RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Girl In A Vintage Dress [Part 1]


cover depan1small

Rated: M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

WARNING: FF ini merupakan remake novel terjemahan yang berjudul GIRL IN A VINTAGE DRESS, karya Nicola Marsh. FF ini 90% murni bukan milik saya, berhubung novel ini merupakan terjemahan maka nama dan tempat disesuaikan dengan cast asal korea. Happy Reading!?^^

Girl In A Vintage Dress [Part 1]:

Begitu Lee Dong Hae berbelok ke Yakjeon Street, rambut-rambut halus di tengkuknya langsung bereaksi.

Mengemudi melintasi Daegu – daerah pinggir kota yang dulu pernah jadi rumahnya – terasa sudah cukup buruk, namun jalan ini menyimpan lebih dari sekadar kenangan yang lama dipendamnya.

Yakjeon Street mencerminkan segala hal yang ia hindari, segala sesuatu yang ingin ia lupakan.

Namun, sekarang ia di sini melintasi keramaian lalu lintas, mencari tempat parkir, berusaha fokus pada jalan dan menghalau kenangan-kenangan yang berlarian di benaknya bagaikan siaran ulang film buruk.

Mengendarai sepeda ke Golmok Street untuk menonton tim sepak bola favoritnya berlatih, berjalan ke sekolah local, menjemput Se Na dari rumah teman: itu bukan kenangan buruk, hanya cuplikan-cuplikan masa lalunya. Masa lalu ketika ia membesarkan Se Na dan mengemban tanggung jawab yang terlalu besar sejak masih sangat muda. Masa lalu yang dipenuhi dengan membuat bekal makan siang, memeriksa pekerjaan rumah dan memasak makan malam. Masa lalu ketika ia tidak punya kesempatan untuk menjadi anak-anak.

Tetapi situasi itu menghasilkan beberapa hal positif. Se Na menyayangi Dong Hae dan begitu juga sebaliknya. Dong Hae rela melakukan apa pun demi adiknya, dan itu juga satu-satunya alasan ia ada di tempat ini sekarang.

Sambil memarkir mobil Jaguar-nya di tempat parkir khusus, ia mengabaikan perasaan aneh dalam dirinya. Aku, gugup? Pikirnya. Lucu sekali, itu yang akan dikatakan seluruh pegawainya di Dazzle.

Menghasilkan triliunan won? Menaklukkan industri hiburan dalam sekejap? Menjadi yang terbaik dalam bisnis? Dong Hae bias melakukannya dengan mata tertutup. Ia tak punya waktu untuk gugup, tapi saat melewati Yakjeon Street yang telah direnovasi dan dipadati kafe serta butik trendi, jauh lebih berbeda dari jalan yang dulu ia kenal, mau tak mau ia cemas.

Jika kembali ke sini masih kurang buruk, menyusuri beberapa toko vintage mewah demi mengatur pesta lajang adiknya cukup menimbulkan kengerian bagi pria paling tegar sekalipun.

Ponselnya berbunyi dan ia membalas pesan dari asisten pribadinya; sebelah mata mengawasi ponsel, sebelah lagi mengamati deretan toko sampai ia menemukan tujuannya.

Go Retro.

Tertulis dengan warna merah muda cerah dan huruf melengkung dengan latar belakang gambar sepatu, topi, dan lipstick. Dong Hae lebih suka berada di tempat lain, tapi ia punya tugas yang harus diselesaikan dan ia sangat mahir menyelesaikan tugas.

Setelah mengirim satu pesan lagi pada Chae Won, ia mendorong pintu hingga terbuka dengan bokong lalu memasuki toko, sementara dalam hati menghitung jumlah keuntungan dan janji pertemuan baru sebagai balasan bagi pertanyaan berikut dari asisten pribadinya yang sangat efisien.

Bel kecil berdering di atas kepala, namun Dong Hae tidak menoleh ke atas dan mengernyit saat Chae Won mengirim e-mail daftar tamu terbaru untuk acara peluncuran agen model nanti malam.

“Maaf.”

Dong Hae mengangkat satu jari, tidak siap disela selagi menangani permasalahan terbaru.

“Kami tidak mengizinkan penggunaan ponsel di sini.”

Seharusnya aku tahu, pikir Dong Hae. Toko yang berurusan dengan benda-benda retro pasti tidak mengikuti zaman.

“Tunggu sebentar…”

“Maaf, peraturan Retro.”

Sebelum bisa membantah, ponselnya sudah diambil dari tangannya dan akhirnya Dong Hae mendongak, siap membentak penjaga toko yang lancang itu.

“Berani-beraninya kau…”

Sisa protesnya menghilang ketika tatapan marahnya bertemu dengan mata yang paling lembut yang pernah ia lihat, dibingkai bulu mata panjang yang seolah menambah kesan rapuh.

Tidak banyak orang berani menentangnya, apalagi wanita dengan tubuh berlekuk yang seakan baru keluar dari era lima puluhan, dengan rambut bergelombang yang dijepit dan ditahan menggunakan bandana bermotif polka dot, sama seperti pakaian rock and roll-nya.

“Aku berani karena aku pemilik toko ini, dan peraturan harus dipatuhi.”

Wanita itu mengantongi dan menyembunyikan ponsel Dong Hae dalam kantong samping roknya yang mengembang, berusaha keras untuk tidak tersenyum.

“Kau akan mendapatkannya kembali saat meninggalkan toko ini. Nah, ada yang bisa kubantu?”

Sambil memberengut, Dong Hae hampir saja meminta ponselnya kembali dan bergegas pergi dari sana, tidak peduli pada pesta lajang Se Na, tapi ia menangkap kilau ketakutan di balik sapuan maskara itu.

Di balik sikap keras dan tegas itu, pemilik benda-benda mencolok ini tidak suka bersikap menjadi bos yang jahat. Dong Hae bisa mengenalinya, karena itulah ia memutuskan untuk memasukkan kedua tangan ke saku dan melihat berkeliling, melihat-lihat tempat itu untuk pertama kalinya.

Warna-warna mencolok seakan menyerang penglihatannya: mawar imitasi berwarna merah muda dalam topi-topi bundar berwarna hitam, sarung tangan jingga dan kebiruan berhamburan dari kotak-kotak bermotif bunga, syal bulu warna hijau zamrud dililitkan pada manekan-manekan berpakaian satin; semua itu hanyalah sebagian kecil barang-barang yang menjejali tiap sudut dan celah toko tersebut.

Menurut Dong Hae, yang lebih menyukai garis-garis sederhana dan modern dalam segala hal, mulai perabotan hingga pakaian, tempat ini seperti mimpi buruk.

“Ada benda khusus yang kau cari? Pakaian? Aksesoris? Benda special untuk istrimu?”

“Aku tidak punya istri,” kata Dong Hae, sakit kepala mulai muncul di belakang kepalanya ketika ia menatap pemandangan aneh yang berasal dari berbagai bunga, renda, dan bulu, semua benda yang berkerlap-kerlip dan gaun-gaun, serta ornamen-ornamen mencolok yang berkilau di bawah lampu temaram – satu-satunya pertanda abad 21 di tempat itu.

“Oh, baiklah. Well, kami melayani semua tipe,”kata wanita itu, rasa heran terdengar dalam suaranya yang pelan ketika ia mengamati Dong Hae dan pria itu mendengus kesal.

“Aku tidak datang untuk diriku.”

“Tidak perlu malu. Kau boleh mencoba apa pun yang kausukai.”

Dong Hae menganga lebar sebelum akhirnya menutup mulut cepat-cepat. Ia pernah disalahartikan untuk berbagai hal selama hidupnya, tetapi tidak sebagai pria yang suka memakai pakaian wanita.

“Apa kau selalu seterus terang ini pada pelangganmu?”

“Hanya pada yang suka membantah.”

Senyum ramah wanita itu membuat wajahnya bersinar, menambah kilauan di matanya dan mengubah wanita itu dari sekadar cantik menjadi sangat cantik.

“Well, aku tidak ingin mendebatmu, tapi wanita yang kukencani tidak meragukan maskulinitasku, jadi kuharap kau juga begitu.”

Pipi wanita itu memerah, saat memalingkan wajah senyumnya memudar, tapi Dong Hae sempat melihat ekspresi kerapuhan seperti yang ia lihat tadi.

Wanita-wanita yang dikenal Dong Hae, baik dalam kehidupan profesional maupun sosial, tidak pernah menunjukkan kerapuhan. Wanita-wanita itu percaya diri: pada kemampuan mereka, pada diri sendiri. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan tidak takut untuk mencari serta meraihnya. Wanita ini sangat berbeda, sama berbedanya Dong Hae pada masa kini dengan dirinya pada masa lalu, namun ada sesuatu dalam wanita itu yang mengusiknya.

Dong Hae selalu percaya pada nalurinya, dan saat ini nalurinya berkata ia harus mencari tahu apa yang bisa menggerakkan wanita itu sebelum Dong Hae menyewa jasa wanita itu untuk pesta lajang adiknya.

Wanita itu berdeham. “Baiklah, setelah kita sepaham kau tidak mencari gaun malam warna merah dengan gaya tahun 1920-an, apa yang bisa kubantu?”

Sudut-sudut bibir Dong Hae bergerak saat wanita itu terus menatapnya dengan ragu, seolah dia belum yakin Dong Hae tidak akan memakai rok tulle saat tidak ada yang melihatnya.

“Kudengar kau bisa membantu merencakan pesta ulang tahun.”

Wanita itu mengangguk, ikal besar di atas dahinya berayun.

“Benar. Kami bisa membantu mengubah penampilan, foto, menata pakaian, pekerjaan semacam itu. Para wanita menyukainya.”

Wanita itu diam sejenak, bibir merahnya membentuk senyum jahil.

“Beberapa pria juga.”

Dong Hae menyadari dirinya ikut tersenyum, meski sebenarnya ingin berkata, Sudah cukup kau meragukan maskulinitasku.

“Apakah hal semacam itu juga cocok untuk pesta lajang wanita?”

Mata wanita itu bersinar. “Tentu saja. Beberapa jam yang menyenangkan bagi calon pengantin…”

“Aku berpikir untuk mengadakannya dalam seminggu.”

“Sebelah alis wanita itu terangkat. “Seminggu?”

“Benar.”

Dong Hae melihat-lihat isi toko, mengambil jepit rambut yang berkilau di sini, syal di sana. Meski sebenarnya tidak tertarik, ia tahu Se Na menyukai segala sesuatu yang ada di tempat ini.

Dan apa pun yang diinginkan Se Na, pasti ia penuhi.

Se Na –lah satu-satunya yang setia menemaninya selama bertahun-tahun dan jika bukan demi Se Na, ketika ia tumbuh dewasa… Dong Hae menahan getaran yang muncul.

“Biar kuperjelas. Kau ingin aku mengadakan pesta lajang selama seminggu penuh?”

“He-eh.”

Dong Hae berhenti di depan meja pajangan yang tertutup banyak keranjang berisi pernak-pernik khas wanita dan brosur, terkesima melihat banyaknya benda berserakan yang memenuhi tiap permukaan meja.

“Itu mustahil.”

“Tidak ada yang mustahil,” kata Dong Hae, mengamati wanita itu menyibukkan diri dengan maneken, membenahi ikat pinggangnya, merapikan roknya. “Aku sudah melihat biayanya di website-mu. Aku bersedia menggandakan biaya tiap jam dan membayar semua ongkos transportasi.”

Wanita itu membelalak dan, tahu bahwa tawarannya terlalu bagus untuk ditolak, Dong Hae melanjutkan. “ Dan sebagai CEO perusahaan Dazzle, yang aku yakin pernah kau dengar, aku bersedia merekomendasikanmu secara pribadi untuk acara-acara berikut yang memerlukan nuansa baru dalam fashion.”

Wanita itu menatap Dong Hae dengan matanya yang sipit, tatapan lekat yang anehnya membuat Dong Hae merasa tidak nyaman.

Ketika wanita itu tidak segera mengiyakan tawarannya, Dong Hae harus melakukan rencana B: cara halus.

Di sinilah rencananya menemui hambatan: ia bahkan tidak tahu nama wanita itu dan jika ia bertanya sekarang, ia akan kehilangan kesempatan.

“Jadi apa jawabanmu?”

Wanita itu menegakkan tubuh, mengibaskan rambut ikalnya ke balik bahu dan menatap tajam sebelum membuka mulut.

“Terima kasih atas tawaranmu, tapi jawabanku tidak.”

 cover tbc1small

NB: Saya hanya ingin memberitahukan bahwa FF yang diremake novel ini memang bukan penulisan saya, atau karakter saya. Karena saya tidak menciptakan ide cerita ini, hanya mengubah nama dan tempat dari novel terjemahan tersebut. Jadi kalo ada yang merasa kurang paham dengan bahasanya maupun yang lain itu karena bahasa di novel memang agak tinggi, jadi dibaca baik-baik ya ^^

40 responses to “Girl In A Vintage Dress [Part 1]

  1. Aisparkyu November 2, 2014 pukul 12:34 pm

    .kya haesso coupke kren thour,,pnsran ma crta slnjutnya,,nexs partnya d tnggu

  2. afifmuizzakaiffahizzati November 2, 2014 pukul 12:39 pm

    Mbak, aku komennya nanti ya. Tunggu aja pasti ada ntar komenanku bergentayangan di sini. #plak
    Bye dulu, yaa..!🙂

  3. vanii November 2, 2014 pukul 1:47 pm

    hehehheheehe
    ku kira go retno ternyata go retro,,,,😀

    huaaaaaaaah sukaaaaaaaaaaa bingit
    haepaa yg stylish ala CEO muda vs nona retro yg vintage bingit
    gak bayangin kalo mereka kencan,,, lum bisa bayangin tepatnya
    novel2 temuanmu yiamikkkk kakakkkkkk
    oalah sena adiknya ya *gmna sejarahnya dl jg jd trauma ma ni kota
    sso,,, misterius si nona retro yg penuh kerapuhan dan mengundang kepoaaaaaaaaaaan, hihi
    ahhhh sena,,, sang princess yg menghantarkan kakak+ayahnya mendapatkan jodoh,,, aamiin

    haeppa gengsi,, nona retro menolak,,,, ckckkckck
    jangan lama2 kakak

    retnoooo,, hahaha myebut sso jadi nona vintage,, sukaaaa

  4. Devi November 2, 2014 pukul 2:11 pm

    cerita’a seruuu,,,,
    tpi penasaran siapa yg cwek yg melayani haeppa yg mnjadi pelanggan ???
    d tunggu kelanjutan’a,,;

  5. Puspa Kyukyu November 2, 2014 pukul 2:13 pm

    Pendek banget Kak ??? O.o
    hahahahahahahah😀😀😀
    gak kya’ punya Teuki sma Soeun *peace -.-” v.v

    weehhh.. Pasti cantik kali Soeun pake bando polkadot.. Tergambar jelas dipikiran !!

    Next Kakakak !!!

  6. AngelFish November 2, 2014 pukul 3:00 pm

    Kyaaaa My favorite couple🙂 KEREENN banget thor… Aduh udah lama banget nungguin comebacknya author dengan haessonya nahh sekarang terpuaskan😀 lanjutannya ditunggu banget thorr (y) HWAITTINGG🙂

  7. Choi Shinae November 2, 2014 pukul 3:05 pm

    wow haesso couple.. kesan pertama yang sangat menarik… next part nya ditunggu🙂

  8. nita November 2, 2014 pukul 3:05 pm

    aq msh bngung sm crta ny, d tnggu next part ny y eon. keep writing.

  9. nita November 2, 2014 pukul 3:09 pm

    akh…. haesso couple. my favorite couple. snng bisa bca ff haesso lg d blog ini eon. next part d tnggu eon.🙂

  10. Gg November 2, 2014 pukul 3:43 pm

    dr smua SJ-Sso yg paling fav emang HaeSso hihihiiii makasi lho kak uda buat penasarab buat chapt selanjutnya😀

    btw, itu sso ya yg jd pelayan? masih aga bingung, mungkin karena gak pernah baca novelnya. jadi kepo nih ama novelnya hihihihii. nyari ah~ biar gak kepo kepo amat.

    good job kakkkk ~

  11. HaeNy Choi93 November 2, 2014 pukul 8:38 pm

    Soeun menjadi gadis Retro ya disini.. Huaaa pasti keren nih.
    HaeSso baru ketemu jadi masih belum ada moment.
    Masih banyak kata ‘Penasaran’ di otakq eonn.. Next partnya ditunggu ya..
    Q ganti ID, dulu sekali Choi Hye Mi. Hihihi

  12. afifmuizzakaiffahizzati November 2, 2014 pukul 9:10 pm

    Kenapa, ya?😦 Kok, Sso eonni nolak tawaran itu? Apa ada yang disembunyiin? Padahal itu tawaran menggiurkan, kok ditolak? (Ya, itu kalo lo yang mikir. Mang pola pikir dia sama kayak elu? :-v ) Iye… -_-
    Padahal, kan niatnya cuma mau minta Sso eonni jadi EO acara adek Haeppa, kok jadi kayak musuhan, sih? Haeppa juga. -_- Ngapain bang lu songong depan orang yang bakal lu ajak bisnis? Tuh, kan ditolak mentah-mentah.

    Huwaa…! Sori, ya Mbak..! Aku udah mentok segini aja komennya. Lagi ngantuk..😀
    Cepet dilanjut, ya Mbak..! I’m waiting.. ^_^

  13. Fee November 3, 2014 pukul 1:40 am

    Couple fav q stlh kyusso.
    Tp knp pendek thor..

    Next part panjangin..

  14. Endang haesso November 3, 2014 pukul 2:08 am

    Wah,daebak..bagus bgt cerita’a..
    Ternyata donghae dan sena pernah hdp dlm kesengsaraan..tp lucu pertemu pertama dgn pemilik toko..yg aq tebak pasti soeun..,ada chaewon? Mksd moon chae won ya..next part pasti ditunggu.

  15. Kim Ra rA November 3, 2014 pukul 3:43 am

    yeeeee HaeSso My coupel!!!
    kira kira ada kejadian apa yach antara Donghae sama tempat itu…?

    waaaah baru pertemuan pertama aja udah penasaran binggo!!!
    Sso emang keren dengan pesonanya.
    next,,,next,,,

  16. YhuliiSoeun November 3, 2014 pukul 9:53 am

    Pendeekk #plak :p😀
    blum dpat feel.y sih sbenar.y mungkin krna msh awal trus blum ngerti jga jalan.y … Tpi seru jga,,apalg dgn rencana donghae… Yg syg.y d.tolak sama si cewek wkwkwk …. :p next.y d.tggu …😀

  17. Shaneyida November 3, 2014 pukul 10:52 am

    Nah lo sso jangan ragukan kemaskulinan hae ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ ,dia ngira hae mau make pkaian perempuan hhh itu acara untuk adiknya thu sso hhhh
    Yg mana penjual dan pembeli si ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ kek mau berantem hHh..sso galak jg yak ..

    Nah lo itu sso nolak ….apakah nanti iso berbalik menjadi nerima tawaran ntu hmmm …
    Hae sangat syg ma sena ..,

    Storynya fresh bingit (y)
    Thumbs up (y)

  18. AngelsShe~ November 3, 2014 pukul 12:17 pm

    OMO kenapa eunie So menolak tawaranx hae oppa ?! eunie So Misterius -_- jadi makin penasaran kelanjutanx cepet dilanjut yach kak retno ^_^

  19. lovelysso November 3, 2014 pukul 1:21 pm

    aaahhh.. knp pendek sekali ceritanya. disini haesso couple ok jg, cuma blm bs nangkep karakter masing2(haesso), ditunggu bgt lanjutannya. oya author, bisakah next ada ff br castnya kyusso coup(kyuhyun-soeun) gomawo..aza..keep writing!!

  20. Luthfiangelsso November 3, 2014 pukul 11:13 pm

    Se na itu adiknya hae kan yaa ??
    Dan pemilik toko itu sso kan yaa ??
    Dan ada apa dg masalalu hae dg daegu ??

  21. urri cassiopeia November 4, 2014 pukul 7:07 am

    Ehm….apakah cew penjaga toko itu Sso onnie ya??penasaran….ayooo dTunggu part selanjutnya……:-)

  22. ria November 4, 2014 pukul 8:32 am

    Bagus
    lanjut thor

  23. hellolina97 November 4, 2014 pukul 11:06 am

    hallooo…
    aku reader baru disini.
    membayangkan karakter donghae di ff remake ini sungguh kerenn . itu Donghae waktu masuk tokonya soeun terpesona kah sama mata soeun setelah melihat soeun.
    knp sso menjawab tidak ?

  24. Rakha November 4, 2014 pukul 11:44 am

    Keduanyanya punya karakter nyebelin dan maksa,tapi cocok2 aja kalo haesso,tapi kependekan kalo menurut saya,dan lagi saya suka banget sama ff nya,sampe baca berkali2,biar paham juga sih,hahahahaha
    pokonya lanjutannya di tunggu

  25. Elisa November 4, 2014 pukul 3:07 pm

    Cieh my favorite cople…. Pling like lah ff pairing ni….
    Ih fidhy oppa JCPPP…
    Like author pakek bngit…
    Author faighting

  26. Nuneo November 5, 2014 pukul 3:37 am

    Lah Hae dilangkahin sama adiknya😀 . Update Soon yah! ^^~

  27. kristienuuna November 5, 2014 pukul 4:44 pm

    nah Lhoh..
    beLom2 uda d toLak ajah nech tawaran na Haeppa..
    kLo d toLak Haeppa G bisa ketemuan Lagi dong ama Soeun..
    eh tapi yang punya Retro tadi Sso kan??
    pasti Sso, kan pemeran utama na..
    hahahahahaa..😀

  28. Lila Tyas November 6, 2014 pukul 2:47 pm

    sepertinya karakter sso di sini lucu feminim bgt dech.. aha.. masih penasaran dgn kelanjutan ff remake novel yg di post ka retno.. lanjut” ka.. suka bgt sma kyusso dan bumsso couplenya.. tpi yg lain uga gk kalah bgus dech..

  29. dewi November 6, 2014 pukul 7:03 pm

    aaa penasasan bgt next partnyaa
    ditunggu ne

  30. senrumi November 7, 2014 pukul 1:23 pm

    Pa wanita it sso ya
    kasihan hae ditolak mentah2

  31. Soeun November 8, 2014 pukul 7:16 am

    Kok donghae bisa jdi lbih mengharapkan kehadiran gadis itu ya tpi sayang gadis itu menolak tawaran donghae …aish knapa ditolak ?

  32. Irnawatyalwi November 9, 2014 pukul 6:20 am

    Akhrx retno mempost ff remake x n aku sneng bngt krn lngsng buka wp in ff yg aku prtma bc adalah ff remake yg maincastx adlh Haesso, ok Ret aq g tau mw koment apa krn memang dr awl in adalh remake jd pasti gaya bhsax pasti beda dgn ff tpi g ad maslah smwX OK kok

  33. anna November 9, 2014 pukul 7:29 am

    busyeeet brani nolak jg sso,,haha donghae bkalan mati kutu tuuhh,,ap yg akn diprbuat donghae slnjtny,,jreng jreng

  34. ikayeoja fishy November 11, 2014 pukul 2:45 am

    waaaaahhhh kereeen cerita’y jadi pnsaran next part’y..
    haesso jaaaaaaangggggg ♥♥♥♥♥♥

  35. gadung melati November 13, 2014 pukul 7:09 pm

    woo ngpain tbc ny pake nyempil dsitu yoo >:-< jln crita ny msh nebak nebak nih😛 karakter hae yg keras dan bossy trnyt hangat klo ud nyangkut adik semata wayangny ampe" apapun akn dy lakukan bwt sena.. ^_^)Y tp yg jd pemilik toko it sso kan? pasti iya dong #plak# reader sok tau kekeke~ pertemuan prtm mreka lucu bgt cz sso slh paham ma hae dkirany hae cow cucok😀 n tp knapa sso menolak penawaran hae ya *pose brpikir* #lebay# *^o^*

  36. satsuki November 15, 2014 pukul 6:05 am

    yeeey, nemu FF haesso disini.
    keren2, ditunggu next partnya eon

  37. ani bumsso November 20, 2014 pukul 9:46 am

    ok. apapun itu sekarang adalah episode heasso
    donghae yg gk suka sesuatu yang terlalu ‘rame’ ketemu sso yang suka hal hal kuno yang terkesan ‘rame’
    tapi kenapa sso eonni nolak tawaran yang cuku menggiurkn gitu sich? kn lumayan hihihi🙂🙂🙂
    menarik eon… daebak…

  38. mizanafidaus November 20, 2014 pukul 12:26 pm

    baca retro malah retno2 mulu hahaha😀
    Aku ga terlalu tau apa itu retro jadi butuh usaha keras buat bayangin seperti apa toko sso, dan dandan sso…
    jadi untuk part1 ini aku masih remeng2 bayanginya kekeke~

  39. Rani Annisa Februari 6, 2015 pukul 12:21 pm

    wah ff haesso 🙂

    ceritanya seru,, apalagi sama sifatnya donghae yang gengsi..

    next part

  40. yuliaseptiani Mei 29, 2015 pukul 11:12 am

    Penasaran sama hubngn haesso yg brbeda selera kyak gini😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: