RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

My Prince Is Bad Boy [Part 16 / Final]: Menemukan Takdir Cinta


Ji Yeon mulai bergerak gelisah. Peluh mulai keluar dari keningnya. Tidak disangkanya, Dong Hae akan membocorkan rencananya. Kim Bum segera mendekati Dong Hae yang masih berdiri.

“Maksudmu, kau sudah…. Menikah dengannya?”tanya Kim Bum sambil menunjuk Ji Yeon. Dong Hae menyeringai melihat kegugupan Ji Yeon. Bukannya menjawab pertanyaan Kim Bum, ia memilih berbalik dan meninggalkan gereja tersebut tanpa diketahui mereka bahwa Dong Hae meneteskan air matanya. Dong Hae bersedih.

Melihat kepergiannya, Kim Bum segera menghampiri Ji Yeon.

“Apa maksud semua ini, Ji Yeon? Kau sudah menikah dengannya?”

Ji Yeon tidak menjawab, ia memilih menunduk menghindari tatapan marah Kim Bum.

“JI YEON, JAWABLAH!”teriaknya membuat seluruh tamu di gereja terkejut. So Eun segera mengelus punggung Kim Bum, berusaha meredakan emosinya. Ia tahu Kim Bum orangnya sangatlah emosi.

“Tenanglah, Kim Bum.” Mendengar suara So Eun membuat emosi Kim Bum mereda.

“Itu dia!”

Suara teriakan baritone muncul dan mereka menoleh. Terlihat Hyuk Jae bersama tiga pria yang tidak dikenal menghampiri mereka. Salah satu dari mereka mendekati Ji Yeon kemudian kedua pria itu segera menahan tangannya.

“Apa-apaan ini? Siapa kalian?” Ji Yeon memberontak melihat mereka yang tidak dikenal. Pria yang ada dihadapannya pun mengeluarkan sebuah lencana dari jas coklatnya.

“Aku adalah Inspektur Sung Min dari Jepang. Kami menahanmu atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap orang tuamu.”

Mata mereka terbelalak, terkejut mendengar tuduhan tersebut. Sedangkan Ji Yeon hanya terdiam dan tangannya semakin memeras dokumen perceraian itu. Pasrah akan penangkapan tersebut. Tanpa memberi kesempatannya berbicara, Ji Yeon sudah diseret paksa mengikuti inspektur Sung Min keluar dari gereja.

“Apa kalian melihat Dong Hae?”tanya Hyuk Jae karena sedari tadi ia mencari Dong Hae.

“Dia… sudah pergi.” Kini Ga Eul menjawab. Hyuk Jae segera melesat keluar dari gereja. Para tamu di gereja yang belum pergi dari tadi berbisik-bisik tidak terduga saat melihat kejadian itu. Tidak mempedulikan kebisikan mereka, Kim Bum berbalik menghadap So Eun. Ia menatap tajam membuat So Eun terbingung.

“Ada apa, Kim Bum?”

Kim Bum baru menyadari, So Eun yang dihadapannya memakai gaun pengantin yang membuatnya terlihat cantik.

“Karena kau sudah memakai gaun pengantin, bagaimana kalau kita menikah sekarang saja?”

“Heh?”

So Eun terkejut. Ga Eul tergirang dan Kyu Hyun hanya memutar bola mata dengan bosan.

“Hei, kalau begitu kalian cepat ucap sumpah pernikahannya. Kalian ini membuatku lelah saja.”

“KYU HYUN!”seru Ga Eul sedikit kesal. Kyu Hyun hanya menyeringai. Sementara So Eun hanya mengangguk malu. Kyu Hyun dan Ga Eul segera kembali ke tempat duduk mereka. Menyaksikan pernikahan sakral kakak mereka.

*****

Mobil sport kuning berhenti disamping danau. Hyuk Jae segera keluar dari mobilnya. Matanya mencari sosok Dong Hae. Sudah diduganya, Dong Hae pasti akan melamun di samping danau itu. Segera ia menghampiri sahabat tercintanya.

“DONG HAE!?”

Teriakan itu membuat Dong Hae menoleh. Ia tersenyum. Hyuk Jae pun ikut duduk disampingnya. Ikut menyaksikan indahnya pemandangan danau tersebut.

“Kau baik-baik saja?”

Dong Hae tahu maksud pertanyaan Hyuk Jae. Ia mengangguk.

“Selama ini aku selalu bersabar menghadapinya selama lima tahun. Aku selalu percaya bahwa ia akan mencintaiku dan melupakan Kim Bum. Tetapi walaupun dia mencintai Kim Bum, setidaknya ia tidak akan melupakanku sebagai suaminya. Namun aku tidak menyangka ia begitu tega terhadapku. Ia tega mencoba membunuhku.”

Hyuk Jae terlihat kaget mendengarnya. Ia baru tahu kalau Ji Yeon juga berusaha membunuhnya.

“Benarkah itu, Dong Hae? Kau tahu dari mana?”

“Kyu Hyun. Dia yang menceritakannya. Pantas saja kecelakaan itu terasa aneh. .”

Kemudian mereka terdiam. Hyuk Jae menepuk punggung Dong Hae seraya memberi semangat.

“Sudahlah, Dong Hae. Aku yakin kau pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik daripada Ji Yeon.”

Dong Hae hanya tersenyum. Mereka memandang langit biru yang begitu cerah.

*****

“Apa ini?” tanya Lee Teuk saat melihat sebuah undangan ditangannya. Ia mengernyitkan keningnya. Ada gerangan apa Kyu Hyun memberikan undangan kepadanya?

“Itu undangan.”

“Iya, aku tahu ini undangan. Tapi untuk apa?”

“Aku ingin kau menggantikanku datang ke pesta ulang tahun itu. Aku ada janji dengan Ga Eul. Kau bisa kan?”

Lee Teuk terlihat menimbang sembari menatap undangan itu. Tidak lama, Lee Teuk mendengus nafasnya.

“Baiklah. Lagi pula aku kenal orang ini.”

“Terima Kasih, Kak Lee Teuk!” Kyu Hyun memeluk Lee Teuk.

“Wah… wah… tumben sekali kau memanggilku Kakak, Kyu Hyun.”

Kyu Hyun hanya cengar cengir.

*****

Sesuai petunjuk undangan tersebut. Disinilah Lee Teuk pada malam hari, berada dihotel yang mewah dimana teman Kyu Hyun juga temannya berulang tahun. Terlihat Lee Teuk begitu bosan menyaksikan pemandangan itu. Tidak tahu mesti ngapain, Lee Teuk memutuskan keluar dan pergi ke atap. Mencari udara segar. Setelah keluar dari lift, Lee Teuk membuka pintu dan angin malam yang sejuk pun menyambutnya. Namun rupanya ia tidak sendirian. Ada seorang wanita bergaun pendek hitam sedang memunggunginya. Wanita itu begitu menghayati memandang langit dengan tatapan sendu. Lee Teuk segera mendekatinya. Semakin ia dekati, semakin ia bisa melihat rupa wanita itu dengan jelas.

Cantik.

Itulah kesan pertama yang dilihat Lee Teuk. Sadar ada yang memperhatikannya, wanita itu menoleh dan sedikit terkejut melihat kemunculannya. Tidak lama, wanita itu tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya.

“Kenapa kau sendirian disini, Nona?”sapa Lee Teuk membuka suaranya sambil tersenyum yang juga memperlihatkan lesung pipitnya.

“Aku hanya ingin mencari udara segar saja.”jawab wanita itu dengan suara yang indah di telinga Lee Teuk. Lee Teuk merasa ada yang aneh dengan jantungnya yang terus berdebar.

“Apa kau tidak khawatir kekasihmu akan mencarimu?”

“Hah? Oh.. Haha..” Wanita itu tertawa kecil, lalu ia melanjutkan perkataannya.

“Aku tidak memiliki kekasih.”

“Oh, sungguh?”

Wanita itu mengangguk. Senyumannya yang begitu indah dan sejuk dimata Lee Teuk.

“Kalau begitu, bolehkah aku berkenalan dengan Nona yang cantik ini? Namaku Lee Teuk.”

Wanita itu tertawa lagi. Tidak disangka Lee Teuk mulai menggombal.

“Boleh. Namaku Kang So Ra.”

*****

Cuaca pagi hari yang cerah tetap saja bandara itu penuh dengan orang-orang yang akan segera naik pesawat.

“Kau yakin tidak mau tinggal disini?”

Pria yang memakai topi merah itu menggeleng tersenyum. Ga Eul menunduk sedikit kecewa. Walaupun ia sering dibuat kesal dengan Hyuk Jae yang benar-benar mesum namun ia sangat menyayangi Hyuk Jae yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri. Hyuk Jae hanya tersenyum sembari mengelus kepala Ga Eul. Matanya melirik ke arah Kyu Hyun yang berdiri tidak jauh dari mereka. Muncul seringaian dibibirnya.

“Tenang saja, Ga Eul. Pernikahanmu nanti, aku akan datang.”

Ga Eul mendongak dengan terbinar, “Benarkah? Kau janji?”

Hyuk Jae mengangguk dengan tangannya yang masih memegang kepala Ga Eul. Tanpa disadari Ga Eul, tangannya menurun ke tengkuk Ga Eul. Tanpa aba-aba, Hyuk Jae menarik tengkuknya dan Ga Eul terbelalak. Hyuk Jae mencium bibirnya dan sedikit melumatnya. Membuat Kyu Hyun yang tidak jauh dari mereka sangat terkejut, tangannya mengepal memandang tidak suka.

“HEI, HYUK JAE!”

Seiring dengan teriakan Kyu Hyun, Hyuk Jae melepaskan ciumannya sambil mengerling mata.

“Terima kasih atas ciuman perpisahanmu yang sangat manis, Ga Eul,” ucapnya dengan senyuman nakalnya. Hyuk Jae segera berlari masuk ke dalam bandara sebelum dihajar Kyu Hyun. Ga Eul tidak bergeming, ia hanya menyentuh bibirnya. Benar-benar shock. Kyu Hyun menarik kedua bahu Ga Eul berhadapan dengannya.

“Kenapa kau biarkan Hyuk Jae menciummu?”

Ga Eul bisa melihat kecemburuan Kyu Hyun dimatanya.

“A-a-aku tidak tahu kalau dia bakal menciumku. Semuanya mendadak, Kyu Hyun.” Ga Eul berusaha membelanya. Namun sepertinya Kyu Hyun benar-benar tidak bisa mengontrol rasa cemburunya. Ia segera mencium bibir Ga Eul dan melumatnya untuk menghapus bekas ciuman dari Hyuk Jae yang benar-benar kurang ajar. Tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat mereka. Sedangkan Ga Eul hanya bisa pasrah saja, percuma ia menolaknya.

*****

Suasana hiruk pikuk di sebuah kafe tidak membuat Dong Hae terganggu ketenangannya. Ia masih menikmati angin lembut saat memandang luar. Ia sengaja tidak ikut Hyuk Jae untuk pulang ke Amerika. Ia butuh menenangkan diri dari rasa sakit hatinya setelah perceraian tersebut. Sebenarnya ia masih mencintai Ji Yeon. Namun jika mengingat masa lalu, membuatnya terpaksa melepaskan Ji Yeon. Mungkin sudah saatnya ia melupakannya.

“Maaf, apakah ada orang disini?”

Lamunan Dong Hae teralihkan saat melihat seorang wanita cantik dihadapannya. Sejenak Dong Hae tertegun melihatnya. Hatinya merasa berdebar saat memandang senyuman manisnya. Tidak ada jawaban darinya membuat wanita itu bertanya lagi.

“Maaf, apakah kursi ini ada yang ditempati? Meja yang lain sudah penuh.”

Dong Hae tersadar dari terpesonanya. Ia segera tersenyum menjawabnya.

“Silahkan duduk. Aku sendirian disini.”

“Terima kasih.”

Wanita cantik yang berambut panjang itu langsung duduk dimeja Dong Hae. Ia mengeluarkan sebuah laptop kecil berwarna putih. Segera ia melakukan pekerjaannya. Dong Hae tidak berniat mengganggunya, ia malah sibuk memperhatikan kecantikannya. Hingga pelayan datang membawa pesanan wanita itu. Wanita itu meminum jusnya. Sadar dirinya terus diperhatikan Dong Hae membuat ia menghentikan ketikannya.

“Apa ada yang aneh denganku?”

Dong Hae menggeleng pelan sambil tersenyum.

“Tidak. Aku hanya merasa kau begitu cantik,” jawabnya tanpa ragu.

Wanita itu segera menunduk malu merona di wajahnya.

“Kalau boleh aku tahu, siapa namamu?” tanyanya sambil mengulurkan tangan. Wanita itu pun menyambutnya.

“Namaku Son Eun So.”

“Lee Dong Hae.”

*****

Beberapa hari setelah kepergiannya dari Seoul seharusnya bisa membuatnya tenang. Setidaknya menenangkan perasaannya yang baru saja patah hati karena Ga Eul yang memilih Kyu Hyun. Memang sulit untuk memilikinya jika mengingat hubungan mereka yang merupakan sepupu walaupun bukan sedarah. Langit malam di Amerika benar-benar indah walaupun masih kalah dengan langit malam di Seoul. Tatapannya begitu sendu. Mengingat semua konflik yang dihadapinya bersama Dong Hae. Walaupun masalahnya sudah selesai, namun ia masih khawatir dengan mental Dong Hae yang begitu sangat mencintai mantan istrinya. Ia berharap Dong Hae bisa menemukan wanita yang lebih baik dan pastinya bisa mencintainya secara tulus. Suasana seperti ini memang bisa dinikmati dengan minum kopi panas ditangannya untuk menghangatkan tubuhnya dari cuaca yang dingin. Ia benar-benar butuh ketenangan untuk menata hatinya jika tidak ada satu wanita yang tetap gigih mengejarnya.

“LEE HYUK JAE, Apakah itu kau?”

Baru saja Hyuk Jae menyeruput kopi terdengar suara familiar yang membuatnya cukup jengah. Hyuk Jae mengambil nafasnya, berharap ia bisa menata perkataannya untuk ‘mengusirnya’ dengan lembut. Sudah lama ia tidak mendengar suaranya yang sangat berisik karena ia pergi ke Seoul beberapa bulan. Hyuk Jae segera berbalik menghadap wanita yang ada dibelakangnya dengan mulutnya yang siap terbuka. Namun ia hanya terdiam mematung. Ia terpesona melihat penampilan wanita itu yang begitu berubah. Pakaiannya yang begitu feminism dengan mengenakan dress pendek berwarna biru dan rambutnya yang panjang hitam melebihi bahunya. Wanita itu benar-benar berbeda. Hyuk Jae sempat ragu mengenalinya.

“Lee… Se Na?”

Wanita yang diduga Se Na itu mengangguk semangat dengan senyuman yang tiba-tiba menyejukkan hati Hyuk Jae.

“Iya, ini aku Se Na. Hyuk Jae, kau kemana saja? Selama ini aku terus mencarimu. Kenapa kau tidak bilang kalau kau pergi ke Seoul?”

Tetap satu yang tidak berubah. Cerewetnya. Dulu Hyuk Jae sangat benci dengan kecerewetan teman kecilnya. Hyuk Jae membiarkan Se Na mengoceh mengenai pertanyaan alasan tidak bertemu Hyuk Jae beberapa minggu ini di Amerika. Dulu Hyuk Jae begitu membenci suaranya karena berisik. Namun sepertinya kini pandangannya akan berubah, karena ia menyukai suara ‘berisik’nya yang merdu. Ia sangat menyukai perubahan rambut Se Na yang dulu pirang kini menghitam. Membuat wajah oriental Se Na terlihat alami. Pikirannya yang mengenai patah hati karena Ga Eul kini menghilang. Ia terus memandang kecantikannya yang seperti bidadari. Sepertinya kepergiannya telah membuat Se Na berubah. Entah Ia harus bersyukur atau tidak. Hanya ada satu yang di pikirannya kini. Yaitu membuang gelas plastic berisi kopi yang dipegangnya dan menarik tengkuk Se Na untuk mendekatnya. Tanpa aba-aba, kecerewetan Se Na mulai teredam karena suaranya menghilang dibibir Hyuk Jae. Mata Se Na mengerjab tidak percaya. Hyuk Jae menciumnya! Bahkan melumatnya sedikit memaksa membuat Se Na mau tidak mau membuka bibirnya. Se Na masih tetap tidak percaya, pria yang ada dihadapannya, Lee Hyuk Jae yang selalu menolak cintanya walaupun Se Na tetap tidak menyerah untuk mendapatkan cintanya kini sedang mencium bibirnya! Demi tuhan, apakah ia sedang mimpi?

Setelah beberapa menit, Hyuk Jae pun melepaskan ciumannya. Ia bisa melihat wajah Se Na yang makin memerah, bibirnya yang basah karena ciumannya membuat Hyuk Jae menyeringai tipis. Ia memeluk pinggang Se Na untuk lebih dekatnya tanpa ada jarak satu pun. Se Na begitu terkejut diperlakukan seperti itu. Hyuk Jae mendekati bibirnya di telinga Se Na sehingga Se Na bisa merasakan nafasnya yang begitu dingin.

“Lee Se Na….”

Hyuk Jae sengaja menggantungkan kalimatnya, membuat Se Na menelan ludah. Hatinya yang sangat berdebar menanti perkataan Hyuk Jae selanjutnya apalagi dengan nada menggoda seperti itu.

“Kau harus menjadi kekasihku. Kau tidak hak untuk menolakku, Lee Se Na.”

“Apa…?”

Se Na menoleh hendak bertanya, bibirnya kembali dilumatnya. Tanpa memberi kesempatan Se Na bersuara. Hyuk Jae begitu ganas menciumnya seolah untuk mendapatkan kehangatan di tengah cuaca yang dingin ini tanpa mempedulikan tontonan orang lain. Ia berhak untuk mencium kekasihnya didepan umum karena ini adalah Amerika.

*****

Di pagi hari yang cukup cerah. Terlihat seorang wanita sedang berdiri didepan cermin. Raut wajahnya menunjukkan kegelisahan. Lebih tepatnya, ia merasa begitu gugup. Sangat gugup, karena hari ini adalah hari yang sangat penting dalam kehidupannya. Dimana ia akan melepaskan masa lajangnya untuk pertama kalinya. Wanita mengambil nafasnya kemudian menghembuskannya. Untuk mengurangi rasa gugupnya.

“Baiklah, Kim Ga Eul. Kau jangan gugup. Percayalah kau pasti bisa melakukannya sampai selesai. SEMANGAT, KIM GA EUL!” serunya menyemangati dirinya sendiri.

‘Tok.. Tok! Cklek.’

“Ga Eul, apakah kau sudah siap?” tanya sang kakak, So Eun.

“Astaga, kau terlihat sangat cantik, Ga Eul! Aku yakin Kyu Hyun pasti terpesona melihatmu.”

“Benarkah?”

Ga Eul begitu tersipu mendengar pujiannya. Hari ini adalah hari pernikahannya. Ga Eul menegapkan tubuhnya, memberi rasa percaya diri.

“Kau siap, Ga Eul?” tanya So Eun lagi. Ga Eul tersenyum lebar.

Ia sekarang sudah siap.

*****

Acara ini benar-benar unik. Sepertinya ini bisa masuk ke rekor dunia karena pernikahan si kembar –walaupun suaminya tidak kembar tapi kenyataannya ini adalah pernikahan saudara antara kakak dengan kakak dan adik dengan adik-. Walaupun sang kakak yang telah duluan menikah, mereka menyetujui usulan sang adik untuk menggelarkan resepsi di pernikahannya. Jadilah acara unik ini sebagai acara pernikahan Ga Eul dan Kyu Hyun dengan resepsi pernikahan So Eun dan Kim Bum. Keluarga mereka hanya bisa menatap bahagia melihat para putra dan putrinya menikah dengan tulus. Sepertinya kedua pasangan pengantin baru itu siap-siap mendapatkan kejutan dari orang-orang yang disayanginya. Yang pertama menyapa mereka adalah Lee Teuk. Tentu saja ia tidak sendirian, awalnya Ga Eul dan Kyu Hyun menggodanya untuk kapan mencari wanita dan menikah.

“Aku kesini bersama calon istriku, Kyu Hyun. Jadi hentikan candaan konyolmu. Tenang saja, sebentar lagi kami akan menikah,” ucap Lee Teuk.

“Lalu dimana calon istrimu?” timpal Kyu Hyun. Lee Teuk hanya menunjukkan dagu ke sampingnya dimana tempat toilet itu berada. Terlihat seorang wanita cantik muncul mendekati mereka. Lee Teuk langsung merangkul pinggangnya dengan mesra.

“Perkenalkan calon istriku, Kang So Ra. Kami akan segera menikah.”

“Wah… Cantik sekali! Lee Teuk, kau begitu pintar memilih calon istrimu. Aku sangat menyukainya.” Ga Eul begitu terbinar melihatnya. Sontak So Ra langsung menunduk malu mendengar pujiannya itu.

“Kim Bum.”

Kim Bum yang ada disamping Kyu Hyun segera menoleh diikuti So Eun beserta yang lainnya.

“Lee Dong Hae.”

Dong Hae langsung memeluk Kim Bum sembari mengucapkan selamat kepada mereka. Wanita yang ada disampingnya pun turut ikut mengucapkan selamat membuat mereka terheran. Siapa wanita cantik yang bersama Dong Hae ini?

“Ah… dia temanku, namanya Son Eun So. Aku memintanya untuk menemaniku datang kesini,” jelas Dong Hae saat melihat ekspresi mereka yang terheran. So Eun yang menyadari raut wajahnya yang tersipu sontak menggodanya.

“Benarkah? Teman apa teman? Kenapa aku merasa kalian ini seperti sepasang kekasih? Kalian sangat cocok.”

Dong Hae dan Eun So kompak menunduk malu. Mereka juga tidak membantah. Sepertinya mereka ini adalah pasangan pemalu. Yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah mereka.

“Sepertinya sifat pemalumu belum berubah, Dong Hae?”

Sontak mereka menoleh ke arah sumber suara. Seorang pria berjas hitam bersama wanita disampingnya berjalan mereka.

“Hyuk Jae! Akhirnya kau datang juga.”

Ga Eul begitu senang melihat kemunculannya sesuai dengan janjinya.

“Tentu saja, Ga Eulku sayang. Aku bukan pria yang suka ingkar janji,” rayunya sambil memeluk Ga Eul. Ia akan berhasil mencium bibir Ga Eul lagi jika tidak dihalangi Kyu Hyun.

“Maaf, Hyuk Jae. Mulai saat ini, kau tidak boleh mencium istriku sesukamu lagi,” peringatnya kepada Hyuk Jae yang hanya menyeringai.

“Benarkah? Aku pikir kau tidak keberatan dengan ciuman salam ini.”

“Lee Hyuk Jae. Ini Seoul. Bukan AMERIKA,” desis Kyu Hyun yang rupanya kekesalannya terpancing.

“Ow..ow..ow.. Tenang Kyu Hyun. Baiklah, aku tidak akan menciumnya lagi.”

Hyuk Jae menepuk pundak Kyu Hyun berkali-kali. Berniat menenangkan kekesalan Kyu Hyun karena kejahilannya. Wanita yang ada disampingnya hanya menatap nanar melihat tingkah mereka. Kyu Hyun yang menyadari Hyuk Jae tidak sendirian, segera bertanya.

“Kalau begitu, siapa wanita disampingmu?”

“Oh dia. Kenalkan dia kekasihku, Lee Se Na.”

Hyuk Jae menarik Se Na untuk lebih dekat dengannya. Se Na segera mengangguk memberi salam. Walaupun ia sudah lama tinggal di Amerika bukan berarti ia lupa dengan adat dan tata karma Korea.

“Kau sudah mempunyai kekasih, bagaimana bisa kau berniat mencium istriku dihadapannya. Kau benar-benar playboy, Hyuk Jae,” sindir Kyu Hyun. Ga Eul segera menyikut perutnya, agar lidah tajamnya dikendalikan. Kyu Hyun benar-benar tidak tahu situasi. Se Na hanya tersenyum. Senyuman yang sedikit memaksa.

Tiba-tiba suasana begitu tidak mengenakkan. Kecuali Hyuk Jae yang malah dengan santainya tersenyum tanpa merasa bersalah.

“Ini semua gara-gara kau, Kyu Hyun,” Ga Eul menyalahkannya saat melihat Se Na meminta ijin untuk ke toilet. Ia bisa merasakan perasaan Se Na saat mendengar perkataannya.

“Hyuk Jae. Kenapa kau tidak mengikuti Se Na?”

“Hah? Untuk apa aku ikut ke toilet wanita? Lagi pula dia akan kembali.”

‘Dug!’

Pukulan dikepala Hyuk Jae dari kepala tangan Ga Eul yang cukup kuat.

“Kau ini… apa kau tidak peka? Jika kau benar-benar menganggapnya kekasihmu. Seharusnya kau menjaga perasaannya.”

Kening Ga Eul tambah berkedut dengan sangat kesalnya melihat Hyuk Jae masih adem ayem. Tetap tidak bergerak untuk mengejar Se Na.

*****

Se Na segera menghapuskan air matanya. Ia kembali bercermin di toilet, matanya menjadi sembab. Sudah berapa menit dia menangis. Se Na berusaha menenangkan hatinya yang sakit. Ia tahu bagaimana hubungan Hyuk Jae dengan Ga Eul. Ia sangat tahu bagaimana Hyuk Jae dulu sangat mencintai Ga Eul. Karena setiap Ia menyatakan cintanya, Hyuk Jae selalu memakai nama ‘Ga Eul’ sebagai alasan untuk menolaknya dulu. Kini walaupun Hyuk Jae sudah menerimanya atau lebih tepatnya memaksanya menjadi kekasih Hyuk Jae. Ia meragukan cinta Hyuk Jae. Tangan kanannya yang memegang keran perlahan ditariknya ke arah perut datarnya. Mengelus pelan. Ia terus memikirkannya, jika Hyuk Jae masih mencintai Ga Eul. Apakah Hyuk Jae tetap mempertahankannya sebagai kekasihnya? Ia sangat menginginkan Hyuk Jae menjadi suaminya. Namun ia tidak berani berharap tinggi.

“Aku ingin sekali memberitahukannya. Tetapi…. Ak-aku…Maafkan aku.”

Se Na mengelus perut datarnya dengan lembut.

*****

“Kenapa kau lama sekali?”

Se Na semakin menundukkan kepalanya saat ia berhadapan dengan Hyuk Jae. Bergabung dengan mereka setelah keluar dari toilet.

“Maaf.” Hanya itu yang Se Na bisa katakana. Hyuk Jae mendengus.

“Tidak apa-apa. Lebih baik kita berkumpul dengan mereka. Ga Eul mau melempar bunganya,” ujarnya sedikit dingin.

Se Na segera mengikuti Hyuk Jae. Ia melihat banyak para wanita maupun pria berkumpul didepan Ga Eul yang memunggunginya. Hendak melempar buket bunga. Sesaat Se Na mulai memikirkan, seandainya jika ia yang menangkap bunga itu akankah Hyuk Jae mau menikahinya? Lagi-lagi Se Na menggeleng. Ia tidak boleh mengharapkan sesuatu yang sedikit mustahil.

“Oke. Siap! Satu… Dua… Tiga…”

Saat Ga Eul hendak melempar, tiba-tiba Kyu Hyun mengambil bunga dari tangannya. Tanpa aba-aba, Kyu Hyun langsung melempar buket bunga itu ke arah…

Hyuk Jae.

Sontak semua para tamu tanpa terkecuali menoleh ke arah penangkap tersebut. Se Na hanya bisa terdiam karena kaget. Hyuk Jae yang menangkap bunga tersenyum. Ia mendekati Se Na sambil menyerahkan bunga yang tentunya diterima Se Na. Bibirnya mendekati telinga Se Na, hendak berbisik.

“Lee Se Na, jadilah istriku dan Ibu untuk anak kita.”

Ucapan yang begitu singkat namun berhasil membuat Se Na merintikkan air matanya. Ia merasakan belaian hangat dari Hyuk Jae di perutnya.

“Terima kasih, kau sudah mengandung anakku. Aku dengan senang hati menikahimu, Lee Se Na. Aku sangat mencintaimu,” lanjutnya sambil memasukkan cincin yang dibawanya di jemari Se Na. Kemudian memeluknya dengan erat.

“Hyuk Jae, bagaimana kau….”

Se Na ingin bertanya. Sungguh ia ingin bersuara menanyakannya bagaimana Hyuk Jae bisa mengetahui kalau ia sedang mengandung anaknya. Tetapi sepertinya itu mustahil karena Hyuk Jae langsung menutup bibirnya dengan bibirnya. Ciuman yang biasanya. Sedikit kasar namun hangat membuat Se Na membalas ciumannya dan sempat khawatir dengan pandangan para tamu yang menganggapnya tidak sopan. Tentu saja, para tamu yang membawa anak kecil langsung menutup mata mereka dari tontonan yang tidak sopan itu. Suasana pun menjadi sedikit ricuh. Sementara kedua pasangan pengantin itu hanya menggeleng menyaksikan ciuman mereka yang sedikit panas. Hyuk Jae benar-benar tidak berubah kemesumannya. Padahal yang punya acara siapa. Yang paling penting ini bukan Amerika, Hyuk Jae!

*****

2,5 Bulan Kemudian…..

So Eun memandang langit malam di teras rumah milik mereka berdua. Kepalanya diletakkan di dada Kim Bum yang ikut menyaksikan pemandangan malam yang indah.

Mereka begitu menikmati suasana yang hening dan ditemani musik romantis.

“Syukurlah masalah kita telah selesai. Aku kira kita tidak akan berhasil menikah…”

Ucapannya terputus karena Kim Bum mendekapnya lebih erat.

“Kau jangan berkata seperti itu lagi. Yang penting aku dan kau sudah menjadi satu untuk selamanya. Kita berdua akan bersama selamanya.”

So Eun terkekeh mendengar kalimat posesifnya.

“Kau yakin hanya kita berdua?”

Kim Bum melepaskan pelukannya dan menatap heran. So Eun hanya tertawa lucu. Ternyata ia cukup suka menggodanya. So Eun menarik tangan kiri Kim Bum dan meletakkannya di perutnya.

“Kau begitu egois jika mereka tidak ikut bersama kita selamanya.”

Sesaat Kim Bum berusaha mencerna kalimatnya. Tidak lama, matanya terbinar.

“Kau.. Kau hamil, So Eun?!”

So Eun mengangguk. Kim Bum langsung memeluknya dengan girang. Memeluk dengan erat, sesekali ia mencium perut istrinya yang sudah memberinya keturunan. Namun Kim Bum mendongakkan wajahnya, ia merasa ada yang janggal.

“Kau tadi bilang mereka. Maksudmu anak kita….”

So Eun mengangguk lagi.

“Benar, Sayang. Anak kita kembar.”

Sepertinya Kim Bum akan menambahkan keposesifannya terhadap anak kembarnya, tidak hanya So Eun.

Sementara Ga Eul di rumahnya, posisinya yang masih duduk dikasur. Tangannya memegang sebuah kertas dan juga foto.

“Aku tidak percaya. Apakah ini benar?” Ga Eul menggumam tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hingga sang suami, Kyu Hyun masuk ke dalam kamar mereka. Wajah Kyu Hyun yang begitu suntuk langsung menghilang saat melihat Ga Eul.

“Ada apa, Sayang?” tanyanya sambil mengecup bibirnya singkat.

“Kyu Hyun. Aku pernah bilang kan kalau tadi aku ke rumah sakit bersama Kak So Eun.”

Kyu Hyun mengangguk sambil melepaskan jas dan dasinya.

“Kau juga tahu kan kalau aku hamil?”

Kyu Hyun mengernyitkan keningnya. Heran. Ia mendekati Ga Eul dan ikut duduk disampingnya sambil memeluk perutnya dan meletakkan dagunya di bahu Ga Eul.

“Iya. Kau sedang mengandung anakku. Lalu apa masalahnya?”

“Kak So Eun ternyata hamil. Dia mengandung anak kembar. Tapi aku sungguh-sungguh tidak percaya. Padahal kami kembar, bagaimana dia bisa mengandung anak kembar?”

“Lalu?”

Kyu Hyun benar-benar penasaran mendengar perkataannya yang ambigu.

“Rupanya anak kita juga…. kembar.”

NB: Akhirnya Tamat juga FF yang penuh perjuangan ini! \(^0^)/

Q ucapkan terima kasih kepada para reader yang tidak lelah untuk komen dan juga yang tidak lelah dengan cerewetnya untuk menagih-nagih lanjutan FF ini sampai The End. Hehehe…😄

Moga-moga Endingnya cukup puas untuk para reader yang setia. Silahkan para readers yang tercinta menjawab pertanyaan yang simple. Di bagian ending, scene manakah yang paling menarik?

83 responses to “My Prince Is Bad Boy [Part 16 / Final]: Menemukan Takdir Cinta

  1. chiee Januari 1, 2013 pukul 12:49 am

    Aigoo….
    Smw brjalan lancar….
    Ending’a sweet bgt….🙂

  2. serly Januari 6, 2013 pukul 12:58 pm

    Ikutn baca y🙂
    Keren ff ny.. Tp ms prnikahan sedarah kgak dilarang di korea?
    Endingny lucu, sm2 kembar anak sso am gaeul wkk

  3. Little_MiSs LoLiPoP Februari 7, 2013 pukul 1:19 pm

    pleae update!

  4. NovitaSoEun Maret 1, 2013 pukul 10:38 am

    wah.. Ending nya keren bgt! aku suka ^^

  5. dea Maret 2, 2013 pukul 10:40 am

    wah ffnya keren,daebak.. smg author ttp smgt bikin ff keren laennya.. fighting😀

  6. atiyatiya Maret 11, 2013 pukul 11:31 am

    Rme dund..kmbr smua..hehe..

  7. Kodok Maret 13, 2013 pukul 3:25 pm

    ninggalin jejak dulu

  8. shifha April 15, 2013 pukul 4:29 pm

    akhirnya kurang bgus krna msh ad yg kurang jelas akhir.a tapi semua.a udah top markotod dah ngalahin pak bondan,

  9. Evittamayya Agustus 12, 2013 pukul 9:14 am

    Ffnya keren, suka bangeet sama ff ini^^

  10. Nadia kim Agustus 16, 2013 pukul 6:06 am

    Bagus banget ceritanya, aku suka dari awal baca sampai endingnya ^_^

  11. Zaily September 4, 2013 pukul 11:06 am

    Akhirny slsai jg ni ff
    Seru2 crtny
    Tp koc anak kim so eun ma kim ga eul sma2 kmbar lucu jga
    Eon daebak sukses ya buat ff yg lainny
    Smangat!!!

  12. Haneda September 24, 2013 pukul 4:13 pm

    kok ngakak xD

  13. oliph September 25, 2013 pukul 3:45 pm

    daebakk…
    saya suka happy ending ^^

  14. Novita sari Oktober 19, 2013 pukul 3:05 pm

    wah…crta@ bgus sex,ad sedih@ n jg ad romantis@,trma bwt udh nulis crta@,mga sukses ya….

  15. until fitrianita Oktober 22, 2013 pukul 1:02 pm

    wow bagus banget!!!
    tapi bgian bumsso sedkit!!! gpp
    pokoknya 100 jempol for author

  16. Kim ary Desember 12, 2013 pukul 5:42 pm

    Keren bgt crita na!!! Tpi bag. Bummso na koq dikit tpi gpp, oya ak plg ska wktu dpgunungan salju mreka br4 sama2 mnydari prasaan masing2

  17. Adelina Sitorus Maret 2, 2014 pukul 10:47 am

    pling menarik saat mreka ternyata mengandung anak kembar,trus ternyata lee min ho ikut berperan n y ngak kalah menariknya ternyata pemainnya artis kesukaanku semua………………

    hahaha…………..

  18. tyas27 April 8, 2014 pukul 3:02 am

    uaaaahh keren!!^^

  19. pradythara April 15, 2014 pukul 3:40 pm

    waahhh so sweet bangett sih kak pas terakhirr nya, suka bangett apalagi pass ga eul nikah, trus pas sso ngasih tau bumm kalo dia hamil, trus satu lagi pass ga eul ngasih tau kalo anak nya kembarr seneng banget deh kak. kalo bisa and kalo boleh minta, buatin part spesiall nya dong kak. yg nyeritain tentang hidup rumah tangga sama pass mnjelang kelahiran bayi-bayi nya bumsso sama ga eul + kyu hyun. aku bener-bener suka ka sama ff ini. walaupun di part-part sebelum nya sempet kesel juga sama kyu hyun soal nya gengsi banget kalo lagi cemburu sama ga eul hehehe😀

    daebakk kak 1000 jempoll buat kakak😀. suka bangett_bangett_bangett :D:D:D

  20. pradythara April 15, 2014 pukul 3:45 pm

    waahhh so sweet bangett sih kak pas terakhirr nya, suka bangett apalagi pass ga eul nikah, punya anak dan anak nya kembarr seneng banget deh kak. kalo bisa and kalo boleh minta, buatin part spesiall nya dong kak. yg nyeritain tentang hidup rumah tangga sama pass mnjelang kelahiran bayi2 nya bumsso sama ga eul + kyu hyun. aku bener2 suka ka sama ff ini. walaupun di part2 sebelum nya sempet kesel juga sama kyu hyun soal nya gengsi banget kalo lagi cemburu sama ga eul hehehe😀

    daebakk kak 1000 jempoll buat kakak😀. suka bangett_bangett :D:D

  21. mutiara Mei 5, 2014 pukul 12:27 pm

    Cerita bagus,,,aku suka,
    suka bgt,,,

  22. hyo soo Juli 1, 2014 pukul 5:00 am

    waaah keren banget. authornya pinter bgt buat ceritanya, ga nyangka bakal begini. aah pokoknya very very good (y)😀 suka banget moment waktu di pegunungan salju mereka sadar sama perasaan masing2, dan terkejut ternyata si kyuhyun ga bener2 cinta sama so eun? hanya utk menggoda kakaknya, kim bum. Suka banget sama ff di blog ini^^

  23. ainami September 9, 2014 pukul 3:52 pm

    hahaha sso ma ga eul sama2 mengandung anak kembar…

    fanfict ini jalan ceritanya menguras emosi *lap keringet*
    blom lagi cast banyak dengan kemisteriusan sifat mereka wkwkk yg tadinya bikin kesel malah akhirnya aku jd kasihan..
    masing2 menyimpan kisah pilu hiks…

    kejutan demi kejutan hadir jd tambah seru bacanya..

    part akhir selain manis juga konyol…. hadeh eunhyuk sepertinya forever yadong deh wkwkwk angkat tangan deh liat kelakuannya wkwkk

  24. Ega mawarni ysj(bumsso) September 25, 2014 pukul 3:12 pm

    Keren banget!
    Gaeul n so sama2 mengandung anak kembar wah daebak…..:)😉

  25. keyko Desember 6, 2014 pukul 11:20 am

    Keeren.. ceritanya nano nano …

  26. Rani Annisa Desember 10, 2014 pukul 5:11 am

    wah akhirnya happy ending semua : -)

    semua masalah teratasi,, dan semuanya juga udah dapat couple masing-masing…

    suka banget sama ceritanya mulai dari awal sampai akhir : -)

    ditunggu ff yang lainnya lagi ; -)

  27. Ny.Lee Desember 23, 2014 pukul 7:23 am

    Huwaaahhj akhir yg indahhhh…..

  28. Marthatina vita vienna Maret 15, 2015 pukul 10:10 am

    Wah happy family,bumsso,kyusso is the best.

  29. Tuti alwiyah Maret 17, 2015 pukul 2:03 pm

    Wahh .. Daebakk author..
    Saya sangat suka dengan ceritanya. Bkn lagi yaa.. Yang banyakk.. Gomawoo..

  30. erika Maret 23, 2015 pukul 10:01 am

    sukaaaa maaf part yg sebelumnya aku gacomment error😘

  31. mia September 2, 2015 pukul 2:07 am

    pasti rumah mereka bakalan rame karna sma” punya anak kembar

  32. Irna Ericha Desember 15, 2015 pukul 8:04 am

    Ji Yeon Jahat Banget Sama Dong Hae… Seru Semua Dah Punya Pasangan Masing”

  33. Aliana Park Desember 23, 2015 pukul 2:37 pm

    Keren eon ffnya… Sbenarnya kurang puas sih sama scene bumsso nya kurang banyak.. Hehe
    aku paling suka kalau scenenya bumsso..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: