RetnoMyaniezasia Blog

Just another WordPress.com site

I Will Find You [2/3]


WARNING:

FF ini murni q buat dengan penuh pemikiran yang meledak (?). FF ini mengandung horror, thriller, dan ada sedikit unsur kekerasan. Lebih cocok bagi yang berminat dan berani membacanya. jika terjadi apa-apa (?), q tidak akan bertanggung jawab. Satu lagi, jika banyak yang komen tentang FF ini. Insya allah akan q lanjutkan part-partnya. Minimal 10 komen, akan q posting lanjutan partnya. Happy Reading!?

So Eun begitu shock melihat kejadian tersebut. Melihat kekasihnya ditembak didepan matanya. So Eun segera berlari menghampirinya. Menekankan luka tembakannya agar tidak banyak mengeluarkan darah. “Kim Bum… Bertahanlah…”ucap So Eun berusaha membangkitkan Kim Bum yang terlihat kesakitan. “So.. Eun.. Pergilah… “ pinta Kim Bum terbata-bata. Berusaha mengumpulkan tenaga tersisanya. “Tidak! Aku tidak mau meninggalkanmu.” ”SO EUN, PERGILAH! SELAMATKAN DIRIMU!?”bentak Kim Bum. So Eun tidak memiliki pilihan lain. Dia pun segera melarikan diri meninggalkan Kim Bum. “Mau kemana kau?”teriak Dong Hae panic melihat sasarannya berlari. Dong Hae segera mengejarnya. Namun dia tersandung, karena Kim Bum memegang kaki Dong Hae. “Kau….!” Dong Hae terlihat kesal. Dia menodongkan kembali pistolnya ke arah Kim Bum.

*****

‘DOR! DOR!’ Suara itu terdengar dua kali. So Eun terus menutup kedua telinganya. Tidak sanggup. Tidak sanggup mendengar Kim Bum ditembak sahabatnya sendiri. So Eun terus berlari menyusuri lorong-lorong. Dia memiliki perasaan yang aneh. Kenapa orang-orang di pondokan ini tidak ada satu pun yang terbangun? Padahal suara tembakan cukup keras didengar. So Eun terus mengetuk pintu kamar satu dengan yang lainnya. Berharap bisa mendapatkan pertolongan. Tetap nihil. So Eun terus berteriak minta tolong. Masih tetap nihil. Ini sungguh aneh. Kemana mereka? “Percuma saja kau berteriak.” So Eun membalikkan tubuhnya. Dia melihat sosok itu yang semakin mendekatinya. Pistolnya yang penuh dengan darah segar. “Apakah Kim Bum sudah mati? Tidak! Itu tidak mungkin!?”pikiran So Eun terasa kacau. So Eun berlari lagi menghindari Dong Hae yang mengejarnya kembali. So Eun berlari menuju ke ruangan paling bawah.

*****

Malam semakin larut dan hujan serta petir menemani suasana yang mengerikan tersebut. So Eun gemetar ketakutan bersembunyi dibawah meja. Tepatnya dia berada di lantai paling bawah. Dia berharap Dong Hae tidak menemukannya. Dia terus menangis. Tangan dan bajunya yang tadi bermandikan darah kini sudah mengering. “Kim Bum… Hiks.. Ji Yeon… Hiks…” So Eun terus bergumam memanggil nama mereka yang telah tewas. Sahabat dan kekasihnya yang telah dibunuh orang yang sangat dikenalinya. ‘BRAK!’ So Eun terperanjat mendengar suara dentuman tersebut. So Eun sedikit menjulurkan kepalanya dari bawah meja. Dia melihat Dong Hae menyeret dua mayat. Mata So Eun terbelalak melihatnya. Kedua mayat itu adalah salah satu Guru dan teman sekelasnya. So Eun jadi penasaran, akan dibawa kemanakah mayat tersebut? So Eun memutuskan mengikuti Dong Hae. Dengan perlahan secara diam-diam dia mengikuti langkah Dong Hae yang sedikit kesulitan menyeret kedua mayat. Setelah sampai dipojok, Dong Hae membuka pintu yang tidak biasa, dimana pintu itu terletak di lantai kayu. Dong Hae menarik pintu itu, lalu dengan kasarnya dia melempar kedua mayat itu. Setelah dipastikan mayat itu sudah masuk ke dalamnya. Dong Hae tersenyum sambil menutup pintu. Dia pun membalikkan badannya otomatis So Eun menarik tubuhnya agar tidak ketahuan Dong Hae. “Tinggal mencari So Eun. Aku sungguh tidak menyangka. Dia begitu sulit untuk dibunuh.” Dong Hae segera naik tangga kembali tanpa curiga bahwa sebenarnya So Eun bersembunyi di lemari pojok. Setelah memastikan Dong Hae naik ke atas dan tidak ketahuan, So Eun pun keluar dari persembunyian. Jantungnya terus berdetak kencang karena takut. Tangannya menggapai pintu itu dan perlahan menariknya. Tercium bau busuk yang menyengat. So Eun segera menutup hidungnya. Dia melihat ke bawah. Gelap. Sangat Gelap. So Eun berpikir mungkinkah itu adalah ruang bawah tanah. Kepala So Eun berputar sekeliling. Dia mencari senter. Ketemu, So Eun langsung mengambil senter yang tergeletak disamping lemari tempat dia bersembunyi tadi. So Eun menghidupkan senter lalu diarahkan cahaya itu ke bawah. So Eun terkejut. Sangat terkejut. Melihat sekumpulan mayat yang cukup banyak. So Eun mengerutkan keningnya. Dari mayat-mayat tersebut, dia begitu kenal. “Itu.. Bukankah…?” Wajah mayat itu sangat So Eun kenal. Mereka adalah guru dan teman-teman yang ada dipenginapan villa ini. “Astaga! Dong Hae membunuh mereka? Jadi itu sebabnya kah kamar mereka tidak pernah dibuka. Tapi… Kapan? Sejak kapan Dong Hae membantai mereka?” So Eun benar-benar bingung dan penasaran. Otaknya berusaha memikirkan semua kejadian ini. Kenapa Dong Hae juga membunuh mereka? So Eun berusaha mencari tahu motif pembunuhan ini. Mata So Eun menemukan sebuah telepon yang tidak jauh dari tempatnya. So Eun segera berlari. Dia mengangkat telepon itu dan menekan nomor yang ditujunya. “Halo, kantor kepolisian…” “Halo! Tolong aku! Disini terjadi pembunuhan!?” “Anda ada dimana? Kami akan segera kesana menolong Anda.” So Eun pun menyebut nama pondokan beserta alamatnya. ‘Tut.. Tut..’ Telepon telah dimatikan. “Halo? Halo…!?” So Eun menjawab lagi. Tidak ada suara balasannya. “Wah… rupanya kau ada disini.” Tubuh So Eun menjadi tegang. Dia sungguh tidak berani membalikkan tubuhnya. Dia tahu siapa yang ada dibelakangnya. “Tadi aku dengar kau menyebut polisi. Apa kau menelepon polisi?”tanya Dong Hae lagi hendak berjalan menghampiri So Eun yang masih terdiam paku. “Sepertinya aku harus membunuhmu sebelum polisi itu datang kesini.” Dong Hae hampir mendekati tubuh So Eun. So Eun melirik ketakutan. Dia bisa merasakan nafas Dong Hae yang begitu dekat. Tangannya yang masih menggenggam telepon perlahan menurun. “Untungnya aku sempat memutuskan kabel telepon itu sebelum kau menyebut namaku.”bisik Dong Hae. So Eun bisa melihat tangan Dong Hae melingkari lehernya hendak mencekiknya. So Eun langsung memukul wajah Dong Hae dengan gagang telepon. Otomatis Dong Hae termundur sambil memegang wajahnya yang terluka. “AARRGGHHH!!!!” So Eun langsung melewati Dong Hae untuk melarikan diri. ‘BRUK!’ So Eun terjatuh. Kakinya ditahan Dong Hae. “Kau tidak akan bisa kabur dariku lagi, Kim So Eun!” Dong Hae menindih tubuh So Eun. Pelipis Dong Hae terluka. So Eun berontak. Berusaha melepaskan diri dari tindihan Dong Hae. Dong Hae meringis saat menyentuh pelipisnya. “Kurang ajar kau, So Eun! Beraninya kau melukai wajahku. Pantas saja Kim Bum menyukaimu.” “LEPASKAN AKU!?”teriak So Eun memukul wajah Dong Hae lagi. “Brengsek kau!” Dong Hae cukup kewalahan dengan pukulan So Eun sehingga Dong Hae mengeluarkan senjatanya dari jasnya. Sebuah pisau besar yang penuh darah. So Eun terbelalak melihat Dong Hae hendak mengayunkan tangannya yang memegang pisau. So Eun langsung menendang selangkangnya. Berhasil. Dong Hae pun terjatuh dan meringis kesakitan dibagian sensitifnya. So Eun menarik tubuhnya dan segera bangun. So Eun berlari menuju ke lantai atas.

*****

Waktu menunjukkan pukul 04:00 KST. So Eun terus berlari mencari tempat persembunyiannya. Dia terus mendobrak pintu kamar. So Eun terkejut melihat pemandangan kamar yang penuh dengan cipratan darah. Beginikah cara Dong Hae membunuh mereka? So Eun sungguh tidak percaya. So Eun memeriksa isi kamar tersebut. Dinding putih yang kini penuh noda darah. Rasanya So Eun ingin menangis. Dia begitu sangat takut. Apa kesalahan mereka? Karena kamarnya yang begitu gelap, So Eun tidak sengaja menendang sesuatu. So Eun pun melirik benda yang menggelinding hingga terlihat dibawah jendela dengan kilatan petir. “GYAAAA!!!??” So Eun berteriak ketakutan. Sebuah kepala. Kepala tanpa tubuh. Rambut panjang, wajah yang begitu pucat, dan matanya yang melotot seolah melihat So Eun. Tubuh So Eun bergidik melihat kepala itu. So Eun menangis ketakutan dan penuh tidak disangka. Itu adalah kepala Ji Yeon. Bukankah Ji Yeon tadi tewas tertembak, kini Dong Hae memenggal kepala Ji Yeon. “Ji.. Ji Yeon… Hiks….” Rasanya So Eun ingin menyentuh kepala Ji Yeon. Tetapi tidak ada tubuhnya membuat So Eun sulit mendekatinya. So Eun memutuskan keluar dari kamar itu. Dia terus berlari di lorong-lorong yang gelap. ‘DOR!?’ Suara tembakan itu terdengar lagi. So Eun berhenti. Dia mendengar suara tembakan itu dilantai tiga. “Apa masih ada orang di atas?” So Eun segera berlari ke lantai tiga. Mencari orang yang masih hidup. Saat hendak mencapai lantai tiga. Dia melihat seorang pemuda berdiri ketakutan. So Eun juga melihat punggung pemuda yang memakai jas hitamnya dengan memegang sebuah pisau yang besar. “Apa salahku?!”tanya pemuda yang ketakutan itu. Tanpa dijawab, Dong Hae langsung menebas lengan pemuda itu hingga terputus dari tubuhnya dan menusuk perutnya berkali-kali. “AAARRRRGGGHHHH!!!???” Pemuda itu pun tewas seketika. So Eun tercengang melihat pembunuhan sadis itu. So Eun langsung turun. Suara langkah So Eun turun tangga yang cukup keras membuat Dong Hae menyadari keberadaannya. Dong Hae pun mengejarnya.

*****

‘DOR!?’ Sebuah peluru mengenai kakinya hingga So Eun terjatuh mencium lantai dengan kerasnya. Kakinya berdarah. Dia begitu kesakitan. Siapa yang menembak kakinya? So Eun memundurkan tubuhnya. Kepalanya mengenai sesuatu. So Eun mendongakkan kepalanya. Dia melihat senyuman Dong Hae yang telah menemukannya. “Halo, So Eun. Uhh… Kenapa kakimu berdarah? Terkena peluru kah?” Dong Hae mengitari tubuh So Eun. So Eun terdiam cemas penuh ketakutan. Dia mengeluarkan pisaunya dari jas hitam. Dia berjongkok menatap kaki So Eun yang terus mengeluarkan darah. So Eun berusaha menyeret tubuhnya agar menjauhi Dong Hae. Namun Dong Hae menahan kakinya. “Sepertinya peluru itu harus dikeluarkan dari kakimu.” Pisau pun menyentuh kulit kaki So Eun. So Eun merasakan Dong Hae akan memotong kakinya. Tangannya terus mencari sesuatu. Dia menemukan sebongkah kayu. Tanpa membuang waktu, dia memukul kepala Dong Hae dengan keras. Dong Hae pun pingsan dengan darah yang mengalir dikepalanya. So Eun menarik kakinya kembali. So Eun berusaha mengatur nafasnya yang penuh ketakutan. Suara sirine polisi pun menggema di pondokan itu. So Eun pun bisa bernafas lega. Polisi telah datang.

*****

Pukul 07:00 KST. So Eun duduk diluar dengan selimut. Cuaca yang begitu dingin. Para polisi telah mengepung pondokan itu. Para polisi sibuk membawa mayat-mayat yang cukup banyak. Bahkan So Eun bisa melihat mayat Kim Bum yang akan dimasukkan ke dalam kantong plastik mayat. “Hiks… Kim Bum…” Hati So Eun begitu sedih dan sakit melihat mayat Kim Bum ada dihadapannya. Hatinya begitu miris melihat Kim Bum dibunuh sahabatnya sendiri, Dong Hae. Mata So Eun dialihkan ke polisi yang sibuk mendorong sang pelaku menuju ke mobil polisi. Dong Hae yang sudah sadar terus menatap So Eun. Tatapannya yang begitu dingin namun tidak lama dia tersenyum. So Eun mengalihkan pandangannya. Dia sungguh tidak mau melihat wajah Dong Hae lagi. Sungguh. Dia ingin melupakan kejadian saat ini untuk selamanya.

*****

4 Hari Kemudian…. Lagi-lagi So Eun harus mengeluarkan air matanya didepan makam. So Eun meletakkan buket bunga di makam tersebut. Perlahan dia menyentuh nisan yang bertuliskan nama Ayahnya. So Eun sungguh tidak menyangka penemuannya terhadap Ayah setelah kejadian pondokan itu begitu terlambat. Ayahnya telah ditemukan tewas mengenaskan dirumahnya saat So Eun hendak pergi ke pondokan bersama Kim Bum dan yang lainnya. Sungguh tidak menyangka, Dong Hae lah yang telah membunuh Ayahnya yang sudah tidak berdaya. So Eun masih tidak bisa menemukan jawabannya. Alasan Dong Hae membunuh mereka. “Ayah…. Maafkan aku. Aku gagal menyelamatkan Ayah.”sesalnya. Dia terus menangis di makam Ayahnya.

*****

2 Hari Kemudian…. So Eun membuka matanya. Cahaya pun menyilaukan kamar tidurnya. So Eun bangkit dari kasurnya. Dia begitu lelah. Sungguh lelah. So Eun mengikat rambutnya yang berantakan. Lalu dia turun ke lantai bawah menuju ke dapur. Sungguh lelah dan sepi. Dirumahnya yang hanya sendirian. So Eun menuangkan air mineral ke gelas yang ada di genggamannya. So Eun meminum sambil menatap kaca lemari. Sosok bayangan yang ingin dilupakannya muncul dibelakangnya dengan senyuman yang menakutkan. Gelas yang ada digenggaman So Eun pun terjatuh dan pecah. Dia tidak bisa berteriak karena mulutnya dibekap. So Eun melirik sosok yang menahan tubuhnya. “Halo, So Eun cantik. Kita bertemu lagi.”ucap Dong Hae menyapanya. “Bagaimana dia bisa keluar dari penjara?”batin So Eun. So Eun begitu terkejut. Seharusnya Dong Hae yang sudah dijatuhi hukum dipenjara seumur hidup karena terbukti membunuh banyak orang tidak bisa keluar dari penjara kepolisian korea yang cukup ketat. Dong Hae menarik So Eun ke lantai atas. Menuju ke kamarnya. Lalu dilemparnya tubuh So Eun ke kasur dengan kasar. Lalu Dong Hae mengikat kedua tangan So Eun di tiang kasur agar tidak bisa melarikan diri. “Bagaimana kau bisa keluar dari penjara? Apa kau kabur?”tanya So Eun sambil menarik tangannya. Berusaha melepaskan tangannya dari ikatan tali. Dong Hae tidak menjawab. Dia duduk di sofa menghadap So Eun. Dia menyilangkan kedua kakinya dengan santai. “Kau begitu penasaran dengan kisahku. Bagaimana caranya aku bisa kabur dari penjara yang cukup ketat itu? Mudah saja. Itu berkat bantuan adikku.” “Adikmu?” So Eun sungguh tidak tahu kalau Dong Hae memiliki seorang adik. Yang dia ketahui hanyalah Dong Hae merupakan anak tunggal. Begitu Dong Hae sendiri yang bilang. Dong Hae tersenyum bangga melihat reaksi So Eun yang terkejut. ‘Cklek.’ Pintu pun terbuka. So Eun melihat siapa yang datang ke kamarnya. Dia hanya bisa melihat punggung pemuda itu. “Ah! Rupanya kau sudah datang. Lama sekali!” Pemuda itu memberikan sebuah plastic berisi minuman kaleng kepada Dong Hae. “Maaf, Kak Dong Hae. Ini semua karena mobilmu yang masih mogok. Kenapa kakak tidak menggantikan mobilnya saja.” “Ah…!! Kau kan tau. Harga mobil baru itu sangat mahal. Aku belum punya uang sebanyak itu.” “Cih… Bilang saja kalau kau memang tidak mau membeli mobil yang baru karena mahal. Kau benar-benar pelit.” Dong Hae hanya cengar cengir mendengar keluhan sang adiknya. So Eun menatap bingung dan terkejut. Apa dia tidak salah mendengar suara pemuda itu? “Hei. Kau tidak menyapanya?”kata Dong Hae sambil menunjuk So Eun yang ada dibelakangnya. Pemuda itu membalikkan badannya dan tersenyum. Hatinya berdegup kencang. Penuh dengan keterkejutan yang tidak diduganya. “Kim Bum?” So Eun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bukankah Kim Bum sudah tewas? Bukankah Kim Bum sudah dimakamkan dengan matanya sendiri? “Si.. siapa kau? Kau tidak mungkin Kim Bum.”tanya So Eun yang begitu ragu dengan pemuda yang sangat mirip dengan Kim Bum. Pemuda itu tersenyum mendekati So Eun. “Astaga! Lihatlah, Kim Bum. Bahkan kekasihmu sendiri tidak percaya kalau kau masih hidup. Kau benar-benar hebat, Kim Bum!” Dong Hae bertepuk tangan sambil meminum bir kaleng yang sudah dibukanya. “Jadi… kau benar-benar Kim Bum?”tanya So Eun lagi saat mendengar Dong Hae menyebut namanya. “Apa kabar, Kim So Eun-ku?”sapa Kim Bum yang sudah duduk disamping So Eun dengan senyuman yang mengerikan.

TO BE CONTINUED…….

NB: Jangan Lupa Di Komen Ya ^^

43 responses to “I Will Find You [2/3]

  1. leetaegee19 September 11, 2011 pukul 11:25 pm

    wah trnyta kim bum msh hdp…
    bnr2 bkn merindng waktu bcanya🙂
    next part d’tnggu eon🙂

  2. Glodzbumsso September 12, 2011 pukul 12:06 am

    Eonnn , lanjut ya ?
    Uwaaaahhh baca nya sampe merinding😦
    Kasian soeun , uwaaaaaaaah kimbum jahat ..
    Hapy ending eonn , terserah deh kimsoeun ma siapa ..

  3. AnnisaHourai September 12, 2011 pukul 12:23 am

    *Sign* Tegang bgt bacax….
    Kyaaaaa…… Kenapa bisa jadi begitu thor??
    Jadi kim beom terlibat? i can’t believe it
    oke deh aku tunggu part selanjutx😀

  4. yankyu a.ka seoyufishy.... September 12, 2011 pukul 12:28 am

    ya ampun mengerikan…….serem amet pmbunuhannya…..kim bum jg terlibat waduh penasaran…..ditunggu part selanjutnya….kak…
    ff yg lain jg di tunggu lanjutannya kak…

  5. AkuCintaTaecyeon September 12, 2011 pukul 1:00 am

    Ughhh, apa sih alasan mereka membunuh?? jd penasaran.. part 3-nya cepet ya min!! bnr2 penasaran nih.. deg2an jg..

  6. ambar September 12, 2011 pukul 1:07 am

    Wah mengerikan brsa bca naskah film horor. . . .g dsangka trnyata kim bum adx donghae. . .merinding bcanya. . .emang daebak. .lanjut y. .

  7. kimlili September 12, 2011 pukul 1:10 am

    waduh serem deh.. Donghae kau jahat … Hmm kim bum ?? Tega banget deh jadi orang,.. Hhh… Di tungu kelanjutan nya kayak nya eonnie jago bikin ff kayak gini aku sampa ketakutan baca nya

  8. EchaKyuWon September 12, 2011 pukul 1:59 am

    Wahhh kakkk seru,, penasaran bgt ama crta slnjtny ..

    Jgn.jgn kim beom sekongkol ama donghae,, aduhh kasian bgt ..
    Sumpah penasaran bgt sama motif donghae bunuh org2 termasuk so eun ..

    Okey aku tnggu kelnjtanny kak ^^

  9. Bummiearab September 12, 2011 pukul 2:12 am

    Aduch
    bener bener bikin penasaran #n’gk?? Bisa nebak sedikit pun..

    . Atau ini ceritanya hxa skenario drama atau film #mungkinkah. Achhhh tambah bingung..

    Ayo donkkk lanjutttttttttttt

  10. selly sangeun elfkyubumwon September 12, 2011 pukul 6:00 am

    Anyeong eon .. Hehehe
    qu ganti nma yach coz di fb jga nmnya ganti .. Takut keliru .. Hehehe
    Yg tdinya Kaoru Selly SangEun jadi Selly SangEun elfkyubumwon ..

    Waduh eon ..
    Daebak deh ceritanya ..
    Nambah merinding ja ..
    Ni ff susah di tebak ..
    Gx disangka-sangka ternyata si bummpa jga ikut skongkol ..
    Waduh hae jhat jga bunuh mua orang ..

    Jadi penasaran ma kelanjutannya ..
    Eon part terakhir qu tunggu yach🙂

  11. nice September 12, 2011 pukul 6:10 am

    seeereeeeeem… benar2 mengerikan…..
    kasian ji yeon mati…hiks..hiks…
    jahat x donghae… alhamdullillah kim bum masih idup, tapi kok jahat? kim bum jgn sakitin so eun ! please…. hiks..hiks.. jgn….
    kim so eun nantinya gmn ya? selamat gak? penaaaaasaraaaaan….. lanjutin kak… benar2 gak sabar mo baca lg….

  12. Tirmutir September 12, 2011 pukul 7:13 am

    Hiii serem bnget crita.nya..

  13. winny ^^ September 12, 2011 pukul 8:00 am

    atut bca na ……
    kok bisa sih kim bum oppa hidup lg…..
    so eun unni ksian bnget si T.T
    ud appa na mati, chingu na mlah ikut2an mati…..
    ok kak retno lnjutan na jgn lma2 ya ^^

  14. Poespa sang soeun September 12, 2011 pukul 10:34 am

    Ni ff bikin sport jantung…..
    Seru….
    Gag sabar nunggu lanjutannya!!

    Hwaiting cingu……

  15. Helda September 12, 2011 pukul 2:26 pm

    donghae am kimbum kaka adik? kok bisa ? ad rencna ap.y merka berdua?

    susah ditebak part selanjut.y kya ap ?

    ayo post.y jgn lama2, ff.y keren.

  16. Indah_ELF September 12, 2011 pukul 7:11 pm

    Seruuu…
    Ksihan so eun, Donghae jhat bgt nTuh kim bum jga msh hidup…
    Penasaran!!!
    Ywdh d’tunggu part sLanjuT’a

  17. sithyijahh September 13, 2011 pukul 4:21 am

    wahhh mengerikan skali cerita.ny..
    ahh tpi bguss:-)
    lanjuttt..

  18. afri September 13, 2011 pukul 6:31 am

    merinding bacanya,
    kim bum kau ini jahat atau apa?
    so eun yg kuat yg eon,
    happy ending ya eonni…berharap ini happy end

  19. rizkyapratiwi September 13, 2011 pukul 3:10 pm

    waduuhh … adeknya s kim bum?? kog bsa kn kim bum udah mati d part 1?? atau itu cuman pura2 pas s so eun mau kabur kn dya denger suara tembakan tu?? *bingung*
    pokoknya ditu lah … lanjuut thor
    dah pensaran nih … komennya kn dah lbh dr 10

  20. Putzz ran" mouri September 18, 2011 pukul 1:38 am

    Seru”. . .
    Wah t’nyata kimbum jga jahat. .bener” ga nyangka. .
    Penasaran ma lanjUtan’a. . .

  21. Zumi Shinigami September 19, 2011 pukul 9:01 am

    lama gk mampir… ternyata ada ff yng seru…..
    kok bisa kim bum masih idup????
    penasaraaan….

  22. hikari rofi September 20, 2011 pukul 4:50 am

    dag…dig..dug…aku bacanyanya
    tegang…
    adegan tembak menmbak…..
    kereeeennnnn…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    haaahhh…kim bum masih hidup…..???

    lanjukan…….!!!!!!!!!!
    SEMANGAT…. ^_^

  23. owni September 20, 2011 pukul 2:04 pm

    hiiii, serem, penasaran sebenar’a apa si yg terjadi? lanjut ya author

  24. NURHADIJAH September 20, 2011 pukul 11:19 pm

    kak cptin apa lnjtan x cz keeeeeeeeerrrrrrrrreeeeeeeeeeeeen bgt ne critax apa lg ada donghae oppa x lg jgn trlalu bnyk psgin kim bum ma so eun jg kak coba ma kyu hyun n donghae ma heechul n yesung oppa atau onew kak biar g bosen

  25. Anjany Djamal Oktober 4, 2011 pukul 1:38 pm

    keren thor… penasaran bgt ama ceritanya lanjuttt

  26. Mala_seok Oktober 5, 2011 pukul 11:54 am

    Kakk….
    Cpt di lanjutkan,,,,oh yah kak buat ff baru dong yg pmran.a seung ho oppa & park ji yeon
    oke,,,
    gumawo.

  27. ati gunarti Oktober 6, 2011 pukul 6:05 am

    sdih kiraim kim bum mati bnran..ah tp pnsrn kok dy msh hdp n kykna pny rncn jht ma so eun..kok kb jht sich..ayo 1 part lgi..smngtttt….

  28. thalia taemin November 25, 2011 pukul 7:44 am

    alhamdullillah yah bebas kutu….. aneh ni… kok gitusih …. ?
    tapi kerennnnnnnn ni ff nya… daebak…! lanjut …. bisa mati gw bacanya serem abiz…. ….!!! ….. kapan ff tentang taemin …, ? di tunggu loh …!! hwaiting…!!1 chingu…

  29. geill Desember 12, 2011 pukul 7:16 am

    wala2 tak q sangka ternyata…………………kim bum adalah adik donghea
    kasihan so eun, dia terjebak oleh mreka ber2.
    mantap ceritanya, menegangkan,serem,sekaligus sadis bok.
    lanjut……………………………………..

  30. palmadragon Februari 22, 2012 pukul 11:42 am

    Sumpah gw suka bgt ma cerita a.

  31. kim sohyun Maret 8, 2012 pukul 2:08 pm

    ish…
    gilaaaaa…
    merinding aku baca’a…

    penuh teka-teki…serem n sadis banget….

  32. syawalia febriani( lee ji sun ) Mei 9, 2012 pukul 10:32 am

    sumpah nih cerita yg paling menakutkan yg pernah aku baca
    ampun makin penasaran

  33. Rahmatina Fajaria Bioria November 8, 2012 pukul 1:32 pm

    Yeah kim bum selamat. Tapi jahat sama so eun, kok bisa selamat ya?
    Hebat thor, gak keliatan penulis amatir.

  34. tanti no kawai Desember 12, 2012 pukul 8:34 am

    Hahhhhhhhhhhhhhh??????????
    Kim bum??????

  35. luthfiangelsso Februari 16, 2013 pukul 12:28 am

    Wahh wahh keren bener pas baca’a aja deg” ser penuh misteri, author hebat !!

  36. missfishyjazz April 16, 2013 pukul 2:35 am

    ceritanya kompleks sekali kalau begini.-.
    sedikit rumit yah😡
    tapi asik sih kalau dibaca *ehh*

  37. Ilma Bumssoeulmates Elf November 14, 2013 pukul 11:31 am

    nah loh q masih bingung ma crita.a
    tapi penasaran juga ma lanjutan.a
    next

  38. Serraqueen Februari 1, 2014 pukul 3:51 pm

    Daebaak mkin seru ja crita@ + menegangkan..

  39. tyas27 April 10, 2014 pukul 10:45 am

    ya ampun.-. menyeramkan

  40. Rani Annisarura Juli 16, 2014 pukul 4:16 pm

    hebat…hebat kim bum bisa bertahan hidup walaupun segala cara telah dilakukan…..

    Makin horor aja ceritanya,,, dan makin seru…..

  41. ainami September 9, 2014 pukul 4:18 am

    lha apa maksudnya itu… bum juga jahat..?

    pembunuhannya gila ih sadis bgt, motif nya apa tuh..

  42. sabanaRyuga Oktober 5, 2014 pukul 1:51 pm

    astaga kenapa bsa seperti itu ya…

  43. neneng vhivi Januari 4, 2015 pukul 4:07 am

    ternyata bumppa masih hidup, aku kira udah mati..
    makin penasaran sama cerita selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: