RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

The Billionaire’s Housekeeper Mistress [Part 1]


cover depan1small

Rated: M

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk)

WARNING: FF ini merupakan remake novel terjemahan yang berjudul THE BILLIONAIRE’S HOUSEKEEPER MISTRESS, karya Emma Darcy. FF ini 90% murni bukan milik saya, berhubung novel ini merupakan terjemahan maka nama dan tempat disesuaikan dengan cast asal korea.  Happy Reading!?^^

The Billionaire’s Housekeeper Mistress [Part 1]:

“Sayang, selamatkan aku.”

Kim So Eun membeku. Aksen khas Park Shin Hye, tidak salah lagi. Suara itu terdengar di tengah riuhnya obrolan kerumunan selebritas, membuat So Eun siaga. Jika aksi penyelamatan harus dilakukan, sebagai asisten pribadi Shin Hye, ia harus melakukannya secara cepat dan efektif. Jika tidak, bisa-bisa ia harus menghadapi lidah tajam majikannya karena dianggap melalaikan tugas.

So Eun segera bertindak, berjalan berkeliling mencari sumber masalah. Tenda VIP tampak penuh orang berbadan tinggi. Beberapa model top Korea Selatan didatangkan untuk menambah kesan glamor acara Magic Millions yang sangat terkenal. Setiap orang di sini, entah berlimpah kekayaan ataupun berurusan dengan banyak uang, mereka mengharapkan segalanya sempurna. Terutama majikan So Eun.

Dengan tinggi badan rata-rata dan sepatu hak rendah, yang cocok untuk berjalan ke sana kemari memenuhi tuntutan pekerjaan hari ini, So Eun berjinjit, berusaha menemukan juntaian bulu biru mewah yang menyembuk di atas topi milik Shin Hye yang sangat berharga dan luar biasa mahal. Beberapa bulu biru seperti mata panah menunjukkan lokasi sasaran So Eun dekat bar terbuka, tempat yang seharusnya tidak ada masalah. Ia sudah memeriksa di sana, ada berkerat-kerat sampanye dan berbagai pilihan minuman lain yang tersedia. Apakah gaun sutra biru rancangan desainer milik Shin Hye ketumpahan minuman?

Pertanda buruk. Serangan panik memenuhi benak So Eun. Ia segera menyeruak di antara kerumunan jutawan, sambil memikirkan cara mengatasi noda yang susah hilang. Debaran jantungnya mulai teratur kembali saat akhirnya ia tiba di lokasi dan mendapati majikannya sedang berusaha keras memikat seorang pria. Tapi ia bukan pria sembarangan. Saat mengenalinya, jantung So Eun mulai berdegup kencang lagi untuk sejumlah alasan.

Dialah pria yang terkenal telah menyelamatkan orang-orang terkaya di Korea Selatan dari bencana kejatuhan bisnis sangat parah akibat krisis keuangan global saat itu. Lee Hyuk Jae, pakar finansial genius, telah meramalkan krisis tersebut, dan ia pun telah mengalihkan seluruh uangnya ke beberapa perusahaan yang selalu mendatangkan laba , bahkan saat resesi.

So Eun mematung di belakang Shin Hye dan menatap pria itu, gejolak emosi menyentaknya keras – amarah , sakit hati, kebencian atas ketidakadilan mengerikan manakala yang kaya semakin kaya sementara yang miskin tambah melarat, terutama orangtuanya yang terjerat utang yang tak mampu mereka bayar. Pria itu, di atas segalanya, mewakili situasi menyedihkan tersebut.

So Eun pernah membaca tentang dia, melihat fotonya, tapi yang membuat pergolakan batinnya semakin kuat adalah betapa tampan dan memesona wujud asli pria itu. Rambut hitam, matanya yang berkilat, wajah jantan nan kuat tanpa cela, melengkapi fisiknya yang tinggi, sangat proposional, dalam balutan setelan sempurna yang cocok sekali di badannya, membuatnya tampak memukau… sungguh sangat tidak adil! Pria itu benar-benar punya segalanya! Ia semakin kesal dengan kenyataan pria itu menarik secara sensual baginya. Dan tak diragukan lagi, pada setiap wanita yang takluk pada pesonanya.

Situasi menjadi membingungkan ketika tiba-tiba pria itu mengalihkan perhatiannya dari Park Shin Hye, dan mengarahkan pandangan tajam dan penuh tanda tanya ke balik bahu Shin Hye, tepat ke arah So Eun. Apakah ia merasakan sorot mata So Eun yang memusuhi? Alis matanya yang hitam seksi, terangkat seolah bertanya, dan matanya tampak terkejut menusuk mata So Eun, mencari jawaban yang takkan wanita itu jawab karena harga dirinya.

Jengkel karena perhatian pria itu teralihkan, Shin Hye melayangkan pandangan ke sekitar, mencari-cari siapa penyelinap tak diundang itu. Ia merasa tak perlu bermulut manis kepada pegawai biasa. Matanya yang dingin menyerang So Eun dengan rasa tak suka. “Ada apa, Sso-Sso?” bentaknya.

“Tidak apa-apa, Nona Park,” jawab So Eun, berusaha setenang mungkin, melihat sorot sebal dari sepasang mata yang menuntut penjelasan. “Tadi saya seperti mendengar Anda memanggil saya untuk meminta bantuan.”

Shin Hye mendecakkan lidahnya tak sabar. “Tidak sekarang. Dan berhentilah berkeliaran. Aku yakin banyak hal berguna untuk kau kerjakan.”

“Ya, tentu. Maaf mengganggu. Saya pamit.”

So Eun hendak beranjak pergi ketika Lee Hyuk Jae ikut berbicara. “Tunggu!” perintahnya, sambil melangkah maju, salah satu lengannya terjulur seperti hendak meraihnya. Pria itu tersenyum, bibirnya yang terukir sempurna mengembang, menunjukkan deretan giginya yang putih, membuat So Eun langsung bertekad pria itu takkan pernah bisa menciumnya, betapa pun memukaunya dia. “Kita belum berkenalan,” katanya ramah. “Aku akan selalu mengingat nama Sso-Sso. Nama yang tak biasa. Berbaikhatilah untuk mengenalkan kami, Shin Hye.”

“Itu hanya nama panggilan, bukan nama sebenarnya,” kata Shin Hye terkekeh, membuat bulu kuduk So Eun meremang tak suka pada majikannya dan sikapnya yang bossy. Seandainya tidak butuh pekerjaan ini beserta paket gaji yang menyertainya, ia tentu langsung mengundurkan diri pada hari pertama.

“Dia asisten pribadiku, Hyuk Jae,” lanjut Shin Hye dengan nada meremehkan. “Orang tidak penting yang tak perlu kaukenal.”

Komentar angkuh itu tampaknya tidak begitu disukai Hyuk Jae. “Sebaliknya, jika nanti aku memutuskan berbisnis dengan Anda, asistenmu ini mungkin yang pertama kali kuhubungi,” belanya, terlihat sorot tegas di matanya.

“Oh, baiklah kalau begitu,” Shin Hye menyerah, sadar pria itu berkeras, dan jika ingin rencananya berhasil, ia harus mengikuti kemauan pria tersebut. “Lee Hyuk Jae, Kim So Eun.”

“Senang berkenalan dengan Anda, Tuan Lee,” gumam So Eun cepat-cepat, ia ingin melepaskan diri kembali ke kerumunan.

Hyuk Jae menatap So Eun heran, mengulurkan tangan seolah mengetahui niat wanita itu untuk kabur, dan dengan sengaja menahannya. “Begitu pula saya. Senang sekali berjumpa dengan Anda, Nona Kim So Eun,” katanya, matanya berkilat jenaka.

Oh, tentu! Senangnya! Lelaki hebat bersikap merendah kepada orang sepertiku, pikir So Eun sinis saat menjabat tangan pria itu demi kesopanan. Kulit mereka bersentuhan, panas, dan membuat merinding, dan genggaman tangan Hyuk Jae sangat kuat, menunjukkan kehendaknya yang dominan, yang membuat So Eun memberontak kuat ketika pria itu menggenggam tangannya lebih lama daripada sekadar formalitas.

“Perkenankan saya mohon diri dulu, Tuan Lee. Saya tidak punya waktu untuk berleha-leha. Saya dibutuhkan di tempat lain,” katanya tegas, sembari mengalihkan tatapannya dari mata memesona itu, dan mengangguk patuh kepada Park Shin Hye yang sepertinya amarahnya sudah mencapai ubun-ubun karena pembicaraan pentingnya disela.

Tampaknya Lee Hyuk Jae cukup peka menyadari  ia bisa membuat So Eun terlibat masalah. Ia mundur, melepaskan tangan So Eun meskipun masih tersenyum padanya, seolah So Eun menyenangkan hatinya meskipun wanita itu terlihat benar-benar muak padanya, padahal di tenda itu penuh wanita cantik yang pasti suka mendapatkan perhatiannya. So Eun berambut hitam, bermata hitam, dan memakai gaun hitam juga, sadar untuk membuat dirinya tak semenarik mungkin, agar tidak menghalangi bosnya mendapatkan perhatian yang disukainya.

“Jika sempat, pasanglah taruhan untuk Midas Magic,” kata Hyuk Jae sebagai pesan perpisahan.

Memasang taruhan untuk kuda! Tak sudi! Lidah So Eun kehilangan kendali. “Itukah nasihat finansial terbaik Anda?” tukasnya sinis.

Hyuk Jae tertawa, memperlihatkan daya tarik sensualnya yang memikat. “Tidak, tapi itu taruhan yang bagus,” akhirnya ia menjawab. “Kuda itu kubeli di ajang penjualan kuda bulan ini, berdasarkan saran yang bagus dari teman, dan kuda itu memang mempunyai garis keturunan dan postur untuk memenangi pacuan kuda besar.”

So Eun berhasil menenangkan dirinya, dan berkomentar dingin, “Saya tak suka bertaruh.” Ia berbohong dengan menambahkan, “Semoga Anda beruntung, Tuan Lee,” lalu membalikkan badan, supaya terlihat jarak dari pertemuan yang menggelisahkan itu.

“Hidup ini penuh pertaruhan, Kim So Eun,” suaranya hilang di udara.

Mereka punya uang untuk dihamburkan, orang-orang ini. Setelah tiga bulan bekerja untuk Park Shin Hye, pemilik agensi public relation yang mengorganisasi event untuk sosialita papan atas, So Eun terus menerus terkejut dan tidak suka melihat banyaknya uang yang dihamburkan orang-orang kaya itu untuk bersenang-senang. Pesta-pesta mereka sungguh mewah. Sekarang setiap orang yang merasanya dirinya penting untuk menghadiri karnaval Magic Millions, perlombaan pacuan kuda terbesar pertama yang tercatat di kalender.

Pacuan kuda itu dimulai lebih awal minggu ini dengan diselenggarakannya acara penjualan kuda ras terbesar se-Korea Selatan. Tak diragukan lagi, pastilah Lee Hyuk Jae mengeluarkan uang sangat besar untuk membeli Midas Magic, dan telah merayakan kemenangan demi kemenangan taruhan setelah itu. Pesta dansa, pesta koktail telah berlalu, dan hari ini merupakan puncaknya, lomba pacuan kuda ketiga terbesar tahun ini dengan hadiah uang senilai hampir lima miliar won. So Eun dengan getir berharap kuda Hyuk Jae berada di peringkat terakhir.

Hidup tidak untuk dipertaruhkan.

Beberapa hal harus diamankan.

Seperti rumah orangtuanya.

Jika mengamankan rumah itu berarti mempertahankan pekerjaan memuakkan ini, So Eun memutuskan menghadapinya meskipun itu membuatnya mual.

*****

Hyuk Jae tidak menikmati pesta. Ia menyelinap pergi di antara kerumunan wanita setelah bosan mendengarkan obrolan tidak bermutu mereka, tetapi langkahnya malah ditahan oleh Park Shin Hye yang membujuk Hyuk Jae untuk mengelola investasi wanita itu, sehingga situasinya jadi lebih membosankan dan tidak menyenangkan, padahal ia ikut karnaval ini untuk bersenang-senang, bukan bekerja. Ahli PR itu benar-benar tidak memperlihatkan keahliannya padanya. Ia terlalu memaksa, dan perlakuannya terhadap asistennya sudah kelewat batas.

Kim So Eun….

Sekarang ada wanita yang benar-benar menarik hatinya – burung kecil di antara kawanan burung beo gemerlap, yang berperan sebagai pelayan lemah yang sebenarnya tidak ada satu pun tulang lemah di tubuhnya. Dinamo saku yang memancarkan energi permusuhan dahsyat kepadanya, dan langsung memercikkan desakan untuk melibatkannya dalam medan perang. Tetapi ia tidak bisa melakukannya karena situasinya sungguh tidak tepat, ia tamu sementara wanita itu sedang bekerja dan diawasi oleh majikannya yang tidak ramah.

Saya tidak suka bertaruh….

Sikap So Eun yang begitu menahan diri, tak mau mengambil risiko, mungkin telah membuatnya meledak di dalam diri. Hyuk Jae mendapati dirinya berpikir, ia akan dengan senang hati membebaskan wanita itu, mencari tahu seperti apa dirinya jika seluruh hasratnya yang menggelora dilepaskan. Satu hal yang pasti. Kim So Eun berkepribadian kuat. Dan ia juga tidak membosankan, tambahnya, setelah terjebak lagi dengan Park Shin Hye yang kembali menuntut perhatiannya.

“Seperti yang kubilang tadi sebelum Sso-Sso menyela…”

Sso-Sso… nama konyol yang diberikan pada seseorang yang memiliki martabat bawaan yang begitu tinggi! Nama itu juga menunjukkan betapa ia kurang dihargai, dan hal itu terlihat sangat jelas dari bagaimana wanita sombong luar biasa itu memperlakukan So Eun. Hyuk Jae berkeyakinan kuat setiap orang harus diperlakukan dengan hormat, apa pun posisinya dalam hidup. Ia heran kenapa So Eun bertahan, lalu ia menyadari, di tengah sulitnya ekonomi pada masa ini, pastilah wanita itu tidak ingin kehilangan pekerjaan.

Hyuk Jae memberikan waktu lima menit lagi untuk Shin Hye supaya ia tidak menyalahkan asistennya yang memotong pembicaraan bisnisnya. Kemudian ia pamit dengan berkata, “Daftar klienku sudah penuh, Shin Hye, tetapi aku akan memeriksanya lagi, siapa tahu aku bisa memasukkanmu dalam daftarku, setelah aku kembali ke kantor nanti.” Lalu pria itu mengangguk ke arah sahabatnya yang sedang asyik mengobrol dengan salah satu model papan atas. “Choi Si Won bilang sebaiknya kami berbicara dengan sang joki sebelum acara pacuan kuda dimulai, dan sekarang waktunya pergi menemuinya.”

“Oh!” Wajah Shin Hye terlihat kecewa sebelum akhirnya mengembangkan senyum perpisahan. “Aku akan pergi dan memasang taruhan untuk Midas Magic.”

Hyuk Jae tidak peduli wanita itu memasang taruhan atau tidak. Ia hanya ingin melepaskan diri darinya. Si Won telah menyarankan padanya untuk terjun dalam bisnis kuda ini, berkeras sahabatnya itu butuh minat lain supaya hidupnya lebih ceria, dan ia harus bersosialisasi lagi setelah mengalami kekecewaan pahit dengan mantan tunangannya. Dengan bercanda, Si Won menambahkan, terutama jika Hyuk Jae sedang tidak memikirkan wanita.

Menurut Si Won, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada kegembiraan yang dirasakan saat melihat kudamu memenangi pacuan. Hyuk Jae harus merasakannya. Si Won sudah tahu rasanya. Ayahnya salah satu pelatih kuda ras paling sukses di Korea Selatan.

Si Won lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang berkecimpung dalam bisnis kuda. Bahkan disekolahnya, ia menyelenggarakan taruhan untuk Seoul Cup, melanggar aturan, tapi ia selalu berhasil lolos dari hukuman. Si Won selalu menjadi penyemangat di kelas –pintar , lucu, tampan – anak emas. Ia atlet alami juga, satu hal yang menjadi kesamaannya dengan Hyuk Jae.

Semua menyukai Si Won. Ia selalu menjadi teman yang menyenangkan. Kenapa ia memilih dekat dengan Hyuk Jae, murid pendiam dan serius, dan pesaing terberatnya di lapangan bermain? Sungguh tidak masuk akal, sampai ia menjelaskan alasannya.

“Aku berkata jujur, oke? Aku akan menjelaskan singkat saja. Kau saingan terberatku nomor satu, dan aku secara alami tertarik pada kualitas. Aku suka caramu berpikir dan melakukan sesuatu. Kau bisa menjatuhkan kami semua dengan mudah, tapi kau tidak bisa melakukannya. Itu yang membuatmu hebat di mataku.”

Wajah serius itu segera tersenyum lebar, tampak riang. “Selain itu, ada beberapa keuntungan besar jika aku jadi temanmu. Pertama, kau pintar beradaptasi. Semua kepala sekolah menganggapmu murid yang cemerlang karena selalu menjadi bintang kelas. Jika aku dekat denganmu, rasa hormat mereka padamu akan tertular padaku, sehingga orang-orang takkan mencurigaiku jika aku berbuat nakal. Selain itu, kau pandai dalam hal angka dan persentase, juga perkalian. Aku suka itu. Aku sangat menghargainya. Menurutku kau akan sangat berguna bagiku.”

Itu pembuktian awal tentang betapa cerdasnya Si Won, cerdas dalam hal yang asing bagi Hyuk Jae, karena Hyuk Jae anak tunggal yang sibuk berkutat dalam hal akademis, yang melakukan segalanya persis seperti yang dibacanya dari buku, baris demi baris. Hyuk Jae langsung memutuskan, ia dapat belajar banyak dari Choi Si Won, seorang yang amat cerdas.

“Dan semuanya jelas bagiku,” lanjut Si Won, kembali serius. “Yakni dalam hal cara berpikirmu, Hyuk Jae. Selalu berpikir relevan. Kau menonton permainan. Antisipasimu sungguh luar biasa. Jadi, sebaik apa pun permainanku di lapangan, aku tahu pasti kaulah yang akan dipilih pelatih menjadi kiper. Pilihan terbaikku adalah menjadi sahabatmu, berada di dekatmu, dan ikut menikmati kemenanganmu.”

Hyuk Jae menyukai kejujuran sahabatnya, caranya yang realistis dalam membaca situasi, dan kesimpulan pragmatisnya tentang bagaimana ia bisa sukses di sekolah. Anak-anak lain mungkin tidak suka jika ada anak yang lebih menonjol daripada mereka dan mendapatkan jabatan yang membuat iri, dan melihatnya sebagai musuh. Namun Hyuk Jae dan Si Won membuktikan mereka sekutu terbaik dalam segala hal, persahabatan mereka sangat kokoh sehingga bertahan bertahun-tahun meskipun karier yang mereka ambil sangat jauh berbeda.

Mereka berdua juga masih bujangan. “Terlalu banyak ikan cantik di laut, untuk apa hinggap di satu ikan saja,” itulah sikap yang diambil Si Won. Sementara Hyuk Jae telah membuat satu kesimpulan sinis beberapa tahun silam – yang dipicu secara menyakitkan oleh seorang wanita yang menurutnya berbeda – ia beranggapan semua wanita pujaan berkepribadian seperti putri raja, melakukan segalanya sesuka hati mereka.

Namun mereka hanya tertarik pada apa yang bisa diberikan Hyuk Jae sebagai balasan, dan demi ego Hyuk Jae karena berpasangan dengan mereka di depan publik. Begitu pula halnya dengan para wanita, tampil bersama Hyuk Jae menaikkan gengsi mereka. Seperti bulu di atas topi mereka, mereka suka memamerkan diri karena berhasil memikat miliarder paling diidamkan.

Hyuk Jae tak pernah lupa betapa muaknya ketika tanpa sengaja ia mendengar IU menyombongkan keberhasilannya mendapatkan dirinya kepada teman wanitanya. Ia akan membuat kesalahan besar jika menikah dengan IU, dan ia tak suka membuat kesalahan. Masih hangat dalam ingatannya, betapa ia sudah tertipu oleh penampilan luar wanita itu.

Hyuk Jae menginginkan kejujuran dalam hubungan. Ia ingin kenyataan. Ia ingin dikenal dan dihargai karena kepribadiannya. Ia menginginkan wanita yang memahami dan dipahaminya, layaknya hubungannya dengan Si Won. Dan bisa jadi itu sesuatu yang mustahil karena wanita berbeda dengan pria. Namun demikian, ia berharap bertemu wanita yang tidak membuatnya merasa diperdaya dan dimanfaatkan….

Kim So Eun tiba-tiba melintas dalam benaknya. Sayangnya, ia bukan tamu di sini hari ini. Wanita itu memancarkan minat yang hidup. Tak ada sedikit pun kepura-puraan yang tampak dalam lidah tajamnya. Burung kecil itu penuh percikan api yang menurut Hyuk Jae seksi. Lekuk tubuhnya juga indah. Hyuk Jae tidak memahami ketertarikan Si Won pada model-model yang sekurus tiang listrik, yang sama sekali tidak menarik baginya. Para wanita itu tidak bisa menggoyangkan bokongnya yang rata kepadanya, seperti yang dilakukan So Eun ketika melenggang pergi ke arah kerumunan. Sungguh bokong yang indah.

Hyuk Jae akhirnya sampai pada kerumunan yang mengelilingi Si Won. Ia bersitatap dengan sahabatnya, dan mengangguk ke arah pintu keluar tenda. Tanpa menunggu Si Won melepaskan diri dari kerumunan, Hyuk Jae berjalan menuju pintu keluar, sambil sengaja memasang raut muka tidak ingin diganggu. Si Won menyusulnya tepat ketika Hyuk Jae melangkah keluar.

“Tadi kulihat Shin Hye mencoba menancapkan cakarnya kepadamu,” ujar Si Won sambil tersenyum simpati. “Kutebak, kondisinya parah dan butuh dokter.”

Hyuk Jae meringis. “Aku bukan dokter.”

“Sama saja… pekerjaanmu mengobati sakit finansial.”

“Aku lebih menyukai klien yang langsung percaya pada nasihat pertamaku.”

“Seperti aku.” Si Won menepuk pundak sahabatnya, tentu saja dengan bercanda, sembari mereka berjalan menuju tempat memasang pelana. “ Tak pernah sedetik pun meragukan hitunganmu.”

Pikiran Hyuk Jae masih berkutat pada pertemuannya dengan Park Shin Hye. “Shin Hye wanita yang memuakkan. Ia memperlakukan asisten pribadinya dengan buruk.”

“Hmm… apakah aku mendeteksi keberpihakan kepada si asisten pribadi?”

Mata Si Won berkilat. Ia puas bermain hari ini, dan ingin Hyuk Jae melakukan hal yang sama. Tapi tidak mungkin dengan Kim So Eun. Disamping fakta ia sibuk, pandangan memusuhinya bukanlah tanggapan positif untuk Hyuk Jae. Meskipun Hyuk Jae ingin mengatasi alasan So Eun bersikap demikian. Harus terus maju. Justru tantanganlah yang membuat adrenalin mengalir.

“Lebih menarik daripada model-modelmu,” ujar Hyuk Jae sambil mengalungkan lengan ke bahu sahabatnya.

“A-ha! Ini pertanda baik, berarti IU yang licik dan penggoda tidak lagi membuatmu tertarik. Jadi, apa yang kau perbuat pada wanita yang menarik perhatianmu ini?”

“Hari ini ia tidak punya waktu luang,” kata Hyuk Jae sambil meringis sedih. “Park Shin Hye selalu mengawasinya.”

“Itu sih gampang! Bilang saja ke Shin Hye, kau akan menangani masalah finansialnya jika ia membebaskan asisten pribadinya untuk menemanimu hari ini.”

Tidak memberikan pilihan pada So Eun? Mengingat harga diri wanita itu yang tinggi, Hyuk Jae merasa pertukaran seperti budak semacam itu tidak akan berhasil membuatnya mendapatkan So Eun. Selain itu, ia tidak ingin bekerja sama dengan Park Shin Hye, seperti halnya So Eun.

“Itu bukan solusi yang baik, Si Won. Bisa kacau semuanya,” ejeknya.

“Kalau begitu, kau pikir sendiri saja,” balas Si Won sambil mengedikkan bahu. “Aturanku adalah, jika kau menyukai seorang wanita, kejarlah. Manfaatkan momen itu. Raihlah harimu sebelum berlalu begitu saja!”

Hyuk Jae memandang tak setuju kepada Si Won. “ Mungkin kadang kala kau perlu menimbang lebih lama sebelum memutuskan sesuatu. Seperti yang kau lakukan pada kuda.”

Si Won tertawa. “Kuda jelas lebih menguntungkan ketimbang wanita. Lupakan asisten pribadi itu dan berkonsentrasilah ke Midas Magic, Hyuk Jae. Kuda itu akan memberikan efek lebih bagus pada uangmu.”

Setelah pindah ke topik kesukaannya, Si Won menceritakan sejarah joki yang akan ditemuinya, kemenangan yang pernah diraih, dan sikap empati alamiahnya pada kuda – joki terbaik saat ini.

Meskipun mendengarkan dan memberikan tanggapan yang diharapkan, sementara mereka melenggang ke tempat memasang pelana, Hyuk Jae tak melupakan Kim So Eun. Wanita itu bagaikan duri dalam benaknya. Ia merasakan dorongan untuk menyelamatkan wanita itu dari Park Shin Hye, dan membereskan masalahnya.

Aneh, memang.

Padahal Hyuk Jae tidak tahu banyak tentang wanita itu.

Namun instingnya terus mengatakan, wanita itu layak dikenal lebih lanjut, dan ia bisa sangat menyesal jika tidak mengejarnya.

Jalani yang ada….

Pertanyaan besarnya, bagaimana caranya?

cover tbc1small

NB: Saya hanya ingin memberitahukan bahwa FF yang diremake novel ini memang bukan penulisan saya, atau karakter saya. Karena saya tidak menciptakan ide cerita ini, hanya mengubah nama dan tempat dari novel terjemahan tersebut. Jadi kalo ada yang merasa kurang paham dengan bahasanya maupun yang lain itu karena bahasa di novel memang agak tinggi, jadi dibaca baik-baik ya ^^

28 responses to “The Billionaire’s Housekeeper Mistress [Part 1]

  1. Gg November 4, 2014 pukul 5:54 am

    kakkkk retni boleh jujur ya? diantara smua remake aku paling suka sm remake ini. lebih masuk akal sih hahaha karakternya soeun kesini pas😉 Eunhyuk juga pas hahaahaaaaa, ini bakal jadi ff remake fav ku hihihiiii judul novelnya itu kak? aku mau nyari sihhhh hihihi

  2. lovelysso November 4, 2014 pukul 5:56 am

    saya kah yg pertama??? ah..ttg penggunaan bahasa memang ada sedikit kaku, tp ga jd masalah–oya cerita yg author pilih seru2 tp knp cpt sekali tbc nya??btw msh ditunggu kyusso couplenya ya..gomawo..aza..keep writing!!

  3. ria November 4, 2014 pukul 8:55 am

    Lg suka remake novel ya thor?
    Seru seru di lanjut ya thor

  4. Devi November 4, 2014 pukul 10:27 am

    cerita’a bagus,,,,,
    wahhhhh hyukpparu pertama kali lihat eonnie so eun dh penasaran ma eonnie so eun tpi hyukppa hrusss melewati rintangan’a karena eonnie so eun asisten’a park shin hye yg menginginkan hyukppa,,,,,
    tpi penasaran berhasilkah mendekati eonnie so eun,,,,,
    d tunggu thor klanjutan’a,,,,,

  5. Puspa Kyukyu November 4, 2014 pukul 10:46 am

    Wow..
    Penasaran sma lanjutann yg ini..
    Gi mna caranya Hyuk Jae ya ?????

    Aigooo.. Suka juga liat Soeun dpt peran miskin/susah kya’ gini #plaaaakkk

    next Eoniieeee..

  6. Rakha November 4, 2014 pukul 12:06 pm

    Cerita remake yang ini bagus,pokonya aku suka karakter sso dari ketiganya,menantang dan tidak lemah,dan lagi jalan ceritanya seru,pesta yang beda dan suatu kegiatan yang beda

  7. vanii November 4, 2014 pukul 12:45 pm

    naaaahloh hyuk jd pangeran ksoreaaaan,, merasa ter ter,, kkekekekeee
    tp hyuk berfikiran matang kagak sependek wonpa >,<

    shin ye ngeko ngokkkkkkk,, kagak cocok jd majikan😀
    sso teraniaya lagi,,,😦
    lanjjjuuuuuuuuuuuuut

  8. Kim Ra rA November 4, 2014 pukul 12:54 pm

    Novelnya bagus bagus.dan karakternya aku suka. dan sifat jujurSso ternyata mampu menggerakan hati seorang Lee hyukjae yang notaben nya idola kaum hawa tingkat atas. Kereeeeeen

  9. Nuneo November 5, 2014 pukul 3:34 am

    AWWW AUTHOR COMEBACK!! >< .. keren thor (y) update Soon yah!😀

  10. HaeNy Choi93 November 5, 2014 pukul 5:05 am

    Paling suka sama ff remake yang ini eonn..

    Rasanya masih belum puas. Kapan2 lebih di panjangin lagi doong.. I Ilke HyukSso.. Kkkk
    yg KyuSso menyusul ya. Wwkwkw

  11. Shaneyida November 5, 2014 pukul 11:24 am

    Wua hyukjae pangeran yg d utus untuk menyelamatkan soeun ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ , hyuk begitu mengahargai wanita kek soeun ,, kek udh ada ikatan bathin yang mengait mereka berdua😉
    Ayo hyuk slamatkan soeun dr si nenek sihir shinhye ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥😄

    Retno, td pas bc ada bagian yg aku binggung lo yak hhhe *akunya yg tell me ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ *

    Lanjut ~
    Thumbs up (y)

  12. gadung melati November 5, 2014 pukul 12:17 pm

    wah pairing hyuksso aq suka aq suka😀
    cie bang trtarik pd pandangan pertama ya,..😀 jgn nyerah bwt ngenal sso lbh jauh n nolong sso dr nenek sihir #nglirik shinhye# :O
    suka dgn karakter wondad yg spontan, jujur, charming ma hyukie yg slalu hati2 n brpkir panjang n baek hati ny ^^…
    keep writing ya thor n dtunggu part slanjtny.. 😄

  13. Choi Shinae November 5, 2014 pukul 12:41 pm

    wow tertarik pada pandangan pertama pada soeun? penasaran part selanjutnya.. ~^^

  14. kristienuuna November 5, 2014 pukul 4:12 pm

    kenapa baca pembicaraan WonDad ma Hyukie oppa berasa mereka bertukar kepribadian ya..
    hakakakakakakk..😀

    ohoo^^ ada yang penasaran ama Uri Soeun nech.. aseek.. ^_^
    tapi muncuL na Sso cuma bentaran..
    kurang Lama kenaLan na.. =.=

  15. AngelsShe~ November 6, 2014 pukul 8:07 am

    aq suka dengan karakterx hyuk oppa di sini ^_^ Kyaaaa ngak sabar banget nunggu kelanjutanx he..he.. ^_^

  16. afifmuizzakaiffahizzati November 6, 2014 pukul 1:22 pm

    Wooa!😀 Karakter Hyuk di sini beda banget kalo dibandingin sama ff yang pernah kubaca. Jarang banget dia meranin orang yang penuh perhitungan, tenang dan peka dengan keadaan kayak di sini. Ditambah dia kaya dan ahli dalam urusan finansial.
    Tapi itu gak cukup, ya buat Sso eonni. Hh… yah, kan biasanya orang kaya gak pernah ngerti perasaan orang rendahan. -_- Mereka selalu menganggap uanglah jawaban atas semua masalah yang menghinggapi mereka. Ck! Dan hal itulah yang seringkali membuat mereka jarang merasakan kebahagiaan. *sigh* Penyakit orang kaya yang tidak pernah mereka coba untuk hentikan.
    Songong banget, sih Shinhye. -_- Mentang-mentang kaya. Liat aja ntar balasan apa kira-kira yang akan kau dapat karena memperlakukan eonniku seperti itu.*death glare* #plak (digampar Shinhye) *gagal sangar* -_-
    ㅋㅋㅋㅋ… Dari awal pertemuan Hyuk udah tertarik sama Sso eonni begitupun sebaliknya. Meski yang satu berusaha keras untuk menyingkirkan perasaannya.. *lirik Sso eonni* Dan satunya lagi tampaknya tidak akan menyerah semudah itu untuk mendekati orang yang menarik perhatiannya setelah sekian lama.
    Let’s see. Siapakah yang akan mengaku kalah pada akhirnya.

    N.B. to Hyuk : Hyuk, selametin eonniku dari nenek sihir itu secepatnya.

  17. Lila Tyas November 6, 2014 pukul 2:46 pm

    kayaknya shin hye bener” galak dech disini.. hyuk jae, mau nolongin sso ya.. ehm seru dech crtanya..

  18. dewi November 6, 2014 pukul 7:17 pm

    suka bgt sm hyuksso
    keep writing ne

  19. Sukhwi November 7, 2014 pukul 4:19 am

    menarik sekali disini Eunhyuk kebagian karakter yang bener2 manly..berharap ia benar2 menolong sso dari penjajahan Shin Ye..:)

  20. anna November 7, 2014 pukul 3:20 pm

    hayooo lho bgmn crny hyukjae memikat sso,,kykny bkal btuh prjuangan keras nie,,siapin pkiran,mental&tnga nie,,good luck hyukjae

  21. Luthfiangelsso November 7, 2014 pukul 11:01 pm

    Eunhyuk nya udah tertarik sama sso dari awalketemu, tapi sih shin hye ini penghalangnya nih, di tunggu lanjutannya eonn ^^

  22. Soeun November 8, 2014 pukul 7:41 am

    Wah baru kenal hyukjae langsung tertarik pd Sso

  23. Nuneo Nuna November 9, 2014 pukul 5:48 pm

    Bahasanya tinggi ya retno aku ajah hrus bner”baca dgn teliti klo mau paham artinya hehehehe…
    bner hyukjae kau harus menyelamatkan burung kecil dri sangkar yg diblenggu oleh nenek sihir :-D……aku suka karakter shin hye dsni emang cocok jadi antagonist*dgampar fansnya* :-D……
    Lanjutkan okeh figthing retno^^

  24. Safriyanti November 10, 2014 pukul 6:55 am

    Sso jd asisten pribdi ne,,,
    heheheheh hyukjae tertrik ne ma brung kcil,,
    sso bnci ma hyukjae krn skap,a yg gmna gto,,
    pdhal kn bkn slah hyukjae jg xlo jd pria yg smpurna,,
    nah kra2 pa rncna hyukjae memikat sso y,,

  25. mizanafidaus November 20, 2014 pukul 12:42 pm

    jatuh cinta pada pandangan pertama nih?
    aduh majikanya sso nyebelin banget…
    hyuk cari cara buat deketin sso…
    suka sama karakter mereka🙂

  26. Rani Annisa Februari 6, 2015 pukul 1:18 pm

    wah baru aja eunhyuk lihat so eun tapi dia berusah untuk lebih dekat lagi sama so eun..

    apa bakalan berhasil???

  27. anastasia erna Mei 26, 2015 pukul 3:51 am

    akhirnya bisa baca ff kamu lagi retno…
    kasian sso punya majikan kaya gtu..
    eunhyuk kaya nya lgs suka nich…
    apa yg bakal dilakukan hyuk yah???????
    ditunggu lanjutan cinderella nya retno…

  28. yuliaseptiani Desember 7, 2015 pukul 5:13 am

    suka sama crita ny🙂 ayo hyukie slmtin sso biar gk d suruh s’enakny ama shin hye >_<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: