RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

Age Isn’t Just A Number


coversmall

 

Age isn’t Just A Number

(Lee Sang Yoon – Kim So Eun)

Author: @glodya_

Editor: Rhet_No

Warning: Aku hanya membantu temanku menyalurkan hobinya menulis dengan memposting ff ini di blogku. Happy reading ^^

Pesan Author Glodya Kalau mau baca biar dapat feelnya coba sambil dengerin :

Geu Da Be Se Yo – Choi Hye Jin

 

Age Isn’t Just A Number:

 

Ketika cinta datang takkan ada satu penghalang pun yang dapat memisahkan. Ketika Tuhan iku campur tangan dan gagal dalam prosesnya tak dapat dipungkiri rasa congkak timbul dalam diriku. Seketika tersirat umur hanya kerikil kecil yang dapat menyakiti. Setidaknya itulah yang aku pikirkan saat itu. Pemikiran yang saat naïf oleh gadis berumur 17 tahun dari kejadian 7 tahun yang lalu. Age just a number? Who’s say that? Umur bukan hanyalah angka, umur dapat menjadi penghalang yang sangat besar ketika kamu tak dapat mengerti apa arti saling memahami dan mengerti. Apa yang aku rasakan saat ini mengingatkanku padanya. Kejadian yang dapat membuatku menangis dan tersenyum disaat yang bersamaan.

 

LSY – KSE

 

“Lee Seonsaengnim, tunggu!” ujar seorang gadis memakai seragam SMA

“Yak! So Eun-ah, harus berapa kali kubilang ketika di luar aku bukan gurumu!” ucap sang namja yang ber-name tag ‘Lee Sang Yoon’.

“Lalu aku harus memanggilmu Oppa? Hmmm” ujar gadis SMA berama Kim So Eun dengan mengerlingkan matanya.

“Terserahmu saja kalau begitu, aku mau pulang” dengan cepat Sang Yoon membalikkan badan dan pergi menjauhi So Eun.

“Oppa tunggu aku~” Seketika So Eun merangkul lengan Sang Yoon dengan mesra dan manja. Lalu berkata “Oppa jangan marah~ hmmmm~”

 

LSY – KSE

 

            Kala itu tak ada yang bisa menebak bahwa aku telah berhubungan bukan hanya berhubungan, tapi telah menikah. Ya aku telah menikah dengan guruku sendiri. Seorang pria berusia 30 tahun memiliki stoic face dan kesan sangat dingin di luar, tetapi kesan itu runtuh ketika bisa menyelami dirinya dengan dalam dan bertemu sisi hangatnya. Saat itu yang ada hanya kebahagiaan. Tak pernah sedikit pun aku merasa bersalah karena hubungan yang dianggap tabu ini oleh masyarakat. Kadang kala ketika rasa bersalah muncul sebuah argument kuat muncul dalam diriku ‘Apakah salah jika kita mencintai seseorang? Apakah umur benar-benar menjadi sesuatu yang dipeributkan?’ dan hatiku menjawab ‘tidak’ saat itu…..

 

  LSY – KSE

 

Ciuman itu dari awal sudah sangat sensual karena bibir mereka terbuka, Sang Yoon melumat bibir So Eun seolah sudah tak ada lagi hari esok. Mulutnya sangat liar dan lapar mengecap, melumat dan menikmati bibir So Eun yang selembut madu.

So Eun terpana merasakan ciuman yang sangat intim ini, yang baru pertama kali dirasakannya. Dan hal itu memberi kesempatan Sang Yoon untuk mencium semakin dalam, seluruh tubuhnya menempel ditubuh So Eun, makin mendorong So Eun ke pintu kelas, setelah menjelajahi dan mencicipi seluruh rasa bibir So Eun, lidah Sang Yoon mulai mencecap dan mencoba-coba mulai membelai masuk ke dalam bibir So Eun.

 

  LSY – KSE

Sekelebat bayangan kejadian mampir dipikiranku. Kejadian ketika berhubungan seks – ah – bukan, tapi making love or I must say made love now. Kadang kala aku ingin sekali tertawa ketika mengingat kejadian itu. Kejadian yang membuatku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpanya. Bahkan hingga saat ini~ tak akan pernah lupa sampai kapan pun.

“You may now kiss the bride.” Ah~ kata-kata itu juga masih sangat manis didengar. Bukan lagi Kim So Eun tapi Lee So Eun…

            Kata-kata yang masih sangat jelas aku ingat ketika kami melakukan pernikahan tabu ini. Kata-kata yang dapat membuatku semakin kehilangan kendali. Saat itu masih teringat ketika Sang Yoon mendekatkan wajahnya padaku. Wajah itu tersenyum untuk pertama kali dengan statusnya sebagai suamiku. Bagaimana dengan malam pertama? Sudah dapat ditebak bagi gadis sepertiku pasti sangat berkesan meskipun ini bukan yang pertama kalinya kulakukan dengan Sang Yoon. Semuanya terasa membahagiakan setahun pernikahan diam-diam kami. Tiga tahun berperan sebagai murid dan guru lalu sebagai suami istri ketika di rumah surga kami.

             

LSY – KSE

 

            Manis awalnya namun bila dibanding dengan rasa pahit yang ada, seakan-akan manis itu seperti setengah sendok teh gula dimasukkan dalam 1 gelas penuh kopi bubuk. Satu tahun tak merasakan perbedaan yang ada hanya cinta, cinta, dan cinta, lalu aku mulai berpikir ini saat yang bagus untuk membuka semua kebenaran dihadapan kedua orang tuaku. Tapi nyatanya tidak. Tahun kedua semua mulai berubah, seringnya terjadi percekcokan. Aku yang ingin cepat memiliki anak, tapi tidak dengan Sang Yoon oppa. Aku yang ingin hubungan ini cepat terbuka-bukan didepan khayalak ramai cukup didepan orang tuaku-tapi tidak dengan oppa yang masih belum siap. Aku selalu berusaha memahami jalan pikirannya yang sulit ditebak itu.

Tidak hanya itu, perilaku Sang Yoon oppa yang mulai dingin. Tak ada lagi panggilan mesra darinya setelah pulang kerja. Bahkan untuk berhubungan intim pun sudah tidak pernah. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Tempat tidur yang dulu begitu hangat, tempat penyatuan dua tubuh, hati, dan jiwa kini hanyalah temat untuk beristirahat. Bukannya aku selalu ingin berhubungan intim, tapi ini sangatlah aneh. Dia yang selalu menghilang ketika aku terbangun dan yang telah tertidur sebelum aku sempat mendekati tempat tidur itu. Tak ada lagi pelukan mesra, tak pernah lagi aku merasakan tangan kekarnya di pinggangku. Tapi sekali lagi aku berusaha untuk memahami dan pengertian…

Lucu bukan ketika kadang aku berpikir dalam rumah tangga ini akulah yang lebih tua, sedangkan Sang Yoon oppa yang lebih muda?

Mengalah mengalah dan mengalah, pengertian pengertian dan pengertian. Itulah motto ku saat dua tahun pernikahan kami. Aku pikir aku masih bisa melakukanya lagi karena rasa cintaku pada oppa, tapi semua itu cukup sudah sampai disini!

 

LSY – KSE

 

Kala itu So Eun yang telah lulus dari pendidikannya menyadari sesuatu. Sesuatu yang dia dambakan dari dulu. So Eun menyadari bahwa dia sedang mengandung. Dengan rasa bahagianya dia ingin memberitahukan pada Sang Yoon. Berkali-kali mencoba menelpon Sang Yoon tapi nomer yang dituju tak kunjung diangkat, akhirnya So Eun memutuskan untuk menuju sekolah lamanya. Sebelum itu dia ingin menuju caffe favorite mereka untuk membelikan Sang Yoon minuman kesukaannya. Kopi pahit.

So Eun yang berada didepan pintu ruang kerja Sang Yoon terkejut ketika menemukan Sang Yoon sedang mencium salah satu siswinya dengan liar. Seragam siswi yang sudah terlepas, kancing kemeja Sang Yoon yang semula rapi kini sudang tak karuan, dan posisi siswi itu berada diatas meja dengan kedua kakinya mengapit pinggang Sang Yoon. Posisi itu persis ketika pertama kali mereka berhubungan seks di ruangan itu juga. Miris.

“Apa yang kau lakuka oppa?!”

Sang Yoon yang hanya menatapnya dingin. Wajah itu dingin itu muncul kembali, wajah yang lebih dingin dari setahun ini. Wajah yang pertama kali dia tampakkan didepan kelas So Eun ketika perkenalan guru baru. Wajah yang membuatnya jatuh cinta pertama kali kepada suaminya iu. Tapi kini wajah tu.. wajah yang membuatnya muak dan wajah yang pertama kali membuatnya menampar seseorang. Dengan cepat So Eun berlari menuju rumah mereka. Bukan mereka, tapi rumah Sang Yoon.

 

LSY – KSE

 

Bila adegan itu berada di drama-drama yang pernah kulihat, pasti lead male akan mengejar lead female untuk meminta maaf dan diapun akan termaafkan. Sayangnya ini adalah dunia nyata. Tak ada adegan kejar mengejar dan aku sendiri sudah cukup muak! Aku rasa dalam hal ini tidak perlu lagi ada rasa memahami dan pengertian. Siapapun orangnya jika berada diposisiku akan selalu pergi dan menjauh darimu, benarkan Lee Sang Yoon-Ssi?

Di ruangan itu adalah pertanda berawalnya hubungan dan berakhirnya hubungan kami. Di ruangan itu pun terakhir kalinya aku melihatnya. Bahkan surat cerai yang kukirimkan padanya, hingga saat ini tak pernah ia tanda tangani yang aku kirim melalui sahabat dekatnya.

 

LSY – KSE

 

Aku pikir aku mulai merasakan hujan yang jauh ke pipiku dengan cepat aku berlari menuju playground dan menemui seseorang. Air hujan, aku akan selalu menolak mengatakan itu air mata jika penyebabnya adalah masa lalu terutama jika itu dari kau.

“Omma~”

“Sang Yoon-Ssi parasnya wajahnya sangat mirip denganmu”

 “Woo Jin-ah kajja”

            Kim Woo Jin bukan Lee Woo Jin adalah rasa manis yang Lee Sang Yoon-Ssi berikan padaku. Rasa manis yang tak akan pernah hilang dan tergantikan meskipun seumur hidup aku akan merasakan rasa pahit yang kau berikan. Saat ini aku telah berjalan menuju masa depan dengan Woo Jin. Hidup dengan penuh kesederhanaan dan kekayaan dari rasa cinta. Hanya Woo Jin yang aku miliki dan hanya aku yang dimilikinya. Lee Sang Yoon-Ssi  aku harap kau juga menemukan masa depanmu.

“Omma aku mau ice cream hmmm~”

Okay. Let’s go my baby.”

            Mungkin bagi sebagian orang Age Just A Number but not for me. Massih ada rasa saling pengertian besar didalamnya, menyatukan perbedaan persepsi, berusaha dan kedewasaan yang kadang tidak dimiliki oleh semua orang. Harus aku akui untuk hal ini aku gagal memahaminya.

I’m not baby omma, I’m big boy.

But Woo Jin-ah, For me you always be my baby. I love you

I love you too, Omma

 

LSY – KSE

************************************

 

Jangan lupa komen ya

Niat mau bikin sequel, tapi belum mood

1. PoV dari Lee Sang Yoon

2. Hadirnya kembali Lee Sang Yoon dihidupnya Soeun ama WooJin.

20 responses to “Age Isn’t Just A Number

  1. dara November 15, 2014 pukul 2:59 am

    Yaaahhhh….bnyk pelajaran yg di ambil sso krn pernikahannya, membuatny lebih dewasa dan tegar saat org yg seharusny mnjadi tumpuan hidupny mengkhianatiny.
    Kerennn….dtunggu part selanjutny

  2. vonnysumali November 15, 2014 pukul 3:00 am

    Interesting story. You can make POV dan hadirnya kembali lee sang yoon ditunggu

  3. satsuki November 15, 2014 pukul 5:33 am

    ahhh, aku kira sang yoon emang bener2 sayang sama so eun.
    ide ceritanya bagus eon author,
    ditunggu sequelnya eon,

  4. kristienuuna November 15, 2014 pukul 6:28 am

    woah deabak..
    keren nech Retno..
    Uri Soeun bener2 wanita tegar..
    d tunggu seQueL na..
    apa Lagi hadir na Lee Sang Yoon Lagi d hidup Sso ama Woo Jin..
    jadi bertanya2.. apa Sso akan nerima keberadaan Sang Yoon Lagi d hidup mereka??

    tapi juga pengen tau aLesan Sang Yoon berubah dingin dan ngelepasain Sso..
    mana dia G nanda tangan’in surat cerai na Sso Lagi.. humm penasaran..

  5. Nuneo Nuna November 15, 2014 pukul 8:56 am

    Nikah muda???emang hrus dpikirkan dgn baik”srta matang jg^^
    nah sso dpt plajaran bnyak dri khidupan rumah tangganya…..
    wahhhh sang yoon oppa minta dtabok><udh ada yg cantik manis dan mungil tp masih ajah
    Ngebet ama yg lain murid skulah lagi -____-..dasar cwok buknnya minta maaf atau kejar gtu malah diem kayak ngk ngelakuin ksalahan..huffffff
    retno dtunggu next partnya okeh figthing^^

  6. lovelysso November 15, 2014 pukul 10:41 am

    tentu hrs ada sequelnya, penasaran apa sich yg ada di benak/pikiran sangyoon sampai dia tega bgt ma sso?trus sangyoon tahu ga ttg woojin?ditunggu bgt next story nya..aza..keep writing!!

  7. angelf November 15, 2014 pukul 12:43 pm

    sebenernya penasaran kenpa sangyoon bisa berubah seolah olah dia gak peduli lagi ke soeun terus dia tau gak klo soeun hamil gimanaklo kira2 sangyoon balik lagi dikehidupan soein sama anaknya
    butuh sequel….

  8. Akiko November 15, 2014 pukul 12:55 pm

    Keren, ditunggu banget ini buat sequelnya. Please..

  9. hellolina97 November 15, 2014 pukul 1:18 pm

    awalnya manis tengahnya pahit dan akhirnya manis lagii…
    walaupun Sso jd single parents, tp dia menjalaninya penuh cinta…
    tp apakah sang yoon emng sering begitu sama muridnya ? selain soeun tentunya ?? dan mereka belum cerai kan ? krna suratnya belum ada ditanda tangani sang yoon.

  10. Devi November 16, 2014 pukul 6:55 pm

    bagusss bangeeeet cerita’a,,,,,,
    eonnie so eun tegar bngeeet meskipun lee sang yoon mengkhianati’a,,,,
    dan mnjadi orang tua tunggal bagi anak’a,,,,,

  11. anna November 17, 2014 pukul 1:39 pm

    wuaaaahh pelanggaran nie sangyoon tegaaaa,,bkin drh tinggi bnr bcnya emosiiiii 100 drjt celcius hihihi,,untgny msh ada kenangan mnis yg bs bt soeun bhgia yaitu ankny,,

  12. Luthfiangelsso November 17, 2014 pukul 11:38 pm

    Penasaran sama yg lee sang yoon pov nya ayoo eonni buat sequel fighting !! ^^

  13. gadung melati November 19, 2014 pukul 1:00 am

    menikah usia muda dgn seseorg yg sdh cukup umur g menjamin kedewasaan ny. mang bner nie judulny ‘age isn’t just A number’ bktiny sang yoon yg hrsny bs menlindungi sso mlh brkhianat😦
    jd pngen tau nie knapa sang yoon berubh ap krn ad sesuatu *sakit sarah * #khayal tingkt akut# *^o^* ato krn mang sift sang yoon yg mudh trgoda #uh >:-< mkr nie pngen bgt buang ajhushi nie ke sungai amazon biar dmkn ikan piranha# kesel pake bgttt😦 trus apa alasanny nie ajhushi g tanda tangan surat cerainy? nyesel? ish… bner2 kepo pngen tau lanjutanny😛 author ayo buat sequelny sekilat mungkn #reader maksa# ^_^)Y piss ya ^ ^
    keep writing n faithing ^ ^

  14. HaeNy Choi93 November 20, 2014 pukul 11:33 am

    Yaa.. Ketegaran Soeun membuat dia Hidup lebih Baik bersama Anaknya.

    Aku kira Sang Yoon benar2 menyayangi Soeun, di tengah2 perbedaan usia mereka. Tapi apakah pengkhianatan yg di lakukan Sang Yoon benar adanya??
    Maunya Sequelnya jangan lama2 eonn..
    Ditunggu ya.

  15. AngelsShe~ November 20, 2014 pukul 2:50 pm

    Nyesek bnget bc nih epep😦
    ini mah harus ada sequelx he..he.. di tunggu🙂

  16. Margaretha November 25, 2014 pukul 6:11 am

    Ih ternyata Sang Yoon oppa guru yg mesum !!

    Apakah ortu Soeun sdh mengetahui ttg pernikahan anak’a dan ttg perceraian anak’a ?

  17. aulia deviana putri November 28, 2014 pukul 10:29 am

    ceritaanya karen, wlaupun agak bikin nyesekk bacanyaa.
    dtunggu sequelnya eon🙂

  18. Ne yan Desember 22, 2014 pukul 10:20 am

    Nyesek…
    Kasihan yaaa, masa so eun di hianati sih.
    Terus dia membesarkan anaknya seorang diri tanpa suaminya manaan masih terlalu muda..
    Hah

  19. Mama Nikita widiyati April 8, 2015 pukul 4:23 pm

    Wah,dibikin sequelnya kayaknya bagus nih.semoga dilanjut ya thor,yang lain kok remake nya blm dilanjutin sihhhh…aku msh setis nunggu kok.terima kasih,semangat terus bikin ff

  20. erlina Oktober 15, 2015 pukul 4:01 pm

    ini udh end???
    kokk cpet bgt sich eon. aishh pdahal pngen ny happy. tpi gk papa sich.
    huwaa ksian bgt sso eunni. Lee sang yoon jga tega bgt sia2in sso eunni. jdi bete bca ny.
    eon bwt sequel yg k-2 ny yach. hehehe.
    dsni msh agk gntung bgian lee sang yoon sbnarny alsan dy utk slingkuh it blm jelas. jdi yachh
    Bkin sequel yg k-2 yachh. dtnggu^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: