RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Lavender [Part 3]


Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

 

Cinderella begitu malang saat dirinya dijadikan pembantu dirumah mewahnya sendiri karena siksaan ibu tirinya. Kemudian saat ada pengumuman pesta dimana sang pangeran mencari calon istri, Cinderella begitu berharap bisa datang ke pesta tersebut meski terus dihalangi sang Ibu tiri dan saudara tirinya. Berkat kebaikan hatinya, sang peri pun datang menolongnya. Peri yang baik hati itu menyulap Cinderella dengan gaun yang terlihat sangat cantik dan tidak lupa dengan sepatu kaca.

Di dalam kisah nyata, Kim So Eun begitu malang saat dirinya dikucilkan teman-teman sekelasnya hanya karena dia bukan kalangan atas. Dimana So Eun bisa bersekolah elit dengan mengandalkan beasiswa. Tidak lupa penampilannya yang benar-benar buruk, sukses membuatnya sering dihina. Saat masa-masa sekolahnya akan berakhir dan segera diselenggarakannya sebuah pesta perpisahan pada malam hari membuat So Eun harus mengubah penampilannya. Dengan bantuan sahabat tercintanya yaitu Ka Hi mendandani wajah beserta rambut So Eun dan gaun yang dibuat Ka Hi juga. So Eun benar-benar harus berterima kasih kepada Ka Hi karena memberikan gaun rancangannya secara sukarela. Setelah diyakini cantik, So Eun tidak lupa menyemprotkan parfum favoritnya dan memakai topeng yang hanya menutupi bagian mata. Namun tetap saja, ia tidak bisa mengambil hati sang pangerannya, Dong Hae. Rasa kecewa sudah mulai terasa dihatinya saat dirinya ditampar karena ulahnya. Karena tidak tahan, So Eun segera berlari. Berusaha menghilang dari hadapan Dong Hae, tidak peduli jika acaranya belum selesai. So Eun tidak tahu jika Dong Hae mengejarnya. So Eun tidak tahu jika kejadian itu meninggalkan kesan untuk Dong Hae.

Jika dalam dongeng, sang pangeran mencari Cinderellanya dengan petunjuk sebuah sepatu kaca yang tertinggal saat mengejarnya, maka Dong Hae mencari gadis misterius itu dengan petunjuk aroma lavender yang begitu familiar.

Lee Dong Hae segera mencari Cinderella lavendernya dengan berbagai cara. Cukup lama ia mencarinya selama bertahun-tahun sehingga ia mendapatkan laporan dari pria berkacamata yang bernama Siwon. Senyumannya merekah melihat foto itu. Tergambar seorang gadis yang sangat dikenalinya sedang memandang langit malam dengan gaun pesta perpisahan dan topeng di tangannya. Sudah lama ia mencurigai bahwa So Eun adalah gadis bertopeng yang menciuminya dengan paksa dan menamparnya. Rupanya kejadian itu tidak membuat Dong Hae cepat lupa justru malah terus mengingatnya.

Untuk lebih meyakininya, Dong Hae sengaja menyelinap ke kamar So Eun dengan diam-diam. Ia melihat So Eun tidur begitu nyenyaknya. Tangannya perlahan meraih pintu lemari. Instingnya mengatakan sebuah bukti ada didalam lemari tersebut. Ia membuka lemari dengan pelan. Sebuah gaun ungu, sepatu high heels, dan topeng terpajang dengan sempurna. Dong Hae meraih gaun tersebut dan menciumi aromanya. Lavender.

Dong Hae tersenyum. Ia begitu senang pencariannya bertahun-tahun akhirnya telah ditemukan. Dong Hae melangkah menuju ke kasur tempat So Eun yang masih tidur. Wajahnya yang polos dan mulus terlihat cantik dimata Dong Hae. Ia pun berjongkok menyamai tinggi kasur tersebut. Jemarinya menyentuh bibir So Eun yang ranum. Di elusnya bibir itu dengan pelan sambil tersenyum. Wajahnya mendekati wajah So Eun.

“Aku menemukanmu, So Eun. Cinderella lavenderku,” bisiknya menghapus jarak mereka. Bibirnya menyentuh bibir So Eun. Dikecupnya perlahan kemudian dilumatnya bibir So Eun seolah ia begitu merindukan ciuman paksaan di pesta perpisahan dulu. Terus melumatnya dengan lembut hingga So Eun mengerang kecil dalam tidurnya. So Eun belum menyadari jika Dong Hae sedang menciumnya. Ia mengira sedang bermimpi. Bahkan tanpa disadarinya, kedua tangan So Eun memeluk leher Dong Hae yang dikiranya guling, membuat Dong Hae semakin memperdalam ciumannya sambil menekan tengkuk So Eun.

 

*****

 

Jika di dalam dongeng, pangeran tampan berhasil menemukan Cinderella dengan bukti pasangan sepatu kaca kemudian mereka menikah dan bahagia. Maka nasib So Eun berbeda dengan dongeng tersebut. Sang pangeran, Dong Hae memang menemukan gadisnya namun ia tidak langsung melamarnya bahkan menunjukkan dirinya bahwa ia ingat peristiwa itu. Dong Hae malah menjahilinya seperti yang dilakukannya saat ini. Dimana So Eun begitu kesal mengingat suruhan Tuan Muda yaitu mencari cacing di taman yang terletak tepat di depan pintu selatan. Padahal seharusnya Dong Hae tahu kalau So Eun sangat takut dengan cacing, maka ia tidak heran menginjak rumput itu dengan kesal karena perintah anehnya. Lagi pula untuk apa Dong Hae bersusah payah menyuruh So Eun mencari cacing jika ia bisa membeli umpan di sebuah toko. Sungguh tidak ada yang bisa mengetahui rencana Dong Hae sebenarnya.

“Apa? Dia Cinderella lavendermu? Kau yakin?” ucap Hyuk Jae masih tidak percaya. So Eun memang cantik dan manis namun bukankah dia adalah seorang pelayan. Dong Hae tidak menggubris perkataannya. Ia masih menikmati reaksi So Eun yang begitu lucu.

“Hei… jika dia memang gadis yang kau cari, kenapa kau tidak langsung melamarnya? Bukankah dalam dongeng seorang pangeran yang telah menemukan gadisnya langsung menikah?”

Dong Hae terdiam sejenak, ekspresinya menjadi datar.

“Sayangnya apa kau lupa? Ini adalah kehidupan nyata bukan dongeng.”

Hyuk Jae terdiam. Ia tahu arah pembicaraan tersebut. Ia hanya bisa menepuk bahu Dong Hae memberi sebuah dukungan.

“Aku yakin, semuanya akan sesuai dengan rencanamu.”

“Terima kasih.”

 

*****

 

So Eun menghitung berapa banyak cacing hasil pencariannya di ember biru kecil. Walaupun tidak yakin itu benar atau tidak mengingat cacing-cacing itu terus bergerak dengan menggelikan.

Tepukan tangan menghentikan kegiatan So Eun. So Eun berbalik melihat Tuannya berdiri disamping pintu bersama seorang pria yang tidak dikenalnya.

“Kau sudah selesai mencarinya, So Eun?”

So Eun hanya mengangguk sambil menyeka keringat di pipi kanannya yang kotor karena tanah yang digalinya. Dong Hae terkekeh melihat penampilannya yang cukup berantakan.

“Kalau begitu, kau cepatlah mandi dan ganti bajumu. Aku ingin kau menemaniku memancing.”

Sejenak So Eun terbengong, jadi ini alasannya menyuruh So Eun mencari cacing. Tidak mau membuat Tuan Muda menunggu lama, So Eun berlari melewati mereka.

“Tumben sekali kau ingin memancing? Bukankah kemarin kau sudah kesana bersama Siwon?” tanya Hyuk Jae setelah So Eun menghilang dari hadapan mereka. Dong Hae menggeleng pelan.

“Ini berbeda. Sudah lama aku tidak ‘bermain’ dengannya.”

Hyuk Jae menautkan kedua alisnya, menandakan ia belum mengerti.

“Kau mau ikut, Hyuk Jae?” ajaknya.

 

*****

 

So Eun mengira Tuan muda memancing di sungai atau danau mengingat So Eun disuruh mencari cacing yang menjijikkan. Angin yang begitu kencang hampir saja membuat topi yang dipakai So Eun terlepas karena kecepatan kapal pesiar tersebut. Kapal pesiar? Iya, kini ia berada di atas kapal pesiar yang mewah menemani Dong Hae dan temannya yang diketahui Hyuk Jae memancing ikan di sebuah kolam yang terletak di tengah. Kolam yang berisi banyak ikan berenang dengan lincahnya, Orang kaya memang selalu mencari kesenangan yang dibilang ‘ekstrim’. So Eun kurang mengetahui apakah itu sejenis ikan tawar atau ikan laut. Karena saat So Eun mengangkat ember biru kecil ditangannya, ia masih bisa melihat cacing hasil tangkapannya utuh dan terus bergerak.

“Kalau begitu untuk apa dia menyuruhku mencari cacing ini?” gumam So Eun kesal. Sangat kesal karena ternyata Dong Hae memakai umpan palsu dan cacingnya pun tidak sama sekali disentuh untuk jadi umpan itu. Lalu apa gunanya dengan cacing itu?

“So Eun. Bisa kau ambilkan minuman kita? Jusnya sudah habis.”

Tanpa basa-basi So Eun langsung menuju ke dalam kapal. Setelah yakin So Eun menghilang, Hyuk Jae meletakkan alat pancingannya.

“Aku tidak mengira kau benar-benar mengerjainya. Bagaimana kau bisa melakukan itu kepadanya? Lalu apa gunanya kau menyuruhnya mencari.. err.. cacing?”

Dong Hae melepaskan kacamata hitam yang dipakainya. Kepalanya menoleh menghadap Hyuk Jae. Ia menarik tali pancing tanpa hasil tangkapan ikannya –atau sengaja tidak memancing ikan, hanya bermain-main saja- . Dong Hae mengambil ember biru kecil yang ditinggalkan So Eun, ia memutarkan tubuhnya ke pembatas seperti pagar itu dan mencodongkan kebawah.

“Tenang saja. Aku tidak akan membuat pencarian cacing yang dilakukan So Eun menjadi sia-sia.”

Hyuk Jae mengernyit heran. Ia menyaksikan ember yang dipegang Dong Hae terbalik. Menumpahkan seisi ember itu.

“Hei! Apa yang kau lakukan?” panik Hyuk Jae hendak menghentikannya namun saat ia memandang ke bawah melihat siapa yang menjadi korban atas tumpahan cacing yang menjijikkan, Hyuk Jae terdiam. Seorang wanita yang tidak beruntung itu berteriak histeris mendapati dirinya dipenuhi cacing yang berasal dari atas. Tidak lupa pria yang ada disampingnya membantu wanita itu menyingkirkan cacing-cacing dari tubuhnya. Pria  itu mendongakkan ke atas mencari pelaku namun tidak ada siapa-siapa.

“Dia… kenapa ada disini?” tanya Hyuk Jae kembali terduduk sebelum dilihat mereka. Dong Hae tersenyum miris mendengar pertanyaannya.

“Sepertinya dia ‘berulah’ lagi. Padahal aku sudah memberinya kesempatan,” sinis Dong Hae. Ia memandang langit yang cerah. Sepertinya Dong Hae memikirkan sesuatu yang tidak bisa dibaca Hyuk Jae.

“Tuan Muda ini minumannya.”

Mereka menoleh melihat So Eun sudah tiba dengan dua gelas yang ada ditangannya. Dong Hae mengambil gelas itu dengan mood yang baik membuat So Eun terheran dengannya.

“Tuan muda kenapa?” tanya So Eun kepada Hyuk Jae yang sedang minum. Hyuk Jae hanya mengangkat bahu. Matanya melirik sebuah ember tergeletak disampingnya. So Eun terkejut ternyata ember itu kosong.

“Tuan, kemana cacingnya?”

“Sudah dimakan ikan pancingannya,” jawab Hyuk Jae ambigu.

So Eun terbingung. Ia hendak bertanya lagi namun Hyuk Jae sudah berdiri mengikuti Dong Hae.

“Tapi aku tidak melihat ikan yang ditangkapnya satu pun,” gumam So Eun dengan bingungnya.

 

*****

 

Sebenarnya dari dulu sejak So Eun pertama kali bekerja sebagai pelayan pribadinya bertanya-tanya. Ia merasa janggal. Seingatnya dulu, Lee Dong Hae di pandangannya adalah seorang pria yang baik, ramah, dan juga tidak banyak bertingkah. Namun kini So Eun merasa asing dengannya setelah sekian lama tidak bertemu dengannya. Apa lagi jika mengingat beberapa hari yang lalu sebuah kejadian yang mengejutkan dimana dirinya tiba-tiba dicium saat Dong Hae pulang dari kantornya. Sungguh So Eun ingin bertanya kepadanya. So Eun saat ini sedang duduk manis dikursi menyaksikan orang-orang yang sibuk mondar-mandir melewatinya. Ia disuruh Dong Hae duduk menunggu tepat di depan resepsionis dengan dua koper miliknya dan Dong Hae.

Sejak mereka tiba di kapal pesiar, mereka tidak langsung menempati sebuah kamar yang akan menjadi tempat menginapnya. Karena Dong Hae memaksa langsung memancing ikan. So Eun sungguh tidak bisa membaca pikiran Dong Hae yang makin aneh. So Eun menghela nafas, ia meregangkan otot-ototnya yang kaku karena membawa dua koper yang cukup berat. Tanpa disengaja, ia melihat sepasang remaja berciuman dengan mesra. Cukup singkat namun membuat So Eun menerawang. Memikirkan perasaannya yang sudah lama ingin dia hilangkan. So Eun bertanya-tanya apakah gadis yang waktu itu masih menjadi kekasih Dong Hae atau mereka sudah berpisah? Bukankah gadis itu sudah melakukan hal nista dengan orang lain di depan Dong Hae, jika benar mereka berpisah itu berarti So Eun masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan cinta Dong Hae. Entah kenapa ada rasa percaya diri di hati So Eun. Ia merasa ada suatu dukungan yang membuatnya tersenyum. Memikirkan mantan-mantan kekasihnya yang selalu mencampakkannya, mungkinkah ini pertanda jika suatu saat ia akan bertemu dengan cinta pertamanya seperti saat ini.

‘Bruk!’

Suara dentuman yang cukup nyaring itu membuat So Eun tersadar dari lamunan. Tumpukan koper menimpa dua koper di hadapannya. Ternyata troli yang dibawa wanita itu tergelincir hingga terjadi tidak terseimbang. Wanita itu sibuk mengambil koper-koper yang terjatuh untuk masuk ke dalam troli.

“Maafkan aku!” ucap wanita itu merasa bersalah.

“Tidak apa-apa.”

So Eun turut membantunya. Koper yang cukup banyak. Wanita itu sangat cantik. Rambut hitam yang panjang, penampilannya yang sangat modis menunjukkan wanita itu fashionable. So Eun terpesona melihatnya.

“Sekali lagi aku minta maaf atas kekacauan tadi,” sesal wanita itu lagi.

“Ah… Tidak apa-apa, Nona,“ ujar So Eun memakluminya.

“Tapi terima kasih atas bantuanmu tadi. Oh iya, kenalkan namaku Lee Se Na.”

“Namaku Kim So Eun.” So Eun memperkenalkan dirinya menyambut uluran tangan wanita yang bernama Se Na.

“Kim So Eun? Sepertinya aku pernah mendengar namamu.”

“Apa?”

Sayangnya Se Na tidak menjawab keheranan So Eun karena Se Na mengangkat ponselnya. Se Na terlihat sedikit kesal saat menjawab telponnya.

“Aku pergi dulu ya. Senang bisa berkenalan denganmu!”

So Eun hanya mengangguk karena Se Na keburu pergi dengan tergesa-gesa. So Eun segera mengambil dua koper yang masih tergeletak didepannya. Ia menyadari ada sedikit aneh dengan koper miliknya.

“Ikut aku, So Eun.”

Suara baritone mengalihkan pandangannya dari koper. So Eun segera menarik kedua koper mengikuti sang tuan muda menuju ke kamar yang sudah dipesan. So Eun sedikit berdebar mengenai kamar. Apakah ia akan menempati kamar disamping kamar Dong Hae atau justru menempati kamar yang jauh dari kamar Dong Hae?

 

*****

 

Jika So Eun boleh memilih, ia memilih kamar yang jauh dari kamar Dong Hae. Bukan karena jika disamping kamar Dong Hae membuatnya cemas. Namun ini lebih dari sekedar cemas. Dong Hae hanya memesan satu kamar untuk mereka. Hanya untuk Dong Hae dan So Eun!

Ini cukup berlebihan buat So Eun yang sudah membayangkan tidak-tidak. Setelah diperhatikan ternyata bukan single bed melainkan double bed. Sepertinya ia masih merasa aman untuk tidur berdua dengan Dong Hae. Tetapi ia ingin bertanya kenapa mesti satu kamar?

“Karena kamar lain sudah penuh. Hanya ini yang tersisa. Aku pikir itu tidak masalah.”

Itulah jawaban Dong Hae dengan santainya membuat So Eun meringis. Apa ia tidak tahu kalau hati So Eun berdebar tidak menentu. Mungkin sebentar lagi So Eun akan merasa gugup dan akan segera pingsan karena mengetahui dirinya akan tidur bersama pria yang dicintainya –walaupun tidak satu kasur-. Kalau ia boleh jujur, ini pertama kalinya ia sekamar dengan seorang pria.

“Ta-tapi Tuan. Apa tidak aneh jika aku sekamar dengan Anda?”

Dong Hae yang sibuk melihat-lihat kamarnya pun menoleh.

“Apa kau keberatan?”

So Eun terdiam. Ia menunduk menghindari tatapan tajamnya. Tanpa disadarinya, Dong Hae melangkah mendekatinya.

“Lagi pula tidak mungkin aku menyuruhmu tidur diluar. Aku sudah bilang tadi, kalau kamar yang lain sudah penuh.”

“Lalu… bagaimana dengan Tuan Hyuk Jae? Bukankah beliau teman Anda? Kenapa tidak dengan dia saja? Aku bertukar kamar saja dengannya. Ini kan kamar dengan double bed, aku pikir itu lebih baik,” ujar So Eun mendongakkan kepalanya, membalas tatapan Dong Hae. Berharap Dong Hae menerima sarannya. Dong Hae mendekatkan wajahnya ke So Eun membuatnya termundur sedikit walau mustahil karena punggungnya mengenai pintu.

“Kau itu pelayan pribadiku. Aku tidak mau repot-repot memanggilmu jika aku sedang membutuhkanmu,” bisiknya tepat ditelinga So Eun.

Wajah So Eun merona. Ia merasakan desiran aneh ditubuhnya. Suara Dong Hae yang begitu seksi didengarnya. So Eun menutup matanya dengan gugup. Dong Hae malah mencium aroma lavender di rambutnya. Begitu harum dan tenang. Cukup lama mereka dengan posisi seperti itu. So Eun tidak bisa banyak berkutik saat kedua lengan Dong Hae memenjarakan tubuhnya. So Eun tidak munafik. Ia merasa senang dengan posisi seperti ini. Sudah lama So Eun menginginkan situasi seperti ini. Hampir saja Dong Hae memeluk tubuhnya jika tidak ada interupsi suara ketukan pintu yang membuat mereka tersadar. So Eun langsung mendorong pelan dan segera menyeret tubuhnya menjauhi Dong Hae.

“Siapa?” tanya Dong Hae sambil membuka pintu.

“Hyuk Jae.” Pria yang dipanggilnya hanya tersenyum.

“Kenapa kau diam saja? Kita harus cepat ke lantai tiga. Kau tidak lupa dengan rapat kan?”

Tujuan Dong Hae naik kapal pesiar tidak hanya memancing tetapi juga karena ada urusan bisnis yang kebetulan pertemuannya di kapal pesiar.

“Aku mengerti. So Eun kau tunggu dikamar saja. Jangan keluar tanpa seijinku. Kau mengerti.”

So Eun mengangguk pelan. Mengikuti perintah majikannya. Setelah Dong Hae sudah menghilang dari pandangannya. Tubuh So Eun melemas, ia langsung terduduk di lantai.

“Aku benar-benar tidak menyangka.”

Sepertinya So Eun begitu malu dengan kejadian tadi.

 

*****

 

Bosan. Itu yang dipikir So Eun saat memencet remote TV tidak menentu. Tidak ada acara yang menarik. Sudah hampir dua jam ia berada dikamar. Ia tidak mungkin melanggar perintah majikannya yang melarangnya keluar dari kamar. So Eun terduduk di kasur. Matanya menatap kasur disampingnya yang hanya dipisah sebuah meja kecil dengan lampu antik. So Eun bisa melihat wajah tidur majikannya yang polos dan tampan. Ia merasa sungguh beruntung. Matanya menangkap sebuah koper miliknya yang masih ditaruh dengan rapi disamping lemari. Sepertinya ia belum menaruh pakaiannya dilemari. So Eun beranjak dari kasur, ia membuka koper dengan pelan dan membukanya. Matanya terbelalak melihat isi koper tersebut.

“APA INI?”

Isi yang benar-benar berbeda dari yang sudah disiapkannya tadi siang.

 

*****

 

Wanita itu terbaring dikasur dengan lelahnya. Semua ini gara-gara temannya yang telat datang menjemputnya hingga ia repot mendorong troli dengan koper yang cukup banyak. Wanita itu segera mendekati koper berwarna merah. Koper yang cukup penting. Tangannya dengan pelan membuka resleting koper.

“Aku harap dia suka dengan pakaian ini. Yah… walaupun sebenarnya aku kurang akrab dengannya,” gumamnya. Kopernya pun dibuka dan wanita itu terkejut.

“Pakaian apa ini?”

Wanita itu memegang beberapa pakaian yang seperti pakaian pelayan dan beberapa pakaian yang menurutnya murahan. Sebuah kartu terjatuh dari salah satu pakaian tersebut. Wanita itu membaca kartu yang berupa kartu identitas : KIM SO EUN.

“Astaga! Jangan-jangan aku salah mengambil koper,” paniknya.

 

*****

 

So Eun memandang pakaian yang dipegangnya cukup aneh. Gaun pendek yang tipis berwarna ungu.

“Kenapa pakaian semacam lingerie ada dikoperku? Eh tunggu! Ini bukan koper milikku!?” histerisnya menyadari perbedaan koper itu. Beberapa lingerie dan pakaian yang sangat modis, terlihat mahal pastinya. Ia berusaha mengingat bagaimana kopernya bisa tertukar.

“Ah. Jangan-jangan milik yang bernama Lee Se Na itu? Aduh, bagaimana ini? Aku harus mengembalikannya dan mengambil koper punyaku. Tapi Dong Hae melarangku keluar. Bagaimana ini?” paniknya. Ia berusaha mencari solusi yang tepat. Akhirnya So Eun hanya bisa pasrah. Tangannya masih memegang gaun tidur, ia mengelus sebentar. Benar-benar halus. Tentu saja karena gaun itu terbuat dari sutra.

“Kira-kira kalau aku pakai ini, cocok tidak ya?”

Sesaat So Eun memutarkan kepalanya. Ia menelan ludah memastikan jika dikamarnya hanya ada dia. Sendirian.

“Lagi pula sepertinya Dong Hae masih lama. Tidak ada salahnya aku mencoba pakaian ini.”

So Eun segera ke kamar mandi. Ia bertekad memakai gaun yang seksi itu. Beberapa menit kemudian, So Eun keluar dari kamar mandi. Ia berjalan mendekati cermin besar di lemari.

Wajahnya memerah melihat penampilannya. Gaun ini benar-benar seksi. Bagaimana tidak, walaupun warna ungu tetapi ia bisa melihat dalamannya cukup jelas. Menunjukkan lekuk tubuhnya dengan jelas.

“Gaun seperti ini memang cocok untuk dipakai saat malam pertama. Ini terlalu seksi.”

So Eun menggeleng. Benar-benar seksi. Ia harus segera ganti pakaian sebelum Dong Hae memergokinya dengan gaun seksi ini.

‘Cklek.’

Sepertinya kali ini So Eun tidak beruntung. Pintu itu terbuka dan So Eun menoleh dengan terkejut. Sang majikannya sudah kembali dengan tatapan tajamnya, tentu tidak lupa menutup pintu kembali. Matanya memandangi lekuk tubuh So Eun yang indah memakai gaun seksi itu. Bahkan ia bisa melihat dalaman yang dipakai So Eun sehingga cukup mengundang hawa nafsunya.

“Ah! Ma – maafkan aku. Aku- akan segera ganti,” ujarnya sambil menutup dada dengan kedua tangannya.

So Eun benar-benar gemetar dipergokinya dengan pakaian seperti ini. Karena ia terlalu gugup, kakinya tersandung karpet membuat Dong Hae dengan sigap menangkapnya agar tidak terjatuh lantai. Hasilnya mereka malah terjatuh di kasur. So Eun hampir tidak bisa bernafas melihat Dong Hae menindihnya. Kedua tangannya yang memeluk tubuh So Eun, sedangkan tangan So Eun bertumpu di dadanya menahan beban tubuhnya. Posisi yang cukup intim sehingga Dong Hae bisa mencium aroma lavender di tubuh So Eun. Seringaian muncul disudut bibir Dong Hae.

“Apa kau sedang menggodaku, hmm?”

So Eun ingin membantahnya namun tidak bisa karena Dong Hae menyerang bibir ranumnya. Dong Hae begitu terlarut dengan pesonanya. So Eun meronta berusaha melepaskan ciumannya. Namun susah karena tenaga Dong Hae yang begitu kuat. Lumatan-lumatan ringan serta kuluman-kuluman yang cukup ganas pada kedua belah bibirnya membuatnya tidak berkutik, tanpa disadari So Eun lehernya yang jenjang dan halus disambut bibir milik majikannya. Mata So Eun terbelalak, ia harus menghentikan majikannya sebelum terlambat.

87 responses to “Lavender [Part 3]

  1. caca Juli 3, 2012 pukul 2:23 pm

    daebak, asyik, n mantap!!!
    cie, Donghae bisa z cari kesempatan
    wkwkwk
    haha, so pasti gak sabaran ni nunggu part selanjutnya.
    cepetan y author
    gomawo

  2. leiya Juli 4, 2012 pukul 2:59 am

    kereeen. . .
    Penasaran…ditunggu lanjutannya…

  3. Alma Azzah Juli 4, 2012 pukul 2:44 pm

    hayo, donghae oppa nakal !!
    seru eon🙂
    next part d tunggu ^^

  4. mayaulidhasso Juli 5, 2012 pukul 7:36 am

    author, maaf telat bgt komen. aku jarang On soalnya *alasan😦
    author, panas nih bacanya ;D
    itu Sso eonnie ngpain pake dicoba lagi bajunya?/ kan Haeppa jadi nafsu gitu hehehe xD
    aduhh, jgn sampe deh sesuatu yg tidak2 terjadi xD
    semoga Sso eonnie bisa menghentikannya ..
    oenasara ama part selanjutnya, gmna yaa?? apa yg bakal terjadi ??😉 hehe
    oke, dilanjut author
    gomawo^^

  5. Kyusso shipper Juli 6, 2012 pukul 6:46 am

    lanjutkan author jangan lama2 ya udah gak sabar🙂

  6. Choi SiYoong Juli 10, 2012 pukul 12:51 am

    WAAAAW Yadooong
    Ahai dari part satu baca baru sempat komen mianhae ^_^
    Si Dong Hae aneh2 aj ya. Masa’ mencari keberadaan orang melalui Paarfum. Gimana klau SO Eun ganti parfum? Jadi aroma Rose gitu…
    Si DOnghae main nyium orang sembarangan aja nih..ck..ck..ck
    Sebenarnya aku maniak BumSeo banget pada awalnya males ngelihat Seo ama Hae. Tapi setelah di baca Ok juga FF si Eonni
    Lanjut ya Eon….

  7. Siluet senja Juli 10, 2012 pukul 12:48 pm

    Beeeeh

    kim so eun kasian dia terjebak akan status dan hati

    aroma lavender memang menenangkan

  8. hangyo "lintang " Juli 11, 2012 pukul 2:04 pm

    next part
    sangat sangat dari sangat seru lanjut , di tunggu ni….

  9. ega Juli 17, 2012 pukul 8:35 pm

    so sweet …
    d tnggu ya lanjutanx !!

  10. astrida Juli 18, 2012 pukul 3:52 pm

    Daebak!!
    Dtunggu lanjutannya…

  11. cucancie Juli 22, 2012 pukul 3:21 pm

    Penasaran nunggy lanjutannya

  12. luna hwang Juli 30, 2012 pukul 4:43 am

    aigoo…..
    di tunggu postingan part slnjutnya
    penasaran kelanjutanya……

  13. Endang Juli 31, 2012 pukul 4:16 pm

    Donghae so sweet bgt..tdk melupakan se2orang dimasa lalu’a…,crt’a super duber keren lbh mudah dicerna*emang makanan*,bgaimana nasib so eun selanjut’a hanya author yg tau..,jd penasaran..sm lanjutan’a..

  14. herlin7 Agustus 5, 2012 pukul 12:52 pm

    lanjut donggg

  15. Putri mahardini Agustus 8, 2012 pukul 9:38 pm

    Annyeong Thor ,,,,

    wahh baguss nihh FF nya ,,,
    lanjutannya jangan lama-lama ia …

    Like this

  16. margaretha Agustus 15, 2012 pukul 12:43 am

    kyaaa! ayoo hae. lanjutkan. . kekekkk ^^ . . lanjut eonni. .😉

  17. karin Agustus 15, 2012 pukul 6:15 am

    udah berapa lama nih ga dilanjutin?

  18. karinput Agustus 15, 2012 pukul 3:14 pm

    aduhhh gimana ini…donge..why r u so hottt

  19. Endang sone elf Agustus 20, 2012 pukul 4:05 pm

    Author di bkn nc sperti’a co2k..hehe *otak yadong kumat*krn jrng2 ada cast donghae dan so eun..dlm bentuk nc..

  20. AngelFish Agustus 29, 2012 pukul 8:25 am

    KYAAA HAE NGAPAIN KAMUU ? .. hustt hihi
    HaeSso SO WOW O.O hehe SESUATU GITU YAH +.+
    kakk lanjutan Lavender ny belum jg yh ? nggk sbar nunggu part slanjutnya bnr2 pnasaran hehe
    oh ya mungkin aku br commentny skrang soalnya kmaren2 gk bisa kk mianh #puppyeyes

  21. Park Ri Rin September 7, 2012 pukul 4:14 pm

    E0nni lnjutin ff’a iaaa..

  22. della_nda September 16, 2012 pukul 4:45 am

    Eonni kok ff’nya lama banget dilanjutinnya ?

  23. fredomkartini November 7, 2012 pukul 4:13 am

    wahhhhh bahaya tuh ,dong hae oppa kog ga’ sabaran sih ,belum waktunya oppa ,nikah aja dulu ,hehehe …….kereeeen thor”

  24. tanti no kawai Februari 18, 2013 pukul 1:36 am

    Ckckckkck…. Haeppa jahil juga_nyuruh Sso nyari cacing…..

    Waaahhh… Siapa tuh Ϋά̲̣̥ηġ di siram haeppa ma cacing????
    Jngan2 tifany????

    Omoooo….. Apa Ϋά̲̣̥ηġ akan di lakukn ma haeppa_ma Sso???

    Lanjutttt bacaaa…. .͡▹​

  25. Choi shinae Maret 10, 2013 pukul 7:41 am

    Omooooooo…
    kyaaaaa donghae pinter bgt kkkk~~~
    makin menarik ceritanya ^^

  26. luthfiangelsso Maret 23, 2013 pukul 6:19 am

    wah wah wah donghae yaa nakal hahaha

    mau lanjut lagi ahhh
    makin serruuu !!

  27. erika Maret 31, 2013 pukul 7:37 pm

    huh…..
    sbenernya apa sh yg di rencanain sama haeppa, jdi makin pnasaran nh🙂
    wduh spa thu yeoja yg disiram pake cacing sama haeppa?????
    next baca y🙂

  28. Kim Ra rA Juni 12, 2013 pukul 5:07 am

    Wah kepergok lagi pake pakaian sexy, tapi yang d tumpahin cacing itu siapa yach???

  29. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:25 am

    Wah baru tau kalo ada mancing kaya caranya le dong hae,

  30. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:25 am

    Wah baru tau kalo ada mancing kaya caranya dong hae

  31. cutelfishy Januari 7, 2014 pukul 4:19 pm

    koper So Eun ketuker,, So Eun pake pakaian sexy malah kepergok Donghae xD
    DAEBAK! seru bgt😀

  32. Kim Ra rA April 21, 2014 pukul 1:59 pm

    kyaaaaaa itu…. itu…… mereka…… Kyaaaaa haha (lebay) suka nich kalo ada kejadian yang kaya gitu… lanjut ah~

  33. yeonta Juli 19, 2014 pukul 11:15 pm

    Keren banget…

  34. meilasari September 13, 2014 pukul 3:34 pm

    donghae oppa nyosor mulu,
    penasaran sama lee se na, siapakah dia?
    :O

  35. Rani Annisa Desember 10, 2014 pukul 7:28 am

    wah makin seru ceritanya…

    kayaknya donghae itu suka deh ke so eun,, tapi apa so eun suka juga ke donghae???

    wah apa yang bakalan mereka berdua lakukan???

  36. yuliaseptiani Mei 26, 2015 pukul 10:57 am

    aigooo .. sso ada2 aja malah pake lingerie segala gimana donghae gk kgoda ckckck

  37. Luthfiangelsso Mei 29, 2015 pukul 12:56 am

    Ahh makin pengen di lanjut ajanl nih ff eonn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: