya. Walaupun dia heran, namun dia coba menekan bel rumah. Siapa tau masih ada penghuni di rumah itu. Berkali-kali dia memencet bel tetap saja tidak ada jawabannya. Dia hanya bisa berteriak, “Kim So Eun!? APA KAU ADA DIDALAM? INI AKU LEE DONG HAE!? KIM SO EUN!?”teriaknya berkali-kali. Seseorang menepuk pundak pemuda yang bernama Dong Hae itu. Dong Hae menoleh. Seorang wanita paruh baya.

“Mereka tidak ada disitu, anak muda. Mereka sudah pergi.”

“Pergi?”

“Iya. Keluarganya mengalami kebangkrutan. Kau tidak melihat tulisan itu? Rumah ini disegel.”ucap wanita paruh baya itu sambil pergi meninggalkan Dong Hae. Dong Hae memandang rumah kosong itu. Kini dia mesti kecewa karena tidak bisa bertemu dengan So Eun. Padahal dia baru saja kembali dari Jepang. Apalagi saat dia pergi, dia tidak sempat berpamitan dengan So Eun karena keberangkatannya yang mendadak. Dong Hae memutuskan pergi menuju ke hotel. Dia pun menarik kopernya menjauhi rumah kosong itu.

 

*****

 

Berkali-kali So Eun mencoba gaun pengantin. Hyuk Jae tidak bisa berhenti menatapnya. Dia baru menyadari kecantikan So Eun saat memakai gaun pengantin. So Eun terus dibuatnya tersipu.

“Hyuk Jae. Menurutmu, gaun mana yang cocok untukku?”tanya So Eun menyadari Hyuk Jae dari lamunannya.

“Heh? Gaun?”

“Iya.”

“Yang kau pakai sekarang lebih cocok.”jawabnya singkat. So Eun mengangguk mengerti. So Eun berganti pakaian setelah mencoba gaun pengantin dan menemukan yang cocok untuknya. Mereka pun keluar dari toko itu dan masuk ke dalam mobil limosin hendak pulang kerumah.

 

*****

 

“Liburan ke villa?”tanya Nyonya Lee saat mendengar usulan suaminya di makan malam bersama. So Eun, Hyuk Jae, dan Hyo Yeon yang ada disana hanya terdiam menyimak pembicaraan mereka.

“Iya. Mumpung kalian ada disini apalagi sebentar lagi Hyuk Jae dan So Eun akan segera menikah. Bukankah lebih baik memberi mereka untuk bersantai terlebih dahulu sebelum menikah.”jawab Tuan Lee. Nyonya Lee menggenggam tangan suaminya. Tampak dia begitu menyetujui rencananya.

“Ah… Hyo Yeon, kau bisa ikut liburan mereka.”

“Terima kasih, Bibi. Aku senang liburan.”jawab Hyo Yeon terlihat antusias. Hyuk Jae hanya menunduk dan So Eun memperhatikannya.

 

*****

 

Mereka pun telah sampai di sebuah villa. Mereka langsung masuk ke dalam villa yang mewah.

“Wah…. Sudah lama sekali aku tidak main kesini. Hyuk Jae, apakah kau ingat dulu kita pernah main dikolam renang itu. Kau tahu, kau begitu jahat mengerjaiku.”ucap Hyo Yeon semangat menceritakan masa lalu mereka. Hyuk Jae mengacak rambut Hyo Yeon yang begitu cerewet.

“Maafkan aku. Itu kan hanya masa lalu. Untuk apa kau mengingatnya kalau kau merasa kesal.”ujar Hyuk Jae merangkul Hyo Yeon. Hyo Yeon hanya terkikik mendengarnya. Dia membalas rangkulannya dan memeluknya. Terasa hangat. Terasa dunia ini milik mereka berdua tanpa disadari So Eun telah menontonnya di lantai dua. So Eun memutuskan melihat kembali kamarnya yang indah. Dia tersenyum. Dia tidak ingin memikirkan rasa sakit hatinya yang kembali menyerangnya.

 

*****

 

“Ini.. aku sudah memasak makanan kesukaanmu, Hyuk Jae.”ucap Hyo Yeon sambil duduk bergabung dengan mereka dimakan malam. Hyo Yeon mengambil beberapa daging untuk ditaruh di mangkuk Hyuk Jae.

“Makan yang banyak.”

Hyuk Jae hanya tersenyum sambil makan dengan lahap.

“Ah… ini untukmu, So Eun. Cobalah hasil masakanku ini.” Hyo Yeon tidak melupakan So Eun yang ada disampingnya. So Eun hanya bisa tersenyum. Kembali sakit. Di hatinya. So Eun memandang Hyuk Jae dan Hyo Yeon yang asyik bercengkrama. Rasanya ingin menangis.

 

*****

 

Keesokan harinya, pada malam hari. Hyuk Jae terlihat mencari seseorang.

“Apa kau melihat Hyo Yeon?”tanya Hyuk Jae kepada So Eun yang sedang duduk.

“Tadi dia bilang pergi keluar ada urusan penting.”

Hyuk Jae mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, kau saja yang menemaniku.”ucap Hyuk Jae menarik tangan So Eun.

“Mau kemana?”

Hyuk Jae tidak menjawabnya.

 

*****

 

So Eun terdiam bengong. Apakah ini memang kebiasaan Hyuk Jae yang selalu pergi ke tempat seperti ini? So Eun menoleh, memandang Hyuk Jae yang sibuk minum alkohol. Kelihatannya dia mulai mabuk. Suara musik disco begitu memekakkan telinga So Eun yang belum terbiasa di Klub ini.

“Hyuk Jae, kau baik-baik saja?”tanya So Eun sambil menggoyangkan pundak Hyuk Jae. Hyuk Jae cukup mabuk. Dia menoleh dan menatap So Eun. Kemudian dia tersenyum. Senyuman anehnya. Dia pun menyentuh pipi So Eun.

“Kim So Eun. Kenapa kau lakukan itu?” Hyuk Jae mulai meracau. So Eun tidak mengerti.

“Kenapa kau begitu berani terhadapku? Bukankah kau tau, kalau aku adalah orang yang paling berkuasa di sekolah sehingga tidak ada yang berani menentangku bahkan mencelakaiku. Tetapi kenapa kau lakukan itu?”

“Hyuk Jae, apa yang kau bicarakan? Kau sedang mabuk.”ucap So Eun berusaha menyadarkan Hyuk Jae yang memang sedang mabuk. Namun Hyuk Jae malah menarik tubuh So Eun dan menciumnya dengan kasar. So Eun mendorong tubuhnya. So Eun menatap Hyuk Jae yang terbaring di sofa sambil menyeka bibirnya yang baru saja diciumnya secara kasar.

“Ah… Hyo Yeon… Aku sungguh mencintaimu.”

Sakit. Rasanya So Eun ingin menangis mendengar ucapan Hyuk Jae walaupun sedang mabuk dan tertidur. So Eun beranjak dari tempat itu, dia pun pergi menuju ke toilet.

Ketiga wanita melewati tempat Hyuk Jae yang sedang tidur. Salah satu wanita berhenti saat melihat Hyuk Jae, wanita itu segera mendekati Hyuk Jae lebih dekat.

“Hyuk Jae? Sedang apa kau disini?”tanyanya sambil menepuk pipi Hyuk Jae agar segera sadar. Dia melihat beberapa gelas bir di meja.

“Kau mabuk, Hyuk Jae?”

“Hyo Yeon, kau kenal dia?”tanya salah satu teman yang bersamanya.

“Maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa ikut bergabung merayakan ulang tahunmu. Aku harus membawanya pulang ke rumah. Tidak apa-apa kan?”ucap Hyo Yeon menyesal.

“Baiklah kalau begitu. Tidak apa-apa. Kami pergi dulu ya.”pamitnya. Hyo Yeon hanya mengangguk, lalu perhatiannya kembali dialihkan ke Hyuk Jae yang tertidur.

“Hyuk Jae. Kenapa kau ada disini? Apa yang terjadi denganmu?”

Hyo Yeon pun cemas dengan Hyuk Jae. Hyo Yeon pun mengangkat tubuh Hyuk Jae. Berniat membawanya pulang ke Villa.

 

*****

 

So Eun terus menangis. Dia tidak tahu kenapa dirinya begitu mudah menangis saat Hyuk Jae menyebut nama Hyo Yeon. Rasanya dia benar-benar cemburu. Namun terpikir dengan kata-kata Hyuk Jae tadi. Kenapa Hyuk Jae bertanya begitu? Bukankah Hyuk Jae sudah mengetahui alasan So Eun terpaksa melakukannya? Tetapi kenapa Hyuk Jae bertanya lagi?

Setelah puas menangis, So Eun menyeka air matanya. Dia tidak mungkin membiarkan Hyuk Jae yang sedang tidur sendirian disana. Setelah dipastikan matanya tidak sembab, So Eun pun keluar dari toilet menuju ke tempat Hyuk Jae tadi. Saat sampai di tempat itu, dia terkejut melihat tempat itu kosong.

“Kemana dia?” cemas So Eun memutar kepalanya, berusaha menemukan sosok Hyuk Jae.

 

*****

 

Hyo Yeon cukup bersusah payah membawa Hyuk Jae masuk ke dalam mobil milik Hyuk Jae. Hyo Yeon tidak membawa mobil sendiri, karena dia pergi menggunakan taksi, apalagi saat menuju ke Klub tempat temannya akan merayakan ulang tahun, Hyo Yeon pergi dengan mobil temannya. Hyo Yeon segera memasang sabuk pengaman kepada Hyuk Jae.

“Hhhh…. Hyuk Jae, kau ini kenapa harus sampai bermabukan di sana?” Hyo Yeon menghidupkan mobil dan memutar setirannya hendak meninggalkan klub itu. So Eun yang dari tadi mencari Hyuk Jae pun keluar dari pintu klub. Dia melihat mobil milik Hyuk Jae bergerak menjauhi tempatnya. Sadar akan hal itu, So Eun segera mengejar mobil itu.

“LEE HYUK JAE!!?? TUNGGU AKU!?”teriak So Eun berlari mengejarnya. Namun mustahil, mobil itu sudah bergerak cepat dan jauh hingga tidak terlihat lagi. So Eun yang berlari pun terjatuh karena tersandung batu. Lututnya sedikit terluka. Air matanya yang tadi sudah ditahan kini keluar lagi butiran air mata beningnya. Cuaca yang sangat dingin, dia sangat menyadari bahwa dirinya tidak membawa uang sepeser pun karena dipaksa Hyuk Jae pergi menemaninya tanpa sempat mengambil tas. So Eun menangis. Apakah Hyuk Jae sedang marah dengannya? Apakah So Eun telah melakukan kesalahan lagi hingga Hyuk Jae tega meninggalkan dirinya?

Kini So Eun benar-benar bingung. Bagaimana caranya dia pulang ke Villa dengan jarak yang cukup jauh. Mungkinkah harus berjalan kaki?

 

*****

 

Matahari pun terbit menerangi ruang kamar Hyuk Jae. Silauan cahaya pun memaksa Hyuk Jae membuka mata. Hyuk Jae terbangun dan kepalanya jadi pusing akibat pengaruh alcohol. Dia melihat sekelilingnya. Dia sudah berada di kamarnya. Dia segera turun dari kasur berniat mencuci mukanya. Lalu menyeka wajahnya dengan handuk kecil. Hyuk Jae segera turun ke lantai dasar. Dia mendapati Hyo Yeon sibuk mengoles selai di roti.

“Oh… kau sudah bangun? Ini, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Juga susu strawberrinya.”ucap Hyo Yeon menyerahkan piring dan gelas yang sudah disiapkannya dari tadi ke Hyuk Jae. Hyuk Jae hanya menurutinya, dia pun duduk. Lalu dia minum susu dan makan roti. Menyadari ada yang kurang di antara mereka, Hyuk Jae segera bertanya ke Hyo Yeon.

“Dimana So Eun?”

“Aku tidak tahu. Semalam dia tidak ada di sini.”

Hyuk Jae masih belum menyadarinya, dia kembali makan rotinya. Beberapa detik kemudian, Hyuk Jae menyadari keanehannya.

“Semalam aku ada diklub kan?”gumam Hyuk Jae yang tentu saja terdengar Hyo Yeon.

“Iya. Aku sangat kaget melihat kau ada disana. Kenapa kau ada disana?”tanya Hyo Yeon.

“Lalu dimana So Eun? Kenapa dia tidak bersamaku?”ucap Hyuk Jae lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Hyo Yeon.

“So Eun bersamamu? Tapi semalam aku tidak melihat So Eun bersamamu, Hyuk Jae. Aku hanya melihatmu sendirian disana.”

‘BRAK!’

Hyuk Jae menggebrak meja sambil berdiri. Terlihat raut wajahnya yang khawatir.

“Bagaimana kau bisa meninggalkannya di sana?”seru Hyuk Jae terlihat membentak Hyo Yeon.

“Ap.. Apa maksudmu, Hyuk Jae?” Hyo Yeon masih belum menangkap maksud perkataan Hyuk Jae. Hyuk Jae segera berlari sambil meraih kunci mobilnya. Hyo Yeon menatap Hyuk Jae yang sibuk berlari menuju ke garasi mobil.

“Kenapa dia begitu panic? Kenapa dia….. Ah… Apakah semalam Hyuk Jae tidak sendirian di klub? Hyuk Jae pergi ke klub bersama So Eun? Astaga… bagaimana ini? Semalam aku meninggalkan So Eun di klub.” Hyo Yeon menyadari kesalahannya.

 

*****

 

Hyuk Jae terus memutari tempat-tempat yang diketahuinya untuk mencari So Eun. Sudah 2 jam, dia tidak menemukannya. Terkadang Hyuk Jae memukul setirnya. Dia begitu bodoh kenapa harus bisa tertidur. Seharusnya dia tidak minum terlalu banyak. Walaupun dia membenci So Eun, namun tidak mungkin dia setega itu meninggalkan So Eun di tempat yang jauh. Hyuk Jae terus mencarinya hingga menjelang sore hari. Setelah diyakini gagal menemukannya, Hyuk Jae memutuskan pulang ke Villa. Dia cukup lelah mencarinya. Hyo Yeon yang duduk di ruang tamu menanti kepulangan Hyuk Jae pun menyambutnya namun Hyuk Jae tidak menghiraukannya.

“Bagaimana, Hyuk Jae? Apa kau menemukannya?”tanya Hyo Yeon cemas. Hyuk Jae tidak menjawab, dia memilih minum air putih yang dari tadi memang haus.

“Hyuk Jae, bagaimana? Apa kau belum berhasil menemukannya?”tanya Hyo Yeon lagi. Hyuk Jae merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan Hyo Yeon yang terkesan berisik.

“DIAMLAH, HYO YEON!? Tidak bisakah kau lihat kalau aku sedang pusing?”bentaknya membuat Hyo Yeon terdiam. Hyuk Jae yang mudah emosi tidak bisa diusik lebih lanjut lagi. Hyo Yeon menunduk. Dia memilih diam.

‘TING TONG….’

Bunyi bel di rumah, Hyuk Jae langsung menuju ke pintu diikuti Hyo Yeon dan segera membukanya. Seorang gadis dengan penampilannya yang sangat berantakan dan kotor berdiri dihadapannya dengan tatapan lesunya dan mengigil kedinginan.

“Akhirnya aku…. Telah sampai disini….”

“Kim So Eun…”

Namun So Eun langsung pingsan di pelukan Hyuk Jae. Hyuk Jae dan Hyo Yeon panic melihatnya. Hyuk Jae langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. So Eun dibaringkan di kasur. Hyuk Jae bisa melihat pakaiannya yang sudah lusuh dan kakinya yang memerah akibat jalan kaki yang terlalu lama. Hyuk Jae menyentuh kening So Eun. Panas. So Eun terserang demam. Hyuk Jae tertegun melihat air mata keluar dari mata So Eun yang tertutup. So Eun sedang menangis. Entah apa yang ditangisinya? Perasaan Hyuk Jae pun mulai diliputi bersalah terhadapnya.

 

*****

 

So Eun membuka matanya secara perlahan. Dia menoleh sekeliling. Dia berada dikamarnya. So Eun bangun perlahan, namun dia merasakan sakit dikakinya. Rasa sakit akibat perjalanan yang sangat panjang. So Eun turun perlahan agar tidak terlalu sakit pada telapak kakinya. So Eun berjalan pelan menuju ke pintu. Dia ingin keluar, ingin menemui Hyuk Jae. Dia melihat Hyuk Jae duduk berhadapan dengan Hyo Yeon. Suasana menjadi serius.

“Hyuk Jae, aku sudah bilang kalau aku tidak tahu kau bersama So Eun.”

“Tetap saja seharusnya kau memastikan dulu apakah aku sendirian atau bersama orang lain?”

“Apa kau sedang menyalahkanku?”

Hyuk Jae terdiam. Mata Hyo Yeon mulai berkaca-kaca saat dirinya dimarahi Hyuk Jae. Hyuk Jae merasa bersalah saat melihat air mata Hyo Yeon. Hyuk Jae segera memeluk Hyo Yeon untuk menenangkan hatinya yang terluka karena dirinya.

“Maafkan aku, Hyo Yeon. Aku tidak bermaksud marah denganmu.”ucapnya. Namun Hyo Yeon tetap menangis. Ini pertama kalinya dirinya benar-benar dimarahin Hyuk Jae. Biasanya Hyuk Jae selalu memaafkan atas kesalahan yang dibuatnya. Hyo Yeon mendorong tubuh Hyuk Jae.

“Sebenarnya kau ini kenapa? Tidak biasanya kau marah seperti ini. Apa kau mencintai So Eun?”

Hyuk Jae tertegun mendengar pertanyaannya. Dia tidak tahu apa yang harus dijawabnya.

“Kau ini ada masalah apa dengan So Eun sehingga kau sulit memutuskan pertunanganmu dengannya?”desak Hyo Yeon.

“Sebaiknya kau berkemas, kita akan pulang sekarang.”ucap Hyuk Jae singkat pergi melewati Hyo Yeon menuju ke kamarnya. Lagi-lagi Hyuk Jae tidak menjawabnya. Hyo Yeon semakin penasaran dengan hubungan mereka yang sebenarnya. So Eun yang menyaksikan pertengkaran mereka hanya bisa terdiam. Tidak ingin ikut campur. So Eun hanya bisa menangis melihat Hyuk Jae.

“Ibu… apa yang harus aku lakukan? Hatiku merasa sakit sekali, Ibu.”gumamnya.

 

*****

 

“APA!? HYO YEON SUDAH PULANG?”seru Siwon dan Hee Chul saat mendengar cerita Hyuk Jae. Untung mereka berada di taman belakang dan sekolah sedang sepi.

“Jadi bagaimana dengan Hyo Yeon? Apa dia terkejut mendengarmu bertunangan dengan So Eun?”tanya Hee Chul. Hyuk Jae hanya mengangguk.

“Lalu bagaimana denganmu? Hubunganmu dengan Hyo Yeon? Apakah kau memutuskannya?”giliran Siwon bertanya. Hyuk Jae hanya mengangkat bahunya, pertanda dia tidak tahu.

“Hei! Kau ini kenapa? Apa kau tidak ada suara untuk menjawab pertanyaan kami?”kesal Hee Chul sambil memukul bahu Hyuk Jae. Hyuk Jae malah tidak menjawabnya, dia menunjukkan ke gerbang dimana So Eun berdiri.

“Itu… kenapa So Eun berdiri disana?”

Mobil mewah berhenti di depan So Eun. Hyuk Jae merasa familiar dengan seseorang yang keluar dari mobil mewah itu. Hyuk Jae tertegun melihat So Eun dipeluknya.

 

*****

 

So Eun berdiri di depan gerbang sedang menunggu mobil jemputannya. Dia tidak bisa ikut pulang bersama Hyuk Jae karena Hyuk Jae ada urusan OSIS di sekolah. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat didepannya. So Eun mengernyitkan keningnya, dia tidak mengenal mobil itu sampai pemilik mobil itu menunjukkan wujudnya.

“KIM SO EUN!?”teriaknya sambil memeluk So Eun yang terlihat sangat terkejut.

“Lee Dong Hae…?”gumam So Eun tidak percaya.

“Akhirnya aku menemukanmu, So Eun.”ujar Dong Hae gembira dan memeluknya lebih erat.

“Kak Dong Hae, kenapa kau ada disini?”tanya So Eun. So Eun hendak mendorong tubuh Dong Hae yang memeluknya namun tangannya ditarik dan Dong Hae pun didorong dengan kasar. So Eun menoleh yang menarik tangannya.

“Lee Hyuk Jae..”

“Apa-apaan kau ini? Berani sekali kau memeluk gadisku!?”kesal Hyuk Jae kembali mendorong tubuh Dong Hae dengan kasar.

 

TO BE CONTINUED………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

23 responses to “That Somebody Was You [Part 4]

  1. dyyyy Mei 10, 2012 pukul 12:29 pm

    perang dunia k 3 neh….
    so eun nanti ma sp?

  2. noni eka s. Mei 10, 2012 pukul 1:33 pm

    suka nih sama sifat eunhyuk disini😀 dia sebenernya udah mulai cinta sama soeun tapi malu :p ayo thor lanjutin😀

  3. nadia_ccc Mei 10, 2012 pukul 2:06 pm

    wah walopun gak bc dr awal
    Tp udah ngeh sm jln critanya
    Bgs kak bkn ff yg bs d mengerti

  4. rizkyapratiwi Mei 10, 2012 pukul 4:15 pm

    waaaaaahhh …. keereeeen
    makin sereu … dong hae kembaliii
    hahahahah

  5. Dezztidini Mei 10, 2012 pukul 5:03 pm

    Lanjut msh pnasaran ma crtanya…
    Wlaupun q g terbiasa pairing_ny…
    Karna q lbh cinta sma bumsso..hehe

  6. haekyusso Mei 11, 2012 pukul 3:35 pm

    Seruuuu ff y…..:-)
    Waahhh monkey kau tlah menyakiti sso eunni…:-(
    Da yg brsaing nich antra ikan mokpo ma monkey….
    Dtuggu klanjutan part ff y😉

  7. @endah_hyukiELF Mei 11, 2012 pukul 3:52 pm

    hyukjae maraaah tuuuh, saingan niih eunhae couple…
    cuiiiit cuuuit, akhirnya d lnjutiiin jg yaak chinguuuu fanfic nyaa🙂

  8. Hyora Kim Mei 12, 2012 pukul 9:08 pm

    Ya..!
    Perang.. Perang..!!

  9. ticha_ Mei 14, 2012 pukul 8:48 am

    wAh_serU_
    bkLn adA gempA ne_kkk😀
    hyukpA bngun9 ab!Z ma prsAan’X_hehe
    wAh_hAepA nemu!n eunnie_
    senenk’X_kk
    daebAk

  10. SonELF alma Mei 18, 2012 pukul 11:51 am

    author lanjutkan lagi dong part selanjutnya🙂
    Seru banget ceritanya….
    Ayo dong lanjutin udh gak sabar nih kisah selanjutnya….

  11. cucancie September 14, 2012 pukul 11:58 pm

    Kyaaa…eunhyuk cemburu kyknya….

  12. HyunKyuCouple Oktober 3, 2012 pukul 2:57 pm

    ye ye ye ye….ikan nemo dtang buat cemburu monyet jack…*korban film….seruuuuuuuuuuuuu

  13. groryfield Februari 9, 2013 pukul 10:08 pm

    kasian banget so eunnya ._. tiba tiba lee donghae datang pula😄

  14. luthfiangelsso Februari 15, 2013 pukul 5:30 am

    Waww hyukie’a udah mulai cemburu apa udah ada rasa sama sso ya ??

  15. tanti no kawai Februari 18, 2013 pukul 3:57 am

    Sebenar ηγά̲̣̥ bagaemn perasa’an hyukppa ma Sso eunni????
    Benarkah tak ªԃª perasaz’an apa2???
    Tapi kenp tindakan ηγά̲̣̥ berbeda????

    Huaaaa…. ªԃª haeppa…
    Asyikkkk….asyikkkkkk… #teriak2 bareng elfishy# ~♓éђê:D ..♓ёђê:p..♓èђe:D~

    Bagaeman nih_Sso akan pilih hyukppa atau haeppa????
    Huaaa…. Lanjuttt baca… .͡▹​

  16. eunjae25 Februari 23, 2013 pukul 12:05 am

    wew… Dtg lagi yg jadi phk ke 3. Hyuk udh mulai cemburu n mulai cinta ni ma so eun kyk’a. Oke, dilanjut aja dh…

  17. erika Maret 31, 2013 pukul 9:14 pm

    wish….. kayanya hyukppa udah mulai suka nh sama so eun eonnie😉, tpi masih malu2
    wah, ada haeppa muncul!! wduh bsa2 terjadi perang dunia ke 3 nh!!!!

  18. Kim Ra rA Juni 11, 2013 pukul 4:01 pm

    Ko marah??? Mulai suka yach????? Wah eon pokok y ni ff asik banget

  19. kim Ra rA November 14, 2013 pukul 2:49 am

    huaaaaaa kasihan sso di tinggal sendiri
    hae pa akhirnya ketemu juga sama sso.

  20. cutelfishy Januari 7, 2014 pukul 11:42 pm

    Hadeuh, gawat nie bkal da perang Antra Donghae & Hyuk Jae!! ><
    pilihan yg sulit -_-

  21. kyuwonhae's wife Maret 26, 2014 pukul 6:04 pm

    akhirnya donghae oppa mmuncull🙂
    Seu bgt

  22. Rani Annisa November 22, 2014 pukul 2:41 pm

    wah so eun sama siapa nih nantinya???

    donghae kembali lagi,, sama donghae juga cocok…

    ceritanya makin seru dan makin bikin penasaran…

  23. So_chie Februari 20, 2016 pukul 12:58 am

    Hahaha eunhyuk oppa seenak xa aja mengklaim sso eonnie sebagai gadis xa

    Wach eunhyuk oppa dah mulai cinta nech.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: