RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

That Somebody Was You [Part 5]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Bagi yang tidak suka dengan pairing So Eun dan Hyuk Jae, q sarankan jangan memaksa diri untuk membacanya. Tetapi jika nekat membacanya, anggap aja q pinjam nama cast tersebut. -___-“. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

 

 

That Somebody Was You [Part 5]:

 

 

Dia akan kehilangan cintanya.

Keberadaannya akan membawa bencana.

Dia harus menjauhinya.

Sudah saatnya dia kembali ke dirinya yang dulu.

 

*****

 

Hyuk Jae mengernyitkan dahinya. Dia merasa mengenal lelaki dihadapannya yang berani menyentuh So Eun. Ah. Dia ingat, lelaki yang bernama Lee Dong Hae itu yang ada di foto yang telah disobek Hyuk Jae dari So Eun.

“Kau siapa?”tanya Dong Hae sambil mengelus dadanya yang didorong Hyuk Jae. Dia terlihat cukup terkejut. Hyuk Jae tersenyum sinis. Laki-laki itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. Sementara Dong Hae masih menatap kesal.

“Aku….” Hyuk Jae sengaja menggantung. Lalu ia merangkul So Eun lebih dekat.

“Aku adalah tunangannya. Ada masalah?”lanjutnya, cukup sukses membuat Dong Hae terkejut. Dong Hae menatap So Eun seakan meminta penjelasan. So Eun hanya menunduk, dia tidak melihat tatapannya. Tidak suka dengan tatapan mereka, Hyuk Jae menarik tangan So Eun dengan kasar. Menariknya masuk ke dalam mobilnya. So Eun hanya terdiam melihat Hyuk Jae menghidupkan mobil miliknya, lalu mereka pun meninggalkan sekolah dan Dong Hae yang masih terpaku berdiri. Dong Hae mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras. Terlihat tatapannya yang tidak bisa diartikan secara jelas.

 

*****

 

Si Won mengetuk meja dengan jari-jarinya. Hee Chul sibuk membaca buku. Terlihat mereka sedang bosan di ruang OSIS.

“Aish… Mana Hyuk Jae? Kenapa dia belum muncul? Padahal kita harus rapat.”keluh Si Won diikuti anggukan Hee Chul.

“Apa kita mesti mengundurkan rapat kita lagi?”

Si Won mendelik, mendengar pertanyaan Hee Chul. Si Won hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Pintu ruang OSIS terbuka. Mereka menoleh.

“Hyo Yeon?”

Hyo Yeon hanya tersenyum melihat mereka yang sudah lama tidak bertemu.

“Hai… Aku merindukan kalian.” Sapanya sambil memeluk Si Won dan Hee Chul. Kemudian duduk disofa, disamping Hee Chul.

“Mana Hyuk Jae? Hari ini aku ingin bertemu dengannya.”

“Entahlah. Kami juga sedang menunggunya. Sudah 30 menit, dia tidak muncul.”jawab Si Won memutuskan ikut bergabung, duduk disofa berhadapan dengan mereka. Hyo Yeon menatap mereka berdua dengan serius. Membuat Hee Chul yang menyadari ekspresi Hyo Yeon pun bertanya.

“Ada yang ingin kau tanyakan?”

Hyo Yeon langsung menunduk sambil tertawa. Hee Chul tidak berubah, selalu saja bisa membaca pikirannya. Memang tidak dipungkiri ada yang ingin ditanyakan.

“Kalian adalah sahabat baik Hyuk Jae. Aku yakin dia pasti sudah menceritakan alasan kenapa aku tidak bisa menghubunginya.”

Si Won dan Hee Chul diam menyimak perkataan Hyo Yeon.

“Maksudku, menurut kalian apakah Hyuk Jae selalu mencintaiku?”

Hee Chul mengernyitkan keningnya. Dia yang paling tahu bagaimana sifat Hyuk Jae.

“Untuk saat ini, sepertinya dia memang masih mencintaimu.”jawab Hee Chul dengan santainya tanpa menoleh. Hyo Yeon sedikit lega mendengarnya. Namun masih ada yang janggal.

“Tetapi… aku masih bingung. Kalian pasti sudah tahu kalau Hyuk Jae sekarang bertunangan dengan So Eun. Aku benar-benar bingung. Jika dia memang masih mencintaiku, kenapa dia tidak mau meninggalkan So Eun. Apakah So Eun memiliki arti bagi Hyuk Jae?”

Si Won dan Hee Chul memandang Hyo Yeon. Tatapannya sedikit sedih.

“Apa kalian tahu kenapa dia tetap tidak mau melepaskan So Eun padahal dia masih mencintaiku?”

Masih terdiam. Menunggu seseorang menjawab hingga Hee Chul kembali bersuara.

 

*****

 

“Turun.”

So Eun menoleh terkejut. Hyuk Jae memberhentikan mobilnya ditengah jalan. Padahal menuju ke rumah masih cukup jauh.

“Tetapi….”

“AKU BILANG TURUN!”bentak Hyuk Jae membuat So Eun terkejut. So Eun masih tidak mengerti kenapa Hyuk Jae tiba-tiba membentaknya. Mood Hyuk Jae memang selalu tidak bisa ditebak. So Eun terpaksa membuka pintu mobil dan turun. So Eun hanya bisa menatap sendu saat Hyuk Jae meninggalkannya sendirian. So Eun terus bertanya-tanya, ada apa dengan Hyuk Jae? Apakah dirinya membuat kesalahan lagi? Sehingga mobil lain berhenti disampingnya. So Eun terheran namun dia merasa tidak asing dengan mobil itu.

“Kim So Eun. Syukurlah kau ada disini.”

So Eun mengernyitkan dahinya dan belum sempat bertanya, lengannya ditarik masuk ke dalam mobil.

“Kita mau kemana, Dong Hae?”

Dong Hae tidak menjawab. Dia hanya menatap lurus sambil menyetir dan tersenyum penuh arti.

 

*****

 

‘Ckiittt.’

Bunyi decitan mobil pertanda mobil itu berhenti mendadak. Hyuk Jae memukul setirannya berkali-kali. Dia merasa moodnya sedang buruk. Dia tidak tahu kenapa ia bisa marah saat melihat So Eun dipeluk Dong Hae. Dia sangat tidak menyukai So Eun berdekatan dengan lelaki lain selain dirinya. Dia cemburu? Hyuk Jae berusaha menyangkal pikiran sempitnya. Padahal ia mencintai Hyo Yeon. Atau rasa cinta itu sudah berganti ke So Eun?

Hyuk Jae mengacak rambut hitamnya dengan frustasi. Ditambah lagi dia menyuruh So Eun turun ditengah jalan. Perasaannya yang kalut dan bingung, Hyuk Jae membanting setir. Kembali menjemput So Eun. Namun Hyuk Jae malah tidak menemukan So Eun dijalan.

“Mungkinkah dia naik taksi?”

Hyuk Jae memutuskan pulang ke rumah. So Eun pasti sudah berada disana. Namun ternyata dia tidak ada. Hyuk Jae sudah memeriksa kamarnya dan bertanya kepada pelayannya. Tetap saja mereka tidak tahu. Hyuk Jae masih terheran. Hingga sang Ayah menepuk bahunya.

“Hyuk Jae, Ayah butuh bantuanmu.”ucapnya.

“Apa itu?”

“Bisakah kau antarkan dokumen ini ke hotel? Ayah ada janji dengan klien. Ini dokumen dan nomor kamar hotel.”

Hyuk Jae menerima dokumen itu. Segera ia pergi melaksanakan perintah Ayahnya. Mungkin sekalian mencari So Eun kemana perginya.

 

*****

 

So Eun terbingung. Memandang ruangan yang mewah, sebuah kamar hotel. So Eun masih terdiam. Bingung mesti ngapain. Padahal dia harus pulang ke rumah sebelum Hyuk Jae semakin marah. So Eun melirik arlojinya, sudah 30 menit dia berada di hotel. Hyuk Jae pasti akan mencarinya. Tetapi Dong Hae belum keluar dari kamar mandi. Entah apa yang dia lakukan. So Eun begitu gelisah memikirkannya. Mungkin tidak sopan, tetapi dia tidak ingin Hyuk Jae akan semakin marah dengannya karena dirinya tidak pulang kerumah. So Eun beranjak dari kasur menuju ke pintu. Saat memutar kenop pintu dan sedikit terbuka.

“Kau mau kemana?”

So Eun menegang. Perlahan dia membalikkan tubuhnya. Dong Hae sudah berdiri dihadapannya.

“Aku… harus pulang.”singkatnya sambil membuka pintu. Namun tangan kekarnya mencengkram lengan So Eun hingga So Eun menjauh dari pintu dan terlempar ke kasur. Ia menatap mata Dong Hae diliputi… emosi?

“Dong Hae…?”

“Apa benar kau sudah tunangan?”tanya Dong Hae langsung. So Eun menunduk. Kenapa dia bertanya seperti itu? Dagunya ditarik paksa menatap Dong Hae. Ada yang berubah dari Dong Hae. Tatapannya terlihat mengerikan, tidak seperti dulu yang selalu lembut dan ramah terhadapnya. So Eun memegang tangannya yang mencengkram pipi dengan kuat. Berharap bisa melepaskan tangannya. Dong Hae tidak sengaja melihat cincin di jari So Eun. Dong Hae melepaskan cengkramannya dan memunggunginya. Terlihat ekspresi kecewanya. Tidak disangka dia sudah didahului orang lain. Padahal jauh-jauh dari Jepang datang ke Korea berniat melamarnya. Iya, dia ingin melamar So Eun. So Eun yang sudah membuatnya tergila-gila. Dia sudah banyak menolak wanita lain yang ingin jadi kekasihnya demi So Eun. Dong Hae membalikkan tubuhnya.

“Kenapa kau tidak menungguku?”

So Eun tidak mengerti. Dia terbingung.

“Apa maksudmu?”

“Kenapa kau tidak menungguku pulang dari Jepang? Apa kau tidak tahu bahwa aku sudah lama menantikannya… Untuk melamarmu menjadi istriku.”

So Eun membelalakkan matanya. Sangat terkejut. Dia tidak mengira mantan seniornya itu mencintainya. Padahal dulu So Eun mengira cintanya hanya sepihak. Seharusnya dia bahagia karena Dong Hae, lelaki idamannya ternyata mencintainya. Seharusnya dia bahagia mendengar Dong Hae berniat melamarnya. Namun sekarang sudah terlambat. Karena dia sudah bertunangan. Dia sudah jadi milik Hyuk Jae, juga dia sudah melupakan perasaannya terhadap Dong Hae. Karena sekarang dia mencintai Lee Hyuk Jae.

“Kim So Eun!”

Suara panggilannya menyadarkan lamunannya. So Eun tersenyum kaku. Namun dia kembali menunduk.

“Ma..maafkan aku. Aku tidak menyangka ternyata kau mencintaiku.”

Dong Hae langsung memeluk erat So Eun. So Eun tidak berkutik. Dia membiarkannya. Pelukannya semakin erat sehingga So Eun bisa merasakan hidungnya menyentuh leher sehingga So Eun merasa geli.

“Dong Hae…” So Eun mendorongnya agar bisa melepaskan pelukannya.

“Padahal aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya, So Eun. Apa kau tidak bisa membayangkan betapa menderitanya aku selama di Jepang karena aku merindukanmu.”

So Eun hanya terdiam. Benarkan yang dikatakan Dong Hae? Dong Hae begitu menderita.

“Kenapa kau tidak menungguku dan menolak tunanganmu?” Dong Hae kembali membenamkan wajahnya dibahu So Eun. So Eun tidak bisa menjawab alasannya. Tidak bisa. Mungkin hanya satu jawaban yang bisa meyakininya.

“Karena aku mencintainya.”

Dong Hae mengangkat kepalanya. Dia menatap tidak percaya. Bukankah dulu So Eun begitu menyukainya bahkan mencintainya?

“Apa maksudmu? Bukankah dulu kau sangat mencintaiku?”

Giliran So Eun yang terkejut. Bagaimana Dong Hae bisa mengetahui perasaannya yang dulu? Padahal dulu So Eun sudah berusaha tidak terlalu terang-terangan menunjukkan perasaannya.

“Kau pasti bohong kan? Sebenarnya kau mencintaiku. Kau bertunangan karena terpaksa.”

Benar. Memang benar yang diduga Dong Hae. Tetapi itu kan pada awalnya, nyatanya sekarang So Eun malah jatuh cinta dengan Hyuk Jae.

“Tidak. Aku tidak bohong. Aku serius. Memang dulu aku pernah mencintaimu, tetapi sekarang tidak lagi. Karena sekarang aku terlanjur mencintainya.” So Eun berdiri hendak pergi dari kamar namun tangannya ditahan Dong Hae. So Eun bisa melihat ekspresi Dong Hae yang terlihat marah.

“Aku tidak akan membiarkanmu jauh dariku.”

Tanpa sempat So Eun bertanya lebih lanjut, Dong Hae menariknya dan mencium bibirnya. So Eun terkejut dengan ciumannya yang sangat kasar hingga mereka terjatuh dikasur dengan posisi So Eun menindih Dong Hae. So Eun juga tidak bisa melepaskan ciuman karena tangan Dong Hae terlalu kuat menekan kepalanya untuk mencium lebih dalam dan juga tangan satunya yang memeluk So Eun dengan kuat. Sehingga ponsel milik So Eun berdering. Dong Hae tidak menghiraukannya.

 

*****

 

Hyuk Jae berjalan menyusuri lorong hotel setelah dia mengantarkan dokumen sesuai dengan amanah dari Ayahnya. Hyuk Jae merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya. Kemudian dia menghubunginya. Menelepon Kim So Eun. Beberapa menit, panggilan itu masih tidak ada respon dari So Eun. Hyuk Jae menekan panggilan lagi. Masih menunggu respon dari So Eun. Sehingga Hyuk Jae bisa mendengar suara dering ponsel yang dikenalnya. Hyuk Jae berhenti. Dia menoleh ke sumber suara itu. Sebuah kamar dengan pintunya yang sedikit terbuka. Nada dering itu berhenti. Hyuk Jae menekan panggilan lagi. Memastikan dugaannya mengenai So Eun berada di kamar itu salah. Suara ponsel itu berdering dengan nada yang sama. Perlahan Hyuk Jae membuka pintu hingga melebar. Mata Hyuk Jae membesar melihat mereka sedang berciuman di kasur. Tangannya yang memegang ponsel menurun. Dia mencengkram ponselnya dengan kuat. Penuh amarah menyaksikan So Eun menindih Dong Hae dan sedang berciuman. Tanpa menunggu lagi, Hyuk Jae menarik lengan So Eun dan memukul wajah Dong Hae yang terkejut hingga berdarah. Akhirnya So Eun lega bisa melepaskan ciuman paksa dari Dong Hae. Namun dia terkejut melihat kemunculan Hyuk Jae yang tiba-tiba memukul Dong Hae.

“Hyuk Jae! Sudahlah… Jangan memukulnya lagi!”seru So Eun menahan lengan Hyuk Jae yang hendak memukul Dong Hae lagi. So Eun tidak tega melihatnya.

“KAU!!…”

Rahang Hyuk Jae mengeras saat melihat So Eun menahan tangannya. Hyuk Jae langsung menarik paksa So Eun keluar dari kamar hotel. So Eun sempat mengambil tasnya. Meninggalkan Dong Hae yang masih tersungkur dilantai.

 

*****

 

So Eun masih menunduk. Dia terlihat takut memandang Hyuk Jae yang sedang marah. Hingga sampai di tempat parkri yang sepi. Hyuk Jae melepaskan tangannya. So Eun mengelus pergelangan tangannya yang memerah. Hyuk Jae masih memunggunginya. So Eun sangat khawatir melihat punggungnya. Hyuk Jae terlihat sangat marah. Tangannya gemetar ingin menyentuh punggung Hyuk Jae. Tanpa aba-aba, Hyuk Jae berbalik. So Eun bisa melihat sorotan matanya yang marah dengan jelas.

“Apa kau begitu mencintainya sampai kau tega berselingkuh dariku?”ucap Hyuk Jae dengan penuh penekanan dalam kata-katanya. So Eun menggeleng, berusaha membantah apa yang dituduhkannya.

“Tidak, Hyuk Jae. Kau.. salah paham.”

“Bagaimana aku bisa salah paham? AKU JELAS-JELAS MELIHATMU BEGITU MENIKMATI BERCIUMAN DENGAN LELAKI BRENGSEK ITU!”teriaknya. So Eun menunduk ketakutan mendengar teriakannya yang penuh emosi. So Eun tidak menikmati ciumannya. So Eun sedang berusaha melepaskan ciuman paksa dari Dong Hae.

“Hhh… apa kau sudah lelah untuk menjadi orang yang patuh kepadaku?”ujar Hyuk Jae menatap tajam. Hyuk Jae mencengkram dagu So Eun agar So Eun memandangnya.

“Apa kau berniat mengkhianatiku? Kau tahu, aku sangat benci pengkhianat. Padahal aku sudah memberimu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanmu. Namun kali ini kau mengulanginya.”

So Eun bisa merasakan nafasnya yang penuh emosi. Tatapannya yang sangat dingin. Cengkraman kedua pipinya semakin sakit dibuatnya.

“Kalau saja bukan karena pertunangan kita yang sangat konyol ini, aku bisa membunuhmu.”desisnya, cengkramannya berpindah ke leher seakan mencekiknya.

“Ukh..” So Eun merasakan tekanan tangan Hyuk Jae di lehernya.

“Gara-gara kau, aku terpaksa fokus memperhatikanmu. Sehingga aku kehilangan orang yang sangat kucintai.” Hyuk Jae semakin menekan tangannya. So Eun mulai tersedak, seakan tenggorokannya tertekan. Nafasnya mulai tersengal tidak berdaya. Hyuk Jae benar-benar berniat mencekiknya. So Eun berusaha memukul tangan Hyuk Jae.

“O-Orang… yang kau cintai.. Apakah yang k-kau maksud Hyo Yeon?”

Cekikannya terlonggar. So Eun bisa bernafas. Hyuk Jae terlihat terkejut mendengarnya.

“Bagaimana kau bisa tahu?”tanya Hyuk Jae heran. So Eun sibuk mengambil udara untuk pernafasannya yang tersengal. Hyuk Jae mendorong kedua bahu So Eun sehingga punggungnya menabrak dinding.

“KATAKAN! Kenapa kau tahu orang yang aku maksud itu adalah Hyo Yeon?”

So Eun menahan rasa sakit dipunggungnya. Rasanya dia ingin menangis.

“Aku… bisa melihat kalian. Me-melihat tatapan kalian yang sangat berbeda.”

“Ck.. Kau benar-benar orang yang sangat menyebalkan.”

Hyuk Jae melepaskan cengkraman bahunya dan memunggunginya. Tangannya mengepal, berusaha mengatur nafas emosinya. Hyuk Jae melirik So Eun yang terduduk lemas.

“Aku akan memutuskan pertunangan kita.”

Mata So Eun terbelalak menandakan keterkejutannya.

“Ap.. Apa, Hyuk Jae?”

So Eun tidak sempat bertanya karena Hyuk Jae terburu meninggalkan parkir dengan mobilnya. Meninggalkan So Eun yang terduduk lemas. Pikirannya masih belum mencerna perkataan Hyuk Jae. Hyuk Jae memutuskan pertunangan mereka. Berarti persyaratan untuk membiayai rumah sakit Ibunya juga akan diputuskan. So Eun juga akan kehilangan Hyuk Jae.

“Tidak… Hyuk Jae!”

So Eun berusaha mengejar mobil Hyuk Jae walaupun mustahil.

 

*****

 

‘PLAK!’

Suara tamparan keras mendarat di pipi kiri So Eun hingga memerah. So Eun memandang Hyo Yeon yang terlihat emosi. So Eun mendapatkan telepon dari rumah sakit bahwa Ibunya telah sadar dari koma. So Eun pun mengalihkan pengejaran Hyuk Jae menuju ke rumah sakit. Tanpa disangka dia bertemu dengan Hyo Yeon dan langsung menamparnya. So Eun menyentuh pipinya.

“Kau benar-benar tidak punya otak! Bagaimana kau bisa berencana membunuh Hyuk Jae?”

Hyo Yeon sudah tahu rahasia antara So Eun dan Hyuk Jae dari Hee Chul.

“Itukah sebabnya Hyuk Jae tidak mau memutuskan pertunangan kalian. Gara-gara kau, aku telah kehilangan Hyuk Jae! Kau tahu, seharusnya aku yang jadi calon istrinya bukan kau. Padahal kami saling mencintainya. Aku… akan menceritakan ini kepada Bibi dan Paman!”

So Eun tersentak mendengar ancamannya, So Eun segera memegang lengan Hyo Yeon.

“Jangan! Aku mohon jangan ceritakan ini kepada Nyonya Lee. Aku mohon, Hyo Yeon!”serunya tetap memegang lengan Hyo Yeon.

“Aku tidak peduli. Aku akan menceritakan kejahatanmu terhadap putra yang mereka sayangi. Aku akan membongkar dirimu yang tidak baik. Lepaskan tanganmu!?” Hyo Yeon melepaskan tangan So Eun dengan kasar hingga So Eun terjatuh. So Eun sudah tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat Hyo Yeon yang mulai menghilang dari pandangannya. So Eun memutuskan pergi ke kamar tempat Ibunya di rawat. Ternyata benar, Ibunya telah sadar dari koma. So Eun segera memeluk Ibunya.

“IBU!?”

So Eun begitu bersyukur Ibunya telah sadar. Setidaknya dia masih memiliki Ibu yang sangat dicintainya. Namun dia melihat ekspresi Ibunya yang sedikit aneh. Ibunya memandang So Eun dengan lemah. Sedikit tersenyum dan terlihat cemas.

“Ibu…”

Tangan kirinya bergerak mendekati kepala So Eun. Membelai rambutnya dengan lembut. So Eun menangis melihat perlakuan yang dirindukannya.

“Kim… So Eun, anakku.”

So Eun mendongakkan kepalanya. Terkejut mendengar suara Ibu yang memanggil namanya. Sangat lama, Ibunya tidak memanggil namanya.

“Ibu… Ibu memanggil namaku?”ucap So Eun masih tidak percaya.

“Maafkan Ibu, nak. Ibu… tidak bermaksud memaksamu… untuk menjadi Sulli.”

So Eun terdiam. Sulli, adiknya yang sangat dicintai Ibu. Perhatian yang sangat berbeda. Sang adik yang telah meninggalkan Ibu selamanya. Sehingga membuat Ibu depresi. Ibu begitu terpukul dengan kematian Sulli akibat kecelakaan. Tidak tahan melihat Ibu berada di rumah sakit karena depresi, So Eun mengubah dirinya menjadi Sulli. Bahkan kepribadiannya pun diubah seperti Sulli yang selalu menurut kepada Ibu dan orang lain. Kepribadian Sulli yang lemah. Ini lah sebabnya, So Eun tidak bisa menolak perintah Ha Ra yang memintanya untuk mencelakai Hyuk Jae. So Eun tidak bisa melawan Hyuk Jae yang hampir melecehkannya.

“Tidak, Ibu. Asal Ibu bersamaku. Aku rela menjadi Sulli.” So Eun memeluk Ibu dengan erat. Dia tidak ingin kehilangan perhatian Ibunya. Ibunya terus membelai kepala anaknya.

“Maafkan Ibu yang selalu mengabaikanmu… So Eun bangunlah.”

So Eun mendongakkan kepalanya. Memandang Ibunya yang masih lemah. Kedua tangan menyentuh pipi So Eun dengan lembut.

“Kau… jadilah dirimu sendiri. Kau tidak usah mengikuti kepribadian Sulli. Ibu tahu, kau adalah anak yang kuat. Yang selalu bisa melindungi dirimu sendiri.”

“Ibu….”

“Oleh sebab itu, Ibu minta maaf atas semua kesalahan Ibu terhadapmu. Ibu sudah mengabaikan perhatianmu.Ibu hanya ingin mengatakan, bahwa Ibu… selalu mencintaimu.”

Tangannya menurun dengan lemah. Kedua matanya tertutup dengan sempurna. Begitu juga mendengar suara di alat yang menurun bahkan tidak bergrafik menandakan nyawanya sudah hilang. Ibunya telah meninggal.

So Eun tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya terdiam shock diluar kamar. Membiarkan dokter dan suster mengurus Ibunya yang sudah meninggalkannya. Dia telah kehilangan Ibu. Namun dia masih memiliki Ayah. So Eun harus menemukan Ayahnya yang telah menghilang. Karena di dunia ini dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain keluarganya. Seorang mayat yang ditutupi kain sedang didorong perawat. Tidak sengaja bertabrakan dengan orang lain sehingga kain itu tersingkap memperlihatkan wajah mayat itu. So Eun terbelalak melihat mayat yang sangat dikenalinya.

“Ayah.”

 

*****

 

Hyuk Jae melempar kunci mobilnya di meja dengan kasar. Dia terlihat sangat kesal. Hyuk Jae merebahkan dirinya di kasur yang empuk. Berusaha menenangkan hatinya yang terbakar cemburu. Cemburu? Hyuk Jae kembali terduduk memikirkan perkataannya. Benarkah dia cemburu? Hyuk Jae berusaha membantah dugaannya. Dia masih mencintai Hyo Yeon, untuk apa cemburu dengan So Eun. Dia hanya tidak suka melihat So Eun bersama orang lain. Dia tidak suka melihat So Eun mengkhianati perjanjiannya. Memutuskan pertunangannya? Seharusnya dari dulu ia lakukan. Seharusnya dari dulu dia menolak perjodohan itu dan memperkenalkan Hyo Yeon sebagai wanita yang dicintainya dihadapan orang tuanya. Tetapi kenapa hatinya begitu sakit saat mengucapkan perpisahan yang kejam terhadap So Eun?

‘BRAK!’

Hyuk Jae menoleh ke arah pintu yang dibuka secara kasar. So Eun berdiri dihadapannya dengan penampilannya yang sangat berantakan. Seragamnya terkena bercak darah. Wajah So Eun yang terlihat menyedihkan. So Eun langsung memeluk kaki Hyuk Jae yang terduduk di kasur.

“Aku mohon jangan tinggalkan aku, Hyuk Jae!”

 

*****

 

Para pelayan sedang sibuk melakukan tugas mereka masing-masing di rumah mewah milik keluarga Lee. Mereka sibuk melakukan persiapan makan malam. Tanpa mereka sadari ada percikan api di dapur menandakan terjadi arus pendek. Sehingga dapur itu terbakar dan berasap membuat pelayan yang ada didalamnya menjadi panic. Api pun menjadi besar dan menjalar di luar dapur. Menyebar ke ruangan lain.

 

*****

 

Ibu sudah meninggal. Ayah sudah tewas karena dibunuh orang yang tidak bertanggung jawab. Lengkap sudah So Eun menjadi sebatang kara. So Eun sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. So Eun sudah ditinggal orang-orang yang dicintai. Kecuali satu hal. Lee Hyuk Jae, satu-satunya orang yang dicintainya masih hidup. So Eun harus bergantung kepadanya. Dia tidak ingin sendirian berada di dunia ini. Dia harus berusaha membuat Hyuk Jae kembali dengannya. Tidak peduli dengan cara apa pun.

“Lepaskan!” Hyuk Jae mendorong So Eun. Dia masih marah dengan So Eun.

“Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dirimu.”

Hyuk Jae mengernyitkan keningnya. Terasa aneh dengan perkataan So Eun.

“Apa maksudmu?”

“Aku… Sebenarnya aku… mencintaimu. Aku tidak sanggup berpisah denganmu.”

Sungguh diluar dugaan. So Eun telah jatuh cinta dengannya. Hyuk Jae tersenyum sinis.

“Sayangnya, aku tidak mencintaimu. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku hanya mencintai Hyo Yeon…”

“Aku tidak peduli! Tidak apa-apa aku menjadi yang kedua bagimu. Aku hanya ingin bersamamu. Aku tidak mau berpisah denganmu.

“Kau… apa-apaan perkataanmu itu.”

Hyuk Jae merasa kesal. Saat dia hendak menjawab. Terdengar suara ledakan di luar kamar. Asap yang mengepul pun memenuhi kamarnya dan api bertambah besar. Hyuk Jae dan So Eun terkejut. Rumahnya kebakaran.

“ARGGHH!!”

Hyuk Jae tersandung saat menyelamatkan diri sehingga kepalanya terantuk meja. So Eun panik. Dia melihat atap segera roboh akan menimpa Hyuk Jae. So Eun langsung melindungi tubuh Hyuk Jae. Tidak peduli dengan kayu yang menimpa tubuhnya. So Eun berusaha mendorong kayu yang terbakar dari tubuhnya. Setelah berhasil disingkirkan, So Eun mengangkat Hyuk Jae yang tidak sadarkan diri. Menopang tubuhnya yang berat untuk keluar dari rumah.

 

*****

 

“Kita kekurangan darah, dokter.”ucap suster itu dengan cemasnya. So Eun menoleh.

“Ada apa dokter?”tanyanya.

“Maafkan kami. Kami sedang kehabisan stok darah. Padahal Tuan Hyuk Jae harus segera di operasi.”

So Eun tahu sulit meminta donor dari orang tua Hyuk Jae karena mereka sedang di luar negeri.

“Memangnya golongan darahnya apa?”

“O.”

“Biar aku saja yang mendonorkan darahku. Golongan darahku juga O.”

So Eun bersyukur mendengar golongan darah Hyuk Jae sama dengannya. So Eun segera mendonorkan darahnya berharap operasi itu bisa menyelamatkan nyawa Hyuk Jae. Dia tidak ingin Hyuk Jae meninggal seperti keluarganya. Dia sungguh tidak ingin kehilangan Hyuk Jae.

So Eun berdebar menunggu hasil operasi Hyuk Jae selesai. Dia tidak berhenti berdoa. Sehingga dia membuka mata dan melihat Hyo Yeon datang menghampirinya.

“Hyo Yeon…” So Eun yang menelepon Hyo Yeon, memberitahukan kondisi Hyuk Jae.

‘PLAK!’

Tamparan keras kembali terulang. So Eun terdiam. Hyo Yeon sangat emosi.

“Kenapa kau tidak meninggalkan Hyuk Jae!? LIHAT! GARA-GARA KAU, HYUK JAE TERLUKA! Apa kau berniat membunuhnya lagi!?”

‘DEG.’

So Eun tidak tahu harus berkata apa lagi. Mencerna perkataan Hyo Yeon.

“Apa kau tidak sadar? Kalau kau itu membawa MUSIBAH baginya!”

Hati So Eun kembali sakit. So Eun tidak bisa menjawabnya. Ayah, Ibu, dan Sulli meninggal karena dirinya. Sekarang Hyuk Jae sedang sekarat karena… dirinya? Hyo Yeon mengintip kaca ruang operasi itu walaupun mustahil melihat Hyuk Jae. Hyo Yeon hanya bisa berdoa dengan keselamatannya. So Eun menatap Hyo Hyeon. Hyo Yeon begitu mengkhawatirkan Hyuk Jae. Dia bisa merasakan Hyo Yeon begitu sangat mencintainya. Kehadiran So Eun di kehidupan Hyuk Jae malah membuat kacau. So Eun memegang bahu kanannya. Dia merasa sakit dibagian itu. Perlahan dia mendekati Hyo Yeon sambil melepaskan cincin pertunangan dari jarinya.

“Hyo Yeon…”

Hyo Yeon menoleh. Tidak menjawab. Dia membiarkan So Eun meraih tangannya.

“Ma..maafkan aku. Semua ini salahku… Ak-aku tidak berniat mencelakai Hyuk Jae.”

Hyo Yeon merasa bersalah saat melihat tatapan So Eun yang menyedihkan. Bagaimana pun dia masih memiliki hati nurani. Seharusnya dia tidak menyalahkan So Eun. Dia tahu apa penyebabnya. So Eun menggenggam erat tangan Hyo Yeon hingga mengepal.

“Aku… akan meninggalkan Hyuk Jae. Kau… jagalah Hyuk Jae.”

So Eun membalikkan badannya. Berjalan dengan lemah. Hyo Yeon memandang punggung So Eun hingga menghilang. Hyo Yeon membuka kepalan tangannya. Sebuah cincin pertunangan milik So Eun. Lampu operasi berganti warna menandakan operasi tersebut selesai. Seorang dokter keluar dari ruang operasi. Hyo Yeon segera mendekatinya.

“Bagaimana keadaannya dokter?”

Dokter itu tersenyum sambil menepuk bahu Hyo Yeon.

“Operasi berjalan sukses. Sebentar lagi, Hyuk Jae akan sadar.”

“Benarkah?” Hyo Yeon menggenggam tangan dokter itu seraya mengucapkan terima kasih.

“Apa kau sedang terluka?”

Hyo Yeon terbingung dengan perkataan Dokter. Dia melihat tangannya penuh dengan darah. Dia tidak menyadarinya.

“Ini bukan darahku.”

Hyo Yeon menoleh ke arah perginya So Eun. Itu adalah darah So Eun.

So Eun duduk di taksi. Masih memegang bahu kanannya. Terasa sangat sakit. Bahunya terluka bakar terkena kayu yang menimpanya saat melindungi Hyuk Jae. So Eun harus menjauhi kehidupan Hyuk Jae. Dia sudah banyak membuat orang lain terluka karena dirinya. So Eun menyentuh bandul kalung yang menghiasi lehernya. Sebuah kalung perak berbandul permata pemberian dari Hyuk Jae.

 

*****

 

2 TAHUN KEMUDIAN…..

 

Pria itu sibuk mengancingkan kemeja birunya. Setelahnya, memasangkan dasi yang serasi dan memakai jas. Penampilannya terlihat rapi dan sempurna. Tidak lupa ia menata rambut blondenya. Terasa sudah siap. Pria itu keluar dari kamarnya. Disambut beberapa pelayan yang melewatinya. Namun pria itu hanya terdiam tanpa ekspresi. Tidak membalas sapaan pelayan itu. Pria itu sudah ditunggu sekretarisnya. Pria itu langsung masuk ke dalam mobil diikuti sekretarisnya.

“Ini hasil laporan, Tuan Hyuk Jae.”ucap sekretaris sambil menyerahkan beberapa dokumen. Pria yang dipanggil Hyuk Jae segera memeriksa laporan tersebut. Dia menjadi direktur perusahaan menggantikan posisi Ayahnya yang sedang sibuk mengurusi rumah sakit. Hyuk Jae begitu fokus membacanya. Ponselnya berdering mengganggu kefokusan Hyuk Jae. Diraih ponselnya dari saku jas. Segera ia menjawab.

“Halo, Hyo Yeon..”

“Hyuk Jae! Apakah nanti malam kau ada waktu luang?”

Hyuk Jae melirik arlojinya.

“Ada. Kenapa?”

“Aku ingin kita bertemu di kafe seperti biasa. Membahas pernikahan kita nanti.”

“Baiklah.”

Komunikasi terputus. Hyuk Jae kembali memandang dokumen setelah mengakhiri percakapan ponsel dengan tunangannya, Hyo Yeon.

 

*****

 

Wanita itu berjalan dengan lincah. Merasakan suasana baik di pagi hari. Semalam dia telah sampai di Korea dengan selamat. Terus berjalan hingga ia terpaksa berhenti. Melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Wanita itu menyentuh kaca. Melihat patung yang mengenakan gaun pengantin dengan indahnya. Wanita itu tersenyum sambil meraba kalung perak berbandul permata yang melingkari lehernya kemudian menyentuh bekas luka bakar di bahu kanannya di balik kerah pakaian. Wanita itu melanjutkan perjalanannya hingga sampai di tempat tujuan. Sebuah kafe yang terkenal di jalanan itu. Ia masuk ke dalam kafe dan disambut temannya yang selalu tersenyum ceria.

“So Eun! Kau sudah pulang?!”

“Aku kembali, So Hee!”

Mereka berpelukan melepaskan kerinduannya yang sudah lama tidak berjumpa selama hampir setahun. Kemudian mereka masuk ke ruangan yang terletak di lantai dua.

“Bagaimana kafenya?”

“Sangat lancar. Meskipun kau sedang pergi ke Jepang. Pelanggan masih setia datang ke kafe ini.”

“Hm… baguslah.”

“Aku sungguh tidak menyangka, kau berhasil membuka cabang di sini. Hasilnya begitu sangat antusias. Aku juga tidak menyangka resep buatanmu begitu disukai pelanggan.”

So Eun tertawa mendengar pujian dari So Hee.

“Apa kau lupa? Aku kan suka sekali memasak.”

 

*****

 

Mobil mewah telah sampai di depan kafe. Pasangan sejoli itu telah turun dari mobil. Walaupun hari sudah malam, kafe itu tetap ramai dikunjungi pelanggan. Untungnya mereka sudah memesan tempat.

“Sungguh tidak disangka. Padahal sudah berapa kali aku mengunjungi tempat ini. Selalu ramai. Benarkan, Hyuk Jae.”

Hyuk Jae mengangguk tanpa ekspresi. Hyo Yeon hanya bisa terdiam. Hyuk Jae telah berubah. Saat dia sadar dari koma selama dua minggu dan saat So Eun benar-benar menghilang dari kehidupannya. Sesungguhnya Hyo Yeon merindukan Hyuk Jae yang selalu tersenyum saat disampingnya. Namun sekarang dia berubah. Hyo Yeon tersenyum. Setidaknya ia berhasil bertunangan dengan Hyuk Jae. Dengan permintaan Hyuk Jae sendiri.

 

*****

 

“Kau mau kemana?” tanya Hyo Yeon saat melihat Hyuk Jae berdiri dari kursinya.

“Toilet.”

Hyo Yeon mendengus keluh melihat Hyuk Jae pergi ke toilet. Lagi-lagi Hyuk Jae menjawab singkat. Hyo Yeon begitu khawatir dengan kondisi Hyuk Jae.

 

*****

 

Hyuk Jae berjalan menuju ke toilet. Dia terus melangkah sehingga seorang wanita melewatinya. Ia berhenti. Ia merasa mengenal aroma itu. Aroma yang sangat dirindukannya. Hyuk Jae menoleh.

“Kim So Eun.”

Wanita yang dipanggilnya berhenti. Ikut menoleh menanggapi panggilannya. Hyuk Jae tersentak, ternyata wanita itu benar-benar So Eun. Hyuk Jae yang selalu mencari keberadaannya selama 2 tahun ini. Hyuk Jae mendekati So Eun yang masih berdiri dihadapannya. Ada yang berubah dengan So Eun. Penampilannya yang dewasa membuatnya terlihat cantik. Namun bukan itu. So Eun tersenyum. Senyumannya yang tulus seakan tanpa beban. Tatapannya tidak memancarkan ketakutan dan keraguan saat berhadapan dengan Hyuk Jae seperti dulu.

“Sudah lama kita tidak bertemu, Lee Hyuk Jae.”sapa So Eun tanpa ragu dan ramah.

TO BE CONTINUED………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

40 responses to “That Somebody Was You [Part 5]

  1. dyyyy Mei 10, 2012 pukul 12:52 pm

    luka bakarny gak ilang ta?
    napa gak diobati ato dioperasi biar ilang?
    jgn2 luka bakar tu yg akan mnyatukan soeun n hyukjae?

  2. noni eka s. Mei 10, 2012 pukul 1:31 pm

    wuaaaaaaaaaaa sedih :’) kasian soeun nya. ayo thor lanjutin lagi😀

  3. minmin Mei 10, 2012 pukul 1:43 pm

    Kasian sekali sso,,,
    hyuk oppa jangan jahat2 dong ma sso,,,kasian sso sudah tidak punya siapa2 lagi,,

  4. Anna Mei 10, 2012 pukul 3:11 pm

    Huaaaa kcian soeun tp mmbc akhir part ini kykny sso brubah jd wnt mndri,tegar&yg pst tmbh keren,,,bnr2 menguras emosi,,part brktny giliran prjuangan cnta hyuk jae yg sbnrny dimulai,,dtggu sgr klnjtny ya gomawo🙂

  5. rizkyapratiwi Mei 10, 2012 pukul 4:23 pm

    huaaaaaaaaa ….. ending nya gantung thor
    lanjuuuuut eon penasaran nih sama part selanjtnya
    pengen cepat baca

  6. Dezztidini Mei 10, 2012 pukul 5:29 pm

    Aaach chingu nangis….
    Sdih bnget,,hiks hiks hiks… T_T
    next partnya jngan lama y chingu…

  7. po3_redha Mei 10, 2012 pukul 6:49 pm

    huaaa keren chingu, walaupun aq harus baca ulang lupa crita lamanya gimana hahahahah..
    lanjut chingu deabaak🙂

  8. hikari rofi Mei 11, 2012 pukul 1:17 am

    Retno Eonniii,,!!!^^
    keren….keren….^^
    Mianhae,,q bca’y ngebut dr part.1-5 sekaligus..

    ahahaha…!! q sempet mikir, jgn2 krn udh menyelamatkan hyuk jae, So eun jg akan memanfaatkan hyuk jae sama spt hyuk jae yg manfaatin so eun..
    ternyata tidak^^
    So eun jd dirinya sendiri, tdk berpura2, dan tetap mencintai hyuk jae..
    Sooo Sweet…^^

    itu luka bakarnya kenapa gk dioperasi aja. ‘Kenang2’ gitu ceritanya*lho(?)
    hehehe^^

    lanjut…lanjut..
    Hwaiting…!!^^

  9. anthy Mei 11, 2012 pukul 3:34 am

    eon daebak…
    sbenarnya udah bca part 1-5, tpi komennya di part 5 ja yah,,,
    gx bisa byangin muka hyuk jae yg lgi emosi, soal.y slalu lhat hyukjae senyum… tpi aku suka critanya…
    pas baca kira ma bumppa eh t’nyata slah, hehehe soal.y pnggemar bumsso, jdi stiap bca ff tntg sso slalu mkir.y bummpa, soal.y jarang banget ff yg psangin so eun dngn namja lain kcuali bumppa…
    ditunggu part selanjut.y penasaran..🙂

  10. Dear dHiyah Mei 11, 2012 pukul 6:24 am

    wuuahhh , kya y so eun bener” berubah dechh !!!

  11. syawalia febriani( lee ji sun ) Mei 11, 2012 pukul 7:07 am

    wah bgus nih ff nya
    tanpa sadar aku mnangis baca nya
    huaaaaaaaaa
    lanjutin eoonie ,,,,,,,,

  12. @endah_hyukiELF Mei 11, 2012 pukul 4:08 pm

    huwaaaaaaaaaaaaaaaaa lnjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut udh lma nunggu klnjutannya niiih chinguuu, ayolaaah…..

    bru2 mau nangiiis niiih tpi gk jdi >,<

  13. haekyusso Mei 11, 2012 pukul 5:01 pm

    DEABAKKKKKK….!!!!!!!!!!!
    D tunggu part slanjut y
    Ditunggu jg ff yg cast y sso eunni ma jaejoong sl y dah lama nunggu part slanjut y kan bgs crt y plus pnsrn sso eunni mlh jaejoong pa haeppa🙂🙂😉

  14. rokumunyu Mei 12, 2012 pukul 11:49 am

    cepat dilanjut ya,.
    ceritanya bgus,.
    ^^

  15. Hyora Kim Mei 12, 2012 pukul 9:21 pm

    Aku kagum sama kpribadian so eun yg begitu kuat.. Dy bsa melalu masa kelamnya dan bahkan dia terlihat tidak taku ketika sdkt sesuatu dri masa kelamnya menghampirinya lg..
    Next yah..
    Ditunggu..

  16. hangyeo *sinta* Mei 13, 2012 pukul 3:10 am

    그냥 기다리는 재미, 좋은 이야기, 다음 부분에 계속을 추가

  17. ticha_ Mei 14, 2012 pukul 9:38 am

    wow_daebAk eon_
    bkn deg”an_
    hyukpA bkln n9Apa!n yA???
    pnsRn?!😀
    eunnie emAnk dwS_mndR n cntk kQ_haha
    lanjuuutttt

  18. SonELF alma Mei 18, 2012 pukul 12:05 pm

    Author part 6 nya mana?, lanjutkan dong!
    lanjutkan dong, menurutku ceritanya amazing and good🙂

  19. Ji_Shoun Mei 22, 2012 pukul 6:12 am

    yang ini saya baru baca. Aaa keren. Saya suka❤ terus berkaya teman ^^

  20. QueenA FZ Juni 9, 2012 pukul 5:35 am

    part 6 jangan lama yach…
    hyuk jae jangan jahat lagi donk sma so eun
    yang akur yach uda 2thn ga ktm…

  21. yuniarti (@yuniarti36) Juni 27, 2012 pukul 8:02 am

    ngga sabar nunggu kelanjutannya, jgn lama2 ya?

  22. vani Juli 6, 2012 pukul 2:39 pm

    eunni,, ayo dilanjutin SWU ny :))
    semangat2… ditunggu ditunggu ni

  23. BL Juli 9, 2012 pukul 2:54 pm

    author please ini wajib dilanjutin bangetttttt😦 keren dan rame banget dan pinter bgt bikin penasaran😦 sumpah greget bangetttt. ayo dong ya author cepet part selanjutnya, oiya aku lupa bilang kalau aku new readers disini hahaha😀

  24. hangyo " farah nie gak parah Juli 17, 2012 pukul 10:58 am

    lanjutin dongdah ditunggu nih
    sayang klo gak dilanjutin terlalu bagus hahaha
    jangan lama lama ya

  25. yuniarti (@yuniarti36) Juli 24, 2012 pukul 9:21 am

    mana nie kelanjutannya dah penasaran bngt sm kelanjutannya
    suka bngt sama pair soeunhyuk

  26. susi Agustus 19, 2012 pukul 4:51 pm

    wah daebak keren .. Meneteskan air mata sedih bngt liat sso . Hyuppa jangan jahat2 knapa kasian ssonya . Aku tunggu part selanjutnya hyuksso harus bersatu . . Hidup hyuksso .

  27. Park handal Agustus 29, 2012 pukul 5:58 pm

    Keren keren n^^n cingu… Terskan jgn lm2 ya hehe

  28. cucancie September 15, 2012 pukul 12:28 am

    Whuaaa…lanjut….lanjut…..author ada lanjutannya kan?!

  29. irfa September 22, 2012 pukul 11:11 am

    oenni maaf, di part sebelum-sebelumnya aku ga ngomen ^^ baru sempet nih =)
    ini ff rameeeee bangeeet *teriak pake toa* udah ga sabar baca part selanjutnya😄

  30. geill September 26, 2012 pukul 11:35 am

    topppppp deh ceritanya, mantap….
    makin seru aja nih ceritanya….ok aq langsung aja deh ke part selanjutnya……gomawo…..^^

  31. HyunKyuCouple Oktober 3, 2012 pukul 3:28 pm

    top markotop….sifat aslimu keren so eun eonnie… heheheh……seruuuuuuuuu……tapi agk kurang suka ma hyo yeon eonnie…*plak

  32. groryfield Februari 9, 2013 pukul 10:23 pm

    nangis banjir aku baca ff ini thor T^T

  33. luthfiangelsso Februari 15, 2013 pukul 6:21 am

    Sumpah di part ini emosi’a dapet bgt

  34. eunjae25 Februari 23, 2013 pukul 12:33 am

    Speechless dech,,, part ini bener2 ngena bgt. Udh gga tahu mw ngomong apa. Daebak llah,,

  35. erika Maret 31, 2013 pukul 9:32 pm

    daebak….
    akhirnya so eun eonnie kembali kesifat aslinya🙂
    eh, so eun eonnie ketemu lg nh sama hyukppa, apa yg akan terjadi y jdi pnasaran!!!!
    mau bca next partnya lg y thor😀

  36. Kim Ra rA Juni 11, 2013 pukul 4:34 pm

    Sso ke jepang kalo G’ salah my fishy juga d jepang mereka barengan G’ yach??

  37. cutelfishy Januari 8, 2014 pukul 12:01 am

    Ga tega,, hidup So eun udah eomma n appa na meninggal trus ninggal hyuk jae. aq sampe nangis,, menyesakkan T.T
    omo Hyuk jae n So eun ktmu stlah 2thn????

  38. kyuwonhae's wife Maret 26, 2014 pukul 6:34 pm

    oommoo😦 nyesek

  39. Rani Annisa Desember 7, 2014 pukul 2:00 pm

    kasihan banget sama so eun..

    kenapa dia selalu mengalah aja…

    ya ampun eunhyuk & hyo yeon mau nikah.

    gimana reaksi so eun tau tentang itu???

    semoga aja nggak jadi nikah,, dan eunhyuk kembali ke so eun lagi..

  40. So_chie Februari 20, 2016 pukul 1:09 am

    Wach makin penasaran aja nech sama jalan cerita xa

    Td ff xa cuma sampek part 6

    Gantung chingu

    😭 lanjutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: