RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Lavender [Part 4]


Genre: Romantic, Drama, Hurt, Friendship

Rated: T semi M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya.

 

So Eun pernah bermimpi ingin melakukan hal-hal yang sangat mesra bersama orang yang dicintainya. Terlebih jika orang itu adalah kekasih atau suaminya. So Eun juga pernah memiliki impian yang bahagia yaitu membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan anak-anaknya yang lucu. So Eun sadar itu masih jauh untuk mencapai impiannya. Masalahnya adalah sesuatu itu hampir membuatnya terlena untuk melakukannya, menerimanya. Untungnya pikirannya masih bisa sadar walaupun ia tidak memungkiri menginginkan hal ini. Namun tentunya ia lebih memikirkan resikonya daripada kenikmatannya. Karena bagaimana pun resiko itu lebih bahaya untuk membuatnya lebih menderita. Benarkan?

Kini So Eun sedang memikirkan bagaimana caranya untuk melepaskan diri dari dekapan sang Tuan Muda yang semakin ganas menyerang dirinya. Ini benar-benar kesalahannya. Seharusnya ia tidak memakai lingerie walaupun hanya sekedar mencoba. Seharusnya ia sadar kalau dia sekamar dengan seorang pria bukan dengan seorang yang satu gender dengannya.

So Eun terkesiap merasakan tangan Dong Hae menyisip ke dalam gaun tipisnya dan mengelus punggungnya yang masih memakai dalaman. Jemarinya menyentuh pengait bra So Eun disela-sela ciuman lehernya. So Eun merasakan firasat buruk, keperawannya sedang terancam.

“Tidak.. JANGAN, DONG HAE!?” teriaknya sambil menendang perut Dong Hae dengan lututnya. Tendangan itu sukses membuat Dong Hae terjungkal ke lantai sambil memegang perutnya. Ekspresinya terlihat kesakitan.

“Hei, apa-apaan ka-…”

Dong Hae tidak melanjutkan perkataannya. Ia melihat So Eun yang sedang menangis sembari memeluk tubuhnya sendiri. So Eun benar-benar ketakutan. Ia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini. Ia tidak menyangka Dong Hae begitu berubah menjadi mesum. Sungguh So Eun tidak habis pikir, Dong Hae yang dulu dikenalinya sebagai pemuda yang ramah dan selalu menjaga perasaan perempuan kini kenapa berubah menjadi seseorang yang hampir mirip dengan pemerkosa. Menyadari dirinya telah berhasil terpisah dari Dong Hae, tanpa membuang waktu So Eun langsung menuju ke kamar mandi untuk segera berganti pakaian sebelum Dong Hae kembali ‘menyerangnya’.

Melihat gelagat So Eun hingga pintu kamar mandi itu tertutup dengan agak keras membuat Dong Hae menghela nafas frustasinya. Ia mengusap wajahnya, berusaha menghilangkan nafsunya yang sedang memuncak. Sungguh, Dong Hae melakukannya bukan dengan sengaja. Salahkan saja So Eun yang kenapa tiba-tiba memakai lingerie yang seksi. Padahal dirinya begitu lelah setelah dari rapat yang melelahkan itu. Ia mengira, So Eun sengaja melakukannya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Namun tidak disangka, tindakannya membuat So Eun ketakutan dan menangis.

“Hhhh…. Kalau dia memang tidak mau melakukannya, kenapa dia harus memakai pakaian seperti itu?” desisnya menghembuskan nafas lelahnya. Dong Hae bangkit dari lantai kemudian ia membaringkan tubuhnya di kasur miliknya sendiri. Matanya sekali lagi terpejam. Ia masih ingat dengan lekukan tubuh So Eun, tidak disangkanya setelah begitu lama tidak bertemu, So Eun begitu seksi. Lekukan tubuhnya yang begitu indah, kulitnya yang sangat halus, aroma lavendernya yang begitu menenangkan, dan Dong Hae begitu sulit mengendalikan nafsunya yang malah kembali memuncak.

“Aishh! Kenapa aku masih memikirkan itu? Lebih baik aku tidur saja,” keluhnya sambil membenamkan wajahnya di bantal. Berusaha tidur dengan nyenyak.

*****

Untung saja, pakaiannya masih ada di kamar mandi. So Eun menatap cermin yang ada dihadapannya. Matanya sedikit sembab karena menangis. Padahal dia sudah cuci muka. Matanya bergerak menatap ke lehernya. So Eun mendekati cermin agar bisa melihat dengan jelas. Memang jelas. Beberapa bercak berwarna merah muncul di lehernya. Tidak disangka, Dong Hae benar-benar bernafsu untuk menyerang lehernya. So Eun menghembuskan nafasnya. Hatinya sungguh bimbang. So Eun berpikir bukankah Dong Hae bisa mengendalikan nafsunya. Tidak mau memikirkan lebih jauh lagi, So Eun segera keluar dari kamar mandinya dengan perlahan.

Ia mengira Dong Hae akan langsung memarahinya karena perlakuannya yang tidak sopan tadi. Menendang perutnya sekuat tenaga pasti menimbulkan rasa sakit. So Eun hanya bisa melihat Dong Hae sedang tidur nyenyak di kasurnya. Perlahan So Eun mendekati Dong Hae, ia berjongkok menyesuaikan tingginya agar bisa melihat wajah tampannya dengan jelas. Wajah tampannya yang terlihat seperti anak-anak membuatnya lupa dengan ekspresi mesum Dong Hae tadi. Rasanya So Eun ingin sekali menyentuh wajahnya, dari kening , mata, pipi, bahkan mungkin bibirnya yang telah menciumnya. Tiba-tiba Dong Hae menggeliat, menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga wajahnya pun juga ditutupinya dengan selimut. Sontak So Eun menjauh karena terkejut. Ia tidak ingin Dong Hae tahu dengan tindakannya tadi.

‘Tok Tok!’

Suara ketukan pintu itu, So Eun mengernyit heran. Siapa yang mengetuk pintu tersebut? Tidak mau mengganggu Dong Hae yang sedang tidur nyenyak. So Eun segera mendekati pintu itu sebelum terjadi ketukan dengan kerasnya. So Eun membuka pintu dengan tidak lebarnya.

“Hai! Kau masih ingat aku kan?” jawabnya dengan ceria. So Eun memikirkan sebentar, mengingat lagi siapa wanita cantik dihadapannya.

“Kau… bukankah kau wanita yang tadi sore, Uhm… Lee Se Na?”

“Kau benar. Sebenarnya aku datang kesini untuk mengambil koperku. Sepertinya koper kita tertukar.”

“Ah… iya. Aku mengerti, tapi bagaimana kau bisa tahu kamarku?”

Se Na menunduk malu, “Ah… soal itu. Tadi aku menanyakan satu per satu yang ada di kamar lain hingga sampai ke kamar ini. Tetapi untunglah, tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukanmu.”

Mata So Eun membulat. Se Na begitu serius mencari dirinya. Bayangkan saja, kamar yang berjumlah puluhan ini Se Na menanyakan semuanya? Apa tidak terlalu repot?

“Oh… begitu. Aku akan segera mengambil koper milikmu.”

So Eun segera mengambil koper milik Se Na. Se Na yang sedang menunggu tidak sengaja melihat sosok yang tidur dengan selimut. Entah kenapa dia merasa mengenali sosok itu.

“Ini kopermu.”

“Oh… terima kasih. Ini milikmu.”

Se Na menukarkan koper milik So Eun dengan miliknya. Kemudian Se Na memeriksa isi kopernya. Melihat seperti itu membuat So Eun sedikit cemas.

“Uhm… maaf.”

Se Na mengalihkan perhatiannya ke So Eun.

“Baju lingerie yang warna ungu itu… basah. Aku tidak sengaja menjatuhkannya di kamar mandi.”

Memang benar, ketika So Eun sedang panic dan berusaha mengendalikan jantungnya yang berdebar tidak menentu saat mengganti pakaian. Tanpa disadarinya, baju itu terjatuh ke lantai basah.

So Eun menunduk. Berharap wanita cantik dihadapannya tidak marah, karena ia tahu baju itu pasti harganya mahal. Sejenak Se Na terdiam, lalu matanya pun mengintip dibelakang So Eun. Ia penasaran dengan seseorang yang masih tertutup dengan selimut.

“Apakah kau bersama suamimu?”

“Huh?”

So Eun terbingung mendengar perkataannya. Suami? Memangnya siapa suaminya? Menikah saja belum.

“Ak.. aku….”

“Ohh… aku mengerti! Jangan-jangan kalian sedang bulan madu ya? Aku tebak, pasti kalian ini pengantin baru kan?”

So Eun semakin gelagapan dengan pemikiran Se Na yang mulai salah paham. So Eun segera menjelaskan kesalahpahaman ini sebelum terjadi sesuatu.

“A.. anu… Tidak. Anda salah paham! Kami….”

“Kalau begitu baju itu untukmu saja.”

Apa? So Eun mendengus kesal, rupanya Se Na tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan.

“Kalau begitu, aku permisi dulu ya. Semoga sukses dengan bulan madu kalian ya!” seru Se Na sambil pamit dan langsung berbalik kembali ke kamarnya tanpa melihat So Eun yang hendak menahannya.

“Aish…! Dia sudah salah paham. Padahal kami ini bukan suami istri..” gumam So Eun pasrah sambil menutup pintu kembali. So Eun hampir jantungan saat melihat Tuan Mudanya tiba-tiba terduduk dikasur dengan tatapan tajamnya. So Eun merasa gugup, apakah pembicaraan tadi terlalu keras sehingga membangunkannya?

“Tadi siapa yang berbicara denganmu?”tanyanya langsung dengan suaranya yang sedikit geram. Mungkin karena tidurnya yang nyenyak terganggu.

“Ah… itu. Dia hanya ingin mengembalikan koperku yang tertukar, Tuan Muda.”

Dong Hae tidak menjawab lagi, ia langsung tertidur kembali. Kelihatannya dia benar-benar badmood, So Eun merasa bersalah melihatnya. Tidak ingin membuat masalah lagi. So Eun memutuskan tidur.

*****

Cinderella dalam dongeng adalah seorang wanita yang sangat cantik. Memiliki hati yang lembut. Karena kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pangeran tampan yang sangat tampan dan begitu mencintainya. Setidaknya itulah yang ada dipikiran So Eun saat menonton film Cinderella versi negaranya sendiri. So Eun melamun, memikirkan sepertinya situasi dirinya hampir mirip dengan Cinderella. So Eun tersenyum miris. Dirinya seperti Cinderella?

Pukul 20.00, merupakan waktu yang jarang didapatkan So Eun. Yaitu beristirahat. Karena semua pekerjaannya sudah dia selesaikan. Matanya masih fokus menonton adegan-adegan Cinderella yang begitu romantis dan dramatis. Hingga sang pangeran muncul mencari pemilik sepatu Cinderella. Dia sengaja menonton di kamar Tuan Muda. Bukannya berlaku tidak sopan namun dia sungguh lelah. Lagipula Dong Hae pasti tidak keberatan fasilitasnya digunakan. Mumpung Dong Hae belum pulang.

“Hhhh… Cinderella yang beruntung,” gumam So Eun sambil mematikan TV. So Eun mengambil sapu yang tergeletak di lantai. Ia berjalan lemas. Tanpa dia sengaja melihat dirinya sendiri di depan cermin yang besar. So Eun menatap lama. Memperhatikan penampilannya. So Eun tersenyum miris. Benar-benar sederhana. Bagaimana dia bisa mendapatkan cinta Dong Hae? Dong Hae terlalu sempurna untuknya. Dong Hae adalah seorang pria pujaan banyak wanita. Tampan, kaya, dan baik hati. Sungguh rasanya So Eun ingin berlaku agresif mengejar cintanya. Ia berpikir, peristiwa di kapal itu mungkinkah sedikit memberinya jawaban bahwa Dong Hae mulai tertarik dengannya. Tetapi, benarkah?

*****

Pagi menjelang siang yang begitu cerah sesuai dengan perasaan wanita yang baru saja tiba di rumah mewah. Wanita itu segera membuka kacamatanya dan tersenyum bahagia melihat rumahnya yang tidak berubah satu pun. Masih tetap sama seperti 6 bulan yang lalu.

“Akhirnya aku pulang! Aku sangat merindukan adikku yang paling aku cintai.”

“Nona Lee Se Na, koper akan saya bawakan.”

Se Na menoleh ke samping melihat pelayannya menunduk hormat. Se Na tersenyum, tangannya yang semula memegang koper pun dipindahkan ke tangan pelayan itu. Dengan langkah yang anggun, Se Na memasuki rumahnya dan mencium aroma yang tidak berubah. Se Na sibuk mengangguk memberi sapaan kepada para pelayan yang menyambut kedatangannya. Saat ia menaiki tangga menuju ke lantai dua, tiba-tiba ia melihat seorang pelayan keluar dari kamar sang adiknya. Se Na mengerutkan keningnya menandakan ia terheran, rasanya ia pernah mengenal pelayan itu.

“Siapa wanita itu yang baru saja keluar dari kamar Dong Hae? Bukankah hanya Ka Hi yang boleh masuk ke kamar itu?” tanya Se Na kepada pelayan pria yang ada disampingnya dengan setia membawa koper milik Se Na.

“Oh… Dia Kim So Eun, pelayan pribadi Tuan Muda Dong Hae dan dia juga pengganti Ka Hi.”

“Pengganti? Memangnya Ka Hi kenapa?” Se Na cukup terkejut mendengar jawabannya.

“Ka Hi pergi ke Perancis untuk kuliah, Nona.”

Se Na mengangguk pelan seakan dia mengerti dengan jawaban itu. Baru beberapa langkah ia menaiki tangga, ia merasakan suatu hal yang janggal. Kemudian ia berhenti dan membuat pelayan pria itu terkejut melihat Se Na berbalik melihatnya dengan tiba-tiba.

“Tunggu. Kau bilang namanya Kim So Eun?”

“Benar, Nona.”

Se Na terdiam. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Bibirnya tersungging dengan misteriusnya membuat pelayan pria itu menatap heran.

*****

Malam hari adalah malam yang cukup menyebalkan bagi Dong Hae. Terlihat raut wajahnya yang sedang kesal melihat kelakukan kakaknya yang seenaknya saja masuk ke kamarnya. Jujur saja, Dong Hae begitu tidak suka ada orang lain masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi walaupun itu adalah keluarganya sendiri.

“Kapan Kakak pulang?” tanya Dong Hae membuka percakapannya. Karena Se Na sibuk melihat-lihat seisi kamarnya. Se Na menoleh sembari tersenyum.

“Tadi siang,” jawabnya dengan singkat. Dong Hae hanya bisa mendengus kesal.

“Oh iya, aku dengar katanya pelayan pribadimu diganti ya?”

Dong Hae memicingkan matanya. Se Na mendekati Dong Hae dengan senyuman lebarnya.

“Namanya Kim So Eun kan? Aku sudah bertemu dengannya. Dia begitu cantik dan baik hati. Aku rasa, aku menyukainya. Dia lebih baik daripada wanita itu. Dia….”

Telinga Dong Hae mulai gerah mendengarnya yang mulai ikut campur. Sebelum Se Na mulai mengoceh lebih lanjut, Dong Hae menarik Se Na memaksanya keluar dari kamarnya dan menutup pintunya. Saat Dong Hae berbalik, tiba-tiba Se Na menyembulkan kepalanya dari pintu.

“Hei, Dong Hae,” panggilnya dengan berbisik membuat Dong Hae menoleh.

“Dari tadi aku memikirkan sesuatu. Uhmm… Menurutmu, apa dia adalah Cinderella Lavendermu?”

“KAK SE NA, JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU LAGI!” teriak Dong Hae saat Se Na langsung menutup pintu dengan cepat sebelum dia diomeli habis-habisan oleh Dong Hae. Se Na terkekeh melihat ekspresinya. Alangkah sungguh imutnya melihat Dong Hae dengan rona merah dipipinya dan Se Na meyakini bahwa Dong Hae sedang malu.

*****

So Eun mengucek matanya. Ia masih mengantuk namun rasa lapar terus mengganggu tidurnya yang nyaman. So Eun segera turun menuju ke dapur. Ia membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan yang ada. Ia berencana membuat nasi campur, setelah selesai dicampur segera So Eun memakan dengan lahap karena laparnya. Beberapa menit kemudian dengan diakhiri minum air mineral, akhirnya So Eun selesai makan dan merasa kenyang.

“Ahhh… Kenyang sekali.”

So Eun beranjak dari kursi dan menaruh mangkuk beserta gelas ke tempat cucian piring. Dia berbalik hendak mencari celemek untuk mencuci piring. Namun ia tersentak melihat sosok yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

“Tuan Muda?”

Dong Hae menatap lesu membuat So Eun sedikit mendekatinya.

“Ada apa, Tuan Muda?” tanya So Eun. Dong Hae tetap tidak menjawab. Dong Hae mengulurkan tangannya menarik So Eun ke pelukannya. Membuat So Eun terkejut dan membulatkan matanya.

“Tu.. Tuan…”

“Aku tidak bisa tidur.”

So Eun terdiam.

“Padahal aku sangat lelah hari ini.”

“Ka- kalau begitu, Tuan Muda harus segera tidur.”

So Eun berusaha mendorong dada Dong Hae untuk memisahkannya namun Dong Hae malah mendekapnya dengan erat. So Eun bisa merasakan nafas Dong Hae yang menghembus di leher So Eun sehingga menciptakan rasa yang menggelitik.

“Tu- Tuan….”

“Temani aku tidur, So Eun.”

So Eun mendongakkan kepalanya dengan mata yang membulat. Terkejut. Apa dia tidak salah dengar? Dong Hae memintanya untuk menemaninya tidur?

“T-tapi Tuan…”

“Wangi lavendermu membuatku nyaman. Biarkan aku tidur disampingmu, lihatlah aromamu membuatku mengantuk. Aku mohon.”

So Eun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menatap ragu. Bingung antara iya atau tidak. Dong Hae yang menatap intens, tanpa memerlukan jawabannya segera ia menarik tengkuk So Eun dan segera menciumnya.

Lagi-lagi So Eun dibuat jantungan oleh sikapnya yang tidak terduga.

“Umphmm….”

So Eun bahkan kesulitan untuk melepaskan diri karena Dong Hae mendekapnya dan memegang tengkuknya dengan kuat. Bahkan ia bisa merasakan lumatan Dong Hae yang makin mendalam. Sadar ia tidak bisa melawan, akhirnya ia pun pasrah diperlakukannya seperti itu bahkan saat Dong Hae menggendongnya dengan bridal style sambil menaiki tangga menuju kamar Dong Hae. Mungkin So Eun harus menemani Tuan Mudanya sampai tidur dengan nyenyak. Dia percaya Dong Hae adalah orang baik, tidak mungkin Dong Hae berbuat macam-macam. Tanpa disadari mereka di ujung koridor terlihat Se Na menatap tajam dengan seringaiannya yang penuh arti.

*****

Sinar yang melewati celah tirai mengenai wajah So Eun. Membuat So Eun menggeliat karena terganggu dengan sinar itu. Ia mengerjab mata dengan perlahan sambil mengumpulkan nyawanya. Ia pun terbangun dan duduk sambil melihat sekeliling. Kamar mewah milik Dong Hae. So Eun masih ingat pelukan Dong Hae yang semakin erat. Ia begitu betah tertidur dibahunya seolah menghirup aroma lavender miliknya. Tiba-tiba wajah So Eun memerah, ia begitu malu. Sungguh hatinya begitu gugup. Apakah ini artinya ada kesempatan untuk mendapatkan Dong Hae? Bahkan ia masih ingat bagaimana Dong Hae semalam memohon minta menemani tidurnya. Segera So Eun turun dari kasur sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Bahkan ia masih memakai piyama. So Eun segera menuju ke pintu kamar untuk keluar dan pergi ke kamarnya.

“Ahhh!”

So Eun terkejut melihat wanita itu yang muncul saat So Eun membuka pintu dengan terburu-buru.

“Hai, So Eun! Kita bertemu lagi,” seru Se Na memberi sapa kepada So Eun dengan cerianya. So Eun tertegun melihat Se Na, rasanya ia pernah bertemu dengan Se Na.

“A.. Anda kan Lee Se Na yang di kapal pesiar itu?” tanya So Eun hati-hati.

Se Na yang senang So Eun mengingatnya segera memeluknya dengan erat.

“Ah! Aku sungguh tidak mengira bisa bertemu denganmu lagi disini. Berarti yang dikamar waktu itu… Bukan suamimu? Apa kau sedang menemani Dong Hae?”

So Eun tergugup mendengar pertanyaannya.

“Ah… Itu… I-iya, aku sedang menemani Tuan Muda berbisnis.”

“Wah! Tidak salah. Aku sangat menyukaimu, So Eun. Kau sangat cocok untuk adikku.”

“A-adik?”

Se Na malah tersenyum melihat keterkejutan So Eun yang dianggapnya begitu lucu dan imut. Se Na segera menarik So Eun keluar mendekati pembatas tangga itu sembari melihat ke bawah. Melihat Dong Hae yang sibuk membaca Koran.

“Kau tahu? Sudah lama sekali dia mencari seorang wanita yang dicintainya selama beberapa tahun ini. Aku bahkan sampai pusing melihat tingkahnya itu.”

So Eun hanya bisa menatap Se Na tidak mengerti. Sungguh ia tidak tahu arah pembicaraan ini. Se Na masih setia menatap Dong Hae sehingga tiba-tiba muncul seorang wanita di balik pintu dan masuk dengan wajahnya yang bahagia.

So Eun sangat terkejut melihat wanita itu. Ia mengenal wanita itu yang tiba-tiba memeluk Dong Hae.

Dong Hae menyambutnya sambil tersenyum bahkan sambil mencium bibir wanita itu.

“Kau sudah kembali?”

“Iya. Aku sangat merindukanmu.”

“Aku juga merindukanmu, Jessica.”

Lagi. Dong Hae mencium kening Jessica dengan lembut. So Eun yang menyaksikan itu meremas pakaian didadanya, merasakan rasa sakit hati. Bagaimana bisa mereka berhubungan lagi?

“Ah… Rupanya dia sudah pulang.”

So Eun tidak mendengar perkataan Se Na. Dia sibuk memikirkan rasa sakit hati ini. So Eun membalikkan tubuhnya, tidak sanggup melihat pemandangan itu. Bagaimana bisa? Seharusnya mereka sudah putus karena peristiwa itu. Apakah Dong Hae memaafkan pengkhianatan yang dilakukan Jessica itu? Apakah Dong Hae masih-

“Oh iya, aku lupa memberitahumu. Dia itu tunangannya Dong Hae.”

mencintainya?

So Eun menoleh terkejut. Ia menatap Se Na dengan tajam.

“Tu-tunangan?”

Apakah Dong Hae sedang memainkan perasaannya?

Tanpa disadari mereka, Dong Hae yang sedang memeluk Jessica dengan mesra sempat melihat ekspresi So Eun yang kecewa sebelum memunggunginya.

NB: Buat readers yang belum tahu siapa itu Lee Se Na. Lee Se Na itu aktris korea yang pernah main drama bareng kibum dan pernah ikut blind date di We Got Married-nya Lee Teuk dan Kang So Ra. Itu loh, si yeoja cantik yang manggil Hyukie dengan ‘Nappeun Namja’. Hehehe… Q agy demen ama ni Se Na karna cantik, imut, dan lucu. Ini picturenya.

96 responses to “Lavender [Part 4]

  1. dyyyy Oktober 4, 2012 pukul 7:40 am

    OMG…donghae abis nyium+tdr ma sso skrng ciuman ma jessica….adoooohhh
    cew yg dsiram cacing ma donghae d kapal tu sp?apkah jessica?

  2. ribka Oktober 4, 2012 pukul 1:06 pm

    Kasiang so eun..hikkksss…
    Ak ngga tllu suka sama peran ny si donghae, berasa kyk bkn dia gtuu…aahhhhh…tp baguus kok..lanjut2

  3. ticha_ Oktober 4, 2012 pukul 1:09 pm

    adaw….itu haeppa mau bkn sso cmbru atw apa??
    Ah…penasaran???
    Oya…se na ska’x ma sso kan
    Pasty bsa bantuin sso
    Kekeke🙂
    Penasaran tingkat dewa…
    Bener2 DAEBAK!!!
    Lanjuuutt🙂

  4. FISHY Oktober 4, 2012 pukul 2:42 pm

    JEONGMAL , daebak bwt author
    penasara, lanjut ya
    ih ya lee se na yang main di wgm teukso sm fighting junior
    mangkanya aku gak asing banget mukanya.
    lanjut jangan lama lama ya

  5. novitamie Oktober 6, 2012 pukul 7:46 am

    Bwaaa, konfliknya udah mulai terjadi nih sepertinya . Makin seru aja nih . Adegannya gak ada yg lebih seru lagi thor? *yodongnyakumat._.v* haha😀
    SEMANGAT AUTHOR, AKU PADAMU(?) ‘-‘)9

  6. Lila Tyas Oktober 7, 2012 pukul 4:14 am

    donghae bner” main’in hti so eun.. gk tau apa klau so wun bner” suka m donghae.. trus knp donghae blik’an m sicca.. bner” bkin pnasaran!!! dtunggu klanjutan’ny..

  7. Tikka Oktober 7, 2012 pukul 6:42 am

    Ommo. ! Kasian soeun apakh cinta’nya bnar2 d prmainkn oleh donghae. ?? Bner2 tegak bnget klo smpe kya gtu. .. Dan knpa donghae tiba2 udh tunangan aja sma jessica. ? Apa yg sbnarnya terjadi..? Next- part author x)

  8. veranicka Oktober 7, 2012 pukul 4:23 pm

    Akhirnya ada juga lanjutannya
    Ternyata se na tu kakak nya donghae
    Kirain mantan atau seseorang yg ditaksir donghae😀
    Jessica beneran tunangannya donghae ?
    Oh no~
    Atau jangan2 donghae cuma mau manasin2 so eun😀
    Semoga begitu

    Ditunggu kelanjutannya dan jangan lama2 update nya thor !!😀

  9. Princess ice Oktober 9, 2012 pukul 12:57 pm

    Huwaaaa cerita’a makin seru aja eunni😀
    0uh jd cwe yg dlu nghianatin d0nghae itu jessica ia. Tapi knpa jessica malah jd tunangan’a d0nghae?? Sbner’a pha siy yg d fkrin d0nghae?? Tapi sykur dech noona’a d0nghae yaitu se na suka sma so eun. Suka bgt sma k0nflik’a🙂
    Penasaran bgt m klnjutan’a neh e0nni🙂
    d tnggu bgt ia.!!
    E0nni fighting😀

  10. noni eka s Oktober 9, 2012 pukul 1:18 pm

    wuuuwwwww donghae pervert😮 hahaha. btw kayaknya donghae emang udah suka ya sama soeun ditambah kayaknya didukung kakak nya donghae. next chapter ditunggu kakak nya😀

  11. YeojaNiel Oktober 10, 2012 pukul 9:45 am

    Dasar ikan kurang asem -_-
    pengen ngamuk saya #plak
    next part ditunggu kak.

  12. Caca Oktober 10, 2012 pukul 9:54 am

    Penasran bgt
    chingu…
    Buat kelanjutannya.

  13. irfa Oktober 11, 2012 pukul 10:40 am

    waaaaahh rame banget ni ff!
    lanjut part selanjutnya dong ka😀

  14. mimiey Oktober 11, 2012 pukul 1:03 pm

    Penasaran banget eonnie…….
    Lanjut terus……🙂

  15. lovebumsso Oktober 12, 2012 pukul 5:00 am

    Wahh kren bgt ni ff ny author,,, lanjuttt yaa ^^

  16. Dhenanti JSKDEY Oktober 12, 2012 pukul 6:49 am

    OMO~ kenapa donghae masih sama jesicca ditambah lagi pake ada scenes cium2an segala lagi. Hati kim so eun pasti hancur.
    Donghae kenapa kaya gitu padahal semalem udan tidur+cium sso

  17. djkyueunloverzelfangel Oktober 20, 2012 pukul 2:23 pm

    Wah sumpah makin seru z nih critanya unn….
    Knp jessica balik lg sih? Apa bner jessica sm haeppa masih berhubungan?
    Trus gmn dengan sso unni? Apa hae hanya memprmainkannya? Huuaaa gk rela liat sso unni nangis, please jgn skiti sso unni😦
    Di tunggu lanjutannya unn semangaat😀

  18. qindae Oktober 20, 2012 pukul 2:50 pm

    Lanjuuutttt ! Kerens

  19. dhe Oktober 21, 2012 pukul 6:54 am

    donghae tu ska san kim so eun apa jessica?? ko gty c donghae, kasian soeun kan

  20. Rizki Fatmala Oktober 21, 2012 pukul 3:17 pm

    knp donghae jahat??? -_-”
    kasian so eunnyaaaaaa
    author please bgt itu jessica dibuang aja ke laut hehe

  21. FansSoeun Oktober 23, 2012 pukul 4:59 am

    adweee !!! hae oppa cium ……. jesicca??
    kasian sso eunni -,-
    semangat author buat lanjutin ff nya ^_^

  22. Natalia Oktober 23, 2012 pukul 10:55 pm

    Jdi..pnsaran ni…ka please…dilanjutin k part berikutnya ya??

  23. yeonta Oktober 30, 2012 pukul 7:37 am

    tunangan ???? lalu so eun mau dikemanakan??? lanjut

  24. wrage November 6, 2012 pukul 11:41 am

    akhirnya bisa baca lanutannya lagi. asiiik😀
    ceritany makin bagus ajaa. ayoo selanjutnya😀

  25. fredomkartini November 7, 2012 pukul 4:39 am

    aduh thor jngn bikin sso nya sedih dooong …..kan kacian ,so eun nya sampai nangis ,dong hae oppa pasti sengaja ngundang jessica buat bls dendam ,sok tahu *di pkl sm authornya * buat happy ending ya thor ,ku tggu part selanjutnya jngn lama2 ya ?dan di tggu ff nya yg lain dg pairing kim so eun …goodjob buat author

  26. Dellaaa..... Desember 10, 2012 pukul 5:17 am

    Omo..! Donghae tdur ma soeun trus skrang cium kngnya sica,,
    penasran lanjaut author😀

  27. Dellaaa..... Desember 10, 2012 pukul 5:19 am

    Tdur ma soeun trus ciuman ma jessica cma mau bkin soeun cmburu doang kan?!
    Bneran sica tngannya donghae oppa??
    Lanjut dong ….😎

  28. Cerry Desember 10, 2012 pukul 5:21 am

    Tdur ma soeun trus ciuman ma jessica cma mau bkin soeun cmburu doang kan?!
    Bneran sica tngannya donghae oppa??
    Lanjut dong ….😎

  29. Kim hyona Desember 10, 2012 pukul 5:24 am

    Donghae tunangan ama jessica trus soeun gmana, bkan’a donghae suka ma soeun
    Bingung…
    Lanjut ke part slanjutnya ya
    FIGHTING!?

  30. axelia Desember 17, 2012 pukul 4:25 am

    heii..kyaaa… ff ny baguss..
    kerenn… suka sama ide ceritanya..
    jkekekeke
    next part d tunggu..

  31. azizah Desember 19, 2012 pukul 2:42 pm

    haaaaa…
    so suit banget..
    aku paling suka yang haeppa bilang
    :aromamu membuatku mengantuk” hahaaaaaaa

    ditunggu lanjutannya yaq

  32. tanti no kawai Februari 18, 2013 pukul 2:14 am

    Waduhhh… Hampirrr saja….
    Jiahhh… Haeppa manja bangettt ma Sso…..
    “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

    Jesicca kembali????
    Mereka tunangan?????
    Lalu apa arti perlakuan haeppa ma Sso selma Ĭηĭ ????

    Huaaaa…. Kasian Sso eunni….

    Next part.. .͡▹​

  33. Choi shinae Maret 10, 2013 pukul 7:57 am

    Kkkkkkkk~
    Ditendang kan lo bang ckck..
    Kasian soeun😥 aku aja yg baca ngejleb bgt😥

  34. luthfiangelsso Maret 23, 2013 pukul 6:34 am

    maksud donghae nyium sso dan perlakuan’a ke sso sementara dia udah tunangan sapa jesica…maksud dari sikap hae apa….bikin bongung nd penasaran bgt !!

    mau lanjut lagiii….

  35. erika Maret 31, 2013 pukul 7:49 pm

    apa sh maksutnya haeppa, pdhalkan haeppa udah tunangan sama sica eonnie, tpi kok haeppa msih suka ciumin so eun eonnie aja, kan ksian so eun eonnienya jdi prasaannya kya dmaenin aja gtu sama haeppa😦
    huh……
    haeppa emang gmpang bnget bkin so eun eonnie cemburu😉

  36. Rahmie mamierizky Mei 13, 2013 pukul 4:53 pm

    Udah lama nunggu kelanjutan nya oh y Auhor tolong jangan gantung saya seperti ini saya butuh kejelasan plakkkkk lebay, to the poin aja, semoga cepet ada lanjutan nya yach! Terima asih

  37. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:31 am

    donghae nakal membuat soeun menangis

  38. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:33 am

    aku suka

  39. cutelfishy Januari 7, 2014 pukul 4:30 pm

    Nyesek bray,bru ja So Eun seneng2 eh malah da penganggu -,-

  40. Hanna Mei 13, 2014 pukul 3:55 am

    Cia bgus
    Di tnggu klanjutannya

  41. yeonta Juli 19, 2014 pukul 11:25 pm

    Keren banget

  42. meilasari September 13, 2014 pukul 3:41 pm

    aigoo donghae oppa sbnr.a suka sama siapa sih?
    bingung + penasaran -_-

  43. johyerin September 26, 2014 pukul 11:54 pm

    woooookk! gila hae ppa :’O
    kcian so eunnie~ hikz ni ljutn ny dtuggu bner2 loh thorrr..plz kepo kumaaaat! (///○///)

  44. Rani Annisa Februari 4, 2015 pukul 2:25 pm

    pasti so eun cemburu tuh lihat jessica sama donghae,, apalagi tau kalau jessica itu tunangan donghae..

    apa yang akan terjadi selanjutnya???

  45. yuliaseptiani Mei 26, 2015 pukul 11:19 am

    suka banget liat sifat donghae yg manja sama sso ^^
    aiiisshhh .. pengganggu muncul:/

  46. Luthfiangelsso Mei 29, 2015 pukul 1:11 am

    Makin pengen bgt buat di lanjut nih ff eonn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: