RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

The Heartless Rebel [Part 1]


cover depan1small

Rated: M

Cast: Kim So Eun, Cho Kyu Hyun

WARNING: FF ini merupakan remake novel terjemahan yang berjudul THE HEARTLESS REBEL, karya Lynn Raye Harris. FF ini 90% murni bukan milik saya, berhubung novel ini merupakan terjemahan maka nama dan tempat disesuaikan dengan cast asal korea.  Happy Reading!?^^

The Heartless Rebel [Part 1]:

Kim So Eun mengelap telapak tangannya yang berkeringat pada rok satin ketatnya, berharap dia tidak meninggalkan bekas. Ini malam yang telah dia tunggu. Malam terbesar dalam kariernya sebagai bandar judi, dan dia baru saja mendapatkan pukulan paling keras, sehingga dia tidak yakin bisa pulih kembali.

Shin Dong ingin So Eun sengaja kalah dalam permainan ini. So Eun menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Dia bisa melakukan ini. Dia harus melakukan ini. Para pria yang akan mendatangi mejanya dalam beberapa menit ke depan adalah beberapa pria paling kaya, paling menantang di dunia. Dalam banyak hal, meskipun mereka memberi So Eun pekerjaan, wanita itu membenci mereka semua. Para pria itu terbiasa mempertaruhkan jutaan dolar hanya dengan memainkan satu kartu, dan terbiasa pula dengan kekalahan seperti mereka terbiasa dengan kemenangan. Ini hanyalah permainan bagi mereka.

Apakah penting jika So Eun menjadi alat penyebab kekalahan mereka malam ini? Tidak ada yang akan pulang dalam keadaan miskin. Tidak satu pun yang paham bagaimana kehilangan segala yang mereka miliki, bagaimana rasanya berjuang dan bergulat untuk bertahan hidup setiap hari.

So Eun tahu. Dia telah berjuang untuk menyelamatkan keluarganya sejak badai menyerang seluruh Busan lebih dari lima tahun yang lalu dan menghancurkan rumah mereka. Dan bukan hanya rumah mereka; Badai juga telah menyingkap selubung yang menutupi rahasia gelap ayah So Eun. Dengan pengkhianatan ayahnya lalu diikuti oleh kehancuran emosi ibunya, sudah menjadi tanggung jawab So Eun sebagai anak tertua untuk memastikan keluarganya aman dan baik-baik saja. Butuh waktu yang panjang dan kerja keras – belum lagi menunda impiannya sendiri – tapi So Eun berhasil membuat mereka bertahan.

Malam ini, So Eun akhirnya mempunyai kesempatan untuk menyingkirkan segala kecemasan keuangan mereka untuk selamanya. Dia akan memberi Mama cukup uang untuk memastikan pelunasan rumah dan menutup premi asuransi yang luar biasa mahal itu. Sejak badai itu, perusahaan asuransi telah menaikkan tarif mereka setinggi langit. Dan Mama tidak ingin pindah lebih jauh ke pedalaman.

Meskipun seringkali membuat So Eun frustrasi, dia juga memahaminya dengan sudut pandang yang berlawanan: Busan adalah rumah mereka. Mama lahir dan dibesarkan di sini, dan dia tidak bisa meninggalkan kota ini. Sepertinya adik perempuan So Eun, Luna, pun merasa begitu. So Eun menggigit bibir bagian dalam. Jika bukan karena Luna yang tetap tinggal di rumah untuk membantu Mama dan adik laki-laki kecil mereka, Dong Ho, So Eun tidak akan berada di sini. Dan karena dia ada di sini, So Eun berutang kepada semua anggota keluarganya untuk melakukan apa saja yang dia bisa untuk menjamin masa depan mereka.

Setelah malam ini, Dong Ho akan terus mendapatkan perawatan khusus yang dia butuhkan, hal paling penting di antara semuanya. Bonus yang dijanjikan Shin Dong kepada So Eun setelah dia setuju datang ke Jeju untuk pembukaan kasino baru akhirnya memungkinkan So Eun untuk mencapai semua tujuannya ketika meninggalkan rumah.

Tapi pertama-tama dia harus mengalah dalam permainan ini.

“Kau sudah mengerti apa yang harus kaulakukan,” suara licin terdengar dari belakang So Eun.

So Eun berbalik perlahan, berharap rasa panik tidak terlihat di wajahnya. “Tentu saja.”

Shin Dong Hee mengedip saat menepuk bokong So Eun. So Eun berusaha keras untuk tidak meringis. Dia tidak pernah menyukai Shin Dong, tapi pria itu raja kasino di Vegas – dan di luar negeri, dibuktikan oleh kasino bernilai multi miliar dolar ini yang terletak di istana tua di tengah-tengah Jeju.

Ketika mulai bekerja sebagai bandar, So Eun bekerja untuk lawan Shin Dong. Tidak butuh waktu lama bagi Shin Dong untuk menemukan So Eun dan menawarinya pekerjaan. Awalnya So Eun menolak – tapi, karena dia amat sangat butuh, uang akhirnya menang. Dan, selain kerlingan nakal yang sesekali dilemparkan pria itu kepadanya, So Eun tidak punya alasan untuk menyesali keputusannya.

Sampai saat ini.

“Jaga para pemain agar tetap senang, So Eun. Dan perhatikan pria yang aku tunjukkan kepadamu. Ketika taruhannya sudah cukup tinggi, dia akan memberikan sinyal kepadamu.”

Wajah So Eun memanas, tapi dia tidak yakin apakah itu karena saran santai Shin Dong agar So Eun memikirkan berbuat curang – melawan seluruh aturan moral yang dia miliki. So Eun menduga sedikit dari keduanya. Curang tidak ada dalam kamus So Eun, terutama setelah kerusakan yang ditimbulkan ayahnya. Perselingkuhan adalah kecurangan yang berbeda, tapi hasilnya sama. Keduanya salah.

Dan So Eun bukan orang yang berbuat curang, titik.

So Eun sekali lagi dengan gugup mengelap tangan pada rok. Dia ingin menarik agar kemejanya sedikit menutup lagi, tapi dia tidak akan melakukan itu sementara Shin Dong sedang memandanginya. Biasanya, seragam So Eun terdiri atas rok panjang dan kemeja putih berkerah tinggi dengan dasi kupu-kupu.

Malam ini Shin Dong telah memberi So Eun seragam baru. Rok satin hitam pendek ketat dan blus sutra merah tua dengan kerah V. Dasi kupu-kupu masih menjadi bagian dari seragam. Hanya saja dasi itu kini membelit leher telanjangnya.

Hanya perlu melewati malam ini, So Eun, dan kau bisa kembali ke rumah dan tidak pernah bertemu dengan Shin Dong Hee lagi.

Kepedihan menghunjam diri So Eun saat memikirkan harus meninggalkan Jeju sebelum sempat menjelajahinya. Dia mengesampingkan mimpi bertualang setelah badai yang menghancurkan itu dan kini setelah akhirnya pergi ke tempat yang indah, dia harus segera pergi.

“Akan kulakukan apa yang aku bisa, Bos,” tukas So Eun.

Ekspresi Shin Dong menjadi kaku, tatapannya dingin dan kejam. So Eun pernah melihat tatapan itu. Tubuhnya merinding membayangkan apa yang sanggup dilakukan Shin Dong.

“Pastikan kau memang melakukannya, So Eun. Aku tidak mau harus menghukummu.”

Sebelum So Eun menjawab, Shin Dong berbalik dan berjalan menuju bar. So Eun menghembuskan napas panjang. Dia berbalik kembali ke meja saat tirai beledu hitam menuju pintu masuk ruangan pribadi itu terbuka. Pria jangkung pirang berjalan masuk ke ruangan dan langsung menuju bar. So Eun bisa mendengar aksen pria itu saat dia memesan minuman. Orang Jerman. Count von Hofstein, kalau begitu.

Saat menit demi menit berlalu, beberapa pria lain telah memasuki ruangan mewah yang disiapkan Shin Dong untuk permainan istimewa ini. Syekh gendut, yang mengenakan penutup kepala dengan setelan jas lengkap dan cincin batu rubi yang sangat besar pada telunjuk kirinya. Pria afrika jangkung dan tampan, dengan kulit gelap berkilauan, melangkah masuk dan mengambil tempat duduk di dekat meja. Satu per satu, kursi-kursi kemudian terisi. Para pria itu hanya berdiam diri, mungkin merenungkan permainan ini.

Ketika hanya satu kursi lagi yang tersisa, tirai kembali terbuka dan pria lainnya berjalan masuk. Denyut nadi So Eun langsung melonjak. Pria itu jangkung dan berpakaian tanpa cela dalam balutan tuksedo yang dipesan khusus. Rambut pria itu gelap – hitam atau coklat – dan matanya yang paling tajam yang pernah So Eun lihat. Rahang pria itu kokoh, tampan, dan bibirnya nyaris bengis karena sensualitas. Segala sesuatu tentang pria ini meneriakkan kekayaan.

Dan segala sesuatu di dalam sikap pria ini menjelaskan dia tidak peduli pada siapa pun atau apa pun.

So Eun menggigil saat rasa dingin meluncur turun di tulang punggungnya. Dia tidak pernah bereaksi seperti ini karena melihat seorang pria. So Eun pindah ke Las Vegas bersama mantan kekasihnya, tapi dia tidak melakukan itu karena hatinya berdebar-debar ketika Henry berjalan memasuki ruangan.

Ekspresi pria itu begitu dingin dan berjarak, menjadi semakin dingin ketika dia menatap So Eun. So Eun seketika berpaling, mengutuk dirinya sendiri karena telah mengamati pria itu.

Bagus. Pria itu mungkin berpikir So Eun salah satu wanita yang bekerja di kasino untuk memerangkap suami kaya raya. So Eun mendapati lebih dari satu pria yang semula mengira dia ingin bersenang-senang, tapi dia dengan cepat membuat segalanya jelas ketika mereka mengira dia bisa dibeli seperti kepingan-kepingan di meja poker.

Sentuhan pada lengannya mengejutkan So Eun dan di terlompat kaget, seakan jantungnya menabrak tulang rusuk. Shin Dong menarik So Eun menjauh dari meja. So Eun melipat lengan untuk menutupi payudara, membenci cara Shin Dong memandang ke bawah baju So Eun dan benci karena Shin Dong tahu seringai pria itu sangat mengganggunya.

“Jangan berpura-pura bersikap mulia, So Eun,” tukas Shin Dong. “Bonus yang kujanjikan untukmu akan sangat membantu mamamu tersayang, jadi pastikan kau ingat itu.” Shin Dong membungkuk mendekat, menelusurkan tangan gemukanya pada lengan So Eun. “Pria berdasi merah itu Hyun Joong. Jika sudah waktunya, berikan permainan kepadanya. Dia yang akan mengatur sisanya.”

“Ya, Bos,” sahut So Eun, berharap rasa jijiknya tidak terlihat.

So Eun kembali ke meja dan mengeluarkan setumpuk kartu. Setelah memberitahukan peraturan permainan, dia mulai mengocok kartu. Kemudian membagikan kartu kepada para pemain di kanan So Eun, yang juga mengocok kartu-kartu itu. Setelah berkali-kali mengocok dan memilah-milah kartu, So Eun membagikan kartu kepada para pemain.

Pria itu berada tepat di seberang So Eun. Pria tersebut mengangkat kartunya. Tidak ada kilatan emosi apa pun, tidak ada petunjuk apakah dia senang atau jengkel, sebelum menaruh kartu-kartu itu kembali ke meja. Sepanjang waktu So Eun di Vegas, dia menyaksikan begitu banyak pemain licik yang lihai dan amatir. So Eun selalu bisa menebak yang ada dipikirkan si pemain soal kartunya lewat tanda-tanda kecil yang telah So Eun amati pada begitu banyak meja.

Tapi pria ini sungguh tidak terbaca.

Hingga dia mendongak dan menangkap tatapan So Eun. Tatapan pria itu seakan menusuk mata So Eun dan denyut nadinya melesat liar. Untuk pertama kali di malam ini, So Eun lega tidak mengenakan baju berkerah tinggi. Karena dia pasti sudah berkeringat di bawah tatapan pria ini.

Benak pria itu sepertinya tidak tertuju pada kartu yang tergeletak di hadapannya. Perlahan-lahan tatapannya menelusuri tubuh So Eun, melekat di payudaranya, sebelum kembali ke atas. Pandangan pria ini tidak membuat So Eun merasa muak seperti jika Shin Dong menatapnya seperti itu. Tidak, bahkan kulitnya menggelenyar karena kesadaran dan gairah.

So Eun mengarahkan tatapan ke arah meja berlapis kain hijau kasar. Dia harus berkonsentrasi dalam permainan ini, harus bersiap-siap untuk melakukan tugasnya ketika waktunya tiba. Dia tidak punya waktu luang untuk ternganga memandangi pria-pria tampan.

Pria-pria tampan, tapi tidak berguna…

*****

Cho Kyu Hyun menyapukan ibu jari di kartunya dan menunggu seseorang membuat taruhan. Dia tidak sering menghabiskan waktu bermain kartu akhir-akhir ini, tapi ketika mendengar Shin Dong Hee membuka kasino di Jeju, tempat Kyu Hyun belakangan ini menghabiskan banyak waktu untuk bisnis, dia tidak bisa menahan diri.

Kyu Hyun dan Shin Dong tidak kenal akrab, tapi mereka sudah lama saling kenal – dan tidak ada satu pun kejadian yang baik. Shin Dong tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk melontarkan retorika soal keturunan aristokrat Seoul yang pemalas dan ketidakmampuan mereka dalam mengelola uang. Kyu Hyun tahu itu ejekan menyangkut ayahnya yang sudah lama meninggal, dan meskipun dia tidak peduli dengan omongan orang tentang manusia menyedihkan itu, Kyu Hyun tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk mengalahkan Shin Dong dalam permainannya sendiri.

Kyu Hyun tidak sering mengunjungi kasino – bursa saham jauh lebih menantang – tapi malam ini kasus istimewa. Dia dulu pernah beradu judi langsung dengan Shin Dong. Saat itu mereka bahkan tidak serius, hanya acara yang diatur oleh teman Kyu Hyun yang sebelumnya memberitahu Shin Dong bahwa Kyu Hyun jago bermain kartu. Shin Dong, sebagai pemilik kasino baru pada saat itu, tidak dapat menahan diri. Dan ketika dia berulang kali kehilangan semua taruhan, dia menjadi marah.

Ya, Shin Dong Hee pria kasar yang kejam. Kyu Hyun tidak membutuhkan uang, tapi dia tentu akan menikmati pemandangan wajah gendut Shin berubah ungu ketika Kyu Hyun memenangkan jackpot – hadiah utama. Dia mengira Shin mungkin akan mencoba menyingkirkannya dari permainan, tapi Shin hanya mengangguk singkat kepada Kyu Hyun, membuat Kyu Hyun mempertanyakan strategi yang direncanakannya.

Permainan kartu bukan permainan yang menantang, tidak lagi. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak Kyu Hyun menikmati permainan itu, tapi dia tidak pernah kehilangan kemampuan untuk membaca orang-orang di sekelilingnya. Dan dia tidak akan kehilangan kemampuan itu. Membaca pikiran orang lain adalah sesuatu yang alami baginya. Ketika tumbuh dewasa, Kyu Hyun harus bisa membaca apa yang akan seseorang – ayahnya – lakukan berdasarkan kedutan otot, kedipan kelopak mata, atau tarikan pada bibir. Kemudian, bakat itu menjadi keahlian untuk bertahan hidup. Bahwa ternyata bakat itu digunakan dalam permainan kartu, Kyu Hyun menyadari itu di kemudian hari.

Akhir-akhir ini Kyu Hyun lebih menyukai risiko tinggi dalam perdagangan saham, kegairahan saat membuat kesepakatan yang sangat baik dan kepuasan untuk melakukannya lagi hanya beberapa saat kemudian. Jumlah uang yang ada jauh lebih besar dan sensasinya jauh lebih menegangkan. Dan keharusan untuk bisa membaca orang lain, masih sangat dibutuhkan, kini dimanfaatkan untuk menentukan sikap kelompok pasar.

Kyu Hyun mendongak dan kembali menatap si bandar, sebelah alisnya terangkat ketika wanita itu berpaling dengan gugup. Begitu melangkah dari balik tirai dan melihat wanita itu berdiri di sana, dalam balutan atasan yang minim dan rok yang bahkan lebih minim, Kyu Hyun merasa malam ini mungkin akan lebih menarik daripada dugaannya.

Dia memperhatikan penuh minat ketika Shin menarik wanita itu menyingkir untuk bicara. Bahasa tubuh wanita itu defensif dan wajahnya tanpa ekspresi, meskipun Kyu Hyun mengira telah melihat sedikit ketegangan dari cara wanita itu mengibaskan rambut panjang dari atas bahunya. Ketika Shin Dong membungkuk dan membelai lengan wanita itu, Kyu Hyun harus menahan dorongan untuk melesat ke seberang ruangan dan meninju wajah pria itu.

Setelah kartu selesai dibagikan dan bandar seksi itu mengumumkan jeda pertama dalam permainan, para pria beranjak dari meja dan memenuhi setiap sudut ruangan mewah tersebut. Beberapa orang mengeluarkan ponsel sementara yang lain mengobrol dengan suara pelan.

Kyu Hyun tidak bergerak. Dia meluruskan kaki panjangnya di bawah meja dan menyesap minuman. Air mineral dengan kulit lemon ketika dia sedang bermain. Kyu Hyun tidak minum alkohol ketika dia membutuhkan seluruh indranya tetap tajam.

Bandar itu menyusun kepingan-kepingan dalam gerakan cepat. Kyu Hyun menyadari dia terpesona dengan keanggunan jemari panjang wanita itu, cara tangannya bergerak seolah-olah mengusap kepingan sebelum melepaskannya. Kyu Hyun membayangkan tangan-tangan wanita itu pada tubuhnya dan dalam sekejap dia lega karena telah memutuskan untuk tetep duduk.

Pelayan berhenti di meja sambil memegang nampan di satu tangan dan serbet di lengannya yang lain. “Apakah Anda ingin minum sesuatu dari bar, Sir?”

“Tidak, terima kasih,” sahut Kyu Hyun. “Bagaimana denganmu?” Pertanyaannya tertuju untuk si bandar.

Wanita itu kemudian mendongak, matanya melebar. Dia benar-benar terlihat memukau, mulai dari rambut hitam panjang yang meluncur di punggungnya hingga kedua payudara di balik baju yang amat mengundang, hingga kaki paling indah yang pernah Kyu Hyun lihat.

“T-tidak, terima kasih,” jawab wanita itu, suaranya dalam dan mengalun – dan yang mengejutkan, terdengar malu-malu, pikir Kyu Hyun. Si bandar tidak seperti itu ketika memulai permainan atau membacakan peraturan kepada para pemain yang bersungut-sungut. Ini menantang untuk Kyu Hyun, membakar darahnya.

“Aku tidak akan menggigit,” ujar Kyu Hyun santai.

Wanita itu menunduk lagi, kemudian mendongak, tatapannya terpaku pada Kyu Hyun dengan penuh tekad. Cewek ganas, yang satu ini. “Anda menggigit atau tidak bukan masalah. Saya tidak diizinkan menerima minuman dari tamu jika sedang bertugas.”

“Kalau begitu, mungkin nanti kalau kau tidak bertugas.”

Kyu Hyun mengira wanita itu pasti tidak sadar dia sedang menggigit bibir bawahnya yang penuh. “Saya rasa tidak.”

“Kau akan bebas tugas nanti,” Kyu Hyun bersikeras.

“Saya tidak mengenal Anda,” jawab wanita itu. “Tapi saya tidak yakin dengan kehadiran Anda di meja ini, kita tidak punya persamaan apa pun – “

“Bagaimana kau bisa berkata begitu? Aku main kartu, kau membagikan kartu. Banyak persamaan, menurutku.”

Tenggorokan cantik wanita itu bergerak saat dia menelan. Nada suaranya sangat dingin. “Maksud saya bukan itu dan Anda paham. Tidak seperti uang yang ada di meja ini, saya tidak bebas untuk diambil.”

Kyu Hyun tertawa. Wanita ini punya semangat. Kyu Hyun suka itu. Dia mengulurkan tangan. “Cho Kyu Hyun.”

Kyu Hyun mengira wanita itu tidak akan menerima uluran tangannya, tapi si bandar meremas tangan Kyu Hyun sekilas sebelum dengan cepat menarik tangannya. Telapak tangan Kyu Hyun menggelenyar ketika mereka bersentuhan.

“Kim So Eun.”

“Senang berkenalan denganmu, Kim So Eun. Sangat senang.”

So Eun tidak menjawab, tapi rona merah merayap di kulit leher wanita itu. Sebelum Kyu Hyun sempat berkata-kata lagi, para pemain kembali mengitari meja, duduk di kursi mereka, dan menyingkirkan semua telepon serta PDA.

Begitu mereka duduk, So Eun membagikan kartu baru. Kyu Hyun sangat suka melihat bagaimana jemari So Eun bergerak, suka melihat wanita itu yang seolah-olah begitu tenang dan terkendali ketika mengawasi permainan. Sangat berbeda dengan lidah tajam serta sikap malu-malu dan kerapuhan yang dia tunjukkan ketika Kyu Hyun menggodanya. Wanita ini adalah teka-teki yang ingin dijelajahi Kyu Hyun malam ini.

Kyu Hyun tidak ragu wanita ini akan menyerah pada pesonanya. Semua wanita selalu begitu.

Itu salah satu keindahan menjadi seorang Cho, bahkan meskipun Kyu Hyun membenci nama itu dan pria yang telah memberikannnya. Kyu Hyun tahu bagaimana untuk terlihat memesona jika dia harus melakukannya dan bagaimana terlihat dingin sepanjang waktu. Tidak masalah bagi Kyu Hyun.

Permainan berlangsung cepat, keeping taruhan di tengah meja menumpuk tinggi pada setiap bukaan kartu saat para pria yang duduk mengelilingi meja menjadi semakin berani. Si Afrika yang perlente itu mengetuk-ngetuk jarinya pada meja nyaris tanpa suara. Itu kebiasaan orang gugup, yang diartikan Kyu Hyun bahwa pria Afrika itu mendapatkan kartu bagus, tapi tidak cukup bagus.

Kalau begitu, lebih bagus.

Pada saat itu, bibir atas Count von Hofstein berkedut sekilas saja, dengan sekelebat senyum saat dia menunduk untuk melihat kartunya lagi. Kyu Hyun merasakan arus kebencian terhadap pria itu. Dia begitu mudah untuk dibaca, begitu sombong dan percaya diri.

Sa-satu juta won,” Count tersebut mengumumkan, aksen kentalnya dipenuhi semangat.

Pria-pria lain mundur, suara erangan terdengar bersamaan. Si Afrika ragu-ragu sedikit lebih lama daripada yang lain tapi akhirnya dia menutup kartunya. Kyu Hyun melemparkan keeping uangnya. “Aku terima dan naikkan satu juta lagi.”

Mata sang Count menyipit, tapi dia melemparkan kepingan ke tengah-tengah. “Call.”

Gelombang adrenalin membanjiri pembuluh darah Kyu Hyun. Dia menikmati saat-saat ini, menikmati momen ketika dia menunjukkan kartunya dan keluar sebagai pemenang. Itu sensasi yang tiada tandingannya, semburan perasaan yang membuatnya melambung dan mengusir kemarahan serta kepedihan akan masa lalu, meski hanya sesaat.

Tidak mungkin dia kalah. Tidak seperti sang Count, Kyu Hyun tidak terbuai oleh kecongkakan. Kartu sang Count tidak cukup bagus, yang seharusnya diketahui oleh pria itu, jika dia memperhatikan permainan.

Kyu Hyun menoleh sekilas pada So Eun, dan melihat senyum mengerti di wajah wanita itu dan Kyu Hyun bertanya-tanya bagaimana So Eun bisa tahu. Mungkin ada otak yang pandai matematika di balik kecantikan itu.

Kyu Hyun meletakkan kartu di meja. Tubuh sang Count mengempis. Mata So Eun bersinar-sinar. “Straight flush,” wanita itu mengumumkan. “Tuan ini menang.”

*****

Sudah satu jam berlalu sejak permainan dimulai. So Eun terus membagikan kartu, terus menahan para pria tetap duduk di meja. Si Afrika memutuskan dia telah cukup bermain, kemudian pergi, tapi para pemain lainnya sepertinya tidak ingin segera pergi. Hyun Joong, pemain Shin Dong, menggigiti sedotan gelas cocktail-nya, sudut-sudut mulutnya membentuk seringai licik setiap kali So Eun menatap pria itu.

Jackpot sudah mencapai jumlah yang besar. Setiap putaran permainan mendorong para pria semakin berani dan membuat jumlah taruhannya semakin konyol. Cho Kyu Hyun melemparkan keping ke tengah meja taruhan seakan-akan keeping uang itu hanyalah kelereng mainan, sikap pria itu terlihat gegabah dan tidak peduli. Tapi Kyu Hyun memiliki tumpukan keping disebelahnya. So Eun tidak bisa memahami sudut pandang Kyu Hyun, tapi pria itu bermain dengan sangat baik.

So Eun sudah melihat banyak pemain kartu licik dan lihai di Vegas, tapi mungkinkah pria yang melemparkan uang sebanyak ini benar-benar hanya penjudi profesional? Pikiran itu membuat So Eun muak, namun dia tahu itu bisa jadi benar. Pria itu mungkin berjudi untuk seorang majikan, bermain demi keuntungan yang akan didapatnya ketika dia menang. Sepertinya cukup berisiko bagi siapa pun untuk mendanai pria ini, tapi karena dia memang hebat, So Eun menduga kemungkinan menang mengalahkan risikonya.

Selama beberapa saat, So Eun mengira pria itu menghitung kartu. Tapi ternyata tidak. Kyu Hyun hanya sangat cerdas menebak kartu yang tersisa. Dia mundur ketika kartunya tidak cukup bagus, meskipun dia beberapa kali menggertak untuk menang. Pria itu seolah tidak peduli, yang menurut So Eun menunjukkan toleransi yang tinggi terhadap risiko.

Kyu Hyun menangkap tatapan So Eun, kemudian pria itu mengedip. Rasa panas mengalir dalam tubuh So Eun, bahkan ketika dia mencela dirinya sendiri karena bereaksi terhadap pria itu. So Eun memiliki magnet yang menarik perhatian pria yang tidak baik untuknya. Ketika Henry kabur dengan membawa uang sewa mereka, dan seluruh uang yang telah ditabung So Eun untuk Mama, So Eun bersumpah dia tidak akan pernah lagi diperdaya oleh wajah tampan dan senyum yang memesona.

Cho Kyu Hyun memiliki keduanya – dan daya tarik sangat kuat yang tidak bisa dimengerti So Eun. Tapi Kyu Hyun tipe pria yang mampir dari satu kasino ke kasino lainnya, bermain kartu, hidup dari uang yang dia menangkan.

Seseorang berdeham dan So Eun menyadari putaran kali itu sudah selesai.

“Tuan-tuan, mari jeda sejenak selama lima belas menit,” tukas So Eun, kulitnya panas karena malu tertangkap basah sedang melamun.

Dia beranjak dari meja, berencana untuk menyelinap ke belakang sejenak dan bernapas tanpa kehadiran Cho Kyu Hyun memengaruhi seluruh indera So Eun.

“Mau ditemani?”

So Eun seketika berhenti ketika pria itu muncul. Ya Tuhan, Kyu Hyun benar-benar tampan, jangkung, dengan pembawaan menarik yang sangat cocok untuk bintang penyanyi. Bahkan, pria ini mengingatkan So Eun pada seseorang. Penyanyi yang tidak terlalu dia ingat sekarang. Sudah lama sekali So Eun tidak menonton konser sehingga tidak mengherankan dia tidak bisa mengingat nama itu. Itulah yang terjadi jika kau bekerja dua belas jam sehari.

“Para tamu tidak diperbolehkan berada di tempat staf,” So Eun memberitahu Kyu Hyun.

“Kalau begitu, jangan pergi ke tempat para staf,” jawab Kyu Hyun, sudut mulut sinis pria itu melengkung dalam seringai yang akan membuat jantung berdebar.

Bagaimana rasa mulut itu pada mulut So Eun? Apakah bibir itu sekuat dan menuntut seperti yang dibayangkan So Eun? Ataukah bibir itu lembut, penuh kehati-hatian, dan amat adiktif?

So Eun mengibaskan sejuntai rambut dari bahunya, mengusir rasa panas dan kepedihan yang ditimbulkan pria ini. “Anda seharusnya tidak bicara denganku, Mr.Cho. Saya punya pekerjaan yang harus saya lakukan, dan Anda adalah tamu.”

“Tapi aku senang bicara denganmu, So Eun.”

“Hanya karena Anda mengira Anda akan berhasil,” tukas So Eun, mencoba membuat nada suaranya masam. Tidak terlalu berhasil karena senyuman pria itu tidak lenyap.

“Ah, jadi sekarang kita bicara jujur.” Kyu Hyun menyingkirkan minuman lalu menggeleng kepada pelayan yang sedang melintas. Pelayan itu kemudian pergi. “Panggil aku Kyu Hyun.”

“Lebih baik tidak.”

“Kurasa kau mau,” ujar Kyu Hyun, suaranya dalam dan sensual. “Kau juga merasakan sesuatu di antara kita. Kau ingin tahu lebih banyak.”

So Eun menelan ludah. “Kau salah, Kyu Hyun. Aku ingin menyelesaikan permainan ini dan aku ingin pulang dan melepaskan pakaian ini…” Kata-katanya lenyap saat raut wajah Kyu Hyun menjadi semakin intens.

“Dan aku ingin melepaskanmu dari pakaian yang menarik itu.”

Jantung So Eun berdebar-debar, berdentum-dentum, membuatnya pening. “Setidaknya kau jujur.”

“Tapi kau tidak.” Senyum Kyu Hyun mengejek So Eun.

“Kuakui aku menganggapmu menarik,” So Eun berusaha membela diri, rasa panas seakan menyelimutinya. Entah itu karena malu atau gairah sensual karena berada di dekat pria ini, So En tidak tahu pasti. “Tapi aku tidak mengenalmu dan aku tidak terbiasa pulang bersama pria yang tidak kukenal.”

Itu jujur, meskipun So Eun mulai berpikir apakah sebaiknya dia sedikit bersantai. Dia begitu tegang sejak tiba di Jeju. Dan kini, dengan tugas yang harus dia kerjakan sebelum malam ini berakhir, ketegangan itu bergolak di dalam tubuhnya. Mungkin satu malam bersama Cho Kyu Hyun bisa melepaskam ketegangan di balik kulitnya.

Asalkan pria itu tidak tahu So Eun yang bertanggung jawab atas kekalahan pria itu.

“Kalau begitu, mungkin kita harus saling mengenal,” sahut Kyu Hyun.

“Mungkin,” balas So Eun, mengejutkan dirinya sendiri setelah menjawab. Apakah dia benar-benar mempertimbangkan ini? Atau dia telah membiarkan kesenangan digoda oleh pria seperti Kyu Hyun mengganggu pikirannya? Atau mungkin So Eun tidak tahu apa yang harus dia katakan, jadi dia mengatakan hal pertama yang terlintas di benaknya.

Namun apa pun itu, So Eun tidak akan pergi dengan Cho Kyu Hyun. Karena segera sesudah permainan ini berakhir, dia akan mengambil uang itu dan pulang ke Busan. Kata hati So Eun menusuk batin, tapi pilihan apa yang dia miliki?

Untuk Mama, Luna, dan Dong Ho, So Eun mengingatkan dirinya. Aku melakukan ini untuk mereka.

Kyu Hyun maju selangkah mendekati So Eun, tubuh lebar pria itu memancarkan hawa panas dan sensualitas. So Eun ingin meleleh di atas tubuh Kyu Hyun, ingin membiarkan pria tangguh ini menyelamatkan dirinya. Hanya saja bukan itu yang dilakukan Kim So Eun. Dia menjaga diri sendiri dan tidak perlu diselamatkan. Tidak akan pernah.

“Aku sangat menantikannya,” jawab Kyu Hyun halus, matanya meredup saat tatapannya menelusuri tubuh So Eun. Itu tatapan sensual yang diperlihatkan dengan terang-terangan – dan So Eun menikmatinya.

Yang tidak diketahui So Eun adalah penyebabnya. “Sudah waktunya untuk kembali ke meja,” tukas So Eun cepat, bergeser ke samping sebelum Kyu Hyun bisa menyentuhnya. Karena jika pria itu menyentuhnya, dia takut tidak akan punya kekuatan untuk melakukan apa yang harus dia lakukan.

So Eun menangkap tatapan Shin Dong seraya kembali ke meja. Alis mata itu bertaut, wajahnya berkerut dalam seringai kejam. Jantung So Eun kini berdentum-dentum karena alasan yang berbeda. Jika dia tidak melakukan yang diminta Shin Dong, entah apa yang akan pria itu lakukan terhadap So Eun. Uang akan menjadi hal terakhir yang So Eun cemaskan.

cover tbc1small

NB: Saya hanya ingin memberitahukan bahwa FF yang diremake novel ini memang bukan penulisan saya, atau karakter saya. Karena saya tidak menciptakan ide cerita ini, hanya mengubah nama dan tempat dari novel terjemahan tersebut. Jadi kalo ada yang merasa kurang paham dengan bahasanya maupun yang lain itu karena bahasa di novel memang agak tinggi, jadi dibaca baik-baik ya ^^

32 responses to “The Heartless Rebel [Part 1]

  1. vanii November 5, 2014 pukul 9:03 am

    kyusso,, semangaaaaaaaaaaaaaaat

  2. nita November 5, 2014 pukul 9:35 am

    first kah,
    kyusso udh slng trtarik y, d awl mrka brtemu,
    crta soal kasino gtu, jdi ingt drama nya triangel, soal nya bru selesai nonton drama nya #curcol kkkk. itu sso bkln ngikutin rnccna shindong atau????. d tnggu next part nya, keep writing. fighting.🙂

  3. Shaneyida November 5, 2014 pukul 10:14 am

    Aaaaa cho kyuhyuuun pesona mu memng bikin klepek3 dasar kau iblis ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥
    Wih sso hebat jg jd bandar judi ..aish si shindong minta d tabok hhhhe ,apakah sso akan bener3 lepas stelah malam itu or akan terperangkap dlm dekapan kyuhyun,
    Sso udh ngerasa ada ketertarikan ma kyu walpun mencba d tepis nyo dan kyu begitu penasaran ma soeun dan ada rs gairah berada d dekt soeun dan begitu tergiur melihat penampilan sso begitupun soeun sebaliknya k kyuhyun :* tanda2 magnet mulai menempel ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​

    Kyu seorang penjudi yg mahir yo .. Betapa guantengnya cuy ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥

    Lanjuuut ~ love it :*

    Thumbs up (y)

  4. Devi November 5, 2014 pukul 11:40 am

    emhhhhh kyk’a kyuppa mulai trtarik ma eonnie so eun bgitu jg eonnie so eu tpi eonnie so eun menahan ketertarikn’a ma kyuppa karena orang yg hrus di kalahkn oleh eonnie so eun adlh kyuppa tpi berhsilkn kyuppa bisa d klahkn,,,,,,

    jd pnsaran ma klnjutan’a,,,,,

  5. gadung melati November 5, 2014 pukul 11:59 am

    hallo reader baru hadir…^^
    bru nemu blog nie padahl aq suka ngintipin mbh gogle..😛 kekeke~
    wah nie bhsny baku bgt tp aq suka ya walau hrs bc pelan2… hahaha =-O #otakpaspasan# yaelah -.-”
    it shindong antagonis bgt sich ma sso TT
    trnyt mslalu sso complecated bgt yah smua yg dlakukan bkn krn suka tp utk tuntutan hdup kluargany ud gt dtipu pcr sndri lg😦 aigo mochi tega nian kou 😥
    tp aq penasaran ma ms lalu kyu yg misterius #nah lo kepo# dtunggu part slnjtny ya thor n ijin bc ff yg laenny… gomawo😀

  6. shafa nazila November 5, 2014 pukul 12:28 pm

    Kyuhyun mulai tertarik sama so eun, begitupun so eun yang tertarik sama kyuhyun.

  7. Aisparkyu November 5, 2014 pukul 12:40 pm

    .kren thour nexs partnya jngan lma ya:-D

  8. Choi Shinae November 5, 2014 pukul 1:27 pm

    oh tertarik pada pandangan pertama lagi?🙂 baru part 1 aja udah mnrik.. part selanjutnya ditunggu

  9. lovelysso November 5, 2014 pukul 1:31 pm

    haa…ahh akhirnya bs napas jg, ni ff bikin tahan napas waktu bacanya. gomawo author-nim dah bikin yg kyusso couple, dilanjutkan lg ff2 lainnya ya..aza..keep writing!!

  10. hellolina97 November 5, 2014 pukul 1:49 pm

    ff remake dr novelnya kerenn😀
    suka sama ceritanya. Sso seperti punya sisi yg berbeda #ehh
    Kyuhyun benar2 tertarik sama Sso nih ? dan Kyu seperti menggoda Soeun sampai Soeun punya fantasi yg aneh.

  11. kristienuuna November 5, 2014 pukul 5:27 pm

    uwah..
    keren na pake banget yang ini..
    dari semua FF yang Baru ini FF favoritku..
    keren banget Retno..
    bakaL jadi FF yang paLing aku tunggu..
    G sabar baca part 2 na..
    huah Keren.. yang ini jangan Lama2 ya Retno..
    uda penasaran ama Nasib Sso.. misi na maLam ini berhasiL G ya??
    apa nanti yg bakaL Kyu Lakuin kLo tw rencana Sso yg d suruh Shindong oppa..
    wah aku berharap na Kyu bawa Sso jauh2 dari tempat itu..
    uda Langsung d bawa ke rumah ajah Sso na Kyu..
    hehehehehehehee.. ^^

  12. Rakha November 5, 2014 pukul 10:39 pm

    Kyusso bener2 luarbiasa,jujur dan terbuka, apalagi kyu bener2 keren, dan ceritanya juga menarik,tapi scene mereka terlalu dikit, lanjutannya di tunggu

  13. Puspa Kyukyu November 5, 2014 pukul 11:30 pm

    Next…
    Next….
    Next Eonnieeeeeeeee… !!!

    Puspa menaruh minat tinggi sama FF ini !!!
    Kyaaaaa..
    Makin penasaran siapa ntar yang menang ??? Aigoo.. Kasihan Soeun klw dia gak bisa buat Hyun Joong menang dan pasti bakal dihukum Shindong😦

    nexxxxttt..
    Semangaaaattttt !!

  14. Nuneo November 6, 2014 pukul 2:06 am

    Wadawww bacanya bikin merinding! FEELnya dapet bgt! Update SOON kak! FIGHTING! ^^)9

  15. Lila Tyas November 6, 2014 pukul 2:38 am

    udah lama banget nunggun kelanjutan ff buatan kak. dan akhirnya kak retno comebeck again..
    baca ini fanfic, jadi pengen baca novelnya langsung. masih menunggu kelanjutan fanfic yang sebelumnya ya kak. semangat…

  16. AngelsShe~ November 6, 2014 pukul 8:21 am

    Aaaaaa akhir couple favoritQ muncul juga he..he..^_^
    KyuSso Jjang ^_^ Baru pertama x ketemu udah saling tertarik, ngak sabar nunggu kelanjutan hubunggan mereka #lirik kyuSso ^_^

  17. Gg November 6, 2014 pukul 9:26 am

    hihihi kakak cantikkk, aku gak nyangka kalau novel ini bakalan masuk remake. tp sesuai prediksi sih kalo gaya bahasanya dr smua remake ini yg paling mirip ama kakak🙂 suka bgt. nih ff remake bakalan jd top 2 favorite aku. awal2 gak bakal komentar masalah crita sih, ntar aja kalo uda ada chap 2.

    thank you uda ngeremake novel ini😀

  18. vanqueen November 6, 2014 pukul 1:16 pm

    sumpah baca cerita ini
    bikin dag dig dug
    bahasa yang digunain bener2 bisa membawa pembacanya berimajinasi jauh
    huftt panas dingin bacanya wkkkkk

  19. afifmuizzakaiffahizzati November 6, 2014 pukul 2:29 pm

    Aduh Mbak…😦 Kok, casts cerita ini abang Kyu sama Sso eonni? Hh..! Aku hampir meledak di sini. Rasanya pengen tereak. -_- Maaf, ya Mbak aku mulai keluar penyakit alay akutku. Aku KyuSso shipper, Mbak. Dan jalan cerita kayak gini bisa bikin aku gila. >_< (gak ada yang nanya)
    Jadi, Sso eonni harus berbuat curang dengan memenangkan pemain bosnya? Cih! Ketahuan gak bakat main kartu. Takut rugi dan dipermaluin, ya? Kalo gitu mending gak usah main aja sekalian. Gampang, kan? Untuk Bos Shindong, sebaiknya anda mencari pemain lain yang lebih lihai dan bagus dalam permainan seperti ini. Kalo sampe pemain lain tahu hal ini, habis dah tuh kasino. Aku gak nakut-nakutin, cuma ngingetin kemungkinan itu kok. Mau dipake ato gak itu terserah tapi jangan bawa-bawa eonniku dong. -_-
    Maksa orang yang sangat benci kecurangan untuk ngelakuin hal itu mustahil. Yang ada kemungkinan besarnya malah akan mengacaukan segalanya. Siap-siap aja. Btw, Bos Shindong, anda kurang ajar sekali. Seenaknya megang eonni saya. Kalo saya ada di tempat itu saya gak akan segan untuk menampar anda atau apapun. Mentang-mentang bos, seenaknya sama pegawai. -_-

    Eciee.. Yang saling tertarik..😀 Di 2 ff sebelumnya juga gini. Kedua karakternya udah saling tertarik di pertemuan pertama. Dan ada satu kesamaan lagi keadaan si yeoja yang terjepit masalah dan membuat karakter namjanya ingin menyelamatkannya. Ini sama kayak The Billionaire's Housekeeper. Maaf sekali lagi, ya Mbak aku kebanyakan ngomong untuk kesekian kalinya. *pundung*

    Penasaran sama hasil permainan kali ini. Kira-kira apa Sso eonni akan benar-benar melakukan hal yang paling dibencinya? Atau semuanya akan kacau balau?
    Dan…bagaimana dengan Kyuhyun?

    Aigoo~ Asli gaje komenku kali ini…. -_- Gara-gara Mbak, sih pasang castsnya yang dua itu… #plak (Mbak Retno : Kok, malah gue yang disalahin?!)

  20. dewi November 6, 2014 pukul 7:54 pm

    aaa kenapa semua remakenya keren bgt yaa
    next part ditunggu

  21. Luthfiangelsso November 7, 2014 pukul 11:31 pm

    Berharap sso gak ngelakuin rencana buruk nya ke kyu dan berharap kyu menang hehe next chap di tunggu eonn🙂

  22. HaeNy Choi93 November 8, 2014 pukul 1:52 am

    Aku SUKA!

    Kyaaaaa.. KyuSso Feel. Ouh! Daebak!

    Apakah bubungan KyuSso akan berlanjut setalah permainan selesai. Kulihat mereka saling tertarik.
    Eumm… Sso eonni, begitu menggoda. Dan Kyuhyun kayaknya sih tergoda. Kkk

    semangat untuk Sso eonni, yg berjuang untuk menghidupi keluarganya. Dan KyuSso Jjang!!

  23. Soeun November 8, 2014 pukul 8:14 am

    Benar-benar menegangkan Sso dan pekerjaan nya

  24. Safriyanti November 10, 2014 pukul 6:17 am

    Wow,,,,
    sso jd bandar ne,,,
    ksian hdup sso hrus susah krn khdupan,a,,,
    mga j kyu gk mnggap sso sprti gdia2 bandar lain,a,,,
    nah snggupkah sso brbuat curang ma kyu,,
    mg j kyu tau sgla klcikan shin dong,,,
    sso klepek2 ma kyu n bgtu jg sblik,a,,,
    kyu mlai pduli dlm arti yg brbda trhdap sso,,,,

  25. siyla November 13, 2014 pukul 1:52 am

    Wahh kyaknya kyussp uda saling tertarik.. dtnggu next chapternya.
    Fighting!! 😊

  26. dara November 14, 2014 pukul 4:16 am

    Keren chingu…suka banget sama karakter kyu disini. Bgitu dingin, sombong dan sangat mempesona wanita2 termasuk sso.
    Akankah kyu tau permainan yang sudah diatur oleh shin dong?

  27. Natalia November 15, 2014 pukul 6:41 am

    Kerennn,,,nexttt chinguuuu…kata katanya benar2 mengalirrrr

  28. rismaimma November 23, 2014 pukul 4:53 pm

    bagus banget kak, lanjut.

  29. Denanti Anggra Januari 2, 2015 pukul 12:10 pm

    Uwooooo ffnya sangat menarik. Walau aku sedikit gak ngerti hehe
    capcus chapter 2 deee

  30. Rani Annisa Februari 7, 2015 pukul 9:11 am

    wah ff kyusso 🙂

    seru.. seru ceritanya 🙂

    wah kyuhyun emang mempesona banget,, dan kayaknya so eun juga terpesona..

    apa so eun bakalan ikut rencananya shin dong???

    next part

  31. aina freedom Februari 24, 2015 pukul 7:17 am

    aku paling respec sama ff retno itu yg kyusso cast nya…ff kyusso kli ini sangat menarik dan menegangkn ..ceritanya seru ,feelnya dapat ..dan chemystry kyusso pas bngt..kyusso is the best

  32. anastasia erna Mei 26, 2015 pukul 5:39 am

    kyusso couple….yehhh…
    suka banget ma pasangan yg 1 ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: