RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

The Heartless Rebel [Part 2]


cover depan1small

Rated: M

Cast: Kim So Eun, Cho Kyu Hyun

WARNING: FF ini merupakan remake novel terjemahan yang berjudul THE HEARTLESS REBEL, karya Lynn Raye Harris. FF ini 90% murni bukan milik saya, berhubung novel ini merupakan terjemahan maka nama dan tempat disesuaikan dengan cast asal korea.  Happy Reading!?^^

The Heartless Rebel [Part 2]:

Kalau bukan karena SO EUN, Kyu Hyun pasti sudah lama merasa bosan. Kartu-kartunya terlalu mudah, terlalu sepele. Jika dia kalah, itu akan ditebus di pasar saham. Tapi Kyu Hyun tidak akan kalah. Dia tidak pernah kalah. Orang-orang mengira Kyu Hyun memiliki gen keberuntungan dalam permainan kartu, tapi kenyataannya dia belajar untuk mengandalkan bakatnya terhadap peluang dan angka-angka karena dia memang harus melakukannya. Begitu ayahnya tewas, begitu kakaknya, Seung Woo, meninggalkan mereka – dan Jin Ho tidak lama kemudian menyusul – tanggung jawab untuk mengurus adik laki-laki dan perempuan jatuh ke tangan Kyu Hyun.

Dia harus menggunakan segala kemampuan yang dia miliki untuk menghasilkan uang, tapi itu saja tidak cukup. Dia bisa mengurus keuangan keluarga, tapi tidak bisa menyembuhkan luka menganga yang menolak untuk menutup. Mereka semua, satu per satu, menderita di tangan Cho Yeung Hwan. Kyu Hyun mencoba memperbaiki derita itu, tapi tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Ah Ra, Ah Ra tersayang, yang akan membawa bekas luka dari perbuatan Yeung Hwan terhadap adik perempuannya itu, sepanjang sisa hidupnya.

Kyu Hyun mencoba mengusir bayangan wajah adik perempuannya yang terluka dan memusatkan perhatian pada permainan. Ini bukan waktunya untuk tersesat dalam bayang-bayang masa lalu. Lima belas miliar won dalam bentuk kepingan kasino bertumpuk di tengah-tengah meja. Keringat sang syekh mengucur deras dan alis mata Count von Hofstein membentuk kerut permanen.

Bahkan So Eun terlihat merenung. Dia menggigiti bibir lagi, bibir menggiurkan yang ingin Kyu Hyun isap. Jemari So Eun, yang begitu mantap dan yakin saat bekerja, kini gemetar. Salah satu pria yang duduk di meja, pria tidak penting yang mengenakan dasi merah yang baru saja dia longgarkan, terlihat mendelik kepada So Eun seakan mencoba menyampaikan pesan lewat telepati.

Kemudian So En, mendongak, langsung menatap Kyu Hyun, dan perut pria itu melilit. So Eun tampak… tidak yakin. Mata ekspresif wanita itu melebar dan kulit kremnya kini seperti tidak berwarna, membuatnya tampak pucat dan rapuh.

“Tuan?” sahut So Eun.

Butuh waktu beberapa saat untuk menyadari wanita itu berbicara pada Kyu Hyun. Dan saat ini giliran pria itu.

Call,” jawab Kyu Hyun, melemparkan kepingan ke tumpukan. Karena dia lelah duduk di sini, karena dia ingin segera keluar dari ruangan gelap dan suasana yang menjemukan ini dan kembali menghirup udara segar. Karena dia ingin merayu Kim So Eun agar mau ikut ke mobilnya dan berkendara menyusuri pantai. Kyu Hyun masih punya waktu beberapa hari sebelum dia harus kembali ke Tokyo untuk menghadiri pernikahan adiknya. Melewatkan beberapa hari itu di tempat tidur dengan wanita yang penuh semangat seperti So Eun kelihatannya rencana yang sempurna.

Pria berdasi merah, satu-satunya pemain yang belum mundur pada babak ini, meletakkan kartu di meja sambil tersenyum sinis. “Full House, Mr.Cho,” tukasnya. “Ratu dan Raja.”

Kyu Hyun hanya mendesah. “Itu bagus sekali.” Kemudian dia membalik kartunya satu per satu. Sepuluh. Sepuluh. Sepuluh.

Alis mata pria itu berkilau.

Kyu Hyun membalik kartu dua hati dan pria itu menarik napas dengan penuh kemenangan, jemarinya otomatis meraih tumpukan keping.

“Nanti dulu,” kata Kyu Hyun saat dia membalik kartu terakhir. Mulut pria itu ternganga.

Count von Hofstein mengerang.

Kim So Eun menatap kartu yang terakhir itu dan tersenyum. Tapi sudut mulutnya gemetar ketika dia tersenyum. “Four of a kind. Tuan ini menang.”

Kyu Hyun berdiri. Dia tidak merasa puas atau penuh kemenangan. Dia hanya merasa cukup.

“Permisi tuan-tuan, kurasa aku akan menguangkannya.”

Jemari So Eun jelas gemetar saat dia mengumpulkan kartu-kartu. Si Dasi Merah mendelik marah kepada wanita itu sebelum menoleh dari balik bahunya. Naluri Kyu Hyun tergelitik. Ini tidak bagus, namun sudah terlambat untuk mengubah hasilnya. Brengsek, Kyu Hyun tahu Shin Dong Hee sedang merencanakan sesuatu.

Seakan menegaskan fakta itu, Shin Dong melangkah dari balik pintu di ujung ruangan. Dia berhenti untuk bicara dengan salah satu petugas keamanan. Beberapa detik kemudian, pria itu berjalan menuju meja. Pemain-pemain lainnya sedang bersiap-siap berdiri untuk meregangkan kaki mereka, tapi Kyu Hyun melihat raut wajah So Eun ketika pria itu berhenti di sisinya dan membungkuk untuk membisikkan sesuatu di telinga wanita itu.

Jemari gemuk mencengkeram lengan So Eun wanita itu berbalik dan berjalan menuju ruangan di belakang bersama pria itu. Bandar lain melangkah dari samping ruangan – gadis dengan payudara palsu dan kulit yang disemprot hingga kecoklatan – dan mengeluarkan satu pak kartu baru.

“Tuan-tuan,” ujar wanita itu dengan suara merayu. “Tentunya Anda belum ingin mengakhiri permainan. Mr.Shin ingin memberikan Anda masing-masing lima juta won untuk melanjutkan permainan.”

Naluri Kyu Hyun meninju perutnya saat So Eun menghilang di balik pintu tempat Shin Dong tadi muncul. Kyu Hyun tahu seperti apa orang yang ketakutan, tahu teror macam apa yang muncul dari laki-laki yang suka menyiksa. Kyu Hyun telah menyaksikannya cukup sering sewaktu dia kanak-kanak. Kim So Eun takut akan sesuatu.

Dan Kyu Hyun tidak bisa pergi sebelum mencari tahu. Dia dulu tidak mampu melindungi adiknya dari kemurkaan Cho Yeung Hwan, tapi terkutuklah dirinya jika membiarkan So Eun terluka malam ini.

*****

Pipi So Eun terasa perih di tempat Shin Dong menamparnya. Darah menetes dari bibir So Eun di tempat cincin Shin Dong menggores kulit wanita itu. So Eun duduk di bangku kecil dalam ruangan tanpa jendela dan mengumpat dirinya sendiri karena tidak mampu melakukan apa yang diminta Shin Dong.

Tapi saat berdiri di sana, menatap tumpukan keping di tengah-tengah meja, So Eun tahu dia tidak akan bisa berbuat curang. Mama akan sangat malu akan dirinya. So Eun akan malu pada dirinya sendiri. Satu-satunya yang dimiliki So Eun adalah integritas. Dan membiarkan seseorang merampasnya?

Tidak terpikirkan.

Namun kini So Eun berharap seandainya saja dia melakukan itu. Karena Shin Dong sangat murka. Pria itu memukul, membentak, dan mengurung So Eun di sini. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya, tapi So Eun yakin pasti bukan sesuatu yang menyenangkan.

Dengan kepala tertunduk di atas kedua tangannya, So Eun tetap duduk di sana, menunggu. Shin Dong memang kejam, tapi So Eun tidak merasa hidupnya dalam bahaya. Dan begitu kemarahan Shin Dong mereda, pria itu mungkin akan mengizinkan So Eun kembali ke meja. So Eun sangat lihai melakukan pekerjaannya dan Shin Dong tahu itu. Tapi So Eun tidak ingin mengorbankan integritasnya. Dia tidak sanggup. Jika mereka tahu apa masalahnya, mungkin So Eun bisa tetap bekerja dan Shin Dong tidak akan menempatkannya dalam posisi seperti ini lagi.

Bermimpilah, So Eun.

Itu mustahil dan So Eun tahu itu, tapi dia tidak bisa berhenti berharap semuanya akan baik-baik saja. Kalau tidak, dia akan pulang dan mulai dari awal lagi. Memulai dari awal bukanlah hal baru baginya. So Eun akan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini.

Pintu terbuka dan So Eun mendongak. Dia mengharapkan Shin Dong – dan So Eun bersiap-siap untuk mencoba membuat pria itu mengerti alasannya – tapi pria yang memasuki ruangan membuat perut So Eun merosot hingga kakinya. So Eun melesat berdiri, dengan jantung berdebar keras.

“Apa yang kaulakukan di sini? Pergilah sebelum Shin Dong menemukanmu!”

So Eun bisa merasakan tatapan Kyu Hyun di kulitnya seperti logam yang membara. Rahang pria itu menjadi tegang saat dia melihat memar di pipi So Eun dan darah di bibirnya.

“Aku tidak takut dengan Shin Dong Hee. Apakah dia yang memukulmu?”

Sialan! Pria ini akan merusak segalanya. Shin Dong hanya perlu menemukan So Eun dengan penjudi profesional – maka pria itu tidak akan pernah percaya So Eun hanya mencoba melakukan pekerjaannya dengan jujur.

“Aku tidak peduli kau takut padanya atau tidak! Aku bisa mengatasinya sendiri dan aku ingin kau pergi sebelum dia menemukanmu di sini!”

“Apakah dia memukulmu?” tuntut Kyu Hyun.

Kemarahan mengalir di sekujur tubuh So Eun. Pria itu benar-benar tidak paham. “Itu bukan urusanmu. Sekarang pergilah.”

“Aku tidak bisa melakukan itu, So Eun,” tukas Kyu Hyun, ekspresi wajahnya lebih kejam dan lebih menakutkan dari pada ekspresi yang pernah So Eun lihat pada wajah Shin Dong. Dan itu membuat So Eun merinding sehingga dia melangkah mundur seketika.

“Pergilah, Kyu Hyun. Aku menghargai perhatianmu, tapi aku akan baik-baik saja.”

“Kurasa tidak – “

Pintu kembali terbuka dan jantung So Eun merosot. Dua orang tukang pukul bertubuh raksasa yang disewa Shin Dong berjalan memasuki ruangan, diikuti oleh pria itu sendiri. Jika Shin Dong terkejut ketika melihat Cho Kyu Hyun, pria itu tidak menunjukkannya. Bahkan, Shin Dong sepertinya senang.

“Nah, nah,” ujar Shin Dong. “Ternyata Cho Kyu Hyun. Kau pasti menyukai So Eun kami yang mungil kan?” Dia mengulurkan tangan dan mengusap lengan So Eun yang telanjang. So Eun meringis. “Dia memang cantik. Aku mengerti kau tergoda.”

“Kau tidak lebih dari sampah, Shin Dong,” tukas Kyu Hyun. “Tidak peduli betapa keras kau berusaha, kau tidak akan pernah lebih dari sampah.”

Ekspresi wajah Shin Dong bertambah kejam. “Dengan sedih terpaksa kukatakan kau tidak akan keluar dari sini dengan lima belas miliar won milikku di tanganmu,” ujarnya. “Sayang sekali kau harus main curang. Menemui si cantik So Eun dan menyuapnya agar mau bekerja sama, bukan?”

“Shin Dong, itu tidak benar!” pekik So Eun. “Aku tidak pernah bertemu dengannya sebelum malam ini – “

Tangan Shin Dong terangkat dan mencengkeram rambutnya. “Diam,” geram pria itu sebelum menampar So Eun lagi. Tamparan itu terasa menyengat, tapi kali ini tidak melukai So Eun. Air matanya merebak, tapi So Eun tidak akan membiarkannya menetes. Dia tidak akan memberikan kepuasan itu kepada Shin Dong.

Shin Dong mendorongnya ke kursi. Rambut So Eun menutupi wajahnya dan dia menyibakkannya. Tapi tidak sebelum mendengar baku hantam di ruangan itu.

Ketika So Eun bisa melihatnya, kedua tukang pukul sedang menahan Kyu Hyun sementara pria itu meronta kuat-kuat. Darah menetes dari hidung salah satu tukang pukul itu dan buku-buku jari Kyu Hyun tergores.

“Kau akan menyesali ini, Shin,” geram Kyu Hyun.

“Tidak,” kata Shin Dong, nada suaranya dipenuhi ancaman, “kau yang akan menyesal.”

*****

Kyu Hyun menarik napas dengan perasaan tersiksa. Dadanya terasa seperti baru diduduki gajah. Dia ingin membuka mata, tapi itu membuatnya kesakitan. Di mana dia berada? Kyu Hyun tidak ingat apa-apa lagi setelah tukang pukul Shin Dong mulai memukulinya. Dia balas melawan, tapi dua lawan satu bukan jumlah yang bagus.

Kyu Hyun kini ada di dalam kendaraan yang sedang melaju. Dia harus membuka mata, meskipun sakit, dan melihat apakah dia bisa menebak ke mana mereka pergi.

Saat itu gelap, tapi Kyu Hyun bisa melihat jalanan di hadapan mereka dan kap mesin mobil abu-abu metalik yang sedikit diterangi oleh cahaya dari lampu jalan. Dia duduk di kursi penumpang, dan dasbornya sepertinya dikenalnya. Bunyi derum mesin mobil itu juga terdengar familiar.

Kyu Hyun berpaling untuk menoleh ke kursi belakang. Siluet wajah Kim So Eun adalah yang pertama Kyu Hyun lihat. Wanita itu tampak penuh tekad. Tatapan Kyu Hyun menelusuri lengan So Eun hingga pria itu tersadar tangan So Eun berada di kemudi. Wanita itu sedang mengemudi. Mereka sedang berkendara. Ke suatu tempat.

“Bagaimana…?” tanya Kyu Hyun.

So Eun menoleh ke samping, kemudian kembali menatap jalanan. “Aku sudah memintamu pergi saat masih ada kesempatan,” tukasnya dengan gigi terkatup. “Aku bisa memperbaikinya. Semua ini tidak akan terjadi.”

Kyu Hyun tertawa dengan suara parau. Ya Tuhan, rasanya dia baru ditabrak kereta. “Kau tidak memperbaiki apa pun, Sayang. Kau membuat Shin kehilangan banyak uang.”

Hanya butuh waktu beberapa saat untuk membuat Kyu Hyun menyadari mengapa So Eun ditarik dari permainan, atau kenapa si Dasi Merah melotot kepada wanita itu. Dia pemain Shin Dong dan So Eun seharusnya memastikan pria berdasi memenangkan jackpot. Mengapa Kyu Hyun tidak bisa menebak itu lebih cepat, dia sepenuhnya menyalahkan dirinya sendiri. Mungkin dia sesombong sang Count, dengan caranya sendiri. Kyu Hyun membiarkan dirinya terganggu oleh pikiran-pikiran bergairah tentang So Eun. Ya , Kyu Hyun memang berkonsentrasi dengan kartu-kartunya dan reaksi para pemain, tapi benaknya tidak berpikir lebih jauh. Jika Kyu Hyun melakukan itu, dia akan lebih cepat memahami ketegangan antara wanita itu dengan si Dasi Merah.

So Eun menoleh lagi kepada Kyu Hyun. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?”

“Karena aku tahu siapa Shin Dong Hee.”

“Aku sudah tahu itu!” bentak So Eun. “Kau tidak mungkin bisa melakukan apa yang sudah kaulakukan tanpa mendatangi kasinonya dari waktu ke waktu.”

Kyu Hyun bergeser, menahan agar tidak mengerang karena rasa sakit di sisi tubuhnya. “Dan apa yang membuatmu berpikir aku seerti itu?”

So Eun mendengus. “Kau penjudi, Kyu Hyun.”

Kyu Hyun akan tertawa kalau saja itu tidak terlalu menyakitkan. “Bagaimana kau bisa mengeluarkan kita dari sana?”

“Begitu mereka memukulmu hingga pingsan, Shin Dong pergi, tapi dia berjanji mereka akan kembali untuk menyelesaikan pekerjaan, yang menurutku sepertinya bukan pilihan yang membuatku ingin tetap tinggal.”

“Kita berada di mobilku,” kata Kyu Hyun. Dia mengenali aromanya, bunyi derum mesinnya, jok kulit yang menempel pada tubuhnya.

“Aku mendapatkannya dari petugas valet. Salah satu pelayan membantuku membawamu keluar dan memasukkanmu ke mobil. Kukatakan kepadanya kau mabuk dan aku harus mengantarmu pulang.”

Kyu Hyun harus berterima kasih kepada So Eun karena telah memikirkan itu. Karena jika mereka tetap berada di ruangan itu, Kyu Hyun yakin Shin Dong akan mencoba membuat kerusakan yang lebih permanen.

“Dan ke mana kita sekarang?”

“Aku harus membawamu ke rumah sakit. Tapi kupikir pertama-tama lebih baik jika kita keluar dari Jeju. Shin Dong kenal banyak orang.”

“Aku juga kenal banyak orang.” Persetan, dia punya perusahaan keamanan sendiri. Satu kali telepon dan tempat di antara kedua kaki Shin Dong Hee akan menderita hingga bulan depan.

“Begitu sampai di kota berikut, kita akan mencari dokter.”

Kyu Hyun meringis lagi. “Aku tidak perlu dokter. Tulang dadaku hanya memar, tidak patah.”

“Bagaimana kau tahu itu?”

“Percayalah kepadaku. Aku sudah melihat cukup banyak cedera untuk tahu.” Berkat ayah Kyu Hyun. Dia tidak sering menerima konsekuensi kemurkaan Yeung Hwan, karena Kyu Hyun bisa merasakan jika ayahnya akan meledak seperti bubuk mesiu, tapi dia telah melihat dampak pukulan pria itu pada saudara-saudara kandungnya untuk tahu mana luka yang memerlukan kunjungan ke rumah sakit.

“Baiklah, tulangmu tidak patah. Tapi kau mungkin mengalami gegar otak.”

“Aku ragu. Tapi kalau pun begitu, cara menyembuhkannya adalah dengan pil penghilang rasa sakit dan istirahat.”

So Eun menghembuskan desah panjang dan penuh penderitaan. “Ada yang tidak kauketahui, Cho Kyu Hyun?”

“Aku yakin ada satu atau dua hal.”

So Eun tidak tertawa. “Kalau saja kau tidak ikut campur! Aku bisa membujuk Shin Dong untuk memaafkanku, bisa tetap mempertahankan pekerjaanku, dan membuat semuanya beres kembali.”

“Kau benar-benar lugu, So Eun. Kau membuat pria itu kehilangan lima belas miliar won. Kau benar-benar percaya dia akan melupakan itu?”

Jemari So Eun mencengkeram kemudi. “Begitu aku menjelaskan – “

“Menjelaskan apa? Kau tidak curang?”

“Ya,” tukas So Eun tajam. “Karena aku bukan orang yang curang. Tapi keadaannya tidak bagus sekarang, karena dia yakin aku merencanakan ini denganmu. Terutama karena aku membantumu lari.”

“Lagi pula, kenapa kau bekerja untuk laki-laki seperti Shin?”

So Eun mendengus. “Apakah kau bermaksud mengatakan aku seharusnya menjadi penjudi profesional?”

“Sama sekali tidak. Tapi kau punya bakat dengan angka-angka, So Eun. Tentunya kau bisa melakukan pekerjaan lain.”

“Seperti apa?”

“Kau bisa mendapatkan pekerjaan di bagian keuangan – “

“Aku tidak punya ijazah universitas. Lagi pula, kau pikir siapa dirimu? Kenapa kau memutuskan untuk menjadi penjudi?”

Kyu Hyun berpikir dia seharusnya mengoreksi pendapat So Eun – tapi jauh lebih menyenangkan untuk membiarkan wanita itu mengira Kyu Hyun penjudi profesional. Dia terbiasa dengan wanita yang mendekatinya karena uang, nama keluarga, dan wajahnya. Membuat seorang marah kepadanya karena dia yakin Kyu Hyun adalah penjudi tak bermoral? Itu hanya ada di novel.

“Karena aku suka mengambil kesempatan.” Itu memang benar. Kyu Hyun merasakan sensasi yang menyenangkan dengan bermain saham. Kadang-kadang dia tidak tidur selama berhari-hari saat berpindah-pindah di antara bursa-bursa saham dunia. Menghasilkan uang terasa mudah. Dan logis, tidak seperti hal lain dalam hidupnya. Dia bisa mengendalikan uang. Tapi dia tidak bisa mengendalikan hal-hal terjadi padanya atau bekas luka emosional yang membebani keluarganya.

“Yah, aku tidak,” tukas So Eun. “Aku suka membagikan kartu. Tidak ada risikonya bagiku.”

“Ternyata ada.”

Rahang So Eun terkatup. “Malam ini yang pertama kalinya.”

“Tidak akan jadi yang terakhir, seandainya kau meneruskan.”

So Eun melirik indikator penunjuk bensin. “Kita harus segera mengisi bensin dan aku tidak punya uang.”

Jadi So Eun tidak mau mengakui dia mengabaikan akal sehat. Baiklah. “Biar aku yang mengurusnya.”

Wanita itu terdiam selama beberapa saat. “Apakah kau bermain untuk seseorang malam ini?”

“Tidak.”

“Kalau begitu, kau kehilangan banyak uang karena mencariku. Kau pasti menyesali dorongan itu.”

“Itu hanya uang.”

So Eun tertawa, tapi bukan dengan nada geli. “Tentu saja. Kurasa itu karena tidak seorang pun yang bergantung kepadamu untuk makanan di meja dan tempat tinggal mereka.”

Para karyawan Kyu Hyun tidak diragukan lagi tidak akan setuju dengan pernyataan itu. “Bukan, tapi karena manusia lebih penting daripada uang. Kau sedang dalam masalah.”

“Aku benar-benar tidak perlu ditolong, Kyu Hyun. Kau melepaskan lima belas miliar dengan sia-sia.”

“Kalau kau tidak dalam masalah, lalu kenapa kita terburu-buru keluar dari kota?”

Sebelum So Eun sempat mengakui kebenaran dalam pernyataan itu, mobil itu mengenai permukaan jalanan yang rata dan Kyu Hyun mengerang. Ya Tuhan, rasanya seperti ada alien yang mencoba keluar dari dadanya.

“Kita harus membawamu ke dokter,” tukas So Eun cemas.

Kyu Hyun menelan rasa sakit itu. “Tidak. Karena Shin mungkin memang sedang mencari kita dan akan butuh waktu terlalu lama sampai orang-orangku tiba. Teruslah mengemudi.”

Shin Dong Hee masih memiliki lima belas miliarnya, tapi dia tipe orang yang tidak akan terima dipermalukan. Shin Dong menginginkan Kim So Eun kembali agar bisa membuat wanita itu membayar ketidakpatuhannya. Berusaha pergi sejauh dan secepat mungkin dari Jeju bukan ide yang buruk.

Karena tidak ada penerbangan keluar selarut ini dan pesawat pribadi Kyu Hyun diparkir di hanggar Tokyo, mereka tidak punya pilihan lain selain terus menyetir. Bahkan jika Kyu Hyun menelepon pilotnya, akan butuh beberapa jam sebelum pesawat itu tiba.

“Kau tidak cukup sehat untuk bermalam di mobil,” kata So Eun. “Rumah sakit – “

“Lakukan saja,” perintah Kyu Hyun.

Kyu Hyun menunggu perdebatan, tapi So Eun menguatkan cengkeramannya pada stir mobl dan tidak mengatakan apa-apa selama beberapa detik.

“Baik. Kau mau ke mana?”

Bukan tempat yang mau Kyu Hyun datangi. Tapi tempat yang harus dia datangi. “Jepang.”

cover tbc1small

NB: Saya hanya ingin memberitahukan bahwa FF yang diremake novel ini memang bukan penulisan saya, atau karakter saya. Karena saya tidak menciptakan ide cerita ini, hanya mengubah nama dan tempat dari novel terjemahan tersebut. Jadi kalo ada yang merasa kurang paham dengan bahasanya maupun yang lain itu karena bahasa di novel memang agak tinggi, jadi dibaca baik-baik ya ^^

26 responses to “The Heartless Rebel [Part 2]

  1. Puspa Kyukyu November 13, 2014 pukul 8:11 am

    Wehh.. Weehhh..
    So.. Si Soeun ngikut sma Kyu gak nih ntar ? Kabur bersama ??

    Demi ap itu 15 M Won berapa banyak ya dirupiahkan ?? *cari kalkulator liat kurs uang* #Kepo

    jd,Soeun sma Kyu mw ke Jepan pake mobil ?? Kan ada laut ? Jadi ?? Pake kapal dong ya ?? O.o

    nexttt..
    Nexxxxxttt Kakak…😉

  2. vanii November 13, 2014 pukul 8:39 am

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 15 milyarnya shin d bayar ma kmaluannya kalaaaah,, hihihihi pdhll bukan pejudi propesional loh kyuppil
    sipppp
    sipppp
    waaaah sso d aniaya,,, trus kluarga sso gmna kl sso kabur ma kyu,,,,
    hmmmm,,,, smga keinginan brmalam nya kyu kpd sso akan sgera terkabul : D

  3. kristienuuna November 13, 2014 pukul 9:26 am

    eh?? Jepang??
    Sso mau kabur bareng Kyu??
    woahh, menarik..
    aseek aseek.. berduaan d daLem mobiL..
    waaahhh… apapun bisa terjadi..
    tunggu!! beneran mereka k Jepang NAEK MOBIL?? buset..!!!

    d tunggu Lanjut na dech..
    uda penasaran..

  4. Kim Ra rA November 13, 2014 pukul 9:55 am

    kalau di awal saya hanya mengspesial kan 1-2 remake Novel ini. tapi sekarang nggak. larna sekarang SUKA KE 5 nya… di setiap cerita nya selalu seru.

    hmmm kira kira Sso bakalan beneran pergi ke Jepang nggak yach? terus urusan sama shin gimana?

  5. lovelysso November 13, 2014 pukul 10:03 am

    kyu emang hero, rela di pukulin utk nyelamatin sso{walaupun akhirnya sso jg yg nyelamatin nyawa mereka berdua:^)}. mereka ke jepang naik apa,mobilkah?trus kpn scene romantis kyusso?ditunggu bgt next partnya..aza..keep writing!!

  6. Shaneyida November 13, 2014 pukul 12:23 pm

    Kyusso kek sendg berlibur bersama yak ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ nah lo itu mau jepang yo…hmmm
    Hoalaa apakah sso iso leps dr cengkraman shindong …aish shindong serem bgt euy ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​
    Kyu kek menutupi jati diri yg sbnernya yo
    Nasib sso itu gimane slanjutnyo

    Thumbs up (y)

  7. sungyong November 13, 2014 pukul 1:04 pm

    kyaaa makin tegang ceritanya, semoga kyu dan sso tdk k’tngkap oleh shin dong hee,,, dan sso bisa bebas dari dong hee

  8. Rakha November 13, 2014 pukul 1:33 pm

    Wuahhhh sso harus ikut kyu ke jepang, mereka harus bersama, dan aduh kyu kenapa bisa kalah gitu, untung sso pinter,mereka harus menang lawan shin,kyu sempet ngomong sayang ahahahahaha,lanjutannya ditunggu eon

  9. Lila Tyas November 13, 2014 pukul 3:28 pm

    kirain, kyuhyun bisa ngebantu so eun keluar dari jeratan shin dong.. tpi malah bikin smua kacau..
    so eun ini mmng pny pmikiran cerdik ya..
    smart girl gtu.. seru kaa dtunggu klanjutannya.

  10. hellolina97 November 13, 2014 pukul 3:35 pm

    Aku jd ngeri sendiri ngebayangin shin dong yg kejam -_-
    Kyu ??? Pikiranmu saat bermain selalu tertuju ke soeun kah ?
    lucu juga waktu bagian wanita dgn dada palsu wkwkkk

    Apa Kyuhyun dicerita ini suka bermain wanita ? Soalnya dr kalimat “Melewatkan beberapa hari itu di tempat tidur dengan wanita yang penuh semangat seperti So Eun kelihatannya rencana yang sempurna.”

    dada Kyuhyun ada gangguan ?? Dan ternyata Kyuhyun tidak jago berkelahi

  11. Choi Shinae November 13, 2014 pukul 3:42 pm

    wah semakin menarik ceritanya >_< kyusso akhirnya. Kyuhyun terlanjur tajir nih crtanya😄 next part d tunggu thor ~^^

  12. Just_me November 14, 2014 pukul 12:15 am

    Makin seru aja nih…. Kyu bener2 nekad… Lanjut ya.. Jgn lama2…

  13. Devi November 14, 2014 pukul 1:30 am

    wahhhhh,,,
    kyuppa ma eonnie so eun mo ke jepang,tpi apakah eonnie so eun akn ikut ke jepang bersama kyuppa ????trusss gmn keluarga eonnie so eun klo eonnie so eun ikut ke jepang ????

    d tunggu kelanjutan’a,,,

  14. dara November 14, 2014 pukul 5:23 am

    Waaahhh..ternyata sso memilih untuk tidak curang tp berakibat buruk pada dirinya. Kyu membantunya, tp ujungny sso yg membantu kyu melarikan diri.
    Apakah mereka akan k jepang?sso akan dbawa?

  15. HaeNy Choi93 November 15, 2014 pukul 6:45 am

    Weleh2 15 Milyar Won. Jadi sekarang uang itu ada sama Shin Donga kan ya? Tapi kenapa masih aja mau ngejar KyuSso.

    Mau kabur bersama kah?
    Ke Jepang?? Boleh ngikut kagak ye? Kali aja bisa ketemu Naruto dkk. Wkwkw

    Next Eonn.. Makin seru nih. Lebih panjangin lagi dooong… Kkkk

  16. aisyah kyubum elfangelssoeun November 15, 2014 pukul 9:01 am

    huaaaa keren bingoo !!

    baru buka Wp ini ternyata bnyak ff yg ngantri dan baru satu ff ini yg kebaca !

    sumpah keren bngt !

    pa lagi pairingnya kyusso !!

    cepat di lanjut yah
    coz penasaran tingkat akut

  17. gg November 15, 2014 pukul 2:50 pm

    kerennnn aseekkk
    hihihi soeun ngikut kyuu?
    ikut aja deh, tp ati ati ntar diapa2in hihihii
    keep going kak

  18. sukhwi November 15, 2014 pukul 4:04 pm

    kyuhyun membiarkan So Eun menilai Kyuhyun dengan pemikirannya sendiri..dan itu sangat menarik..So Eun belum tau siapa kyuhyun sebenarnya..lanjut ya..:)

  19. Aisparkyu November 16, 2014 pukul 11:26 am

    .aq kingglan,,mkin kren thour crtanya,,dd tnggu aja ff bekutnya

  20. fionnatan November 17, 2014 pukul 6:42 am

    bagus ceritanya.i love it

  21. azmi November 17, 2014 pukul 4:48 pm

    Q g tau q pengunjung Lama tau bru tpi disni q ingin blg ffx keren sejauh INI q bru bca yg INI Dan smuax baik q dpat memahamix
    Smangat ya Thor ditunggu kelanjutan DRI semua ffx

  22. gadung melati November 18, 2014 pukul 4:16 pm

    jd sso mutusin utk mempertahankan integritas ny ya #good job# wlaupun ntr ad masalh😦
    ouw kyu jd pahlawan kemaleman bknny nolongin sso eh mlh sso yg nolongin kyu -.- bner2 menambh mslh bru >:-< tp aq suka…aq suka…aq suka… ^ ^ n bknny uang yg 15 milyar won *uang smua kan ya* ud da ma shin dong trus ngapain dkejar kyusso ya :-C
    :-O demi ap mreka mw k jepang? naek mobil? brdua ma sso? wah kyupil mang daebak bs manfaatin keadaan.. ^ ^

  23. AngelsShe~ November 20, 2014 pukul 2:55 pm

    Wah makin seru aja🙂
    ditunggu part selanjutx , semaga shindog appa tidak menemukan KyuSso😀

  24. sitiazizah~azizahpark Januari 5, 2015 pukul 10:01 am

    anyeong readers baru~ hehe nyari ff nya kyusso dpet deh disini. kerennn genre nya apalagi bda dr yang lain. trus aku suka sama karakter soeun disini… hehe

  25. Rani Annisa Februari 13, 2015 pukul 10:38 am

    wah kyusso mau kabur ke jepang..

    apa yang bakalan mereka lakuin disana???

    next part

  26. aina freedom Februari 24, 2015 pukul 7:34 am

    yes kyusso bisa kabur dr tempat shin dong dan pergi bersama …lega rasanya liat kyusso bs lepas dr shindong…makin seru dan menegangkn ceritanya..jd gk sabar nunggu lnjutannya….ini ff yg keren bnget..next partnya di tunggu bnget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: