RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Girl In A Vintage Dress [Part 2]


cover depan1small

Rated: M

Cast: Kim So Eun, Lee Dong Hae

WARNING: FF ini merupakan remake novel terjemahan yang berjudul GIRL IN A VINTAGE DRESS, karya Nicola Marsh. FF ini 90% murni bukan milik saya, berhubung novel ini merupakan terjemahan maka nama dan tempat disesuaikan dengan cast asal korea.  Happy Reading!?^^

Girl In A Vintage Dress [Part 2]:

So Eun tidak suka diperintah-perintah. Ia sudah cukup merasakannya saat tumbuh bersama ibunya yang menjadi finalis Miss Korea dan kakak perempuannya yang berprofesi sebagai model catwalk.

Pakai jins model  boot-cut, jangan yang slim-fit.

Jangan pakai rok potongan A-line; membuat pinggulmu kelihatan besar.

Pakai lipstik warna cokelat, jangan warna muda, kau terlihat kusam.

Sikap bossy selalu membuat So Eun waspada, dan begitu Mr. Dominan ini melangkah ke wilayahnya dan tidak mengacuhkan peraturannya, So Eun langsung siap bertempur.

Ponsel tidak boleh digunakan di Go Retro karena alasan yang kuat. Dalam bisnisnya, menciptakan suasana kuno sangat penting, dan mengingat alat komunikasi menyebalkan itu belum ditemukan pada zaman dulu, So Eun membuat peraturann agar ponsel juga tidak boleh digunakan dalam toko yang menjadi kebanggaan dan kebahagiannya.

Ia juga benci dengungan, deringan, dan suara ketikan yang terus terdengar saat orang-orang memencet tombol ponsel, seolah mereka tak bisa hidup tanpa alat itu.

Bagaimana bisa seseorang terikat pada ponsel saat dikelilingi semua keindahan ini… sebelah tangan So Eun menelusuri gaun pesta merah menyala berbahan halus ala tahun 1940-an, merasakan kelembutannya, keanggunan yang tak termakan waktu, membiarkan jemarinya meneliti syal sutra bermotif bunga yang ia yakin bisa bercerita tentang leher yang pernah dililitnya selama bertahun-tahun.

So Eun melirik hiasan sepatu yang berkilauan, lipstik merah keunguan dari beberapa merek, syal yang dipasang apik pada manekin yang berpakaian klasik.

Setiap benda dipilih dengan penuh perasaan, dengan harapan akan membawa kebahagiaan pada pemilik berikut, sebesar kebahagiaan So Eun saat menemukannya. Saat dikelilingi harta berharga dari masa lalu seperti ini, bagaimana seseorang bisa tidak tertarik?

“Aku butuh jawaban.”

Seketika So Eun tersadar dari lamunannya dan menatap pria barbar yang takkan bisa menghargai benda vintage paling berkualitas, bahkan jika benda ini dilepaskan dari maneken dan dipakaikan langsung ke postur pria itu yang cukup mengesankan.

Postur mengesankan yang membuat So Eun ingin lari dan bersembunyi di belakang ruangan dan membiarkan Hye Sun berurusan dengan pria itu. Pria semacam ini membuatnya ketakutan: licik, banyak akal, dan sukses. Pria yang memiliki segalanya dan tahu cara menggunakan kelebihan mereka yang begitu banyak. Tipe pria yang bisa memanfaatkan penampilan dan kesuksesan mereka untuk memesona gadis-gadis seperti dirinya. Pria seperti Ye Sung.

Kesal karena membiarkan masa lalu mengusiknya, dan semakin kesal karena ia menunjukkan ketakutan saat pria ini berjalan masuk dengan angkuh seolah-olah dia memiliki tempat ini, So Eun menegakkan bahu.

Jadi dia pikir dia bisa menyuruhku menerima tawaran itu dengan memberikan banyak uang dan mempermanisnya dengan rekomendasi pribadi? Pikir So Eun.

Kelihatannya pria itu tipe pria yanag terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan: pakaiannya rancangan desainer, rambutnya dipotong sempurna, sepatu rancangan desainer, dan setelan mahal berwarna gelap yang harganya mungkin lebih mahal daripada seluruh benda yang dipajang So Eun di etalase.

Soal Dazzle, tentu saja So Eun pernah mendengar tentang perusahaan itu. Semua orang yang tinggal di Daegu tahu reputasi perusahaan hiburan yang luar biasa itu. Kau ingin membuat acaramu istimewa? Dazzle bisa melakukannya, mulai dari pemain akrobat, pertunjukan makan api, hingga band rock internasional.

Jadi pria ini direkturnya? Bisa ditebak. Pria ini sepertinya terbiasa memerintah dan tidak pernah menerima penolakan. Well, selalu ada yang pertama untuk segala hal. Dia ingin jawaban? So Eun punya jawaban, setelah ia menyusunnya dalam kata-kata yang lebih halus, bukannya kata-kata yang berlarian dalam pikirannya, sesuatu semacam enak saja.

Kekesalan So Eun pada sikap angkuh pria itu pasti terlihat jelas karena dia mengusap wajah dengan tangan dan setelah itu wajah angkuhnya berubah menjadi senyuman memelas.

“Dengar, aku minta maaf karena masuk seenaknya dan bicara dengan lancang. Itu karena aku putus asa.”

Dengan mata yang memesona, senyum karismatik, dan suara lebih lembut daripada madu, So Eun sungguh tidak percaya bahwa pria ini pernah putus asa dalam hidupnya.

Karena menganggap sikap diam So Eun sebagai tanda untuk melanjutkan, pria itu mengulurkan tangan untuk memohon.

“Adikku akan menikah. Dia wanita penuh kontradiksi yang luar biasa, menyebalkan, sekaligus menggemaskan. Dan aku berutang banyak padanya. Dia layak mendapatkan yang terbaik dan dia sangat menyukai hal-hal kuno semacam ini, karena itulah aku ingin mengadakan pesta ini sebagai kejutan.”

Hebat. Jika mata lembut yang berkilauan dengan ketulusan itu tidak cukup buruk, kesan pria manis di balik suara dinginnya saat dia memuji-muji adik perempuannya membuat So Eun membatalkan niat untuk menyuruh pria itu pergi.

“Kapan dia akan menikah?”

“Enam minggu lagi. Acaranya tertutup dan sederhana, karena itulah aku ingin memanjakannya dengan ini.”

“Tidak ada pendamping pengantin yang bisa mengaturnya?”

Pria itu menggeleng. “Sepertinya dia tidak punya waktu untuk hal-hal remeh itu. Terlalu sibuk.”

Cara pria ini mengalihkan pandangan dengan rasa bersalah menandakan bahwa dia tahu persis soal “hal-hal remeh” ini dan kenyataan bahwa dia meluangkan waktu untuk mengatur pesta lajang adiknya, meski itu mungkin hal terakhir dalam jadwal di ponselnya, membuat So Eun sangat terkesan.

“Dia pengacara perusahaan: berambisi, keras kepala, dan gila kerja.”

So Eun menebak si calon pengantin bukan satu-satunya anggota keluarga yang memiliki sifat seperti itu.

“Sejak dulu dia suka benda-benda vintage seperti ini dan ketika aku melihatnya membolak-balik majalah minggu lalu, terkesima dengan artikel sekolah kepribadian yang diselenggarakan oleh pemilik toko vintage di Inggris, kupikir itu akan jadi hadiah pernikahan yang bagus.”

Oke, So Eun mengakui. Adik pria ini sepertinya kandidat yang cocok untuk pesta Go Retro. Tapi hanya itu. So Eun pernah mengadakan banyak pesta ulang tahun, beberapa jam menyenangkan untuk para wanita yang memiliki minat sama. Dan ia mendapatkan respons yang sangat antusias, tapi pria ini bukan bicara tentang satu malam. Dia ingin menyewa jasanya selama satu minggu?

“Se Na pasti jauh lebih menyukai ini lebih daripada mesin pembuat kopi atau iPad dengan warna senada, satu-satunya ide yang kumiliki.”

Pria itu tersenyum lagi dan kali ini, sesuatu yang tidak diharapkan bergemuruh dalam dada So Eun.

“Jadi bagaimana?”

So Eun bertekad untuk berkata tidak, tapi ketulusan pria ini memengaruhi dirinya. Dari gambaran pria ini tentang adiknya, So Eun membayangkan wanita karier yang terjebak dalam pekerjaan supersibuk, tak punya waktu untuk merencanakan pesta pernikahan yang seharusnya.

Jika ini satu-satunya kemewahan yang bisa didapatkan wanita itu, seminggu melepaskan diri dari jadwal yang sibuk untuk dimanjakan dengan pesta lajang dari Go Retro yang tidak akan dia lupakan, bagaimana bisa So Eun menolak?

Sedangkan untuk rekomendasi pribadi dari pria itu, sekuat apa pun So Eun berusaha mengabaikan surat-surat utang yang bertebaran di meja kerjanya di belakang, ia tetap tidak bisa. Kondisi ekonomi yang lesu, tingkat suku bunga yang meningkat pesat, dan pelanggan yang konservatif semakin mengancam kelangsungan bisnisnya. Meskipun sebenarnya Go Retro punya gaya tersendiri, website menarik, dan koleksi berkualitas. Jika Go Retro tidak mulai mencari keuntungan besar, mungkin So Eun terpaksa menutup toko dan ia benar-benar tidak sanggup membayangkan hal itu terjadi.

Ia sudah bekerja begitu keras dan lama untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan. Tidak mungkin ia menyerah hanya demi gengsi.

Karena tidak ingin terlalu mudah, So Eun menyebutkan harga tiga kali lipat dari biaya per jam dan dikalikan tujuh, berharap pria itu menawar.

Ternyata pria itu tidak menawar.

“Aku bisa menulis cek atau mentransfer uang muka ke rekeningmu sekarang juga.” Bibir Dong Hae melengkung. “Jika kau mengembalikan teleponku, tentu saja.”

Tatapan Dong Hae turun ke pinggul So Eun dan wanita itu mencengkeram meja, berusaha tidak bergidik.

Berat badan So Eun mungkin sudah banyak turun sejak ia remaja dan ia telah belajar menonjolkan bagian-bagian tubuh yang terbaik sambil meminimalkan yang buruk, tapi saat diperhatikan seperti itu, terutama oleh pria seksi, rasa mindernya selalu muncul kembali.

Apakah pinggulnya terlalu lebar? Pinggangnya terlalu besar? Bokongnya terlalu besar? Meski model pakaian vintage yang ia pakai menonjolkan lekuk tubuh, tapi saat pria seperti ini mengamati dirinya, rasanya So Eun ingin bersembunyi di belakang meja.

So Eun pernah menerima tatapan kagum dari banyak pria: sesuatu yang bisa membuatnya gugup meski berada di tempat yang paling nyaman baginya.

“Ponselku masih ada di rokmu itu, kan? Atau kau melakukan trik sulap dan menyitanya selamanya?”

Tangan So Eun menyusup ke dalam saku roknya yang dalam dan mencari-cari ponsel itu, ingin segera menyerahkan benda tersebut dan menghentikan tatapan mata yang seolah bisa melubangi renda berhias manik-manik metalik di rok mengembamng motif polka dot kesukaannya.

“Ini.”

Ketika So Eun menyerahkan ponsel itu, jemari mereka bersentuhan dan sesuatu yang terasa seperti sengatan listrik mengalir ke lengannya, mengejutkannya di bagian-bagian yang sudah amat sangat lama tidak dikejutkannya.

Ini tidak bagus.

Pria-pria yang biasanya ia kencani sangat jauh berbeda dari pria ini, seperti pakaian vintage-nya berbeda dari setelan jas rancangan desainer pria ini. Seniman, musisi, pria santai yang suka menjalani hidup, jauh dari kehidupan modern yang penuh tekanan.

Itu tipe pria yang biasanya membuat So Eun tertarik. Bukan pria-pria kaya pengejar karier yang bisa membujuk siapa pun melakukan apa pun dengan pesona alami mereka.

Seharusnya ia tahu itu. Ia pernah mencoba sekali dan sampai saat ini masih berharap bisa menghapus kejadian itu.

“Trims.”

Jika sentuhan singkat di ujung jemari mereka belum cukup, senyum tulus pria itu membuat lutut So Eun gemetar samar, dan ia menyembunyikan rasa gugupnya dengan sikap ketus.

“Aku bahkan tidak tahu namamu,” katanya, memainkan jari dengan keranjang jepit rambut di atas meja, mengatur ulang keranjang-keranjang itu secara teratur.

“Lee Dong Hae.”

Pria itu mengulurkan tangan dan So Eun menelan ludah, diam-diam memaki kebodohannya. Tentu saja pria itu bersikap sopan dan berjabat tangan. Jabatan tangan pasti bisa dihadapinya pada waktu-waktu lain, tapi setelah reaksi aneh beberapa saat tadi? Ini benar-benar masalah.

“Kim So Eun.”

“Nama yang indah.”

Tatapan Dong Hae terpaku pada So Eun. “Cantik.”

Dan saat So Eun dengan enggan mengulurkan tangan pada Dong Hae, lalu jemari pria itu bertaut dengan jemarinya, hangat dan menenangkan, untuk sepersekian detik So Eun nyaris percaya dirinya memang cantik.

cover tbc1small

NB: Saya hanya ingin memberitahukan bahwa FF yang diremake novel ini memang bukan penulisan saya, atau karakter saya. Karena saya tidak menciptakan ide cerita ini, hanya mengubah nama dan tempat dari novel terjemahan tersebut. Jadi kalo ada yang merasa kurang paham dengan bahasanya maupun yang lain itu karena bahasa di novel memang agak tinggi, jadi dibaca baik-baik ya ^^

P.S: Bagi yang menanyakan kenapa part 1 dan part ini pendek, singkat, dll. Itu karena emang dari novelnya segitu per part-nya. Saya mengetiknya sesuai dengan per part, kalau mau lebih dipanjangin yah disabarin aja :p . Jadi dimaklumi ya. ^.^v

34 responses to “Girl In A Vintage Dress [Part 2]

  1. Puspa Kyukyu November 7, 2014 pukul 5:34 am

    Hahahahahha..
    Barusan aja Puspa mw komen “ini ko’ pendek banget Kak?” eh… Udh dijelasin.. -.-”

    ayo. Soeun.. Jgn jatuh cinta sma Pria kya’ Donghae !!! Pertahannkan type Pria yg kamu suka !!

    Duhhh.. Gak sabar baca part lanjutannyaaaa !!
    Siap ini yg sma Hyuk Kan ??😉

    P.S : Kak.. Puspa bca FFnya yg bercast Suju sma Soeun aja.. Yg lainnya gak *peace v.v*

  2. vonnysumali November 7, 2014 pukul 5:43 am

    Saya suka so eun tapi soeun yang bersama kimbum only. Walau aku baca aku membayangkan sang prianya tetap kimbum. Tentu tdk masalah kan bagi author. Ceritanya itu sendiri harusnya menarik.

  3. dewi November 7, 2014 pukul 6:53 am

    aaa suka bgt sm pairing2 nya
    ditunggu next partnyaa

  4. Nuneo November 7, 2014 pukul 8:57 am

    Kyaaa Haesso ^^~ . kurang panjang😀 .. Heheheh update soon kak ><

  5. AngelsShe~ November 7, 2014 pukul 9:58 am

    Waaaaaah aq seneng bnget udah di lanjut part 2nya ^_^
    ngak sabar nunggu part selanjutx ^_^ OMO apa yg telah dilakuka yepa !?!?

  6. ria November 7, 2014 pukul 10:25 am

    Keren dan bikin penasaran
    next please

  7. elisa November 7, 2014 pukul 11:06 am

    waaaaah haesso aq seneng tiada terkira..tp aurhor kurang pnjang..he..he..he
    aurhor daebak…
    d tunngu banget nest part a…

  8. AngelFish November 7, 2014 pukul 11:48 am

    Waahhhh makinn penasaran aja kelanjutannya hehe ciee donghae bilang soeun cantik :$🙂 ditunggu next part thor hwaitting😀

  9. Devi November 7, 2014 pukul 11:53 am

    makin seruu + keren zh cerita’a,,,,,
    wahhhhh jangan2 eonnie so eun jatuh cinta nich ma haeppa,,,,,,
    jd penasaran nich ma kelanjutana,,,,

  10. Kim Ra rA November 7, 2014 pukul 12:47 pm

    gimana tuh Sso nya udah kena duluan… atau jangan jangan donghae yang udah duluan terpesona.. !!!

    Ah~ sena beruntung banget punya oppa kaya bang ikan…

  11. lovelysso November 7, 2014 pukul 12:50 pm

    padahal scene nya cuma ngobrol aja n lokasinya didlm toko doang tp ku ga bosen bacanya malahan penasaran sama reaksi sso sambil bayangin mimik sso yg di wgm,kayanya ga jauh beda dech..(anyone agree?)..aza..keep writing author-nim!!

  12. Rakha November 7, 2014 pukul 1:17 pm

    Walaupun Udah 2 part tetap masih di satu tempat tp ceritanya bagus, apalagi pas pendeskripsian soeun tentang donghae bikin seneng bacanya

  13. senrumi November 7, 2014 pukul 1:29 pm

    Seru jg wlu kurang panjang

  14. kristienuuna November 7, 2014 pukul 4:10 pm

    iyah nech Retno..
    puendek bingit..
    jadi makin penasaran..

    G ada rencana ngegabungin 2 part jadi 1..
    kmrn kan dari sudut pandang Donghae oppa n skrg dari sudut pandang Soeun..
    tapi terserah Retno sich.. reader na manut ajah..
    hehehehehehee.. ^^

  15. vanii November 7, 2014 pukul 4:20 pm

    gpp pendek nooo, yang penting updatenya cepet🙂
    huaaaaaaaaaa sso,,, 180 derajat berubah getaran sinyalnya dr seorg seniman k hardworkeran😀
    huaaaa lagi haeppa mempesona dg ktulusan sbg kakak yg baik thd se na,,,,, siapa coba yg gak pengen pnya saudara se keren haeppa😀

    hmmmm untung sso cm mbatin kl happa denger besar kepala, mobillnya penyot seketika😀

  16. vhi November 8, 2014 pukul 1:42 am

    donghae emng paling bisa deh klau urusan cwe ,, sso akhirnya luluh juga semoga ajh awal perkenalan yang akan menyatukan mereka🙂🙂🙂🙂🙂

  17. Soeun November 8, 2014 pukul 7:26 am

    Next next next

  18. Gg November 8, 2014 pukul 11:38 am

    ehm ehm ehm tes tes tes
    1…2…3
    okay:

    1. mau ngucapin selamat karena bisa buat aku ngerasain dr ff ini. tp masih blom fav sih kak :p
    2. ini beneran nge-remake? apa ff kakak sendiri? aku pernah blg kan kalo ff remake yg kyusso itu mirip ama cara tulis kakak, tp buat yg ini jebat bgt bs sama😀 kalo kakak gk blg ini remake pasti uda aku kira kakak author aslinya..
    3. pendek ya emang part nya, tp gpp sih biar tambah penasaran.
    4. gak tau knapa salah satu karakter fav aku itu si cwo ama si cwe itu keras kepala + angkuh + angkuh😉 jadi bayangan soeun ama donghae langsung masuk ke sini .
    hehehege

    itu dulu yaaa kakak..
    aku mau langsung cuss ke ff remake favorite ku >>>> hyuksso.

    bye bye

  19. HaeNy Choi93 November 8, 2014 pukul 12:42 pm

    Yayaayay.. So Eun kenapa dirimu cepat sekali jatuh ke pesona Lee Donghae??
    Kkkkkk
    masih belum banyak scene, part 2 hanya masih berrkutat dengan tokonya Soeun aja. Tapi tetep aja excited sama semua ff2 remakenya. Kkk
    next eonn.. Jagan lama2 yah.

  20. Choi Shinae November 8, 2014 pukul 4:19 pm

    suka bgt sama pairing ini ~^^ pendek bgt ini kkkk next part ditunggu🙂

  21. hellolina97 November 8, 2014 pukul 4:42 pm

    buahahahaa… kesimpulan yg aku dpt di part ini kalau Soeun nggk tahan ditatap Donghae yg notabennya pria sexy.
    sudahhh kenalan nihhh merekaaa

  22. Luthfiangelsso November 8, 2014 pukul 7:42 pm

    Weeh akhirnya sso setuju jg emang pesona donghae kuat bgt kkkjjj~^^

  23. Endang haesso November 9, 2014 pukul 2:44 am

    Akhir’a part 2 udh di post..wah soeun mulai salting..aq dukung soeun jth cinta sm hae..next part di tunggu..ini keren

  24. Irnawatyalwi November 9, 2014 pukul 6:40 am

    Omo sprtix sso sudh memiliki prasaan pd hae oppa, hem sapa si g jth hti pd pria tampan, sukses, manis n penyayang? Ku rasa tdk akn ada yg dpt mnolak pesona seorang pria brmarga Lee i2 n i2 pun trjd pd readr In hahahaha, oppa aq cmburu pd Se na dia bruntg bngt pxa oppa sprti lee donghae, hem jd slma in hae oppa hanya hdup br2 dgn Sena? Ow ibu sso miss korea n kk x seorang m0dl pasti sso slalu d tntu hdup n brgaya m0drn, pdhal knyataanx sso suka yg klasik n agak kuno, Next next

  25. anna November 9, 2014 pukul 7:50 am

    hayoo lho sso mulai trpikat dgn rayuan donghae,,hahaha jgn smudah itu donk hrs memasang dinding yg kuat biar donghae lbh mrskn prjuanganny LOL

  26. Lila Tyas November 9, 2014 pukul 8:57 am

    ehm.. so eun tdk bisa menghindari pesona donghae.. jiah!!! bang ikan memang ganteng sih..sulit buat fi hindari.. tiap partnya emg pendek sih, jdi bikin reader penasaran sama part selanjutnya.. cptan di lanjut kk.. semangat..

  27. nita November 9, 2014 pukul 12:27 pm

    cie,, sso trpesona sma c’abang ikan.😀
    d tnggu next part nya eon.🙂
    keep writing.

  28. Safriyanti November 10, 2014 pukul 6:31 am

    Hheheheheeheh,,,
    sso terpesona ma bg ikan,,,
    kyak,a sso pnya msa lalu yg tdk trllu baik ne,,
    pa yeye prnh mnykiti sso,,,
    bnarkah hae tlus mngtakan sso cantik,,
    tp mank sso cntik,,
    sso,a j brsha mnutup dri,a,,,

  29. Shaneyida November 13, 2014 pukul 12:31 pm

    Fresh bgt liat perbincangan haesso #eoh
    Hhh nah lo tanpa sdr dan d duga udh terpesona tu ekhEeeem

    Thumbs up (y)

  30. gadung melati November 14, 2014 pukul 4:14 am

    aq sich sneng aj part ny mw panjang ato pendek yg penting part slanjtny cepet dpublish :-O *modus* kekeke~
    wah sneng ny jd sena cz dpt oppa yg sayang bgt ma dy n mw nglakuin apapun bwt adikny ~aq jg mw bang~ plak 😛
    nie sso kyk ny ud terkesan bgt ma hae *spa jg yg nolak pesona ikan ganteng* wkwkwkwk 😛 ud deh sso mw aj nrima tawaran dr ikan yaa ^ ^ g sbr bc part slanjtny, author keep writing n faithing ^_^)Y

  31. ani bumsso November 20, 2014 pukul 9:55 am

    wah donghae sayang bgt sma adiknya sampek rela bikin pesta lajang gitu buat adiknya yg mau nikah…. terharu😥

    wah udah ada ‘sengatan listrik’ yang mnyerang sso eonni nih..
    gimana ya dg donghae opp@?

  32. mizanafidaus November 20, 2014 pukul 1:27 pm

    bener sih ini pendek, ini sampe berapa part ya klo dinovel, untung updatenya ga sebulan sekali, klo sebulan sekali bisa2 mati penasaran hahaha…
    aku sih ngarepnya kaka sehari update 3 atau 4 bila perlu hahaha *ditoyorkaretno*
    eh ada apa dengan yesung, dia masa lalunya sso ye, donghae mirip dia…

  33. Rani Annisa Februari 7, 2015 pukul 2:56 pm

    wah kayaknya mereka saling terpesona dan saling suka deh..

    apa yang akan terjadi selanjutnya???

    next part

  34. yuliaseptiani Mei 29, 2015 pukul 11:25 am

    Kayak ny so eun mulai tersepona sama hae😀
    semoga haesso mulai menjadi dekat n suka🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: