RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Lavender [Part 2]


Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

 

Bertemu dengan cinta pertama seharusnya bahagia apalagi cinta pertamanya adalah seorang lelaki tampan, cerdas, dan kaya. Tetapi jika mengingat lagi masa lalunya. Yang membuatnya kecewa bercampur malu, haruskah dia bahagia? Haruskah dia mengejar cintanya lagi? Masa lalu. Masa-masa dimana pada satu hari, ia memutuskan mengubah penampilan buruknya. Perubahannya yang hampir tidak dikenali teman-teman sekelasnya bahkan satu sekolah, mungkin. Seharusnya perubahan itu dia manfaatkan untuk meraih sang pujaannya sebab dia tahu bahwa dia memiliki kesempatan. Ia masih ingat, sangat ingat malah. Di malam pesta perpisahan sekolah, ia memakai dress warna favoritnya ungu, high heels yang cantik, dan topeng yang hanya menutupi bagian mata membuatnya menjadi seorang putri cantik yang misterius. Ia berjalan anggun dan penuh percaya diri melangkah ruang pesta yang penuh dengan para laki-laki dan perempuan muda yang sedang bersenang-senang. Merayakan sebuah perpisahan sekolah dan akan memasuki kehidupan dunia dewasa.

Lee Dong Hae, sang pangeran sekolah sekaligus cinta pertamanya. Lelaki yang dipuja banyak gadis. Walaupun sudah ada yang memiliki Dong Hae, namun fansnya tetap tidak berkurang. Ada yang memilikinya? Iya. Dong Hae memiliki seorang kekasih. Seorang gadis yang sangat pantas disampingnya. Membuatnya sempat putus asa untuk meraih hati Dong Hae. Namun malam itu, malam perpisahan. Ia pikir mendapat kesempatan untuk memilikinya setelah melihat peristiwa itu.

 

Flashback

Gadis yang mengenakan dress ungu tanpa melepaskan topengnya terus berjalan menuju ke lantai dua. Dia benar-benar pusing dengan suara yang sangat berisik dan musik yang bukan favoritnya. Salahkan saja dirinya yang terlalu menyukai musik tenang. Dia memang tidak terbiasa dengan musik-musik yang keras. Akhirnya dia memutuskan ke lantai dua. Menuju ke kamar kosong untuk melepaskan rasa pusingnya. Untungnya banyak teman yang tidak menyadari sang gadis cantik bertopeng itu adalah Kim So Eun yang berhasil mengubah penampilan kunonya. Ia terus berjalan menyusuri lantai dua. Suasana yang sepi sungguh mendukungnya untuk mengurangi rasa pusingnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara aneh di depan kamar yang hendak dilewatinya. Suara itu bukanlah teriakan tetapi lebih seperti mendesah. So Eun melihat pintu yang terbuka sedikit. Kelihatannya pintu itu tidak tertutup dengan baik dan tidak terkunci. Perlahan So Eun meraih kenop pintu dan membukanya dengan sangat pelan. Matanya membulat menyaksikan adegan tidak senonoh itu. Seorang lelaki sibuk berciuman dengan gadis yang pakaian atasnya terbuka sehingga So Eun bisa melihat bagian-bagian atas yang seharusnya ditutupi. Tetapi bukan itu yang bikin ia sangat terkejut, melainkan gadis itu. Gadis yang sangat dikenalinya, gadis yang merupakan rival cintanya. Gadis itu adalah kekasih Dong Hae.

Buru-buru So Eun menutup pintu dengan rapatnya tanpa bersuara. Ia menutup mulutnya dengan tidak percaya apa yang dilihatnya. Langkahnya bergontai akibat shock. Tidak disangka gadis itu mengkhianati Dong Hae. Padahal Dong Hae sudah memiliki segalanya, apa yang membuat gadis itu nekat berselingkuh. Kini So Eun terbingung. Apakah ia harus memberitahu kejadian itu kepada Dong Hae? Ia tidak mau gadis itu tega menyakiti hati Dong Hae. Tidak mau. Sudah cukup dia merelakannya demi kebahagiaan Dong Hae. Tetapi jika ia memberitahunya, akankah Dong Hae memutuskan gadis itu dan ia mendapatkan kesempatan untuk memiliki Dong Hae?

Rasa cinta So Eun terhadap Dong Hae begitu besar. Ia ingin egois mendapatkan hatinya. Ia mencintainya tidak dari harta yang dimiliki Dong Hae mengingat keluarganya adalah pemilik perusahaan terbesar di Korea bahkan sudah membuka cabang di beberapa luar negeri. Dong Hae memang tampan, sangat tampan. Kepribadiannya yang ramah walaupun ia merupakan idola di sekolah dan banyak gadis mengerubunginya. Namun Dong Hae bukanlah playboy, Dong Hae sangat menghargai wanita. Makanya tidak heran jika Dong Hae menolak cinta para gadis, ia menolaknya secara halus. So Eun jatuh cinta kepadanya karena Dong Hae adalah lelaki pertama yang menegurnya tanpa merasa jijik karena statusnya yang bukan orang kaya. So Eun bersyukur bisa sekolah disana karena beasiswa. Penampilannya yang sangat jelek pun tidak membuat Dong Hae menjauhinya. Setidaknya So Eun senang Dong Hae mau menjadi temannya di kelas dua. Namun So Eun terpaksa menguburkan rasa cintanya saat melihat Dong Hae bersama gadis yang disukainya. Gadis yang sudah menjadi kekasihnya. So Eun masih teringat dengan jelas bagaimana cara Dong Hae menyatakan cintanya kepada gadis itu. Karena So Eun tidak sengaja melihat mereka saat membuang sampah. Hal itu menyadarinya satu hal saat mengetahui siapa gadis itu. Dia tidak lebih baik dibanding dengan gadis itu. Tipe gadis yang disukai Dong Hae begitu tinggi membuatnya mustahil untuk lebih mengharapkannya. Dunia mereka begitu berbeda karena So Eun bukanlah orang kaya.

Langkah So Eun terhenti. Ia melihat lelaki berjas hitam sedang berjalan menuju ke arahnya dengan menunduk. Sepintas ia teringat dengan kejadian perselingkuhan itu membuatnya memikirkan suatu hal. Haruskah ia melakukannya?

Langkah lelaki itu terhenti saat melihat So Eun berdiri tegap dihadapannya. Ia terbingung melihat gadis cantik bertopeng yang tidak dikenalinya.

“Permisi, aku mau lewat.”

Tidak bergeming. So Eun tetap tidak menyingkirkan dirinya. Ia tetap menatap Dong Hae.

“Maaf. Aku mau lewat, Nona,”ucap Dong Hae lagi sedikit kesal melihat So Eun tidak bergerak sama sekali. Karena tidak kunjung menjawab, Dong Hae terpaksa mendorong bahu So Eun untuk memberi akses jalannya.

“Jangan kesana.”

Dong Hae terhenti. Ia membalikkan tubuhnya menghadap So Eun.

“Memangnya kenapa kalau aku kesana?”tanya Dong Hae mengerutkan keningnya. Heran. Siapa gadis dihadapannya yang berani melarangnya. Padahal ia ingin mencari kekasihnya yang diyakininya berada di lantai dua.

“Aku mohon, kau jangan kesana.” So Eun tidak menjawab pertanyaannya. Jawaban yang bikin jengah itu membuat Dong Hae agak kesal. Tidak dipedulikannya So Eun, Dong Hae kembali berbalik hendak melanjutkan langkahnya.

“Aku mencintaimu, Dong Hae.”

Dong Hae berhenti. Lagi-lagi pernyataan cinta. Ini sudah yang kesekian kalinya seorang gadis yang tak dikenal menembaknya. Padahal seisi sekolah tahu kalau Dong Hae sudah memiliki kekasih, juga sangat setia dengan kekasihnya.

“Maaf. Aku tidak bisa menerimamu.”tolaknya. Dong Hae kembali berjalan. Namun tiba-tiba bahunya ditarik dan mendorongnya hingga punggungnya menabrak tembok. Bibirnya tersentuh sesuatu yang hangat. Matanya terbelalak. So Eun mencium bibirnya. Sontak Dong Hae langsung mendorong bahu So Eun hingga So Eun terjatuh ke lantai. Namun ia tetap nekat. Ia berdiri dan kembali menciumnya dengan paksa. Ia terpaksa melakukannya karena ia tidak mau Dong Hae berjalan menuju ke arah kamar itu. Sangat kesal dengan tingkahnya, Dong Hae mendorong dan terpaksa menampar pipinya dengan keras. So Eun terkejut. Sangat terkejut. Dong Hae yang ramah dan sangat menghargai perempuan tiba-tiba berani menamparnya. Apakah tindakannya sangat keterlaluan di mata Dong Hae?

“Siapa kau ini?! Berani-beraninya kau menciumku! Aku sudah bilang aku tidak menerimamu. Apa kau tidak tahu kalau aku sudah memiliki kekasih? Dasar gadis jalang!”

Sakit.

Air matanya meleleh di pipi So Eun yang telah ditamparnya. Dirinya dianggap jalang oleh Dong Hae. Ia tahu. Ia bersalah. Dong Hae berhak marah dengannya. Tetapi ia tidak mau melihat Dong Hae saat bertemu dengan gadis itu.

Tidak jauh dari So Eun, Dong Hae masih berjalan sambil menyeka bibirnya dengan kasar. Ia begitu tidak ikhlas bibirnya dicium gadis yang tidak dikenalnya. Ia tidak mau mengkhianati kekasihnya. Langkah Dong Hae terhenti saat mendengar suara yang dikenalinya. Ia membalikkan tubuhnya menghadap pintu asal sumber suara itu. Ia sangat mengenali suara mendesah itu. Tangannya perlahan membuka pintu itu.

Terkejut.

So Eun tidak bisa menghentikannya. Sudah terlambat untuk menahan Dong Hae agar tidak membuka kamar itu. Tangan kanannya masih memegang pipinya yang memerah akibat tamparan itu. Ia tidak mau melihat Dong Hae tersakiti. Ia hanya bisa memandang Dong Hae dari jauh. Dong Hae yang masih terpaku berdiri.

“Maafkan aku, Dong Hae. Seharusnya kau tidak melihatnya. Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu. Hatiku merasa sakit jika melihatmu dikhianati dibandingkan tamparan yang aku terima darimu. Maafkan aku.”gumamnya.

Dong Hae begitu terkejut melihat pemandangan nista itu. Mereka bahkan tidak menyadari kehadiran Dong Hae karena sibuk dengan dunia mereka sendiri. Seharusnya Dong Hae melabrak mereka. Berteriak memarahi mereka yang beraninya melakukan hubungan terlarang itu. Namun ia tidak bisa. Langkahnya pun sulit untuk bergerak menghampiri mereka. Hanya ada satu hal yang membuatnya terpikir. Jadi ini alasan gadis bertopeng tidak dikenal melarangnya ke sini. Dong Hae menoleh, gadis itu masih berdiri sambil memegang pipinya. Ah, dia telah menamparnya. Namun bukan itu yang membuatnya tertegun. Ia bisa melihat air matanya secara jelas. Walaupun dia tidak berbicara dengan suara keras namun Dong Hae bisa membacanya dari gerakan bibirnya.

“Maaf.”

Gadis itu segera berbalik, berlari menghilang.

“Tunggu!”Langkah Dong Hae malah berbelok mengejarnya tanpa menutup pintu kamar. Seharusnya ia tidak menampar gadis itu. Pasti gadis itu sengaja menciumnya agar ia pergi dari tempat itu dan membatalkan niatnya mencari kekasihnya. Ia merasa familiar dengan gadis itu walaupun gadis itu hanya mengenakan topeng mata. Entah kenapa perasaannya menjadi bersalah dan harus mencarinya. Ia terus mengejarnya hingga ia kehilangan jejak karena terhalang banyaknya orang yang sibuk berdansa. Tidak berhasil menemukannya. Ia kehilangan gadis itu. Dong Hae begitu penasaran dengannya. Sejak itu, ia bertekad untuk menemukan gadis itu bagaimana pun caranya. Walau hanya ada satu petunjuk yang ditinggalkannya. Gadis itu menggunakan sesuatu yang sangat jarang dipakai para gadis pada umumnya. Memakai parfum dengan aroma yang unik namun bisa membuatnya merasa hangat dan nyaman ketika diciumnya. Sebuah parfum dengan aroma lavender.

End Of Flashback

*****

So Eun begitu gugup berada di kamar Dong Hae yang ternyata adalah majikannya. Lelaki cinta pertamanya yang sulit dilupakannya hingga sekarang walaupun ia sudah berkali-kali berpacaran dengan pria lain. Tangannya sibuk merapikan selimut setelah mengganti seprai.

“So Eun.” Suara baritone pria itu membuatnya cepat menoleh. Ia terpukau melihat penampilan Dong Hae yang tidak berkurang tampannya. Begitu gagah dan sangat tampan. Dong Hae melangkah mendekati So Eun yang berdiri disamping kasur.

“Tolong kau pasangkan dasi ini.”

Oh iya. Dong Hae itu tidak bisa memasang dasi dengan benar. Pantas saja Ka Hi sering memakaikan dasinya. So Eun menerima dasi dari Dong Hae. Kemudian ia berjinjit untuk melingkari dasi itu ke leher Dong Hae mengingat badannya yang tinggi. Untungnya So Eun tahu cara memasang dasi pria mengingat ia sering melakukannya dengan mantan kekasihnya. Tanpa disadarinya, Dong Hae terus menatap tajam. Bukan melihat caranya memasang dasi melainkan wajahnya yang cantik dan bibirnya yang ranum.

“Apakah kau adalah Kim So Eun, teman sekelasku saat kelas dua?”

Tangannya terhenti. Untungnya pemasangan dasi sudah selesai. So Eun tidak mengangkatkan kepalanya. Ia bingung bagaimana menjawabnya.

“Kau yang memakai kacamata tebal, menguncir kedua rambut, memakai seragam yang agak besar, dan selalu memakai parfum lavender. Aku benarkan?”lanjutnya.

Dong Hae masih mengingatnya. So Eun mendongakkan kepalanya. Ia melihat tatapan Dong Hae yang masih tersenyum. Dengan gugup, So Eun mengangguk.

“I-Iya, aku teman sekelas Tuan Muda saat SMA.”singkatnya.

Dong Hae menyeringai mendengar jawabannya.

“Ah! Aku hampir terlambat. So Eun, terima kasih kau sudah memasang dasi untukku. Kita akan mengobrol nanti. Oke?”

So Eun tidak menjawab karena Dong Hae terlanjur menghilang dari kamarnya. Tatapannya sendu ternyata Dong Hae masih mengingatnya sebagai teman sekelasnya. Namun apakah Dong Hae masih ingat dan menyadari bahwa gadis yang ditolaknya dengan kasar pada pesta perpisahan itu adalah Kim So Eun?

*****

“Terima kasih Tuan Muda sudah mau mengantarku.”ucap Ka Hi sambil membungkuk saat sampai di Bandara untuk pergi ke Perancis untuk mengejar cita-citanya sebagai desainer.

“Sudahlah, Ka Hi. Kau tidak perlu memanggilku Tuan Muda lagi. Kau bukan lagi menjadi pelayan pribadiku.”jawab Dong Hae merendah diri. Ka Hi tertawa kecil mendengarnya. Ia tidak menyangka selama 5 tahun bekerja sebagai pelayan pribadinya. Mungkin ia harus berterima kasih kepada Ibunya karena Kepala Lee adalah teman Ibunya sehingga memberinya pekerjaan.

“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengucapkan rasa terima kasihku kepadamu karena kau mau membiayai perkuliahanku.”

Ia bisa kuliah di Perancis bukan dari gajinya selama bekerja. Namun karena tawaran dari Dong Hae yang berbaik hati. Dong Hae tersenyum mendengarnya.

“Namun aku tidak menyangka kau langsung memilih So Eun untuk menjadi pelayan pribadimu. Padahal dulu hubungan kalian tidak terlalu akrab maksudku.”

Ka Hi masih ingat betul saat Dong Hae tidak sengaja melihat sebuah foto yang terjatuh di lantai saat Ka Hi sibuk membereskan seprai. Ka Hi tidak menyangka ternyata Dong Hae mengenal Kim So Eun yang pernah sekelas saat kelas dua. Padahal Ka Hi dekat dengan So Eun saat kelas tiga. Ka Hi dekat dengannya karena memiliki latar belakang yang sama. Ia bisa sekolah di sana juga karena beasiswa. Ia juga masih ingat dengan So Eun yang pernah curhat dengannya mengenai Dong Hae adalah cinta pertamanya. Mengetahui dirinya adalah sahabat So Eun tiba-tiba menawari perkuliahan di Perancis dan sebagai gantinya memberi informasi tentang keberadaan So Eun.

“Tapi aku heran. Kenapa Tuan Muda begitu menginginkan So Eun sebagai pelayan pribadi Anda, padahal Kepala Lee bisa mencari yang lebih baik untuk menggantikan posisiku.”

Lagi-lagi Dong Hae hanya tersenyum. Ia pun mengacak rambut Ka Hi dengan gemasnya.

“Aahh! TUAN MUDA!?” Kesal Ka Hi, rambutnya yang sudah susah payah dirapihkannya kini berantakan lagi.

“Sudah aku bilang, jangan panggil aku Tuan Muda lagi. Kau sudah kuanggap sebagai adikku, Ka Hi.”

“Iya-iya, LEE DONG HAE,” Ka Hi tersenyum senang bisa memanggil namanya secara bebas.

“Kalau begitu, aku pamit dulu Dong Hae. Do’akan aku semoga aku sukses disana ya!?”teriak Ka Hi sambil menarik koper untuk segera naik pesawat yang sudah tiba. Dong Hae hanya membalas lambaian Ka Hi.

*****

Dong Hae sibuk membaca dokumen-dokumen di mobil untuk presentasi saat rapat nanti. Di usia yang muda, Dong Hae sudah menjabat sebagai direktur perusahaan keluarganya. Ia menggantikan posisi Ayahnya yang sudah meninggal dua tahun yang lalu karena kanker. Dong Hae sendiri tidak keberatan menerima beban tanggung jawab yang dipikulnya berhubung dia memang menyukai dunia bisnis.

“Tuan Dong Hae.”

Dong Hae mendongak menjawab panggilannya. Pria berkacamata yang memanggilnya segera mengeluarkan sebuah dokumen dari tas. Kemudian ia serahkan kepada Dong Hae untuk membaca hasil penemuannya. Dong Hae serius membacanya beserta ia menatap menyelidik saat menemukan sebuah foto yang di selipkan dikertas-kertas itu. Dong Hae menarik ujung bibirnya. Dia terlihat puas dengan hasil tersebut.

*****

Entah kenapa So Eun harus mau menunggu Dong Hae pulang di kamar Dong Hae? Mulutnya sibuk mengunyah permen rasa anggur. Sudah menjadi kebiasaannya jika saat malam ia makan permen rasa anggur untuk menghindari rasa lapar saat tidur nanti. Ia sibuk menyiapkan air hangat untuknya saat pulang nanti. Setelah dirasanya pas, So Eun mengelapkan tangannya basah di handuk yang sengaja dibawanya. Kemudian dia keluar dari kamar mandi. Ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 23:00.

“Seharusnya dia sudah sampai.”gumamnya.

‘CKLEK’

Sesuai dengan dugaannya, pintu kamar terbuka dan muncul Dong Hae dengan dasinya yang melonggar beserta kemejanya sedikit berantakan, jalannya sedikit terhuyung karena lelah. So Eun hanya terpaku berdiri. Tiba-tiba saja Dong Hae menangkup kedua pipi So Eun.

“Tu-Tuan Muda, apa yang Anda lakukan?”

Saat So Eun hendak melepaskan tangan Dong Hae yang memegang kedua pipinya. Wajahnya malah ditarik dan merasakan sesuatu kenyal dibibirnya. Mata So Eun melotot tidak percaya. Ia berharap apa yang dirasakan dan dilihatnya ini adalah mimpi.

Dong Hae mencium bibirnya! Tidak. Tidak hanya mencium secara biasa namun juga melumatnya. Sampai permen yang dikunyah So Eun tadi berpindah ke mulut Dong Hae. Jantung So Eun berdebar hingga ingin copot saking terkejutnya. So Eun mengerang saat disela-sela ciumannya. Dong Hae melepaskan ciumannya dan memandang So Eun yang sibuk mengambil nafasnya dengan senyuman bahagia. Matanya perlahan menutup dan menindih So Eun yang untungnya terjatuh di kasur. Jantung So Eun masih belum normal. Detakannya berpacu cepat tanpa henti.

“Itu…. Ciuman tadi. Apa yang sedang terjadi? Kenapa dia tiba-tiba menciumku?”gumam So Eun. Rasanya So Eun ingin berteriak, entah karena senang atau bingung. So Eun masih tidak percaya. Sadar dirinya ditindih Dong Hae membuat So Eun melihat Dong Hae yang rupanya tertidur. Dengan segenap tenaga, So Eun membalikkan posisinya sehingga So Eun bisa bangkit. Lalu ia melepaskan sepatu dan jas yang dipakai Dong Hae agar bisa tidur dengan nyaman. Kelihatannya air hangat yang sudah disiapkan menjadi sia-sia. Tidak mau berada di kamarnya lebih lama, So Eun cepat-cepat keluar tanpa menyadari mata Dong Hae yang tertutup perlahan terbuka menyaksikan kepanikan So Eun akibat ciuman yang diberikannya.

*****

Pagar mewah terbuka otomatis mempersilahkan mobil sport yang mewah memasuki istana tersebut. Hanya dalam satu putaran dan berhenti tepat di depan rumah itu. Lalu pemilik mobil sport itu turun sambil melepaskan kacamata hitamnya. Pria itu tersenyum dan tidak lupa ia mengambil bola basket yang sengaja dibawanya. Para pelayan menunduk menghormati pria tersebut yang sedang jalan melintasinya. Matanya mencari sosok yang ingin ditemuinya dan ia berhenti. Ia menemukannya yang sedang duduk fokus melihat pemandangan diluar. Entah apa yang dilihatnya, tetapi yang pasti pria itu begitu merindukan sahabatnya. Tanpa segan, pria itu langsung melempar bola basket itu ke arah sosok itu.

‘DUK!’

Dikiranya bakal berhasil menangkap bola tersebut ternyata malah menimpa kepalanya membuat pria itu segera mendekati sosok itu dengan rautnya yang terheran.

“Hei, Dong Hae! Tumben sekali kau gagal menangkap bolaku?”ucapnya sambil menepuk bahu dan duduk disampingnya. Sang korban, Dong Hae hanya mendengus, membiarkan bola basket itu terpantul keluar.

“Lee Hyuk Jae. Aku sedang tidak ingin bermain denganmu.”

“Heh? Kenapa?”

Hyuk Jae menunjukkan keterkejutannya secara berlebihan membuat Dong Hae memutar mata bolanya dengan bosan. Padahal ia sedang asyik memandang So Eun diluar.

“Kau ini kenapa? Oh iya, aku dengar dari Siwon katanya ia sudah menemukannya. Apa itu benar? Kau sudah menemukan… Cinderella Lavendermu?”

Dong Hae menyunggingkan bibirnya saat mendengar perkataan Hyuk Jae. Cinderella Lavender adalah julukan darinya untuk gadis bertopeng yang beraroma lavender. Matanya masih terfokus memandang So Eun dengan raut wajahnya yang terlihat kesal sedang menginjak rumput.

Menyadari tatapannya yang aneh, Hyuk Jae mengikuti arah pandangan tersebut. Ia tidak mengenal gadis itu yang malah meloncat-loncat dengan ekspresi takut entah kenapa.

“Siapa gadis itu? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?”tanya Hyuk Jae penasaran. Dong Hae melirik Hyuk Jae dan kembali melihat So Eun sembari menjawab pertanyaannya.

“Dia adalah pelayan pribadiku yang baru dan juga dia….” Dong Hae sengaja menggantungkan kalimatnya sembari menyentuh bibirnya yang telah melumat semalam.

“…..Cinderella lavenderku.”

73 responses to “Lavender [Part 2]

  1. airini Juni 16, 2012 pukul 5:49 am

    aaaa penasaran kapan lanjutannya eonnnn?

  2. Tikka Juni 17, 2012 pukul 3:27 am

    Kyaaa. .ayo dong di lanjutin please. .huhu *memohon_* ceritanya seruuuuuu. !!😀

  3. yeojaNiel Juni 17, 2012 pukul 7:23 am

    wohooo hae, pulang2 main cium aja xD
    kereeen next part y kak

  4. Ela Bumssoeulsangeun Juni 17, 2012 pukul 1:00 pm

    whooaaa….. LIKE IT!!!
    Daebak… pokoknya bagus deh ^^
    ya ampuuunn,, Hae peka banget yaah..
    akhirnya cinderella lavendernya udah ketemu… woahaha… bagus bagus.. tambah seru euyy ceritanya..
    aah itu Hae chuu~~ Kimsso.. #so sweet >///<
    kayak.na itu ciuman balesan dari Hae buat kimsso yaah… kyakyakya… bang ikaann… #aku cemburu.. plaakkk…
    whooaa pokonya aku suka banget nih FF… ^^

    part selanjutnya jngan kelamaan ya eonnie…
    ta tungguin nih… Hwaitiing ^^

  5. SHANE Juni 21, 2012 pukul 12:53 pm

    wahh,telat ni q bc ni ff,,reader komentar di part 2 ini ajja y,,,suka.

    penasaran sama next part ni ff?? d tunggu y kelanjutannya….
    fighting 3x…….

  6. Alma Azzah Juni 22, 2012 pukul 3:47 pm

    Annyeong aku reader baru !!
    hwaa, seru bgt !!
    aku sampe gx bisa ngomentar apa2, pokonya bgs thor !!
    d tunggu kelanjutannya ^^

  7. airini Juni 25, 2012 pukul 5:17 am

    eon kapan selanjutnya dipost nih gasabarrrrr… grudge lovenya juga nihhhh

  8. cucancie Juli 22, 2012 pukul 3:04 pm

    Whuaaa makin seru ceritanya…..

  9. karinput Agustus 15, 2012 pukul 2:55 pm

    aduhh mupeng tingkat maksimal ini -,-

  10. HyunKyuCouple Oktober 3, 2012 pukul 4:20 pm

    donghae oppa …kau…erghhhhhhhhhhhhhhhhtttttttttttt

  11. fredomkartini November 7, 2012 pukul 3:46 am

    so sweet bangeet ,donghae oppa ….langsung terkam aja ,makin seruuuu..

  12. tanti no kawai Februari 18, 2013 pukul 1:19 am

    Ckckckkc…. Dasarrr haeppa_pinter banget ngambil kesempatann….
    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))

    Suka…. Sukaaaa…..

    Lanjuttt baca…. .͡▹​

  13. Choi shinae Maret 10, 2013 pukul 6:54 am

    Wawawaaaaaaa makin keren ini ceritanyaaaaaaa
    aku sukaaaa bahasanya juga mudah dimengerti dan rapi..
    Rencana apa yg bkal hae lakuin k soen ¿¿¿¿

  14. luthfiangelsso Maret 23, 2013 pukul 6:00 am

    ahh cinderella lavender ahhh husteria reader🙂
    ternyata donghae inget sama sso🙂

    waww apa maksud’a donghae nyium sso tiba” ??
    tpi gapapa reader seneng nd sambil senyum” ngebayangin adegan kissing mereka…..🙂
    mau lanjutt lagi ahhh

  15. erika Maret 31, 2013 pukul 6:40 pm

    kyaa……
    haeppa apa maksutmu mencium so eun eonni tiba2 ;)#readercemburu
    tpi kalo ngebayangin adegan kiseunya haesso jdi senyum2 gaje🙂

  16. Kim Ra rA Juni 12, 2013 pukul 3:32 am

    Waaah pura atau beneran tidur tuh bisa2 nya langsung nyosor aja khahahhah lanjut lanjut lanjut lanjut

  17. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:18 am

    aku suka ffnya

  18. Kim Ra rA April 21, 2014 pukul 1:04 pm

    waaaah Hae pa maen sosor aja sampe sampe Sso gak biaa berkutik saking terkejutnya….!

  19. meilasari September 13, 2014 pukul 3:24 pm

    aigoo seperti.a donghae udh tau semua.a,
    tp so eun kaya.a msh blm tau kalau donghae udh tau semua.a tentang dia . .
    ^^

  20. Rani Annisa Desember 9, 2014 pukul 1:35 am

    wah apa donghae suka ke so eun???

    dia juga udah mulai mengenali so eun…

    ya ampun kenapa donghae tiba-tiba mencium so eun???

    penasaran banget sama hubungan mereka selanjutnya…

  21. yuliaseptiani Mei 25, 2015 pukul 11:06 am

    Makin penasaran cerita ny .. kayak ny donghae suka sama sso😉

  22. Luthfiangelsso Mei 29, 2015 pukul 12:41 am

    Lanjut dong eonn jeball~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: