RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

That Somebody Was You [Part 6]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan khayalan ala korea, bukan dari drama korea. FF ini ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok dibaca untuk diatas 16 tahun, jika ada yang nekat, q tidak akan bertanggung jawab. Syukur-syukur q tidak jadi memprotect FF ini. Bagi yang tidak suka dengan pairing So Eun dan Hyuk Jae, q sarankan jangan memaksa diri untuk membacanya. Tetapi jika nekat membacanya, anggap aja q pinjam nama cast tersebut. -___-“. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

That Somebody Was You [Part 6]:

Dia kembali ke dirinya yang dulu.

Melupakan semua penderitaan yang dialaminya.

Merubahkan diri menjadi lebih kuat.

Namun dia belum bisa merubah cintanya.

*****

Selama 2 tahun tidak bertemu dengannya lagi membuat So Eun benar-benar merindukannya. Ia tidak memungkiri bahwa dirinya masih mencintai pria yang ada dihadapannya. Namun ia sudah bertekad untuk membuang kepribadian palsunya yang dulu.

“Sudah lama kita tidak bertemu, Lee Hyuk Jae.”sapa So Eun tanpa ragu dan ramah.

Hyuk Jae tidak menjawab. Ia mendekati So Eun dengan tatapan tajamnya. Namun tatapan itu tidak membuat So Eun takut, sebaliknya ia masih tersenyum ramah.

“Selama ini kau dimana?” desis Hyuk Jae. Jarak mereka begitu dekat, So Eun bisa merasakan nafas Hyuk Jae dihidungnya. So Eun memundur satu langkah, menciptakan jarak mereka.

“Apa maksudmu, Hyuk Jae?”

Hyuk Jae mencengkram lengan So Eun untuk lebih dekat, ia tidak suka dengan basa-basinya. Rupanya Hyuk Jae belum berubah. So Eun malah terkekeh membuat Hyuk Jae terheran. Memangnya ada yang lucu?

“Kenapa kau jadi paranoid begitu? Bukankah kita tidak ada hubungan lagi?”

Pernyataan itu membuat Hyuk Jae melepaskan cengkramannya. Ia lupa, ia telah memutuskan pertunangannya dengan So Eun. Tatapannya masih terlihat dingin.

“Lagi pula apa kau tidak kasihan dengan wanitamu?”

Hyuk Jae mendongakkan wajahnya heran. So Eun menunjuk dibelakang Hyuk Jae dengan dagunya. Wanita itu adalah Hyo Yeon yang sedang memandang mereka dengan ekspresi terkejut dan cemas.

“Aku dengar kau sudah bertunangan dengannya. Selamat!”

So Eun mengulurkan tangannya seraya memberi selamat. Hyuk Jae tidak membalasnya. Ia menatap So Eun intens. Sadar tidak digubrisnya, So Eun menarik tangannya kembali.

“Hyuk Jae…”

Kini Hyo Yeon menghampiri mereka, tidak lupa ia mengampit lengan Hyuk Jae. Hyo Yeon melirik So Eun yang masih tersenyum.

“Ah… Hyo Yeon, lama tidak berjumpa.” So Eun membungkuk memberi hormat kepadanya. Hyo Yeon hanya mengangguk.

“Hyuk Jae, kenapa kau lama sekali kembalinya?” tanya Hyo Yeon berusaha berbicara. Namun Hyuk Jae tidak menjawab. Matanya masih menatap So Eun, tatapan rindukah? Hyo Yeon terlihat sedikit kesal.

“Kelihatannya aku mengganggu kalian. Kalau begitu aku permisi dulu.”

Hampir saja So Eun berbalik jika lengannya tidak ditahan Hyuk Jae. Kelihatannya Hyuk Jae masih belum menerima perubahan So Eun. Hyo Yeon yang hampir cemburu itu segera memisahkan tangannya.

“Hyuk Jae. Ayo kita kembali ke meja. Pesanan kita sudah datang,” ajak Hyo Yeon sembari menarik lengan Hyuk Jae. Walaupun Hyuk Jae terseret masih tidak melepas pandangannya ke So Eun.

*****

So Eun menduduki kursinya dengan lega. Ia tidak menyangka kepulangannya ke Korea begitu cepat bertemu dengan pria yang ingin sekali ia lupakan. So Eun menatap ruangannya dengan tenang. Benar-benar tidak disangka. Tangannya menarik laci meja dan mengeluarkan sebuah foto lama. So Eun tersenyum miris. Foto yang seharusnya ia lenyapkan. Namun So Eun tidak bisa. Karena-

“… Kapan aku bisa melupakanmu, Hyuk Jae?”

— dia masih mencintainya.

*****

‘PRAANGGG!’

Suara barang-barang yang tak bersalah itu pun terpaksa hancur untuk menerima amarah sang pemiliknya.

‘BRAKK!’

Dentuman meja yang begitu keras namun tidak membuat meja itu terpecah belah. Mata sang pria begitu berkilat amarah. Nafasnya memburu. Dia tidak mempedulikan ruangannya yang sangat berantakan. Pria berambut blonde itu segera duduk dikursi, berusaha meredakan amarahnya. Sungguh, ia benar-benar tidak menyangka. Selama dua tahun terakhir ini sejak kepergian So Eun yang tiba-tiba itu membuat Hyuk Jae tidak terima. Walaupun dia sudah mengatakan hubungan pertunangannya terputus namun bukan berarti So Eun bebas darinya. Masih ada urusan yang belum Hyuk Jae selesaikan diantara mereka.

Hyuk Jae mengingat lagi tentang pertemuannya dengan So Eun beberapa jam yang lalu. Dia tidak bodoh untuk menyadari perubahan So Eun. So Eun memang terlihat cantik dan dewasa, ia menyukai itu. Namun hanya beberapa hal yang membuat Hyuk Jae penasaran. So Eun sudah berbeda dibanding yang dulu. So Eun sudah berani… melawannya?

Hyuk Jae membuka matanya. Benar, So Eun berubah menjadi berani. Tidak seperti dulu yang selalu takut dan patuh dengannya. Apakah ada yang terjadi selama dua tahun ini? Hyuk Jae beranjak dari kursinya sambil mengambil jasnya di meja. Ia harus menemuinya, mungkin itu hanyalah sesaat saja karena mereka sudah lama tidak bertemu. Saking fokus dengan pikirannya, Hyuk Jae tidak menyadari kehadiran Hyo Yeon saat membuka pintu bahkan melewatinya.

“Kau mau kemana?”

Sayangnya pertanyaan Hyo Yeon tidak ditanggapinya karena Hyuk Jae sudah berjalan jauh meninggalkan tempatnya. Hyo Yeon yang heran segera menoleh, melihat ruangan tempat kerja Hyuk Jae. Hyo Yeon langsung menutup mulutnya dengan ekspresi yang terkejut.

Benar-benar hancur. Akhirnya apa yang dikhawatirkan Hyo Yeon mulai terjadi. Hyuk Jae mulai teralihkan dengan kehadiran So Eun. Sebenarnya Hyo Yeon sudah memprediksi apa yang akan terjadi dengan Hyuk Jae jika bertemu dengan So Eun lagi.

“Tidak. Hyuk Jae sudah melupakannya. Dia tidak akan mencintai wanita itu lagi. Aku yakin, Hyuk Jae sudah kembali mencintaiku.”

Hyo Yeon berusaha mengalihkan pikirannya yang buruk. Berusaha meyakinkan diri. Dia tidak ingin Hyuk Jae berperilaku lebih buruk yang kedua kalinya saat Hyuk Jae sadar dari komanya dua tahun yang lalu.

*****

‘Brukk’

Wanita berwajah imut itu merutuki kecerobohannya. Ia tidak sengaja menumpahkan minuman pesanan ke pakaian pria itu. Untung saja, mereka berada di koridor sepi.

“Maafkan aku! Aku tidak sengaja.”ucap So Hee dengan penuh penyesalan sambil membantu membersihkan noda minuman itu di kemeja pria itu. Pria itu yang belum melihat So Hee mendengus kesal, ia menepis tangan So Hee.

“Apa kau tidak punya ma-…”

Pria itu terdiam saat melihat So Hee. Tatapannya menyiratkan sebuah terpesona dengan kecantikan So Hee. So Hee mengerjab matanya dengan bingung melihat pria itu terdiam.

“Tuan. Anda baik-baik saja?”tanya So Hee sembari mengibaskan tangannya di muka pria itu. Pria itu telah kembali dari lamunannya. Ekspresinya yang semula kesal kini berganti dengan senyuman yang ramah, memberikan senyuman terbaiknya.

“Aku tidak apa-apa.”

Tangannya yang tadi menepis tangan So Hee kini berbalik kembali menggenggam tangan wanita cantik itu.

“Eh?”

So Hee terkejut tangannya tiba-tiba ditarik dan digenggam oleh pria itu.

“Tolong kau bersihkan noda ini sampai bersih.” Pintanya sambil mengarahkan genggaman tangannya ke kemeja pria itu. So Hee yang awalnya terbingung pun mengangguk kikuk. Jujur, So Hee begitu gugup melihat pria yang tampan dalam jarak sedekat ini. Tangannya mulai melakukan tugasnya dengan saputangan milik pria itu.

“Tanganmu begitu lembut.”

So Hee tidak menjawab. Ia berusaha fokus dengan tugasnya, walaupun sedikit sulit karena pria itu terus mengelus tangannya yang ada digenggaman pria itu, mengikuti gerak membersihkan noda. Sebenarnya, apa yang dilakukan pria ini tidak sopan, namun entah kenapa So Hee tidak bisa protes. Ia ikut terpesona dengan ketampanan pria itu. Tiba-tiba pria itu menundukkan kepalanya, jemarinya yang bebas meraih dagu So Hee dan mengangkat wajahnya.

“Nona cantik, siapa namamu?” tanya pria itu dengan sedikit berbisik. Suaranya yang begitu desah dan seksi itu membuat So Hee menelan ludah. Begitu gugup.

“Na-namaku. So.. So Hee.”

So Hee begitu berjuang untuk menyebutkan namanya walaupun dengan gagapnya. Pria itu tersenyum. Lalu pria itu menarik dirinya.

“Nama yang sangat cantik, So Hee. Saputangan itu akan aku ambilkan besok dalam keadaan bersih.”

Pria tampan itu pun berjalan melewati So Hee yang masih mematung. Tangannya yang masih memegang sapu tangan berwarna putih, So Hee menatapnya sesaat ia menyadari ada sebuah tulisan yang diukir di saputangan itu.

“Kim Hee Chul?”

*****

Hyuk Jae memukul setir mobilnya. Sepertinya hari ini bukan hari yang baik untuknya. Saat dia pergi ke kafe tempat dia bertemu dengan So Eun. Berharap So Eun ada disana. Namun ternyata So Eun sedang pergi.

“Sialan! Apa kau bermaksud menghindariku, So Eun?” desisnya yang berusaha mengontrol emosinya. Ia segera memutarkan setirannya, meninggalkan kafe itu.

*****

“Bagaimana ini? Dia sudah kembali, Si Won. Bahkan Hyuk Jae bertemu dengannya lagi.”

Hyo Yeon berusaha mencari jalan keluar untuk menghadapi permasalahan ini. Dia pun menelpon Si Won. Si Won terdiam. Dia belum menjawab walaupun dia sudah mendengar semua curhatan Hyo Yeon.

“Kenapa kau tidak ceritakan saja yang sejujurnya kepada Hyuk Jae?”
”Maksudmu…?”

“Jangan berpura-pura lagi, Hyo Yeon. Sebaiknya kau cerita saja kepadanya. Apa kau tidak menyadari perubahan sikap Hyuk Jae setelah dia sadar dari komanya?”

“Tidak! Aku tidak akan mengatakannya. Aku….”

“Kau bukan malaikatnya, Hyo Yeon!”

“Hiks…hiks…”

Hyo Yeon terisak menangis mengingat masa lalu itu. Dia menutup mulutnya, berharap bisa menghentikan tangisannya. Sungguh, dia belum siap untuk melepaskan Hyuk Jae. Dia tidak ingin berpisah dengan Hyuk Jae.

“Tetapi, aku sangat mencintainya. Aku tidak mau berpisah dengannya.”

“Hhh… Aku mengerti perasaanmu, Hyo Yeon. Tetapi seharusnya kau tidak memanfaatkan situasi itu.”

“Aku terpaksa melakukannya, Si Won. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mempertahankan cin-….”

“Dengan mengatakan bahwa kau yang mendonorkan darahmu kepada Hyuk Jae, begitu?”

“……”

“Kau memanfaatkan situasi dimana Hyuk Jae pun terpaksa meminta bertunangan denganmu karena hanya untuk membalas budimu.”

“Tidak! Hyuk Jae tidak terpaksa bertunangan denganku. Apa kau tidak melihatnya sendiri? Dia sendiri yang bilang dia akan menikah denganku, dia juga bilang kalau dia masih mencintaiku.”

“Hmph.. Mencintaimu? Apa kau tidak lihat betapa frustasinya saat dia tahu So Eun telah menghilang tanpa jejak. Apa kau tidak sadar kalau sekarang dia telah tergila-gila dengan So Eun? Aku akan memberitahu satu rahasia yang tidak kau ketahui selama ini.”

“Apa itu?”

“Jika dia memang benar masih mencintaimu, seharusnya dia melupakan So Eun. Tidak perlu sampai menyewa detektif secara diam-diam hanya untuk mencari keberadaan So Eun yang hilang.”

“APA!”

“Iya. Tanpa kau sadari, selama dua tahun ini. Dia begitu gencar untuk mencari So Eun secara diam-diam…”

“Kau jangan bohong, Si Won! Dia tidak mungkin melakukan itu.”

“Sadarlah, Hyo Yeon. Tanpa disadarinya, cintanya kepadamu sudah hilang. Seharusnya kau bersyukur, sampai saat ini kau masih selamat karena aku tidak memberitahukan siapa yang mendonorkan darahnya yang sebenarnya. Jika dia tahu yang sebenarnya, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan kepadamu nanti.”

“Hiks… kenapa kau harus ada disana, Si Won? Seharusnya kau tidak ada di rumah sakit itu. Apa kau tidak bisa membantuku sedikit saja?”

“Sebenarnya, aku ingin sekali membantumu. Tetapi sayangnya aku tidak bisa. Maaf.”

“Si Won… , kenapa kau jadi berubah seperti ini? Bukankah dulu kau selalu mendukungku?”

“……”

“Si Won?”

‘Tut Tut…’

Pembicaraan pun berakhir, Si Won menutup teleponnya. Hyo Yeon menatap nanar. Pikirannya kini sungguh kacau.

“Apa yang harus aku lakukan?”

*****

Si Won meletakkan telepon ke tempatnya. Sejenak dia menghela nafasnya. Tangannya memijit pelipisnya yang sedikit pusing karena memikirkan masalah pekerjaannya dan juga Hyo Yeon.

“Hyo Yeon… kenapa kau berubah menjadi wanita yang licik? Seharusnya dari dulu aku menghentikanmu sebelum Hyuk Jae akan menyakitimu karena kau sudah berbohong dengannya. Maafkan aku, Hyo Yeon,” batin Si Won menatap langit ruangannya.

Seorang pria blonde mengepalkan tangannya dengan rahangnya mengeras. Ia mendengar percakapan itu. Ia mendengar semuanya. Tatapannya pun menjadi emosi. Pria itu yang awalnya menuju ke ruangan Si Won di perusahaan milik Si Won, karena dia ingin berbicara sesuatu. Namun tidak disangka, dia disambut sebuah fakta yang mengejutkan. Pria itu menutup matanya sebentar. Berusaha menghilangkan amarahnya untuk menghajar Si Won yang tidak pernah memberitahukan perihal tersebut. Si Won tidak sepenuhnya bersalah, sepertinya dia dipaksa untuk merahasiakannya oleh Hyo Yeon. Iya, Hyo Yeon lah dalangnya.

*****

‘BRAK!’

Suara debuman pintu yang dibuka secara paksa membuat Hyo Yeon yang ada dikamarnya terkejut. Awalnya ia merasa marah, siapa yang telah berani membuka pintu dengan tidak sopannya. Namun ia membatalkan niatnya saat melihat pelaku itu.

“Lee Hyuk Jae. Kau sudah pulang?”

Hyuk Jae terdiam. Tidak menjawabnya, justru ia mendekati sang tunangannya.

“Hyuk Jae, kau kenapa?”

Hyo Yeon menyadari keadaan Hyuk Jae yang aneh. Tatapannya yang penuh amarah seperti tatapan saat mengetahui So Eun telah menghilang. Sadar akan hal itu, Hyo Yeon memundurkan langkahnya.

“Ukh!”

Terlambat. Hyuk Jae sudah ada dihadapannya dengan tangan kanannya yang memegang leher Hyo Yeon. Hyuk Jae mencekiknya.

“Hyuk… Hyuk Ja..e , ukh.. kau ken…”

“Beraninya kau berbohong kepadaku!” bentaknya.

Matanya membulat sempurna. Hyuk Jae telah mengetahuinya. Hyo Yeon semakin kalap merasakan cengkraman Hyuk Jae makin menguat. Bahkan Hyo Yeon susah berbicara, berusaha membantahnya. Sadar, wajah Hyo Yeon agak membiru karena ulahnya. Hyuk Jae segera melepaskan cengkramannya dan Hyo Yeon pun merosot terduduk dilantai sambil mengambil udara sebanyak-banyaknya. Tangannya mengelus lehernya, pasti meninggalkan bekas cengkraman.

“Aku sungguh tidak menyangka kau akan menjadi licik seperti ini.”

Hyuk Jae mengepalkan tangannya berusaha meredam emosi. Sungguh rasanya ia ingin menampar wanita yang telah berani membohonginya.

“Uhuk… Hyuk Jae.. Dengarkan penjelasanku, semua ini aku lakukan karena aku mencintaimu. Aku takut kehilanganmu.”

Hyuk Jae menutup matanya sesaat mendengar penjelasan Hyo Yeon. Ia mengambil nafas kemudian menghembuskannya. Dengan tatapan dinginnya, Hyuk Jae berbalik keluar dari kamarnya. Meninggalkan Hyo Yeon yang mulai menangis terisak.

*****

‘BRAK!’

Suara dentuman pintu yang begitu menggelegar membuat perhatian So Eun dari dokumen pun teralihkan. Ia memperhatikan pria yang begitu seenaknya datang ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terdahulu.

“Maaf, So Eun. Tadi aku sudah melarangnya masuk, tetapi dia memaksa.”

So Hee terus menunduk sembari menyesal.

“Tidak apa-apa. Kau keluar saja, So Hee.”

“Baik.”

Setelah memastikan So Hee keluar dari ruangannya dan menutup pintu rapat. Tangannya yang memegang pena pun diletakkannya disamping dokumen. Ia beranjak dari kursi dan berjalan mendekati pria itu yang menatap tajam.

“Baiklah. Kau ada perlu apa denganku, Tuan Lee Hyuk Jae?”tanyanya dengan formal sembari tersenyum.

“Selama ini kau dimana saja?” tanya Hyuk Jae dengan langsungnya.

So Eun tersenyum mendengarnya yang tanpa basa-basi.  So Eun merasa aura kali ini sedikit mencekam. Tatapan matanya yang sangat tajam menunjukkan dia sedang serius.

“Untuk apa kau bertanya seperti itu? Bukankah kau tidak akan mempedulikanku?”

“Kim So Eun… Aku serius.” Hyuk Jae menggeram kesal.

“Tetapi bukankah seharusnya kau sudah tau aku kemana saja mengingat kau yang selalu mengutus detektif untuk mencari keberadaanku?”

Hyuk Jae tersentak mendengarnya. Ia terheran bagaimana So Eun bisa mengetahuinya. Namun sepertinya Hyuk Jae harus fokus ke satu hal.

“Kenapa kau langsung pergi setelah kau mendonorkan darahmu untukku?”

So Eun yang awalnya menunduk pun mendongakkan kepalanya. Cukup terkejut. Mendengar perkataannya itu seolah memaksanya untuk mengingat masa lalu itu lagi. Dimana dia kehilangan kedua orangtuanya secara bersamaan, memohon kepada Hyuk Jae untuk menerimanya lagi. Kemudian terjadi kebakaran dirumah milik Hyuk Jae. So Eun yang masih mencintainya segera menyelamatkannya, keadaan Hyuk Jae yang kritis dan rumah sakit kekurangan darah. Lalu So Eun mendonorkan darahnya padahal saat itu bahu kanannya sedang terluka.

So Eun menunduk lagi. Tangannya memegang bahu kanannya yang terdapat bekas luka bakar. Ia melangkah mundur.

“So Eun-..”

Hyuk Jae hendak menyentuh bahunya, namun So Eun menepis tangannya.

“Kenapa?”

Hyuk Jae terdiam.

“Kenapa kau bilang? Hhhh… apa kau lupa dengan yang kau katakan dulu? Kau benci dengan pengkhianat. Aku pikir jika aku masih muncul dihadapanmu, kau akan semakin benci denganku. Aku yang selalu dianggap mengkhianatimu.”

Perkataan So Eun begitu sukses membuat lidah Hyuk Jae jadi kelu.

“Aku bukan milikmu lagi. Kini kau sedang berbahagia dengan orang yang kau cintai, Hyo Yeon. Untuk apa kau mempedulikan aku yang sudah mengkhianatimu ini?”

So Eun mengalihkan pandangannya. Tangannya mencengkram kerah pakaiannya, berusaha menahan tangisannya.

Tiba-tiba Hyuk Jae menajamkan tatapannya ke arah kerah pakaian So Eun. Ia merasa ada yang aneh. Ia segera menyingkap kerah yang membuat perpotongan leher dan bahu terlihat. Sontak, So Eun terkejut. Ia terlambat menutupi bekas luka bakarnya.

“Luka ini…”

“Lepaskan!”

So Eun berusaha menepis tangan Hyuk Jae yang mencengkram kerahnya. Namun bukannya dilepas, Hyuk Jae semakin nekat menarik kerah hingga kancing atasnya tercopot. Hyuk Jae pun bisa melihat luka bakar di bahu kanan itu dengan jelas. So Eun menjadi panik. Ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Hyuk Jae yang berpindah ke lengannya hingga ia sulit melepaskan diri.

“Lepaskan aku, Hyuk Jae!” teriak So Eun.

Namun Hyuk Jae malah menarik So Eun mendekatnya dan mencium bekas luka bakar di bahu kanannya. Hati So Eun berdegup kencang merasakan sentuhan bibir dari Hyuk Jae di bahu kanannya.

“Maafkan aku.”

Itulah perkataan yang didengar So Eun sebelum ciumannya berpindah ke bibir mungilnya. Air mata yang sedari tadi ditahannya kini keluar tanpa suara. Tatapan So Eun menjadi kosong. Membiarkan pikirannya terlarut dengan ciuman yang sedikit memaksa dari Hyuk Jae. So Eun menutup mata perlahan kemudian dia membuka mata dan….

‘PLAK!’

Tamparan yang membuat Hyuk Jae terkejut setelah ciuman mereka terlepas dengan paksa oleh So Eun sendiri. So Eun menyeka bibirnya yang basah. Ia menyunggingkan bibirnya, sebuah senyuman yang miris.

Hyuk Jae masih menatap tidak percaya. Tangannya masih memegang pipinya yang memerah akibat tamparan tadi.

“Kau… berani menamparku, So Eun?”

“Tentu saja. Bukankah itu adalah tamparan yang cukup pantas atas perlakuanmu yang sangat tidak sopan.”

“KIM SO EUN!?” bentak Hyuk Jae mendengar perkataan So Eun yang melawannya.

“Lebih baik kau kembali saja ke tunanganmu, Hyuk Jae. Aku bukan milikmu lagi.”

Tatapan sinis dari So Eun membuat Hyuk Jae cukup yakin. Bahwa wanita yang ada dihadapannya ini ternyata sudah berubah.

TO BE CONTINUED………

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

118 responses to “That Somebody Was You [Part 6]

  1. Liddy Cho September 2, 2013 pukul 2:28 pm

    thor, lanjutannya mana?
    lagi seru2ny,

  2. LittleMe September 13, 2013 pukul 1:15 pm

    pertama2 aku minta maaf karna aku baca ff ini dr awal smpe part 6 dan bru meninggalkan komen: (
    Aku suka suka bgd jeongmal choaeyo pleasee lanjutinn dong crtanya..

  3. Choi Na Yoon September 15, 2013 pukul 9:10 pm

    weh.. So eun ko ngmongnya gtuh? Apa dia jg udh pnya tunangan ye? Aissh.. Ksian hyuk jae oppa.. ;(
    thor dari awal baca akk udah jatuh cinta(?) ma ff ini, bener2 baguss.. ! Neomu Daebaknika..

    Part selanjutnya eodiya thor? Tolong dijawab ye thor, kalo author ga jawab critanya jdi ngegantung kaya jemuran thor, penasaran bingit nih ma part selanjutnya..
    Jwb ne thor.. !😉

  4. fathya camyra Oktober 1, 2013 pukul 6:36 pm

    Lanjkt dong thor….gantung nih:(

  5. fathya camyra Oktober 2, 2013 pukul 9:34 am

    lanjutin dong thor….pls TT
    ceritanya bagus bgt aku suka genre sama ide ceritanya.cepetan di post ya thor next part nya TT

  6. lalit Oktober 30, 2013 pukul 4:36 pm

    Bagus bgt!!!! Lanjutin plis :’)

  7. marly November 13, 2013 pukul 2:41 am

    Nah loh, semakin seruuuuu aja crtnyaaaa…
    Aku merinding pas bagian hyukjae nyium bekas luka so eun..awww..

    Lanjuuut lanjuutt dong

  8. ParkJungHee Desember 12, 2013 pukul 12:37 am

    Mian s.ebelumnya baru komen~
    Aku uh baca ff ini dri dlu.kkk
    Tapi sampe berulang2 aku baca ko blum dilanjut thor???
    Sumpah ini cerita seru abis. Please lanjutin yaaa
    Gomawo^-^

  9. cutelfishy Januari 8, 2014 pukul 12:22 am

    So eun dah berubah jd yeoja yg kuat skrg^^
    Hyuk Jae jd tempramen, gara” ditinggal So eun. Hyo eon jd ketakutan skrg,takut Hyuk jae balik gi ke So Eun.
    Keren,Daebaaaak!!!
    aq suka bgt, kpn dilanjutin gi jg jd penasaran bgt nie^^

  10. vaaani Maret 3, 2014 pukul 1:00 am

    kagak kasian ya liat readernya melas minta dilanjutin
    ayoo noo, lanjutin sso – hyuk nya dg cerita romantis

  11. kyuwonhae's wife Maret 26, 2014 pukul 6:55 pm

    mwooo tbc😦
    Duuhh nyesek bgt

  12. risya putri April 11, 2014 pukul 2:59 am

    Aku gak sengaja baca ff ini ceritanya menarik bgt so eun jg dah berubh jd kuat makin penasaran sama kelanjutannya. Kpn kelanjutannya thor dah gak sabar mau tau kelanjutan hubungan so eun dan hyuk jae

  13. Minmi Juni 25, 2014 pukul 8:53 am

    Penasaran banget sama lanjutannya,di tunggu ya Thor

  14. meilasari September 13, 2014 pukul 3:08 pm

    hyukjae oppa jd menyesal suruh so eun ninggalin dia waktu dulu . . .
    keren crta.a, lanjut eonn ^^

  15. kristienuuna November 9, 2014 pukul 5:11 pm

    wah part paet akhir makin seru..
    aku malah justru Lebih suka ama character Soeun d part 5 ama 6..
    dingin, keren, dewasa, cantik, dan berani..
    jadi ngerasa ada tantangan baca konflik na Hyukie ama Sso..

    aku sempet G suka ama character Sso d awal..
    Lemat, penakut dan selalu teraniaya..😥

    aku Lebih suka Sso yang sekarang..
    walau masi Cinta ama Hyukie dia masi bisa bersikap keras kepala ngelakuin perlawanan k Eunhyuk oppa..

    d tunggu part 7 na..
    sabar menanti sampe ide na muncuL Lagi..
    hehehehehehehehehee.. :p

    btw, Donghae kemana seteLah itu?
    kug tiba2 iLang d teLan bumi..
    cuma cameo seuprit duank gitu..
    hihihihihihihihihihii..^^

  16. Rani Annisa Desember 11, 2014 pukul 6:24 am

    wah akhirnya eunhyuk tau kebenaran semuanya…

    terus hubungannya dengan so eun apa akan lebih baik lagi,, tapi kayaknya so eun masih marah ke eunhyuk..

    penasaran banget sama ceritanya,,, karena makin seru aja…

    next part

  17. Endang widiyati Maret 21, 2015 pukul 4:24 pm

    Tollong dilanjutin dooonkkkkkk!!!!!maksih ya

  18. So_chie Februari 20, 2016 pukul 1:18 am

    Kenapa ngak da lanjutan lage ff xa gantung
    😭
    😢
    😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: