RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Today Was A Fairytale [Part 1]


PART 1

 

Genre: Mistery, Hurt, Tragedy

Rated: T or M

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Park Jung Soo

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya

~**~

Sebuah mimpi yang sudah lama ingin dikabulkan. Impian seorang gadis yang ingin menjadi seorang putri yang paling cantik di dunia dan mendapatkan seorang pangeran paling tampan. Dengan harta yang tidak pernah ada habisnya. Seolah semua itu begitu sangat sempurna dan terlihat begitu bahagia. Namun bagaimana jika impian para gadis itu ternyata hanya ada dalam setahun sekali. Sesuatu yang sangat jarang untuk tercapai walaupun hanya sekali seumur hidup. Keempat pangeran paling tampan yang sedang mencari sang putri untuk menjadi pendampingnya. Sesuatu yang sangat diidamkan para gadis. Tanpa mereka sadari, mereka yang terpilih akan membawa impian mereka menjadi kenyataan sementara dan akan ada kejutan yang tidak dapat mereka hindari. Sebuah pesta yang diadakan sekali dalam setahun. Pesta yang bernama Fairy Night.

*****

Gadis itu berlari melewati lorong-lorong kelas. Berkali-kali kacamatanya merosot dari hidungnya. Ia tidak mempedulikan teriakan kesal dari orang-orang yang telah ditabraknya secara tidak sengaja. Hanya satu yang ada dipikirannya, ia harus cepat sampai ke ruangan itu. Karena ia masih ada urusan penting. Sebuah urusan darurat yang harus dihindarinya. Beberapa menit ditempuhnya, akhirnya gadis itu telah sampai di depan pintu. Matanya melirik sebuah papan yang tertempel di pintu yang bertulis Ruang OSIS.

Sebelum ia masuk ke dalam, ia mengambil nafasnya yang tersengal. Berusaha mengaturkan nafasnya. Setelah yakin, nafasnya sudah normal. Ia merapikan seragamnya yang sedikit berantakan dan memperbaiki letak nametagnya yang tertulis Kim So Eun yang terlihat miring. So Eun meneguk ludah dengan sedikit gugupnya. Karena ini pertama kalinya ia berdiri di depan ruang OSIS.

‘Tok.. Tok..’

Ia mengetuk dengan pelan. Tidak ada sahutan. So Eun terlihat gugup. Apakah ruang OSIS ini sedang kosong? Tangannya meraih kenop pintu dan memutar dengan pelan.

‘Cklek’.

Tidak terkunci. So Eun menyembul kepalanya terlebih dahulu. Mengintip ruangan yang sangat mewah. So Eun sempat terpana melihat pemandangan tersebut.

“Permisi! Apakah ada orang disini?”

Hening. Tidak ada jawaban. Benar-benar kosong. So Eun mengernyit heran. Padahal dia harus segera menyerahkan beberapa buku yang dibawanya kepada ketua OSIS. Andaikan saja ia tidak keluar terakhir, ia pasti tidak akan disuruh guru untuk menyerahkan buku kepada OSIS.

So Eun berteriak pelan sekali lagi namun kali ini dengan berani masuk ke ruang OSIS sambil melihat sekeliling. Dekorasi yang benar-benar mencerminkan orang kaya. Pantas saja banyak para gadis yang mengejar mereka. OSIS yang berisi pemuda-pemuda tampan.

“Kau sedang mencari siapa?”

So Eun berbalik terkejut. Nafas dan suara yang sangat dekat ditelinganya membuat So Eun termundur. Seorang pemuda tampan berdiri gagah didepannya. So Eun menunduk, menutupi rona merahnya. Detak jantungnya yang begitu cepat berdebar. Ia mengenali pemuda itu, pemuda dengan jabatannya sebagai Bendahara OSIS.

“Hei, Nona! Kau mencari siapa?”tanyanya lagi. So Eun segera mengangkat kepalanya.

“Ng… Itu… Ak-aku mencari Ketua OSIS. Apa dia sedang keluar?”jawab So Eun hampir saja tergagap. Pemuda itu menaikkan satu alisnya.

“Ketua OSIS? Maksudmu Park Jung Soo?”

So Eun mengangguk cepat.

“Ah… dia ada dibelakangmu.”

So Eun langsung menoleh. Jung Soo sedang merapikan kemejanya yang berantakan sambil menyeka bibirnya. Kelihatannya Jung Soo baru keluar dari pintu yang terletak disamping lemari yang terletak disudut ruang itu. Mata So Eun membulat melihat seorang gadis yang sama berantakannya dengan Jung Soo sibuk merapikan seragamnya. Membuat So Eun bertanya-tanya, apa yang sedang mereka lakukan?

“Aku harap kau akan memilihku nanti, Jung Soo.”

“Kita lihat saja nanti, Tae Yeon.”

Gadis yang bernama Tae Yeon itu mengecup bibir Jung Soo dengan kilat. So Eun terlihat tidak percaya dengan kejadian tersebut. Tae Yeon berjalan melewati mereka, sebelumnya Tae Yeon memberi tatapan sinis kepada So Eun membuat So Eun menunduk takut.

“Aku keluar dulu, Hyuk Jae,” sapa Tae Yeon kepada pemuda yang berdiri disamping So Eun. Hyuk Jae hanya mengangguk menanggapinya.

“Oh… Hyuk Jae, kenapa kau berdiri disitu?”

Suara milik Jung Soo mengalihkan perhatian mereka. Hyuk Jae merangkul So Eun, mendorongnya mendekati meja milik Jung Soo.

“Gadis ini mencarimu.”

Jung Soo memicingkan matanya. Melihat So Eun dari atas sampai bawah. So Eun yang sadar diperhatikan seperti itu pun menunduk.

“Siapa namamu?”

So Eun mendongakkan kepalanya. Suara Jung Soo yang bertanya kepadanya dengan sedikit ketus.

“Namanya Kim So Eun, benarkan?” timpal Hyuk Jae saat melihat name tag di seragam So Eun.

“Ck.. aku tidak bertanya denganmu, Hyuk Jae.”

Jung Soo mendengus kesal. Jung Soo segera duduk di kursi kehormatannya. So Eun memundurkan satu langkah. Entah kenapa dia merasa ada aura negatif milik Jung Soo.

“Hei… Hei… apa kau tidak bisa sedikit sopan dengannya? Lihatlah kau membuatnya takut,” ucap Hyuk Jae.

“Ah… Maaf jika aku mengganggu. Aku kesini hanya ingin memberikan buku ini.”

Setelah menaruhkan buku di meja Jung Soo. So Eun segera keluar dari ruang OSIS karena ia baru ingat jika ada urusan darurat. Hyuk Jae yang melihat itu tersenyum. Senyuman yang penuh arti.

“Hei, Jung Soo. Bagaimana menurutmu? Gadis itu terlihat menarik.”

Jung Soo menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman. Matanya yang tadi sibuk membaca buku pun dialihkan ke Hyuk Jae.

“Tumben kau memperhatikannya. Aku kira kau selalu tidak menyukai yang namanya perempuan.”

Hyuk Jae menyeringai.

“Apakah kau akan ikut memilih pertama kalinya?”

“Kita lihat saja nanti.”

*****

‘BRUK!’

Lagi-lagi kali ini So Eun gagal menghindari urusan darurat ini. Iya, dia harus segera pulang sebelum bertemu dengan geng yang selalu menindasnya. Geng yang diketuai Tae Yeon.

“Sedang apa kau ada disana? Apa kau sedang mencari perhatian dari mereka?” ketus Tae Yeon sambil menjambak rambut So Eun. So Eun hanya meringis kesakitan.

“K-kau salah paham. Aku hanya disuruh guru menyerahkan buku kepada ketua OSIS.”

“BOHONG! Kau tidak bisa menipuku. Aku tau itu hanya modusmu saja agar kau bisa dipilih. Kau mengaku saja!?”teriak Tae Yeon yang sudah diambang kekesalannya. So Eun harus menerima tamparannya lagi.

“Wow… pertunjukkan yang sangat menarik, Nona-nona.”

Suara baritone itu sukses membuat Tae Yeon melepaskan jambakannya. Geng yang terdiri dari empat orang itu segera menoleh ke sumber suara. Mereka sangat terkejut.

“LEE DONG HAE!?”

Dong Hae langsung menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan mereka.

“Ckck… apa kalian tidak tau peraturan sekolah ini? Dilarang ada kekerasan disini. Apa kalian ingin aku memberi skor untuk mengurangi poin kebaikan kalian?”

“Jangan, Dong Hae!” Mereka berempat segera menolak niat Dong Hae yang akan memberi mereka skor atas tindakan mereka yang nakal. Mereka segera meninggalkan tempat itu tak terkecuali Tae Yeon.

Dong Hae mendekati So Eun yang masih terduduk dilantai.

“Kau baik-baik saja?”

So Eun mengangguk. Ia segera berdiri.

“Terima kasih kau sudah menolongku.”

“Hei, jangan sungkan seperti itu. Tentu saja, aku harus menolongmu. Ini sudah menjadi tugasku sebagai ketua keamanan disekolah ini.”

So Eun tersenyum. Sedangkan Dong Hae tersenyum, senyuman yang misterius tanpa disadari So Eun.

“Dong Hae!”

So Eun dan Dong Hae menoleh. Pemuda jangkung itu berlari mendekati mereka.

“Kau ini kemana saja. Apa kau lupa kalau hari ini kita ada rapat? Jung Soo sampai marah-marah karena kau belum datang.”

“Iya-iya, aku mengerti Kyu Hyun! Kau….”

“Kim So Eun.” So Eun menyebutkan namanya saat menyadari Dong Hae menatapnya, menanyakan identitasnya.

“Oh… Kim So Eun. Pulanglah dengan hati-hati. Kau jangan sampai bertemu dengan mereka lagi. Mengerti.”

So Eun mengangguk.

“Bagus. Ayo, Kyu Hyun. Siapa yang paling cepat sampai di ruang OSIS? Kalau kau kalah, kau yang sebagai sekretaris OSIS harus menggantikanku menulis laporanku.”

“Enak saja! Aku tidak akan kalah denganmu!?”

Mereka berlari meninggalkan So Eun dengan lincahnya. Sikap mereka yang terlihat kekanakan membuat So Eun mau tidak mau tertawa lucu. Ah… Entah kenapa hari ini dia merasa mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.

*****

So Eun terdiam. Dia masih terlihat bingung. Matanya memandang sebuah amplop besar berwarna biru cerah dengan tinta emas yang membentuk tulisan FAIRY NIGHT. Entah kenapa So Eun merasa ini seperti mimpi. Dia bukan orang bodoh yang tidak mengetahui apa itu Fairy Night. Itu adalah sebuah pesta malam rahasia yang diselenggarakan sekolah. Kenapa disebut rahasia karena pesta itu hanya dihadiri oleh orang yang beruntung mendapatkan sebuah undangan seperti yang dirasakan So Eun saat ini. Tangannya perlahan membuka undangan tersebut. Terlihat sebuah kalung dengan bandul berwarna biru laut yang berbentuk lambang Fairy Night. So Eun segera membaca isi undangan tersebut.

 

Kepada Yang Terhormat : Kim So Eun dari kelas XII-A.

 

Selamat! Anda terpilih untuk mengikuti sebuah pesta bergengsi yang bernama Fairy Night. Sebuah pesta impian para gadis yang akan dikabulkan. Kami selaku penyelenggara acara tersebut mewajibkan Anda mengenakan gaun resmi dan memakai kalung yang kami berikan sebagai tanda bahwa Anda telah diundang oleh kami. Acara akan segera dilaksanakan pada:

Hari / tanggal : Minggu, 1 Juli 2012

Waktu             : 20.00 – 22.00

Tempat           : Aula SM High School

Kami harap Anda bisa hadir dengan tepat waktu, karena lewat dari waktu yang telah ditetapkan maka undangan kami kepada Anda dinyatakan tidak berlaku. Anda pasti tidak ingin melewatkan sebuah kejutan yang akan mewujudkan impian Anda.

Atas perhatian Anda, kami ucapkan terima kasih.

 

                                                                      Perwakilan OSIS

 

                                                                         Park Jung Soo

“Park Jung Soo?”

Ia ingat dengan pemuda itu. Saat dia bertemu secara langsung di ruang OSIS. Tetapi bukankah Jung Soo terlihat tidak menyukai dirinya. Bagaimana ia bisa terpilih untuk mengikuti pesta itu?

Namun yang namanya kesempatan harus segera diambil. Apalagi sebentar lagi So Eun akan lulus dari SM High School. Tidak ada salahnya untuk menghadiri pesta itu.

*****

Sesuai dengan persyaratan undangan itu. So Eun mengenakan dress biru dengan rok selutut. Tidak lupa ia mengenakan kalung yang menandakan dia adalah tamu undangan tersebut. So Eun begitu takjub melihat pesta itu. Banyak gadis-gadis yang terpilih begitu cantik bahkan sangat cantik. Satu per satu susunan acara dilaksanakan mulai dari pemberian hadiah berupa barang-barang khas perempuan yang jadi idaman para gadis sampai mendapat pelayanan khusus yang bisa membuat para gadis tidak akan bisa melupakan kenangan indah tersebut. Hingga sampai ke penghujung acara, yaitu memilih gadis yang akan mendampingi sang pangeran tampan yaitu sebuah kencan dan kejutan dari mereka.

Sebenarnya So Eun tidak berharap ikut acara yang seperti undian ini. Ia sudah cukup puas menikmati pesta tersebut. Rasanya So Eun ingin pulang karena merasa lelah.

“Baiklah! Para pangeran sudah memutuskan pilihannya. Bagi namanya yang dipanggil diharapkan berjalan menuju pintu yang sudah aku tunjukkan. APA KALIAN SIAP?!”

“IYAAAA!!!!???”

So Eun tersenyum lucu mendengar teriakan para gadis yang tidak sabar untuk dipilih. So Eun hanya menyenderkan bahu di tembok sambil meminum jus.

“Baiklah! Pilihan pertama yaitu….. HYO RIN!?”

Para gadis mulai mengeluh saat mereka tidak dipilih pertama. Gadis yang bernama Hyo Rin segera memasuki pintu yang ditunjukkan itu.

“Yang kedua…. TIFFANY!”

So Eun bertepuk tangan. Ia kenal dengan Tiffany. Tiffany adalah teman sebangkunya. Walaupun jarang bicara namun So Eun bisa merasakan kalau Tiffany adalah orang yang baik.

“Yang terakhir…. Wow, semakin menegangkan ya. Apa kalian siap mendengarnya?”

“IYAAAA!!!”

“Oke! Tidak perlu lama-lama lagi. Segera saja aku sebutkan pilihan terakhirnya, yaitu…. KIM SO EUN!”

So Eun menegakkan tubuhnya tidak percaya. Apa ia tidak salah dengar? Namanya disebut? So Eun terlihat bingung. Karena ia merasa tidak popular, berbeda dengan Hyo Rin yang terkenal dengan kecantikannya sebagai model dan Tiffany yang terkenal dengan kecerdasannya yang membuatnya sering menjuarai lomba baik nasional maupun internasional. Bagaimana mungkin dirinya bisa dipilih?

“Nona Kim So Eun.”

So Eun menoleh. Seorang pelayan berjas hitam tersenyum ramah melihatnya.

“Mari ikut saya menuju ke pintu.”

So Eun tidak bisa menolaknya. So Eun hanya bisa pasrah. Ia mengikuti jalan pelayan itu. So Eun terus memikirkan siapa yang akan berkencan dengannya. Ia tau siapa pemuda yang akan berkencan dengannya beserta kedua gadis yang terpilih. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah siapa yang memilihnya? Karena gadis yang terpilih akan berkencan dengan pemuda yang memilihnya.

*****

Langit malam tidak mengurangi keindahan bintang-bintang yang bertaburan dengan kerlipnya menemani sang bulan. So Eun begitu takjub melihat istana yang terlihat seperti dongeng.

“Mari ikut saya, Nona-nona.”

So Eun, Hyo Rin, dan Tiffany segera mengikutinya. Memasuki lorong-lorong dan menaiki tangga menuju ke lantai dua.

Duk… Duk…

Langkah So Eun terhenti. Ia mendengar sesuatu, sebuah pukulan kasar. Tapi dimana?

“Nona So Eun, bisakah kita melanjutkan perjalanannya?”

“Ah? Ma- maaf.”

So Eun melanjutkan langkahnya.

Tolong aku! Siapa pun tolong keluarkan aku dari sini!

Lagi-lagi suara itu terdengar. So Eun merasa merinding melewati lorong-lorong yang sedikit gelap. So Eun memperhatikan Hyo Rin dan Tiffany yang begitu tenang berjalan mengikuti pelayan itu.

“Apa mereka tidak mendengar suara tadi?” gumam So Eun heran.

Setelah menempuh beberapa menit jalan menuju ke lantai dua, akhirnya mereka sampai ditempat. Pelayan itu dengan sopannya segera membuka pintu besar. Membiarkan para gadis yang terpilih memasuki ruang yang disebut ruang tamu. So Eun melihat ketiga pemuda sedang duduk manis sambil tersenyum kepadanya dan kedua gadis disampingnya. So Eun begitu penasaran, diantara mereka bertiga siapa yang memilihnya? Apakah Cho Kyu Hyun, Lee Dong Hae, atau Lee Hyuk Jae?

*****

Tetesan darah mengaliri lantai memar. Pemuda yang berdiri disampingnya hanya melirik tidak peduli. Ia mencuci kedua tangannya yang dikotori darah segar. Matanya melirik ke arah gadis yang sudah terbaring di lantai dengan tidak berdaya. Bagian perutnya mengeluarkan darah menandakan gadis itu ditikam. Lehernya digorok tanpa ampun hingga kepalanya nyaris terputus. Pemuda itu selesai membersihkan kedua tangannya. Ia berjalan mendekati mayat itu. Ia menyeringai penuh ejekan.

“Kau benar-benar jalang, Tae Yeon.”

Pemuda itu dengan sadis menendang kepala layaknya bola hingga menggelinding terpisah dari tubuhnya.

*****

Perempuan itu terus menggedor-gedor pintu walaupun terlihat mustahil karena pintu itu terbuat dari besi. Ia tidak peduli dengan tangannya yang memerah bahkan sedikit terluka. Perempuan yang hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya berusaha meminta bantuan.

“TOLONG AKU! KELUARKAN AKU DARI SINI!?”

Sudah beberapa kali bahkan lebih dari beberapa kali perempuan itu berteriak, berharap ada yang mau menolongnya. Walaupun itu mustahil mengingat dirinya sudah dikurung selama setahun setelah pesta tahun kemarin. Perempuan itu terlihat sangat menyesal menghadiri pesta itu. Seharusnya ia mengikuti instingnya yang memperingatinya akan ada kejadian buruk. Seharusnya ia tidak mempedulikan undangan yang terkirim untuknya. Perempuan itu menangis terisak.

‘Cklek’.

Perempuan itu memundurkan langkahnya saat mendengar pintu itu terbuka. Kini perempuan itu semakin takut dengan kemunculan bayangan itu. Bayangan yang sudah menyakitinya. Bayangan itu menyeringai melihat ketakutannya.

“Kenapa kau masih ketakutan seperti itu? Seharusnya kau sudah biasa melihatku.”

Tubuh perempuan itu membeku melihat darah di kemeja yang dipakai pemuda itu. Matanya membulat, mengingatkan sesuatu. Jika ada darah, berarti hari ini adalah penyelenggaraan pesta terkutuk itu.

“Kau… kali ini kau memilih siapa lagi, Park Jung Soo?”

Jung Soo menyeringai. Ia menutup pintu dan menguncinya dengan password yang hanya dia tahu. Tangannya membuka kancing satu per satu hingga kemejanya terbuka. Ia membuang kemeja yang penuh darah secara sembarang, memperlihatkan dada bidangnya. Matanya menatap tubuh perempuan yang entah kenapa terlihat bernafsu. Ia sungguh tidak menyesal memilihnya.

“Kau tidak perlu cemburu begitu, Kang So Ra. Bagiku kau tetaplah wanita yang sangat cantik dimataku.”

So Ra tetap waspada walaupun ia tahu mustahil bisa menghindarinya.

“Kau… membunuhnya?”

“Dia… adalah gadis yang sangat jalang. Seorang pelacur harus dibunuh.”

Jung Soo semakin mendekati So Ra dan memeluknya erat. So Ra berontak melepaskan diri.

“Sudah setahun kau berada disini, kenapa kau masih nakal, eoh?” ujar Jung Soo menghirupkan aroma yang memabukkan dari tubuh So Ra. Hidungnya menggesek-gesek ceruk leher So Ra dan memberi kecupan ringan.

“Lep.. Akh… Lepaskan aku!” So Ra berteriak frustasi. Ia tidak mau mengulangi lagi. Ia benar-benar lelah. Tangan Jung Soo perlahan menarik selimut yang melilit tubuh So Ra.

“JANGAN, JUNG SOO!”

So Ra sangat panik merasakan selimut yang menjadi pelindung tubuhnya ditarik paksa. Jung Soo mendorong So Ra terjatuh ke kasur sehingga terlihatlah tubuh polos So Ra yang penuh dengan bercak-bercak merah cintanya. Jung Soo melempar selimut yang ditariknya ke belakang. So Ra berusaha menutupi tubuhnya, tetapi Jung Soo bisa melihat lekuk tubuhnya yang masih seksi.

“Seharusnya kau bersyukur aku tidak membunuhmu, tidak seperti temanmu yang sangat jalang.”

So Ra menatap benci.

“Aku lebih baik mati daripada harus hidup bersamamu!”

“Ckck… kau benar-benar tidak bersyukur, So Ra. Tetapi ya sudahlah. Yang penting aku senang bisa memilikimu.”

Jung Soo menyerang bibir So Ra dengan kasar karena keberontakannya. Tangannya juga mulai aktif menjelajahi tubuh So Ra yang sudah sering ia nikmati.

“TIDAK!?”

*****

So Eun menoleh. Rasanya dia mendengar suara itu lagi. Kali ini sebuah suara seperti suara teriakan. So Eun merasa pendengarannya sangat peka atau ada yang salah dengan pendengarannya.

“Ada apa, So Eun? Kau mencari sesuatu?”

So Eun menatap Hyuk Jae yang bertanya kepadanya. Dong Hae dan Kyu Hyun memandang So Eun. Sedangkan Hyo Rin dan Tiffany hanya terdiam.

“Ah… A-aa… Ti-tidak ada apa-apa.”

So Eun menunduk gelisah menghindari tatapan mereka. Sungguh ia merasakan perasaan tidak enak. Seolah ada sesuatu yang akan mengancam keselamatannya juga kedua gadis disampingnya.

To Be Continued…..

75 responses to “Today Was A Fairytale [Part 1]

  1. @salmaayu1 Juli 18, 2012 pukul 12:48 pm

    Annyenong eon ^^
    wah teukppa sadis banget tuh !!
    gimana nasib so eun ya ?
    jd penasaran nih !!
    next part d tunggu🙂

  2. Yova Juli 19, 2012 pukul 12:21 pm

    Ffnya menegangkan..
    Ak brharap yg milih So Eun it Donghae.. Tp siapapun ga jd mslh asal jgn disiksa..
    Ditunggu lanjutannya trutama yg Lavender..

  3. Yova Juli 19, 2012 pukul 12:22 pm

    Ffnya menegangkan..
    Ak brharap yg milih So Eun it Donghae.. Tp siapapun ga jd mslh asal jgn disiksa..
    Ditunggu lanjutannya trutama yg Lavender….

  4. tika lie Juli 22, 2012 pukul 8:58 am

    Retno..dah lama kok g ngepost ff lg sie?? Post-in lanjutan ff “that was somebody of you,grudge love,atau lavender part 4-nya” dunk… Dah penasaran banget ne…Q tiap ari nge-cek postingan baru,tp gak ada…jd kecewa…hikz…

  5. kim sohyun Juli 28, 2012 pukul 5:49 am

    serem banget y..
    tu si jungsoo kok sadis amat..ngeri ah pas ngbayangin leeteuk ngebunuh taeyeon..
    Sso nti ma sypa y?? mdh2n sama donghae..

  6. Tikka Agustus 2, 2012 pukul 10:22 am

    Ih,seru ,keren, menegangkan ceritanya seru. ! Apa yg trjadi pada soeun. ? Siapa yg bkalan menyelamatkan soeun. ? Apa soeun bkalan kaya sora. ? Eugh. .gak sbar, penasaran banget sma ff ini. !! Lanjut thor lanjut. ! Low bisa lanjutin lagi dunk lavender part 4’nya. !

  7. dongsaeng Donghae Agustus 9, 2012 pukul 9:39 pm

    eonnie^ lanjutannya donggg~~~

  8. kim bum and kim so eun Agustus 14, 2012 pukul 4:49 pm

    ayo lanjut author😀 haha

  9. margaretha Agustus 14, 2012 pukul 4:58 pm

    wahh. . wahh. . sadis amat ya ff.a eh? maksud nya jungsoo.a. . kekekk^^ seperti.a cew yg terpili akan di bunuh. . andweeee!! sso eonni jgn di siksa donk. . .😦 . . mudah”an sso sama kyu. . hehehe^^ . .sma hyuk jg gpp. .kekekkk :p . . coss’… aku suka kyusso n eunsso . #gk ada yg tanya. . -,- (apadeh). . ~,~ .that somebody was you di post donk eonni. . thu ff favorite ku banget. . ^^ lanjuttt😉

  10. meyriky Agustus 18, 2012 pukul 10:23 am

    ayo lanjut.. sudah tidak sabar saya..

  11. cucancie Agustus 30, 2012 pukul 8:21 am

    Whuuaaa…ff misteri ya,penasaran baca lanjutannya…

  12. nena_sso September 3, 2012 pukul 2:55 pm

    hy aqu baru ni autor salam kenal.cerita ny bagus lanjut!!!

  13. Winzzlee September 6, 2012 pukul 4:26 am

    Kapan nie lanjutan ff nya keluar?

  14. devi September 8, 2012 pukul 11:55 am

    Lam kenal,,,,,
    Aq reader baru,,,,,
    Bgus cRita’a dsNi oppa teukie sadis y,,,,
    Truss gmN y Nasib’a euNNie so euN jd pNasaRN,,,,,,,,

    LNjut thoR d tuNg2u Next part’a,,,,,
    SmNgaaaaaat,,,,,,,,

  15. irfa September 22, 2012 pukul 11:08 am

    halooo aku reader baru nih😀
    wooow leeteuk sadis banget tuh ._. serem bacanya juga hehe
    ayooo lanjut part selanjutnya dong oen ^^d

  16. DuoEvilHyun Oktober 10, 2012 pukul 4:53 pm

    brrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…mengerikan.com…..

    uri oppa sadis benar disini..*lirk angelteuk

  17. fredomkartini November 7, 2012 pukul 10:05 am

    iya ya koq bisa ya authornya dpt ide cerita yg tak di sangka2 ,awal baca kirain ceritanya romance ,ehhhh semakin di baca koq serem amat mrk ,lebih serem dari cerita hororrrrr, kacian sso eunie nya smg aja selamat ….keren thor lanjuttttt

  18. Ade Woro Henecia Desember 19, 2012 pukul 8:32 am

    keren..bisa bgt author’a..kira” tu ide dpt dari mana y?

  19. luthfiangelsso Februari 15, 2013 pukul 6:55 am

    Mereka br4itu siapa sih sebenernya

  20. erika Maret 31, 2013 pukul 10:03 pm

    wah, enak bnget so eun eonnie dikelilingi oleh namja2 tampan, tpi knapa mereka sifatnya pda haus darah semua…
    qu berharap so eun eonnie di pilih sama kyuppa🙂
    qu sneng bnget ada ff yg misteri2 gtu😀

  21. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:04 am

    ffnya serem dan menakutkan. tapi aku suka

  22. Serraqueen Februari 21, 2014 pukul 5:39 am

    Lanjut

  23. lusiyana September 22, 2014 pukul 3:13 pm

    ceritanya bikin deg2n…lanjutin donk..sangat ditunggu….

  24. Rani Annisa Desember 10, 2014 pukul 2:31 pm

    ceritanya menegangkan banget

    apalagi jung soo yang kejam dan sadis…

    siapa yang bakalan dipilih so eun nantinya???

    semoga aja dia pilih donghae…

  25. So_chie Februari 16, 2016 pukul 2:27 am

    Daebak
    Cerita seru chingu penuh dengan mistery wachhhh
    Neomu neomu chuae

    Aqu leader baru chingu aqu suka ff necg tapi napa cuma sampek part 2 ja

    Padahal seru x
    Aqu berharap chingu au ngelanjutkan lage
    Aqu suka cerita tentang horor dan penuh dgn misteri

    D tunggu karya2 selanjut xa chingu
    Fighting
    Aza aza fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: