RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Today Was A Fairytale [Part 2]


PART 2

 

Genre: Mistery, Hurt, Tragedy

Rated: T or M

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Park Jung Soo

Warning: Sesuai dengan rated tersebut, cerita ini tidak menutupi kemungkinan akan ada semi NC 17. Oleh sebab itu, bagi yang merasa belum cukup umur lebih baik di skip aja. Menerima lebih dari 10 komentar maka ff ini akan dilanjutkan ke part berikutnya

~**~

 

“Ah.! Baiklah karena kalian sudah datang kemari. Bagaimana kalau kita langsung saja ke inti acaranya,”jelas Dong Hae sambil berdiri diikuti Kyu Hyun dengan membawa gelas di kedua tangan mereka masing-masing.

Perlahan, Dong Hae menghampiri Tiffany dan menyerahkan gelas sedangkan Kyu Hyun mendekati Hyo Rin.

“Ini gelasmu.”

Hyo Rin yang begitu gugup karena tidak menyangka ternyata Kyu Hyun yang memilihnya. Maka dengan senang hati, Hyo Rin menerimanya.

Melihat proses itu, So Eun menoleh. Memperhatikan Hyuk Jae yang sedang minum. Sadar diperhatikannya, Hyuk Jae beranjak dari sofa dan tidak lupa ia membawa gelas untuk So Eun. So Eun yang terbingung hanya bisa terdiam menerima gelas.

“Ternyata aku tidak salah memilihmu. Kau benar-benar seorang putri yang sangat cantik.”

Hampir saja, jantungnya copot mendengar kata-kata pujian dari Hyuk Jae. Jadi Hyuk Jae lah yang memilihnya. So Eun sibuk menunduk. Sungguh, ia tidak berani menatap Hyuk Jae yang terlihat sangat tampan. Hyuk Jae terkekeh melihat sikap malu-malunya. Ia memegang ujung dagu So Eun dan menariknya sehingga So Eun dipaksa menatapnya.

“Kenapa kau malah menunduk seperti itu?”

“……”

Hyuk Jae tersenyum lagi. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga So Eun, memberikan sebuah sensasi.

“Seharusnya, kau bahagia. Bukankah ini adalah impianmu? Seperti dongeng-dongeng yang selalu diinginkan para gadis?”

So Eun memundurkan wajahnya. Pipinya memerah. Sungguh dia merasa tersanjung dan malu mendengarnya.

“Bagaimana kalau kita mulai saja?” celetuk Dong Hae yang terlihat ekspresinya yang tidak sabaran.

“Iya. Aku tidak sabar untuk ‘menemani’ gadis cantik ini sampai terakhir,” Kyu Hyun membalas dengan senyuman smirknya.

Hyuk Jae lantas menjentikkan jarinya, “Ah iya! Kalian benar. Mari kita bersenang-senang. So Eun, ikut aku.”

Hyuk Jae langsung merangkul bahu So Eun, menuntutnya untuk mengikuti Hyuk Jae.

*****

So Ra terus menangis. Tangannya mencengkram selimut yang menutupi tubuhnya. Ia meringkuk dikasur dengan tidak berdaya. Tidak ingin melihat lelaki bajingan yang sudah merusak tubuhnya.

“Sampai kapan kau akan membuatku menderita, Jung Soo?” desisnya yang diyakini Jung Soo bisa mendengar perkataannya. Jung Soo yang sibuk mengancingkan pakaiannya pun terhenti. Ia menoleh ke So Ra yang dipandangnya selau terlihat cantik dan menggairahkan. Jung Soo mendekatinya lalu duduk disampingnya. Ia menyentuh kulit lengan So Ra dengan lembut, merasakan sentuhan sensasinya. So Ra yang merasakan itu menegang. Tangannya lebih terkepal berusaha menahan rasa takutnya. Ia menutup mata membiarkan Jung Soo mencium telinganya bahkan ke lehernya.

“Tidak bisakah kau menikmati semua yang telah aku berikan untukmu?”

So Ra tidak menjawab. Ia sibuk menahan rasa sensasi yang sedang dilakukan Jung Soo.

“Setahun ini….”

Jung Soo menghentikan ciumannya di leher So Ra.

“Setahun ini kau mengurungku disini dan memperkosaku berkali-kali. Tidak kah kau mengerti, semua yang kau lakukan ini membuatku menderita. Orang tuaku pasti sedang mencariku.”

“Hmphh….”

So Ra mengernyitkan keningnya saat melihat Jung Soo menahan tawanya. Jung Soo segera berdiri dan berjalan mendekati pintu. So Ra pun terbangun dan duduk sambil memandangnya.

“Aku lupa menceritakan ini kepadamu. Orang tuamu sudah meninggal.”

So Ra membulatkan matanya dengan terkejut.

“APA!?”

“Itu karena aku yang membunuh mereka.”

‘BLAM!’

Jung Soo pun keluar dengan pintu yang ditutup dan dikunci kembali. So Ra tidak bergeming saat mendengar perkataan terakhirnya. Air matanya yang seolah kembali tidak pernah habis pun keluar tanpa teriakan histerisnya.

*****

Suara mendesah yang begitu kuat namun tidak sampai terdengar diluar karena ruangan itu kedap suara. Dua insan sibuk melepaskan birahi dan nafsu mereka yang begitu menggebu-gebu hingga mencapai klimaks. Tanpa disadari, salah satu dari mereka menyisipkan tangannya ke meja sebelah. Mengambil sebuah benda yang terbuat dari perak, memanjang, dan tajam. Berusaha mengatur nafasnya yang tersengal usai klimaks tersebut, bagai macan yang diam-diam menyerang mangsanya. Tangannya yang memegang benda itu pun langsung menancap perut dengan kuat dan kasar.

“AAARRRGGGHHHH!?”

Teriakannya yang melengking membuatnya pun tersadar dari kenikmatan yang seperti surga itu. Korban itu segera memundurkan tubuhnya sambil menutup luka diperutnya. Darahnya merembes dengan deras.

“Kyu…. Hyun… Ukh… Uhuk-uhuk… Apa yang kau… lakukan?”

Hyo Rin menatap tidak percaya. Baru saja dia menikmati percintaan yang dilakukan mereka, kini tiba-tiba Kyu Hyun menikamnya. Kyu Hyun hanya tersenyum dengan iblisnya, tangannya yang masih setia memegang sebuah pisau tajam dilumuri darah Hyo Rin. Kyu Hyun menjilat darah yang ada dipisau itu.

“Darahmu sangat manis, Hyo Rin.”

Kyu Hyun mendekatinya dengan perlahan. Hyo Rin segera menyeretkan tubuhnya menjauhi Kyu Hyun. Tidak peduli jika dirinya sedang telanjang bulat. Ia terus memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari ruangan ini dan menjauhi pemuda yang sangat gila ini.

“Aaarrrgghhh!!??”

Hyo Rin berteriak kesakitan saat tangan kirinya tiba-tiba diinjak kuat oleh Kyu Hyun.

“Mau kemana, sayang? Kita baru saja memulai acara penutupan.”

Tubuh Hyo Rin bergetar ketakutan.

“Aku mohon, Kyu Hyun. Aku tidak tahu apa salahku kepadamu. Aku mohon, jangan bunuh aku. Aku tidak mau mati.”

Kyu Hyun menggeleng sambil berjongkok dengan kakinya yang masih setia menginjak tangan kiri Hyo Rin.

“Aku tidak bisa. Kau sudah menikmati hari ini sebagai seorang putri seperti dongeng yang kau inginkan. Maka malam ini kau harus membayarnya, Hyo Rin…”

Ujung pisau yang sangat tajam itu diarahkan ke dada Hyo Rin.

“…..Membayar dengan jantungmu.”

Pisau itu pun menancap dengan dalam. Agar Hyo Rin tidak banyak bergerak saat ia membelah kulit dadanya, Kyu Hyun mencekik leher Hyo Rin.

‘SRET!’

Suara kulit yang sudah tersobek lebar memperlihatkan organ didalam tubuh Hyo Rin. Tanpa menunggu lama, Kyu Hyun memotong dan mengeluarkan sebuah jantung segar yang masih berdarah. Kyu Hyun tersenyum bangga melihat hasil karyanya. Dia segera berdiri. Kemudian dengan tangannya yang kosong, ia gunakan untuk menarik tambut Hyo Rin. Menyeret tubuhnya ke dinding tembok. Lalu tangannya bergerak mencari sebuah tombol dan ditekannya. Hingga dinding itu terbuka membentuk sebuah lorong yang misterius dan gelap. Kyu Hyun mengangkat tubuh Hyo Rin dengan kasarnya, lalu ia buang mayat itu ke lorong diikuti dinding yang otomatis menutup. Tidak mau repot membersihkan diri, Kyu Hyun hanya mengenakan kemejanya kembali untuk menutupi dadanya yang telanjang. Lalu dia keluar dari kamar miliknya sambil membawa jantung. Saat dia sedang berjalan melewati beberapa kamar, tiba-tiba salah satu kamar terbuka. Kyu Hyun berhenti dan tersenyum menunggu dia menyusulnya.

“Bagaimana, Dong Hae?”

Dong Hae tersenyum dengan tangannya yang juga membawa jantung milik Tiffany hasil pembunuhannya.

“Sangat lancar. Eh kau tahu tidak, Kyu? Ternyata Tiffany sungguh masih perawan. Aku kira dia sama lajangnya dengan perempuan lain.”

“Sungguh? Tapi aku lihat data-datanya, kalau dia sering mengunjungi klub.”

“Yah, bukankah kita juga tidak menyangka kalau perempuan yang terlihat baik-baik itu ternyata sangat buruk.”

“Hahaha… Kau benar, Dong Hae. Sudahlah, kita harus cepat ke ruang bawah tanah. Jung Soo pasti sedang menunggu kita.”

“Kau benar,” ujar Dong Hae sambil merangkul Kyu Hyun dengan tangannya yang kosong.

“Oh iya, aku jadi penasaran dengan Hyuk Jae. Apakah dia berhasil? Secara, ini pertama kalinya dia ikut memilih. Biasanya dia menolak.”

“Entahlah, aku tidak tahu.”

*****

So Eun gemetaran ketakutan. Sudah terbukti kenapa dia merasakan firasat buruk. Ia sedang bersembunyi di sebuah lemari.

“DIMANA KAU, KIM SO EUN?!”

Suara itu lagi. So Eun menutup kedua telinganya.

‘BRUK! BLAM!’

Suara debuman yang So Eun tidak tau, tapi So Eun yakin kalau Hyuk Jae sedang mencarinya. Dia sudah sadar dari pingsannya. So Eun memeluk lututnya dengan penuh gemetaran. Bahkan berusaha mengeratkan pakaiannya yang hampir compang camping karena ulah Hyuk Jae. Bahkan So Eun masih ingat bagaimana Hyuk Jae berusaha memperkosanya. Ia sungguh tidak menyangka. Pada awalnya begitu lancar dan tenang tanpa mencurigakan satu pun. Hingga ketika ia masuk ke kamar bersama Hyuk Jae yang tanpa disadarinya Hyuk Jae mengunci pintu itu. Tiba-tiba saja, Hyuk Jae mengeluarkan rayuan maut sembari menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif. Instingnya yang sebagai perempuan pun mulai bangkit, So Eun berusaha mengelak tangannya yang berusaha menyentuh dirinya. Hyuk Jae tidak menyerah, ia malah semakin nekat memegangnya bahkan mencium bibirnya. So Eun yang terkejut itu segera berontak. Memisahkan dirinya dari Hyuk Jae. Sungguh, ia tidak mengerti apa maksud dari semua ini. Ia harus melindungi dirinya. Ia tersentak saat tubuhnya diangkat dan dilempar ke kasur lalu Hyuk Jae menaiki kasur dan menindihnya. Melanjutkan pemerkosaan itu sambil merobek pakaian yang dipakai So Eun. So Eun yang sangat ketakutan itu dan tidak mau kesuciannya direnggut paksa. Segera ia menoleh mencari sesuatu, tangannya meraih sebuah vas yang ada disampingnya. Tanpa menunggu lama, segera ia memukul kepala Hyuk Jae dengan keras. Hingga Hyuk Jae terhuyung sambil terbaring dengan tidak sadarkan diri. So Eun bisa melihat darah di kepala Hyuk Jae yang mengalir deras.

So Eun meloncat turun menuju pintu untuk keluar dari kamarnya. Namun, sayang pintu itu terkunci. Karena tidak ada jalan lain, mau tidak mau So Eun harus bersembunyi. Iya, dilemari.

‘BRAKK!’

So Eun membuka matanya. Suara itu, So Eun yakin itu adalah suara pintu yang terbuka. Pelan-pelan, So Eun membuka pintu lemari. Setelah yakin, tidak ada Hyuk Jae di ruangan itu. So Eun melihat pintu kamar yang ternyata memang terbuka. So Eun segera keluar dari lemari dan berlari menuju ke pintu kamar.

‘SRET!’

Pelukan di perut menahannya bergerak. So Eun menoleh.

“Mau kemana kau, So Eun?” Hyuk Jae menyeringai dibelakangnya yang masih memeluk perutnya. So Eun berontak, memukul lengannya yang memeluk So Eun. Hingga ia menggigit tangan Hyuk Jae. Pelukan pun terlepas. So Eun segera berlari keluar dari kamar. Hyuk Jae mengejarnya sambil memegang kepalanya yang terluka.

*****

Dingin. Sangat dingin. Dinginnya itu mencekam tubuh So Eun yang memakai pakaiannya seadanya. Gaunnya sangat berantakan. So Eun masih terlihat bingung. Ia baru saja menyadari keanehan rumah ini. Rumah yang begitu antik. Ini terlihat seperti sebuah istana yang sering digambarkan dongeng-dongeng. Istana yang begitu besar dan luas namun memiliki sebuah misteri. Langkahnya terus berjalan tanpa tau arah. Karena ia yakin, Hyuk Jae sudah terjauh.

Tolong aku….

Suara lirihan itu terdengar. Suara yang sama saat dia mendengar teriakannya. Namun kini terdengar lirih seperti putus asa. So Eun menajamkan pendengarannya.

Tolong aku… Hiks… Hiks…

Suara itu benar-benar nyata. Ternyata So Eun memang tidak salah dengar. So Eun mencari arah suara itu. Suara itu semakin lama semakin dekat, membawanya ke koridor yang agak gelap dan mencekam. Benar-benar mengerikan, bagaimana bisa ada ruangan seperti ini di bawah tanah?

Beberapa langkah kemudian, akhirnya dia berhenti di depan sebuah pintu berwarna coklat berdiri dengan gagahnya. So Eun menatap sebuah benda berbentuk kotak yang menempel dipintu itu. Ia melihat jejak darah yang menempel di kotak itu.

Kenapa aku harus mendapatkan seperti ini?

Perempuan itu sepertinya tersiksa. So Eun memberanikan diri menekan tombol itu sesuai dengan jejak darah yang berbentuk cap jari.

‘Cklek.’

*****

‘Cklek.’

Suara pintu terbuka, membuat So Ra lagi-lagi berhenti menangis. Ia terheran sekaligus takut, apakah Jung Soo kembali lagi? Pintu itu terbuka dengan pelan, sangat pelan yang cukup membuat So Ra berpacu jantung. Tangannya yang sudah sangat gemetar. Hingga sosok itu muncul. Menunjukkan diri.

Rasa takut So Ra berganti dengan keheranan. Seorang gadis?

“Kenapa kau bisa ada disini?”

Suara pertanyaan gadis itu menyadarkan lamunan So Ra. Gadis itu berhasil membuka pintunya. Seolah mendapat pencerahan, So Ra segera turun dari ranjang dan mendekati gadis itu sambil menggenggam tangannya.

“Kau! Kau berhasil membuka pintu. Terima kasih, kau menyelamatkanku. Siapa namamu?”

“Err… So Eun. Kim So Eun.”

So Eun menjawab sambil melihatnya dengan kasihan. Bagaimana tidak kasihan, penampilannya yang sangat berantakan apalagi ia bisa melihat kulitnya yang penuh dengan bercak merah walaupun So Ra sudah melilitkan tubuhnya dengan selimut.

“So Eun. Namaku Kang So Ra. Aku sangat berterima kasih kepadamu. Sebaiknya kita harus segera pergi dari sini sebelum mereka mengejar kita!?”

Tanpa menunggu tanggapan So Eun, So Ra langsung menarik tangan So Eun mengajaknya berlari.

*****

“Kau kenapa, Hyuk Jae?” histeris Dong Hae saat melihat Hyuk Jae muncul dengan kepalanya yang masih mengeluarkan darah. Melihat itu, Kyu Hyun dengan tanggap mengambil peralatan obat untuk menghentikan luka dikepala Hyuk Jae.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jung Soo muncul di belakangnya. Hyuk Jae hanya mengangguk sembari meringis saat kepalanya diobati oleh Kyu Hyun.

“Apa yang terjadi? Mana jantung yang mesti kau bawa? Apa kau gagal?” Jung Soo terus bertanya saat melihat kedua tangan Hyuk Jae kosong, tidak membawa apa-apa.

Setelah kepalanya selesai diperban. Hyuk Jae segera berdiri menuju ke sebuah ujung lemari. Ia membuka dan mengambil sebuah toples yang cukup besar. Kemudian dia bergabung dengan mereka.

“Ini jantungnya.”

“Sejak kapan?” Dong Hae terheran melihatnya. Karena seingatnya gadis yang bersama Hyuk Jae belum terlalu lama menemaninya.

“Sejak pagi. Ini bukan jantung milik So Eun. Tetapi milik orang lain.”

“Apa?” seru mereka.

“Iya. Ini milik si jalang yang bernama Hyun Ah.”

“Hyun Ah yang seksi itu? Waow..! Bagaimana kau bisa mendapatkannya?” seru Dong Hae dengan antusias. Dia tidak menyangka Hyuk Jae begitu mudah mendapatkan Hyun Ah.

“Lalu bagaimana dengan gadis yang eummm…. bernama So Eun itu?”tanya Kyu Hyun.

Hyuk Jae tersenyum smirk mendengarnya.

“Ngomong-ngomong soal So Eun. Gadismu itu telah berhasil membawa kabur wanitaku.”

Suara Jung Soo mengalihkan perhatian mereka. Hyuk Jae mendekati Jung Soo yang sedang fokus melihat Tab miliknya. Ia melihat sebuah video yang dikirim dari CCV, So Ra yang sedang menarik So Eun untuk mengikutinya berlari.

“Bagaimana dia bisa tau passwordnya? Padahal kau begitu ketat mengamankan pintu itu.”

“Aku ceroboh. Aku lupa menghapus darah yang menempel di depan pintu itu.”

“Ckckck… kau ceroboh lagi, Jung Soo.”

Kyu Hyun menepuk tangannya untuk menyadarkan perhatian mereka.

“Sudah… sudah… lebih baik kita mulai saja upacaranya. Jantung juga sudah lengkap. Jantung milik Hyo Rin, Tiffany, Hyun Ah, dan… Ah! Tae Yeon. Semua sudah lengkap. Kita harus memulai ritualnya sebelum bulan gerhana muncul.”

“Kau benar. Kalian tenang saja, mereka tidak akan bisa keluar dari istana ini. Karena ini bukan istana biasa.”

Jung Soo dan Hyuk Jae hanya bisa menghela nafas melihat tingkah mereka yang begitu tidak sabaran.

“Baiklah, kita tunda urusan ini dulu. Kita tidak mau ‘dia’ marah karena kita terlambat melaksanakan ritual bukan?”ucap Jung Soo dengan bijaknya. Hyuk Jae hanya mengangguk menurutinya.

*****

“Kita ada dimana, So Ra? Kenapa tempat ini semakin menyeramkan?”

So Eun dan So Ra kembali tersesat saat mencari jalan keluar. Kenapa ruang bawah tanah semakin luas. Bahkan So Eun dan So Ra sama-sama lupa arah jalan keluarnya.

“Entahlah. Sebaiknya kita terus berjalan.”

So Eun hanya mengangguk. Walaupun ruang bawah tanah ini suhunya begitu dingin. Namun mereka tetap berusaha tidak menghiraukan rasa dingin yang mencekam itu.

“Lihat! Ada pakaian,” seru So Eun saat melihat beberapa pakaian utuh tergeletak dilantai.

“Ah. Kau benar. Kebetulan sekali, aku membutuhkan pakaian itu. So Eun, kau juga mesti ganti pakaian.”ucap So Ra mengambil beberapa helai pakaian yang layak untuk dipakai mereka. So Eun hanya bisa terdiam menerima pakaian yang disodorkan So Ra. Mereka pun langsung memakai pakaian dengan cepat. Namun beberapa saat, So Eun menyadari sesuatu. Ia mencium sesuatu yang amis. Begitu pekat. So Eun membalikkan tubuhnya. Saat dia menyadari ada sebuah lorong misterius dimana disitu bau amis berada. So Eun berjalan perlahan menuju ke lorong itu. So Ra yang menyadari keanehan So Eun itu pun ikut mengikutinya. Beberapa langkah mereka tapaki di lantai yang semakin lama semakin menyentuh aliran merah yang pekat. Mereka berbelok dan sangat terkejut. So Eun menutup mulutnya sedangkan So Ra yang tidak tahan melihat pemandangan itu langsung muntah saking menjijikkannya.

Tumpukan mayat yang diyakini berjenis kelamin perempuan tidak bisa dihitung dengan jelas karena tubuh mereka tergeletak dengan hancurnya. Bahkan So Eun bisa melihat kepala Tae Yeon yang terpisah dari tubuhnya tergeletak dengan matanya yang melotot seolah melotot kepada So Eun. Namun yang bikin So Eun lebih terkejut lagi, dua gadis yang sangat dikenalinya ikut tergeletak dengan mengenaskan.

“Tiffany… Hyo Rin…?”

To Be Continued……

77 responses to “Today Was A Fairytale [Part 2]

  1. FansSoeun Oktober 23, 2012 pukul 5:14 am

    makin seram aja ff nya..
    moga2 sso eunnie selamat..
    semangat author lanjutin ff nya ^_^

  2. Irnawatyalwi Oktober 25, 2012 pukul 9:54 am

    Omg, knpa ff in smkin kejam aja aq g tega sso d prlakuin g layak ma hyuk sma sprti sora, waduh bc ni ff buat aq merinding bner2 pnuh misteri n pyiksaan, kpn so eun n sora bsa bebas n hidup bhgia?

  3. yeonta Oktober 30, 2012 pukul 7:53 am

    ritual apa ya??? mengapa dibunuh ya???

  4. dhyanqueena November 1, 2012 pukul 4:55 am

    Wah… berasa nonton horor,,, lanjut aja donk secepatnya!!!!

  5. tika November 3, 2012 pukul 10:46 am

    Mana nih postingan barunya??? Lama banget….dah hampir sebulan…..hikz….

  6. fredomkartini November 7, 2012 pukul 9:57 am

    sadis amat mrk ,kenapa diantara mrk tdk ada yg baik thor ,aq sih berharapnya kyuppa nya baik ,bisa jadi pahlawan buat sso eounie nya ,aq suka sm pasangan ini ,tp kyknya tdk mungkn deh ,,,,duh kacian so eun nya ,ada nggak yg nolong ,,,,,,kyk dukun aja pakai acara ritual segala ,pakai jantung lagi,,,,hihihi seremmmmm

  7. Deborah sally November 10, 2012 pukul 12:08 am

    Ngambang, aku jadi penasaran. Aku baca ini sampe gemetaran loh. Untung aja soeun bisa melarikan diri dari eunhyuk.

    Misi mereka sebenarnya apaan sih chingu ?

    Lanjutkan chingu, jangan ditunda2 ya. Aku udah mati penasaran dibuatnya

  8. Ade Woro Pangestuti November 11, 2012 pukul 7:34 am

    ayo kapa dilanjuti part 3nya..udah penasaran banget…

  9. danny danny danny November 14, 2012 pukul 6:19 am

    lanjutin dong ke part 3 ceritanya seru

  10. Cicikana November 16, 2012 pukul 7:39 am

    Lanjutt…
    Makin seru aja, Lanjut ke part 3 ya thor…🙂

  11. Dita November 26, 2012 pukul 8:06 am

    Hii,,ngerii,ah author ah bikin cerita yg serem* nanti pas malem mesti gk bisa’ tidur,,,

    Tapi thor,,part 3 nya dilanjut donk,,,,*bertekuk lutut di depan rmah author*

  12. axelia Desember 17, 2012 pukul 3:45 am

    kyaa..bener2 menegangkan..
    ceritanya dari part 1 bener2 bikin penasaran..
    next part d tunggu ae..

    oh iy lupa. annyeong new reader…
    salam kenal..

  13. dhyanqueena Desember 18, 2012 pukul 10:56 pm

    visit dhyanqueena.wordpress.com ya.. khamsa

  14. dhyanqueena Desember 19, 2012 pukul 10:36 pm

    maaf alamat WP yg diatas ga lengkap… ni yang lengkapnya… dhyanqueenakimsoeun.wordpress visit yach khamsa

  15. Dita Kalem Desember 31, 2012 pukul 3:11 pm

    min,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,mana part 3 nya?/??????? komentarnya dah bayak nie><

  16. luthfiangelsso Februari 15, 2013 pukul 7:10 am

    Sumpah di lanjut thor seru bgt bgt

  17. erika Maret 31, 2013 pukul 10:16 pm

    kya….
    mkin seru aja thor ffnya🙂
    sumpah qu seneng bnget ada ff yg berbau misteri2 gtu#jingkrak2 gaje*plak abaikan
    lanjut y thor, y ampun sumpah qu pling pnasaran sama ff yg ini dri pada yg lain😀

  18. Soeun April 20, 2013 pukul 5:05 am

    Critanya menyeramkan skali😦
    tpi ‘dia’ yg dimaksud cpha ea ?
    Mudah” Sso eonnie slamat🙂
    ditunggu part slanjut nya
    bwt author HWAITING !

  19. Vani Mei 12, 2013 pukul 8:48 am

    Eonni part 3 nya kok blm di post pdahal aku penasaran bgt😦

  20. PujaRISA Juni 1, 2013 pukul 1:16 am

    seru onn. tpi cepet post don yg lavender ma fairytale y.xdah gc sabar. annyeong q reader baru.

  21. delnabum:-) Juni 20, 2013 pukul 1:21 pm

    Kapan part 3 nya di post ?
    Udah 8 bulan nihh nunggui’in part 3 sama part 4 nya ….!

  22. noviaris24 Juli 2, 2013 pukul 12:10 am

    lanjutkan ke today was a fairytale part 3.ffnya semakin keren.

  23. Abrai September 17, 2013 pukul 12:20 am

    Lanjt chingu🙂

  24. Serraqueen Februari 21, 2014 pukul 5:41 am

    Lanjut part 3nya donk..
    Penasaran ne hehehehee

  25. Rani Annisa Februari 5, 2015 pukul 9:03 am

    ceritanya makin menegangkan,, semoga aja so eun bisa selamat…

    next part

  26. Endang widiyati Maret 21, 2015 pukul 2:07 am

    Ya suereeeemmmm ….Kapan mzu dilanjut nih

  27. So_chie Februari 16, 2016 pukul 2:35 am

    Omooo
    Seperti xa eunhyuk oppa suka nech ma sso eonnie

    Wach nasib sso bakal keq mna nech bakal seru bgt nech
    Identitas mereka belum tw pa koq pake pemujaan gt

    Trus sso eonnie ma kang sora ngak sa keluar dari kastil.

    Sedih xa

    Next chingu aqu harap akan d lanjutin lage.
    D tunggu yah chingu
    Fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: